Sunteți pe pagina 1din 6

TUGAS ARTIKEL

MACAM-MACAM TANAMAN OBAT DAN MANFAATNYA

Anting-anting
(Acalypha australis Linn.)
Sinonim :
Familia :
Euphorbiaceae
Uraian :
Anting-anting termasuk salah satu jenis tumbuhan yang bisanya masuk ketegori rerumputan ini.
mungkin karena bentuk bunganya yg identik dg salah satu desain bentuk perhiasan telinga,
anting-anting, maka namanya pun dibikin sama.
Berawal dari pengalaman empirik ibuku yang sering menderita sakit di bagian lutut n
lengannya...dah 'bosen' ke sana ke mari cari obat. sampe ibuku koleksi obat n nama dokter...ada
yg bilang ibuku kena asam urat, ada yg bilang kolesterol tinggi de el el...de el el..
sayangnya, semua obat itu, baik yg jamu maupun resep dari dokter, kagak manjur. bertahun2
ibuku harus 'menikmati' sakit di kaki n tangannya itu.
ndilalah, ada yg kasi saran untuk mencoba ni tanaman. carinya mudah, karena banyak tumbuh
liar di pekarangan-pekarangan.
cara bikinnya:
cabut tanaman anting-anting sampe akar2nya. cuci bersih lalu rebus dengan air kira2 1 gelas
sampe tinggal 1/2nya. dinginkan dan minum air rebusan anting2, ulangi 2x sehari. alhamdulillah,
setelah 2 hari mencobanya, sakit ibuku berangsur2 sembuh.
kini, setiap kali muncul keluhan serupa, ibuku lgsung aja ngrebus ni anting2. bahkan, saking
'tergantungnya' sama tanaman ini, setiap ada 'thukulan' anting2 di kebun, selalu dirawatnya
kayak merawat bunga!
hal serupa juga dialami oleh teman2 bapak-ibuku. termasuk pula sudah kusarankan buat
beberapa temanku yg ortunya mengalami masalah serupa.alhamdulillah manjur.
Anting-anting merupakan tumbuhan perdu semusim, tumbuh tegak dan berambut, tinggi
30-50 cm. Batangnya bercabang dengan garis memanjang kasar. Letak daun berseling,
bentuk bulat telur sampai lonjong, pangkal lancip, tepi bergerigi, panjang daun 2,5-8 cc,
lebar daun 1,5-3,5 cm. Bunga keluar dari ketiak daun, berupa bunga majemuk, kecil-kecil,
tersusun dalam rangkaian malai, bentuknya mengerucut seperti anting-anting hingga
disebut tumbuhan anting-anting.
Dalam satu tangkai terdiri dari 5-7 bunga. Buahnya kecil, akar dari tumbuhan ini
sangat disukai kucing sehingga disebut juga tumbuhan kucing-kucingan. Tumbuhan
ini tumbuh liar di pinggir jalan, lapangan rumput, lereng gunung dan sebagainya.

