Sunteți pe pagina 1din 14

The Effect of Motivation and Role Ambiguity as Moderating on The

Relation Between Budgetary Participation and Budgetary Slack at SKPD Riau


Province

ABSTRACT

By:
Khairun Nisaa
Faculty of Economic Riau University, Pekanbaru, Indonesia
e-mail: nisakhairun19@gmail.com

The purpose of this research is to examine : 1) the effect of budgetary


participation on budgetary slack, 2) the effect of budgetary participation on
budgetary slack moderating motivation, 3) the effect of budgetary participation
on budgetary slack with role ambiguity as moderating. The population in this
study is SKPD Riau. The selection of sample used purposive sampling method.
Data that is used in this research is primary data, that was collected by survey
techniques by distributing questionnaires to each secretary of SKPD, Head of
DiModerated regression analysis was used as the method of analysis. From the
results of multiple regression showed that : 1) the effect of budgetary
participation having an effect on budgetary slack. 2) budgetary participation and
motivation interaction have no significant influence to the budgetary slack. 3)
budgetary participation and role ambiguity interaction have significant influence
to budgetary slack. This study, I suggested has based on the findings of: 1) For
the next researchers who are interested in further for research with same topict we
suggest to investigate another variables such as budget adequacy, group
cohesiveness, environment uncertainty and locus of control 2) Further research,
preferably for using direct interviews with respondents, 3) increase the object of
the research was suggested for next research.

Keywords: Budgetary Slack, Budgetary Participation, Motivation, Role


Ambiguity

JOM FEKON Vol Nomor 2015

1
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pada sektor pemerintah, baik di pemerintah pusat maupun pemerintah
daerah dalam menjalankan pemerintahan memiliki rencana-rencana dalam bentuk
anggaran yang disusun dan akan dijadikan pedoman dalam melaksanakan
berbagai urusan pemerintahan, demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Melalui anggaran, akan diketahui seberapa besar kemampuan pemerintah dalam
melaksanakan berbagai urusan pemerintahan yang menjadi wewenangnya.
Anggaran merupakan pedoman tindakan yang akan dilaksanakan
pemerintah meliputi rencana pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan yang
di ukur dalam satuan rupiah, yang di susun menurut klasifikasi tertentu secara
sistematis untuk satu periode (PP 71 tahun 2010). Anggaran merupakan rencana
operasi keuangan, yang mencakup estimasi pengeluaran yang diusulkan, dan
sumber pendapatan yang diharapkan untuk membiayainya dalam periode waktu
tertentu (Governmental Accounting Standarts Board ). Anggaran juga dapat
diinterpretasikan sebagai paket pernyataan menyangkut perkiraan penerimaan dan
pengeluaran yang diharapkan akan terjadi dalam satu atau beberapa periode
mendatang (Bastian,2010:191).
Pada sektor pemerintah, anggaran merupakan instrument akuntabilitas atas
pengelolaan dana publik dan dalam pelaksanaan program-programnya dibiayai
dengan uang publik (Mardiasmo,2009:61). Dana publik berasal dari pajak,
retribusi, laba perusahaan milik daerah atau negara, pinjaman milik pemerintah
berupa utang luar negeri dan obligasi pemerintah, serta sumber dana lain yang sah
dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang telah
ditetapkan.
Anggaran di pemerintahan itu sendiri terbagi dua. Untuk pemerintah pusat
disebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan untuk pemerintah
daerah disebut Anggagaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Anggaran
merupakan isu yang penting, karena menyangkut dana publik dan harus
dipertanggung jawabkan atas pemakaiannya. Sebagai contoh, kita bisa melihat
pada perkembangan jumlah APBD Provinsi Riau dengan realisasi belanja dari
tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 yang realisasi anggarannya setiap tahun
semakin menurun. Pada tahun 2010 dianggarkan APBD sebesar Rp.4,267 triliun.
Dengan realisasi anggaran sebesar Rp. 3,814 triliun. Untuk tahun 2011 di sahkan
APBD sebesar Rp. 4,790 triliun. Dengan realisasi anggaran sebesar 4,813 triliun.
Pada tahun 2012 pemerintah Provinsi Riau menganggarkan APBD Rp. 8,373
triliun. Anggaran yang direalisasikan pada 2012 sebesar Rp. 6,670 triliun.
Belanja dalam APBD Provinsi Riau terus meningkat setiap tahunnya.
Namun peningkatan belanja tersebut dibarengi dengan peningkatan SiLPA (Sisa
Lebih Penggunaan Anggaran) tahun bersangkutan. Tercatat dimulai pada tahun
2010 dengan Belanja lebih dari Rp. 4,2 triliun SiLPA akhir tahun mencapai Rp.
400 Miliyar. Selanjutnya pada tahun 2011 dengan APBD lebih dari Rp. 4,7 Triliun
SiLPA akhir tahun mencapai Rp. 606 milyar. Meningkat kembali pada tahun 2012
dengan anggaran Rp. 8,3 Triliun, realisasi SiLPA pada tahun berjalan mencapai
1,7 Triliun.
Besaran SiLPA yang terjadi setiap tahunnya, selain faktor kinerja aparatur
yang tidak mampu menyerap secara maksimal anggaran yang dialokasikan juga

