Sunteți pe pagina 1din 6

AMAR MA¶RUF NAHI MUNKAR

DISUSUN OLEH:

Nama :Budi Nurwanto

Jurusan :Imformatika Komputer

LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN PROFESI

INDONESIA (LP3I)

cc
Amar Ma¶ruf Nahi Munkar

Amar ma'ruf nahi munkar, (Ú Ú Ú 


 Ú Ú  Ú   Ú½ adalah sebuah frase
dalam bahasa Arab yang maksudnya sebuah perintah untuk mengajak atau menganjurkan hal-hal
yang baik dan mencegah hal-hal yang buruk bagi masyarakat.

Dalil Amar Ma'ruf Nahi Munkar adalah:

Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka
dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya
yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah½.´ [Luqman 17]

Jika kita tidak mau melaksanakan amar ma¶ruf nahi munkar, maka Allah akan menyiksa kita
dengan pemimpin yang zhalim dan menindas kita dan tidak mengabulkan segala doa kita:

Hendaklah kamu beramar ma¶ruf (menyuruh berbuat baik½ dan bernahi mungkar (melarang
berbuat jahat½. Kalau tidak, maka Allah akan menguasakan atasmu orang-orang yang paling jahat
di antara kamu, kemudian orang-orang yang baik-baik di antara kamu berdo¶a dan tidak
dikabulkan (do¶a mereka½. (HR. Abu Zar½ [1]

Amar Ma'ruf Nahi Munkar dilakukan sesuai kemampuan. Yaitu dengan tangan/kekuasaan jika
dia adalah penguasa/punya jabatan. Dengan lisan/tulisan jika dia adalah jurnalis atau intelektual.
Atau minimal membencinya dalam hati atas kemungkaran yang ada. Ini adalah selemah-lemah
iman (Hadits½.

Islam bukanlah agama individual/nafsi- nafsi yang hanya mementingkan diri sendiri.
Namun juga merupakan agama sosial di mana setiap anggota masyarakat harus melakukan
kewajiban Amar Ma¶ruf Nahi Munkar terhadap sesama. Menyuruh mengerjakan kebaikan dan
Mencegah perbuatan mungkar.

΍˸Ϯλ
˴ ΍˴ϮΗ˴ ϭ˴ ϖ
˶˷ Τ
˴ ˸ϟΎ˶Α ΍˸Ϯλ
˴ ΍˴ϮΗ˴ ϭ˴ Ε
˶ Ύ˴Τϟ˶Ύ˷μ
˴ ϟ΍ ΍Ϯ˵ϠϤ˶ ϋ
˴ ϭ˴ ΍Ϯ˵Ϩϣ˴ ΁ Ϧ
˴ ϳ˶άϟ˴˷΍ ϻ˶· ή˳ ˸δΧ
˵ ϲ˶ϔϟ˴ ϥ
˴ Ύ˴δ˸ϧϹ΍ ϥ
˴˷ ·˶
ή˶ ˸Βμ
˴˷ ϟΎ˶Α
³Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang
beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati dengan kebenaran dan nasihat
menasihati dengan kesabaran.´ [Al µAshr 2-3]
Dari surat Al µAshr di atas jelas. Selain beriman dan mengerjakan perbuatan baik, kita juga harus
nasehat-menasehati dengan kebenaran dan kesabaran. Artinya kita tidak bisa diam saja melihat
kemungkaran, namun dengan sabar terus menasehati agar orang-orang lain juga ikut berbuat baik
dan benar dan menghentikan perbuatan mungkar.

