Sunteți pe pagina 1din 17
ASUHAN KEPERAWATAN IBU BERSALIN DENGAN PREEKLAMSI BERAT DI RUANG BERSALIN LANTAI II IRD RS. DR.
ASUHAN KEPERAWATAN IBU BERSALIN DENGAN PREEKLAMSI BERAT DI RUANG BERSALIN LANTAI II IRD RS. DR.

ASUHAN KEPERAWATAN IBU BERSALIN DENGAN PREEKLAMSI BERAT DI RUANG BERSALIN LANTAI II IRD RS. DR. SOETOMO SURABAYA

DI RUANG BERSALIN LANTAI II IRD RS. DR. SOETOMO SURABAYA 1. PENGKAJIAN Pengkajian dilakukan pada tanggal

1.

PENGKAJIAN Pengkajian dilakukan pada tanggal 2001 Pk.

1.1 Identitas

Nama

:

Klien Ny. A

Suami Tn. Waluyo

Umur

:

29 th

31 th

Pendidikan

:

STM

SMA

Agama

:

Islam

Islam

Pekerjaan

:

Karyawan swasta

Karyawan swasta

Alamat

:

Jemur Wonosari 2/4 Surabaya

1.2 Keluhan Utama :

Keluar ketuban sedangkan umur kehamilan 33/34 minggu. Ditambah lagi dengan hasil pemeriksaan yang menunjukkan tensinya agak tinggi.

1.3 Riwayat Keperawatan Klien dikirim oleh bidan dari Puskesmas Wonosari, karena setelah diperiksa ditemukan ketuban sudah pecah sejak tanggal 12 Juni 2001 Pk. 07.00. Selanjutnya pada pukul 18.50 dirujuk ke IRD dan dirawat di Ruang Bersalin IRD Lantai II RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Tindakan yang sudah didapatkan klien di IRD sejak tanggal 12 Juni Pk. 18.50 berupa pemasangan infus, skkin test ampicilin, dan ampicilin injeksi 1 gr IV.

1.4 Riwayat Obstetri Ini merupakan kehamilan ke-2 klien. Kehamilan pertama lahir spontan pada umur kehamilan 9 bulan di bidan dengan BB 3500 gr. Riwayat TT 2 kali. Umur anak pertama 2,5 tahun dan sekarang dalam kondisi sehat. Umur perkawinan 5 tahun. Riwayat menggunakan kontrasepsi (+) berupa suntikan selama 1 tahun sejak anak pertama. Menarche umur 13 tahun. Riwayat Disminor (-), Haid teratur setiap bulan. Lama setiap haid 5-7 hari. Jumlah haid biasa. Riwayat abortus (-). Riwayat gemeli (-), Riwayat DM (-), Hepatitis (-), Hipertensi (-), Penyakit Jantung (-), Penyakit saluran

AstalaVista & UraKom Karanganyar on http://rendradewata.blogspot.com

pernafasan (-). HPHT 23 Oktober 2000 , TP : 30 Juli 2001. Pemerisaan kehamilan dilakukan
pernafasan (-). HPHT 23 Oktober 2000 , TP : 30 Juli 2001. Pemerisaan kehamilan dilakukan

pernafasan (-). HPHT 23 Oktober 2000 , TP : 30 Juli 2001. Pemerisaan kehamilan dilakukan di bidan sebanyak 5 kali, TT 1 kali. Sejak tanggal 12 Juni Pk. 07.00 klien mengeluh keluar air ketuban, tetapi tidak dirasakan HIS. Riwayat infeksi saluran kencing (-), Riwayat kelelahan (-). Riwayat kecemasan (-). Selanjutnya klien memeriksakan diri ke bidan. Bidan kemudian merujuk klien ke IRD RSUD Dr. Soetomo. Therapi yang sudah diperoleh di IRD sejak tanggal 12 Juni 2001 yang berhubungan dengan kehamilan ini adalah:

- Ampicilin 1 gr. Injeksi iv

- Dexamethason 16 mg iv

- Oxitocin drip 5 u 4 tts/menit. Pada saat dikaji klien sudah mulai mengeluh mules-mules setiap 3-5 menit.

klien sudah mulai mengeluh mules-mules setiap 3-5 menit. 1.5 Data Kebutuhan Dasar a. Bernafas   S

1.5 Data Kebutuhan Dasar

a.