JOM FEKON Vol Nomor 2015

2
disebabkan karena buruknya perencanaan anggaran. Dalam Rencana Kerja
Anggaran (RKA) yang diajukan dengan pagu anggaran yang jauh lebih besar
dengan anggaran yang semestinya dibutuhkan disetiap program. Sehingga
mengakibatkan pengembalian anggaran dari sisa program yang dilaksanakan
cenderung tinggi dan akhirnya kembali ke kas daerah untuk dipergunakan pada
tahun berikutnya.
Dapat dilihat pada Laporan Pertanggung Jawaban dan Laporan Keuangan
Pemerintah Daerah (LKPD), pada belanja langsung yang diperuntukkan untuk
program kegiatan rata-rata realisasi anggaran berkisar antara 75-80% dari pagu
anggaran yang disetujuan dalam Perda APBD. Realisasi anggaran 75% tersebut
juga paling banyak ditemui pada anggaran untuk operasional aparatur (keperluan
Administrasi perkantoran, operasioanal aparatur, dan lain-lain).
Seperti contoh di dinas Pendidikan anggaran belanja langsung sebesar Rp.
379.9 miliyar hanya terealisasi sebesar Rp. 275.0 Miliyar (FITRA Riau). Artinya
hanya 72% anggaran yang di laksanakan meskipun semua program kegiatan
terlaksana. Dapat disimpulkan bahwa anggaran yang di tetapkan untuk belanja
pada dinas pendidikan jauh lebih besar dari pada anggaran yang semestinya
dibutuhkan. Dengan kata lain telah terjadi senjangan anggaran dalam anggaran
belanja dinas pendidikan yang ditetapkan tersebut.
Menurut Arfan (2010) senjangan anggaran adalah selisih antara sumber
daya yang sebenarnya diperlukan untuk secara efisien menyelesaikan suatu tugas
dan jumlah sumber daya yang lebih besar yang diperuntukkan bagi tugas tersebut.
Selain itu senjangan anggaran juga dapat terjadi sebagai akibat bawahan
memberikan informasi yang bias kepada atasannya. Informasi yang bias
menyebabkan kesalahan dalam penganggaran sehingga anggaran yang dibuat
tidak tepat jumlahnya.
Proses penyusunan anggaran itu sendiri melibatkan berbagai pihak dalam
setiap unit pemerintah. Mulai dari manajemen tingkat atas sampai manajemen
tingkat bawah terlibat dalam proses penyusunan anggaran. Keterlibatan bawahan
dalam penyusunan anggaran disebut partisipasi. Partisipasi anggaran adalah
proses yang menggambarkan keterlibatan individu-individu yang terlihat dalam
penyusunan anggaran dan mempunyai pengaruh terhadap target anggaran dan
perlunya penghargaan atas pencapaian target anggaran tersebut (Brownell,1982).
Partisipasi anggaran bertujuan untuk menciptakan suatu anggaran yang
lebih objektif, karena diharapkan anggaran yang disusun sesuai dengan kebutuhan
dan kapasitas yang dimiliki oleh setiap departemen atau instansi. Namun dalam
praktiknya, partisipasi anggaran juga dapat menimbulkan masalah. Menurut
Merchant (dalam Falikhatun 2007), masalah yang sering muncul dari adanya
keterlibatan manajer tingkat bawah/menengah dalam penyusunan anggaran adalah
timbulnya budgetary slack.
Peneliti-peneliti akuntansi terdahulu telah meneliti pengaruh partisipasi
anggaran terhadap senjangan anggaran. Namun masih terdapat ketidakkonsistenan
pada hasil penelitian. Hasil penelitian Dunk (1993), Ardila (2013) dan Supanto
(2010) menunjukkan bahwa partisipasi anggaran berpengaruh negatif terhadap
senjangan anggran. Artinya, semakin besar partisipasi dalam penyusunan
anggaran maka senjangan anggaran semakin berkurang. Sebaliknya, hasil
penelitian Young (1985), Riansah (2013) dan Pratama (2013) menunjukkan bahwa
partisipasi anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap senjangan

