Sunteți pe pagina 1din 3

Dalam al Quran banyak dijumpai ayat-ayat yang

MELAKSANAKAN menjadi dasar dalam melaksanakan amar maruf nhi


AMAR MARUF NAHI MUNGKAR munkar, demikian juga di dalam hadits Rasullulah saw.
============================================ Allah swt berfirman di dalam al Quran sebagai
===== berikut :
a) Surat Ali Imran ayat 104,
1. Arti Amar Maruf Nahi Mungkar Artinya :
Menurut ilmu bahasa, arti Amar Maruf Nahi Hendaklah kamu tergolong kepada umat yang
Munkar ialah menyuruh kepad kebaikan, mencegah mengajak kepada kebaikan, menyuruh berbuat yang
dari kejahatan. Amar : menyuruh, Maruf : kebaikan, maruf dam mencegah dari yang munkar, dan beriman
Nahi : mencegah, Munkar : kejahatan. kepada Allah swt. (Q.S. Ali Imran : 104)
Dipandang dari sudut Syariah, kata Amar Maruf
dan Nahi Munkar merupakan ajaran (doktrin) yang b) Surat Ali Imran ayat 110;
pokok dalam agama islam, bahkan telah menjadi
tujuan utama. Dalam hal ini Abul Ala al Maududi Artinya :
menjelaskan : The main objective of the syariah is yo Kamu adalah sebaik-baiknya umat yang dilahirkan
construct human life on the objective of the maruf untuk kepentingan manusia, menyuruh kepada maruf,
(virtues) and yo cleanse it of the munkarat dan mencegah dari munkar, dan beriman kepada Allah
(vices). Artinya : Tujuan utama dari syariat ialah swt. (Q.S. Ali Imran : 110)
untuk membangu kehidupan manusia dia atas dasar
maruf (kebaikan) dan membersikan dari hal-hal yang c) Surat An Nahl ayat 125;
munkarat, kejahatan-kejahatan. (The Islamic law and Artinya :
consitution, hal. 51) Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan
Untuk memperjelas pengertian maruf dan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah
munkar itu, ad baiknya jika diuraikan secara singkat mereka dengan cara yang baik. Sesunggunya tuhanmu
pembagian maruf dan munkar itu. Dipandang dari lebih mengetehui orang-orang yang sesat dari jalan-
sudut ilmu fiqh : Nya (Agamanya) dan dialah (Allah) yang lebih
1) Maruf mengetahui terhadap orang-orang yang mendapat
Syariat membagi maruf menjadi tiga kategori, yaitu : petunjuk. (Q.S. An Nahl : 125)
a. Fardhu atau wajib, yakni mendapat pahala jika
dikerjakan dan berdosa jika ditinggalkan. d) Surat Thaha ayat 75
b. Sunnat atau mathlub, yakni mendapat pahala jika Artinya :
dikerjakan dan tidak berdosa jika ditinggalkan. Dan siapa yang datamg pada tuhannya dalam
c. Mubah, yaitu tidak berpahala jika dikerjakan dan tidak keadaan beriman bahkan sungguh-sungguh beramal
berdosa jika ditinggalkan. shaleh, maka mereka itulah orang-orang yang
Melaksanakan maruf dalam kategori pertama itu memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia). (Q.S.
(fardhu) adalah wajib bagi seluruh masyarakat islam, Thaha : 75)
dan mengenal hal itu telah diberikan oleh syariah
petunjuk-petunjuk yang jelas dan mengikat.
e) Hadits Rasullulah saw
Adapun maruf kategori kedua (sunat, mathlub) adalah


serangkaian kebaikan-kebaikan yang dianjurkan oleh
syariah supaya dilaksanakan. Tentang maruf kategori Artinya :
ketiga (mubah) adalah sangat luas. Patokan dan Jihad yang paling utama ialah menyampaikan
ukurannya ialah : segala sesuatu yang tidak dilarang, kebenaran (al Haq) terhadap penguasa yang
masuk dalam kategori mubah. zalim. (H.R. Abu Daud dan Tarmizi).

