Sunteți pe pagina 1din 10

AUTISME

1. DEFINISI Autisme merupakan ganguan perkembangan fungsi otak yang mencakup bidang sosial dan afek, komunikasi verbal (bahasa) dan non verbal, imajinasi, fleksibilitas, lingkup interest (minat), kognisi dan atensi. Ini suatu kelainan dengan ciri perkembangan terlambat atau yang abnormal dari hubungan sosial dan bahasa. Autisme adalah suatu gangguan perkembangan yang kompleks, yang biasanya muncul pada usia 1 ! tahun."anda tanda autisme biasanya muncul pada tahun pertama dan selalu sebelum anak berusia ! tahun.Autisme # $ kali lebih sering ditemukan pada anak laki laki. 2. ETIOLOGI %anyak pakar telah sepakat bah&a pada otak anak autisme dijumpai suatu kelainan pada otaknya. Ada tiga lokasi diotak yang ternyata mengalami kalainan neuro anatomis. Apa sebabnya sampai timbul kelainan tersebut memang belum dapat dipastikan. %anyak teori yang diajukan oleh para pakar, kekurangan nutrisi dan oksigenasi, serta akibat polusi udara, air dan makanan. 'iyakini bah&a ganguan tersebut terjadi pada fase pembenukan organ organ (organogenesis) yaitu pada usia kehamilan antara ( $ bulan. )rgan otak sendiri baru terbentuk pada usia kehamilan setelah 1* minggu. 'ari penelitian yang dilakukan oleh para pakar dari banyak negara diketemukan beberapa fakta yaitu adanya kelainan anatomis pada lobus patietalis, cerebellum dan sistem limbiknya. $! + penyandang autisme mempunyai kelainan pada lobus parietalis otaknya, yang menyebabkan anak cuek terhadap lingkungannya. ,elainan juga ditemukan pada otak kecil (cerebellum), terutama pada lobus ke -I dan -II. )tak kecil bertanggung ja&ab atas proses sensoris, daya ingat, berfikir, belajar berbahasa dan proses atensi (perhatian). .uga didapatkan jumlah sel /urkinye di otak kecil yang sangat sedikit, sehingga terjadi gangguan keseimbangan serotonin dan dopamine, akibatnya terjadi gangguan atau kekacauan lalu lalang impuls di otak. 'itemukan pula kelainan yang khas didaerah sistem limbik yang disebut hippocampus dan amygdale. Akibatnya terjadi gangguan fungsi kontrol terahadap agresi dan emosi. Anak kurang dapat mengendalikan emosinya, seringkali terlalu agresif atau sangat pasif. Amygdala juga bertanggung ja&ab terhadap berbagai rangsang sensoris seperti pendengaran, penglihatan, penciuman, perabaan, rasa dan rasa takut. 0ippocampus bertanggung ja&ab terhadap fungsi belajar dan daya ingat. "erjadilah kesulitan penyimpanan informasi baru. /erilaku yang diulang ulang yang aneh dan hiperaktif juga disebabkan gangguan hippocampus.