Allah menyebut orang yang shalat, menunaikan zakat, dan menyuruh berbuat kebaikan dan
mencegah kemungkaran sebagai penolong agamaNya

cc
Ϧ
˶ϋ
˴ ΍˸ϮϬ˴ ϧ˴ ϭ˴ ϑ
˶ ϭ˵ή˸όϤ˴ ˸ϟΎ˶Α ΍ϭ˵ήϣ˴ ΃˴ϭ˴ Γ˴ Ύ˴ϛΰ˴˷ ϟ΍ ΍˵ϮΗ˴ ΁˴ϭ Γ˴ ϼ˷μ ˴ ϟ΍ ΍Ϯ˵ϣΎ˴ϗ΃˴ ν ˶ ˸έϷ΍ ϲ˶ϓ ˸Ϣϫ˵ Ύ˷Ϩ˴ ˴˷Ϝϣ˴ ˸ϥ·˶ Ϧ
˴ ϳ˶άϟ˴˷΍
έ˶ Ϯ˵ϣϷ΍ Δ˵ Β˴ ϗ˶ Ύ˴ϋ Ϫ˶ Ϡ˴˷ϟ˶ϭ˴ ή˶ Ϝ˴ ˸ϨϤ˵ ˸ϟ΍
³Orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka
mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari
perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.´ [Al Hajj 41]
Luqman juga menyuruh anaknya untuk menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah perbuatan
mungkar dan bersabar terhadap resiko yang mungkin dihadapi karena itu.

·˶ Ϛ
˴ Α˴ Ύ˴λ΃˴ Ύ˴ϣ ϰ˴Ϡϋ
˴ ˸ήΒ˶ ˸λ΍˴ϭ ή˶ Ϝ˴ ˸ϨϤ˵ ˸ϟ΍ Ϧ
˶ϋ˴ ˴Ϫ˸ϧ΍˴ϭ ϑ
˶ ϭ˵ή˸όϤ˴ ˸ϟΎ˶Α ˸ήϣ˵ ˸΃ϭ˴ Γ˴ ϼ˷μ
˴ ϟ΍ Ϣ˶ ϗ˶ ΃˴ ϲ
˴˷ ˴ϨΑ˵ Ύ˴ϳ Ϛ
˴ ϟ˶Ϋ˴ ϥ
˴˷
έ˶ Ϯ˵ϣϷ΍ ϡ˶ ˸ΰϋ
˴ ˸Ϧϣ˶
Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka
dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya
yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah½.´ [Luqman 17]
Jika kita tidak mau melaksanakan amar ma¶ruf nahi munkar, maka Allah akan menyiksa kita
dengan pemimpin yang zhalim dan menindas kita dan tidak mengabulkan segala doa kita:
Hendaklah kamu beramar ma'ruf (menyuruh berbuat baik½ dan bernahi mungkar (melarang
berbuat jahat½. Kalau tidak, maka Allah akan menguasakan atasmu orang-orang yang paling jahat
di antara kamu, kemudian orang-orang yang baik-baik di antara kamu berdo'a dan tidak
dikabulkan (do'a mereka½. (HR. Abu Zar½
Allah mengutuk para pendeta Yahudi dan Nasrani karena mereka meninggalkan amar ma¶ruf dan
nahi munkar dan menyiksa mereka dengan bencana dan malapetaka.
Wahai segenap manusia, menyerulah kepada yang ma'ruf dan cegahlah dari yang mungkar
sebelum kamu berdo'a kepada Allah dan tidak dikabulkan serta sebelum kamu memohon
ampunan dan tidak diampuni. Amar ma'ruf tidak mendekatkan ajal. Sesungguhnya para robi
Yahudi dan rahib Nasrani ketika mereka meninggalkan amar ma'ruf dan nahi mungkar, dilaknat
oleh Allah melalui ucapan nabi-nabi mereka. Mereka juga ditimpa bencana dan malapetaka.
(HR. Ath-Thabrani½

Kita wajib melakukan amar ma¶ruf dan nahi mungkar serta saling nasehat-menasehati. Tidak ada
yang maksum selain Nabi. Oleh karena itu, manusia biasa, ustadz, ulama, atau murobbi dan
sebagainya, jika keliru, kita wajib mengkoreksinya. Jika tidak, maka nasib kita seperti para Rabi
Yahudi dan Rahib Nasrani yang dilaknat Allah. Jika kemaksiatan dan kemungkaran merajalela,
maka Allah menurunkan siksa yang tidak hanya menimpa orang yang zalim saja.

