Sunteți pe pagina 1din 3

GELARAN LOMBA ORIENTEERING DAN DRONE

HUT TOPOGRAFI ANGKATAN DARAT 2016

(Jakarta, 9/4). Setelah melalui tahap persiapan cukup


panjang, akhirnya lomba orienteering dan drone
dalam rangka HUT ke-70 Topografi Angkatan Darat
tahunl 2016 jadi digelar pada Sabtu, 9 April 2016 di
Buperta (Bumi Perkemahan dan Graha Wisata)
Cibubur Jakarta Timur. Dirtopad Brigjen TNI Ir. Dedy
Hadria, MSc. membuka langsung 2 kegiatan lomba
tersebut, disaksikan oleh para pejabat Dittopad,
Ketua dan Pengurus Persit KCK Cabang XVI PG
Mabesad, para tamu undangan dan para atlet serta
peserta lomba.

Lomba orienteering diikuti oleh 80 atlet orienteering TNI yang berasal dari satuan-satuan Kodam,
Kostrad, Kopassus dan Balakpus TNI AD dan atlet prajurit marinir TNI AL. Untuk kelompok umum,
tercatat 123 atlet orienteering berasal dari mahasiswa dan pelajar SLTA, antara lain dari Semarang,
Solo, Cilacap, Tangerang, Bogor dan tentu saja Jakarta.

Kegiatan lomba orienteering kali ini sengaja dirangkaian dengan lomba drone bagi para pecinta atau
komunitas drone Indonesia. Kita ketahui, drone sedang naik daun dan populer dimanfaatkan oleh
banyak kalangan. Dittopad melihatnya sebagai suatu kegiatan positif yang perlu diwadahi. Jajaran
Topografi AD Darat terlibat cukup intens dalam pengembangan dan penggunaan drone guna
mendukung pelaksanaan tugas-tugasnya, khususnya dalam kegiatan pemotretan udara untuk survey
pemetaan. Dipastikan di masa-masa yang akan datang, pemanfaatan drone oleh TNI AD untuk
berbagai kepentingan, baik tempur maupun non tempur, terbuka lebar. Oleh sebab itu, Dirtopad
berharap lomba drone semacam ini dapat dijadikan sebagai wahana atau forum berbagi pengalaman
serta penyaluran hobi/bakat bagi para pecinta komunitas drone Indonesia.

Lomba orienteering dan drone yang berhasil dihelat dengan lancar dan meriah tersebut
dimungkinkan berkat kerjasama Dittopad dengan beberapa mitranya, yakni Bank BRI Veteran
Jakarta, PT Semangat Enam Saudara (SES), CV Khaisma Nusa Cempala, PT Sindoro, CV Agung
Putra Lima Kencana. PT Usserindo Prima Corp. PT Mega Kapuas Multi Niaga, CV Karen Abadi
Makmur, PT Global Tekno Tritama, PT Ratnacahaya Nusawira, PT Global Inovasi Informasi
Indonesia, PT Akira Data, CV Fokus Persada dan PT Adhimulia Interniagatama

Ketua Panitia HUT ke-70 Topad tahun 2016, Kolonel Ctp Drs. Ibnu Fatah, MSc. yang juga menjabat
Sekretaris Dittopad, menambahkan kegiatan lomba orienteering kali ini berbeda dengan lomba-lomba
sebelumnya karena teman-teman atlet prajurit dari TNI AL dan TNI AU juga diundang secara
terbatas. Untuk TNI AL diwakili oleh prajurit-prajurit Yon Taifib 2 Pasmar 2 Cilandak KKO, sedangkan
TNI AU sampai dengan dead line pendaftaran sayangnya belum bisa mengirimkan wakilnya,
mungkin karena waktunya persis bersamaan dengan perayaan hari ulang tahun TNI AU yang digelar
di Halim Perdana Kusuma. (Ses)
Orienteering merupakan salah satu cabang olah raga di alam bebas yang semakin digemari dan
populer. Bagi kalangan penggemarnya, orienteering merupakan cabang olah raga bersifat rekreatif,
yang menggabungkan kemampuan-kemampuan fisik yang prima, penguasaan medan yang baik
serta mental bertanding yang kuat. Atlet dituntut memiliki ketiga kemampuan tersebut secara
berimbang, tidak boleh pincang. Oleh karena itu tidak ada jaminan, atlet yang fisiknya lebih kuat akan
selalu keluar sebagai juaranya.

