Sunteți pe pagina 1din 26

Ssi MeMbLe

SABTU, 25 AGUSTUS 2012

ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR PADA By.Ny. S DENGAN


BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI BPS Ny. ARI GEMOLONG SRAGEN
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah


Berdasarkan data yang ada ternyata kematian pada masa neonatus memberikan
kontribusi sekitar 75 % dari semua kematian selama tahun pertama kehidupan bayi.
Berbagai penyebab langsung kematian bayi pada masa neonatus seperti BBLR (29 %),
Asfiksia (27 %), Tetanus (10 %), Infeksi (15 %), Heratologi (6 %), pemberian ASI (10 %),
lain-lain (15 %). ( Anonim, 2010 ).
BBLR adalah bayi baru lahir dengan berat badan lebih kurang 2500 gr. Dahulu
bayi baru lahir yang berat badan kurang atau sama dengan 2500 gr disebut prematur.
Kondisi BBLR sangat rentan terhadap komplikasi dan membutuhkan suatu perawatan
yang tepat.
Masih tingginya presentase angka kematian bayi maka penulis mengambil judul
ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR PADA By.Ny. S DENGAN BERAT BADAN
LAHIR RENDAH DI BPS Ny. ARI GEMOLONG SRAGEN. Agar dapat mendeteksi serta
mencegah komplikasi pada BBLR sehingga dapat menurunkan angka kematian BBLR.

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Dapat melakuakn asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal menggunakan 7
langkah manajemen varney dan melakukan pendokumentasian menggunakan SOAP
secara komperhensif.
1.2.2 Tujuan Khusus
a.

Dapat melakukan pengkajian data baik data subyektif maupun obyektif padaBy.Ny. S
dengan BBLR di BPS Ny. ARI Gemolong Sragen.

b. Dapat membuat interpretasi data dengan tepat pada By.Ny. S dengan BBLR di BPS Ny.
ARI Gemolong Sragen
c.

Dapat menentukan diagnosa/masalah potensial dan antisipasi pada By.Ny. S dengan


BBLR di BPS Ny. ARI Gemolong Sragen

d. Dapat menentukan tindakan segera yang tepat untuk By.Ny. S dengan BBLR di BPS
Ny. ARI Gemolong Sragen
e.

Dapat membuat perencanaan tindakan yang tepat untuk By.Ny. S dengan BBLR di BPS
Ny. ARI Gemolong Sragen

f.

Dapat melaksanakan rencana tindakan yang telah dibuat dengan baik padaBy.Ny. S
dengan BBLR di BPS Ny. ARI Gemolong Sragen

g. Dapat melakuakn evaluasi dari tindakan yang telah dilakukan dari awal sampai akhir
pada By.Ny. S dengan BBLR di BPS Ny. ARI Gemolong Sragen

BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1. Definisi
BBLR adalah bayi baru lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gr. (Dep Kes.
RI, 2001 : 122).
BBLR adalah bayi baru lahir dengan berat badan kurang dari 500 gram, tanpa
memandang usian kehamilan. (Gladioostrange. Blogspot. Com).

2.2. Klasifikasi
Klasifikasi BBLR dapat digolongkan menjadi :
1. Prematuritas murni.
Adalah bayi lahir pada kehamilan kurang dari 37 minggu dengan BB yang sesuai.
2. Smal For Date (SFP) atau kecil untuk masa kehamilan.
Adalah bayi yang BB rendah kurang dari seharusnya umum kehamilan.
3. Reterdasi pertumuhan janin uterus.
Adalah bayi yang lahir dengan BB rendah dan tidak sesuai dengan tuanya kehamilan.
4. Lihgt for date sama dengan small for date.
5. Dismaturias.
Adalah suatu sindrom klinik dimana terjadi ketidak seimbangan antara pertumbuhan
janin dengan lanjutan kehamilan.
6. Large for date.
Adalah bayi yang dilahirkan lebih besar dari seharusnya tua kehamilan missal pada DM.
(Mohtar Rustam, 1998 : 448).

