Sunteți pe pagina 1din 46

Diskusi Kasus

SKIZOFRENIA
PARANOID

OLEH:
PEBRIANI, S.KED
EMELDA, S.KED
PEMBIMBING:
DR. ZAINI, SP.KJ
BAGI AN/DEPARTEM EN KEDO KTERAN JI WA
F AK U L TAS K E D O K T E R A N U N I V E R S I TAS S R I W I J AYA
2016

PENDAHULUAN
-

Skizofrenia merupakan suatu sindroma klinis yang bervariasi, tetapi


sangat destruktif, psikopatologinya mencakup aspek-aspek kognisi,
emosi, persepsi dan aspek-aspek perilaku lainnya.

Skizofrenia Paranoid merupakan gangguan psikotik yang merusak,


melibatkan gangguan yang khas dalam berpikir (delusi), persepsi
(halusinasi), pembicaraan, emosi dan perilaku.

Skizofrenia paranoid termasuk salah satu gangguan jiwa yang


terbanyak yang ditemukan di masyarakat Indonesia. Berdasarkan
data RSJ dr. Soeharto Herdjaan Jakarta, skizofrenia paranoid adalah
jenis skizofrenia yang paling banyak dijumpai, dengan besar
persentase 33% dari jumlah pasien rawat jalan dan 41% dari jumlah
pasien rawat inap.

Bahaya skizofrenia salah satunya adalah risiko bunuh diri atau


mencederai orang lain. Skizofrenia tidak bisa disembuhkan, tetapi
dengan bantuan psikiater dan obat-obatan, skizofrenia dapat
dikontrol.

IDENTIFIKASI
Nama

: Tn. Imam Musoli

Jenis kelamin
Umur

: Laki-laki

: 33 Tahun

Status perkawinan
Agama

: Belum Menikah

: Islam

Tingkat pendidikan : Tamat SMP


Warga negara

: Indonesia

Suku bangsa

: Lubuk Linggau

Alamat
Pekerjaan

: Lubuk Linggau
: Tidak Bekerja
3

ALLOANAMNESIS
Diperoleh dari

: Safyudin

Jenis kelamin : Laki-laki


Umur : 34 Tahun
Alamat

: Lubuk Linggau

Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Wiraswasta
Hubungan dgn pasien

: Kakak Kandung

ANAMNESIS
Keluhan Utama
Sebab Utama
: Sering mengamuk dan
melempar batu ke rumah tetangga.

Sebab Utama
Tidak bisa tidur

Riwayat Perjalanan Penyakit


5 tahun yang lalu

Os mulai mengalami
perubahan perilaku. Pasien
sering mengamuk tanpa sebab
yang jelas dan berbicara sendiri
seperti sedang berbicara
dengan orang lain. Os juga
sering tertawa sendiri dan sulit
tidur terutama pada malam
hari. Os malas beraktivitas dan
tidak mau bekerja. Os masih
mampu mengurus dirinya
sendiri, seperti makan, minum,
dan mandi sendiri. Pasien mulai
mengalami perubahan sikap
sejak terjatuh dari angkot dan
kepalanya membentur aspal.

Os dibawa berobat
ke dukun namun
tidak ada
perubahan.

3 bulan yang lalu

bulanmarah
yangmarah
lalu dan
Os semakin3sering
mengamuk tanpa alasan yang jelas. Os
mudah tersinggung dan marah jika
ditegur oleh keluarga. Os menjadi mudah
curiga dan sering mendengar bisikan yang
mengatakan bahwa orang disekelilingnya
sedang menjelek jelekkan dan ingin
mencelakainya. Os pernah melempar batu
dan mengancam tetangganya dengan
pisau. Os sering berjalan-jalan sendiri di
sekitar rumah dan terjatuh tak sadarkan
diri. Os juga kadang terlihat bicara dan
tertawa sendiri kemudian menangis. Os
sulit tidur pada malam hari dan semakin
malas beraktivitas. Os masih mampu
mengurus dirinya seperti makan dan
minum, namun sudah tidak mau mandi
dan tidak mau mengganti pakaiannya.
Os dibawa berobat ke
poli RSJ. Ernaldi Bahar.