Ώ
˶ Ύ˴Ϙό˶ ˸ϟ΍ Ϊ˵ ϳ˶Ϊη
˴ Ϫ˴ Ϡ˴˷ϟ΍ ϥ
˴˷ ΃˴ ΍Ϯ˵ϤϠ˴˸ϋ΍˴ϭ Δ˱ λ
˴˷ Ύ˴Χ ˸ϢϜ˵ ˸Ϩϣ˶ ΍Ϯ˵ϤϠ˴χ
˴ Ϧ
˴ ϳ˶άϟ˴˷΍ Ϧ
˴˷ Β˴ ϴ˶μΗ˵ ϻ Δ˱ Ϩ˴ ˸Θ˶ϓ ΍Ϯ˵ϘΗ˴˷΍˴ϭ
³Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim
saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.´ [Al Anfaal 25]
Bahkan pada shalat pun meski kita telah memilih Imam (pemimpin½ yang paling alim dan paling
saleh misalnya seperti Nabi Muhammad, tetap saja kita berkewajiban mengingatkan Imam jika
mereka salah atau lupa dalam shalat. Apalagi jika manusia itu di bawah level Nabi seperti wali,
ulama, murobi, dan sebagainya. Ini Nabi sendiri yang memerintahkan.
Bahkan Nabi menyatakan bahwa jihad paling utama adalah menyampaikan kebenaran di depan
penguasa yang zalim dan kejam meski dia menanggung resiko hukuman yang amat berat.

cc
Jihad paling afdhol ialah menyampaikan perkataan yang adil di hadapan penguasa yang zalim
dan kejam. (HR. Aththusi dan Ashhabussunan½
Nabi menyatakan bahwa jika kita melihat kemungkaran, hendaknya kita merubah dengan tangan
kita. Jika tidak mampu dengan lisan (ucapan½ atau pun tulisan kita. Jika tidak mampu juga
dengan hati (diam dan membenci dalam hati½. Namun itu adalah selemah-lemahnya iman.
Dengan hati ini artinya membenci dalam hati. Jika mampu dia akan merubahnya dengan lisan
atau pun tangan.
³Barangsiapa melihat suatu kemungkaran hendaklah ia merobah dengan tangannya. Apabila
tidak mampu, hendaklah dengan lidahnya (ucapan½, dan apabila tidak mampu juga hendaklah
dengan hatinya dan itulah keimanan yang paling lemah. (HR. Muslim½
Sayang saat ini sebagian ummat Islam yang untuk diam saja tidak mampu. Melainkan turut serta
mendukung kemungkaran baik dengan lisan/tulisan mau pun tangan.. Sebagai contoh meski
Neoliberalisme yang diusung kaum kapitalis Yahudi dan Nasrani bertentangan dengan Islam,
sebagian ummat Islam justru mendukungnya karena kebodohannya. Begitu juga aliran sesat
banyak yang berkembang dan didukung keberadaannya oleh sebagian Muslim.
Ashobiyyah/fanatisme golongan/nasionalis me kebablasan yang memecah-belah ummat Islam di
seluruh dunia hingga saling bunuh satu sama lain juga harus dicegah sekuat kita.

Seandainya seseorang dapat hidayah melalui kita, maka itu sangat baik bagi kita.
³Apabila Allah memberi hidayah kepada seseorang melalui upayamu, itu lebih baik bagimu
daripada apa yang dijangkau matahari sejak terbit sampai terbenam.(HR. Bukhari dan Muslim½
Nabi berkata bahwa bukanlah dari golongan Nabi orang yang tidak mau beramar ma¶ruf nahi
munkar.
Bukanlah dari golongan kami orang yang tidak mengasihi dan menyayangi yang lebih muda,
tidak menghormati orang yang lebih tua, dan tidak beramar ma'ruf dan nahi mungkar. (HR.
Tirmidzi½
Tentu saja dalam beramar ma¶ruf nahi mungkar kita harus melakukannya dengan cara sebaik-
baiknya sehingga tidak menyebabkan orang banyak menjauh.
Permudahlah (segala urusan½, jangan dipersulit dan ajaklah dengan baik, jangan menyebabkan
orang menjauh. (HR. Bukhari½
Allah mengajarkan kita untuk berdebat dengan cara yang paling baik.

