Sunteți pe pagina 1din 4

ASUHAN KEPERAWATAN\ 1. Pengkajian a. Identitas Nama: Tn. a. Umur: 52 th. Alamat: Desa Gedang, Sungai Penuh. Status menikah.

b. Keluhan Utama Sesak nafas sejak semaaml, Batuk berdahak sejak 3 hari yang lalu. c. Riwayat Penyakit Dahulu Tn. A pernah dirawat di RS dengan penyakit yang sama selama 1 ninggu, 3 yang lalu d. Riwayat Penyakit Sekarang sesak napas yang kemudian diikuti dengan gejala-gejala lain yaitu : Batuk berdahak, Wheezing, Penggunaan otot bantu pernapasan e. Pemeriksaan Fisik

Nafas sesak, batuk berdahak, akral teraba dingin

- Tekanan darah : menurun - Nadi : Teraba halus dengan Frekuensi 82x/m - RR : 38x/m - Suhu : normal

15 ( Compos Mentis)

f. Analisa Data ANALISA DATA NO DATA PENUNJANG DS : Tn. A mengatakan nafas sesak Bersihan sejak semalam Tn. A mengatakan batuknya pada Tn. A jalan Ketidakbersihan jalan MASALAH KEP DIAGNOSA KEP

nafas tidak efektif nafas b.d. peningkatan produksi sekret

berdahak sejak 3 hari yang lalus sesak sejak semalam DO : Tn. A menggunakan otot sensori pernafasan Respirasi : 38 x/menit n : 82 x/menit Akral teraba dingin

2. Diagnosa Keperawatan Berdasarkan kasus, diagnosa keperawatan yang mungkin muncul adalah :

Ketidakbersihan jalan nafas b.d. peningkatan produksi sekret yang ditandai dengan : sesak nafas, batuk (+), sputum (+), RR : 32x/i, N : 105x/i. 3. Intervensi dan Rasional
INTERVENSI RASIONAL

Beberapa derajat spasme bronkus Mandiri Auskultasi bunyi nafas, catat adanya bunyi nafas, ex: Wheezing Kaji / pantau frekuensi pernafasan, catat rasio inspirasi / ekspirasi. Catat adanya derajat dispnea, ansietas, distress pernafasan, penggunaan obat bantu. Tempatkan posisi yang nyaman pada pasien, contoh : meninggikan kepala tempat tidur, duduk pada sandara tempat tidur Pertahankan polusi lingkungan minimum, contoh: debu, asap dll Kolaborasi Berikan obat sesuai dengan indikasi bronkodilator. terjadi dengan obstruksi jalan nafas dan dapat/tidak dimanifestasikan adanya nafas advertisius. Tachipnea biasanya ada pada

beberapa derajat dan dapat ditemukan pada penerimaan atau selama stress/ adanya proses infeksi akut. Disfungsi pernafasan adalah variable yang tergantung pada tahap proses akut yang menimbulkan perawatan di rumah sakit. Peninggian kepala tempat tidur memudahkan fungsi pernafasan dengan menggunakan gravitasi. Pencetus tipe alergi pernafasan dapat mentriger episode akut. bronkus. Merelaksasikan otot halus jalan dan nafas,

menurunkan

spasme

mengi, dan produksi mukosa.

4. Implementasi Mencatat adanya bunyi nafas, (ex: Wheezing) dengan melakukan auskultasi Memantau/ mengkaji frekuensi pernafasan dengan catat rasio inspirasi /ekspirasi. Mencatat adanya derajat dispnea, ansietas, distress pernafasan, akibat penggunaan obat bantu. Mengatur posisi pasien,agar merasa nyaman Mempertahankan polusi lingkungan minimum pada pasien 5. Evaluasi S: Pasien mengatakan sudah tidak merasa sesak. batuknya hilang. O: Sudah tidak lagi bunyi wheezing. paru-paru bersih saat diauskultasi A: Gangguan bersihan jalan nafas sudah teratasi P: Pertahankan bersihan jalan nafas