Bernafas

 

S

: Klien merasa agak sesak jika bernafas terutama jika timbul His.

O

: RR : 20 X/menit, Wh -/-, Rh -/-, Rales (-), Batuk (-),

b.

Makan/minum:

S

: Sejak MRS klien tidak ingin makan karena takut dengan kondisinya dan saat ini sering perutnya sakit. Klien minum hanya 3 gelas (200 cc) sejak kemarin sore.

O

: Makanan dan minuman yang disediakan oleh RS tidak dimakan. Mulut tampak kering dan lambung terdengar suara timpani. Skibala (- ). Peristaltik (+). Blader kosong.

c.

Eliminasi

 

S

: Klien belum bab sejak kemarin, klien tidak punya keluhan terhadap bak nya. Sejak kemarin klien Bak sebanyak 4 kali dengan jumlah

 

setiap bak sekitar 350 cc dan warnanya kuning jernih.

 

O

: Skibala (-), Blader kosong. Warna urine kuning jernih.

d.

Gerak dan aktivitas

S : Saat ini harus tidur saja sambil menunggu persalinan

O : Kondisi ektremitas baik, kekuatan otot – otot intak, tulang-tulang

intak. Parese (-).

AstalaVista & UraKom Karanganyar on http://rendradewata.blogspot.com

e. S Istirahat dan tidur : Sejak kemarin klien tidak bisa tidur nyenyak karena takut
e. S
e.
S

Istirahat dan tidur

e. S Istirahat dan tidur : Sejak kemarin klien tidak bisa tidur nyenyak karena takut dan

: Sejak kemarin klien tidak bisa tidur nyenyak karena takut dan sekarang perut terasa nyeri.

O : Tampak lemah.

f.

Rasa Aman

 

S

: Klien takut jika terjadi sesuatu yang membahayakan bayinya.

O

: Adanya ketuban pecah dini (tanggal 12/6/2001 Pk. 07.00. DJJ 12 13

 

12,

UK 33/34 mg. TFU 32 cm T : 140/90 mm hg. Odem (+). Klien

tampak iritabel

g.

Nyaman

 

S

: Klien mengeluh nyeri pada perut yang tembus ke tulang ekor setiap 3/5 menit.

O

: Nyreri berkurang jika punggung digosok-gosok.

h.

Spiritual

 

Klien beragama islam dan taat melakukan sembahyang 5 waktu. Sekarang klien hanya bisa berdoa.

1.6 Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum : Tampak lemah. Kesadaran Kompos mentis GCS 15

Kepala

Mata : taa ; konjunctiva merah muda.

: taa

Telinga

: taa

Hidung

: taa

Leher : taa, tyroid (n) Dada : Payudara ; agak tegang, puting menonjol, lunak dan bersih kolestrum (+). areola bersih. S1S2 (N), Wh -/-, Rh -/-, Rales

-/-

Abdomen : Abdomen membesar tanda kehamilan berupa striae (+), linea alba (+), TFU 32 cm, puki, letak kepala, pada pemeriksaan leopold IV kepala sudah masuk Pap. His (+) setiap 3/5 menit selama 3-5 detik, Djj : 12; 13; 12. Tampak bagian kecil janin menonjol dan teraba sangat keras. Perut terasa sangat nyeri jika diraba. Ektremitas : tangan ; kapilari refill (N), kelainan tidak ada Kaki : odem (+). Paresa (-).