2.3. Etiologi
1. Faktor genetik / kromosom
2. Infeksi
3. Bahan toksit
4. Radiasi
5. Disfungsi plasenta

6. Faktor nutrisi
7. Faktor-faktor lain seperti merokok, peminum alcohol.

2.4. Komplikasi
1. Sindrom aspirasi mekonium
2. Asfiksia Neonatorum
3. Sindrom Disstres Respirasi
4. Penyakit membran Hialin
5. Dismatur Preterm terutama bila masa gestasinya kurang dari 35 minggu.
6. Hiperbilirubinemia, patent ductus arteriosus, perdarahan ventrikel otak
7. Hipotermia, hipoglikemia, anemi, gangguan pembekuan darah
8. Infeksi, retrolental fibroplasia, NEC ( necrotizing enterocolitis)
9. Bronchopulmonary dysplasia, malformasi kongenital.
2.5. Penanganan Awal BBLR
1. Keringkan secepatnya dengan handuk kering.
2. Ganti kain basah dengan kain kering.
3. Bungkus bayi dengan kain dan sebelumnya lakukan perawatan tali pusat.
4. Untuk menghangatkan beri lampu 60 watt dengan jawak minimal 60 cm dari bayi.
5. Kemudian tutup kepala bayi dengan topi bila perlu berikan oksigen.
6. Tetesi ASI bila perlu dapat dilakukan sende untuk memasukkan susu / ASI pada bayi.
7. Bila bayi dalam keadaan rentang segera berikan infuse dektrose 10 % + bikarbonas
atau natricus 1,5 % - 4 % pada hari I : 60 cc / kg / hari, pada hari ke II : 70 cc / kg / hari.
8. Berikan antibiotika.
9. Bila tidak dapat menghisap putting susu / tidak dapat menelan langsung / biru / tandatanda hypotermi berat, terangkan kemungkinan bayinya akan meninggal.

2.6. Perawatan Bayi Berat Badan Rendah

Yang perlu diperhatikan adalah pengaturan suhu lingkungan. Pemberian


makanan dan siap sedia dengan tabung oksigen. Pada bayi premature makin pendek
masa kehamilan, makin sulit dan makin banyak persoalan yang dihadapi. Biasanya
kematian disebabkan oleh gangguan pernafasan, infeksi cacat bawaan dan trauma
pada otak.
1. Pengaturan suhu lingkungan
Dapat dilakukan dengan pemanasan lampu atau dengan memasukkan dalam incubator
dengan suhu yang diatur :
*

Suhu berat badan di bawah 2 kg

35 0C.

Bayi berat badan 2 kg sampai 2,5 kg

34 0C.

Suhu incubator diturunkan 1 0C setiap minggu sampai bayi ditempatkan pada suhu
lingkungan sekitar 24 sampai 27 0C.
2. Makanan bayi berat lahir rendah
Umumnya bayi premature belum sempurna reflek menghisapnya, kapasitas lambung
masih kecil dan daya enzim pencernakan terutama lipase masih kurang, maka makanan
diberikan dengan sonde atau pipet sedikit demi sedikit tapi sering.
3. Pada perawatan bayi berat lahir rendah juga dapat menggunakan Kanggoro Mother
Care (KMC).
KMC adalah kontak kulit diantara ibu dan bayi secara dini, terus menerus dan
dikombinasikan dengan pemberian ASI. Metode ini bertujuan agar bayi kecil tetap
hangat DURASI :
-

Dijalankan sampai bayi berat badan 2500 gram atau mendekati 40 minggu.

Bila ibu perlu istirahat dapat digantikan ayah ataupun saudara.

KMC dapat dilakukan setiap saat ketika bayi menginginkan.

4. Pakaian dan posisi bayi


-

Berikan bayi pakaian, topi, popok dan kaos kaki yang telah dihangatkan lebih dulu.

Letakkan bayi di dada ibu :

Dengan posisi tegak langsung ke kulit ibu dan lihat apakah kepala bayi apakah sudah
berfiksasi.

Posisikan bayi dalam frog position yaitu fleksi pada siku dan tungkai kepala dan dada
bayi terletak di dada ibu dengan kepala agak ektensi.

Tutupi bayi dengan pakaian ibu ditambah selimut yang sudah cukup hangat, dalam
methode KM ini tidak memerlukan baju khusus dapat juga menggunakan baju yang
lebih besar dari badan ibu. Kemudian ibu memakai selendang yang dililitkan di perut ibu
agar bayi tidak terjatuh.