Perbanyakan tumbuhan ini dengan biji. Tumbuhan anting-anting disebagian daerah


Indonesia memiliki warna yang berbeda-beda, misalnya sumatera disebut ceka mas,
di Jawa disebut rumput bolong-bolong, telantang atau rumput kekosongan dan
kucing-kucingan.
Khasiatnya untuk mengobati asma, asam urat tinggi, disentri, diabetes melitus,
muntah darah, batuk darah, batuk, buang air besar mengandung darah, buang air
kecil mengandung darah, mimisan, kembung pada anak-anak, cacingan, gangguan
pencernaan, sakit perut, tekanan darah tinggi, eksim, koreng, keseleo, memer
terpukul.
Untuk mengobati diabetes, gunakan 60 gram akar anting-anting segar direbus
dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring lalu airnya diminum 2 kali sehari
setiap minum 200 cc.
Bila mengidap radang kulit, bisul, koreng dan eksim, gunakan 30-60gram antinganting segar direbus, airnya digunakan untuk mencuci bagian yang sakit.
Untuk mengobati pendarahan dan luka luar, gunakan 30-60 gram anting-anting
segar ditambah gula pasir secukupnya, dilumatkan kemudian ditempelkan pada
bagian yang sakit.
Bila menderita disentri, gunakan 60 gram seluruh tumbuhan anting-anting direbus
dengan 600 cc hingga tersisa 300 cc, disaring airnya diminum. Lakukan 2 kali sehari
selama 5-10 hari.
Untuk mengobati muntah darah, mimisan, buang air besar mengandung darah,
gunakan 30-60 gram anting-anting segar ditambah 100 gram akar teratai direbus
dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, saring lalu airnya diminum dan akar
teratainya dimakan.
Mengobati buang air kecil mengandung darah, dapat menggunakan 30 gram antinganting ditambahkan 60 gram daun lidah buaya yang telah dikupas kulitnya, direbus
dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, minum secara rutin selagi hangat.
Mengatasi perut kembaung pada anak-anak, dapat menggunakan 30 gram antinganting segar ditambah 2 butir kapulaga direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200
cc, disaring dan airnya diminum 2 kali sehari.
Mengobati cacingan pada anak-anak, gunakan 30 gram anting-anting segar
ditambah hati ayam direbus dengan air secukupnya hingga hati matang, lalu airnya
diminum dan hati ayamnya dimakan.
Bila keseleo atau memar terpukul, gunakan 30 gram anting-anting segar direbus
dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc air lalu disaring dan diminum airnya selagi
hangat.
Untuk mengobati asma, gunakan 60 gram anting-anting ditambah gula batu
secukupnya, lalu direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring dan
diminum airnya selagi hangat.
Bila terkena asam urat tinggi atau encok, gunakan 60 gram anting-anting segar
ditambah 7 lembar daun salam direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc,
disaring lalu airnya diminum. Lakukan dua kali sehari.

Herba Semusim, tegak. berambut. Batang tinggi 30 50 cm. bercabang, dengan garis
memanjang kasar. Tumbuh di pinggir jalan, lapangan rumput, lereng gunung. Daun letak
berseling bentuk bulat lonjong sampai lanset, bagian ujung dan pangkal daun lancip, tepi
bergerigi, panjang 2,5 8 cm, lebar 1,5 3,5 cm. Bunga berkelamin tunggal dan berumah satu,
keluar dari ketiak daun, bunganya kecil-kecil dalam rangkaian berupa malai. Buahnya kecil.
Akar dari tanaman ini sangat disukai anjing dan kucing.