΍Ϯ˵ϟΩ˶ Ύ˴ΠΗ˵ ϻ˴ϭ ˸ϢϬ˵ ˸Ϩϣ˶ ΍Ϯ˵ϤϠ˴χ


˴ Ϧ
˴ ϳ˶άϟ˴˷΍ ϻ˶· Ϧ
˵ ˴δ˸Σ΃˴ ϲ
˴ ϫ˶ ϲ˶Θϟ˴˷Ύ˶Α ϻ˶· Ώ
˶ Ύ˴ΘϜ˶ ˸ϟ΍ Ϟ
˴ ˸ϫ΃˴
Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik,
kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka..´ [Al µAnkabuut 46]

Β˶ γ
˴ ϰ˴ϟ·˶ ω
˵ ˸Ω΍˵Ϧδ
˴ ˸Σ΃˴ ϲ
˴ ϫ˶ ϲ˶Θϟ˴˷Ύ˶Α ˸ϢϬ˵ ˸ϟΩ˶ Ύ˴Οϭ˴ Δ˶ Ϩ˴ δ
˴Τ
˴ ˸ϟ΍ Δ˶ ψ
˴ϋ˶ ˸ϮϤ˴ ˸ϟ΍˴ϭ Δ˶ Ϥ˴ ˸ϜΤ
˶ ˸ϟΎ˶Α Ϛ
˴ Α˶˷˴έ Ϟ
˶ϴ
³Serulah manusia kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah
mereka dengan cara yang baik...´ [An Nahl 125]
Bahkan jika perlu, karena menolaknya dengan cara yang sangat baik, akhirnya orang yang kita
cegah itu berubah jadi teman yang setia.

ϲ˶Θϟ˴˷Ύ˶Α ˸ϊϓ˴ ˸Ω΍ Δ˵ Ό˴ ϴ˶˷δ


˴˷ ϟ΍ ϻ˴ϭ Δ˵ Ϩ˴ δ
˴Τ˴ ˸ϟ΍ ϱ˶Ϯ˴Θ˸δΗ˴ ϻ˴ϭ Ϫ˵ ϧ˴˷΄˴ϛ˴ ˲Γϭ˴ ΍˴Ϊϋ
˴ Ϫ˵ Ϩ˴ ˸ϴΑ˴ ϭ˴ Ϛ
˴ Ϩ˴ ˸ϴΑ˴ ϱ˶άϟ˴˷΍ ΍˴ΫΈ˶ϓ˴ Ϧ
˵δ
˴ ˸Σ΃˴ ϲ
˴ ϫ˶
Σ
˴ ˲ϲ˷ ϟ˶ϭ˴ ˲Ϣϴ˶Ϥ Ϣ˳ ϴ˶ψϋ ˴ φ ˳˷ Σ
˴ ϭ˵Ϋ ϻ˶· Ύ˴ϫΎ˷Ϙ˴ Ϡ˴ϳ˵ Ύ˴ϣϭ˴ ΍ϭ˵ήΒ˴ λ
˴ Ϧ ˴ ϳ˶άϟ˴˷΍ ϻ˶· Ύ˴ϫΎ˷Ϙ˴ Ϡ˴ϳ˵ Ύ˴ϣϭ˴

