Sunteți pe pagina 1din 18

KONSEP PARTISIPASI

MASYARAKAT
Kelompok II

WD. YUNI. M. USA /101414453013
FITRIYAH KUSUMAWATI / 101414453032
ANDI SUSILO / 101414453036


Manajemen Pelayanan Kesehatan
Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
Universitas Airlangga
2014
PENGERTIAN
Partisipasi berasal dari bahasa Inggris yaitu
participation adalah pengambilan bagian atau
pengikutsertaan.
Menurut Keith Davis (1962) dalam Khoiruddin
(2000) : Participation is define as mental and
emotional involvment of a person in a group
situation which encourages him to contribute to
group goals and share responsibility in them
(partisipasi adalah suatu keterlibatan mental dan
emosi seseorang dalam situasi kelompok
tertentu yang mendorongnya untuk mendukung
kepada pencapaian tujuan dan ikut bertanggung
jawab di dalamnya)
Menurut Adi (2008) Partisipasi masyarakat adalah
keikutsertaan masyarakat dalam proses
pengindentifikasian masalah dan potensi yang ada
di masyarakat, pemilihan dan pengambilan
keputusan tentang alternatif solusi untuk menangani
masaah, pelaksanaan upaya mengatasi masalah,
dan keterlibatan masyarakat dalam proses
mengevaluasi perubahan yang terjadi.
Partisipasi (Fasli Djalal dan Dedi Supriadi, 2001:
201-202) menyatakan Partisipasi dapat juga berarti
bahwa kelompok mengenal masalah mereka
sendiri, mengkaji pilihan mereka, membuat
keputusan, dan memecahkan masalahnya.
Dari Definisi diatas, dapat disimpulkan
Partisipasi :
1. Suatu keterlibatan mental dan
perasaan, lebih dari keterlibatab
jasmani
2. Kebersediaan memberi sumbangan
(ada rasa senang, sukarela)
3. ada rasa tanggung jawab bersama

UNSUR PARTISIPASI :
(SASTROPOETRO, 1988)
1. Komunikasi yang menumbuhkan pengertian
yang efektif atau berhasil.
2. Perubahan sikap,pendapat dan tingkah laku
yang diakibatkan oleh pengertian yang
menumbuhkan kesadaran
3. Kesadaran yang didasarkan pada perhitungan
dan pertimbangan
4. Kesediaan melakukan sesuatu yang tumbuh
dari dalam lubuk hati sendiri tanpa dipaksa
orang lain.
5. Adanya rasa tanggung jawab terhadap
kepentingan bersama.
PERAN PARTISIPASI MASYARAKAT
Man
Money
Material
Mind/Ideas
Health
Services
Health
Status
Menurut Notoatmodjo (2007), di dalam partisipasi
setiap anggota masyarakat dituntut suatu
kontribusi atau sumbangan.
Contoh : dalam Pelayanan Kesehatan :
JENJANG PARTISIPASI
(YADAV, 1980:87)
1. Participation in decesion making (Partisipasi
dalam pengambilan keputusan).
2. Participation in implementation of development
programmer and projects (partisipasi dalam
pelaksanaan program dan pembangunan).
3. Participation in shiring the benefits of
development programmers and projects
(partisipasi dalam berbagai manfaat
pembangunan).
4. Participation in monitoring and evalustion of
development programmers and projects
(partisispasi dalam bentuk pengawasan dan
evaluasi program serta proyek).
BENTUK PARTISIPASI
Menurut Effendi dalam Rahmawati (2006), bentuk
partisipasi terbagi atas:
1. Partisipasi Vertikal
Partisipasi vertikal terjadi dalam bentuk kondisi tertentu
masyarakat terlibat atau mengambil bagian dalam suatu
program pihak lain, dalam hubungan dimana masyarakat
berada sebagai status bawahan, pengikut, atau klien
2. Partisipasi Horizontal
Partisipasi horizontal, masyarakat mempunyai prakarsa
dimana setiap anggota atau kelompok masyarakat
berpartisipasi horizontal satu dengan yang lainnya
JENIS PARTISIPASI
DAVIS (1962) DALAM SASTOPOETRO (1988)
Pikiran (Psychological participation).
Tenaga (Physical participation).
Pikiran dan tenaga (Psychological dan
Physical participation).
Keahlian (Participation with skill).
Barang (Material participation).
Uang (Money participation).
PARTISIPASI SECARA EFEKTIF :
DAVIS (1962) DALAM SASTROPOETRO (1988)
1. Adanya waktu.
2. Adanya dana perangsang secara terbatas.
3. Terorganisasi
4. Partisipan harus memiliki kemampuan pemikiran
dan pengalaman yang sepadan.
5. Kemampuan untuk melakukan komunikasi timbal
balik.
6. Bebas melaksanakan peran serta sesuai dengan
persyaratan yang telah ditentukan.
7. Adanya kebebasan dalam kelompok, tidak adanya
pemaksaan atau penekanan.
TINGKATAN PARTISIPASI
MASYARAKAT
Menurut Prety, J., 1995, ada tujuh tipologi partisipasi, yang
berturut-turut semakin dekat kepada bentuk yang ideal, yaitu:
1. Partisipasi pasif atau manipulatif.
2. Partisipasi informatif
3. Partisipasi konsultatif
4. Partisipasi insentif
5. Partisipasi fungsional
6. Partisipasi interaktif
7. Mandiri (self mobilization)

