Sunteți pe pagina 1din 14

1.

Apabila pasien yang sudah dinyatakan meninggal akan


disiapkan oleh perawat sesuai dengan prosedur untuk
dipulangkan
2. Dokter dan perawat membuat kronologis kematian dan
surat serah terima jenazah.
3. Petugas di unit pelayanan tempat jenazah berada
menghubungi petugas jaga ambulance jenazah.
4. Sopir menyiapkan ambulance yang akan digunakan untuk
pemulangan jenazah.
5. Petugas jaga di unit pelayanan tempat jenazah menyiapkan
dokumen syarat pembiayaan berupa jaminan asuransi
untuk pasien yang dijamin asuransi kesehatan, sedangkan
untuk pasien umum pihak keluarga akan mendapat
informasi perincian biaya pemulangan jenazah.
6. Jenazah akan dijemput oleh petugas kamar jenazah.
7. Petugas kamar jenazah akan menjemput jenazah diunit
pelayanan dimana jenazah berada.
8. Anggota keluarga yang mendampingi hanya 2 (dua) orang.
9. Supir mengantar jenazah ketempat tujuan yang telah
disepakati.
10. Supir saat kembali harus membuat laporan perjalan selama
pemulangan jenazah.
UNIT TERKAIT
Bid YanMed
Rawat Inap,
Petugas Ambulan/ sopir ambulan
ALUR PELAYANAN AMBULANCE
of 10

Sop Axzvmbulance Baru


by broery-a-husaini
on Sep 17, 2015
Report

Category:

Documents

Download: 13
Comment: 0
371
views
Comments
Description
vzxvxz
Download Sop Axzvmbulance Baru
Transcript
RSUD dr. ZAINOEL ABIDIN JL. TGK. DAUD BEUREUH NO. 108 BANDA ACEH
PROSEDUR MERUJUK PASIEN DENGAN AMBULANCE No. Dokumen Tanggal dan Nomor
Revisi Jumlah Halaman PROSEDUR TETAP Tanggal Ditetapkan Ditetapkan Oleh : Direktur
BLUD RSU Dr. Zainoel Abidin Dr. Fachrul jamal, SpAn., (KIC) Nip: 19610510 198812 1
PENGERTIAN Ambulans adalah kendaraan yang digunakan untuk mengantar, menjemput dan
membantu keperluan orang sakit. Pasien Dirujuk adalah pasien yang atas pertimbangan dokter /
perawat / bidan memerlukan pelayanan di RS baik untuk diagnostik penunjang atau terapi.
TUJUAN Sebagai acuan penatalaksanaan pengantaran rujukan sampai rumah sakit tujuan
dengan cepat dan aman KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur Badan Layanan Umum Daerah
Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin No: 445/65/2014 tentang penetapan pelayanan
kesehatan rumah sakit. PROSEDUR 1. Sopir bertanggung jawab atas kesiapan mobil dan
keselamatan dalam perjalanan. 2. Ambulan harus dikemudikan oleh sopir ambulan (jika
berhalangan digantikan oleh sopir yang sudah ditunjuk ). 3. Petugas unit pelayanan UGD / Rawat
Inap menyatakan pasien perlu rujukan 4. Petugas unit pelayanan UGD / Rawat Inap menjelaskan
dan meminta persetujuan kepada keluarga pasien untuk dirujuk. 5. Keluarga pasien setuju. 6.
Petugas unit pelayanan UGD / Rawat Inap membuat surat rujukan. 7. Petugas unit pelayanan
UGD / Rawat Inap membuat rincian biaya/biiling pasien pulang dan biaya penggunaan ambulan
bagi umum (untuk pasien umum, rawat inap atau pasien UGD yang sudah diberikan terapi. bagi
pasien UGD yang tidak mendapat terapi cukup membayar biaya ambulan saja). 8. Keluarga
pasien umum membayar dan menerima kwitansi dan surat rujukan. 9. Bagi pasien petugas
UGD/Rawat Inap menerima pembayaran. 10. Bagi pasien tanggungan asuran baik nasional
maupun jaminan kesehatan rakyat Aceh cukup disiapkan billing rawatan dan pembuatan jaminan
rawatan. 11. Petugas UGD/Rawat Inap mempersiapkan kesiapan pasien dan Petugas UGD/rawat
inap yang lain segera menghubungi sopir Ambulan. 12. Sopir menyiapkan ambulan (jika sudah
siap sopir segera menghubungi petugas UGD/rawat inap bahwa ambulan sudah siap) 13. Petugas
UGD/Rawat Inap mendampingi dan mengantarkan pasien ke tempat tujuan dengan ambulan. 14.
Setelah selasai mengantarakan dan kembali ke Rumah Sakit. 15. Petugas UGD/Rawat Inap
menulis laporan kegiatan pada buku kegiatan UGD/Rawat Inap. UNIT TERKAIT Bid YanMed

