Sunteți pe pagina 1din 24

ASUHAN KEPERAWATAN PADA

S DENGAN DIAGNOSA MEDIS

Tanggal pengkajian : Selasa , 3 mei 2016


Nama pengkaji

: ADHI SUARTHA

I Pengkajian
A Data Biografi
Nama

: Pq S

Umur

: 54 Tahun

Agama

Suku

: sasak

Pendidikan

: TS

Islam

Status perkawinan : Duda ( ditinggal mati )


Penampilan
Alamat
B Riwayat Keluarga
Genogram

: Rapi dan bersih


: kelep tengah

Keterangan

Laki-laki

Perempuan

Tinggal serumah
Meninggal

Kelayan

Garis perkawinan :
Penjelasan :
Kelayan mengatakan bahwa orang tua dan mertuanya sudah
meninggal dunia, begitu pula dengan istrinya. Kelayan
juga memiliki saudara yang masih hidup, tetapi selama
pernikahan kelayan tidak memiliki anak.
C Riwayat Pekerjaan
1. Pekerjaan saat ini : Tidak ada
2. Alamat Pekerjaan : Tidak ada
3. Berapa jarak dari rumah : Tidak ada
4. Alat transportasi : Tidak ada
5. Pekerjaan sebelumnya : Tidak ada
6. Alat transportasi : Tidak ada
7. Sumber pendapatan dan kecukupan terhadap kebutuhan :
Kelayan mengatakan segala kebutuhannya diperoleh dari
panti.
D Riwayat Lingkungan Hidup
1. Tipe tempat tinggal : Permanen
2. Jumlah kamar : 6 kamar, 1 ruang tamu dan 3 kamar
mandi
3. Kondisi

tempat

tinggal

pencahayaan

cukup,

ventilasi baik, jendela sering dibuka, cukup bersih


dan tidak pengap, jumlah yang tinggal dirumah adalah
9 orang dan masing-masing kamar terdapat lemari.
4. Derajat privasi: Baik
5. Tetangga
dekat
:
kelayan
mengatakan
tetangga
terdekat adalah Ny A yang masih keluarganya
E Riwayat rekreasi

1 Hobby/minat : Bersih-bersih dan beribadah.


2 Keanggotaan organisasi : tidak ada
3 Libur perjalanan : Pq S tidak pernah
liburan

perjalanan

beliau

mengatakan

melakukan

lebih

baik

tinggal di rumah dan ngobrol dengan sesama anggota


keluarga dan tetangganya
F Sistem Pendukung
Dari rumah pq S ke puskesmas tidak terlalu jauh, Jarak
puskesmas dari rumah Pq S
apabila

penyakit

kelayan

lebih kurang 1 kilo meter.


membutuhkan

perawatan

lebih

lanjut, puskesmas sekotong bekeja sama dengan RSUD gerung


untuk memberikan perawatan yang lebih lanjut.
G Fungsi Keluarga
Kelayan

mengatakan

masih

mampu

melaksanakan

aktifitas

sehari-hari tanpa bantuan seperti makan, mandi, sholat


dan

membersihkan

kelayan

lakukan

kamar.
hanya

Tidak

ada

beribadah

ritual

saja

khusus

seperti

yang

sholat,

zikir dan pengajian.


H Status Kesehatan
Kelayan mengatakan pernah mengalami demam, batuk-batuk,
pilek, pusing dan merasa sesak jika melakukan aktifitas
yang berlebihan.

J . Keluhan Utama
1. Kelayan

mengatakan

merasa

sesak

jika

menghirup

asap dan melakukan aktifitas terlalu banyak.


2. Pemahaman dan penatalaksanaan masalah kesehatan :
kelayan

mengatakan

jika

sakitnya

kambuh,

maka

kelayan berhenti melakukan kegiatan/aktifitasnya,

tetapi jika sudah tidak tertahankan maka kelayan


pergi berobat ke puskesmas kediri.
3. Status imunisasi dan alergi : kelayan mengatakan
dia tidak mengetahui tentang imunisasi dan alergi
terhadap dingin, tidak alergi terhadap obat atau
makanan.

