Sunteți pe pagina 1din 12

MENINGITIS

PRAJANTY TILAN UNDANG 0861050174


Definisi
Meningitis (radang selaput otak)
adalahinfeksi pada cairan serebrospinal (CSF)
didalam sistem ventrikel disertai radang pada
piamater dan arakhnoid, ruang
subaraknoid, jaringan superfisial otak dan
medula spinalis yang dapat terjadi secara
akut maupun kronis

etiologi
Bakteri penyebab meningitis terbanyak disebabkan
oleh:
Hemophilus influenzae,
Streptococcus pneumoniae dan
Neisseria meningitidis.
Penyebab meningitis terbagi atas beberapa golongan
umur:
1. Neonatus : Eserichia coli, Streptococcus beta
hemolitikus, Listeria monositogenes
2. Anak di bawah 4 tahun : Hemofilus influenza,
meningococcus, Pneumococcus.
3. Anak di atas 4 tahun dan orang dewasa :
Meningococcus, Pneumococcus,

Faktor predisposisi untuk terjadinya
meningitis:
Infeksi jalan napas bagian atas,
Otitis media,
mastoiditis,
Anemia sel sabit dan hemoglobinopatis lain,
Prosedur bedah saraf baru,
trauma kepala, dan
pengaruh immunologis.


patofisiologi
Agen penyebab

Invasi ke SSP melalui aliran darah

Bermigrasi ke lapisan subarahnoid

Respon inflamasi di piamatter, arahnoid,CSF dan ventrikuler

Exudat menyebar di seluruh saraf cranial dan saraf spinal

Kerusakan neurologist

Gejala klinis
Gejala awal meningitis bakteri mirip dengan
kondisi penyakit lain, dan meliputi:
sakit kepala berat
demam
mual (rasa sakit)
muntah (yang sakit)
umumnya merasa tidak sehat

Tanda Klinik
Jenis meningitis Glukosa protein Sel
Bakteri akut Rendah tinggi
PMNs,
sering> 300/mm
Virus akut Normal normal atau tinggi
mononuklear
<300/mm
Berkenaan dgn
penyakit TBC
Rendah tinggi
mononuklear dan
PMNs, <300/mm
Jamur Rendah tinggi <300/mm
Ganas Rendah tinggi
biasanya
mononuklear
Pemeriksaan
Pemeriksaan fisik
leher kaku, sakit kepala parah, dan demam.
pembengkakan di mata, yang menunjukkan
tekanan intrakranial meningkat, dan ruam kulit.
Tes darah
Computed tomography (CT scan) atau
magnetic resonance imaging (MRI scan) dari
otak
Spinal tap

Penatalaksaan
Terapi meningitis bacterial
terapi antibiotik yang digunakan harus dapat menembus sawar darah
otak, contohnya rifampicin, chloramphenicol, dan quinolones
(konsentrasi serum sekitar 30%-50%)
Terapi antibiotik diberikan secepatnya setelah didapatkan hasil kultur.
Pada orang dewasa, Benzyl penicillin G dengan dosis 1-2 juta unit
diberikan secara intravena setiap 2 jam.
Pada anak dengan berat badan 10-20 kg. Diberikan 8 juta unit/hari, anak
dengan berat badan kurang dari 10 kg diberikan 4 juta unit/hari.
Ampicillin dapat ditambahkan dengan dosis 300-400 mg/KgBB/hari untuk
dewasa dan 100-200 mg/KgBB/ untuk anak-anak.
Untuk pasien yang alergi terhadap penicillin, dapat diberikan sampai 5
hari bebas panas.

Terapi meningitis TB
diberikan prednison 1-2 mg/kgBB/hari selama 4 minggu kemudian penurunan
dosis (tapering-off) selama 8 minggu sehingga pemberian prednison keseluruhan
tidak lebih dari 2 bulan.
Terapi meningitis viral
diberi anti emetik seperti ondansetron dosis dewasa 4-8 mg IV tiap 8jam, dosis
pediatrik 0,1 mg/kg IV lambat max 4 mg/dosis dan dapat diulang tiap 12 jam
diberi antiviral seperti acyclovir, diberikan secepatnya ketika didiagnosis herpetic
meningoencephalitis, dosis dewasa 30 mg/kg IV tiap 8 jam
Terapi meningitis jamur
Meningitis kriptokokus diobati dengan obat antijamur. Dapat digunakan :
Flukonazol, obat ini tersedia dengan bentuk pil atau infus
Jika pasien intoleran dengan flukonazol dapat digunakan dengan amfoterisin B
dan kapsul flusitosin. Mempunyai efek samping besar pada amfoterisin B, dapat
diatasi dengan pemberian ibuprofen setengah jam sebelum amfoterisin B dipakai.