Sunteți pe pagina 1din 1

BAB I

PENDAHULUAN
Neoplasma secara harfiah berarti pertumbuhan baru. Suatu neoplasma
adalah massa abnormal jaringan yang pertumbuhanya berlebihan dan tidak
terkoordinasikan dengan pertumbuhan jaringan normal serta terus demikian walaupun
rangsangan yang memicu perubahan tersebut telah berhenti.1 Dalam penggunaan
istilah kedokteran yang umum, neoplasma sering disebut sebagai tumor. Tumor ganas
(maligna) secara kolektif disebut kanker. Ganas, apabila diterapkan pada neoplasma,
menunjukan bahwa lesi dapat menyerbu dan merusak struktur di dekatnya dan
menyebar ke tempat jauh (metastasis) serta menyebabkan kematian.1
Dari seluruh penderita tumor ganas yang tercatat pada tahun 1991, 10 %
penderita meninggal dunia dalam tahun pertama, diantaranya 3-4% adalah penderita
dengan keganasan pada leher-kepala. Dua per tiga dari seluruh tumor ganas leher dan
kepala, terdapat pada rongga mulut dan laring. 2 Laring berperan dalam koordinasi
fungsi saluran aerodigestif atas seperti bernapas, berbicara dan menelan. Laring
terbagi tiga yaitu supraglotis, glotis dan subglotis. Pasien tumor ganas laring datang
dengan berbagai keluhan seperti disfonia, obstruksi jalan nafas, disfagia, odinofagi
dan hemoptisis.2
Pasien dengan karsinoma laring sering kali datang ke dokter dalam keadaan
yang sudah berat sehingga hasil pengobatan yang diberikan kurang memuaskan. Hal
ini sering kali disebabkan karena kurangnya perhatian akan deteksi dan diagnosis dini
pada penyakit ini. Berdasarkan itu pula penulis tertarik untuk membahas karsinoma
laring dikarenakan pentingnya untuk dapat mendiagnosa secara dini sehingga
kedepanya tatalaksana pada pasien dengan karsinoma laring dapat menjadi lebih
efektif.