JOM FEKON Vol Nomor 2015

3
anggaran, artinya semakin tinggi pastisipasi anggaran maka semakin tinggi pula
terjadinya senjangan anggaran.
Ketidakkonsistenan hasil penelitian tersebut menurut Govindarajan (1986)
memungkinkan dilakukannya pendekatan kontijensi (contigency theory) untuk
mengevaluasi ketidakpastian berbagai faktor kondisional yang dapat
mempengaruhi hubungan partisipasi penyusunan anggaran terhadap senjangan
anggaran. Kontijensi teori memungkinkan untuk menambahkan variabel
moderating kedalam penelitian. Pada penelitian ini ditambahkan variabel motivasi
dan ambiguitas peran sebagai variabel moderating karena masih ditemukan
ketidakpastian hasil dalam kemampuan motivasi dan ambigutas peran dalam
memoderasi partisipasi anggaran terhadap senjangan anggaran.
Hasanah dan Suartana (2014) juga meneliti mengenai pengaruh interaksi
motivasi terhadap hubungan partisipasi anggaran pada senjangan anggaran. Hasil
penelitian ini adalah motivasi mampu memperlemah hubungan antara partisipasi
anggaran terhadap senjangan anggaran. Sedangkan Supanto (2010) menjelaskan
bahwa motivasi tidak memperkuat atau memperlemah pengaruh partisipasi
anggaran terhadap senjangan anggaran, sehingga dapat dikatakan bahwa motivasi
bukan merupakan variabel yang memoderasi hubungan antara partisipasi
anggaran dan senjangan anggaran.
Pratiwi (2012) menguji pengaruh partisipasi anggaran terhadap senjangan
anggaran dengan ambiguitas peran sebagai variabel pemoderasi. Hasil penelitian
ini menunjukkan ambiguitas peran memperkuat hubungan antara partisipasi
anggaran dengan senjangan anggaran. Sedangkan Ardila (2013) juga meneliti
mengenai pengaruh ambiguitas peran sebagai pemoderasi dalam hubungan
partisipasi anggaran terhadap senjangan anggaran. Berbeda dengan penelitian
sebelumnya, hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ambiguitas peran tidak
berpengaruh signifikan terhadap hubungan partisipasi anggaran dengan senjangan
anggaran.
Berdasarkan indikasi adanya senjangan anggaran dalam APBD di Provinsi
Riau dan ketidakkonsitenan hasil penelitian sebelumnya, peneliti tertarik untuk
menguji hubungan antara partisipasi penyusunan anggaran dengan senjangan
anggaran di SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Provinsi Riau. Didekati
dengan faktor kontijensi dengan memasukkan variabel mediasi seperti interaksi
yang dilakukan oleh Dunk (1993) dan Govindarajan (1986) dalam menguji
hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan variabel motivasi dan ambiguitas
peran sebagai variabel moderating dalam menguji hubungan antara partispasi
penyusunan anggaran dengan senjangan anggaran pada SKPD Provinsi Riau .
Oleh karena itu penelitian ini berjudul Pengaruh Partisipasi Anggaran
terhadap Senjangan Anggaran dengan Motivasi dan Ambiguitas Peran
sebagai Variabel Moderating pada SKPD Provinsi Riau.
Berdasarkan uraian latar belakang permasalah yang dikemukakan diatas,
maka dapat diidentifikasi suatu rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apakah partisipasi anggaran berpengaruh terhadap senjangan anggaran ?
2. Apakah motivasi memoderasi hubungan partisipasi anggaran terhadap
senjangan anggaran?
3. Apakah ambiguitas peran memoderasi hubungan partisipasi anggaran
terhadap senjangan anggaran?

JOM FEKON Vol Nomor 2015

4
Tujuan Penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris mengenai :
1. Pengaruh partisipasi anggaran terhadap senjangan anggaran.
2. Pengaruh partisipasi anggaran terhadap senjangan anggaran dengan
motivasi sebagai variabel moderating.
3. Pengaruh partisipasi anggaran terhadap senjangan anggaran dengan
ambiguitas peran sebagai variabel moderating.
TINJAUAN PUSTAKA
Senjangan Anggaran
Senjangan anggaran adalah selisih antara sumber daya yang sebenarnya
diperlukan untuk secara efisien menyelesaikan suatu tugas dan jumlah sumber
daya yang lebih besar dan diperuntukkan bagi tugas tersebut (Arfan,2010).

Partisipasi Anggaran
Partisipasi anggaran merupakan salah satu tujuan dari sistem pengendalian
manajemen yang akan mendorong manajer agar lebih efektif dan efisien dalam
mencapai cita-cita organisasi (Anthony dan Govindarajan,2006).

Motivasi
Motivasi diartikan sebagai keadaan dalam pribadi seseorang yang
mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna
mencapai tujuan (Marnis,2010:244).
Ambiguitas Peran
Ambiguitas peran muncul karena kurangnya informasi atau karena tidak
adanya informasi sama sekali atau informasinya tidak disampaikan
(Cahyono,2008).

Pendekatan Kontijensi
Ketidakkonsistenan penelitian tersebut menurut Govindarajan (1986)
memungkinkan dilakukannya pendekatan kontijensi (contigency theory) untuk
mengevaluasi ketidakpastian berbagai faktor kondisional yang dapat
mempengaruhi partisipasi dalam penyusunan anggaran terhadap senjangan
anggaran. Pendekatan kontijensi memungkinkan adanya variabel-variabel lain
yang dapat bertindak sebagai variable moderating yang mempengaruhi hubungan
partisipasi dalam penyusunan anggaran.

