Sunteți pe pagina 1din 3

Seorang muslim yang ingin meningkatkan ketaqwaannya dianjurkan untuk melakukan Amar

Makruf Nahi Munkar, menganjurkan kebaikan dan mencegah kemunkaran. Menyampaikan


hal-hal yang baik dan melarang perbuatan keji. Kita sebagai umat muslim selalu
diperintahkan supaya taqwa kepada Allah, dan jalan menuju taqwa itu banyak sekali, salah
satu diantaranya ialah amar makruf nahyi mungkar. Amar makruf artinya memerintahkan
atau mengajak orang agar berbuat baik, berbuat kebajikan, berbuat sesuatu yang di ridhai
oleh Allah. Nahi mungkra artinya mencegah atau melarang orang berbuat kejahatan, berbuat
kemaksiatan, atau bahkan sesuatu yang tidak diridhai oleh Allah. Ketahuilah bahwa amar
makruf dan Nahi mungkar termasuk syiarnya agama Islam dan termasuk perkara yang sangat
penting bagi kaum muslimin. Semakin banyak orang yang beramar makruf dan Nahi

mungkar, maka agama Islam akan semakin bertambah syiarnnya.Sebenarnya kehadiran Islam
yang dibawa oleh Rasul terakhir yakni Nabi Muhammad saw. adalah merupakan pelita yang
terang benderang, yang sanggup menembus kegelapan dari setiap manusia. Menerangi setap
kalbu bagi orang yang mendambakan kehidupan damai. Pelita yang sanggup mengangkat
mansuia dari kebodohan menuju kepada masyarakat berpikiran logis.
Namun demikian, kadang-kadang sebagian golongan masih saja tidak menghendaki Islam
memancarkan sinar di segala penjuru dunia. Mereka berusaha memadamkan dengan berbagai
cara yang ditempuhnya. Sebagaimana firman Allah:

Artinya:
Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah
(justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya". (QS: Ash-
Shaff Ayat: 8)
Meskipun orang-orang kafir berusaha untuk menghancurkan Islam dan berusaha untuk
menekan pemeluk-pemeluk Islam, namun Allah tidak akan membiarkan begitu saja. Allah
akan membelanya dan semakin memancarkan agama Islam. Artinya, Islam semakin jaya dan
pemeluk-pemeluknya semakin kuat imannya.
Ketika ayat tersebut turun, mampu pula memberi semangat kepada Rasulullah saw dalam
menyebarkan Islam di tengah-tengah orang kafir, di tengah-tengah tekanan, teror dan
ancaman mereka. Dengan tetap sabar dan tak kenal menyerah akhirnya banyak yang
menyatakan masuk Islam dan menjadi sahabat setia, mereka siap membela Rasulullah dan
agama yang dibawanya. Semakin lama, dari abad ke abad Islam pun tersebar keseluruh dunia.
Oleh karena itu, kita sekarang hidup di abad yang sudah jauh dari jamannya Nabi
Muhammad saw. ketika masih hidup. Namun kita diberi warisan berupa ajaran kebenaran
yakni Islam. Hendaknya generasi ini mewarisi dengan sungguh-sungguh tentang Islam.
Jangan sampai Islam kelak tinggal namanya dan Al-Qur'an tinggal tulisannya, Naudzu Billah.
Para hadirin Rahimakumullah,
Kiranya setiap muslim telah tahu bahwa pemadam cahaya Islam yang dilakukan oleh orang-
orang kafir tidak semata-mata dan tidak dilakukan secara terang-terangan. Kebanyakan
dilakukan dengan strategi sedemikian rupa sehingga kita tidak merasa menyadarinya. Sedikit
demi sedikit dan dengan sangat halusnya mereka membelokan dan menyelewengkan
kebenaran.
Oleh sebab itu seorang muslim yang ingin meningkatkan ketaqwaanya dianjurkan untuk
melakukan amar makruf nabi munkar, menganjurkan kebenaran dan mencegah kemunkaran.
Menyampaikan hal-hal baik dan melarang perbuatan keji.
Allah berfirman dalam surat Ali Imran 104:

