Sunteți pe pagina 1din 2

BAB III

KESIMPULAN
Tumor ganas (kanker) laring merupakan suatu neoplasma yang ditandai
dengan sebuah tumor yang berasal dari epitel struktur laring. Diluar negeri
karsinoma laring menempati tempat pertama dalam urusan keganasan dibidang
THT, sedangkan di RS Cipto Mngunkusumo, Jakarta, karsinoma laring menduduki
urutan ketiga setelah karsinoma nasofaring dan tumor ganas hidung dan sinus
paranasal. Etiologi karsinoma laring belum diketahui dengan pasti. Dikatakan oleh
para ahli bahwa perokok dan peminum alkohol merupakan kelompok orang-orang
dengan risiko tinggi terhadap karsinoma laring. Terpajan oleh sinar radioaktif juga
dapat dapat menyebabkan penyakit ini.
Seraka adalah gejala utama karsinoma laring, merupakan gejala paling
dini tumor pita suara. Hal ini disebabkan karena gangguan fungsi fonasi laring.
Dispnea dan stridor adalah gejala yang disebabkan oleh sumbatan jalan nafas dan
dapat timbul pada tiap tumor laring. Gejala ini disebabkan oleh gangguan jalan
napas oleh masa tumor, penumpukan kotoran atau secret, maupun oleh fiksasi pita
suara. Nyeri tenggorok, disfagia, batuk dan hemoptisis. Gejala lain berupa nyeri
alih ketelinga ipsilateral, penurunan berat badan, nyeri tekan laring adalah gejala
lanjut yang disebabkan oleh komplikasi supurasi tumor yang menyerang kartilago
tiroid dan periondrium.
Diagnosis karsinoma laring ditegakkan berdasarkan anamnesis dan
pemeriksaan klinis. Pemeriksaan laring dapat dilakukan dengan cara tidak
langsung dengan menggunakan kaca laring atau langsung dengan menggunakan
laringoskop. Pemeriksaan penunjang yang diperlukan selain pemeriksaan
laboratorium darah, juga pemeriksaan radiologi. Foto toraks diperlukan untuk
menilai keadaan paru, ada atau tidaknya proses spesifik dan metastasis diparu. CT
Diagnosis pasti ditegakkan dengan pemeriksaan patologi anatomik dari bahan
biopsi laring dan biopsi jarum halus pada pembesaran kelenjar getah bening
dileher. Dari hasil patologi anatomik yang terbanyak adalah karsinoma sel
skuamosa. Setelah didiagnosis dan stadium tumor ditegakkan, maka ditentukan
19

20

tindakan yang akan diambil sebagai tatalaksananya. Ada 3 tatlaksana yang lazim
dilakukan, yakni pembedahan, radiasi, obat sitostatika ataupun kombinasi
daripadanya, tergantung pada stadium penyakit dan keadaan umum pasien.