Kemampuan

Perawatan Diri

Inde
Pend
en

Makan/Minum

Mandi

Berpakaian

Ke WC

Transfering/Pi

ndah

Bantu
an
Alat

Bantuan

Bantu

Orang

an

Lain &

Orang

Peralat

Lain

Depend
en

an

Ambulasi

1. Pola Aktivitas Hidup Sehari Hari


Indek Katz

kemandirian
mandi,

A,
dalam

berpakaian,

yaitu
makan/minum,
ke

WC,

transfering/pindah dan ambulasi.

Oksigenasi

kelayan

pernah

mengalami sesak RR : 30 X/menit,


ada pernafasan cuping hidung.
Cairan dan elektrolit
mengatakan minum

kelayan

dalam sehari

5-7 gelas.
Nutrisi :

kelayan

makan

3x

sehari

yang

berisi

lauk-pauk.
porsi

mengatakan
dengan

porsi

nasi,

sayur-mayur,

Kelayan

menghabiskan

makanannya

terkadang

dan

ditambah

juga

dengan

buah-

buahan.
Eliminasi

kelayan

mengatakan

BAB

tiap

hari,

konsistensi lembek, warna kuning,


bau khas dan tidak ada keluhan.
BAK 2-3 kali sehari, warna kuning
jernih,

bau

khas

dan

tidak

ada

keluhan.
Aktivitas

kelayan

mengatakan
aktifitas

dapat
sendiri

seperti

tanpa

bantuan

makan/minum,

berpakaian,
beribadah.

melakukan

ke

WC,

Tapi

mandi,

pindah

kelayan

dan

selalu

berhati-hati dan pelan-pelan saat


beraktifitas.
Istirahat dan tidur

kelayan

mengatakan tidur siang, Pada malam


hari

tidur

pukul

21.00

Wita.

Kelayan

mengatakan

tidak

ada

gangguan saat tidur.


Personal hygiene :

kelayan

tampak

bersih

dan

rapi.

Kelayan

tampak

bersih

dan

rapi.

Kelayan

mandi 2x sehari menggunakan sabun.


Keramas

2x

seminggu

dan

tidak

pernah sikat gigi .


Seksual :

kelayan adalah seorang

janda, jadi kelayan tidak pernah


melakukan hubungan seksual.
Rekreasi

kelayan

mengatakan tidak pernah

melakukan

rekreasi dan kelayan lebih banyak


menghabiskan waktu di wismanya.
Psikologis
Persepsi kelayan :
mengatakan
orang

ini

tua

Kelayan
adalah

penyakit

ada

riwayat

dan

keluarga.
Konsep diri :

Kepercayaan

kelayan

masih sangat tinggi, terbukti pada


saat dilakukan pengkajian, kelayan
sangat bersemangat menjawab semua
pertanyaan yang diajukan.
Emosi

kelayan

terlihat

tenang saat dikaji.


Adaptasi

kelayan

terlihat

akrab dengan temannya yang berada


di wisma.

Mekanisme
ada

pertahanan

masalah,

diri

kelayan

bila

selalu

mendekatkan diri kepada Allah dan


berzikir.

2. Tinjauan Sistem
Keadaan umum :

baik

Tingkat kesadaran :

compos

mentis
GCS

E : 4, V : 5, P : 6

TTV

N : 80 x / menit

TC : 140 / 90 mmHg
RR : 30 x / menit
a. Kepala

kebersihan

rambut
cukup.

putih,
Tidak

lurus,
ada

tipis

benjolan

dan
pada

kepala, tidak ada nyeri tekan, ada lesi pada


tengkuk.
b. Mata

bentuk

putih agak keruh,

mata

simetris,

sklera

konjungtiva merah, reflek

pupil ada.
c. Telinga

: bentuk

telinga

simetris,

tidak

ada serumen pada telinga, pendengaran baik


dengan uji bisikan , tidak ada massa atau
benjolan.
d. Hidung
secret,

:kebersihan
tidak

maksilaris,
frontalis.