2.7. Diagnosa Potensial yang Dapat Terjadi Pada BBLR

Hipotermi dapat disebabkan oleh lingkungan yang dingin karena bayi tidak dapat
menghasilkan panas dari dalam tubuhnya.

Ikterus biasanya terjadi pada BBLR dan lebih besar terjadi pada premature, hal ini
disebabkan karena adanya dasar patologis atau kadarbilirubin mencapai nilai yang
disebut hipebilirubinemia.
Dianggap bilirubinemia bila :
*

Ikterus terjadi 24 jam pertama.

Peningkatan konsentrasi lebih besar sama dengan 5 mg% / 24 jam.

Peningkatan bilirubin serum sewaktu 10 mg% pada NKL3 12,5 mg% pada NCB.

Disertai keadaan
-

BB < 2000 mg

UK <

Asfiksia, hipoksia, sindrom gangguan pernafasan

Infeksi

Trauma lahir kepala

Hipoglikemia

Hiporosmalalitas darah

36 mg

Ikterus dapat dicegah dengan caa :


-

Pengawasan antenatal yang baik

Pencegahan dan mengobati hipoksia pada janin dan neonatus

Pemberian makanan dini

Pencegahan infeksi.

2.8 Penatalaksanaan

Resusitasi yang adekuat

Pengaturan suhu

Terapi oksigen

Pengawasan terhadap PDA ( patent ductus arteriosus )

Keseimbangan cairan dan elektrolit, pemberian nutris yang cukup.

Pengelolaan hiperbilirubinemia, penanganan infeksi dengan antibiotik yang tepat.

2.9 Kebutuhan Nutrisi

Makanan bayi prematur refleks hisap, telan dan batuk belum sempurna. Kapasitas
lambung masih sedikit, kebutuhan protein 3 5 gram / hari dan tinggi kalori 110 kalori /
kgBB / hari. Pemberian minum dimulai saat bayi berumur 3 jam. Jumlah cairan yang
diberikan pertama kali adalah 1 5 ml/ jam dan jumlahnya dapat ditambah sedikit 12
jam.
Banyak cairan yang diberikan perhari adalah 60 ml/kgBB/ hari dan setiap hari dinaikkan
sampai dengan 200 ml/kgBB/ hari pada akhir minggu kedua.

Hari Kelahiran

Cairan/kgBB/hari

Kalori/kgBB/hari

60 ml

40 kal

70 ml

50 kal

80 ml

60 kal

90 ml

70 kal

100 ml

80 kal

110 ml

90 kal

120 ml

100 kal

8-10

150 200 ml

120 kal

Air susu yang paling baik adalah ASI. Bila bayi belum dapat menyusu, ASI dapat di
pompa dan dimasukkan dalam botol steril. Bila ASI tidak ada, ganti susu dengan susu
buatan yang mengandung lemak yang mudah dicerna oleh bayi ( lemaknya dari middle
chain trigly ceride ) dan mengandung 20 kalori/ 30 ml air atau sekurang kurangnya
bayi dapat 110 kal/kgBB/ hari.
2.10

Pencegahan

Hal hal yang dapat dilakukan

1. Meningkatkan pemeriksaan kehamilan secara berkala minimal 4 kali salama kurun


kehamilan dan dimulai sejak umur kehamilan muda.ibu hamil yang diduga beresiko,
terutama faktor resio yang mengarah melahirkan bayi dengan BBLR harus cepat
dilaporkan, dipantau dan dirujuk pada institusi pelayanan kesehatan yang lebih mampu.
2. Penyuluhan kesehatan tentang pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim,
tanda tanda bahaya selama kehamilan dan perawatan diri selama kehamilan agar
mereka dapat menjaga kesehatannya dan janin yang dikandung dengan baik.
3. Hendaknya ibu dapat meencanakan persalinan pada kurun umur reproduksi sehat ( 20
34 tahun ).
4. Perlu dukungan sektor lain yang terkait untuk turut berperan dalam meningkatkan
pendidikan ibu dan status ekonomi keluarga agar mereka dapat meningkatkan akses
terhadap pemanfaatan pelayanan antenatal dan status gizi ibu selama hamil.

