Sunteți pe pagina 1din 17

Laksanakan Amar Makruf Nahi

Munkar

SHAUM RAMADHAN DAN AMAR


MARUF NAHI MUNGKAR








1 H. Masoed Abidin

Hikmah Ramadhan

.
.





Di hari yang penuh berkah ini, mari kita
menghadapkan hati kita kepada Allah, membuka hati
dan pikiran untuk sejenak menyi-mak nasehat
khutbah yang kami harapkan dapat menambahkan
ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu Wata'ala.
2 H. Masoed Abidin

Laksanakan Amar Makruf Nahi


Munkar
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah. Jika kita
perhatikan apa yang terjadi saat ini di tengah
masyarakat Muslimin, maka kita akan mendapatkan
fenomena yang seharusnya menjadikan kita semua
prihatin akan umat yang telah melampaui batas.
Sekian banyak bentuk kesyirikan, kezhaliman,
kejahatan, kemaksiatan yang dengan begitu mudah
kita temukan di sekitar kita. Bahkan dukun, para
normal, tukang ramal, dan orang-orang semacam itu,
terang-terangan melakukan praktek kesyirikan telah
dianggap sebagai tokoh panutan dan memiliki tempat
terhormat di tengah masyarakat.
Dalam kehidupan juga sudah ditemui ketidak
bisaan menghargai nyawa seseorang, tidak bisa
menghargai harta orang lain, dan bahkan tidak bisa
menghargai kehormatan manusia. Padahal itu semua
telah dilindungi oleh Islam, dan tidak boleh diganggu
sama sekali.
Semua terjadi karena akibat telah meninggalkan
Agama yang hanif ini, dengan menuruti hawa nafsu,
3 H. Masoed Abidin

Hikmah Ramadhan
atau terpedaya oleh bujuk rayu setan di tengah
gemerlapan kehidupan dunia.
Di sisi lain, kaum Muslimin tidak pula memiliki rasa
empati dan kepedulian terhadap saudara sesama
Muslim, sehingga segala bentuk kemungkaran semakin
hari tumbuh subur. Sebaliknya, segala kebaikan mulai
terkikis dihadapan manusia. Orang-orang yang ingin
selalu konsisten dan istiqamah menjalankan Agama
dengan benar menjadi asing di tengah masyarakatnya.
Sikap keIslaman yang baik terkesan batil. Amalan
sunnah sesuai contoh Rasulullah dianggap sikap
beragama yang ekstrim. Sebaliknya, bidah dianggap
sebagai jalan kebenaran sejati. Semua itu terjadi
karena tolak ukur beragama adalah perasaan dan
kesukaan manusia, bukan keridhaan Allah.

.

"Barangsiapa yang mencari ridha Allah dengan
(mengacuhkan) kebencian manusia maka Allah akan
4 H. Masoed Abidin

Laksanakan Amar Makruf Nahi


Munkar
mencukupkannya dari beban manusia, dan
barangsiapa yang mencari ridha manusia dengan
(mengesampingkan) kemurkaan Allah maka Allah
akan menguasakan manusia atas dirinya." (HR. atTirmidzi no. 2414 dan dishahihkan oleh al-Albani).
Bila kemungkaran yang telah dianggap biasa di
tengah masyarakat, sehingga yang baik menjadi suatu
yang dianggap aneh. Orang yang rajin shalat
berjamaah aneh. Kaum Muslimah yang mengenakan
hijab sesuai syariat aneh. Rajin ketempat-tempat
pengajian aneh. Mengamalkan agama dengan kaffah
juga dianggap aneh. Semua yang sebenarnya tepat
sebagaimana yang diridhai Allah, menjadi suatu yang
aneh dan asing. Sungguh benar Rasulullah Sallallahu
'Alahi Wasallam manakala beliau bersabda,

5 H. Masoed Abidin

Hikmah Ramadhan
"Islam mulanya dianggap aneh (asing) dan akan
kembali dianggap asing seperti semula. Maka
kabar gembira yang besar bagi orang-orang yang
dianggap aneh (asing), yaitu, orang-orang yang
memperbaiki (menjalankan dengan baik) perkaraperkara Sunnahku yang telah dirusak setelahku
oleh orang-orang." (HR. Ahmad dan Muslim).
Adalah tugas dan kewajiban setiap Muslim untuk
selalu menjaga kemurnian Agama, dengan senantiasa
menegakkan kebenaran dan mencegah setiap bentuk
kemungkaran. Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam
telah bersabda :









6 H. Masoed Abidin

Laksanakan Amar Makruf Nahi


Munkar







.