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat darah tinggi disangkal
Riwayat kencing manis disangkal
Riwayat asma disangkal
Riwayat alergi disangkal
Riwayat kejang demam disangkal
Riwayat trauma kapitis (+) 5 tahun
yang lalu, kepala terbentur aspal.
Riwayat mengkonsumsi alkohol dan NAPZA
disangkal
Riwayat merokok (+) Os masih merokok
sejak remaja hingga saat ini
7

Riwayat Premorbid
Kelahiran:
Lahir spontan, cukup bulan, langsung
menangis, ditolong bidan.
Bayi:
Tumbuh kembang baik
Anak-anak : Interaksi sosial baik, aktif dan
ceria
Remaja:
Interaksi sosial baik, aktif dan ceria
Dewasa:
Pemarah, tidak terlalu banyak teman dan sulit
bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
8

Riwayat Pendidikan
- SD:
tamat, tidak pernah tinggal kelas, nilai
rata-rata.
- SMP :
tamat, tidak pernah tinggal kelas, nilai
rata-rata.
Pasien tidak melanjutkan ke Sekolah Menengah
Atas (SMA) karena keadaan ekonomi keluarga
yang kurang dan pasien dituntut untuk bekerja
agar dapat membantu ekonomi keluarga.
9

Riwayat Pekerjaan
Setelah lulus SMP, pasien tidak
bekerja.

Riwayat Perkawinan
Pasien belum menikah

Keadaan Sosial Ekonomi


Pasien tinggal bersama keluarga
dengan keadaan sosial ekonomi
menengah ke bawah.
10

Riwayat Keluarga
Pasien merupakan anak ketiga dari
empat bersaudara.
Tidak ada riwayat keluarga dengan
keadaan yang sama seperti Os.

11

PEMERIKSAAN FISIK
STATUS INTERNUS

Keadaan Umum
Sensorium : Kompos mentis
Frekuensi nadi : 82x/menit
Tekanan darah : 110/70 mmHg
Suhu
: 36,7 0C
Frekuensi napas : 20 x/menit

Status Neurologikus
Dalam batas normal

12

STATUS PSIKIATRIKUS
KEADAAN UMUM
Sensorium : Kompos mentis terganggu
Perhatian : adekuat
Sikap
: kooperatif
Inisiatif
: ada
Tingkah laku motorik : normoaktif
Ekspresi fasial : cenderung curiga
Verbalisasi : lancar namun kadang kurang jelas
Cara bicara : lancar
Kontak psikis
Kontak fisik : ada
Kontak mata : ada, mudah
terganggu
Kontak verbal : ada

13

KEADAAN KHUSUS (SPESIFIK)


Keadaan afektif
Afek: tumpul
Mood
: distimik

Hidup emosi
Stabilitas
: labil
Dalam-dangkal : dangkal
Pengendalian: terkendali (saat diperiksa)
Adekuat-Inadekuat
: adekuat
Echt-unecht : echt
Skala diferensiasi : normal
Einfuhlung : bisa diraba rasa
Arus emosi : cepat

Keadaan dan fungsi intelektual


Daya ingat
: baik
Daya konsentrasi
: baik
Orientasi orang/waktu/tempat : baik
Luas pengetahuan umum : sesuai
Discriminative judgement : relatif terganggu
Discriminative insight : terganggu
Dugaan taraf intelegensi : baik
Depersonalisasi dan derealisasi: tidak ada

14

Kelainan sensasi dan persepsi


Ilusi
: tidak ada
Halusinasi : auditorik (+), pasien mengaku mendengar
suara-suara bisikan bahwa ada yang menjelekkan dan ingin
mencelakainya.
Keadaan proses berpikir
Psikomotilitas : cepat
Mutu