BAB III
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR
PADA BAYI Ny. S DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH
DI BPS Ny. ARI GEMOLONG SRAGEN

Tanggal / jam masuk : 8 Desember 2011 / 07.45 WIB


Tempat
I.

: BPS Ny. ARI

PENGKAJIAN
Tanggal / jam
1.

: 8 Desember 2011 / 07. 55 WIB

Data Subyektif

A. Identitas
Nama

: By. Ny. S

Tanggal/jam lahir

: 8 Desember 2011 / 07.45 WIB

: Ngandul RT 7 RW 2 Sumberlawang, Sragen

Penanggung Jawab
Nama

: Ny. S

Umur

: 33 Tahun

Pekerjaan

: Swasta

B. Riwayat Kehamilan Sekarang


GPA

: G 2 P1 A0

Umur kehamilan

: 38 minggu

Kenaikan BB

: 10 kg

ANC

: 15 kali

TT

: 2 kali (kehamilan yang ke 24 mgg dan

hamilan yang ke 28 mgg)


C. Riwayat Persalinan Sekarang
a. Kala I

: 12 menit

b. Kala II

: 15 menit

DJJ

: 128 x / menit

Warna air ketuban

: Jernih

Caput

: Tidak ada

Cefal Hematuma

: Tidak ada

Bayi lahir jam

: 07.45 WIB

Jenis persalinan

: Normal

APGAR SCORE

Skore
A: Appearance colour (warna
kulit)
P: Pulse/ Head Rate (frekuensi
jantung)
G: Grimace (reaksi terhadap
rangsangan)
A: Activity (tonus otot)
R: Respiration (usaha nafas)
Jumlah

1
menit
2

5 men
it
2

10 me
nit
2

2
1
8

2
2
9

2
2
10

D. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang lalu

Ha Komp
mil likasi
ke-

Temp
at
persa
linan

UK

Jenis
persa
linan

Peno
long

Nifas
Lac perda
t
rahan

Anak
inf
eks

J BB
K

K
e
t
PB

BPS
Ny.
Ari

38 norm
mg al

Bida
n ari

lan
car

i
-

BPS
Ny.
Ari

38 norm
mg al

Bida
n ari

lan
car

L 34
00
gr
a
m

49 cm

P 23
00
gr
a
m

48 cm

E. Riwayat Penyakit Keluarga


Ibu mengatakan dalam keluarganya tidak menderita penyakit menurun ( ashma, DM ),
menular ( TBC ), menahun ( jantung ) seperti seperti dada berdebar debar
(jantung),sering makan,minum, dan kencing (DM), sesak nafas (Asma),tekanan darah
>140/90 mmHg (Hipertensi). Sakit Kuning (Hepatitis), Kejang sampai keluar busa
(Epilepsi) dan keputihan Gatal Gatal (PMS).
F. Kebutuhan Dasar
1. Nutrisi

: Bayi belum diberi nutrisi.

2. Eliminasi

BAK pertama kali tanggal : 8 Desember 2011, Jam : 08.30 WIB


Warna

: Kuning Jernih

Jumlah

: 20 cc

BAB pertama kali tanggal : 8 Desember 2011, Jam : 08.20 WIB


Warna : Hitam Kehijauan ( Mekonium )
Konsistensi

: Lembek

Jumlah

: 50 cc

3. Istirahat

: belum dikaji

Tidur

: belum dikaji

Keluhan

: belum dikaji

2.