cc
³Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan.. Tolaklah (kejahatan itu½ dengan cara yang lebih
baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah
menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada
orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang
mempunyai keuntungan yang besar.´ [Fushshilat 34-35]
Tentu saja jika kita diserang, kita wajib membela diri. Namun dengan cara-cara yang baik
sehingga orang banyak yang simpati. Bukan dengan cara yang menimbulkan kebencian orang
banyak. Nabi Muhammad SAW sudah membuktikannya sehingga orang yang dulu jadi
musuhnya seperti Umar ra, Khalid bin Walid, Wahsyi, Abu Sofyan, dan sebagainya berubah
menjadi sahabatnya.
Tidaklah seharusnya orang menyuruh yang ma'ruf dan mencegah yang mungkar kecuali
memiliki tiga sifat, yakni lemah-lembut dalam menyuruh dan dalam melarang (mencegah½,
mengerti apa yang harus dilarang dan adil terhadap apa yang harus dilarang. (HR. Ad-Dailami½
Tapi untuk melakukan amar ma¶ruf nahi munkar, kita harus melaksanakannya dulu. Ibda bi
nafsik! Mulailah dari diri kita sendiri, kemudian baru menyuruh orang lain. Jika tidak, resikonya
adalah dilempar ke neraka.
Pada hari kiamat seorang dihadapkan dan dilempar ke neraka. Orang-orang bertanya, "Hai Fulan,
mengapa kamu masuk neraka sedang kamu dahulu adalah orang yang menyuruh berbuat ma'ruf
dan mencegah perbuatan mungkar?" Orang tersebut menjawab, "Ya benar, dahulu aku menyuruh
berbuat ma'ruf, sedang aku sendiri tidak melakukannya. Aku mencegah orang lain berbuat
mungkar sedang aku sendiri melakukannya. " (HR. Muslim½
Dalam memberi nasehat juga harus ada hari liburnya agar mereka tidak jenuh/bosan.

Nabi meniadakan pemberian pelajaran untuk beberapa hari karena khawatir kejenuhan kami.
(HR. Ahmad½
Allah baru menyiksa manusia jika mereka sudah tidak mau mencegah kemungkaran yang ada di
hadapannya.
Sesungguhnya Allah 'Azza wajalla tidak menyiksa orang awam karena perbuatan dosa orang-
orang yang khusus sehingga mereka melihat mungkar di hadapan mereka dan mereka mampu
mencegahnya, tetapi mereka tidak mencegahnya. Kalau mereka berbuat demikian maka Allah
menyiksa yang khusus dan yang awam seluruhnya. (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani½
Orang yang paling tinggi kedudukannya di sisi Allah adalah orang yang paling banyak
menasehati sesama (tentunya sesudah dia sendiri mengamalkannya½ .
Orang yang paling tinggi kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat ialah yang paling banyak
berkeliling di muka bumi dengan bernasihat kepada manusia (makhluk Allah½. (HR. Ath-
Thahawi½
Perintah Allah jelas: Menyuruh orang berbuat baik dan mencegah perbuatan yang mungkar.
Pada suatu hari Rasulullah Saw bersabda kepada para sahabatnya: "Kamu kini jelas atas petunjuk
dari Robbmu, menyuruh kepada yang ma'ruf, mencegah dari yang mungkar dan berjihad di jalan
Allah. Kemudian muncul di kalangan kamu dua hal yang memabukkan, yaitu kemewahan hidup
(lupa diri½ dan kebodohan. Kamu beralih kesitu dan berjangkit di kalangan kamu cinta dunia.
Kalau terjadi yang demikian kamu tidak akan lagi beramar ma'ruf, nahi mungkar dan berjihad di
jalan Allah. Di kala itu yang menegakkan Al Qur'an dan sunnah, baik dengan sembunyi maupun
terang-terangan tergolong orang-orang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam. (HR. Al
Hakim dan Tirmidzi½

cc
Namun tidak jarang orang karena kemewahan hidup dan cinta dunia akhirnya tidak mau lagi
beramar ma¶ruf nahi munkar. Bahkan karena mendapat uang atau jabatan, tidak segan-segan
mereka justru mendukung kemungkaran dan mencegah perbuatan baik.
³Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan.
Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh
mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar...´ [An Nuur 21]
Semoga kita semua diberi kekuatan oleh Allah SWT sehingga bisa mengerjakan perbuatan baik
dan menjauhi kemungkaran serta mengajarkannya kepada orang lain.

cc