Sunteți pe pagina 1din 7

REFLESI KASUS

LAPORAN KASUS

IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. I

Umur : 36 tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

Alamat : Lolu selatan, Kecamatan palu selatan

Pekerjaan : IRT

Agama : Islam

Status Perkawinan : Janda

Suku : Kaili

Pendidikan : Sekolah menengah atas

Tempat Pemeriksaan : Ruang Langsat RS Madani


Tanggal Masuk : 7 juni 2017
Tanggal Pemeriksaan : 12 juni 2017

Diagnosis Sementara : Gangguan mental prilaku


Akibat Penggunaan Zat Multipel dan Zat Psikoaktif

A. Deksripsi
Seorang Perempuan berusia 36 tahun MRS Madani untuk dirawat kembali
(her-op) dengan keluhan sering mengamuk sejak 2 minggu yang lalu. Pasien
juga mengeluhkan sering marah marah, mengamuk, menghamburkan barang
barang dan membanting-banting pintu dirumah, susah tidur, nafsu makan
menurun, bicara sendiri dan jalan kesana kemari tanpa tujuan yang jelas. Pasien
mengakui bahwa semua perbuatan yang dia lakukan setelah mendengarkan suara
yang didengarnya setiap hari serta pasien sering melihat bayangan hitam dan
cahaya api melintas . Untuk perhitungan konsentrasi pasien terganggu karena
tidak dapat menghitung dari angka secara serial. Orientasi baik ditandai dengan
pasien dapat mengetahui bahwa dia ada di rumah sakit, dan siapa yang
membawanya kerumah sakit yaitu kakak kandungnya. Daya ingat kurang baik
yang ditandai dengan pasien tidak mengingat tanggal dan tempat kelahirannya,
tanggal berapa pasien dibawa ke rumah sakit dan jam berapa dia makan dan
minum obat terakhir. Pasien masih bisa mengurus dirinya sendiri seperti makan,
mandi dan menggunakan pakaian. Ada gangguan persepsi seperti halusinasi
auditorik dan visual karena pasien mendengarkan suara suara dan melihat
bayangan hitam serta cahaya api yang mengganggunya. Pasien tampak bicara
spontan, sering terhenti dan tidak relevan yang berarti pasien menjawab kadang-
kadang sesuai dengan apa yang ditanyakan tetapi beberapa saat kemudian pasien
bicara sesuatu yang berlainan . Pasien juga mengalami gangguan arus pikiran
dengan produktivitas miskin bicara dan gangguan isi pikiran dengan preokupasi.
Pasien menyangka total tentang penyakitnya.
kakaknya berkata bahwa pasien sering mengamuk dirumah tanpa tujuan
yang jelas. selain itu, kakaknya juga berkata bahwa pasien sering bicara-bicara
sendiri, marah-marah, membanting-banting barang dan pintu, kadang-kadang
pasien akan diam dan menunduk serta mengalami insomnia. beberapa hari
terakhir pasien sering jalan-jalan dan tidak pulang kerumah, sehinga mereka
takut pasien akan dilecehkan oleh laki-laki seperti beberapa waktu yang lalu.
kakaknya mengakui bahwa sebelum pasien mengalami keluhan seperti ini,
kurang lebih sekitar 17 tahun yang lalu saat pasien selesai sekolah SMA. pasien
sering diberikan obat THD oleh teman-temanya dan pasien meminumnya setiap
hari,sampai saat ini pasien masih mengonsumsi obat THD dan aprazolam karena
dilingkungan tempat tinggal pasien merupakan tempat jual beli obat-obatan
terlarang sehingga pasien mudah mendapatkan obat tersebut karena sering
dikasih oleh orang-orang disekitar tempat tinggalnya . sekitar 4 tahun yang lalu
kakaknya juga pernah mendapatkan tablet putih kecil yang banyak dikantong
celana adiknya. Pasien juga merupakan seorang perokok aktif. Menurut
kakaknya pasien adalah seorang yang mudah bergaul. Akhir akhir ini pasien
memiliki masalah dikeluarga.

B. Emosi terkait
Kasus ini menarik untuk dibahas karena pasien yang koperatif dan dapat
menjelaskan masalahnya sehingga informasi yang dibutuhkan terkait dengan
masalah pasien dapat diketahui

C. Evaluasi
- Pengalaman baik : selama proses anamnesis pasien cukup kooperatif
- Pengalaman buruk: Pada saat anamnesis awal pasien tampak ragu-ragu dan
kurang nyaman dengan pemeriksa, karena masalah yang dialami pasien terkait
masalah yang menurutnya privasi untuk diceritakan sehingga membuat pasien
tidak banyak bicara atau bicara seperlunya