1aktor genetika diperkirakan menjadi penyebab utama dari kelainan autisme, &alaupun bukti bukti yang konkrit masih sulit ditemukan. 2emang ditengarai adanya kelainan kromosom pada anak autisme, namun kelainan itu tidak berada pada kromosom yang selalu sama. /enelitian masih terus dilakukan sampai saat ini. 'isamping faktor genetika ini, diperkirakan masih banyak faktor pemicu yang berperan dalam timbulnya gejala autisme. /ada kehamilan trimester pertama, yaitu ( $ bulan, factor pemicu ini bias terdiri dari 3 infeksi ( toksoplasmosis, rubella, candida, dsb) logam berat (/b, Al, 0g dan 4d), 5at adiif (267, pasa&at, pe&arna, dsb), alergi berat, obat obatan, jamu peluntur, muntah muntah hebat (hiperemesis) perdarahan berat, dll. /ada proses kelahiran yang lama (partus lama) dimana terjadi gangguan nutrisi dan oksigenasi pada janin, pemakaian forsep, dll dapat memicu terjadinya austisme. %ahkan sesudah lahir (post partum) juga dapat terjadi pengaruh dari berbagai pemicu, misalnya 3 infeksi ringan berat pada bayi, imunisasi 228 dan hepatitis % (mengenai # jenis imunisasi ini masih controversial), logam berat, 267, 5at pe&arna, 5at penga&et, protein susu sapi (kasein) dan protein tepung terigu (gluten). "umbuhnya jamur yang berlebihan di susu anak sebagai akibat dari pemakaian antibiotika yang berlebihan, dapat menyebabkan terjadinya 9kebocoran: usus (leaky get syndrome) dan tidak sempurnanya pencernaan kasein dan gluten. ,edua protein ini hanya terpecah sampai polipeptida. /olipeptida yang timbul dari kedua protein tersebut terserap kedalam aliran darah dan menimbulkan 9efek morfin: pada otak anak. 2asih ada sesuatu kelainan yang disebut sebagai 6ensory Interpretation ;rrors yang juga menyebabkan terjadinya gejala autisme. 8angsangan sensoris yang berasal dari reseptor visual, auditori dan taktil, mengalami proses yang kacau di otak anak, sebagai timbul persepsi yang semra&ut, kacau atau berlebihan, yang pada akhirnya menyebabkan kebingungan dan ketakutan pada anak. Akibatnya anak menarik diri dari lingkungan yang <menakutkan= tersebut. 3. GEJALA Gejala dapat dibagi atas gejala 7angguan perilaku dan 7angguan intelektual, dan 'apat disertai oleh gangguan fisik. ,ecerdasan sering diukur (eses) melalui perkembangan non verbal, karena terdapat gangguan bahasa. 'idapatkan I> diba&ah ?( pada ?( + penderita, dan diba&ah *( pada *( +. @amun sekitar * + mempunyai I> diatas 1((. Sifat sifat lai!!"a "a!g biasa dite#$%a! pada a!a% a$tis& 6ulit bergabung dengan anak anak yang lain "erta&a atau cekikikan tidak pada tempatnya 2enghindari kontak mata atau hanya sedikit melakukan kontak mata 2enunjukkan ketidakpekaan terhadap nyeri

Aebih senang menyendiri, menarik diri dari pergaulan, tidak membentuk hubungan pribadi yang terbuka .arang memainkan permainan khayalan 2emutar benda "erpaku pada benda tertentu, sangat tergantung kepada benda yang sudah dikenalnya dengan baik 6ecara fisik terlalu aktif atau sama sekali kurang aktif "idak memberikan respon terhadap cara pengajaran yang normal "ertarik pada hal hal yang serupa, tidak mau menerimaBmengalami perubahan "idak takut akan bahaya "erpaku pada permainan yang ganjil ;kolalia (mengulang kata kata atau suku kata) "idak mau dipeluk "idak memberikan respon terhadap kata kata, bersikap seolah olah tuli 2engalami kesulitan dalam mengungkapkan kebutuhannya melalui kata kata, lebih senang meminta melalui isyarat tangan atau menunjuk .engkelBkesal membabi buta, tampak sangat rusuh untuk alasan yang tidak jelas 2elakukan gerakan dan ritual tertentu secara berulang (misalnya bergoyang goyang atau mengepak ngepakkan lengannya) Anak autis mengalami keterlambatan berbicara, mungkin menggunakan bahasa dengan cara yang aneh atau tidak mampu bahkan tidak mau berbicara sama sekali. .ika seseorang berbicara dengannya, dia akan sulit memahami apa yang dikatakan kepadanya. Anak autis tidak mau menggunakan kata ganti yang normal (terutama menyebut dirinya sebagai kamu, bukan sebagai saya). /ada beberapa kasus mungkin ditemukan perilaku agresif atau melukai diri sendiri. ,emampuan motorik kasarBhalusnya ganjil (tidak ingin menendang bola tetapi dapat menyusun balok).

'. (A)A(TE)ISTI(. A!a% a$sti% #e#p$!"ai #asala*+ ga!gg$a! dala# bida!g & a. ,omunikasi /erkembangan bahasa lambat atau sama sekali tidak ada Anak tampak seperti tuli, sulit berbicara atau pernah berbicara tapi kemudian sirna kadang kata kata yang digunakan tidak sesuai artinya 2engoceh tanpa arti berulang ulang, dengan bahasa yang tidak dapat dimengerti orang lain %icara tidak dipakai untuk alat komunikasi 6enang meniru atau membeo (echoladia) %ila senang meniru hafal benar kata kata atau nyanyian tersebut tanpa mengerti artinya 6ebagian dari anak ini tidak berbicara (non vebal) atau sedikit berbicara (kurang verbal) sampai usia de&asa 6enang menarik narik tangan orang lain untuk melakukan apa yang ia inginkan,