: kurang jelas

Arus pikiran
Flight of ideas

: tidak ada

Inkoherensi

: tidak ada

Sirkumstansia

: tidak ada

Tangensial

: tidak ada

Terhalang (blocking)

: tidak ada

Terhambat (inhibition)

: tidak ada

Perseverasi

: tidak ada

Verbigerasi

: tidak ada

Isi pikiran
Waham
: ada
Waham curiga : (+) Os merasa orang-orang disekitarnya
membicarakan hal-hal jelek tentang dirinya dan ingin
mencelakainya.
Pola Sentral: tidak ada : tidak ada
Fobia: tidak ada : tidak ada
Konfabulasi : tidak ada : tidak ada
Perasaan inferior: tidak ada : tidak ada
Kecurigaan
: ada
Rasa permusuhan/dendam : ada
Perasaan berdosa/salah : tidak ada
Hipokondria
: tidak ada
Ide bunuh diri
: tidak ada
Ide melukai diri
: tidak ada
Lain-lain
: tidak ada

Pemilikan pikiran
Obsesi : tidak ada - Aliensi : tidak ada

Bentuk pikiran
Autistik
: tidak ada
Simbolik : tidak ada
Dereistik
: tidak ada
Simetrik
: tidak ada
Paralogik : tidak ada
Konkritisasi : tidak ada
Overinklusif : tidak ada

Keadaan dorongan instinktual dan perbuatan


Hipobulia
: tidak ada
Vagabondage : ada
Stupor
: tidak ada
Pyromania : tidak ada
Raptus/Impulsivitas : tidak ada
Mannerisme
: tidak ada
Kegaduhan umum : tidak ada
Autisme
: tidak ada
Deviasi seksual : tidak ada
Logore
: tidak ada
Ekopraksi
: tidak ada
Mutisme
: tidak ada
Ekolalia
: tidak ada
Lain-lain
: tidak ada
Kecemasan : tidak ada
Dekorum
Kebersihan : kurang
Cara berpakaian
: cukup
Sopan santun : baik
Reality testing ability
RTA terganggu dalam pikiran, perasaan, dan perbuatan

PEMERIKSAAN LAIN
Pemeriksaan elektroensefalogram : tidak dilakukan
Pemeriksaan radiologi/ CT scan
Pemeriksaan laboratorium

: tidak dilakukan
: tidak dilakukan

DIAGNOSIS

AKSIS I : F. 20.0 SKIZOFRENIA PARANOID


AKSIS II : F. 60.00 GANGGUAN
KEPRIBADIAN PARANOID
AKSIS III : TIDAK ADA DIAGNOSIS
AKSIS IV : TRAUMA KAPITIS
AKSIS V : GAF SCALE 20-11
20

DIAGNOSIS BANDING
F. 20.00 Skizofrenia Paranoid
F 25.0 Skizoafektif tipe manik

21

TERAPI
Rawat inap
Indikasi utama perawatan Os di rumah sakit adalah:
Tujuan diagnostik
Menstabilkan medikasi
Keamanan pasien dan orang-orang disekitar pasien
Psikofarmaka :
Haloperidol 5 mg, 2 x 1 tab/hari (p.o)
Chlorpromazine 100 mg, 1 x 1 tab/hari malam (p.o)
Triheksipenidil 2 mg, 2 x 2 tab/hari (p.o)

22

Psikoterapi:
Individual:
Menjalin komunikasi interpersonal dengan pasien,
sehingga menumbuhkan rasa percaya terhadap orang lain.
Membantu pasien dalam mempelajari kelebihan dan
kelemahan diri.
Dapat memotivasi pasien untuk minum obat secara
teratur.

Keluarga:
Memotivasi keluarga untuk membawa pasien kontrol ke
dokter secara teratur dan menciptakan suasana yang
dapat membantu penyembuhan

Lingkungan:
Tidak menjauhi pasien, membiarkan pasien berinteraksi
dengan lingkungan sehingga membantu resosialisasi.

