Sunteți pe pagina 1din 4

AMANAT

PADA UPACARA PEMBUKAAN PERKEMAHAN BHAKTI WIRA KARTIKA TAHUN 2008

Tanggal : 28 Juli 2008.

Tempat : Bumi Perkemahan Waena.

Yang saya hormati :

- Unsur Pembina Kepramukaan Kwartir Daerah Provinsi Papua dan Papua Barat;

- Para peserta upacara serta hadirin sekalian yang saya cintai dan saya banggakan;

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh dan salam sejahtera untuk kita semua.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan ridho-Nya pada
hari ini kita dapat mengikuti upacara pembukaan Perkemahan Bhakti Wira Kartika tahun 2008 di seluruh satuan Kowil jajaran Kodam
XVII/Cenderawasih dalam keadaan sehat wal afiat.

Sebelum lebih jauh saya menyampaikan beberapa pokok pikiran yang di tuangkan pada amanat ini, terlebih dahulu saya
ucapkan selamat datang dan terima kasih kepada para anggota, Pelatih dan Pembina, yang telah meluangkan waktu untuk hadir di
bumi perkemahan Waena ini.

Para peserta upacara yang saya cintai;

Perlu kita ketahui bersama kegiatan Perkemahan Bhakti Wira Kartika ini, bertujuan untuk membentuk dan membina generasi
muda sebagai pemimpin-pemimpin Bangsa dimasa depan, agar mempunyai kepribadian yang kuat, bersemangat, ulet, pantang
menyerah, disiplin, inovatif dan pekerja keras demi mendorong kemajuan serta keberhasilan pencapaian cita-cita Bangsa.
Untuk itu, saya berharap kepada seluruh peserta, agar kegiatan ini betul-betul dilaksanakan dengan baik, guna memantapkan
tekad kaum muda sebagai patriot pembangunan, karena tantangan Negeri pasca krisis moneter saat ini adalah tanggung jawab kita
semua, untuk membangun kembali Negeri ini.

Di samping itu, agar generasi muda menjadi manusia-manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa memiliki
kepribadian yang tangguh, terampil dan berpengetahuan, sehat dan kuat jasmani serta memiliki kesetiakawanan yang tinggi.

Dengan demikian, melalui kegiatan perkemahan ini marilah kita gelorakan kembali semangat perjuangan para pendahulu kita,
perjuangan di masa sekarang bukan lagi perjuangan fisik seperti di masa lalu, tetapi perjuangan untuk membangun Bangsa dan Negara
Kesatuan Republik Indonesia.

Kita harus sadar bahwa kemerdekaan yang kita peroleh ini, diperjuangkan dengan tetesan darah dan air mata. Sebagai generasi
penerus, segenap anggota Pramuka bersama-sama seluruh komponen Bangsa di tanah air, berkewajiban untuk mengisi kemerdekaan
dengan kegiatan-kegiatan yang konstruktif dan bermanfaat.

Kalau itu semua mampu saudara-saudara wujudkan, maka tepatlah tema yang diusung pada upacara pembukaan Perkemahan
Bhakti Wira Kartika kali ini untuk menjadi arah dalam menjalankan tugas-tugas yang sedang menanti di hadapan saudara, yaitu :

Melalui kegiatan perkemahan Bhakti Wira Kartika 2008 yang bertujuan sebagai sarana pembinaan yang menitik beratkan pada
kegiatan persaudaraan, kerukunan dan perdamaian serta menumbuhkan rasa kebangsaan, berjiwa Pancasila dan ber-Bhinneka Tunggal
Ika.

Para peserta upacara yang saya cintai dan banggakan;

Sebelum mengakhiri amanat ini, saya ingin menyampaikan beberapa pesan, harapan dan arahan agar kegiatan ini dapat berjalan
dengan baik sesuai dengan yang kita harapkan bersama.
Pertama. Tingkatkan intensitas dan kualitas Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter Bangsa bagi generasi
muda. Pembentukan karakter Bangsa amat penting dan menentukan nasib Bangsa di masa depan. Hanya Bangsa yang memiliki
mental kepribadian yang kuat, bersemangat, ulet, pantang menyerah, disiplin, inovatif dan bekerja keraslah yang akan mendorong
kemajuan dan keberhasilannya.

Kedua. Gerakan Pramuka hendaknya menjadi pelopor dalam membudayakan diri, senang bekerja keras serta cerdas dan ikhlas.
Bangun nilai dan sikap serta perilaku sejak dini melalui berbagai ragam kegiatan Gerakan Pramuka.

Ketiga. Ajak kaum muda untuk meningkatkan semangat Bela Negara. Utamakan program dan kegiatan untuk meningkatkan
semangat patriotisme dalam membela kepentingan Bangsanya. Gerakan Pramuka pada khususnya dan generasi muda pada umumnya,
harus mencintai Bangsa dan Negara serta tanah airnya.

Keempat. Mantapkan tekad kaum muda sebagai patriot pembangunan. Tantangan Negeri kita pasca krisis moneter adalah
bagaimana kita membangun kembali Negeri ini. Kaum muda haruslah menjadi agen dan pelopor. Negeri ini akan maju dan sejahtera
apabila pembangunan dapat terlaksana dengan baik, kenalkan dan libatkan kaum muda dalam kegiatan yang mengarah dan menjadi
bagian dari pembangunan Nasional melalui karya-karya nyata.

Kelima. Utamakan kepentingan Bangsa dan Negara di atas segalanya, pendidikan dan pelatihan kepramukaan harus melahirkan
generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, didiklah kaum muda sedini mungkin untuk tidak membeda-bedakan
identitas, seperti agama, etnis, suku, kedaerahan. Watak Nasionalisme akan tercermin dalam perilaku yang senantiasa lebih
mementingkan kepentingan Bangsa dan Negara, dibandingkan kepentingan diri dan golongan.

Keenam. Kokohkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Galang terus persaudaraan dan
persahabatan diantara sesama anggota Pramuka, sebagai bekal memupuk jiwa dan semangat persatuan dan kesatuan. Kembangkan
berbagai metodologi dan kegiatan yang dapat membangun harmoni, kerukunan, kekompakan, kesetiakawanan bahkan kasih sayang
diantara sesama kaum muda.
Ketujuh. Amalkan Satya dan Dharma Pramuka. Inti dari Satya dan Dharma dari gerakan Pramuka adalah semangat, tekad,
kode etik termasuk pesan-pesan moral dan spiritual. Tekad, semangat, kode etik serta pesan itu, bukan hanya dijunjung tinggi,
melainkan yang lebih penting dilaksanakan dan diamalkan, melalui pengamalan Satya dan Dharma Pramuka. Saya berharap, Gerakan
Pramuka akan menjadi wadah yang ideal dan efektif dalam menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual generasi muda.

Demikianlah amanat saya, semoga Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, senantiasa memberikan keselamatan, petunjuk,
bimbingan dan kekuatan kepada kita sekalian.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh dan salam sejahtera untuk kita semua.

Sekian dan terima kasih.

Jayapura, 27 Juli 2008

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih

Haryadi Soetanto

Mayor Jenderal TNI