Sunteți pe pagina 1din 11

RELATIONS OF SELF DIRECTED LEARNING AND LEARNING OBJECTIVE

ACCOMPLISHMENTS TOWARDS THE TUTORIAL OF STUDENTS BATCH


2012 MEDICAL PROGRAM TADULAKO UNIVERSITY

Uyun Nusyur Sudarman*, Indah Puspasari Kiay Demak**, Puspita Sari***

*Medical Student, Faculty of Medicine and Health Science, Tadulako University


** Medical Education Unit, Faculty of Medicine and Health Science, Tadulako University
*** Problem Based Learning Faculty of Medicine and Health Science, Tadulako University

ABSTRACT
Background: The educational system Competency Based Curriculum (CBC) in the
Medical Program at Tadulako University implements Problem Based Learning (PBL)
strategies. In PBL, the implemented method is seven jump and amongst the steps is
self-learning (self-directed learning). In the concept of independent learning, students
have their own responsibility to achieve learning objectives. This case is what
underlyed the writer to conduct research on self-directed learning that could affect
the achievement of learning goals in tutorial sessions for students of batch 2012.
Objective: To determine whether there is a relationship between the level of
achievement for Self Directed Learning with the student Learning Objective from
tutorials of Batch 2012 students Medical Program of FKIK UNTAD.
Methods: This study used a cross-sectional design. Sampling was conducted by
purposive sampling technique. Total samples were 105 third-year medical students in
accordance with the inclusion and exclusion criteria. Research instruments using
questionnaires and mini quiz. Relations of Self Directed Learning levels with the
achievement of Learning Obective were analyzed using Spearman correlation test.
Results: Level of Self Directed Learning were related to the Student Learning
Objective achievement of tutorial Batch 2012 Medical Program of FKIK UNTAD of
(p = 0.014; r = 0.240). Most students have a high level of Self Directed Learning
(59%). Most of the Learning Objective tutorial achievemenst were included in the
category enough (70.5%)
Conclusion: There is a significant correlation between the level of achievement of the
Self Directed Learning with tutorial Learning Objective for students in Batch 2012
Medical Program of FKIK UNTAD.

Keywords: Problem Based Learning, Tutorial, Self Directed Learning, Learning


Objective

1
2

HUBUNGAN TINGKAT SELF DIRECTED LEARNING DENGAN


PENCAPAIAN LEARNING OBJECTIVE PADA TUTORIAL MAHASISWA
ANGKATAN 2012 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
UNIVERSITAS TADULAKO.

Uyun Nusyur Sudarman*, Indah Puspasari Kiay Demak**, Puspita Sari***

*Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Tadulako.


**Medical Education Unit, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Tadulako.
***Problem Based Learning, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas
Tadulako.

ABSTRAK

Latar Belakang: Sistem pendidikan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) di


Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Tadulako menerapkan strategi Problem
Based Learning (PBL). Dalam PBL, dilaksanakan metode seven jump yang salah satu
stepnya ialah belajar mandiri (self directed learning). Dalam konsep belajar mandiri,
mahasiswa memiliki tanggung jawab sendiri untuk mencapai tujuan pembelajaran
(learning objective). Hal ini yang mendasari penulis melakukan penelitian tentang
self directed learning yang mempengaruhi pencapaian tujuan pembelajaran pada
tutorial mahasiswa angkatan 2012.
Tujuan: Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara tingkat Self Directed
Learning dengan pencapaian Learning Objective pada tutorial Mahasiswa angkatan
2012 PSPD FKIK Untad.
Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional. Pengambilan sampel
dilakukan dengan teknik purposive sampling. Jumlah sampel 105 mahasiswa
kedokteran tahun ketiga yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen
penelitian menggunakan kuesioner dan mini kuis. Hubungan tingkat Self Directed
Learning dengan pencapaian Learning Obective dianalisis dengan menggunakan uji
korelasi Spearman.
Hasil: Tingkat Self Directed Learning berhubungan dengan pencapaian Learning
Objective pada Tutorial Mahasiswa angkatan 2012 PSPD FKIK Untad (p=0,014;
r=0,240). Sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat Self Directed Learning yang
tinggi (59%). Sebagian besar pencapaian Learning Objective pada tutorial termasuk
dalam kategori cukup (70,5%)
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat Self Directed
Learning dengan pencapaian Learning Objective pada tutorial mahasiswa angkatan
2012 PSPD FKIK Untad.