23

Nonpsikoterapi
Psikoedukasi terhadap pasien jika kondisi sudah
membaik:
a. Pengenalan terhadap penyakit, manfaat pengobatan,
cara pengobatan, efek samping pengobatan.
b. Memotivasi pasien agar minum obat secara teratur dan
rajin kontrol setelah pulang dari perawatan.
c. Membantu pasien agar dapat kembali melakukan
aktivitas sehari-hari secara bertahap.
d. Menggali kemampuan pasien yang bisa dikembangkan.
Psikoedukasi terhadap keluarga :
e. Memberikan penjelasan kepada keluarga mengenai
gangguan yang dialami pasien sehingga dapat
mendukung kearah kesembuhan.
f.

Menyarankan kepada keluarga agar lebih telaten dalam


pengobatan pasien dengan membawa pasien kontrol
secara teratur, dan memperhatikan pasien agar minum
obat secara teratur dan memberi dukungan agar pasien 24

PROGNOSIS
Quo ad vitam
: bonam
Quo ad functionam : dubia ad malam
Quo ad sanationam
: dubia

25

TINJAUAN PUSTAKA

DEFINISI
Berdasarkan DSM IV
SCHIZOPHRENIA is a disorder that last for at least 6 months and
include at least 1 month of active-phase symptoms (two or more of
the following: delusions, hallucinations, disorganized speech,
grossly disorganized or catatonic behavior, negative symptoms)
Berdasarkan PPDGJ III
Gangguan skizofrenik ditandai dengan distorsi pikiran dan persepsi
yang mendasar, dan adanya afek yang tidak wajar (inappropriate)
atau tumpul (blunted). Kesadaran yang jernih dan kemampuan
intelektual yang biasanya dapat dipertahankan, walaupun defisit
kognitif dapat berkembang kemudian.

EPIDEMIOLOGI
- Rata2 usia onset I episode psikotik dari skizofrenia
adalah 10-25 thn pada pria dan 25- 35 thn pada
wanita
- Fase prodromal
Secara lambat dan bertahap berkembang , dari
berbagai variasi tanda dan gejala cth:penarikan diri
, kehilangan minat pada sekolah dan pekerjaan,
kekacauan dlm kerapian /kebersihan,higiene diri,
perilaku tidak biasa dan meledaknya amarah
- Awal dari perkembangan penyakit, simtom negatif
mungkin lebih banyak berperan, dan diikuti secara
bertahap dengan munculnya simtom positif.
- Oleh karena simtom positif lebih respon terhadap
pengobatan, simtom negatif ttp bertahan diantara
episode positif simtom.
- Outcome bervariasi dari remisi, eksaserbasi dan

DIAGNOSIS (DSM IV-TR)


A. Karateristik simptom dua (atau lebih) dari hal dibawah ini, setiap hal muncul
dalam porsi yang signifikan selama waktu / periode 1 bulan ( atau kurang
apabila telah berhasil diobati)
1. Waham
2. Halusinasi
3. Bicara yang kacau (derailment atau incoherence)
4. Disorganisai berat dari perilaku atau perilaku katatonik.
5. Simtom negatif (afek tumpul, alogia, avolition)
Catatan:hanya satu simtom dari kriteria A yang dibutuhkan apabila waham
bizarre atau halusinasi terdiri dari suara yang terus menerus berkomentar
pada perilaku atau pikiran org tsb, atau 2 atau lebih suara yang berbicara
satu sama lain.
B.

Disfungsi sosial dan pekerjaan

C.

Durasi tanda-tanda yag secara kontinu bertahan selama 6 bulan yang


harus terdiri atas 1 bulan simtom pada kriteria A ( atau kurang apabila
berhasil diobati)

D.

Dieksklusikannya Skizoafektif dan gangguan mood.

