Sunteți pe pagina 1din 6

Assalamu Alaikum wr.

wb,
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat
Allah Yang Maha Kuasa, karena berkat rahmat dan perlindungan-Nya
maka pada hari ini, tanggal 10 Nopember tahun 2014, kita dapat
berkumpul bersama-sama untuk memperingati Hari Pahlawan.
Pada hari yang bersejarah ini, patutlah kiranya apabila bangsa
Indonesia melakukan perenungan atas hakekat Peringatan Hari
Pahlawan yang telah membebaskan bangsa Indonesia dari segala
macam belenggu yang membatasi kebebasan untuk menentukan
nasibnya sendiri dan mengembangkan harkat dan martabatnya.
Semangat patriotik para pahlawan juga telah membangkitkan
kesadaran untuk menciptakan Negara dan Bangsa yang sanggup untuk
menciptakan kemajuan, kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat
Indonesia dan telah menimbulkan kesadaran mengenai kewajiban dari

s
e
ti
a

p
ins
an
Ind

onesia untuk
mendirikan
bangunan dan
tatana

kehidupan, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang lebih adil di


atas puing-puing bekas penjajahan yang telah diruntuhkan oleh para
Pahlawan Kusuma Bangsa.
Untuk itu, selayaknyalah apabila pada peringatan Hari Pahlawan
yang ke-71 ini, kita menundukkan kepala dengan rasa hormat yang
setinggi-tingginya, mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah
mengorbankan jiwa dan raganya, untuk kepentingan dan kejayaan
bangsa dan negara, seraya berdoa semoga Allah Yang Maha Kuasa
menerima amal bakti mereka, dan memberikan balasan yang setimpal
dengan jasa-jasanya.

1 of 6

09/11/2016 23:52

Saudara-saudaraku sekalian sebangsa dan setanah air,


Pada hari yang bersejarah ini patut pula kita renungkan nilai-nilai
yang tumbuh-berkembang pada masa itu, yang telah dan akan
memberikan semangat, karsa dan karya kepada bangsa Indonesia
dalam perjalanan sejarah perjuangannya untuk mengisi kemerdekaan
yang telah dicapainya. Kita harus pandai-pandai memetik hikmah dari
nilai-nilai jiwa patriotik para pahlawan kita untuk membangkitkan segala
kekuatan dan daya upaya Bangsa Indonesia dalam mendirikan
bangunan dan tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara yang sanggup menjamin terwujudnya bangunan negara dan
bangsa yang damai, adil dan makmur.
Sebagai retrospeksi kita menyadari bahwa keberhasilan para
pahlawan pejuang untuk membawa bangsa Indonesia kepintu gerbang
kemerdekaan ini adalah karena tumbuhnya nila-nilai yang melandasi
membaranya semangat perjuangan bangsa pada waktu itu, yang
berupa rasa cinta yang sangat mendalam kepada tanah air, mekarnya
kesadaran akan harga diri disertai tumbuhnya rasa percaya diri sebagai
Bangsa, tumbuhnya keinginan kuat untuk mensejajarkan dirinya
dengan Bangsa-bangsa lain dan kesadaran yang tinggi untuk
membebaskan diri dari kebodohan, keterbelakangan, kemiskinan dan
ketidak adilan.
Nilai-nilai tersebut telah menumbuhkan semangat persatuan dan
kesatuan serta semangat kebersamaan, yang kemudian menjelma
menjadi kekuatan yang ampuh untuk menghadapi tantangan pada saat

itu. Nilai-nilai perjuangan tersebut kiranya tidak hanya perlu untuk di


kenang, akan tetapi perlu untuk terus dilestarikan dan ditumbuhkembangkan di dalam upaya bangsa Indonesia menghadapi berbagai
tantangan jaman, terutama di Era Globalisasi ini yang diwarnai oleh
suasana saling ketergantungan yang semakin mendalam dan penuh
ketidak tentuan.
Agaknya, bagi banyak di antara kita, tidak perlu lagi untuk diingatkan
bahwa tanggal 10 November merupakan salah satu di antara berbagai
hari bersejarah yang teramat penting dalam perjalanan bangsa
Indonesia. Sejak lebih dari setengah abad yang lalu, tanggal 10
November telah dinyatakan oleh bangsa kita sebagai Hari Pahlawan. Di
zaman Sukarno-Hatta, hari itu diperingati secara nasional di
mana-mana, di seluruh negeri, sebagai Hari Besar yang dirayakan
secara khidmat, dan dengan rasa kebanggaan yang besar.
Pada kurun waktu itu, peringatan Hari Pahlawan merupakan
kesempatan bagi seluruh bangsa bukan saja untuk mengenang
jasa-jasa dan pengorbanan para pejuang - yang tak terhitung
jumlahnya _ dalam perjuangan bersama bagi tegaknya Republik
Indonesia yang baru saja diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus
1945. Peringatan Hari Pahlawan 10 November juga telah merupakan
kesempatan yang ideal untuk selalu memupuk bersama-sama
kesadaran bangsa.
Sekarang ini, dalam tahun 2015, ketika negara dan bangsa kita
sedang berada pada periode yang penuh dengan berbagai soal gawat
dan pelik, bersama-sama mengenang kembali dan merenungi arti Hari
Pahlawan 10 November tentu besar manfaatnya. Dengan begitu, kita