Kata Kunci: Problem Based Learning, Tutorial, Self Directed Learning, Learning
Objective
3

PENDAHULUAN

Konsil Kedokteran Indonesia menetapkan sistem pendidikan kedokteran model


Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dengan pendekatan terintegrasi, yang
berorientasi pada kesehatan individu, keluarga serta masyarakat dalam perwujudan
pelayanan kesehatan primer. Model KBK mengacu pada penggunaan strategi
pembelajaran SPICES (Student centred, Problem based, Integrated, Community-
based, Elective/Early clinical exposure, Sistematic). [1]
Dalam pelaksanaan sistem pembelajaran berbasis kompetensi, PSPD UNTAD
memberlakukan strategi pendidikan Belajar Berdasarkan Masalah (BBM) atau
Problem Based Learning (PBL), terdiri atas masalah (problem) yang dipilih serta
didesain agar dapat mendorong kemahiran mahasiswa dalam memperoleh
pengetahuan secara kritis, keahlian dalam memecahkan masalah, menerapkan strategi
pembelajaran mandiri dan kemampuan berpartisipasi dalam tim. [2]
Dalam proses pendidikan untuk pencapaian kompetensi, aktivitas pembelajaran
yang dilaksanakan berupa perkuliahan serta diskusi kelompok (tutorial). Dalam
tutorial sendiri dilaksanakan metode tujuh langkah (seven jump) yang dimaksud
untuk pencapaian tujuan pembelajaran (learning objective) dimana termuat standar
kompetensi didalamnya. [2]
Dalam konsep belajar mandiri, pencapaian keberhasilan belajar menjadi
tanggung jawab dari diri mahasiswa itu sendiri. Mahasiswa yang ingin mencapai
prestasi belajar yang baik, haruslah mempunyai konsep belajar mandiri yang baik.
Begitu juga sebalikanya kurangnya kemandirian belajar akan menghambat mutu
belajar dari mahasiswa tersebut. Hal ini juga berpengaruh dalam pencapaian tujuan
pembelajaran yang didalamnya terdapat cakupan kompetensi yang harus tercapai
dalam menjadi dokter. [3]
Oleh karena itu, berdasarkan uraian diatas maka peneliti merasa perlu untuk
melakukan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat belajar mandiri (Self
4

Directed Learning) mahasiswa dengan pencapaian learning objective pada tutorial di


PSPD UNTAD.

METODE
Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan rancangan survei
cross-sectional. Penelitian ini berlokasi di Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas
Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Tadulako. Sampel penelitian adalah 105
mahasiswa tahun ketiga (angkatan 2012) yang telah sesuai dengan kriteria inklusi dan
eksklusi.
Penilaian tingkat Self Directed Learning mahasiswa dilakukan dengan
menghitung nilai jawaban kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya,
sedangkan penilaian pencapaian Learning Objective pada tutorial dilakukan dengan
menghitung nilai jawaban benar dari mini kuis. Adapun bahan penelitian yang
digunakan adalah modul 2 Neoplasm of The Urinary System, skenario 2 Sulit
Berkemih, Blok 15 Nephrology, Urology and Body Fluids.
Instrumen peneltian yang digunakan untuk menilai variabel tingkat belajar
mandiri (Self Directed Learning) adalah kuisioner yang diadaptasi dan diterjemahkan
langsung dari Self Study and Reporting Process Questionnaire, Maastricht Medical
School yang kemudian diuji validitas dan reliabilitasnya kembali oleh Rahma (2014)
pada mahasiswa PSPD FKIK UNTAD sehingga diperoleh 14 buah pertanyaaan
kuisioner. Kuisioner disusun berdasarkan 3 indikator belajar mandiri, yaitu planning,
monitoring, dan evaluating. Kuisioner menggunakan skala Likert dengan jawaban
sangan tidak setuju (skala 1) sampai dengan jawaban sangat setuju (skala 4). Hasil
ukur kuisioner ini diklasifikasikan menjadi tingkat Self Directed Learning rendah
(skor 14 28), sedang (skor 29 43), serta tinggi (skor 44 56).
Variabel pencapaian learning objective (LO) diukur dengan menggunakan data
primer dengan metode mini kuis. Materi soal mini kuis dibuat berdasarkan learning
objective yang ada pada setiap skenario tutorial, dengan hasil yang diklasifikasikan
5

berdasarkan nilai yang diperoleh, yaitu pencapaian learning objective kurang (skor 0-
4), cukup (skor 4-8) dan baik (skor 9-12).
Analisis statistik untuk mengetahui hubungan hubungan tingkat Self Directed
Learning mahasiswa angkatan 2012 PSPD FKIK UNTAD dengan pencapaian
Learning Obejctive pada tutorial adalah uji korelasi Spearman.