Data Obyektif

A. Pemeriksaan Umum
1. Keadaan Umum
2. Vital Sign
RR

: HR

: Baik

Kesadaran

: 128 x / menit

: CM
: 370C

: 42 x / menit

3. BB Lahir

: 2300 gram

BB sekarang

: 2300 gram

4. PB Lahir

: 48 cm

PB sekarang

: 48 cm

5. LD lahir

: 34 cm

LD sekarang

: 34 cm

6. LK Lahir

: 34 cm

LK sekarang

7. Warna kulit : Kemerahan


8. Tangis bayi

: Kuat

9. Tonus otot

: Baik

Warna kuku

: 34 cm
: Kemerahan

B. Pemeriksaan kepala
1. Keadaan Ubun-ubun
2. Penonjolan / pencekungan
3. Ukuran kepala
DFO : 13,5 cm

: mendatar

Sutura : Menutup

: tidak ada
: DMO : 15 cm

C. Mata
1. Kedimetrisan

: simetris

2. Tanda tanda infeksi

: tidak ada

3. Konjungtiva

: tidak anemis

4. Sclera

: tidak ikterik

5. Kelaianan pada mata

: tidak ada

6. Secret

: tidak ada

7. Reflek penglihatan

: ada, mata bayi melihat benda bergerak

D. Hidung dan Mulut


1. Kelainan bawaan

: tidak ada

2. Refleksi menghisap

: ada, areola putting susu ibu tertekan gusi bayi, lidah dan

langit langit mulut bayi.


3. Kesimetrisan

: simetris

E. Telinga
1. Letaknya/kesimetrisan

: simetris

2. Kelainan

: tidak ada

3. Reflek pendengaran

: ada, respon memeluk saat bayi dikagetkan

F. Leher
1. Pembengkakan

: tidak ada

2. Benjolan

: tidak ada

G. Dada
1. Bentuk

: simetris

2. Putting Susu

: menonjol

3. Bunyi napas

: normal

4. Bunyi Jantung

: dalam batas normal

5. Retraksi

: tidak ada retraksi

H. Bahu, lengan, dan tangan


1. Gerakan

: normal

2. Kelainan

: tidak ada

3. Bentuk

: simetris

4. Kesimetrisan

: simetris kanan dan kiri

5. Jumlah jari

: lengkap

I.

Sistem saraf

1. Reflek Moro

: baik, ada respon memeluk saat bayi dikagetkan.

2.

: baik, ada respon membuka mulut saat jari kita menyentuh mulut

Reflek Rooting
bayi.

3.

Reflek Grasping

: baik, saat tangan bayi diberi telunjuk maka tangan bayi akan

menggenggam.
4.

Reflek Walking

: baik, saat telapak kaki bayi disentuh dengan jari maka akan

bergerak-gerak.
5.

Reflek Sucking

: baik, bayi menghisap dengan kuat dan areola putting susu ibu

tertekan gusi bayi, lidah dan langit langit.


6.

Reflek Tonic Neck : ada, bayi dapat menggerak-gerakkan kepalanyadan dapat


memiringkan kepalanya saat di tengkurapkan.

J.

Abdomen

1. Bentuk

: simetris

2. Penonjolan lilitan tali pusat pada saat bayi menangis : tidak ada
3. Perdarahan tali pusat : tidak ada
4. Keadaan tali pusat

: baik

K. Kelamin

Perempuan :
Vagina

: Berlubang

Uretra

: Berlubang

Keadaan Labia Mayira dan Minora


Kelainan

: labia mayora menutupi labia minora.

: tidak ada

L. Tungkai dan Kaki


1. Bentuk

: simetris

2. Gerakan

: normal

3. Kelainan

: tidak ada

4. Jumlah jari

: Lengkap

M. Punggung

1. Pembengkakan/Pencekungan : tidak ada


2. Spina Bifida

: tidak ada

N. Anus

Berlubang

: ya

O. Kulit
1. Vernik

: ada

2. Warna

: kemerahan

3. Tanda lahir

: tidak ada

4. Pembengkakan

: tidak ada

P. Pemeriksaan laboratorium

: Tidak dilakukan

Golongan darah

: Tidak dilakukan

Hb

: Tidak dilakukan

Bilirubin

: Tidak dilakukan

Leukosit

: Tidak dilakukan

Lain-lain

: Tidak dilakukan

Q. Pengobatan yang telah didapat

: tidak ada

II. INTERPRETASI DATA


Tanggal : 8 Desember 2011 / 08. 30 WIB
a.

Diagnosa Kebidanan
By.Ny. S lahir spontan, cukup bulan, sesuai masa kehamilan dengan berat badan lahir
rendah umur 15 menit.