Rawat Inap Petugas Ambulan/ sopir ambulan RSUD dr. ZAINOEL ABIDIN JL. TGK. DAUD
BEUREUH NO. 108 BANDA ACEH PROSEDUR DAN SYARAT AMBULANCE UNIT
GAWAT DARURAT No. Dokumen Tanggal dan Nomor Revisi Jumlah Halaman PROSEDUR
TETAP Tanggal Ditetapkan Ditetapkan Oleh : Direktur BLUD RSU Dr. Zainoel Abidin Dr.
Fachrul jamal, SpAn., (KIC) Nip: 19610510 198812 1 PENGERTIAN Tata cara penggunaan
ambulans dan syarat-syarat yang harus dimilki ambulance Unit Gawat Darurat. TUJUAN 1.
Pertolongan pasien pra rumah sakit. 2. Membawa penderita gawat darurat yang sudahdistabilkan
ke tempat tindakan denitif / distabilkandi rumah sakit dan sesudah di rawat di rumah
sakit( rujukan ) KEBIJAKAN Surat Keputusan Kebijakan Direktur Badan Layanan Umum
Daerah Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin No: 445/65/2014 tentang pelayanan
kesehatan rumah sakit. PROSEDUR A. Peryaratan Teknis 1. Kendaraan roda empat atau lebih
dengan suspensilunak. 2. Ruangan penderita dipisahkan dengan tempat pengemudi. 3. Tempat
duduk dapat diatur / dilipat bagi petugas diruangan penderita . 4. Dilengkapi sabuk pengaman. 5.
Ruangan penderita cukup luas untuk 1 tandu. 6. Ruangan penderita cukup tinggi sehingga
petugas dapat berdiri tegak untuk melakukan tindakan. 7. Gantungan infus terletak sekurangkurangnya 90 cm diatas tempat penderita. 8. Stop kontak khusus untuk 12 V di ruangan
penderita. 9. Lampu ruangan secukupnya dan lampu sorot bergerakuntuk menerangi penderita
yang dapat dilipat. 10. Lemari untuk obat dan peralatan. 11. Air bersih 20 lt, wastafel dan
penampungan air limbah. 12. Sirine dua nada 13. Lampu rotator warna merah dan biru. 14. Buku
petunjuk pemeliharaan semua alat berbahasa Indonesia. 15. Peralatan pertolongan gawat darurat
B.Persyaratan Medis mengacu pada panduan ambulance: 1. Tabung oksigen dengan peralatan
untuk minimal 1orang. 2. Peralatan medis P3K. 3. Peralatan resusitasi lengkap bagi orang
dewasa dananak / bayi. 4. Suction pump manual dan listrik 12 V DC. 5. Minor surgery set. 6.
Obat-obatan gawat darurat dan cairan infuse secukupnya. C.Tata Tertib 1. Sewaktu menuju
tempat pasien boleh menggunakan sirine dan lampu rotator. 2. Semua perarturan lalu lintas harus
ditaati 3. Kecepatan kendaraan maksimal 40 km / jam dijalan biasa dan 80 km / jam di jalan
bebas hambatan. Petugas: 1. Satu sopir dengan kemampuan mengemudi serifikat BLS 2. Satu
perawat gawat darurat dengan serifikat BCTLS 3. Satu dokter gawat darurat dengan sertifikat
ACLS ( tergantung keadaan ) UNIT TERKAIT Bid YanMed Rawat Inap. Petugas Ambulan/
sopir ambulan RSUD dr. ZAINOEL ABIDIN JL. TGK. DAUD BEUREUH NO. 108 BANDA
ACEH PROSEDUR TATA TERTIB PENGGUNAAN AMBULANCE No. Dokumen Tanggal
dan Nomor Revisi Jumlah Halaman PROSEDUR TETAP Tanggal Ditetapkan Ditetapkan Oleh :
Direktur BLUD RSU Dr. Zainoel Abidin Dr. Fachrul jamal, SpAn., (KIC) Nip: 19610510
198812 1 PENGERTIAN Tata cara penggunaan ambulans dalam melaksanakan tugas ambulasi
pasien dengan ambulance. TUJUAN 1. Agara penggunaan ambulance sesuai dengan atuaranya 2.
Menghindari inciden yang tidak dingikan selama operasional. 3. Agar ambulance selalu siap
untuk digunakan. KEBIJAKAN Surat Keputusan Kebijakan Direktur Badan Layanan Umum
Daerah Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin No: 445/65/2014 tentang pelayanan
kesehatan rumah sakit. PROSEDUR A. Syarat Pengemudi Ambulance: 1. Sehat secara fisik. 2.
Tidak boleh memiliki kelainan yang dapat menghambat. 3. Sehat secara mental. 4. Emosi
terkontrol. 5. Mengemudikan ambulans bukanlah perkerjaan bagi seseorang yang gemar
memainkan lampu dan sirine. 6. Bisa mengemudi di bawah tekanan 7. Bersikap toleran dengan
pengemudi lain. 8. Tidak dalam pengaruh obat-obat yang berbahaya (NARKOBA) dan
antihistamin dan obat penenang lainnya dan zat addictif lainya. 9. Mempunyai Surat Izin
mengemudi yang masih berlaku. 10. Evaluasi kemampuan diri dalam menyetir berdasarkan
respon diri Anda terhadap tekanan perorangan, penyakit, kelelahan, dan mengantuk. B. Aturan