HASIL
1. Distribusi Karakteristik Sampel
Proses pengumpulan data dimulai pada tanggal 28 April 2014. Mahasiswa
yang mengikuti penelitian ini adalah sebanyak 105 orang. Berdasarkan hasil
perhitungan diperoleh 26 orang (24,8%) responden (mahasiswa) yang mengisi
kuesioner adalah laki-laki dan 79 orang (75,2%) responden adalah perempuan.

Jenis Kelamin
100
80
60
40
20
0
Laki-Laki Perempuan

Gambar 4.1 Jumlah Sampel Berdasarkan Jenis Kelamin


2. Analisis Univariat
Berdasarkan hasil total skor kuisioner Tingkat Belajar Mandiri Mahasiswa,
diperoleh 62 orang (59 %) mahasiswa yang memiliki tingkat belajar mandiri
yang tinggi, 43 orang (41 %) mahasiswa yang memiliki tingkat belajar mandiri
yang sedang, dan tidak terdapat mahasiswa yang memiliki tingkat belajar mandiri
yang rendah.
6

Tabel 4.1. Distribusi Tingkat Kemandirian Belajar Mahasiswa Angkatan 2012


PSPD UNTAD

Tingkat Belajar Mandiri


No. Frekuensi Persentase (%)
Mahasiswa
1 Rendah 0 0
2 Sedang 43 41
3 Tinggi 62 59
Total 105 100
(Sumber : Data Primer Penelitian, 2015)
Berdasarkan hasil total skor Mini Kuis untuk melihat Tingkat Pencapaian
Learning Objective Mahasiswa, diperoleh 25 orang (23,8 %) mahasiswa yang
memiliki pencapaian learning objective yang baik, 74 orang (70,5 %) mahasiswa
yang memiliki pencapaian learning objective yang cukup, dan 6 orang (5,7 %)
mahasiswa yang memiliki pencapaian learning objective yang kurang.

Tabel 4.2. Distribusi Tingkat Pencapaian Learning Objective Mahasiswa


Angkatan 2012 PSPD UNTAD

Tingkat Pencapaian Learning


No. Frekuensi Persentase (%)
Objective
1 Kurang 6 5,7
2 Cukup 74 70,5
3 Baik 25 23,8
Total 105 100
(Sumber : Data Primer Penelitian, 2015)

3. Analisis Bivariat
Dari hasil perhitungan uji statistik, diperoleh nilai p adalah 0,014 yang
artinya terdapat korelasi yang bermakna antara tingkat self directed learning
mahasiswa angkatan 2012 PSPD FKIK UNTAD dengan pencapaian learning
objective. Nilai kekuatan korelasi Spearman pada analisis data pada penelitian ini
adalah 0,240, menunjukkan kekuatan korelasinya lemah dan arah korelasi positif
yang memiliki arti semakin tinggi tingkat self directed learning mahasiswa maka
akan semakin tinggi pula learning objective yang dicapai dalam tutorial.
7

