Sunteți pe pagina 1din 3

Ameloblastoma

Ameloblastoma adalah neoplasma rahang yang paling umum. Biasanya terlihat pada pasien
berusia 30-50 tahun dan jarang pada lansia dan anak-anak. 80% terbentuk pada mandibula dan
70 % diantaranya berkembang di regio posterior molar dan melibatkan ramus. Neoplasma ini
tidak akan menunjukkan ada gejala sampai pembengkakan besar.1

Secara radiograf, ameloblastoma berbentuk bulat, seperti kista membentuk area radiolusen
yang berbatas jelas dan berbentuk multilocular. Perluasan kearah lingual kadang terlihat namun
bukan merupakan patognomoni dari tumor ini. Variasi lain ameloblastoma dapat berbentuk
seperti pola sarang lebah, kavitas tunggal berbatas jelas yang sulit dibedakan dengan kista
radikular atau dentigerous. Maka dari itu membedakan kista dan tumor tidak dapat didasarkan
pada pemeriksaan radiografis saja. 1,2

Gambaran klinis Ameloblastoma. Pembengkakan tulang alveolar Gambaran radiografis ameloblastoma berbentuk multilocular yang
pada lingual mandibula. berbeda ukuran

Sumber : Neville BW, Damm DD, Allen CM, Bouqout JE. Oral & Sumber : Neville BW, Damm DD, Allen CM, Bouqout JE. Oral &
maxillofacial pathology. 2nd ed. Philadelphina: W.B. Saunders Co; maxillofacial pathology. 2nd ed. Philadelphina: W.B. Saunders Co;
2002: p.613 2002: p.613

Gambaran Histopatologi

Follicular ameloblastoma adalah tipe yang paling umum dan mudah dikenali dengan
bentuk seperti pulau-pulaudan trabekula dari sel epitel di stroma jaringan ikat fibrosa dewasa.
seperti pada gambar 15-60. Proses pembentukan epitel ini mengandung lapisan tunggal beraturan
yang columnar dan memiliki nuklei yang mengelilingi inti sel disekitar sel polyhedral atau
angular seperti pada gambar 15-61. Pada area lain sel perifernya lebih berbentuk kuboid dan
menggambarkan sel basal. Pembentukan kista umum terjadi mulai dari kista mikro hingga kista
makro.2

Sumber : Neville BW, Damm DD, Allen CM, Bouqout JE. Oral & maxillofacial pathology. 2nd ed.
Philadelphina: W.B. Saunders Co; 2002: p.614

Plexiform ameloblastoma terdiri dari benang epitel panjang yang beranastomosis.


Benang benang atau lembaran lembaran epitel tersebut diikat oleh sel mirip ameloblas
berbentuk kolumnar dan kuboid, mengelilingi sel epitel yang diatur secara longgar. Stroma
memiliki struktur yang longga dan memiliki vaskularisasi. Pembentukan kista tidak umum
terjadi pada ameloblastoma dengan tipe histopatologik ini. Kalaupun ada kista, maka terbentuk
dari degenerasi stoma bukan perubahan epitelum.2
Sumber : Neville BW, Damm DD, Allen CM, Bouqout JE. Oral &
maxillofacial pathology. 2nd ed. Philadelphina: W.B. Saunders Co;
2002: p.614

Referensi:
1 Cawson, RA. Odell, EW. 2002. Cawsons Essentials of Oral Pathology and Oral Medicine
7th ed. Churchill Livingstone.
2 Neville BW, Damm DD, Allen CM, Bouqout JE. Oral & Maxillofacial Pathology. 2nd ed.
WB Saunders. 2002.