"Perumpamaan orang yang teguh dalam
menjalankan hukum-hukum Allah dan orang yang
terjerumus di dalamnya, adalah seperti
sekolompok orang yang berada di dalam sebuah
kapal, ada yang mendapatkan tempat di atas
melewati orang-orang yang di atas, dan ada yang
memperoleh tempat di bawah. Sedang yang di
bawah jika mereka membutuhkan air minum,
mereka harus naik ke atas, maka mereka berkata:
'Lebih baik kita melobangi tempat di bagian kita
ini, supaya tidak mengganggu kawan-kawan kita
yang di atas'. Rasulullah bersabda, 'Maka jika
mereka yang di atas membiarkan mereka, pasti
binasalah semua orang yang ada di dalam perahu
tersebut, namun apabila mereka mencegahnya
mereka semua akan selamat'." (HR. Al-Bukhari no.
2493).

7 H. Masoed Abidin

Hikmah Ramadhan
Bila kita renungkan dengan dalam perumpamaan
agung yang disabdakan oleh Nabi Sallallahu 'Alahi
Wasallam ini, tentang sebab-sebab kemuliaan dan

kerusakan yang akan terjadi berdasarkan wahyu dari


Allah Subhanahu Wata'ala, maka kita mendapatkan
gambaran yang jelas tentang keutamaan mengajak
orang kepada kebaikan dan mencegah dari perbuatan
jahat dan mungkar, yang kita kenal dalam istilah

Amar Ma`ruf Nahi Munkar. Allah Subhanahu


Wata'ala berfirman,

"Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan


untuk manusia, karena menyuruh kepada yang
ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan
beriman kepada Allah." (Ali Imran:110).
Al-Allamah As-Sa'di mengomentari ayat ini
dengan mengatakan; "Allah Subhanahu Wata'ala

memuji umat ini sebagai umat yang paling baik yang


Allah ciptakan untuk umat manusia. Dan itu, karena
8 H. Masoed Abidin

Laksanakan Amar Makruf Nahi


Munkar
Allah menyempurnakan Iman bagi diri mereka, yang
dengan iman itu mereka melaksanakan apa-apa yang
diperintahkan Allah, dan menyempurnakan mereka
untuk orang lain dengan amar ma'ruf dan nahi
munkar, yang di sana mencakup mendakwahi manusia
untuk kembali kepada Allah. Dengan inilah maka umat
Islam ini adalah umat terbaik."
Dan sebaliknya Allah melaknat orang-orang yang
kafir dari kalangan Ahli Kitab, karena mereka
membiarkan kemungkaran terjadi di tengah mereka.
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman,




"Telah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Israil
melalui lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang
demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan
9 H. Masoed Abidin

Hikmah Ramadhan
selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain
tidak saling melarang tindakan munkar yang
mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa
yang selalu mereka perbuat itu." (Al-Ma`idah: 7879).
Membiarkan kemungkaran dan kemaksiatan
adalah salah satu sifat orang-orang yang dilaknat
Allah. Al-Allamah as-Sa'di rahimahullah berkata,
setelah menafsirkan ayat ini, "Perbuatan diam

terhadap kemungkaran, menunjukkan sikap


meremehkan perintah Allah, sehingga berbuat
maksiat kepadaNya menjadi suatu yang ringan.
Seandainya mereka memiliki rasa pengagungan
kepada Rabb mereka, niscaya mereka tidak akan
menabrak apa-apa yang diharamkan Allah, dan
niscaya mereka akan menjauh dari apa yang dimurkai
Allah. Sesungguhnya diam terhadap kemungkaran
adalah sikap yang mendatangkan hukuman (bencana).
Mendiamkan kemungkaran akan menimbulkan
kerusakan-kerusakan yang besar:
Di antaranya : Meremehkan dan menganggap enteng
kemaksiatan, akan melahirkan masyarakat bobrok.
10 H. Masoed Abidin