Dasar :
S : ibu mengatakan telah melahirkan anak keduanya di BPS Ny. Ari Gemolongtanggal 8
Desember 2011 jam 07. 45 WIB
O :

Bayi lahir tanggal 8 Desember 2011 jam 07. 45 WIB

Keadaan Umum

Apgar Score

: Baik

Kesadaran

HR

: 128 x / menit

RR

: 42 x / menit

: 1 menit

:8

5 menit

:9

: CM
S

: 370C

10 menit

: 10

Jenis kelamin : Perempuan


BB

: 2300 gram

LK

: 34 cm

Warna Kulit

: Kemerahan

Tonus otot

: Aktif

Tangis bayi

: Kuat

Anus

: berlubang

Kelainan Kongenital : tidak ada

Reflek rooting, sucking, moro, grasping, tonic neck : Baik

b. Masalah

: tidak ada

III. DIAGNOSA POTENSIAL dan ANTISIPASI


Tidak ada
IV. TINDAKAN SEGERA
Tidak ada

PB

: 48 cm
LD

: 34 cm

V. PERENCANAAN
Tanggal / jam : 8 Desember 2011 / 08. 35 WIB
1. Observasi KU dan VS
2.

Jaga kehangatan bayi dengan mengganti pakaian bayi bila basah atau kotor.

3.

Beri nutrisi PASI 1 5 ml / jam dan ASI sesering mungkin pada bayi minimal tiap
2 jam atau sesuai kebutuhan.

4.

Observasi BAB dan BAK.

5.

Memandikan bayi setelah 6 jam post partum selanjutnya 2 x sehari.

6.

Berikan injeksi vitamin K dan tetes mata segera setelah bayi lahir.

7.

Rawat tali pusat dengan prinsip antiseptik.

IMPLEMENTASI
Tanggal / jam

: 8 Desember 2011 / 08. 40 WIB

1) Mengobservasi KU dan VS
2) Menjaga kehangatan bayi dengan mengganti pakaian bayi bila basah atau kotor.
3) Memberi nutrisi PASI 1 5 ml / jam dan ASI sesering mungkin pada bayi minimal tiap 2
jam atau sesuai kebutuhan.
4) Mengobservasi BAB dan BAK.
5) Memandikan bayi setelah 6 jam post partum selanjutnya 2 x sehari.
6) Memberikan injeksi vitamin K 1 mg secara IM pada paha kiri 1/3 bagian luar atas dan
tetes mata eritromycin 0,5 % sebanyal 1 tetes pada mata kanan dan mata kiri segera
setelah bayi lahir.
7) Merawat tali pusat dengan prinsip antiseptik dengan cara membungkus tali pusat bayi
dengan kassa steril.
EVALUASI
Tanggal / jam : 8 Desember 2011 / 09.00 WIB
1. Keadaan umum : baik
Vital Sign : HR : 138 x/menit

Kesadaran : composmentis
S : 37OC

RR : 44 x/menit
2. Kehangatan bayi sudah terjaga dengan mengganti pakaian bayi bila basah atau kotor
3. Bayi sudah diberi PASI dan ASI sesuai kebutuhan

4. Bayi sudah BAB 1 kali, warna kehitaman, konsisitensi lembek, dan BAK 4 - 6 kali, warna
kuning jernih.
5. Injeksi vitamin K dan tetes mata sudah diberikan.
6. Tali pusat sudah dirawat dan dibungkus dengan kassa steril dan tidak ada perdarahan
maupun tanda tanda infeksi.

DATA PERKEMBANGAN I

Tanggal / jam : 9 Desember 2011/ jam 06.30 WIB


I.

Ibu mengatakan bayinya sudah menetek dengan kuat.

Ibu mengatakan ASI nya sudah lancar.

Ibu mengatakan bayinya sudah tidur nyenyak.

Ibu mengatakan bayinya BAB 1 kali sehari dan BAK 4 6 kali sehari.

II.

DATA OBYEKTIF

III.

DATA SUBYEKTIF

Keadaan Umum

Apgar Score

: Baik

Kesadaran

HR

: 138 x / menit

RR

: 44 x / menit

: 1 menit

: CM
S

: 370C

:8

5 menit

:9

10 menit

: 10

Jenis kelamin : Perempuan


BB

: 2300 gram

PB

: 48 cm

LK

: 34 cm

Warna Kulit

: Kemerahan

Tonus otot

: Aktif

Tangis bayi

: Kuat

Anus

: berlubang

Kelainan Kongenital : tidak ada

Reflek rooting, sucking, moro, grasping, tonic neck : Baik

Tali pusat

Minum PASI : 70 ml/kgBB/ hari atau bila bayi menangis.