Kerangka Pemikiran
Pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Senjangan Anggaran
Partisipasi yang tinggi dalam proses penyusunan anggaran akan
memberikan kesempatan yang lebih besar kepada bawahan untuk melakukan
senjangan dan sebaliknya ketika partisipasi rendah harapan bawahan untuk
melakukan senjangan anggaran dibatasi sehingga senjangan anggaran juga rendah
(Edfan, 2002).
Pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Senjangan Anggaran dengan
Motivasi sebagai Variabel Moderating
Motivasi juga mempunyai pengaruh terhadap kecendrungan bawahan
untuk melakukan budgetary slack (Supanto,2010). Keterlibatan dalam proses

JOM FEKON Vol Nomor 2015

5
penganggaran mempunyai arti penting karena anggaran berfungsi untuk
memotivasi bawahan dengan memberikan mereka target untuk mencapai tujuan.
Pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Senjangan Anggaran dengan
Ambiguitas Peran sebagai Variabel Moderating
Seseorang yang mengalami ambiguitas peran tidak memperoleh kejelasan
mengenai tugas-tugas dari pekerjaanya karena job description yang tidak ditulis
atau dijelaskan secara rinci, kurangnya pengetahuan orang tersebut untuk
melaksanakan perannya, tidak adanya pengalaman, dan ketidakpastian
pengawasan oleh atasan, sehingga orang yang mengalami ambiguitas peran
tersebut harus menebak dan memprediksi sendiri setiap tindakannya
(Cahyono,2008). Jika keterlibatan bawahan dalam penyusunan anggaran
dihubungkan dengan evaluasi kinerja maka bawahan yang mengalami ambiguitas
peran akan termotivasi untuk memberikan informasi yang bias agar kinerjanya
tetap terlihat baik. Anggaran yang ditetapkan berdasarkan informasi bawahan
yang bias menyebabkan besaran anggaran tidak sesuai dengan estimasi
sesungguhnya dan dapat dikatakan bahwa anggaran tersebut cenderung memiliki
senjangan.
Hipotesis Penelitian
Ha1: Partisipasi anggaran berpengaruh terhadap senjangan anggaran
Ha2: Motivasi memoderasi hubungan partisipasi anggaran terhadap senjangan
anggaran
Ha3: Ambiguitas peran memoderasi hubungan partisipasi anggaran terhadap
senjangan anggaran
METODOLOGI PENELITIAN
Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pejabat eselon III dan IV
Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.
Dipilihnya pejabat Eselon III dan IV dikarenakan mereka menduduki jabatan
teknis dan memiliki peranan yang besar dalam memimpin, melaksanakan
koordinasi dan merumuskan perencanaan kebijakan serta melaksanakan
pembinaan, evaluasi pengawasan dan pengendalian anggaran di lapangan
sejumlah 613 orang. Jumlah sampel minimum yang disarankan berdasarkan
perhitungan dengan rumus slovin adalah 86 orang. Pengambilan sampel dalam
penelitian ini dilakukan secara sampling purposive yaitu perwakilan pejabat
eselon III dan IV dari masing- masing SKPD yang ada dilingkungan Pemerintah
Propinsi Riau yang dipilh secara proporsional sebanyak minimal 3-4 orang per
SKPD sehingga total kuisioner yang disebarkan sebanyak 110 kuisioner. Hal ini
untuk mengantisipasi adanya kemungkinan kuisioner yang tidak kembali.
Jenis, Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan jenis data berupa data subjek. Penelitian ini
menggunakan sumber data primer. Adapun metode yang digunakan untuk
mengumpulkan data primer dalam penelitian ini adalah metode survey dengan
menggunakan kuesioner yang disebar ke responden yang menjadi sampel.

JOM FEKON Vol Nomor 2015

6
Pengukuran Variabel Penelitian
Variabel-variabel yang akan diuji dalam penelitian ini terdiri atas empat
variabel, yaitu partisipasi anggaran sebagai variabel independen. Senjangan
anggaran sebagai variabel dependen.Motivasi dan ambiguitas peran sebagai
variabel moderating. Variabel-variabel tersebut adalah sebagai berikut :

Senjangan Anggaran (variabel dependen/Y)


Menurut Arfan (2010: 241) senjangan anggaran adalah selisih antara
sumber daya yang sebenarnya diperlukan untuk secara efisien menyelesaikan
suatu tugas dan jumlah sumber daya yang lebih besar dan diperuntukkan bagi
tugas tersebut. Variabel senjangan anggaran diukur dengan instrumen yang
digunakan oleh Dunk (1993) yang dikembangkan oleh Riansah (2013) yang
terdiri dari enam item pernyataan dan diukur dengan menggunakan skala likert 1-
5 dengan indikator kemampuan produktivitas, kemampuan pelaksanaan anggaran,
kemampuan dalam monitoring anggaran, kemampuan untuk bertanggung jawab,
kemampuan mencapai target anggaran, kemampuan mencapai sasaran anggaran.
Partisipasi Anggaran (variabel independen/X1)
Menurut Sujana (2010) Partisipasi penganggaran merupakan proses di
mana individu-individu, baik atasan maupun bawahan, terlibat dan mempunyai
pengaruh dalam menentukan target anggaran Variabel partisipasi anggaran diukur
dengan instrumen yang dikembangan Milani (1975) dalam J. Sumarno (2005)
yang diadopsi oleh Riansah (2013) dengan enam pertanyaan dan diukur dengan
menggunakan skala likert 1-5 dengan indicator pengaruh yang besar dalam
partisipasi pengukuran anggaran, pengaruh dalam revisi penyusunan anggaran,
pengaruh mengenai pendapat/usulan dalam penetapan anggaran, keyakinan dalam
memutuskan suatu anggaran, pentingnya kontribusi usulan atau pemikiran dalam
penyusunan anggaran, keikutsertaan dalam kegiatan penyusunan anggaran.