misalnya bila ingin meminta sesuatu. b. Interaksi 6osial /enyandang autistic lebih suka menyendiri "idak ada atau sedikit kontak mata, menghindar untuk bertatapan "idak tertarik untuk bermain bersama teman %ila diajak bermain ia tidak mau dan menjauh. ,. 7angguan 6ensoris 6angat sensitive terhadap sentuhan, seperti tidak suka dipeluk %ila mendengar suara keras langsung menutup telinga 6enang mencium cium, menjilat mainan atau benda benda "idak sensitif terhadap rasa sakit dan rasa takut. d. /ola %ermain "idak bermain seperti anak anak pada umumnya "idak suka bermain dengan anak anak sebayanya "idak kreatif, tidak imajinatif "idak bermain sesuai fungsi mainan misalnya sepeda dibalik lalu rodanya diputar putar 6enang akan benda benda yang berputar, seperti kipas angin, roda sepeda 'apat sangat lekat dengan benda benda tertentu yang dipegang terus dan diba&a kemana mana. e. /erilaku 'apat berperilaku berlebihan (hiperaktif) atau kekurangan (hipoaktif) 2emperlihatkan prilaku stimulasi diri seperti bergoyang goyang, mengepakan tangan seperti burung, berputar putar, mendekatkan mata ke pesa&at "-, lariB berjalan bolak balik, melakukan gerakan berulang ulang "idak suka pada perubahan 'apat pula duduk bengong dengan tatapan kosong. f. ;mosi 6ering marah marah tanpa alasan yang jelas, terta&a ta&a, menengis tanpa alasan "emper tantrum (mengamuk tak terkendali) jika dilarang atau tidak diberikan keinginannya ,adang suka menyerang dan merusak ,adang kadang anak berperilaku yang menyakiti dirinya sendiri "idak mempunyai empati dan tidak mengerti perasaan orang lain. -. .ENGELOM.O(AN AUTISME Autisme dikelompokkan menjadi !, yaitu 3 a. Autisme /ersepsi Autisme ini dianggap sebagai autisme asli dan disebut autisme internal karena kelainan

sudah timbul sebelum lahir. b. Autisme 8eaksi Autisme ini biasanya mulai terlihat pada anak anak usia lebih besar (C ? tahun) sebelum anak memasuki memasuki tahap berfikir logis. "etapi bisa juga terjadi sejak usia minggu minggu pertama. /enderita autisme reaktif ini bisa membuat gerakan gerakan tertentu berulang ulang dan kadang kadang disertai kejang kejang. ,. Autisme yang "imbul ,emudian "ip tip untuk mengelola penderita anak autisme, berikut ini 3 2enentukan terlebih dulu masalah penyimpangan perilaku dan perilaku yang mana kira kira yang perlu ditingkatkan 2enentukan berapa seringnya penyimpangan perilaku tersebut 2enentukan apa factor pencetus timbulnya penyimpangan perilaku tersbut 2enentukan perubahan mana yang perlu untuk meningkatkan atau mengurangi penyimpangan perilaku 2eyakinkan dan mengusahakan agar semua pihak yang terlibat ikut peduli dengan program tersebut 2emeriksa dan mengusahakan agar semua program yang direncanakan bisa berjalan dengan konsisten 2engadakan penilaian program secara teratur dan jangan terlalu mengharapkan hasilnya dalam &aktu singkat 2engadakan modifikasi atau menghentikan program setelah hasil yang anda harapkan tercapai, ingat, beberapa jenis kelainan perilaku tidak mudah untuk diubah. 6alah seorang ahli manganjurkan ! bulan setelah program dilaksanakan baru dilakukan penilaian apakah berhasil atau gagal 2emberikan permainan rutin dan tetep merupakan jenis pengobatan bagi anak autisme, yang bisa mengurangi kecemasan dan meningkatkan rasa aman dalam dunianya %ergaul akrab dengan penderita, menuntun dalam berjalan, misalnya &aktu berekreasi juga dianjurkan oleh para professional /engobatan secara psikologi dan bermain termasuk yang dianjurkan. /. STIMULUS )EFLE( MOTO)I( 7erakan motorik anak autisme terkadang mengalami gangguan karena sensitivitas indra yang juga terganggu. 'alam banyak hal, reaksi motorik halus dan kasar anak autisme bahkan berlebihan karena persepsi anak normal. "ercatat anak autisme kerap menganggap bah&a segala sesuatu yang ditunjukkan kepadanya merupakan hal buruk yang perlu mereka hindari. )leh karena itu mereka cenderung enggan melakukan berbagai aktivitas bermain secara normal yang memerlukan ketrampilan dan koordinasi motorik yang baik. %uruknya, refleks motorik anak disebabkan oleh rendahnya kadar prekusor seretonin yang disebut triptofan sehingga berefek pada tampilan perilaku anak yang cenderung diantaranya agresif, tantrum dan bahkan phobia terhadap berbagai benda.