ada

sinus

cukup,

nyeri

tekan

etmoidalis

tidak

ada

pada

sinus

dan

sinus

e. Mulut

: mukosa

bersih,

gigi

agak

bibir

lembab,

kotor,

dan

lidah

gigi

tidak

lengkap.
f. Leher

: tidak

terdapat

pembesaran

kelenjar tiroid dan tidak ada pembesaran vena


jugularis
g. Dada
ada

: bentuk payudara simetris, tidak


massa

atau

benjolan,

tidak

ada

nyeri

tekan, vocal fremitus normal, perkusi jantung


terdengar pekak, ada retraksi dinding dada
dan suara nafas Ronchi.
h. Punggung

bentuk

kiposis,

vocal

fremitus

normal, tidak ada nyeri tekan


i. Abdomen

: perut

pembesaran
bising

simetris,

hepar,

usus

tidak

6x/menit,

tidak

ada

nyeri

ada
tekan,

perkusi

abdomen

terdengar timpani.
j. Pinggang

bentuk

simetris,

tidak ada nyeri tekan.


k. Ekstremitas

Ekstremitas atas :
keriput,

tidak

kulit
ada

tampak

kontraktur,

tidak ada oedema, tidak ada nyeri


tekan

Ekstremitas bawah
tampak

keriput,

kontraktur,
tidak

ada

tidak
nyeri

kulit

tidak
ada
tekan.

ada
oedema,
reflek

hamer normal (+), babynsky (+).

Tonus otot :

=> dapat menggerakkan semua sendi

=> dapat menggerakkan semua sendi

l. Sistem immun :
bahwa

ia

tidak

kelengkapan
kelayan

kelayan
status

mengatakan

mengatakan

mengetahui

tentang

imunisasinya
bahwa

ia

dan

sering

sakit.
m. Genitalia

tidak terkaji

n. Sistem reproduksi :

kelayan

mengatakan tidak ada masalah pada sistem


reproduksi.
o. Sistem persyarafan
masih

mampu

kelayan

tersenyum

dan

mengangkat

alis
p. Sistem pengecapan :

kelayan

masih

bisa

membedakan rasa manis dan asin


q. Sistem penciuman :
membedakan

bau

kelayan

parfum

dan

masih
bau

bisa

minyak

angin
r. Taktil respon

kelayan

bisa

berespon ketika di sentuh

3. Status Kognitif, Afektif, dan Sosial


a. SPSMQ

pertanyaan,

jumlah kesalahan 4 dari 10


dengan

status

kerusakan

intelektual ringan.
b. MMSE

nilai

yang

diperoleh

14,

diindikasikan adanya kerusakan kognitif


yang memerlukan penyelidikan lanjut.

c. IDB

nilai

yang

diperoleh

6,

yang menandakan tidak ada depresi.


d. Afgar keluarga

nilai

yang

diperoleh 7, dengan prosentase 70% dalam


kriteria cukup.

4. Data Penunjang
a. Laboratorium : b. Radiologi

: -

c. EKG

: -

d. USG

: -

e. CT-SCAN

: -

ANALISA DATA
No

Data

Etiologi

Masalah

.
1.

Ds

kelayan

mengatakan sesak
dan

sulit

Alergen, obatobatan,
emosi/stres,
infeksi

Gangguan

pola

nafas

bernafas.
Do : -

adanya

tarikan dinding

Reaksi antibodi
dan antigen

dada
-

RR : 30x/menit
Nadi : 80x/menit
TD : 140/90 mmHg
Pernafasan
cuping hidup

2.