Artinya:
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan,
menyuruh kepada yang maruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang
yang beruntung. (QS: Ali Imran Ayat: 104)
Berdasarkan ayat tersebut hendaknya umat Islam senantiasa berusaha untuk menyeru kepada
kebaikan sesuai dengan aturan agama kita. Juga melarang kemunkaran pada batas-batas yang
diijinkan oleh agama kita. Dengan adanya usaha amar makruf nahi munkar ini, maka Islam
akan bersinar terang dan pertolongan Allah akan tampak kelihatan.
Firman Allah dalam surat Muhammad:
"Jika kamu menolong agama Allah, maka Dia akan menolongmu dan menetapkan
kedudukanmu"
Para hadirin yang berbahagia,
Sebagaimana telah saya sampaikan, bahwa setiap mekumkaran di dalamnya ada bahaya yaitu
bahaya yang langsung menimpa manusia di dunia ini dan bahaya berupa siksa Allah kelak di
akihirat. Bahay kemunkaran tidak hanya mengenai orang yang melakukannya namun
mengenai orang lain yang tidak bersalah.
Keterangan ini terdapat dalam firman Allah surat Al-Anfal 25:

Artinya:
Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang
zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (QS: Al-
Anfaal Ayat: 25)
Ketika ayat ini menunjukan bahwa suatu perbuatan dzalim yang dilakukan seseorang dapat
menimpa orang lain yang tidak ikut melakukannya. Penyebabnya ialah karena orang-orang
yang tidak berbuat munkar tetapi mereka mengetahui dan mendiamkannya. Mereka tidak
mencegahnya dan tidak memberi jalan menuju kebaikan. Hal inilah sehingga meskipun
mereka tidak berbuat dosa, namun terkena getah dari kemunkaran tersebut.
Betapa mulianya seorang muslim yang menyibukan diri untuk beramar ma'ruf nahi munkar
dalam setiap kesempatan. Misalnya menyampaikan dakwah Islam di berbagai tempat dan
tidak terikat dengan waktu. Menegur teman yang berbuat buruk dan mengajaknya untuk
berlomba-lomba menuju kebaikan. Mengajak tetangganya untuk rajin shalat dan
menghentikan kebiasaan menggunjing. Dan masih banyak cara-cara lain dalam beramar
makruf nahi munkar.
Rasulullah saw, bersabda:
"Barangsiapa diantara kalian mengetahui kemunkaran maka ubahlah kemunkaran itu
dengan tangan (kekuasaan), bila tidak mampu maka ubahlah dengan ucapan. Jika tidak
mampu (dengan ucapan) maka dilakukan dengan hati. Dan yang demikian itu adalah
selemah-lemahnya iman."
Bapak-bapak, Ibu-ibu dan saudara sekalian.
Sebenarnya mengubah dengan hati dimaksudkan adakalanya berdoa agar mereka yang suka
berbuat munkar segera berhenti. Dapat pula dilakukan dengan menanamkan kebencian di
dalam hati kita terhadap kemunkaran yang ada. Sebab jika kemunkaran itu sudah menjadi
budaya dan sangat sensitif sekali, maka beratlah kita untuk mengingatnya dengan ucapan.
Karena itu untuk diri sendiri perlulah dilakukan pencegahan agar tidak larut dalam budaya
kemunkaran itu. Cara satu-satunya adalah dalam hati, yakni membenci kemunkaran tersebut.
Kemudian dalam sebuah hadis lain, Rasulullah saw, bersabda:
"Demi dzat yang diriku berada dalam kekuasaanNya, agar menyerulah kamu pada hal-
hal yang terpuji, dan agar sesungguhnya mencegahlah kamu dari perbuatan munkar, atau
Allah menurunkan siksa kepadamu, kemudian kamu berdo'a dan ternyata Allah sudah
tidak mengabulkan doamu."
Dari keterangan hadis tersebut dapatlah diambil pengertian bahwa ada dua pilihan bagi kita
dalam menghadapi kemunkaran. Apakah kita beramar makruf dan nahi munkar ataukah
hanya tinggal diam. Jika kita beramar makruf dan nahi munkar berarti harus dengan
bersungguh-sungguh mengajak mereka kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran. Hal ini
Allah akan memberi pahala bagi kita. Allah akan menyelamatkan kita. Namun jika hanya
diam dan membiarkan kemuankaran terjadi di depan mata kita atau lingkungan hidup kita,
maka tentu akan mendapatkan dosa. Oleh sebab itu dimana saja hendaknya kita tak segan-
segan dalam beramar makruf nahi munkar, namun cara-cara yang dilakukan haruslah yang
baik, sopan, dan memelihara akhlak seorang muslim.