D. Analisis
Seorang Perempuan berusia 36 tahun MRS Madani untuk dirawat kembali
(her-op) dengan keluhan sering mengamuk sejak 2 minggu yang lalu. Pasien
juga mengeluhkan sering marah marah, mengamuk, menghamburkan barang
barang dan membanting-banting pintu dirumah, susah tidur, nafsu makan
menurun, bicara sendiri dan jalan kesana kemari tanpa tujuan yang jelas. Pasien
mengakui bahwa semua perbuatan yang dia lakukan setelah mendengarkan suara
yang didengarnya setiap hari serta pasien sering melihat bayangan hitam dan
cahaya api melintas . Untuk perhitungan konsentrasi pasien terganggu karena
tidak dapat menghitung dari angka secara serial. Orientasi baik ditandai dengan
pasien dapat mengetahui bahwa dia ada di rumah sakit, dan siapa yang
membawanya kerumah sakit yaitu kakak kandungnya. Daya ingat kurang baik
yang ditandai dengan pasien tidak mengingat tanggal dan tempat kelahirannya,
tanggal berapa pasien dibawa ke rumah sakit dan jam berapa dia makan dan
minum obat terakhir. Pasien masih bisa mengurus dirinya sendiri seperti makan,
mandi dan menggunakan pakaian. Ada gangguan persepsi seperti halusinasi
auditorik dan visual karena pasien mendengarkan suara suara dan melihat
bayangan hitam serta cahaya api yang mengganggunya. Pasien tampak bicara
spontan, sering terhenti dan tidak relevan yang berarti pasien menjawab kadang-
kadang sesuai dengan apa yang ditanyakan tetapi beberapa saat kemudian pasien
bicara sesuatu yang berlainan . Pasien juga mengalami gangguan arus pikiran
dengan produktivitas miskin bicara dan gangguan isi pikiran dengan preokupasi.
Pasien menyangka total tentang penyakitnya.
kakaknya berkata bahwa pasien sering mengamuk dirumah tanpa tujuan
yang jelas. selain itu, kakaknya juga berkata bahwa pasien sering bicara-bicara
sendiri, marah-marah, membanting-banting barang dan pintu, kadang-kadang
pasien akan diam dan menunduk serta mengalami insomnia. beberapa hari
terakhir pasien sering jalan-jalan dan tidak pulang kerumah, sehinga mereka
takut pasien akan dilecehkan oleh laki-laki seperti beberapa waktu yang lalu.
kakaknya mengakui bahwa sebelum pasien mengalami keluhan seperti ini,
kurang lebih sekitar 17 tahun yang lalu saat pasien selesai sekolah SMA. pasien
sering diberikan obat THD oleh teman-temanya dan pasien meminumnya setiap
hari,sampai saat ini pasien masih mengonsumsi obat THD dan aprazolam karena
dilingkungan tempat tinggal pasien merupakan tempat jual beli obat-obatan
terlarang sehingga pasien mudah mendapatkan obat tersebut karena sering
dikasih oleh orang-orang disekitar tempat tinggalnya . sekitar 4 tahun yang lalu
kakaknya juga pernah mendapatkan tablet putih kecil yang banyak dikantong
celana adiknya. Pasien juga merupakan seorang perokok aktif. Menurut
kakaknya pasien adalah seorang yang mudah bergaul. Akhir akhir ini pasien
memiliki masalah dikeluarga.
Berdasarkan alloanamnesa dan autoanamnesa didapatkan adanya gejala
klinis yang bermakna berupa perasaan mengamuk, sering bicara
sendiri, gelisah dan kadang-kadang duduk diam tampa melakukan
aktifitas. Keadaan ini akan menimbulkan distress dan disabilitas dalam
pekerjaan dan penggunaan waktu senggang, yaitu pasien menderita sulit tidur
dan berhenti melakukan aktivitas setiap hari sehingga dapat disimpulkan bahwa
pasien mengalami Gangguan Jiwa.
Pada pasien ditemukan adanya hendaya berat dalam menilai realita
ataupun gejala psikotik positif, seperti halusinasi auditorik dan Visual pada
pasien sehingga didiagnosa sebagai Gangguan Jiwa Psikotik.
Berdasarkan deskripsi kasus diatas, dapat disimpulkan bahwa pasien
mengalami gangguan psikotik karena memenuhi kriteria diagnosa untuk
gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat multiple dan zat psikoaktif
lainnya yang mengarah dalam kelompok gangguan psikotik tipe Lir-skizofrenia
(Scizofrenia like) karena pasien menggunakan obat obatan terlarang seperti pil
dengan tulisan Y (THD), Aprazomal serta merokok. Berdasarkan PPDGJ III,
pasien dapat digolongkan dalam Gangguan Mental dan Perilaku Akibat
Penggunaan Zat Multipel dan Zat Psikoaktif lainnya (fix.8)

E. KESIMPULAN
- Keadaan distress dan disabilitas dalam pekerjaan dan penggunaan
waktu senggang dapat disimpulkan bahwa pasien mengalami Gangguan
Jiwa.
- Pasien mengalami gangguan psikotik karena memenuhi kriteria diagnosa
untuk gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat multiple dan
zat psikoaktif lainnya yang mengarah dalam kelompok keadaan putus zat
karena pasien menggunakan obat obatan terlarang seperti pil dengan
tulisan Y (THD), Aprazomal serta merokok. Berdasarkan PPDGJ III,
pasien dapat digolongkan dalam Gangguan Mental dan Perilaku Akibat
Penggunaan Zat Multipel dan Zat Psikoaktif lainnya fix.8

DAFTAR PUSTAKA
1. Irawati, I,. Kristiana, S,. Buku Ajar Psikiatri. Ed. 2. Badan Penerbit FKUI : Jakarta.
2013.
2. Benjamin, JS,. Virginia, AS,. Buku Ajar Psikiatri Klinis. Ed. 2. Penerbit Buku
Kedokteran EGC : Jakarta. 2010.
3. Rusdi, M,. Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Ringkasan dari PPDGJ-
III dan DSM-5. Penerbit Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK-Unika Atmajaya :
Jakarta. 2013.