Sunteți pe pagina 1din 2

Sekilas beberapa hal terkait sejarah masuknya semen dan dasar argumen penolakan atas pabrik semen

1. Kami warga Desa Tegaldowo dan Desa Timbrangan kaget mendengarkan bahwa tanggal 16 Juni
2014 ada peletakan batu pertama untuk pembangunan
pabrik semen.Kami terpaksa menghadang dan mendirikan Tenda Perjuangan di jalan arah masuk ke
tapak pabrik PT Semen Indonesia Tbk pada tanggal tersebut. Sampai ada oknum aparat yang
melakukan tindak kekerasan kepada ibu-ibu.

Pada tanggal 26 dan 27 November 2014 kami memblokir jalan masuk ke tapak pabrik semen.sampai
lesung, bendera dirampas dan dibawa ke kantor Polres Rembang. Kami juga melaporkan tindak
kekerasan kepada pihak yang berwajib,akan tetapi tidak ada tindakan lanjut. Kami mendirikan tenda
perjuangan,karena pihak perusahaan tidak melibatkan warga dalam pembuatan AMDAL dan
sosialisasi.

2. Upaya gugatan melalui jalur hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang berakhir
ddengan keputusan yang pahit bagi warga. Pengadilan sama sekali tidak menyentuh subtansi masalah
yang menjadi materi gugatan. Tetapi kami tidak berputus asa. Upaya Peninjauan Kembali (PK) yang
kami lakukan masih dalam proses.

3. Berbagai upaya mediasi ke instansi pemerintah diantaranya Kementrian LHK, Kementrian ESDM,
DPR, DPRD Semarang, Pemprov, tetapi hingga hari ini kami masih terus melihat pelanggaran dan
kesalahan dibiarkan di depan mata.

4. Terkait dengan kesaksian yang diberikan oleh kedua dosen dari UGM pada Pengadilan Tata Usaha
Negara (PTUN) di semarang juga sudah kena sanksi adminitrasi dari UGM.

5. Aksi menyemen kaki, sebagai simbol bahwa pembangunan pabrik semen telah membelenggu
petani, belum cukup bagi pengambil keputusan di negeri ini untuk SEGERA meninjau kembali
kebijakkan ekspansi pabrik semen di Pegunungan Kendeng.
Keseharian kami sebagai petani, menjadi tuan atas tanah kami sendiri. Kesejahteraan yang sudah
kami miliki sejak dari dulu, menjadi pendorong semangat kami untuk terus mengupayakan tetap
lestarinya tanah garapan kami, untuk tetap lestarinya lingkungan, khususnya Pegunungan Kendeng,
demi masa depan anak cucu dan demi terjaganya ekosistem, sehingga Pulau Jawa dapat terhindarkan
dari berbagai bencana ekologis yang akan timbul jika Pegunungan Kendeng dieksploitasi. Kata Joko
Prianto
Begitu banyak pelanggaran hukum yang dilakukan demi suksesnya pembangunan pabrik semen di
wilayah kami. Kami terus berjuang mewujudkan kebenaran atas berbagai upaya sistematis yang
dilakukan oleh penguasa negeri ini yang hendak mengeksploitasi sumber daya alam KARST dengan
selalu berlindung pada azas legal formal yang telah dikondisikan, yang berlindung pada kata
pembangunan, yang berlindung pada kata investasi demi kepentingan KORPORASI.Kami terus
menyuarakan kebenaran bahwa kawasan karst yang ada di Pulau Jawa tidak seharusnya diekploitasi
dengan alasan apapun , bahwa Pulau Jawa dalam keadaan darurat tambang
Sebagaimana diketahui, PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk telah melakukan penyusunan AMDAL
dan dinyatakan layak pada tanggal 30 April 2012 dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Gubernur
Jawa Tengah No. 660.1/10 Tahun 2012 Tentang Kelayakan Lingkungan Hidup Rencana Penambangan
dan Pembangunan Pabrik Semen oleh PT. Semen Gresik
(Persero) Tbk. Di Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah.
Di dalam dokumen ANDAL (salah satu bagian dari AMDAL), ditemukan informasi: Bahwa
berdasarkan data-data di atas, tim penyusun AMDAL menyimpulkan (halaman III-80):
1. Bahwa lokasi petak termasuk kawasan budidaya. Lokasi kawasan karst lindung berada di luar petak
rencana penambangan.
2. Bahwa tidak ditemukan mata air, goa, baik basah maupun kering di dalam petak.
3. Bahwa daerah penambangan bukan termasuk dalam kawasan kars lindung sehingga dapat
dilakukan penambangan daerah penyelidikan.
JM-PPK menyakini adanya pelanggaran perda tata ruang wilayah, penyalahgunaan, serta
ketidakbenaran dan/atau pemalsuan data, dokumen, dan/atau informasi dalam dokumen ANDAL
tersebut. Pasalnya data yang dicantumkan dalam AMDAL tidak sesuai dengan kenyataan. Contoh
tentang jumlah keberadaan gua, ponor, dan mata air yang tidak sesuai. Dalam AMDAL jumlah gua
disebutkan ada 9 padahal di lapangan ada 64 gua, untuk mata air disebutkan ada 40 namun di
lapangan tercatat ada 125 sumber mata air, kemudian dalam AMDAL tidak menyebutkan adanya
ponor namun kenyataannya terdapat 28 titik ponor.
Belum dikeluarkannya IUP oleh pihak berwenang, tetapi pabrik terus dibangun dengan penjagaan
ekstra ketat oleh aparat negara, YANG SEHARUSNYA MEREKA MELINDUNGI KEPENTINGAN
RAKYAT BANYAK, KEPENTINGAN YANG MENGUASAI HAJAT HIDUP ORANG BANYAK
YAITU PERTANIAN, KEPENTINGAN UNTUK TETAP LESTARINYA PEG. KENDENG DEMI
TERHINDARNYA DARI BENCANA EKOLOGIS, bukan malah membela kepentingan korporasi.
Jelas terjadi pembiaran kesalahan yang disengaja.
Seperti tenda di pegunungan kendeng, yang sudah bertahan dua tahun lebih, tenda di depan istana ini
akan bertahan selama belum ada komitmen dari istana untuk menyelamatakan kehidupan kami agar
tetap menjadi PETANI yang akan membantu mewujudkan Jateng tetap menjadi lumbung pangan
nasional dan menjaga kelestarian pegunungan kendeng.

Maka dalam aksi ini kami akan kembali menyampaikan suara kami untuk mengetuk hati dan pikiran
sehat para petinggi negeri iniKami sudah sejahtera dengan menjadi petanihormati tanah-air dan
ruang hidup kami sebagaimana mandat konstitusi negeri ini..yang menjunjung nilai keadilan sosial
bagi seluruh rakyat negeri inibukan hanya sekedar demi pertumbumhan ekonomi..

Salam Kendeng
Lestari!