ambulans gawat darurat di jalan raya 1. Pengemudi ambulans harus memiliki lisensi mengemudi
yang sah dan harus menyelesaikan program pelatihannya. 2. Hak-hak khusus memperbolehkan
pengemudi ambulans untuk tidak mematuhi peraturan ketika ambulans digunakan untuk respon
emergency atau untuk transportasi pasien darurat. Ketika ambulans tidak dalam respon
emergency, maka peraturan yang berlaku bagi setiap pengemudi kendaraan non-darurat, juga
berlaku untuk ambulans. 3. Walaupun memiliki hak istimewa dalam keadaan darurat, hal tersebut
tidak menjadikan pengemudi ambulans kebal terhadap peraturan terutama jika mengemudikan
ambulans dengan ceroboh atau tidak memperdulikan keselamatan orang lain. 4. Hak istimewa
selama situasi darurat hanya berlaku jika pengemudi menggunakan alat-alat peringatan (warning
devices) dengan tata cara yang diatur oleh peraturan. 5. Sebagian besar undang-undang
memperbolehkan pengemudi kendaraan emergensi untuk : a. Memarkir kendaraannya di
manapun, selama tidak merusak hak milik atau membahayakan nyawa orang lain. b. Melewati
lampu merah dan tanda berhenti. c. Melewati batas kecepatan maksimum yang diperbolehkkan
selama tidak membahayakan nyawa dan hak milik orang lain. d. Mendahului kendaraan lain di
daerah larangan mendahului setelah memberi sinyal yang tepat, memastikan jalurnya aman, dan
menghindari hal-hal yang membahayakan nyawa dan harta benda. e. Mengabaikan peraturan
yang mengatur arah jalur dan aturan berbelok ke arah tertentu, setelah memberi sinyal dan
peringatan yang tepat. C. Menggunakan Alat-alat Peringatan Jangan pernah beranggapan
bahwa Anda berada dalam keadaan aman jika sudah menyalakan lampu peringatan dan sirine.
1. Gunakan sirine secara bijak, dan gunakan hanya ketika perlu. Sirine hanya digunakan jika
pengemudi dalam respon emergency, suara sirine yang dinyalakan terus menerus dapat
menambah rasa takut dan cemas pasien, dan kondisi pasien dapat memburuk jika mulai timbul
stress. 2. Selalu waspada meski sudah membunyikan sirine. 3. Bersiaplah terhadap manuver aneh
pengemudi lain. 4. Jangan berada di dekat kendaraan lain lalu membunyikan sirine tiba-tiba. 5.
Jangan menggunakan sirine sembarangan. 6. Pengemudi yang berpengalaman menyadari bahwa
penggunaan klakson dengan bijak. UNIT TERKAIT Bid YanMed Rawat Inap, Petugas Ambulan/
sopir ambulan RSUD dr. ZAINOEL ABIDIN JL. TGK. DAUD BEUREUH NO. 108 BANDA
ACEH PROSEDUR PENGGUNAAN AMBULANCE JENAZAH No. Dokumen Tanggal dan
Nomor Revisi Jumlah Halaman PROSEDUR TETAP Tanggal Ditetapkan Ditetapkan Oleh :
Direktur BLUD RSU Dr. Zainoel Abidin Dr. Fachrul jamal, SpAn., (KIC) Nip: 19610510
198812 1 PENGERTIAN Tata cara penggunaan ambulans dalam melaksanakan tugas ambulasi
pasien dengan ambulance. TUJUAN 4. Agara penggunaan ambulance sesuai dengan atuaranya 5.
Menghindari inciden yang tidak dingikan selama operasional. 6. Agar ambulance selalu siap
untuk digunakan. KEBIJAKAN Surat Keputusan Kebijakan Direktur Badan Layanan Umum
Daerah Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin No: 445/65/2014 tentang pelayanan
kesehatan rumah sakit. PROSEDUR 1. Apabila pasien yang sudah dinyatakan meninggal akan
disiapkan oleh perawat sesuai dengan prosedur untuk dipulangkan 2. Dokter dan perawat
membuat kronologis kematian dan surat serah terima jenazah. 3. Petugas di unit pelayanan
tempat jenazah berada menghubungi petugas jaga ambulance jenazah. 4. Sopir menyiapkan
ambulance yang akan digunakan untuk pemulangan jenazah. 5. Petugas jaga di unit pelayanan
tempat jenazah menyiapkan dokumen syarat pembiayaan berupa jaminan asuransi untuk pasien
yang dijamin asuransi kesehatan, sedangkan untuk pasien umum pihak keluarga akan mendapat
informasi perincian biaya pemulangan jenazah. 6. Jenazah akan dijemput oleh petugas kamar
jenazah. 7. Petugas kamar jenazah akan menjemput jenazah diunit pelayanan dimana jenazah
berada. 8. Anggota keluarga yang mendampingi hanya 2 (dua) orang. 9. Supir mengantar jenazah
ketempat tujuan yang telah disepakati. 10. Supir saat kembali harus membuat laporan perjalan

