Sunteți pe pagina 1din 55

Kelainan Degeneratif

SPINE
Dr. Nuryani Sidarta,SpRM

Proses degeneratif sendi

(1)

Dimulai pada usia dewasa, terus mengalami


progresifitas lambat sepanjang hidup
Terjadi perubahan bertahap permukaan
cartilago sendi (licin, bening kasar dan
granulasi)
Kemampuan cartilago untuk regenerasi ;
terbatas proses degeneratif irreversible

LUMBER DEGENERATIVE
DISEASE
DEGENERATION OF THE STRUCTURE
OF THE SPINE IS A PROCESS
ASSOCIATED WITH AGING
IT MAY BE ACCELERATED IN PATIENTS
WITH PREVIOUS TRAUMA OR INJURY
TO THE LUMBAR SPINE
L4-L5 AND L5-S1 IS THE MOST
COMMONLY INVOLVED LUMBAR LEVELS

DEGENERATIVE PROCESSES MAY


AFFECT SEVERAL ANATOMIC
STRUCTURES, RESULTING IN
DIFFERENT CLINICAL SYNDROMES

Proses degeneratif sendi


Secara biokimiawi; Proteoglycan (komponen
dasar matrix cartilago) matrix melemah
serabut kolagen berkurang kartilago
terobek-robek (fibrilasi)
Cartilago sendi menjadi tidak efektif (fungsi
shock absorber dan lubrikasi) bertambah
rusak dengan adanya pembebanan dan friksi
berulang yang terjadi pada aktivitas normal

Kelainan degeneratif spine


(1)

Lebih sering terjadi pada columna vertebralis


(spine) dibandingkan pada ekstremitas
Karena beban tekanan (stress)/regangan
(strain) yang besar saat aktivitas sepanjang
hidup
Komponen pertama yang terkena: Discus
intervertebralis
Segmen cervical dan lumbal lebih sering
menderita dibanding segmen thoracal

Fungsi sendi spine

(1,2)

Tersusun oleh tulang


vertebra yang tiap ruas
memiliki 2 persendian,
yaitu:
Sendi discus
intervertebralis
Sepasang facies
articularis (facet
joint)
Moore KL, Dalley AF. Back. Clinically Oriented Anatomy.
5th ed. Lippincott William&Wilkins: Baltimore, 2006; 450

Sendi discus intervertebralis


Termasuk sendi symphysis
Membentuk sambungan antar 2
corpus vertebra
Terdiri dari 3 bagian:
Nucleus pulposus
Annulus fibrosis
Carilago hyaline

Moore KL, Dalley AF. Back. Clinically Oriented Anatomy.


5th ed. Lippincott William&Wilkins: Baltimore, 2006; 450

Moore KL, Dalley AF. Back. Clinically Oriented Anatomy.


5th ed. Lippincott William&Wilkins: Baltimore, 2006; 450

Facies articularis (facet


joint)
Jenis sendi synovial ; diarthrosis
memiliki:
Capsula fibrosa
Membrana synovial
Cartilago articularis

Degenerative joint disease in SPINE (1)


Pada:
Discus intervertebralis
Facet joint
Adanya cedera
Deformitas
Bertambah usia

Gejala semakin berat


(LOW BACK PAIN)

LOW BACK PAIN (LBP)

(1,3

Low back; area di bawah costae sampai lipatan gluteal


Keluhan musculoskeletal paling sering terutama pada
pekerja dewasa penyebab disability no 1
Sekitar 80% populasi pernah mengalami selama masa
kehidupan mengalami lebih dari 1 episode LBP
Sebagian besar benigna sembuh sendiri dalam 4
minggu
1% mengalami sciatica / Ischialgia

Etiologi
Faktor mekanik; kelemahan otot trunk, obesitas, postur
buruk, kebiasaan kerja yang salah
Faktor kimia ; perokok
Cedera spesifik : jatuh, KLL, cedera OR, mengangkat
benda berat
Kelainan struktur tulang belakang (Disc herniation/HNP,
spondylosis, spondylolisthesis, spinal stenosis)
Infeksi; osteomyelitis, epidural abses
Neoplasma ; primer, metastase
Idiopathic; Strain, sprain (80%)

Disc Herniation /
Hernia Nucleus Pulposus (3)
Pada discus intervertebra yang mengalami degenerasi
terjadi prolaps nucleus pulposus mendorong annulus
fibrosus yang lemah
Sering terjadi ke arah posterolateral
Pada imaging; bulging atau protrusi
Sering terdapat pada individu dewasa yang asymptomatis
Hanya terdapat 1% pada penderita LBP
Biasanya dicetuskan oleh aktivitas mengangkat berat

HNP

1. Dixit RK. Approach to the Patient with Low Back Pain. In: Imboden J,
Hellmann DB, Stone JH.eds. Current Rheumatology
Diagnosis&Treatment. Mc Graw Hill: Boston, 2005; 88