Ayat-ayat dan hadits di atas merupakan dasar


pelaksanaan Amar Maruf Nahi Munkar didalam setiap
2) Munkar gerak kehidupan umat islam dimana saja ia berada.
Adapun munkar itu ialah sesuatu yang dilarang oleh Didalam melaksanakan amar maruf nahi munkar, para
islam, dan digolongkan dalam dua kategori, yakni : ahli tafsir berbeda pendapat tentang hukumnya. Ada
a. Haram : segala sesuatu yang dilarang secara mutlak. yang berpendapat hukumnya fardhu ain, dan ada pula
d. Makruh : yaitu segala sesuatu yang termasuk kepada yang berpendapat fardhu kifayah.
hal-hal tidak disenangi, dan jika dikerjakan tidak
mendapat pahala, tetapi ditinggalkan mendapat
pahala.
3. Tata Cara Melaksanakan Amar Maruf
2. Dasar-Dasar Pelaksanaan Amar Maruf Nahi Munkar
Hendaklah seluruh umat islam melalui amar maruf Pertama : dirubah dengan tangah, maksudnya ialah
nahi munkar karena hal ini merupakan pokok-pokok dengan kekuasaan atau wewenang. Apabila seseorang
urusan agama dan sebab itu pulalah Allah swt sedang menduduki suatu posisi atau kekuasaan;
menurunkan kitab suci dan mengutus para rasul untuk mungkin sebagai presiden, menteri, gurbernur,
menjadikan pedoman dan suri tauladan dalam tata walikota/bupati, camat, kepala desa, polisi, tentara,
cara dan pelaksanaan umar maruf nahi munkar. hakim, jaksa, dan lain sebagainya, maka hendaklah ia
Ketahuilah bahwa melaksanakan umar maruf nahi merubahnya dengan wewenang yang dimilikinya,
munkar itu hukumnya terbagi kepada fardhu ain dan seseorang tidak boleh membiarkan kejahatan atau
fardhu kifayah. Sedangkan menurut pendapat Imam kemunkaran berlangsung ditengah-tengah
Jalal Syayuti dan Zamakhsyari hukumnya fardju masyarakat, pelaku kejahatan harus ditindak,
kifayah. Sedangkan menurut Syekh Muhammad keamanan masyarakat harus dipertahankan.
Abduh, bahwa amar maruf nahi munkar itu adalah Kedua : diubah dengan lisan (perkataan). Tugas
fardhu ain bagi setiap muslim. semacam ini terpikul dipuncak umat islam, terutama
Melakukan amar maruf nahi munkar harus didasari para pemimpin masyarakat dan agama untuk
dengan keiklasan, senatiasa mengharapkan rahmat mencegah dan merubah kemunkaran. Berani
Allah serta penuh kasih sayang kepada masyarakat. mengatakan bahwa yang hak itu adalah hak, dan yang
Untuk kelancaran hal dimaksud Allah telah bathil adalah bathlil
memberikan pedoman secara garis besarnya sebagai
mana dalam firman-Nya : Jika kemungkaran telah menjalar dan melanda
Artinya : masyarakat, sedangkan kita tidak berdaya
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan menumpasnya, maka sebaiknya tempat tersebut kita
hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah tingkalkan, dan berdiam diri lebih baik dari pada
mereka dengan cara yang baik. (Q.S. An Nahl : 125) bertindak jika dapat mengancam keselamat diri dan
keluarga kita.
Berdasarkan ayat di atas ada tiga jalan (methode) Jauhilah sifat mudhahamah, sebab mudhahamah
yang harus ditempuh dalam pelaksanaan amar maruf termasuk perbuatan dosa. Mudhahamah adalah sikap
nahi munkar, yaitu : pasif atautidak mau tahu. Tidak mau melakukan amar
1. Bijaksana, yakni denbgan ilmu dan hikmat maruf dan membiarkan kemunkaran berlangsung
2. Pengajaran yang baik, yaitu berdasarkan kepada didepan matanya. Tindakkan semacam ini sangat
dilarang oleh Allah swt.
pertimbangan buruk dan baik, mushlahat dan
mudharat, baik untuk diri sendiri maupun bagi
masyarakat. 5. Akibat Tidak Menegakkan Nahi Munkar
3. Bantahan dengan cara yang baik, yaitu dengan cara Tugas suci melakukan pencegahan terhadap
berdiskusi, bertukar pikiran secara baik dan santun, kemungkaran (nahi munkar) adalah menjadi suatu
kewajiban umat islam agar kebajikan dan
menggunakan ratio, memiliki dalil dan argumentasi,
kemashlahatan terwujud bagi umat manusia terutama
dan dengan hari terbuka serta lapang dada. bagi kum muslimin. Apakah tugas suci ini dilalaikan
oleh umat islam khususnya para pelajar/pemuda
sebagai generasi penerus perjuangan islam pada masa
4. Tata Cara Nahi Munkar mendatang?, Maka sebagaiman yang telah
Melaksanakan pencegahan terhadap pembuatan- dikhawatirkan Rasulullah saw, bahwa bahaya dan
pembuatan keji atau kemungkaran yang terjadi malapetaka akan melanda manusia, murka tuhan akan
ditengah-tengah lingkungan masyarakat di mana kita datang berupa azab dan siksa yang bereneka ragam
berada, merupakan kewajiban bersama. Bahkan sebagai akibat dari kejahatan yang dilakukan oleh
kewajiban bagi setiap pribadi muslim sebagaimana manusia itu sendiri.
yang diterangkan rasulullah saw :
Saat ini, setiap hari kita mengetahui melalui media