Atlet orienteering diharuskan berlari secepat mungkin sesuai dengan urutan titik-titik kontrol (control
points) supaya tidak terdiskualifikasi. Tiap atlet dibekali peta dan kompas untuk membantu mencari
titik-titik control secara berurutan. Juaranya ditentukan oleh atlet yang mampu menempuh route
sesuai urutan titik-titik kontrol dengan waktu tercepat.

Keluar sebagai juara 1 sampai dengan 3 lomba orienteering untuk kelompok pria prajurit TNI,
berturut-turut adalah Asep Sumardi (Yonif 328 Kostrad), Dede Triyana (Densurta Dittopad) dan Reza
Canafantana (Densurta Dittopad). Ketiga atlet ini menempuh jarak 9,6 km dengan 20 titik sasaran
dimana catatan waktu masing-masing adalah 53 menit 55 detik, 58 menit 54 detik dan 59 menit 11
detik.

Untuk kelompok pria umum, keluar sebagai yang tercepat adalah


Rizky Ajie (Makopala Universitas Budi Luhur Tangerang) dengan
waktu 64 menit 24 detik. Diikuti oleh Chobra K Sakti (Universitas
Muhamadiyah Solo, 65 menit 9 detik) dan Sirojul Abrori (Stapal
STAN Jakarta, 75 menit 22 detik). Kelompok umum pria juga
menempuk jarak yang sama, 9,6 km dengan 20 titik sasaran

Untuk kelompok putrid campuran, juara 1 diraih oleh Vita


Wijayanti dari Yogyakarta dengan waktu tempuh 85 menit 23
detik. Diikuti juara 2 dan 3 adalah Serda (K) Erlianti (Yonhubad,
90 menit 3 detik) dan Calvina Izumi H (Countur Orienteering
Tangerang, 96 menit 21 detik). Kelompok wanita campuran TNI
dan umum menempuh jarak 7,6 km dengan 18 titik
sasaran.

Masing-masing juara untuk setiap kelompoknya


mendapatkan trophy, piagam dan hadiah uang
pembinaan dari Dirtopad.

Sedangkan untuk lomba slalom drone terbuka, keluar


sebagai juara pertama Axel Lengkong (FPV Team
Bekasi), disusul Hendry Wicaksono (FPV Flyers
Surabaya) dan Gian Andri Wibowo (Black Spin Bogor).
Para peserta lomba diharuskan adu keterampilan
dalam mengendalikan drone melewati 10 rintangan buatan (obstacle) di lapangan berukuran 40 x 60
meter sebanyak 3 lap dalam 2 sesi balapan.
Selain piagam penghargaan dari Dirtopad, Juara I sampai dengan 3 masing-masing mendapatkan
hadiah lomba berupa 1 unit pesawat drone Phantom 3, 1 unit kamera Go Pro dan 1 unit telepon
seluler berbasis Android.

Menutup keterangannya, Ketua Panitia HUT Kolonel Ctp Drs. Ibnu Fatah, MSc. menyatakan, gelaran
lomba orienteering dan drone ini dimaksudkan juga untuk mendekatkan TNI dengan rakyat dalam
rangka ikut mendukung program Pembinaan Territorial yang dicanangkan pimpinan TNI. Salah
satu modus kegiatan yang ditempuh adalah melalui penggiatan metode komunikasi sosial berupa
kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat banyak. Kegiatan semacam ini akan terus
dilaksanakan dan secara rutin dijadwalkan tiap tahunnya. (Panitia HUT-Dittopad)