Sunteți pe pagina 1din 26

OTOT POLOS UTERUS

Dr.Martiem Mawi

Otot polos
meskipun berkontraksi lebih lambat
tetapi dpt menghasilkan kontraksi
lebih lama tanpa mengalami
kelelahan tonus
ddg organ dpt mempertahan kan
tegangan dg beban secara kontiniu
bila ada yang mengisi rongga
tersebut

Serabut otot polos :


* sel berbentuk kumparan (spindle), disusun

secara obliq shg kontraksi dapat mendorong membran sel ke berbagai arah.
* masing-masing sel mempunyai inti,
sarcoplasmic reticulum dan caveolae yg
berisi calsium
* tidak mempunyai T.tubulus dan sarkomer
* aktin dan miosin lebih panjang dp o.rangka

Gamb o polos relaksasi dan


kontraraksi

Sel otot menyusun dinding


uterus, saling berhubungan
melalui
gap
junction.
Impuls dari satu sel mudah
menyebar ke sel lainnya satu
kesatuan yang menimbulkan 1
kontraksi yg terkoordinir kuat
dapat mendorong fetus ke
bawah

1 kontraksi merupakan satu


kesatuan yg kuat yg disebut
FUNCTIONAL SYNCITIUM

*Rasio fil miosin : aktin = 1:13 (o.rangka


1:2)
* tidak ada troponin
* gap junction memb sel menimbul
kan sinyal listrik yg sinkron kontraksi efektif

Otot polos uterus diatur oleh


hormon dan neurotransmiter yang
dapat menghambat atau
merangsang kontraksi
H.estrogen, oksitosin,
prostaglandin me kontraksi.
H.progesteron me kontraksi

Mekanisme kontraksi o polos


1. Calsium dilepas dari sarcomic reticulum
dan cairan ekstraselular ke dalam sel
2. Calsium berikatan dengan calmodulin
3. Calmodulin-calsium mengaktifkan enzim
kinase (myosin light chain kinase (MLCK)
4. MLCK mengaktifkan miosin ATP ase dg
proses fosforilasi pd kepala miosin
5. Filamen aktin akan terikat cross bridge
cycling dan siap utk kontraksi

Otot polos :
berkontraksi dan relaksasi 30 kali lebih lama
daripada otot rangka
dapat mempertahankan tegangan kontraksi
yang sama dalam waktu lebih lama.

Kehamilan
Lama kehamilan 270 hari dari pembuahan (284 hari dihitung dari hari
pertama menstruasi terakhir)
Awal kehamilan plasenta belum dpt
menghasilkan estrogen dan
progesteron sebab :tidak mempunyai
enzim yg diperlukan utk pembtkn
estrogen.

hCG korpus luteum 8 mgu

Korpus luteum pada kehamilan


membesar Estrogen, progesteron
dan relaksin.
Progesteron dan relaksin mencegah
kontraksi uterus selama kehamilan
Kehamilan 8 minggu k luteum
plasenta
K luteum tetap ada

Pembentukan estrogen oleh plasenta


baru terjadi jika ada DHEA (dehidro
epi androstenedion) dari fetus
skema

Aterm :
Corticotropin Releasing Hormone(CRH)
disekresi oleh plasenta ke sirkulasi ibu
dan fetus
CRH juga dihasilkan oleh hipotalamus
fetus

PEMICU TERJADINYA PERSALINAN


Peningkatan kadar estrogen darah
peningkatan :
1. Jumlah gap unction antara sel-sel
miometrium
2. Jumlah reseptor oksitosin
miometrium , > 100 kali lipat
uterus berespon thd konsent oksito
sin plasma yg normal
3. Prostaglandin

Kehamilan dan Partus

Waktu hamil serabut otot uterus


mengalami hiperplasia (jumlahnya
bertambah banyak)
Berat uterus bertambah 20 kali

Partus

Partus memerlukan :
1. dilatasi servik keluarkan fetus
2. kontraksi kuat dari miometrium

2 trimester 1
- uterus tenang ok kadar proges
- trimester akhir uterus mulai kontrak
si ringan (Braxton-Hicks)
kdg2 regular false labor

Kerja Progesteron :
Menghambat kontraksi otot polos
uterus dg cara :
1.menghambat kerja oksitosin thd
o.polos
2.mengurangi pembentukan gap
junction

Selama kehamilan otot uterus kaku


serviks tertutup rapat.
Mendekati partus serviks mulai lunak
ok prostaglandin dan h.relaxin yg
dihasilkan korp luteum dan plasenta
dilatasi servik.
Awalnya kontraksi teratur tanpa
nyeri progres (frekuensi dan
intensitas ) rasa tidak nyaman

Kekuatan kontraksi yg ritmik


melebarkan serviks
Kontr uterus mulai dari atas, turun
mendorong fetus menuju serviks

Partus
Tekanan fetus terhadap serviks :
1. Kepala fetus menekan serviks yg
lunak melebarkan serviks
2. Regangan serviks pelepasan
oksitosin melalui refleks
neuroendokrin ke hipotalamus
hipofisis posterior

Persalinan dimulai:
1. Kontraksi uterus dilatasi serviks
maksimal 10 cm
2. kelahiran bayi bayi di vagina
refleks regang vagina refleks saraf
kontr otot dinding abdom
yg sinkron dg kont uterus
3. kelahiran plasenta 15-30 menit
setelah kelahiran bayi