Kontraksi otot
polos
bronchospasme

Gangguan pola
nafas

Ds : -

kelayan

mengatakan
badannya

Alergen, obatobatan,
emosi/stres,
infeksi

lemah,lemas,
-

kelayan
mengatakan sesak

Do :

Reaksi antibodi
dan antigen

terdengar suara
whezing
( mengi )

- RR : 30x/menit
- Nadi : 80x/menit
- TD : 140/90 mmHg

Kontraksi otot
polos
bronchospasme

Bersihan jalan
nafas

Bersihan
nafas

jalan

III. Diagnosa Keperawatan


1. Gangguan pola nafas

tidak

efektif

berhubungan

dengan peningkatan produksi sekret ditandai dengan


adanya keluhan kelayan sulit bernafas.
2. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan
dengan peningkatan sekret ditandai dengan adanya
IV.
N
O
1

suara mengi, dan juga rhonci.


Rencana Tindakan keperawatan

DIAGNOSA
KEPERAWATAN
Gangguan
pola nafas
tidak
efektif
berhubunga
n dengan
peningkata
n produksi
sekret.

TUJUAN

RENCANA TINDAKAN

RASIONAL

Setelah
dilakukan
tindakan
keperawata
n selama 4
hari
diharapkan
kelayan
mampu
- Penur
unan
freku
ensi
perna
pasan
sampa
i
kebat
as
norma
l
- Penur
unan
tanda
dari
sesak
nafas
, dan
penur
unan
otot
bantu

1.
Monitor
frekuensi, irama
dan
kedalaman
pernafasan
2.
Posisikan
klien
dada
posisi
semi
fowler
3.
Alihkan
perhatian
individu
dari
pemikiran
tentang keadaan
ansietas
dan
ajarkan
cara
bernafas efektif
4.
Minimalkan
distensi gaster
5.
Kaji
pernafasan
selama tidur
6.
Yakinkan
klien dan beri
dukungan
saat
dipsnea

1.Takipnea, irama
yang
tidak
teratur
dan
bernafas dangkal
menunjukkan pola
nafas yang tidak
efektif
2.Posisi
semi
fowler
akan
menurunkan
diafragma
sehingga
memberikan
pengembangan pada
organ paru
3.Ansietas dapat
menyebabkan pola
nafas
tidak
efektif
4.Distensi gaster
dapat menghambat
kontraksi
diafragma
5.Adanya
apnea
tidur menunjukkan
pola nafas yang
tidak efektif
6.Rasa raguragu
pada klien dapat

Bersihan
jalan nafas
tidak
efektif
berhubungan
dengan
peningkatan
sekret

nafas
.
Anali
sa
gas
darah
dalam
batas
norma
l
Vital
capac
ity
dalam
batas
norma
l

Setelah
dilakuka
n
tindakan
keperawa
tan
selama 4
hari
diharapk
an
kelayan:
- dapat
mende
montr
asika
n
batuk
efekt
if
- dapat
menya
takan
strat
egi
untuk
menur
unkan
keken

menghambat
komunikasi
terapeutik.

1.Kaji
warna,
kekentalan
dan
jumlah sputum
2.Instruksikan
klien
pada
metode
yang
tepat
dalam
mengontrol
batuk.
3. Ajarkan klien
untuk menurunkan
viskositas
sekresi
4.
Auskultasi
paru sebelum dan
sesudah tindakan
5.
Lakukan
fisioterapi dada
dengan
tehnik
drainage
postural,perkusi

1.Karakteristik
sputrum
dapat
menunjukkan berat
ringannya
obstruksi
2.Batuk
yang
tidak terkontrol
melelahkan
dan
inefektif
serta
menimbulkan
frustasi
3. Sekresi kental
sulit
untuyk
dikeluarkan
dan
dapat menyebabkan
sumbatan
mukus
yang
dapat
menimbulkan
atelektasis.
4.Berkurangnya
suara
tambahan

talan
sekre
si
tidak
ada
suara
nafas
tamba
han

dan
fibrasi
dada.
6.
Dorong
dan
atau
berikan
perawatan mulut

setelah tindakan
menunjukan
keberhasilan
5.Fisioterpi dada
merupakan
strategi
untuk
mengeluarkan
sekret.
6.Hygiene
mulut
yang
baik
meningkatkan rasa
sehat
dan
mencegah
bau
mulut.