AstalaVista & UraKom Karanganyar on http://rendradewata.blogspot.com

Genital : Bentuk normal, fulsus pembukaan 8 (+), ketuban (-) jernih, VT ;   cm
Genital
Genital
: Bentuk normal,
:
Bentuk
normal,

fulsus

pembukaan 8

(+),

ketuban

(-)

jernih,

VT

;

 

cm ,

eff : 90 %, dominator

, ukuran panggul dalam (N),

Anal

: taa

Tanda vital

: Sr : 37,5 o C, N : 88 X/mnt, RR : 20 X/mnt, T : 140/90

1.7 Pemeriksaan Penunjang

Reduksi urine

: (-)

Nst

: N

2. Analisa Masalah pada kala I

 

DATA

 

ETIOLOGI

 

MASALAH

S

:

Klien merasa sesak

Toksemia kehamilan dan tekanan oleh uterus terhadap diafragma

Toksemia kehamilan dan tekanan oleh uterus terhadap diafragma

Resiko tinggi terjadi gawat janin Resiko terjadi infeksi skunder pada bayi

jika timbul his. Sudah

keluar

ketuban

air

 

sejak

 

tanggal

12/6/2001 pk.07.00

 

Pelepasan Ca tidak terkontrol

 

O

: T 140/90, RR : Sr :

 

37,5

o

C,

N

:

88

  37,5 o C, N : 88

X/mnt,

RR

:

20

.

Kejang

Kejang

Ketuban

(-)

jernih,

fulsus (+). Djj 12 ; 13

Hipoksia

Hipoksia

;

12.

Odem

pada

kaki.

 

Gawat janin

Gawat janin
 

KPP

KPP

Ggn terhadap perlindungan uterus dan janin

Infeksi pada uterus

terhadap perlindungan uterus dan janin Infeksi pada uterus Infeksi pada janin Distress janin S : Perut

Infeksi pada janin

Infeksi pada janin

Distress janin

S

: Perut terasa nyeri jika

   
 

diraba dan rasanya

Dinding uterus lapisan

Resiko

terjadi

ruptur

sesak jika timbul his.

lemaknya sangat tipis

uterus

Sepertinya gerakan

sehingga uterus juga

bayi sangat keras.

 

tipis.

AstalaVista & UraKom Karanganyar

on http://rendradewata.blogspot.com

O : Tampak bagian kecil bayi sangat menonjol di abdomen Kelenturan uterus kurang Mudah terjadi
O : Tampak bagian kecil
bayi sangat menonjol
di abdomen
Kelenturan uterus kurang
Mudah terjadi ruptur
pada saat his atau
manipulasi
S
: Kien mengatakan
takut jika keadaannya
dapat mengancam
keselamatan bayinya.
Kurangnya pengetahuan
Cemas
s.d
kurangnya
pengetahuan
O
: Klien tidak mau
makan, klien tampak
iritabel. Odem pada
kaki. T 140/90, RR :
Sr : 37,5 o C, N : 88
X/mnt, RR : 20.

3. Diagnose Keperawatan 3.1 Resiko tinggi terjadi gawat janin sebagai akibat dari toksemia kehamilan 3.2 Resiko terjadi infeksi skunder pada bayi s.e dari ketuban pecah prematur. 3.3 Resiko tinggi terjadi ruptur uteri s.e dari dinding uterus yang tipis 3.4 Cemas s.d kurangnya pengetahun tentang keadaanya kehamilan dan persalinannya. 3.5 Resiko tinggi terjadi skundary arrest

AstalaVista & UraKom Karanganyar on http://rendradewata.blogspot.com

4. Rencana Keperawatan HARI/TGL/ JAM DX TUJUAN TINDAKAN RASIONAL Rabu, 13 Juni Resiko tinggi terjadi
4.
Rencana Keperawatan
HARI/TGL/
JAM
DX
TUJUAN
TINDAKAN
RASIONAL
Rabu,
13
Juni
Resiko tinggi terjadi
gawat janin sebagai
Setelah dirawat selama 2 jam
tidak terjadi gawat janin
Kriteria : Kontonen (+)
Djj 12;11;12,
His setiap 3-5 menit.
T : 130/80
- Monitor CHPB setiap 2 jam
-
Untuk
menge-tahui
jika
2001-06-17
Pk.
09.00
akibat dari toksemia
kehamilan
terjadi gangguan sirkulasi
yang berakibat timbulnya
distress pd janin.
-
Peningkatan
tensi
- Monitor vital sign ibu setiap 2 jam
merupakan pretensi dari
adanya ancaman timbulnya
kejang yang dapat
mengancam keselamatan
ibu dan janin.
- Penurunan kesadaran
merupakan pertanda dari
hipoksia sebagai akibat dari
spasme yang muncul
sebagai akibat lanjut dari