2 of 6

09/11/2016 23:52

akan ingat kembali bahwa Republik Indonesia yang sekarang ini adalah
hasil perjuangan dari begitu banyak orang yang terdiri dari berbagai
suku, agama, keturunan ras, keyakinan politik dan dalam jangka lama
pula. Dengan merenungkan secara mendalam berbagai tahap
perjuangan bangsa itu, maka akan makin jelaslah kiranya bagi kita
semua, bahwa Republik Indonesia ini adalah benar-benar milik kita
bersama.
Kebesaran arti pertempuran Surabaya, yang kemudian
dikukuhkan sebagai Hari Pahlawan, bukanlah hanya karena begitu
banyaknya pahlawan - baik yang dikenal maupun tidak di kenal yang
telah mengorbankan diri demi Republik Indonesia. Bukan pula hanya
karena lamanya pertempuran secara besar-besaran dan besarnya
kekuatan lawan. Di samping itu semua, kebesaran arti pertempuran
Surabaya juga terletak pada peran dan pengaruhnya, bagi jalannya
revolusi waktu itu. Pertempuran Surabaya telah dapat memobilisasi
rakyat banyak untuk ikut serta, baik secara aktif maupun pasif, dalam
perjuangan melawan musuh bersama waktu itu, yaitu tentara Inggris
yang melindungi atau menyelundupkan NICA ke wilayah Indonesia.
Pertempuran Surabaya juga telah menyebarkan, ke daerah-daerah yang
paling jauh di Indonesia, kesadaran republiken, patriotisme yang tinggi, solidaritas
seperjuangan di kalangan berbagai suku, agama, keturunan. Pengaruhnya
bagaikan nyala api besar yang membakar semangat perlawanan sehingga
muncul juga pertempuran di banyak tempat di Indonesia. (Untuk menyebut
sekedar sejumlah kecil di antaranya: di Jakarta pada tanggal 18 November, di
Semarang tanggal 18 November, di Riau tanggal 18 November, di Ambarawa
tanggal 21 November, di pulau Bangka 21 November, di Brastagi tanggal 25

November, di Bandung tanggal 6 Desember, di Medan 6 Desember dan di Bogor


tanggal 6 Desember.

Ciri utama berbagai perjuangan yang meletus di banyak kota


dan daerah di Indonesia adalah bahwa peristiwa-peristiwa itu mendapat
dukungan besar moral dan material dari rakyat, yang berarti juga telah
menggugah rasa kebersamaan patriotik dalam perjuangan, dan dalam
skala yang luas. Dalam kaitan ini, patut dikenang bersama betapa
banyaknya dapur-dapur umum yang telah diselenggarakan oleh rakyat
di mana-mana bagi mereka yang berjuang, tanpa imbalan apa pun
juga. Juga, betapa banyaknya rombongan pemuda-pemuda yang
berbondong-bondong menuju daerah pertempuran.
Artinya, perjuangan melawan tentara Inggris dan NICA telah

menggugah semangat patriotisme yang lintas-suku, lintas-agama,


lintas-keturunan ras, dan lintas-aliran politik. Dengan semangat itu
jugalah, rakyat Indonesia kemudian meneruskan, antara tahun 1945
sampai 1949, perjuangan melawan Belanda, sesudah tentara Sekutu
(Inggris) meninggalkan Indonesia.
Dalam mengenang arti Hari Pahlawan 10 November, sudah
sepatutnyalah kiranya bahwa kita memandang peristiwa itu sebagai
tahap yang penting dalam long march perjalanan jauh bangsa kita. Dan
alangkah panjangnya, atau jauhnya, long march yang harus ditempuh
oleh bangsa kita, untuk melahirkan republik ini! Long march ini telah
secara nyata dimulai, antara lain, dengan lahirnya Budi Utomo
(Surabaya, 20 Mei 1908, yang sekarang dirayakan sebagai Hari
Kebangkitan Nasional), lahirnya Sarekat Islam (Surabaya, 1912),
Indische Partij (Bandung, 1912), Muhammadiyah (Jogya 1912),
Perhimpunan Indonesia (di Belanda, 1922) dan lahirnya PNI (1927).
Dalam barisan panjang long march bangsa ini patut kita catat
juga ikut sertanya berbagai gerakan seperti Jong Java (1918), yang
disemarakkan pula oleh lahirnya Jong Sumatra, Jong Celebes, Jong
Ambon, Pemuda Indonesia (Bandung, 1927), yang kemudian mencapai
puncaknya dengan lahirnya Sumpah Pemuda (1928). Bagian-bagian
lainnya dalam barisan long march bangsa, yang tidak bisa dilupakan
juga, adalah kelahiran Parindra, Gerindo, Partindo, Pusat Tenaga
Rakyat (1943, yang dipimpin oleh 4 serangkai Sukarno Hatta - Ki
Hadjar Dewantoro - Kyai Haji Mas Mansur), kelahiran Pembela Tanah
Air / PETA (1943), dan Barisan Pelopor (1944, yang dipimpin oleh Bung
Karno). Dan juga gerakan di bawah-tanah anti-fasisme Jepang, serta
pembrontakan PETA di Blitar (14 Februari 1945).
Kalau kita cermati kembali barisan long march menuju ke