V.
No
1

IMPLEMENTASI
Hari /
tanggal
Selasa
3 mei 2016
Pukul 10.00
wita

No.
Dx
I

Tindakan Keperawatan
1. membina
hubungan
saling
percaya
2. Monitor
frekuensi,
irama
dan kedalaman pernafasan
3. Posisikan
kelayan
dada
posisi semi fowler
4. Alihkan perhatian individu
dari
pemikiran
tentang
keadaan
ansietas
dan
ajarkan
cara
bernafas
efektif
5. Kaji
pernafasan
selama
tidur
6. Yakinkan kelayan dan beri
dukungan saat dipsnea

Evalua

1. kelayan
berkomuni
perawat
2. irama
teratur
suara tam
3. kelayan
penjelasa
4. kelayan
penjelasa

5. tidak ada
6. kelayan
dan menca
nyaman

1. kelayan
berkomuni
baik pada
m
1. membina
hubungan
saling 2. dapat
kekentala
percaya
3.
kelayan
2. Kaji warna, kekentalan dan

Selasa 3 mei
2016
Pk.11.00 wita

II

jumlah sputum
penjelasa
3. Instruksikan kelayan pada
dan
metode
yang
tepat
dalam
melakukan
mengontrol batuk.
4. Kelayan
4. Ajarkan
kelayan
untuk
penjelasa
menurunkan
viskositas
bersedia
sekresi
5. Tidak
d
5.
Auskultasi paru sebelum
suara
dan sesudah tindakan.
paru.

VI.
NO
1

EVALUASI
HARI /
TANGGAL
Sabtu
7 mei
2016
12.00
wita

DIAGNOSA
KEPERAWATAN
Gangguan pola
nafas tidak
efektif.

EVALUASI
S:
-

kelayan mengatakan
merasa sesak.

masih

O:
- adanya tarikan dinding
-

dada
RR : 30x/menit
Nadi : 80x/menit
TD : 140/90 mmHg
Pernafasan cuping hidup

A: masalah belum teratasi


P: lanjutkan intervensi :
anjurkan melakukan tehnik
relaksasi napas dalam
anjurkan
posisi
yang
nyaman bagi kelayan jika
sakitnya kambuh
anjurkan
kelayan
untuk
batuk efektif
S : -

kelayan mengatakan
badannya lemah,lemas,

2
Sabtu
3 mei
2016
12.30
wita

Bersihan
jalan nafas
tidak
efektif.

O :

kelayan mengatakan sesak


terdengar suara whezing (
mengi )

- RR : 30x/menit
- Nadi : 80x/menit
- TD : 140/90 mmHg
A : masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi
anjurkan melakukan tehnik
relaksasi napas dalam
anjurkan
posisi
yang

nyaman bagi kelayan jika


sakitnya kambuh
anjurkan
kelayan
untuk
batuk efektif

BAB IV
PEMBAHASAN

Pada

bab

ini

akan

diuraikan

kesenjangan

antara

konsep

dasar teori dengan kenyataan yang ditemukan di lahan praktek


berkaitan

dengan

asuhan

keperawatan

pada

lansia

dengan

keperawatan

lansia

diagnosa medis Asma.

A. PENGKAJIAN
Dalam

konsep

dasar

teori

asuhan

dengan reomatoid artrithis data yang perlu dikaji adalah


nyeri, aktivitas, istirahat, neorosensori, kardiovaskuler,
makanan/

cairan,

hygiene,

interaksi

social,

keamanan

dan

integritas ego, sedangkan pada pengkajian kasus ditampilkan


data biografi, riwayat keluarga, riwayat pekerjaan, riwayat
lingkungan

hidup,

riwayat

rekreasi,

system

pendukung,

deskripsi kekhususan, alasan mengapa kelayan masuk panti,


keluhan utama yang dirasakan kelayan, aktivitas sehari-hari,
tinjauan

system,

status

kognitif,

afektif,

dan

sosial

kelayan.
Dalam proses pengkajian kasus, didapatkan data-data yang
menunjukkan masalah-masalah kesehatan kelayan, antar lain :
1. Kelayan kelihatan lelah bernafas
2. Terdengar suara ronchi dan mengi