Cara budidaya : Perbanyakan tanaman dengan menggunakan biji. Tanaman ini sangat mudah
dipelihara dan seperti tanaman lain juga membutuhkan air dengan penyiraman merata atau
menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar. Tanaman ini menghendaki
tempat yang cukup sinar matahari dan sedikit agak terlindung
Pernahkah anda melihat kucing mengunyah-ngunyah atau memakan jenis tumbuhan
tertentu? Tentunya kita tahu bahwa kucing adalah hewan pemakan daging/karnivora,
sehingga kucing yang memakan tumbuhan tampak seperti suatu hal yang janggal. Tapi
ternyata ada alasan dibalik perilaku aneh tersebut. Hanya kucing yang sedang sakitlah
yang memakan tumbuhan, dan dengan instingnya mereka dapat mengetahui jenis
tumbuhan apa yang dapat mengobati penyakit tersebut.
Salah satu tanaman yang sering dimakan kucing atau anjing adalah Anting-Anting
(Acalypha australis L). Percaya atau tidak, dari penelusuran tim redaksi PENANTRA
diketahui bahwa tanaman anting-anting telah digunakan sebagai obat tradisional oleh
nenek moyang kita secara turun temurun. Khasiatnya cukup beragam, sebagai Anti biotik,
anti radang, peluruh kencing, menghentikan pendarahan dan gangguan pencernaan. Cara
menggunakan tumbuhan ini sebagai obat juga cukup mudah, sebanyak 30-60 gram (atau
7 batang tumbuhan anting-anting yang cukup tua, dengan ciri batang telah mengeras dan
berwarna coklat dengan tinggi 30 cm) diambil seluruh bagian tumbuhan hingga ke
akarnya, kemudian dalam keadaan segar atau dikeringkan terlebih dahulu. Akar dan
bagian tumbuhan lainnya dicincang dan dibersihkan dari kotoran, dan direbus dengan 5
gelas air hingga mendidih, kecilkan api hingga tinggal tersisa dua gelas air, letakkan pada
gelas, tutup dan diamkan hingga dingin, air inilah yang diminum 2x sehari secara rutin
hingga keluhan penyakit berangsur membaik dan sembuh. Ramuan sederhana ini dapat
digunakan untuk mengobati disentri, batuk, rematik, benjolan pada tubuh, mimisan, berak
darah, diare, hingga muntah darah. Penyakit kulit, Eksema, atau Koreng dapat
disembuhkan dengan mencuci kulit yang sakit dengan air rebusan anting-anting.
Keampuhan khasiat anting-anting bertambah tergantung tingkat ketuaannya. Seperti
orang bilang Tua-Tua Keladi , semakin tua tanaman ini, semakin menjadi banyak
kandungan zat aktif di dalamnya. Tanaman herbal anting-anting, atau dikenal juga
dengan sebutan kucing-kucing dapat menjadi alternatif obat yang efisien tanpa efek
samping dan terjangkau untuk semua kalangan, bahan bakunya dapat ditemukan dimana
saja, di pinggir jalan, lapangan rumput, tumbuh liar di kebun atau pekarangan, dan di
lahan tidur. Jika ingin membudidayakan tanaman ini di apotek hidup keluarga, tanaman
ini sangat mudah dipelihara, perbanyakannya dapat menggunakan bijinya yang disebar di
tempat yang agak teduh namun mendapat sinar matahari cukup. Kabar baiknya lagi untuk
para penghobi burung, tanaman ini juga bisa untuk menggurah agar burung bersuara
jernih.

Nama Lokal :
Tie xian (China).;

Penyakit Yang Dapat Diobati :


Disentri basiler dan disentri amuba, Diare, Malnutrition, mimisan; Muntah darah, Berak darah,
Kencing darah, Malaria;
Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIPAKAI:
Seluruh tanaman, pemakaian segar atau kering.
KEGUNAAN:
1. Disentri basiler dan disentri amuba.
2. Diare, anak dengan berat badan rendah (malnutrition) dan
gangguan pencernaan.
3. Muntah darah, mimisan, berak darah (melena), kencing darah
(hematuria).
4. Malaria.
PEMAKAIAN :
9 15 gram kering atau 30 60 gram segar, direbus, minum.
PEMAKAIAN LUAR:
Herba segar dilumatkan, tempel atau direbus, airnya untuk cuci.
Dipakai untuk bisul, koreng, luka berdarah, eczema, dermatitis,
gigitan ular.
CARA PEMAKAIAN:
1. Dermatitis, eczema, koreng:
Herba segar secukupnya direbus, airnya untuk cuci di tempat yang
sakit.
2. Perdarahan, luka luar:
Herba segar ditambah gula pasir secukupnya, dilumatkan dan
ditempel ke tempat yang sakit.
3. Disentri amoeba:
30 60 gram tanaman kering (seluruh batang) direbus, sehari dibagi
2 kali minum, selama 5 10 hari.
4. Diare, disentri basiler, muntah darah, mimisan, berak darah (melena),
batuk:
Herba kering 30 60 gram direbus, minum.
5. Disentri basiler:
Acalypha australis 30 60 gram, Portulaca oleracea (Gelang) dan
gula masing-masing 30 gram rebus, minum setelah dingin.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa pahit, astringen, sejuk. Anti-radang,
antibiotik, peluruh air seni, astringen menghentikan perdarahan (hemostatik).