PEMBAHASAN
Uji analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara tingkat Self
Directed Learning dengan pencapaian Learning Objective pada tutorial adalah uji
korelasi spearman. Berdasarkan hasil perhitungan uji tersebut didapatkan nilai p <
0,05 yaitu 0,014 yang artinya terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat belajar
mandiri mahasiswa angkatan 2012 PSDP FKIK UNTAD dengan pencapaian learning
objective pada tutorial. Oleh karena itu, hipotesis kerja (H1) pada penelitian ini dapat
diterima. Kemudian nilai p (0,014) pada penelitian ini adalah positif yang artinya
semakin tinggi tingkat Self Directed Learning mahasiswa, maka akan semakin tinggi
pula pencapaian learning objective pada tutorial. Namun untuk kekuatan korelasi (r)
antar kedua variabel ini masih lemah, yaitu nilai r = 0,240.
Hal ini sesuai dengan teori bahwa semakin baik kemandirian belajar maka
prestasi belajar juga semakin baik. Prestasi belajar disini dimaksudkan ialah
pencapaian learning objective yang memuat standar kompetensi yang harus dicapai
oleh mahasiswa sebagai seorang calon dokter. Kemandirian belajar secara signifikan
dan berhubungan positif dengan prestasi akademik, aspirasi masa depan, kreativitas,
rasa ingin tahu, dan kepuasan hidup. [2,3]
Dalam pencapaian learning objective pada tutorial, dapat dipengaruhi beberapa
faktor diantaranya materi kuliah yang didapatkan sebelumnya, sehingga dalam
tutorial beberapa masalah yang menjadi pokok learning objective telah dibahas dan
didapatkan materinya. Tujuan metode Problem Based Learning (PBL) atau tutorial
sebagai strategi untuk mencapai mahasiswa yang memiliki kemampuan untuk
mengintegrasikan ilmunya bukan hanya demi peningkatan level kognitifnya, tetapi
juga dirinya sebagai anggota kelompok yang membutuhkan kerja sama. Tutorial
dibentuk sedemikian rupa demi terjadinya peningkatan mahasiswa untuk dapat
memproses masalah yang menjadi dasar dari metode pembelajaran ini sehingga
pada akhirnya mampu mencapai tujuan pembelajaran yang mencakup kompetensi
yang wajib diketahui sebagai seorang calon dokter. [5]
8

Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi mahasiswa dalam melaksanakan


pembelajaran kontekstual, mandiri, kolaboratif, dan konstruktif dalam PBL yang
secara langsung juga mempengaruhi pencapaian learning objective ialah antara lain
faktor mahasiswa (28,41 %), faktor dosen (22,35 %), faktor fasilitas (19,70 %), faktor
proses belajar (16,67 %), faktor isi pembelajaran (4,92 %), faktor jadwal
pembelajaran (4,92 %) dan lain-lain (3,40 %). [6]
Berdasarkan hasil total skor kuisioner tingkat Self Directed Learning (SDL)
mahasiswa angkatan 2012 PSPD FKIK UNTAD, diperoleh sebagian besar
mahasiswa memiliki tingkat Self Directed Learning yang maksimal (59 %),
sedangkan sisanya memiliki tingkat Self Directed Learning yang cukup (41 %). Hal
ini menunjukkan mahasiswa angkatan 2012 PSPD FKIK UNTAD yang merupakan
mahasiswa tahun ke tiga (mahasiswa tingkat atas) memiliki tingkat Self Directed
Learning yang tinggi. Hasil ini sesuai dengan penelitian Akbar, S (2014), yang
menemukan bahwa mahasiswa tingkat atas memiliki skor SDL yang lebih tinggi
dibandingkan dengan mahasiswa tingkat bawah. [7]
Berdasarkan hasil mini kuis untuk mengetahui pencapaian learning objective
pada tutorial, didapatkan sebagian besar mahasiswa (70,5 %) memperoleh pencapaian
learning objective yang cukup, kemudian 23,8 % mahasiswa mencapai learning
objective yang baik, lalu sisanya 5,7 % mencapai learning objective yang kurang.
Dari pencapaian learning objective pada tutorial mahasiswa angkatan 2012 PSPD
FKIK UNTAD yang sebagian besar memperoleh nilai cukup, dapat dipengaruhi oleh
beberapa faktor seperti kinerja tutor pada setiap kelompok tutorial yang berbeda-beda
sehingga tidak dapat dipastikan dalam tutorial mampu untuk menstimulasi dalam
pencapaian learning objective.
Dalam penelitian ini digunakan metode mini kuis untuk menilai sejauh mana
pencapaian learning objective yang terdapat dalam setiap skenario tutorial. Mini kuis
dapat mengevaluasi keberhasilan tutorial dilihat dari pencapaian mahasiswa dalam
nilai mini kuis. Selain hal itu, mini kuis dapat dijadikan penilaian bagi mahasiswa
selain nilai keaktifan dan tugas mandiri dari setiap pelaksanaan tutorial. Olehnya itu
9