E.
F.

Diekslusikannya kondisi pemakaian subtance atau gangguan medis umum


Bila ditemukan ada hubungan dengan gangguan perkembangan pervasif
penambahan diagnosis dari skizofrenia harus dibuat berdasarkan atas
ditemukannya waham yang jelas atau halusinasi yang muncul paling
sedikit 1 bulan (atau lebih sedikit apabila berhasil diobati)

DIAGNOSIS BERDASARKAN PPDGJ III


Harus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas (dan biasanya dua
gejala atau lebih bila gejala gejala itu kurang tajam atau kurang jelas):
- thought echo= isi pikiran dirinya sendiri yang berulang atau bergema dalam
kepalanya (tidak keras), dan isi pikiran ulangan, walaupun isinya sama,
namun kualitasnya berbeda ; atau
- thought insertion or withdrawal= isi yang asing dan luar masuk ke dalam
pikirannya (insertion) atau isi pikirannya diambil keluar oleh sesuatu dari luar
dirinya (withdrawal); dan
- thought broadcasting= isi pikirannya tersiar keluar sehingga orang lain atau
umum mengetahuinya;
- delusion of control= waham tentang dirinya dikendalikan oleh suatu kekuatan
tertentu dari luar; atau
- delusion of passivitiy= waham tentang dirinya tidak berdaya dan pasrah
terhadap suatu kekuatan dari luar; (tentang dirinya= secara jelas merujuk
kepergerakan tubuh / anggota gerak atau ke pikiran, tindakan, atau
penginderaan khusus)
- delusional perception= pengalaman indrawi yang tidak wajar, yang bermakna
sangat khas bagi dirinya, biasanya bersifat mistik atau mukjizat;

Halusinasi Auditorik:
-Suara halusinasi yang berkomentar secara terus menerus terhadap
perilaku pasien, atau
-Mendiskusikan perihal pasien pasein di antara mereka sendiri (diantara
berbagai suara yang berbicara), atau
-Jenis suara halusinasi lain yang berasal dari salah satu bagian tubuh.
Waham-waham menetap jenis lainnya, yang menurut budaya setempat
dianggap tidak wajar dan sesuatu yang mustahil, misalnya perihal
keyakinan agama atau politik tertentu, atau kekuatan dan kemampuan
di atas manusia biasa (misalnya mampu mengendalikan cuaca, atau
berkomunikasi dengan mahluk asing dan dunia lain)
Atau paling sedikit dua gejala di bawah ini yang harus selalu ada secara
jelas:
Halusinasi yang menetap dan panca-indera apa saja, apabila disertai baik
oleh waham yang mengambang maupun yang setengah berbentuk
tanpa kandungan afektif yang jelas, ataupun disertai oleh ide-ide
berlebihan (over-valued ideas) yang menetap, atau apabila terjadi
setiap hari selama berminggu minggu atau berbulan-bulan terus
menerus;
Arus pikiran yang terputus (break) atau yang mengalami sisipan
(interpolation), yang berkibat inkoherensi atau pembicaraan yang tidak
relevan, atau neologisme;
Perilaku katatonik, seperti keadaan gaduh-gelisah (excitement), posisi tubuh
tertentu (posturing), atau fleksibilitas cerea, negativisme, mutisme, dan
stupor;

SUBTIPE DARI SKIZOFRENIA


DSM IV-TR:
1. Tipe Paranoid.
2. Tipe Disorganized.
3. Tipe Katatonik.
4. Tipe tak Terinci (Undifferentiated).
5. Tipe Residual.
PPDGJI-III:
1.Paranoid

6.Residual

2.Hebefrenik

7.simpleks

3.Katatonik

8.lainnya

4.Tak terinci

9.YTT

5. Depresi pasca Skizofrenia

KRITERIA DIAGNOSIS SKIZOFRENIA


PARANOID
Berdasarkan PPDGJ-III

Kriteria diagnosis skizofrenia harus terpenuhi terlebih


dahulu
Waham atau halusinasi merupakan gejala yang paling
menonjol
Gejala lain, bila ada, tidak mendominasi