0e1#ai! pada A!a% A$tis#e 1). 6arana 2anual "untun anak untuk menaiki sebuah kereta kecil yang ujungnya ditautkan dengan seutas tali. ,emudian tarik tali yang tertaut dengan kereta kecil tadi sehingga kereta kecil tersebut dapat bergerak maju. %erikan kesempatan kepada anak untuk bermain lebih lama jika ia menyukai permainan ini. Ambil sebuah papan luncur atau skate board. "autkan tali pada salah satu sisinya lalu telungkupkan tubuh anak di atasnya dan tarik talinya perlahan sehingga skateboard dapat meluncur atau bergerak ke berbagai arah. /ergunakan papan luncur atau skateboard yang memiliki rem yang berfungsi dengan baik. 'udukkan anak pada kursi putar yang memiliki roda lalu putarlah kursi tersebut atau sorongkan ke arah depan dan belakang secara bergantian. .ika anak menyukai permainan ini, berikan kesempatan kepadanya untuk bermain lebih lama. %imbing anak untuk menaiki balok keseimbangan lalu tuntunia untuk berjalan di atas balok tersebut. Aakukan berulang ulang. Aakukan permainan ini hanya sesuai minat dan mood anak. Dlangi tehnik serupa seperti di atas, akan tetapi kali ini perintahkan anak untuk berjalan lebih cepat dari sebelumnya. Ajak anak untuk melompat lompat di atas tilam yang lunakB empuk. .ika anak menyukai permainan ini, berikan kesempatan bermain yang lebih lama. %imbing dan pegang tangan anak untuk berdiri di atas sebuah potongan bola kayu lalu perintahkan anak untuk menggerakkan tubuhnya agar potongan bola kayu tersebut bergerak gerak. %antu anak untuk mengimbangi gerakan potongan bola kayu tersebut. .ika memiliki mainan berupa tero&ongan tiruan yang terbaru dari plastik. 2intalah kepada anak untuk masuk ke dalam tero&ongan tersebut lalu gulingkan tero&ongan ke arah kanan dan kiri secara bergantian. Aakukan hanya jika kondisi tubuh anak memungkinkan. "untun anak untuk naik ke dalam sebuah perahu mainan yang terbuat dari kayu. 7erakkan perlahan perahu kayu tadi lalu biarkan anak merasakan sensasi yang dihasilkan oleh gerakan perahu. Ajak anak untuk melompat lompat di atas sebuah trampolin. .ika anak menyukai permainan ini, berikan kesempatan kepadanya untuk bermain lebih lama lagi. /ergunakan bola udara raksasa berdiameter E( cm. "elungkupkan tubuh anak di atas bola lalu gerakkan bola kearah kanan dan kiri dan ke arah depan belakang secara perlahan lahan. %erhati hatilah agar anak tidak terjatuh. /ergunakan sebuah mainan plastik berbentuk lingkaran yang bolong pada bagian tengahnya. /erintahkan anak untuk masuk ke dalam lingkaran tadi dan gulingkan lingkaran tadi ke arah depan dan belakang secara perlahan dan bergantian. %erikan kesempatan kepada anak untuk bermain perosotan yang banyak terdapat di taman atau sarana rekreasi lainnya. %iarkan anak bermain selama yang ia kehendaki. Ajak dan temani anak untuk bermain jungkat jungkit yang terdapat di taman atau sarana rekreasi. %erikan kesempatan kepada anak untuk berinteraksi dalam permainan