Motivasi (variabel moderating/X2)


Motivasi diartikan sebagai keadaan dalam pribadi seseorang yang
mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna
mencapai tujuan (Marnis,2010:244). Variabel motivasi diukur menggunakan
instrumen menurut Rivai (2005) dalam Pratama (2013) yang terdiri dari 5 item
pernyataan yang diukur dengan skala likert 1-5 dengan indikator tanggung jawab,
keterlibatan, penghargaan, kesempatan.
Ambiguitas Peran (variabel moderating/X3)
Ambiguitas peran adalah ketidakberadaan informasi yang memadai yang
diperlukan seseorang agar dapat menyelesaikan perannya secara optimal (Ardila,
2013). Variabel ambiguitas peran diukur dengan instrumen yang digunakan oleh
Rizzo, House, dan Lirtzman (1970) yang dikembangkan Lidya (2009) dan
diadopsi Ardila (2013) yang terdiri dari enam item pernyataan yang diukur dengan
skala likert 1-5 dengan indikator tujuan dan sasaran yang jelas serta dan terencana
dalam pekerjaan, pengalokasikan waktu yang tepat, pemahaman tanggung jawab,
mengetahui kinerja individu, kepastian banyaknya kewenangan yang dimiliki,
penjelasan yang harus dilakukan.

JOM FEKON Vol Nomor 2015

7
Pengujian Kualitas Data
Pengujian kualitas data dilakukan dengan Uji validitas dan uji reliablitas
Pengujian validitas dalam penelitian ini menggunakan Pearson
Correlation.Apabila Pearson Correlation yang didapat memiliki nilai signifikansi
di bawah 0.05 berarti data yang diperoleh adalah valid (Ghozali, 2011). Suatu
instrumen dapat dikatakan reliabel (andal) bila memiliki nilai Cronbach Alpha
lebih dari 0.60 (Nunnaly, 1960).
Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik dilakukan untuk mengetahui apakah model regresi dapat
digunakan sebagai alat prediksi yang baik. Uji asumsi klasik yang akan dilakukan
adalah Uji Normalitas, Uji Multikolinearitas dan Uji Heteroskedastisitas.

Teknik Analisis Data dan Pengujian Hipotesis


Menurut Ghozali (2011), untuk menguji regresi dengan variabel
moderating digunakan uji interaksi. Uji interaksi sering disebut dengan Moderated
Regression Analysis (MRA) yang merupakan aplikasi khusus regresi berganda
linear dimana dalam persamaan regresinya mengandung unsur interaksi (Ghozali
2011). Keempat hipotesis akan diuji menggunakan program SPSS. Pengujian
hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji t. Koefisien determinasi (R) pada
intinya untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan
variasi variabel dependen.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pada dasarnya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar
pengaruh motivasi dan ambiguitas peran dalam hubungan partisipasi anggaran
terhadap senjangan anggaran. Penelitian ini juga untuk mengetahui seberapa jauh
pengaruh interaksi motivasi dan ambiguitas peran pada hubungan partisipasi
anggaran terhadap senjangan anggaran pada SKPD Provinsi Riau.

Hasil Pengumpulan Data


Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner
yang diantar langsung kepada responden yang menjadi objek penelitian. Jumlah
sampel minimal yang bisa mewakili populasi berdasarkan rumus slovin pada
penelitian ini adalah sebanyak 86 objek. Dari kuesioner yang dikirimkan sebanyak
110 kuesioner, kuesioner yang kembali sebanyak 94 kuesioner. Dari jumlah
kuesioner yang kembali dan dapat diolah yaitu sebesar 94 sudah memenuhi
jumlah sampel minimum, sehingga pengolahan data dapat dilanjutkan.

Karakteristik Responden
Dari 94 kuesioner yang dapat diolah, diketahui yang menjadi responden
diantaranya adalah Sekretaris SKPD, Kepala Bagian, Kepala bidang dan
Kasubag/Kasubid/Kasie. Dan untuk mengetahui profil responden. dalam
penelitian ini yang menjadi responden umumnya pria yaitu sebanyak 58 orang
(61,70%) dan wanita sebanyak 36 orang (38,30%). Berdasarkan tingkat usia
responden, responden yang berusia <35 tahun berjumlah 5 orang (5,32%), yang
berusia 35-50 tahun berjumlah 59 orang (62,77%), yang berusia >50 tahun
berjumlah 30 orang (31,91%). Berdasarkan tingkat pendidikan respondensi,
responden yang mempunyai latar belakang pendidikan terakhir setingkat SMA