*Note : mbak yuyun, mohon sumber kutipannya untuk yang ini
ya? Belum ada di dapus. + kalo ada penjelasannya di word
ya??
PENDEKATAN PARTISIPASI
CLUB DU SAHEL (1988) DALAM MIKKELEN (2003)
Partisipasi Pasif, Pelatihan dan Informasi atau
Pendekatan Kami lebih tahu apa yang baik
bagimu
Sesi partisipasi aktif atau Pendekatan Pelatihan
dan Kunjungan
Partisipasi dengan keterikatan atau Pendekatan
Kontrak, tugas yang dibayar: bila anda
melakukan ini, maka proyek akan melakukan itu.
Partisipasi atas permintaan setempat atau
Pendekatan PRA (Participatory Rural Appraisal)
dan kegiatan penelitian, pendekatan yang
didorong oleh permintaan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PARTISIPASI
1. Usia
2. Jenis kelamin
3. Pendidikan
4. Pekerjaan dan penghasilan
5. Lamanya tinggal

Yang ini juga belum ada nih? Hehehe,,
Keuntungan Partisipasi :
1. Partisipasi memperluas basis pengetahuan dan
representasi.
2. Partisipasi membantu terbangunannya
transparansi komunikasi dan hubungan-hubungan
kekuasaan di antara para stakeholders.
3. Partisipasi dapat meningkatkan pendekatan iteratif
dan siklikal dan menjamin bahwa solusi
didasarkan pada pemahaman dan pengetahuan
lokal
4. Partisipasi akan mendorong kepemilikan lokal,
komitmen dan akuntabilitas.
5. Partisipasi dapat membangun kapasitas
masyarakat dan modal sosial.

CONT..

HAMBATAN DALAM PARTISIPASI MASYARAKAT
Menurut Mikkelsen (2003), rendahnya
partisipasi masyarakat disebabkan oleh
beberapa faktor yaitu:
Adanya penolakan secara internal di kalangan
anggota masyarakat dan penolakan eksternal
terhadap pemerintah.
Kurangnya dana.
Terbatasnya informasi, pengetahuan atau
pendidikan masyarakat, dan
Kurang sesuai dengan kebutuhan masyarakat
Daftar Pustaka
Adi, Isbandi R., 2008, Intervensi komunitas Pengembangan Masyarakat Sebagai
Upaya Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta : Rajawali-Press
Mikkelsen, B. 2003. Metode Penelitian Partisipatoris Dan Upaya-upaya
Pemberdayaan. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia
Notoadmojo, Soekidjo. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. jakarta. :
Rineka Cipta
Rahmawati. 2006. Bentuk Partisipasi Masyarakat Dusun Iii Tongkoh, Desa Dolat
Raya, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara
Terhadap Upaya Konservasi Di Taman Raya Bukit Barisan. Karya Tulis USU.
Rahman. D. 2011. Teori dan Konsep Partisipasi. Diakses pada tanggal 25
September 2014 dari http://www.wordpress.com
Sastropoetro, Santoso. 1988. Partisipasi, Komunikasi, Persuasi, Dan Disiplin
Dalam Pembangunan Nasional. Bandung : Alumni
SS, Khairuddin, 2000. Pembangunan Masyarakat. Liberty, Yogyakarta.
Sutami. 2009. Partisipasi Masyarakat Pada Pembangunan Prasarana
Lingkungan Melalui Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK) di
Kelurahan Marundu Jakarta Utara. Tesis UNDIP
SEKIAN
&
TERIMA KASIH