AstalaVista & UraKom Karanganyar on http://rendradewata.blogspot.com

preeklamsi. - Monitor kesadaran setiap 2 jam - Monitor tanda-tanda kejang - Ancaman distress pd
preeklamsi.
- Monitor kesadaran setiap 2 jam
- Monitor tanda-tanda kejang
-
Ancaman distress pd janin
diketahui dari perubahan
gambaran NST yakni
tejadinya peningkatan
prekwensi.
- Kolaborasi monitoring NST
Rabu,
13
Juni
2001-06-17
Pk.
Resiko terjadi infeksi
skunder pada bayi s.e
Setelah dirawat selama 24
jam tidak terjadi infeksi pada
ibu dan janin dengan kriteria:
- Monitor djj
Jika
terjadi
infeksi
09.00
dari ketuban pecah
prematur
- Djj 12 : 11; 12
- Sr : < 37,6
-
kecendrungan akan timbul
distress yang ditandai dengan
tachikardi.
-
Suhu rectal yang lebih dari
37,6 sebagai pertanda

AstalaVista & UraKom Karanganyar on http://rendradewata.blogspot.com

- Monitor suhu rectal ibu setiap 2 jam timbulnya infeksi skunder. Sebagai propi-laksis untuk mencegah
- Monitor suhu rectal ibu setiap 2 jam
timbulnya infeksi skunder.
Sebagai propi-laksis untuk
mencegah timbulnya infeksi
pada ibu dan bayi.
- Kolaborasi pemberian
- Ampicilin 4 X 1gr IV
Untuk menjaga daya tahan
dinding sel sehingga dapat
mencegah kerusakan sel bayi
maupun ibu serta untuk
mempercepat maturitas
perkembangan paru janin.
- Dexametason 2 X 16 mg
Rabu,
13
Juni
Resiko
tinggi
terjadi
2001-06-17
Pk.
ruptur
uteri
s.e
dari
Setelah dirawat selama 3 jam
tidak terjadi ruptur uteri :
- Hindari manipulasi pada uterus klien
terutama pada saat kala 2.
09.00
dinding
uterus
yang
dengan kriteria :
- Manipulasi yang berlebihan
dapat merangsang timbulnya
ruptur pada uterus
tipis
- CHPB normal
- Perdarahan (-)
Berkurangnya
his
dapat
-
Monitor His
menjadi
pertanda
ruptur
uteri

AstalaVista & UraKom Karanganyar on http://rendradewata.blogspot.com

Rabu, 13 Juni Resiko tinggi terjadi 2001-06-17 Pk. skundary arrest 09.00 Setelah dirawat selama 3
Rabu,
13
Juni
Resiko
tinggi
terjadi
2001-06-17
Pk.
skundary arrest
09.00
Setelah dirawat selama 3 jam
tidak terjadi skundary arrest
dg kriteria :
- Lakukan VT setiap 2 jam
-
Untuk memonitor kemajuan
- Pembukaan lengakp
penurunan kepala bayi
sebagai indikator kelancaran
proses persalinan.
- Bundell his (-)
- Observasi bundell his
His Bundel sebagai pertanda
adanya hambatan terhadap
kemajuan terutama pada fase
aktif.
Rabu,
13
Juni
Cemas
s.d
kurangnya
2001-06-17
Pk.
pengetahun
tentang
Setelah dirawat selama 3 jam
klien tidak cemas dengan
kriteria :
- He tentang keadannya dn tindakan yang
mungkin akan didapatkan klien
- Kien mengerti tentang
09.00
keadaanya kehamilan
dan persalinannya.
- Dapat mengontol nyeri.
kondisinya dan diharapkan
mampu mengambil solusi
terbaik.
- Tidak irritabel
- Latih klien agar
mampu mengatur nafas
-
Kesalahan dalam mengatur
- Mengikuti petunjuk dalam
rangka persalinan.
dan tidak mengejan sebelum pembukaan
lengkap.
nafas dapat menyebababkan
timbulnya kala 2 lama dan
teknik mengejan yang salah
dan belum pada waktunya
akan mengurangi energi klien
pada saat menjelang kala 2.