Berdasarkan DSM-IV-TR

Preokupasi dengan waham atau halusinasi auditorik


yang menetap
Bicara kacau, perilaku kacau atau katatonik, afek
datar atau tidak sesuai tidak menonjol

TERAPI PSIKOFARMAKOLOGIK
Terdiri atas tiga Fase:
1. Fase Akut, selama 4-8 minggu.
2. Fase Stabilisasi, selama 6 bulan.
3. Fase Stabil.
Untuk serangan Pertama, selama 6 bulan - 2
tahun.
Untuk serangan Kedua, selama 2-5 tahun.
Untuk serangan Ketiga dan seterusnya,
seumur hidup.

G0LONGAN OBAT ANTIPSIKOTIK


I.OBAT ANTI PSIKOTIK TIPIKAL
-phenothiazine: -chlorpromazine: tablet 25mg; 100mg
-levomepromazine: tablet 25 mg; 100 mg
-perphenazine : tablet 4 mg; 8 mg
-trifluoperazine: tablet 5 mg
-thioridazine: 10 mg; 100 mg
-butyrophenone:
-haloperidol: tablet 0,5mg;1,5mg;2mg;5mg
-diphenyl-butyl-piperidine:
-pimozide : tablet 2mg; 4 mg

OBAT ANTI PSIKOTIK ATIPIKAL


-benzamide:
-sulpiride :tablet 50mg; 200mg
-dibenzodiazepine:
-clozapine:tablet 25mg; 100mg
-olanzapine:tablet 5mg; 10 mg
-quetiapine: tablet 25mg; 100mg; 200mg
-zotepine:tablet 25mg; 50mg
-aripiprazole; tablet 10mg; 15 mg
-benzisoxazole:
-risperidone: tablet 1mg; 2mg; 3 mg
-paliperidone : kapsul 3mg; 6 mg ;9mg

TERAPI NONFARMAKOLOGIK
Rehabilitasi psikososial
Pendekatan psikodinamic
Psikoterapi Individual
Group psikoterapi
Pengobatan psikoedukasi
Terapi keluarga
Managemen kasus dengan Assertive Community Treatment
(ACT) atau Intensive Clinical Case Management (ICCM).

PROGNOSIS YG LEBIH BAIK


(BETTER PROGNOSIS)

Akut , Onset usia lbh lanjut (Later onset)


Penyesuaian premorbid yang baik
Tidak adanya tilikan yang buruk (poor insight)
Wanita
Adanya faktor presipitasi (precipitating events)
Adanya hubungan dengan terganggunya mood.(associated with mood
disturbance)
Pengobatan antipsikotik segera.
Konsisten dan patuh terhadap pengobatan
Durasi simtom fase aktif yang cepat
Fungsi interepisode yang baik
Simtom residual yang minimal
Tidak ada abnormalitas diotak dan kelainan neurologis.
Sejarah keluarga dengan gangguan mood dan
Tidak ada sejarah keluarga menderita skizofrenia

ANALIS
IS
KASUS

Seorang laki-laki berusia 33 tahun, tidak bekerja, belum menikah


sering mengamuk dan melempar batu kerumah tetangga.
Berdasarkan alloanamnesis dan autoanamnesis didapatkan
gejala klinis bermakna berupa :
Sering mengamuk tanpa sebab yang jelas
Berbicara dan tertawa sendiri
Sulit tidur, malas beraktivitas dan tidak mau bekerja.
Keluhan semakin memberat 3 bulan yang lalu,
Semakin sering marah marah dan mengamuk tanpa alasan
yang jelas.
Mudah curiga dan sering mendengar bisikan yang mengatakan
bahwa orang disekelilingnya sedang menjelek jelekkan dan
ingin mencelakainya.
Os pernah melempar batu dan mengancam tetangganya
dengan pisau.
Sering berjalan-jalan sendiri di sekitar rumah dan terjatuh tak
sadarkan diri.
Os sudah tidak mau mandi dan tidak mau mengganti
pakaiannya.