Laksanakan Amar Makruf Nahi


Munkar
Di antaranya : Tumbuh berani dan gemar melakukan
maksiat terang-terangan, hilang rasa aman.
Di antaranya : Bila kemungkaran hidup subur, maka
ilmu Agama semakin redup di tengah masyarakat.
Akibatnya kejahilan akan merajalela.
Di antaranya : Mendiamkan maksiat menyebabkan
kebiasaan buruk akan dipandang bagus" (Dikutip dari
Tafsir as-Sa'di secara ringkas dan adaptasi, Ali Imran:
78-79).

Amar Ma'ruf Nahi Munkar adalah kewajiban


setiap Muslim yang paling utama, yang akan menjadi
jalan keselamatan dan menghindarkan dari murka
Allah, di dunia maupun di akhirat. Amar Ma'ruf Nahi

Munkar harus tegak, dalam individu, keluarga,


masyarakat, nasional bahkan interna-sional. Kita
harus senantiasa ingat bahwa Amar Ma'ruf Nahi

Munkar adalah perintah Allah Subhanahu Wata'ala,


yang menjanjikan keberuntungan.

11 H. Masoed Abidin

Hikmah Ramadhan







"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan
orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh
kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang
munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.
(Ali Imran: 104).
Amar ma'ruf nahi munkar adalah salah satu di
antara sifat-sifat Mukmin sejati, yang menjanjikan
rahmat bagi mereka. Allah Subhanahu berfirman,





"Dan orang-orang Mukmin, lelaki dan perempuan,
sebagian mereka menjadi penolong sebagian yang
12 H. Masoed Abidin

Laksanakan Amar Makruf Nahi


Munkar
lain, mereka menyuruh (mengerjakan) yang
ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan
Shalat, menunaikan Zakat dan mereka taat
kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan
diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah
Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (At-Taubah: 71).
Coba kita simak dengan baik sabda Rasulullah
Sallallahu 'Alahi Wasallam berikut ini. Dari Ibnu

Mas'ud radiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah


Sallallahu 'Alahi Wasallam bersabda,







13 H. Masoed Abidin

Hikmah Ramadhan





.








"Tidaklah seorang Nabi yang diutus oleh Allah
sebelumku, melainkan dari umatnya, dia memiliki
para pembela yang setia dan sahabat-sahabat
yang mengikuti Sunnahnya dan mengikuti
perintahnya, kemudian setelah itu datanglah
orang-orang yang mengatakan apa yang tidak
mereka perbuat, dan justru melakukan apa yang
tidak diperintahkan kepada mereka. Maka
barangsiapa yang memerangi mereka dengan
tangannya, maka dia adalah seorang Mukmin,
barangsiapa yang memerangi mereka dengan
lisannya, maka dia juga seorang Mukmin, dan
barangsiapa yang memerangi mereka dengan
hatinya, maka dia juga seorang Mukmin, dan tidak
ada iman yang lebih rendah dari itu meskipun
sebesar biji sawi." (HR. Muslim no. 50).
Kita memohon kepada Allah agar diberi kekuatan

bashirah, kekuatan hati, kekuatan ilmu, kekutan lisan


untuk membedakan antara yang hak dan yang batil.
Kemudian bersama-sama menegakkan yang ma'ruf dan
14 H. Masoed Abidin

Laksanakan Amar Makruf Nahi


Munkar
memberantas segala bentuk kemungkaran. Semoga
Allah menggolongkan kita sebagai Mukmin sejati.








KHUTBAH KEDUA :

) :

(




15 H. Masoed Abidin

Hikmah Ramadhan








.





16 H. Masoed Abidin

Laksanakan Amar Makruf Nahi


Munkar









.

.




17 H. Masoed Abidin