JOM FEKON Vol Nomor 2015

8
sebanyak 0 orang (0%), pendidikan D3 sebanyak 0 orang (0%), pendidikan Strata-
1 (S-1) sebanyak 50 orang (53,19%), pendidikan Master (S-2) sebanyak 44 orang
(46,81%), dan pendidikan Doktoral (S-3) sebanyak 0 orang (0%). Berdasarkan
jabatan fungsional responden yang memiliki jabatan sebagai Kepala SKPD
berjumlah 0 orang (0%), yang memiliki jabatan sebagai Sekretaris SKPD
berjumlah 9 orang (9,57%), yang memiliki jabatan sebagai Kepala Bagian
berjumlah 4 orang (4,26%), yang memiliki jabatan sebagai Kepala Bidang
berjumlah 22 orang (23,40%), yang memiliki jabatan sebagai Kepala Sub Bagian
berjumlah 59 orang (62,77%). Berdasarkan lama responden bekerja, responden
yang bekerja selama <1 tahun berjumlah 19 orang (20,21%), yang telah bekerja
selama 1-8 tahun 68 orang (72,34%), dan yang telah bekerja mempunyai masa
kerja lebih dari 8 tahun (>8 tahun) sebanyak 7 orang (7,45%).
Statistik Deskriptif
Dari hasil yang diperoleh jawaban dari responden yang cukup bervariasi
dengan skor untuk variabel Senjangan Anggaran (Y) berkisar antara 10 sampai
dengan 20, dari data responden rata-rata untuk semua adalah 15 dengan standar
deviasi 2.59674. Sedangkan Partisipasi Anggaran (X 1) memiliki skor berkisar 12
sampai dengan 28 dengan rata-rata 21.7979 dengan standar deviasi sebesar
3.00387. Untuk variabel Motivasi (X2), nilai terendah adalah 17.00, nilai tertinggi
adalah 23.00 dan nilai rata-rata (mean) adalah 19,9468 dengan standar deviasi
sebesar 1.56141, untuk variabel Ambiguitas Peran (X3) dengan skor jawaban
responden yang berkisar antara 14 sampai dengan 30, Dengan rata-rata jawaban
responden sebesar 24.8085 dan standar deviasi dengan 3.04898
Hasil Pengujian Kualitas Data dan Asumsi Klasik
Dalam penelitian ini untuk semua butir pertanyaan untuk semua variable
independen dinyatakan valid, sedangkan untuk variable dependen terdapat satu
butir pertanyaan yang tidak valid yaitu butir pertanyaan pertama. Untuk
pertanyaan yang tidak valid tersebut tidak akan digunakan dalam pengolahan data
selanjutnya. Berdasarkan hasil pengujian reliabilitas data untuk semua variabel
dalam penelitian ini diperoleh hasil cronbach alpha lebih besar dari 0,60 yang
berarti bahwa data tersebut reliabel dan dapat dilanjutkan pada pengolahan
berikutnya. Hasil penelitian ini telah memenuhi asumsi normalitas dan bebas dari
multikolinearitas, heterokedastisitas serta bebas dari autokorelasi.

Hasil Pengujian Hipotesis dan Pembahasan

Pengujian Hipotesis Pertama

Adapun hipotesis pertama pada penelitian ini adalah:


H 1 : Partisipasi Anggaran berpengaruh terhadap Senjangan Anggaran
Persamaan regresi untuk menguji hipotesis pertama tersebut adalah sebagai
berikut:
Y = 0 + 1.X1 + e
Dari hasill pengujian hipotesis pertama hasil analisis regresi menunjukkan
nilai F sebesar 5.047 dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0.042
menunjukkan bahwa pengaruh partisipasi anggaran terhadap senjangan anggaran

JOM FEKON Vol Nomor 2015

9
hanya sebesar 4,2%, sedangkan 95,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak
diteliti pada penelitian ini.
Dari hasill pengujian hipotesis pertama menunjukkan koefisien positif B 1
sebesar 0.241 dengan diketahui nilai Value = 0,027 lebih kecil dari = 0,05).
Hal ini menunjukkan partisipasi berpengaruh positif dan mempunyai pengaruh
yang signifikan terhadap senjangan anggaran. Hal ini menunjukkan bahwa
hipotesis pertama diterima yaitu partisipasi anggaran berpengaruh terhadap
senjangan anggaran, artinya semakin tinggi pastisipasi dalam penyusunan
anggaran maka semakin tinggi kemungkinan terjadinya senjangan anggaran.Hasil
penelitian ini mendukung penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh Young
(1985), Djasuli (2011), Riansah (2013) dan Pratama (2013) yang menunjukkan
bahwa partisipasi anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap senjangan
anggaran. Sebaliknya, hasil penelitian Dunk (1993), Ardila (2013) dan Supanto
(2010) menunjukkan bahwa partisipasi anggaran berpengaruh negatif terhadap
senjangan anggran.