proklamasi kemerdekaan, maka nampaklah betapa indahnya dan


agungnya pemandangan itu. Begitu banyak orang dari berbagai suku,
agama, asal keturunan ras, keyakinan politik, telah ambil bagian dalam
long march yang jauh ini, dengan pengorbanan yang tidak sedikit.
Mereka ini, dalam situasi yang berbeda-beda, dan kemampuan yang
berbeda-beda, telah memberikan sumbangan dalam pembangunan
kesadaran nasional untuk melawan musuh yang satu : kolonialisme
Belanda.
Oleh karena itu, dapatlah kiranya dikatakan bahwa tanggal 10
November 1945 merupakan manifestasi terpusat tekad kolektif rakyat
untuk membela kemerdekaan bangsa dari kolonialisme Belanda. Yaitu
kemerdekaan bangsa yang sudah diperjuangkan begitu lama oleh
berbagai golongan bangsa sejak 1908. Tekad kolektif ini telah
diterjemahkan dalam pertempuran-pertempuran dahsyat bukan hanya
di Surabaya saja, tetapi juga di banyak pertempuran lainnya di Jawa
dan Sumatera.
Saudara-saudara sekalian sebangsa dan setanah air,
Seperti diketahui bersama, tema Peringatan Hari Pahlawan tahun ini
adalah: ".".

Sungguh tepat tema tersebut dengan situasi kita pada peringatan kali
ini karena perlu kita sadari bahwa itu merupakan suatu
kondisi yang harus terus-menerus kita upayakan dan kita pelihara
dengan baik.

4 of 6

09/11/2016 23:52

Berakhirnya perang dunia ke-II telah melahirkan perubahan


besar dalam tatanan masyarakat dunia yang membawa kesadaran
akan hak-hak sipil masyarakat dalam negera. Masyarakat telah
semakin sadar akan tujuan mereka mendirikan negara yang tidak lain
dan tidak bukan adalah untuk membentuk kekuatan bersama dalam
mencapai kesejahteraan.
Kekuatan bersama ini harus dipersatukan dalam satu kerangka
negara dan untuk itu diperlukan suatu mekanisme demokrasi bagi
terbentuknya hal tersebut terlebih pada masyarakat yang majemuk
seperti Indonesia. Mekanisme demokrasi tersebut kita sebut sebagai
Pemilihan Umum.
Suksesnya Pemilu akan membuktikan negara kita sebagai
negara demokratis yang dengannya akan kita bentuk pemerintah
Indonesia dengan tugas melaksanakan amanat masyarakat dan
bangsa Indonesia yakni mencapai kemakmuran, keadilan dan
kesejahteraan bagi kita semua.
Tentunya, harapan dan amanat ini akan memerlukan kerja keras
dan proses yang tidak singkat untuk dapat mencapainya. Untuk itulah
pentingnya kita mensukseskan Pemilu tahun depan sebagai satu
tahapan dalam merealisasikan cita-cita, harapan dan amanat para
pendiri dan pahlawan bangsa serta seluruh rakyat Indonesia. Satu hal
yang terlebih penting tidak boleh kita lupakan adalah bagaimana kita
mengisi pembangunan pasca terbentuknya pemerintahan setelah
Pemilu itu sendiri. Saya, anda dan kita semua dituntut untuk
memberikan yang terbaik bagi negara dimanapun kita berada dan
apapun peran yang kita sumbangkan.

Dalam mengakhiri sambutan ini, saya ingin sekali mengingatkan


bahwa tantangan-tantangan yang lebih besar dan tugas yang lebih
berat menanti kita di tahun-tahun ke depan. Namun saya yakin bahwa
dengan diilhami semangat juang yang telah menjiwai para pendahulu
kita dan dengan tekad dan ketekunan yang sepadan, kita akan mampu
mengatasi tantangan-tantangan tersebut dan menatap hari depan
dengan penuh keyakinan.
Demikian sambutan saya, Merdeka!

5 of 6

09/11/2016 23

Newer Post

Home

SEPERTI PELANGI - About - Contact - Privacy Policy - Disclaimer - Sitemap

Older Post

Design by Maha Templates

6 of 6

09/11/2016 23:52