AstalaVista & UraKom Karanganyar on http://rendradewata.blogspot.com

5. Tindakan Keperawatan Pada Kala I DX HARI/TGL/JAM TINDAKAN EVALUASI Resiko tinggi terjadi gawat janin
5.
Tindakan Keperawatan Pada Kala I
DX
HARI/TGL/JAM
TINDAKAN
EVALUASI
Resiko tinggi terjadi
gawat janin sebagai
akibat dari toksemia
kehamilan
Rabu, 13 Juni 2001-06-17
Pk. 09.00
09.10
- Memoniitor CHPB
- Monitor vital sign
- Cont (+), Djj 12 :11 : 12 His setiap 4 menit
lama 3-5 dt, Bundel his (-). GCS : , Kejang (-)
- Memonitor kesadaran
- Monitor tanda-tanda kejang
Resiko terjadi infeksi
skunder pada bayi s.e
dari ketuban pecah
prematur
Rabu, 13 Juni 2001-06-17
Pk.
- Memonitor djj
- Memonitor suhu rectal
Djj 12 :11 : 12
S : 37,1 o C
Pk. 09.00
- Monitor reaksi akibat pemberian
Reaksi alergi (-)
- Ampicilin 4 X 1gr IV
- Dexametason 2 X 16 mg
Resiko
tinggi
terjadi
ruptur
uteri
s.e
dari
Rabu, 13 Juni 2001-06-17
Pk. 09.00
Kecurigaan uterus tipis da mudah ruptur
sehingga sejawat dan klien megerti.
dinding
uterus
yang
- Sampaikan kepada ibu dan sejawat untuk
menghindari manipulasi pada uterus klien terutama
pada saat kala 2.
tipis

AstalaVista & UraKom Karanganyar on http://rendradewata.blogspot.com

Resiko tinggi skundary arrest terjadi Rabu, 13 Juni 2001-06-17 Pk. 10.30 - Melakukan VT -
Resiko tinggi skundary arrest terjadi Rabu, 13 Juni 2001-06-17 Pk. 10.30 - Melakukan VT -
Resiko
Resiko

tinggi

skundary arrest

terjadi
terjadi

Rabu, 13 Juni 2001-06-17 Pk. 10.30

skundary arrest terjadi Rabu, 13 Juni 2001-06-17 Pk. 10.30 - Melakukan VT - Persiapan kala II

- Melakukan VT

- Persiapan kala II

- Pembukaan lengkap, ketuban (-) jernih, presentasi kepala, UUK kiri depan. H :III, UPD N

- Alat lengkap.

Cemas s.d kurangnya pengetahun tentang keadaanya kehamilan dan persalinannya.

Rabu, 13 Juni 2001-06-17 Pk. 09.00

- He tentang keadannya dn tindakan yang mungkin akan didapatkan klien

- Melatih klien agar mampu mengatur nafas dan tidak mengejan sebelum pembukaan lengkap.

- Klien mengerti

- Klien mengerti.

AstalaVista & UraKom Karanganyar on http://rendradewata.blogspot.com

6. Evaluasi
6.
Evaluasi
6. Evaluasi   DX   SOAP Resiko tinggi S : Klien siap untuk melahirkan terjadi gawat
 

DX

 

SOAP

Resiko

tinggi

S

: Klien siap untuk melahirkan

terjadi

gawat

O

: His (+), djj 12 : 11 : 12, gerakan janin (+), pembukaan lengkap

janin

sebagai

A

: Masalah tidak muncul

akibat

dari

P

: Siapkan partus

toksemia

 

kehamilan

Resiko terjadi

S

:

- -

infeksi

O

:

skunder

pada

A

: Masalah belum muncul

bayi

s.e

dari

P

: Siapkan partus

ketuban pecah

 

prematur

Resiko

tinggi

S

:

terjadi ruptur

0

: Tanda-tanda ruptur tidak ada. His (+). Uterus tegang

uteri

s.e

dari

A

: Masalah belum muncul

dinding uterus

P

: Jangan melakukan menipulasi pada uterus pada saat kala II

yang tipis

 