ini. Ajak dan berikan kesempatan kepada anak untuk menikmati bermain ayunan di taman atau sarana rekreasi. %iarkan anak bermain lebih lama jika ia menyukainya. Ajak dan temani anak untuk bermainayunan yang terbuat dari ban karet. 2ulailah dengan ayunan yang perlahan saja. .ika memungkinkan, kecepatan ayunan dapat ditambah. Ajak dan bimbing anak untuk bermain bola dunia (terrestrial globe) yaitu mainan yang terdiri dari rangka besi berbentuk bola dunia yang dapat diputar. %iasanya terdapat di taman atau sarana rekreasi. .ika tidak terbiasa, akan menyebabkan pusing, sehingga lakukan perlahan lahan saja. Anak juga dapat diajak bermain dengan menggunakan kursi putar yang memiliki roda pada kakinya. %erikan &aktu luang kepada anak untuk bermain sesuka hati dengan kursi tersebut di ba&ah penga&asan orang de&asa. %antu anak untuk berdiri di atas sofa lalu hadapkan dan rapatkan tubuh anak pada sandaran sofa bagian depan. ,emudian telungkupkan tubuhnya sehingga tubuh bagian atas menempel pada sandaransofa bagian depan. .angan paksa anak jika ia tidak berminat melakukan permainan ini. #) 6arana ;lektris Ajak anak berekreasi lalu sertakan anak dalam permainan kuda putar. .ika anak menyukai permainan ini, berikan kesempatan padanya untuk mencoba permainan ini beberapa kali. 6elain permainan kuda putar, sertakan dan temani anak mengikuti permainan <cangkir kopi=, yaitu permainan yang penumpangnya duduk di dalam sebuah cangkir raksasa lalu diputar putarkan searah jarum jam. /ermainan elektris seperti ini sudah jarang ditemukan. )leh karenanya dapat diganti permainan lain yang serupa. 6esekali, anak dapat pula diajak menikmati permainan lainnyaseperti piring raksasa yang digerakkan kekanan dan kakiri dengan kemiringan mencapai !( derajat. /ermainan ini dapat ditemukan diperbagai tempat rekreasi. Ajak dan sertakan anak untuk bermain kereta laying dengan kapasitas 1 # orang. 6esuaikan ketinggian kereta layang dengan kondisi anak. /ada sebagian anak yang sensitive, perkenalkan permainan ini secaraperlahan lahan. .angan dipaksakan. Ajak dan temani anak berjalan jalan keliling kota dengan menggunakan sarana kendaraan umum seperti bis atau kereta api. .ika ada &aktu, lakukan sesering mungkin. Ajak dan perkenalkan juga kepada anak cara penggunaan escalator dan lift yang terdapatdi mal mal besardan digedung gedung perkantoran. /erkenalkan anak pada mainan lainnyayang digerakkan oleh tenaga listrik. 2ainan seperti ini ada yang berputar, bergoyang ke kiri dan kanan, bergerak turun naik keatas dan ba&ah dan terdiri dari berbagai bentuk, seperti kuda, harimau, mobil motor, hingga boneka. 6elain diperkenalkan dengan permainan kereta layang yang berkapasitas 1 # orang, perkenalkan juga permainan keretalayang yang berkapasitas lebih dari 1( orang. Dmumnya, tingkat kecepatan dan ketinggian permainankereta laying jenis ini, lebih dahsyat dari kereta laying lainnya. )leh karena itu, sesuaikan dengan kondisi mental

anak. 2atata! 'alam melakukan permainan, respon yang diberikan setiap anak akan berbeda beda. )leh karena itu, diperlukan beberapa kali pengulangan dalam melakukan setiap permainan. 6esuaikan jenis permainan dengan kondisi fisik dan mental anak. /ada beberapa anak, dimungkinkan terjadi respons buruk berupa perilaku agresif atau hiperaktif. Dntuk itu, diperlukan kehati hatian dalam menyertakan anak dalam setiap tehnik permainan. /astikan kondisi kesehatan anak cukup atau sangatbaik untuk diba&a atau diajak kesarana rekreasi. 0indari kemungkinan anak tersesat atau lepas dari penga&asan orang tua. 3. DIAGNOSA (E.E)A4ATAN I. 0ambatan komunikasi berhubungan dengan kebingungan terhadap stimulus. 0asil yang diharapkan 3 Anak mengkomunikasikan kebutuhannya dengan menggunakan kata kata atau gerakan tubuh yang sederhana,konkret bayi dengan efektif dapat mengkomunikasikan kebutuhannya Intervensi3 1. ,etika berkomunikasi dengan anak, bicaralah dengan kalimat singkat yang terdiri atas satu hingga tiga kata, dan ulangi perintah sesuai yang diperlukan 8asional3kalimat yang sederhana dan diulang ulang mungkin merupakan satu menggembangkan tahap pikiran operasional yang konkret #. 7unakan irama,musik dan gerakan tubuh untuk membantu perkembangan komuniasi sampai anak dapat memahami bahasa 8asional3gerakan fisik dan suara membantu anak mengenali integritas tubuh serta batasan batasannya sehingga mendorongnya berpisah dari objek dan oranag lain !. 6entuh dan gendong bayi,tetapi semampu yang dapat ditoleransi 8asional3menyentuh dan mengendong mungkin tidak membuat bayi yang autistic merasa nyamam