PEMERIKSAAN STATUS PSIKIATRI DAN


OBSERVASI
Halusinasi auditorik, waham curiga,
insight yang terganggu serta
vagabondage.
Pada pemeriksaan status mental
ditemukan hendaya dalam menilai
realita, sehingga didiagnosis
gangguan jiwa psikotik.
Pada status internus tidak ditemukan
kelainan apapun. Sedangkan pada
pemeriksaan status neurologi tidak
ditemukan adanya kelainan,
sehingga gangguan mental organik
dapat disingkirkan dan didiagnosis
gangguan jiwa psikotik non

Berdasarkan diagnosis kelainan jiwa PPDGJ-III Skizofrenia :


Sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas (dan biasanya dua
gejala atau lebih bila gejala gejala itu kurang tajam atau kurang jelas)
pada pasien ini :
- thought insertion or withdrawal= isi yang asing dan luar masuk ke
dalam pikirannya (insertion) atau isi pikirannya diambil keluar oleh
sesuatu dari luar dirinya (withdrawal); dan
- delusion of control= waham tentang dirinya dikendalikan oleh suatu
kekuatan tertentu dari luar; atau
-Mendiskusikan perihal pasien pasein di antara mereka sendiri (diantara
berbagai suara yang berbicara), atau
- Waham-waham menetap jenis lainnya, yang menurut budaya setempat
dianggap tidak wajar dan sesuatu yang mustahil, misalnya perihal
keyakinan agama atau politik tertentu, atau kekuatan dan
kemampuan di atas manusia biasa (misalnya mampu mengendalikan
cuaca, atau berkomunikasi dengan mahluk asing dan dunia lain)
Atau paling sedikit dua gejala di bawah ini yang harus selalu ada secara
jelas
-

Halusinasi yang menetap dan panca-indera apa saja, apabila disertai


baik oleh waham yang mengambang maupun yang setengah
berbentuk tanpa kandungan afektif yang jelas, ataupun disertai oleh

Untuk diagnosis skizofrenia paranoid ditegakkan karena


dari anamnesis dan observasi didapatkan data:
1. Memenuhi kriteria umum untuk diagnosis skizofrenia
2. Sebagai tambahan:
- halusinasi dan/atau waham harus menonjol:
a. suara-suara halusinasi yang mengancam pasien atau
memberi perintah, atau halusinasi auditorik tanpa bentuk
verbal berupa bunyi pluit (whistling), mendengun
(humming), atau bunyi tawa (laughing)
b. halusinasi pembauan atau pengecapan rasa, atau bersifat
seksual, atau lain-lain perasaan tubuh; halusinasi visual
mungkin ada tapi jarang menonjol.
c. waham dapat berupa hampir setiap jenis, tetapi waham
dikendalikan (delusin of control), dipengaruhi (delusion of
influence), atau passivity (delusion of passivity), dan
keyakinan dikejar-kejar yang beraneka ragam adalah yang
paling khas.
d. gangguan afektif, dorongan kehendak dan pembicaraan
serta gejala katatonik secara relatif tidak nyata / tidak
menonjol.

Pengobatan yang dilakukan kepada


pasien ini adalah dengan dua
pengobatan. Pengobatan
psikoterapi dan juga dengan
pengobatan farmako.

Haloperidol tab 2x5 mg, Chlorpromazine 1 x 100


mg, dan Triheksipenidil 2x2 mg. Pemberian
Haloperidol dikarenakan pasien ini memiliki
gejala positif yang dominan sehingga kita berikan
obat untuk mengurangi gejala positif yang
dialami oleh pasien ini. Sama halnya juga dengan
pemberian Chlorpromazine yang merupakan
antipsikotik lini pertama, triheksipenidil diberikan
untuk mengurangi ES ekstrapiramidal.

DUBIA AD MALAM

46