Resiko tinggi

S

:

-

terjadi

O

: Pembukaan lengkap, penjepitan bagian janin oleh jlan lahir (-)

skundary

A

: Masalah tidak terjadi

arrest

P

: Siapkan partus

Cemas

s.d

S

: Klien paham dan menyatakan siap untuk melahirkan

kurangnya

O

: Klien kooperatif

pengetahun

A

: Masalah teratasi

tentang

P

: Siapkan partus

keadaanya

 

kehamilan

dan

persalinannya.

AstalaVista & UraKom Karanganyar on http://rendradewata.blogspot.com

Pengkajian pada kala II dan III S : Kenceng kenceng sering dan ada perasaan seperti
Pengkajian pada kala II dan III S : Kenceng kenceng sering dan ada perasaan seperti

Pengkajian pada kala II dan III

S : Kenceng kenceng sering dan ada perasaan seperti ingin berak,

O : Ku tegang, T : 150/90 m Hg, N : 92 X.mnt, Vt pembukaan lengkap, presentasi

kepala, UUK kiri depan, H III, UPD N.

Diagnose :

Resiko tinggi terjadi injuri pada ibu dan bayi b.d dampak dari tindakan persalinan

Resiko tinggi terjadi atonia uteri s. D kelemahan ibu

a. Rencana Dx 1 Kolaborasi persalinan spontan B

b. Tindakan

Pk. 10.10-10.15

Lakukan asistensi dalam proses persalinan klien

Bersamaan dengan his klien di pimpin mengejan. Pada waktu kepala membuka

vulva dan meregang perineum dilakukan efisiotomi mediolateral sinistra, tangan

kanan penolong menekan perinium, tangan kiri mengatur depleksi kepala.

Waktu kepala di dasar panggul UUK di bawah simpisis subociput sebagai

hipomoklion, maka lahirlah berturut-turut UUB, dahi, muka dagu dan akhirnya

seluruh kepala. Kepala mengadakan putar paksi luar. Kemudian kepala dipegang

secara biparietal, ditarik curam kebawah sampai lahir bahu depan, dielevasi keatas

sampai bahu belakang lahir, ditarik mendatar, maka lahir bayi laki-laki pada pukul

10.15 menit. Bayi di suction lewat hidung dan mulut, diberikan oksigen dengan

kanul dan selanjutnya tali pusat di potong. Penilaian APGAR skor menit –1 6-7,

menit ke-5 7-8. Bayi dirawat,selanjutnya diukur berat 3100 gr, PB 51 cm LK 33

cm, LD 32 cm. Pk. 10.30 plasenta lepas. Kotiledon lengkap, selaput intak.

Kontraksi uterus baik. TFU satu jari diatas pusat Luka epis + 5 cm di jarit.

Perdarahan abnormal (-).

AstalaVista & UraKom Karanganyar

on http://rendradewata.blogspot.com

Rencana Dx 2 - Evaluasi kontraksi uterus - Observasi perdarahan - Kolaborasi pemberian uterotonika a)
Rencana Dx 2 - Evaluasi kontraksi uterus - Observasi perdarahan - Kolaborasi pemberian uterotonika a)
Rencana Dx 2 - Evaluasi kontraksi uterus - Observasi perdarahan - Kolaborasi pemberian uterotonika a)

Rencana Dx 2

- Evaluasi kontraksi uterus

- Observasi perdarahan

- Kolaborasi pemberian uterotonika

a) Tindakan

Pk. 10.45- 11.00

- Mengevaluasi kontraksi uterus

- Mengobservasi perdarahan pervaginam

- Kolaborasi pemberian uterotonika (Metergin injeksi IM 1 ampul ).

b) Evaluasi

Dx 1

1)

S : Klien tenang karena bayi telah lahir

O

: tanda-tanda injuri

pada bayi (-), luka epis pada ibu +

3 cm sudah dijarit,

 

perdarahan tidak ada.