II. 8esiko membahayakan diri sendiri atau orang lain berhubungan dengan ra&at inap di 86 0asil tang diharapkan 3 anak memperlihatkan penurunan kecenderungan melakukan kekerasan yang di tandai oleh frekuensi tantrum dan sikap agresi atau destruksi berkurang, serta peningkatan kemampuan mengatasi frustasi Intervensi3 1. 6ediakan lingkungan kondusif dan sebanyak mungkin rutinitas sepanjang periode pera&atan di 86 8asional3anak yang austistik dapat berkembang melalui lingkunga yang kondusif dan rutinitas,dan biasanya tidak dapat beradaptasi terhadap perubahan dalam hidup mereka.mempertahankan progam yang teratur dapat mencegah perasaan yang frustasi,yang dapat menuntun pada ledakan kekerasan

#. Aakukan intervensi kepera&atan dalam sesi sering dan singkat 8asional3 sesi yang sering dan singkat memungkinkan anak mudah mengenal pera&at serta lingkungan rumah sakit !. 7unakan restrain fisisk selama prosedur ketika membuhtuhkannya 8asional3 ristrain fisik dapat mencegah anak dari tindakan menceridai diri sendiri $. 7unakan teknik modifikasi perilaku yang tepat untuk memhargai perilaku positif dan menghukum perilaku yang negative 8asional3 pemberiaan imbalan dan hukuman dapat membantu mengubah perilaku anak dan mencegah episode kekerasan III. 8esiko perubahan peran orang tua yang berhubungan dengan gangguan 0asil yang diharapkan 3 orang tua mendemontrasikan keterampilan peran menjadi orang tua yang tepat yang di tandai oleh ungkapan keke&atiran mereka tentang kondisi anak dan mencari nasihat serta bantuan Intervensi3 1. Anjurkan orang tua untuk mengekpresikan perasaan dan keke&atiran mereka 8asional3 membiarkan orang mengekpresikan perasaan dan keke&atiran mereka tentang kondisi kronis anak membantu mereka beradaptasi terhadap frustasi dengan lebih baik, suatu kondisi yang tampaknya cenderung meningkat #. 8ujuk orang tua kekelompok pendukung autisme setempat dan kesekolah kusus jika diperlukan 8asional3 kelompok pendukung memperbolehkan orang tua menemui oaring tua dari anak yang menderita autis untuk berbagi informasi dan memberi dukungan emosional. 6ekolah keahlian kusus menyediakan lingkungan kondusif untuk mengimplementasi terapi modifikasi perilaku 5. (ESIM.ULAN Autisme adalah anak yang mengalami gangguan berkomunikasi dan berinteraksi social serta mengalami gangguan sensoris,pola bermain dan emosi. /enyebabnya karena antar jaringan otak tidak sinkron. Ada yang maju pesat, sedangkan yang lainnya biasa biasa saja. /enyebab autisme sangat kompleks, tak lepas dari factor genetika dan lingkungan social. "erapi penyembuhan yang diterapkan dilakukan dengan berbagai varian tehnik, diantaranya tehnik belajar dan bermain yang dapat dilakukan secara vebal maupun non verbal, dengan melibatkan orang tua dan ada juga yang tidak. Inti dari sejumlah terapi tersebut dimaksudkan untuk mengeliminir berbagai symptom yang diperlihatkan oleh seorang anak autisme yang tentunya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkatan sindrom yang disandang anak.

DAFTA) .USTA(A 0andojo F, 2/0, 'r, '8, Autisma, /". %huana Ilmu /opuler, .akarta. #(($ ,ompas, # 2aret #((*, hal. E 6uryana Agus, "erapi Autisme Anak %erbakat dan Anak 0iperaktif, /rogres. .akarta. #(($ Gijayakusuma 0.2. 0embing. /rof, /sikoterapi anak Autisms. /ustaka /opuler )bor. .akarta. #(($