Artinya : cetak atau elektronik seperti dari berita harian/Koran
Barang siapa diantara kamu yang melihat dan berita yang ditayangkan melalui televise,
kemungkaran, hendaklah ia merubahnya dengan banyaknya berita tentang peristiwa yang memilukan
tangannya, kalau tidak kuasa (merubah dengan hati, dan bahkan membuat bulu kuduk kita merinding;
tangan) maka rubahlah dengan lisan (perkataan), dan diantanya perampokan, pembunuhan, pemerkosaan
jika tidak sanggup maka rubahlah dengan hati dan kemunkaran lainya, belum lagi krisis ekonomi dan
(membenci kemunkaran tersebut). Yang demikian krisis keimanan yang melanda umat islam. Selain dari
adalah selemah-lemah iman. (H.R. Muslim) pada itu terjadi pula beberapa banyak sudah bencana
alam sepert kemarau yang berkepanjangan, banjir
Pada hadist diatas terdapat tiga cara dalam yang memporak porandakan rumah-rumah penduduk,
upaya mencegah terjadinya kemungkaran : hasil panen yang gagal,gunung yang mengeluarkan
lahar panas dan dingin/lumpur, semuanya tidak lain berarti kita ini sok suci, sok tau, sok alim, suka
adalah karena teguran Allah. mencari muka atau suka mencari kesalahan
orang, melainkan karena rasa sayang dan
Kesimpulan perhatian kita terhadap amalan teman kita
itu.
Konsisnten dalam ber-amar ma'ruf nahi
munkar adalah sangat penting dan merupakan suatu
Memang ada kalanya ada yang beranggapan,
keharusan, sebab jika ditinggalkan oleh semua individu
tak usahlah kita ini mengurusi urusan orang
dalam sebuah masyarakat akan berakibat fatal yang
lain. Atau sibukilah dirimu itu dengan amalan
ujung-ujungnya berakhir dengan hancurnya sistem
/ urusanmu sendiri. Kita memang wajib
dan tatanan masyarakat itu sendiri.
menyibukkan diri dengan amalan sendiri, tapi
Suatu kaum yang senantiasa berpegang teguh
itu untuk sibuk mengoreksi kesalahan diri
pada prinsip ber-amar ma'ruf nahi munkar akan
sendiri, bukan kesalahan orang. Dan tujuan
mendapatkan balasan dan pahala dari Allah Swt. yang
amar maruf bukan untuk menyalahkan
antara lain berupa:
orang, melainkan mengingatkan dengan
penuh perhatian, kesopanan dan kasih
1. Ditinggikan derajatnya ke tingkatan yang sayang.
setinggi-tingginya (QS. Ali Imran: 110).
2. Terhindar dari kebinasaan sebagaimana Jadi, kalau ketika anda sedang mengingatkan
dibinasakannya Fir'aun beserta orang-orang seseorang dari perbuatan marufnya dan dia
yang berdiam diri ketika melihat membalas dengan kata-kata ketus / emosi,
kedzalimannya. tenang aja, nggak usah ikut emosi / perang
3. Mendapatkan pahala berlipat dari Allah mulut, apalagi sampai adu jotos, Masyaallah,
sebagaimana sabda Nabi Saw.:"Barangsiapa nggak perlu. Wajarlah reaksi begitu, namanya
yang mengajak kepada kebaikan, maka ia juga orang tidak tau / lagi khilaf, seyogyanya
akan mendapatkan pahalanya dan pahala kita yang mengingatkan. Kalo bukan kita,
orang yang mengamalkannya sampai hari siapa lagi?? Kalau memang sudah diingatkan
kiamat, tanpa mengurangi pahala mereka berkali-kali tapi masih saja nggak ngefek, ya
sedikitpun". sudah, biarkan saja. Kita istighfar yang
4. Terhindar dari laknat Allah sebagai mana banyak, supaya gak ikut terseret dan yang
yang terjadi pada Bani Isra'il karena bersangkutan cepat mengakhiri kegiatan
keengganan mereka dalam mencegah maksiatnya. Kita kan hanya menyeru, hidayah
kemunkaran. (QS. Al-Maidah: 78-79). yang kasih juga Allah SWT, dan dianya sendiri
5. beberapa hal yang perlu diperhatikan mau berubah apa nggak. Jadi, tugas kita
sebelum kita menyuruh seseorang berbuat selesai sampai disini.
benar
6. (Danan Ekatama K) Semoga kita semua diberi kekuatan oleh Allah
SWT sehingga bisamengerjakan perbuatan
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan baik dan menjauhi kemungkaran serta
sebelum kita menyuruh seseorang berbuat mengajarkannya kepada orang lain.
benar. Yaitu kita haruslah terlebih dahulu
berjalan di atas jalan yang benar, dan
melakukannya secara istiqomah. Apa jadinya
kalo kita menyeru orang untuk sholat,
sedangkan kita sendiri jarang banget sholat?
Logika sederhana yang menuntun pada
tauladan yang baik.

Menurut sebuah hadits shoheh Siapa saja di


antara kalian yang melihat kemungkaran
hendak merubah dengan tangannya. Jika
tidak mampu dengan tangan maka dengan
lisannya. Dan jika tidak mampu dengan lisan
maka dengan hati, itulah selemah-lemah
iman.. Jadi, kalau kita melihat seseorang
melakukan sebuah kemungkaran, terlebih lagi
itu adalah teman kita sendiri, hendaknya kita
mencegahnya. Atau setidaknya kita tidak ikut-
ikutan dengan perbuatan jahiliyah mereka.
Dan perlu diketahui, itu bukanlah karena