Pengujian Hipotesis Kedua


Adapun hipotesa kedua pada penelitian ini adalah:
H2 : Motivasi memoderasi hubungan partisipasi anggaran terhadap senjangan
anggaran
Persamaan regresi untuk menguji hipotesis kedua tersebut adalah sebagai berikut::
Y = 0 + 1X1+ 2X2 + 3X1X2 + e
Hasil analisis regresi menunjukkan nilai F sebesar 2.119 dengan koefisien
determinasi (R2) sebesar 0.035 menunjukkan bahwa pengaruh interaksi partisipasi
anggaran dan motivasi terhadap senjangan anggaran hanya sebesar 3,5%,
sedangkan 86,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian
ini. Interaksi antara motivasi (X2) menunjukkan koefisien negatif B2 sebesar
-0,073 dengan tingkat signifikansi = 0.103 yang lebih besar dari nilai
signifikansi 0,05. Hal ini menunjukkan motivasi tidak memoderasi hubungan
antara partisipasi anggaran terhadap senjangan anggaran. Dengan demikian, hasil
penelitian ini menolak hipotesis kedua. Hasil penelitian ini mendukung hasil
penelitian yang dilakukan Supanto (2010) menjelaskan bahwa motivasi tidak
memperkuat atau memperlemah pengaruh partisipasi anggaran terhadap senjangan
anggaran.
Pengujian Hipotesis Ketiga
Adapun hipotesa ketiga pada penelitian ini adalah:
H3 : Ambiguitas Peran memoderasi hubungan partisipasi anggaran terhadap
senjangan anggaran
Untuk menguji hipotesis ini dengan persamaan sebagai berikut:
Y = 0 + 1X1 + 3X3 + 4X1X3 + e
Hasil analisis regresi menunjukkan nilai F sebesar 4.564 dengan Koefisien
determinasi (R2) sebesar 0.103 menunjukkan bahwa pengaruh interaksi partisipasi
anggaran dan ambiguitas peran terhadap senjangan anggaran hanya sebesar
10,3%, sedangkan 89,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada
penelitian ini. Interaksi ambiguitas peran (X3) dan partisipasi anggaran
menunjukkan koefisien negatif B3 sebesar -0.404 dengan tingkat signifikansi =
0.005 yang lebih kecil dari nilai signifikansi 0,05. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa ambiguitas peran memoderasi hubungan antara partisipasi anggaran

JOM FEKON Vol Nomor 2015

10
terhadap senjangan anggaran. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian
yang telah dilakukan oleh Pratiwi (2012) yang menunjukkan ambiguitas peran
memoderasi hubungan antara partisipasi anggaran dengan senjangan anggaran.

Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi pada penelitian ini sebesar 0,122 atau 12,2% . Hal ini
berarti 12,2% senjangan anggaran dipengaruhi oleh variabel partisipasi anggaran,
motivasi dan ambiguitas peran, sisanya sebesar 87,8% dipengaruhi variabel lain
yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

SIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN


Simpulan
a. Hasil pengujian hipotesis pertama diterima. Hal ini menunjukkan bahwa
partisipasi anggaran berpengaruh terhadap senjangan anggaran, artinya
semakin tinggi pastisipasi dalam penyusunan anggaran maka semakin
tinggi kemungkinan terjadinya senjangan anggaran.
b. Hasil dari pengujian hipotesis kedua ditolak. Hal ini menunjukkan tidak
ada hubungan signifikansi antara variabel dependen yaitu senjangan
anggaran dengan semua variabel independennya, yaitu partisipasi
anggaran dan motivasi. Hal ini berarti motivasi tidak memoderasi
hubungan antara partisipasi anggaran terhadap senjangan anggaran.
c. Hasil dari pengujian hipotesis ketiga diterima. Hasil pengujian hipotesis
menunjukkan ada hubungan signifikansi antara variabel dependen yaitu
senjangan anggaran dengan semua variabel independennya, yaitu
partisipasi anggaran dan ambiguitas peran. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa ambiguitas peran memoderasi hubungan antara partisipasi anggaran
terhadap senjangan anggaran.
Keterbatasan
Penelitian ini tidak terlepas dari keterbatasan yang dimiliki, namun demikian
diharapkan dapat memberikan bahan pertimbangan dalam praktek dan
pengembangan berikutnya. Beberapa keterbatasan penelitian ini antara lain:
a. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa 12,2% senjangan anggaran
dipengaruhi oleh variabel partisipasi anggaran, motivasi dan ambiguitas
peran, sisanya sebesar 87,8% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti
dalam penelitian ini.
b. Pengumpulan data menggunakan kuisioner yang diisi oleh responden tanpa
didampingi peneliti secara langsung, sehingga jika ada pertanyaan yang
kurang dipahami oleh responden, responden tidak dapat mengkonfirmasi
kepada peneliti, di khawatirkam hal tersebut akan mengakibatkan informasi
yang diperoleh kurang tepat.
c. Sampel dalam penelitian ini hanya pejabat eselon III dan IV pada SKPD yang
berbentuk Dinas dan Badan di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau , karena
keterbatasan waktu peneliti dalam menyebarkan kuisioner.

Saran

JOM FEKON Vol Nomor 2015

11
Dengan mempertimbangkan keterbatasan-keterbatasan yang ada, maka
disarankan untuk penelitian yang akan datang memperhatikan hal-hal berikut :
1. Variabel lain yang mungkin untuk diteliti pada penelitian yang akan
datang antara lain: group cohesiveness, kecukupan anggaran,
ketidakpastian lingkungan dan locus of control.
2. Untuk masa yang akan datang dalam mengisi kuisioner sebaiknya
responden di dampingi langsung oleh peneliti agar informasi yang
didapatkan responden lebih tepat.
3. Untuk masa yang akan datang sebaiknya tidak hanya meneliti pada dinas
dan badan saja, bisa diperluas dengan menambahkan kantor, inspektorat,
sekretariat, biro dan rumah sakit daerah.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Syukriy. 2012. Anggaran Partisipatif di Pemerintahan Daerah: Samakah


dengan Sektor Bisnis/Swasta?. 23 Februari, 2012. Blog:
www.wordpress.com

Anthony, Robert, dan Vijay Govindarajan .2006.Sistem Pengendalian


Manajemen, terjemahan FX. Kurniawan Tjakrawala. Jakarta: Salemba
Empat.
Marnis. 2010. Pengantar Manajemen. Panca Abdi Nurgama. Pekanbaru.