A

: Injuri patologis tidak ada

P

: Lakukan observasi

 

(1)

Dx 2

(a)

S : -

O

: kontraksi uterus baik , perdarahan sedikit

A

: Atonia uteri tidak terjadi

P

: Evaluasi hingga 2 jam PP

 

Pengkajian kala IV

Pk. 12.15

S

: Kien bahagia, pusing (-), Nyeri pada vagina.

O

:

T

:

130/85 mm Hg, N 80 x/mnt, RR

:20 X/mnt, TFU 2 jari bawah pusat,

kontraksi baik, perdarahan abnormal (-)

DX :

1. Nyeri b.d luka episiotomi pada vagina

Rencana :

- Latihan relaksasi dan mobilisasi dini

- Kolaborasi pemberian Mef. Acid 3 X 500 mg

AstalaVista & UraKom Karanganyar

on http://rendradewata.blogspot.com

Tindakan Pk. 12.20 - Latih relaksasi nafas - Latih mobilisasi duduk di tempat tidur -
Tindakan Pk. 12.20 - Latih relaksasi nafas - Latih mobilisasi duduk di tempat tidur -
Tindakan Pk. 12.20 - Latih relaksasi nafas - Latih mobilisasi duduk di tempat tidur -

Tindakan Pk. 12.20

- Latih relaksasi nafas

- Latih mobilisasi duduk di tempat tidur

- Berikan resep pembelian mef acid dengan dosis 3 X 500 mg dan anjurkan klien minum jika terasa nyeri.

2. Resiko tinggi terjadi infeksi nifas s.e adanya luka episiotomi

Rencana :

- He vulva hygiene

- He tanda-tanda infeksi

- He minum yang cukup dan makan yang tinggi kalori dan protein

- Kolaborasi

- Diet TKTP

- Amoxicilin 3 X 500 mg

Tindakan :

Pk. 12.25

- He vulva hygiene

- He tanda-tanda infeksi

- He minum yang cukup dan makan yang tinggi kalori dan protein

- Kolaborasi

- Diet TKTP

- Amoxicilin 3 X 500 mg

AstalaVista & UraKom Karanganyar on http://rendradewata.blogspot.com

TUGAS DI RUANG BERSALIN I Nama : Subhan NIM : 010030170 B 1. Untuk mengeluarkan
TUGAS DI RUANG BERSALIN I Nama : Subhan NIM : 010030170 B 1. Untuk mengeluarkan

TUGAS DI RUANG BERSALIN I

Nama

: Subhan

NIM

: 010030170 B

1. Untuk mengeluarkan colostrum daerah yang dipijat adalah daerah areola mammae oleh karena pada darah tersebut terdapat sinus laktiferus yang kan mengalirkan colostrum ke duktus laktiferus.

2. Striae yang terdapat pada primigravida adalah striae Lividae.

3. Proses terjadinya striae adalah

a. Janin tumbuh, uterus membesar, menonjol keluar, yang mengakibatkan

serabut- serabut elastik dari lapisan kulit terdalam terpisah dan putus

karena regangan.

b. Hiperfungsi dari glandula suprarenalis.

4. Pemeriksaan Leopold I untuk menentukan :

- Mentukan umur kehamilan/tuanya kehamilan

- Menentukan bagian apa yang terdapat dalam fundus uteri.

5. Terjadinya tanda Chadwick akibat dari :

-

Meningkatnya

vaskularisasi

dari

pembuluh

darah

pada

vagina

yang

menyebabkan

selaput

lendir

vulva

dan

vagina

menjadi

berwarna

ungu/membiru.

6. Untuk memeriksa terjadinya udema dilakukan di daerah Pretibia.

- Akibat dari Preeklamsi atau Eklamsi.

- Akibat dari tekanan dari rahim yang membesar yang menekan vena-vena di daerah pangggul, yang akan hilang dengan istirahat.

7. Rumus Mc. Donald untuk mengetahui umur kehamilan :

Tinggi fundus uteri dalam cm

3,5 cm

=

Tuanya kehamilan dalam bulan

AstalaVista & UraKom Karanganyar on http://rendradewata.blogspot.com