Di dalam konsep teori juga ditampilkan masalah tersebut


diatas jadi penulis dapat menuliskan hal tersebut.
B. Diagnosa Keperawatan
Pada

tinjauan

teori

tentang

konsep

dasar

asuhan

keperawatannya, terdapat 6 diagnosa, sedangkan pada tinjauan


kasus

penulis

mengangkat

diagnosa.

Dalam

proses

pengkajian, penulis melihat kelayan tampak berhati hati


ketika

melakukan

aktifitas

agar

tidak

terlalu

lelah

dan

sesaknya kambuh penulis menganggap perlu mengangkat diagnosa


gangguan pola nafas.
C. Perencanaan
Dalam perencanaan teoritis, tidak semua perencanan yang
ada

di

perencanaan

teoritis

dimasukkan

dalam

perencanaan

kasus karena disesuaikan dengan tujuan dan kebutuhan asuhan


keperawatan pada kelayan yang ada di dusun kelep tengah
D. Pelaksanaan
Pemberian tindakan keperawatan pada kelayan disesuaikan
dengan

perencanaan

tindakan

yang

keperawatan

telah

adalah

dibuat.
healt

Fokus

pelaksanan

education

tentang

bagaimana penanganan sesak terjadi disini perawat/mahasiswa


mengajarkan tehnik relaksasi napas dalam dan latihan batuk
efektif..

E. Evaluasi
Dalam mengevaluasi keberhasilan pencapaian pelaksanaan
asuhan keperawatan kepada kelayan dilakukan setelah 2 hari,
tetapi

evaluasi

tindakan

tetap

dilakukan

setiap

selesai

melakukan tindakan keperawatan.


Pada saat evaluasi akhir, kelayan menunjukkan pencapaian
kriteria evaluasi, misalnya untuk diagnosa I, kelayan mampu

mendemonstrasikan beberapa cara mengurangi / menangani sesak


yang berarti sesuai dengan kriteria hasil pada perencanaan.

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Setelah proses pemberian asuhan keperawatan pada kelayan
Papuq S penulis dapat menyimpulkan :
1. Dalam pemberian asuhan keperawatan pada lansia, banyak
ditemukan

hambatan-hambatan

sehingga

kita

harus

benar-

benar mengenal lansia itu agar kita bisa mencari jalan


keluar

jika

muncul

hambatan

terutama

pada

proses

pengkajian.
2. Dalam proses memberikan asuhan keperawatan pada kelayan,
kita harus sabar menghadapi perubahan emosi yang setiap
saat berubah-ubah.

B. Saran
1. Bagi kelayan
Hendaknya kelayan tetap menjaga kesehatan, dan lebih
aktif dalam kegiatan-kegiatan panti.
2. Bagi perawat
Hendaknya lebih meningkatkan pengetahuan agar lebih
peka terhadap masalah-masalah yang dialami lansia serta
meningkatkan kerja sama.

DAFTAR PUSTAKA

Carpenito, Lynda Juall. 1999. Rencana Asuhan dan


Pendokumentasian keperawatan, Edisi 2. Jakarta : EGC.
Doenges, M.E, dkk. 1999. Rencana Asuhan keperawatan : Pedoman
Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien,
Edisi 3. Jakarta : EGC.
Internet : http//drlizakedokteran.blogspot.com/2011/12/asmare.html
Nugroho, Wahyudi. 2000. Keperawatan gerontik, Edisi 2. Jakarta
: EGC.
Price, S.A. 2006.Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses
Penyakit, Edisi 6. Jakarta : EGC.
Wahit Iqbal Mubarak, dkk. 2006. Ilmu Keperawatan Komunitas 2.
Jakarta : EGC.