diharapkan metode mini kuis dapat diterapkan secara langsung dalam pembelajaran
Problem Based Learning di PSPD FKIK UNTAD yang pada saat ini belum
diterapkan.
Penelitian ini memilih sampel mahasiswa PSPD FKIK UNTAD angkatan 2012
yang merupakan mahasiswa tahun ketiga. Waktu belajar mandiri mahasiswa tahun
ketiga memendek dipengaruhi oleh kelelahan mentalnya serta penurunan motivasi
belajar, namun lebih sering menggunakan internet sebagai sumber belajar yang
disebabkan oleh peningkatan kemampuannya dalam mencari sumber belajar yang
relevan. Peningkatan pengalaman dalam PBL parallel dengan pengembangan
keterampilan berdiskusi menggunakan sumber-sumber yang berbeda seperti jurnal
dan artikel yang relevan. [8]
Dalam pelaksanaan penelitian ini terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi
hasil penelitian sehingga menjadi kelemahan dalam penelitian. Adapun beberapa
faktor tersebut adalah; 1) pemahaman yang berbeda dari setiap mahasiswa terhadap
pemberian kuliah diluar dari tutorial, 2) perbedaan minat untuk mencari informasi
pada setiap individu mahasiswa, 3) ketidak seriusan mahasiswa dalam mengikuti
penelitian ini dikarenakan tidak berpengaruh terhadap hasil studi mereka.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, maka dapat disimpulkan
bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat Self Directed Learning
mahasiswa angkatan 2012 PSPD FKIK UNTAD dengan pencapaian Learning
Obejctive pada tutorial.

SARAN
1. Bagi Mahasiswa sebaiknya dalam mengikuti proses tutorial agar selalu
memperhatikan step-step yang berlangsung serta faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi tingkat Self Directed Learning, sehingga dapat mencapai
Learning Objective yang maksimal pada setiap akhir tutorial berlangsung.
10

2. Bagi Fakultas agar senantiasa memberikan kesempatan serta bimbingan kepada


mahasiswa yang ingin melakukan penelitian serupa sehingga dapat mengevaluasi
serta meningkatkan proses pembelajaran yang telah berlangsung di PSPD FKIK
UNTAD. Sebaiknya pula pihak fakultas terkhusus pada bagian Tutorial agar
senantiasa menjaga faktor-faktor yang mempengaruhi proses Problem Based
Learning dan Self Directed Learning, sehingga di harapkan seluruh mahasiswa
dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
3. Bagi Bagian Problem Based Learning agar dapat menerapkan penilaian Mini
Kuis pada setiap akhir tutorial berlangsung agar dapat menilai secara langsung
pemahaman dan pencapaian learning objective setiap mahasiswa dalam
mengikuti tutorial.

DAFTAR PUSTAKA
1. Suhoyo Y. Konsep Inovasi Strategi Pendidikan di Institusi Pendidikan
Kedokteran. Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia. 2012;1(2):1-10

2. Tim Penyusun Panduan Akademik FKIK. Panduan Akademik Fakultas


Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 2013/2014. Palu : Kampus Bumi Tadulako
Tondo; 2013.

3. Suyati. Pengaruh Kemandirian Belajar Dengan Prestasi Belajar Mata Kuliah


Keterampilan Dasar Praktikum Klinik. Jombang : Fakultas Ilmu Kesehatan,
Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum; 2012.

4. Edmondson DR, Boyer SL, Artis AR. Self-Directed Learning: A Meta-Analytic


Review Of Adult Learning Construct; 2012.

5. Siln C, Uhlin L. Self-directed learning - a learning issue for students and faculty.
Teaching In Higher Education. 2008;13(4):461-475.

6. Secondira V, Rahayu GR, Suhoyo Y. Faktor-faktor yang Mempengaruhi


Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada untuk Melaksanakan
Pembelajaran yang Konstruktif, Mandiri, Kolaboratif dan Kontekstual dalam
11

Problem-Based Learning. Jurnal Pendidikan Kedokteran dan Profesi Kesehatan


Indonesia. 2009;4(1):32 45.

7. Akbar S. Hubungan Persepsi Mahasiswa Terhadap Problem Based Learning, dan


Motivasi Instrinsik, Dengan Self Directed Learning di Fakultas Kedokteran
Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta : Program Pascasarjana Universitas Gadjah
Mada; 2014

8. Musal B, Gursel Y, Taskiran HC, Ozan S, Tuna A. Perceptions of first and third
year medical students on self-study and reporting processes of problem-based
learning. BMC Medical Education. 2004; 4(16):1 7.