Ardila, Lisa. Pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Senjangan Anggaran


dengan menggunakan Ambiguitas Peran dan Asimetri Informasi sebagai
Pemoderasi (Studi empiris pada Pemerintah Kota Padang). Jurnal. S-1
UNP.2013.

Arfan Ikhsan Lubis. 2010. Akuntansi Keperilakuan, Edisi 2. Jakarta: Salemba


Empat.

Bastian, Indra, 2006, Akuntansi Sektor Publik: Suatu Pengantar, Erlangga,


Jakarta.

Brownell, P. 1982. Participation in Budgeting Process: When it Works and When


it doesnt, Journal of Accounting Review Literature, Vol.1, 124-153

Cahyono, Dwi. 2008. Persepsi Ketidakpastian Lingkungan, Ambiguitas Peran Dan


Peran Sebagai Mediasi Antara Program Mentoring Dengan Kepuasan
Kerja, Prestasi Kerja Dan Niat Ingin Pindah (Studi Empiris di Lingkungan
Kantor Akuntan Publik (KAP) Besar), Program Pasca Sarjana-Universitas
Diponegoro, Semarang.

Djasuli, Mohamad. 2011. Efek Interaksi Informasi Asimetri, Budaya Organisasi,


Group Cohesiveness dan Motivasi dalam Hubungan Antara Budgeting
Participation dan Budgetary Slack. Proceeding PESAT (Psikologi,
Ekonomi, Sastra, Arsitektur & Sipil), Volume 4.

JOM FEKON Vol Nomor 2015

12
Dunk, A.S. 1993. The Effect of Budget Emphasis and Information Assymetry on
Relation Between Budgetary Participation and Slack. The Accounting
Review. Vol. 68:400-410.

Falikhatun. 2007. Interaksi Informasi Asimetri, Budaya Organisasi, Dan Group


Cohesiveness Dalam Hubungan Antara Partisipasi Penganggaran dan
Budgetary Slack. SNA X Makassar. 26-28 Juli 2007.

Ghozali, Imam, 2011, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM


SPSS19. Edisi kelima. Semarang. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Govindarajan, Vijay, 1986, A Contingency Approach to Startegy Implementation


At The Business Unit Level: Integrating Administrative.

Govindarajan, V. 1986. Impact of Participation in The Budgetary Process on


Managerial Attitude and Performance Universalistic and Contingency
Perspective. Decision Science.

Hansen dan Mowen. 2009. Akuntansi Manajemen. Jakarta: Salemba Empat.

Ikhsan, Arfan dan La Ane. Pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Senjangan


Anggaran dengan menggunakan Lima Variabel Pemoderasi. Simposium
Nasional Akuntansi X, Makassar. 2007.

Indriantoro dan Supomo. 2002. Metode Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan
Manajemen (Cetakan Kedua).BPFE.Yogyakarta.

Luthans, Fred. 2006. Perilaku Organisasi. Edisi sepuluh.Yogyakarta: Andi.

Mardiasmo. 2009. Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: Andi Offset.

Marnis. 2010. Pengantar Manajemen. Panca Abdi Nurgama. Pekanbaru.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2010 Tentang


Standar Akuntansi Pemerintah

Pratama, Reno. 2013. Pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Senjangan


Anggaran dengan Komitmen Organisasi dan Motivasi sebagai Pemoderasi
(Studi Empiris Pada Satuan Kerja Perangkat Daerah di Kota Padang).
Artikel. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang, Padang.

Republik Indonesia,Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan


Daerah.

________________,Undang-Undang No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan


Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.

JOM FEKON Vol Nomor 2015

13
Riansah, Lira Azhimatinnur. 2013. Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap
Senjangan Anggaran dengan Asimetri Informasi dan Kecukupan
Anggaran sebagai Variabel Moderating Pada Instansi Pemerintah Kota
Sukabumi. Skripsi FE Universitas Islam Syarifhidayatullah. Jakarta.
Sekaran, Uma. 2006. Metodologi Penelitian untuk Bisnis. Jakarta: Salemba
Empat

Sumarno. Pengaruh Komitmen Organisasi dan Gaya Kepemimpinan terhadap


Hubungan antara Partisipasi Anggaran dan Kinerja Manajerial (Studi
Empiris pada Kantor Cabang Perbankan Indonesia di Jakarta).
Simposium Nasional Akuntansi VIII. Solo. 2005.

Supanto. 2010. Analisis Pengaruh Partisipasi Penganggaran Terhadap Budgetary


Slack Dengan Informasi Asimetri, Motivasi, Budaya Organisasi sebagai
Pemoderasi (Studi Kasus pada Politeknik Negeri Semarang). Tesis S-2
Magister Akuntansi. UNIVERSITAS DIPONEGORO.

Young, S.M. Partisipative Budgeting: The Effect of Risk Aversion and Assymetric
Information on Budgetary Slack. Journal of Accounting Research, Vol 23:
829-842.

www.fitrariau.org
www.riaupos.co

JOM FEKON Vol Nomor 2015

14