selama pemulangan jenazah. UNIT TERKAIT Bid YanMed Rawat Inap, Petugas Ambulan/ sopir
ambulan ALUR PELAYANAN AMBULANCE PASIEN/ JENAZAH DIBERANGKAN
KETEMPAT TUJUAN PERSIAPAN SUPIR DAN MOBIL AMBULANCE PERSIAPAN
DOKUMEN PASIEN ASURANSI DAN PEMBIAYAAN UNTK PASIEN UMUM PASIEN
DARI UNIT PELAYANAN IGD DAN RAWAT INAP MENGHUBUNGI
BAGIAN/INSTALASI KEMOTORAN/AMBULANCE Ditetapkan Oleh : Direktur BLUD RSU
Dr. Zainoel Abidin Dr Fachrul Jamal, SpAn., KIC NIP.
Recommended

SOP

SNSPA Facultatea de Comunicare i Relaii Publice Sociologia opiniei publice Cuprins


Argumentum 1. Opinia public: precizri terminologice 2. Din istoricul cunoaterii

Sop

SOP TRATAMENTE NATURISTE SI NU NUMAI Putei apela cu ncredere la reflexoterapie,


dac terapeutul are pregtire medical i aplic n mod corect schema de echilibrare.

Sop

SOP

Sop

Setiap ketua kumpulan bertanggungjawab ke atas setiap bahan/peralatan latihan yang digunakan.
2. Setiap ketua kelas dan penolong pula bertanggungjawab terhadap setiap ketua

sop+

sop+

Sop

Sop

Sop

Sop

SOP KPU 2015

Sop

SOP

sop

SOP

Sop

SOP

SOP lsehrglarhehaeaerhaerjhbglaieruhajaerhbgliayherblgyuaerg

Sop

std. operating procedure

Sop

ok

SOP

SOP for selection

Sop

sop

baru

PENGENALAN KOKURIKULUM Kurikulum sekolah meliputi dua aspek yang utama dalam
memastikan murid sekolah dibentuk sebagai seorang insan yang seimbang dan menyeluruh.
Pertamanya

Baru

1. MINGGU 3 : KATAADJEKTIF TINGKATAN : 1 ARIF 2. Waktu*pagi*siang 3. Kata


AdjektifCara PancainderaSifat *Kabur *jinak*perlahan *Masam *rajin*laju 4. .Bentuk Kata
Adjektif•Kata

Baru

1. MINGGU 3 : KATAADJEKTIF TINGKATAN : 1 ARIF 2. Waktu*pagi*siang 3. Kata


AdjektifCara PancainderaSifat *Kabur *jinak*perlahan *Masam *rajin*laju 4. .Bentuk Kata
Adjektif•Kata

View more