HNP
95% terjadi pada L4-L5 atau L5-S1
Jika terjadi jepitan saraf dapat terjadi sciatica /
ischialgia
Perlu menggali riwayat penyakit dengan cermat
Diagnosis penunjang : MRI
Hanya 10% penderita dengan penekanan saraf
yang perlu operasi
Sangat jarang terjadi usia >55 tahun (discus
sudah mengeras)

Cauda equina syndrome


Herniasi discus yang masiv pada
posteromedial menekan cauda equina
Menyebabkan Cauda equina syndrome;
ischialgia bilateral, kelemahan otot, defisit
sensoris pada saddle distribution
Perlu tindakan operasi segera

Lumbar spondylosis

(3)

= osteoarthritis (OA) lumbal


Dapat kronis eksaserbasi akut atau
kronis
Facet joint OA; nyeri radiasi ke paha
posterior dan bertambah jika lateral
bending ke arah sakit (= facet
syndrome)
Insiden meningkat dengan
bertambah usia

Pemeriksaan radiologi spondylosis


Imaging; perubahan degeneratif
(penyempitan facet atau disc,
osteophyt, subchondral sclerosis)
Relasi gambaran radiologi dengan
LBP cukup kompleks
LBP berat abnormalitas radiologi
minimal
Asymptomatis abnormalitas radiologi
nyata

Internal disc disruption (3)


(masih kontroversi)
Diagnosis menggunakan discography
dengan injeksi zat kontras pada discus
Yang dianalisa; gambaran radiografi dan
rangsang nyeri yang ditimbulkan
Sering hasil (+) pada orang normal
(asymptomatis) ; nyeri discogenic disebabkan
kerusakan temporer pada discus yang akan
sembuh spontan

SPONDYLOLISTHESIS

(3)

Bergesernya corpus vertebra ke


anterior di banding corpus di
bawahnya
Terjadi akibat:
Perubahan degeneratif pada discus dan
facet joint (degenerative
spondylolisthesis)
Defect pada pars interarticularis (Isthmic
spondylolisthesis)

Spondylolisis
Dapat menyebabkan
spondylolisthesis
Pemeriksaan fisik khusus :STORK test
Gambaran radiologi :scottie dog sign

Defect interarticularis
(spondylolisis)

spondylolisthesis

Scottie dog sign

Derajat Spondylolisthesis

1.
2.
3.
4.
5.

Derajat :
<25 %
26-50%
51-75%
76-100%
>100%

Sering terjadi pada level


(tingkat)
Isthmic tersering pada L5 - S1
Degenerative tersering pada L4
L5
(pada orang tua)

Gejala
Kebanyakan penderita spondylolisthesis
derajat ringan; asymptomatis
Sebagian mengalami LBP
Derajat tinggi dapat menyebabkan;
penekanan saraf (biasanya L5), spinal
stenosis
Jarang menyebabkan cauda equina syndrome

Spinal stenosis

(3)

Penyempitan
canalis spinalis
Dapat menekan
radix saraf
lumbosacral
Dapat terjadi pada
beberapa tingkat
Dapat asymetris
Dixit RK. Approach to the Patient with Low Back Pain.
In: Imboden J, Hellmann DB, Stone JH.eds. Current Rheumatology
Diagnosis&Treatment. Mc Graw Hill: Boston, 2005; 90

Gejala
Dapat asymptomatis
20% individu asymptomatis usia > 60th;
gambaran spinal stenosis (radio imaging) (+)
Gejala khas; pseudoclaudication (neurogenic
claudication), biasanya bilateral ; nyeri dan tak
nyaman disertai kelemahan dan parestesi
daerah bokong serta tungkai, dapat terjadi pola
jalan yang tidak stabil

Neurogenic claudication
Neurogenic claudication timbul saat berdiri
dan berjalan, berkurang saat duduk atau flexi
ke depan (fleksi anterior meningkatkan
diameter canal)
Gejala akan berkurang bertahap, tetapi ada
yang bertambah berat
Beberapa hipotesa penyebab:
Terjadi karena berkurangnya suplai arteri ke cauda
equina
Adanya penekanan langsung pada radix saraf

Penyebab spinal stenosis

Dixit RK. Approach to the Patient with Low Back Pain.


In: Imboden J, Hellmann DB, Stone JH.eds. Current Rheumatology
Diagnosis&Treatment. Mc Graw Hill: Boston, 2005; 89

Pemeriksaan neurogenic claudication


Pemeriksaan fisik sering tidak nyata
Tidak ditemukan defisit neurologis yang serius
Lingkup gerak Lumbal : normal atau sedikit
berkurang
Straight leg raising test ; (-)
Reflex tendo; dapat turun
Kelemahan otot ringan
Konfirmasi dengan MRI

Straight leg raising


Normal: > 700 ; tanpa
gejala
(+) :< 700; sensasi
ischialgia(+)

Idiopatik LBP

(3)

Ditemukan pada 80% penderita LBP


Tidak ada relasi antara symptom,
sign dan hasil imaging
Istilah lain; lumbago, strain, sprain
Kebanyakan akan sembuh sendiri

SPINAL STENOSIS