LD

: 34 cm

: masih basah dan tidak ada tanda tanda infeksi

ASSESMENT
By. Ny. S lahir spontan, cukup bulan, sesuai dengan masa kehamilan dengan berat
badan lahir rendah umur 2 hari.

IV.

PENATALAKSANAAN
Tanggal / jam

: 9 Desember 2011/ jam 06.45 WIB

1. Observasi KU dan VS.


Mengobsevasi KU dan VS.

Keadaan Umum

: Baik

HR

: 128 x / menit

RR

: 48 x / menit

Kesadaran
S

: CM

: 37,20C

2. Anjurkan ibu untuk menyusui bayinya sesuai kebutuhan bayi.


Menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya sesuai kebutuhan bayi.
Ibu bersedia untuk menyusui bayinya sesuai kebutuhan bayi.
3. Cegah infeksi dan rawat tali pusat.
Mencegah infeksi dan merawat tali pusat bayi dengan cara membungkus tali pusat bayi
dengan kassa steril.
Tali pusat bayi sudah terawat dengan baik sehingga tidak terjadi infeksi.

4. Anjurkan ibu untuk menjaga kehangatan bayi.


Menganjurkan ibu untuk menjaga kehangatan bayi dengan mengganti pakaian bayi tiap
basah atau kotor.
5.

6.

7.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

h.

Ibu bersedia untuk menjaga kehangatan bayi.


Anjurkan ibu untuk menjaga kebersihan bayi.
Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan bayi dengan memandikan bayi 2 x sehari.
Ibu bersedia untuk menjaga kebersihan bayi.
Observasi tanda tanda peradangan tali pusat
Mengobservasi tanda tanda peradangan tali pusat seperti adanya bau busuk dari tali
pusat, tali pusat berwarna kemerahan, keluar nanah / pus dari tali pusat.
Tali pusat tidak ada tanda tanda infeksi, tali pusat masih basah dan
terbungkus kassa steril.
Beri pendkes pada ibu tentang Tanda Bahaya BBL
Memberi pendkes pada ibu tentang Tanda Bahaya BBL, meliputi :
Bayi tidak dapat menyusu , sulit minum, malas minum. Kemungkinan bayi mengalami
kelainan pada bibir dan langit langit dan bayi infeksi.
Bayi kejang kemungkinan bayi terjadi infeksi misalnya tetanus neonatorum dan
gangguan sistim persyarafan seperti trauma kelahiran
Bayi mengantuk dan tidak sadar ( letargis ) kemingkinan bayi infeksi / sepsis dan
gangguan sistim persyarafan.
Apabila nafas bayi kurang dari 40 x/menit atau labih dari 60 x/menit disertai tarikan
dada, ini disebabkan karena gangguan pernafasan.
Apabila bayi merintih, lemah, atau kurang aktif, kemungkinan disebabkan karena
infeksi.
Warna kulit bayi
: sianosis ( warna kulit membiru mulai dari muka sampai seluruh
tubuh), warna kulit sangat kuning mulai dari kepala turu ke kaki.
Apabila perut bayi kembung, muntah kemungkinan bayi mengalami saluran pencernaan
bagian atas buntu, sedangkan apabila bayi tidak mengeluarkan mekonium berarti
saluran percernaan bagian bawah buntu.
Apabila bagian tali pusat bayi dan dinding perut di sekitar tali pusat berwarna
kemerahan, berbau busuk, terdapat pus / nanah, keluar darah / perdarahan,
kemungkinan tali pusatnya terdapat infeksi tali pusat.
Ibu sudah mengerti tentang tanda tanda bahaya BBL

BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan berat
badan lahir rendah dengan tujuh langkah varney, penulis mengambil kesimpulan :
4.1.1. Penulis telah mendapatkan pengalaman nyata dalam melakukan Asuhan kebidanan
pada bayi Ny. S bayi baru lahir dengan berat badan lahir rendah diBPS Ny. ARI
Gemolong Sragen dengan menggunakan tujuh langkah varney.
4.1.2. Hasil pengkajian yang penulis dapatkan yaitu diagnosa bayi Ny. S baru lahirdengan
berat badan lahir rendah , menangis spontan dan kuat. Bayi Ny. Sdilahirkan pada
tanggal 8 Desember 2011, jam 07.45 WIB dengan BB: 2300 gram, PB: 48 cm, LK:
34 cm,LD : 34 cm, DMO: 15 cm, DFO: 13,5 cm, memiliki APGAR Score: 8-9-10 dan
dengan tanda-tanda vital yaitu HR: 128x/menit, RR: 45 x/menit, S: 370C.Pada bayi
Ny. R tidak ditentukan diagnosa potensial karena bayi Ny. S adalah bayi baru lahir
normal, antisipasi yang dilakukan pun tidak ada. Asuhan yang diberikan pada By.Ny.S ,
yaitumemandikan dan mengganti pembalut tali pusat bayi,, mengajarkan pada ibu
tentang cara perawatan bayi setiap hari, pastikan bayi dalam kondisi yang aman dan
nyaman, observasi nutrisi bayi, dan memberikan injeksi Vit. K 1 mg secara IM serta
tetes mata.
4.1.3. Dalam pelaksanaan Asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal pada By. Ny.
S tidak ada kesenjangan antara teori dengan praktek di lahan praktek

4.2 Saran
4.2.1

Bagi Bidan
Bidan hendaknya selalu meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan
sesuai dengan perkembangan IPTEK agar mampu mebersihkan asuhan kebidanan
dengan baik.

4.2.2

Bagi Tenaga Kesehatan


Hendaknya saling bekerjasama dengan tenaga kesehatan lainya agar terciptanya
pelayanan kesehatan yang bermutu.

4.2.3

Bagi Pasien
Hendaknya

selalu

merawat

bayinya

dengan

penuh

kasih

sayang

dan

memperhatikan kesehatan bayinya agar kelak tumbuh menjadi anak yang sehat dan
dapat dibanggakan.
4.2.4

Bagi Mahasiswa
Mampu menerapkan ilmu yang didapat dengan baik kepada pasien.

DAFTAR PUSTAKA

Sastrawiata, Sulaiman. 1983. Obstetri Fisiologi. Bandung: Unerversitas Padjajaran Bandung.


Syaifudin, Abdul. 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal. Jakarta:
Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo Nelson. 1998. Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta:
EGC
Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obsetri. Jakarta : EGC
Straight, barbara. 2004. Keperawatan Bayi Baru Lahir. Jakarta : EGC
Ladewig, W. Patricia. 2005. Asuhan Keperawatan Ibu Bayi Baru Lahir. Jakarta : EGC
Syahlan , J. H. 1993. Ilmu Kesehatan Anak dalam Konteks Keluarga. Jakarta : Pusdiknakes Departemen
Kesehatan RI.
Diposkan oleh SeTiA MeMbLe di 23.16
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

Tidak ada komentar:


Poskan Komentar

Posting Lebih BaruPosting LamaBeranda


Langganan: Poskan Komentar (Atom)
ARSIP BLOG

2012 (14)
Agustus (14)

ASUHAN KEBIDANAN BALITA SAKIT PADA By.F UMUR 10 B...

ASUHAN KEBIDANAN PADA By. S UMUR 9 BULAN DENGAN IM...

ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA BERENCANA PADA Ny. S UMU...

ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA BERENCANA PADA Ny. K UM...

Asuhan Kebidanan Gangguan Reproduksi pada Nn. T Um...

Asuhan Kebidanan Gangguan Reproduksi Pada Nn. S Um...

ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR PADA By.Ny. S DEN...

ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR PADA By. Ny. R DE...

ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS PADA Ny.R UMUR 26 TAHUN...

ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS PADA Ny.S UMUR 29 TAHUN...

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL Ny.H UMUR 22 TAHUN...

ASUHAN KEBIDANAN IBU HAMIL NORMAL NY. W G1P0A0 DEN...

ASUHAN KEBIDANAN IBU BERSALIN PADA Ny.S G2P1AO DEN...

ASUHAN KEBIDANAN IBU BERSALIN PADA Ny.R G2P1AO DEN...

MENGENAI SAYA

SeTiA MeMbLe
Lihat profil lengkapku
Template Picture Window. Diberdayakan oleh Blogger.