Sunteți pe pagina 1din 13

FOTOSINTESIS

Raid Azhar Mawaffaq, 230210160051


Kelautan, Kelompok 10

ABSTRACT

Photosyntesis is the process to make carbohydrates and oxygen from CO2


and air with the help of sunlight. This process occurs only in autoropic organism.
Photosynthesis consists of a light reaction involving electron transport and a dark
reaction involving CO2 fixation. The purpose of this exercise is to measure the
amount of oxygen produced during photosynthesis and the factors that affect the
speed of photosynthesis. The available result is the amount of dissolved oxygen
(DO) of the initial DO difference and the end exposed by photosynthesis of light
reactions and dark reactions.
Keywords : CO2, Photosyntesis, Oxygen

ABSTRAK

Fotosintesis merupakan proses pembentukan karbohidrat dan oksigen dari


CO2 dan air dengan bantuan cahaya matahari. Proses ini hanya terjadi pada
organisme autotrof. Fotosintesis terdiri atas reaksi terang yang melibatkan transpor
elektron dan reaksi gelap yang melibatkan fiksasi CO2. Tujuan dari praktikum kali
ini adalah untuk mengukur jumlah oksigen yang dihasilkan selama proses
fotosintesis dan mengetahui faktor faktor yang berpengaruh terhadap kecepatan
fotosintesis. Hasil yang didapatkan adalah jumlah oksigen terlarut ( DO ) diketahui
dari perbedaan DO awal dan DO akhir yang dipengaruhi oleh fotosintesis reaksi
terang dan reaksi gelap.

Kata Kunci : CO2, Fotosintesis, Oksigen

PENDAHULUAN

Fotosintesis merupakan metabolisme pembentukan karbohidrat yang hanya


dapat dilakukan oleh organisme autotrof. Fotosintesis membutuhkan CO2 dan H2O
untuk menghasilkan karbohidrat dan O2 dengan bantuan cahaya matahari. Proses
ini terjadi sebagian besar pada bagian daun, yaitu bagian yang paling banyak
mengandung kloroplas. Kloroplas merupakan organel yang dijumpai pada sel
tumbuhan dan algae eukariot sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.
Kloroplas terdiri atas struktur grana dan stroma. Grana akan menyusun tilakoid
yang merupakan tempat reaksi terang berlangsung. Stroma merupakan matriks
kloroplas yang merupakan tempat terjadinya reaksi gelap (Nelson dan Cox 2002).
Fotosintesis adalah proses pembentukan karbohidrat dari karbondioksida (
CO2) dan air ( H2O ) pada kloroplas dengan bantuan cahaya matahari. Fotosintesis
dapat dilakukan oleh tumbuhan, alga, dan bakteri, yang memiliki kloroplas. Hasil
dari fotosintesis adalah glukosa yang disimpan dalam bentuk pati, amilum, atau
tepung. Secara garis besar reaksi fotosintesis dapat dituliskan sebagai berikut :

Pada beberapa aspek, proses fotosintesis dapat dikatakan sebagai kebalikan dari
proses respirasi seluler
Cahaya matahari adalah salah satu bentuk energi, maka manusia dapat
melihat cahaya nampak dengan panjang gelombang 400 nm 700 nm. Cahay
matahari sebenarnya campuran panjang gelombang berbeda dan cahay tampak
adalah sebagian kecil cahaya yang dipancarkan ( Firmansyah dkk ,2009 ).
Pada sel eukariot. Proses fotosintesis terjadi dalam organel sel yang disebut
kloroplas. Didalam kloroplas terdapat membran yang disebut tilakoid. Tilakoid
merupakan membran yang mirip kantung dan pada beberapa bagian tersusus
bertumpuk membentuk grana ( Firmansyah dkk, 2009 ).
Klorofil adalah pigmen yang menyerap cahaya dengan energi tinggi.
Sepeprti pigmen lainnya, klorofil hanya dapat menyerap sebagian cahaya tampak.
Klorofil dapat menyerap cahaya merah dan biru sangat kuat, sedangkan cahaya
hijau sangat sedikit diserap ( Firmansyah, 2009 ).
Reaksi terang adalah tahap awal dari proses fotosintesis, rekasi ini sangat
tergantung pada cahaya matahari. Reaksi terang mengubah energi cahaya menjadi
energi kimia, juga menghasilkan oksigen dan mengubah ADP dan NADP+ menjadi
pembawa ADP dan NADPH. Reaksi terang terjadi di tilakoid, yaitu struktur cakram
yang terbentuk dari pelipatan membran dalam kloropas. Membran tilakoid
menangkap energi cahaya dan mengubahnya menjadi energi kimia
(Bagasramadhan 2012).
Reaski gelap adalah reaksi lanjutan dari reaksi terang dalam fotosintesis.
Reaksi ini tidak membutuhkan cahaya. Reaksi gelap terjadi pada bagian kloropas
yang di sebut stroma. Bahan reaksi gelap adalah ADP dan NADPH, yang di
hasilkan dari reaksi terang, dan CO2, yang berasal dari udara bebas. Dari reaksi
gelap ini dihasilkan glukosa. Secara umum karbohidrat dianggap sebagai hasil akhir
fotosintesis. Namun patut diperhatikan istilah karbohidrat tersebut dapat berupa
monosakarida, disakarida, dan polisakaria. Sebenarnya hasil akhir fotosintesis
adalah gula sederhana beratom C-3. Senyawa ini sangat mudah bereaksi, sehingga
sebelum diangkut perlu diubah terlebih dahulu menjadi gula lain misalnya glukosa.
Glukosa diangkut melalui floem ke sel-sel daun yang lain yang tidak
berfotosintesis, yakni sel-sel batang dan sel-sel akar untuk keperluan tumbuhan itu
sendiri. Sisanya diubah ke dalam bentuk lain yaitu menjadi amilum, protein dan
lipid yang disimpan untuk cadangan makanan.

METODOLOGI

1. Alat dan Bahan


Praktikum kali ini dilaksanakan pada tanggal 13 Oktober 2017, bertempat
di Laboratorium Avertebrata Air, Gedung 2 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Universitas Padjadjaran. Adapaun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum
kali ini adalah :

1.1 Alat
Alat Kegunaan
Toples selai Media yang digunakan saat praktikum
Toples selai gelap Media yang digunakan saat praktikum
Toples selai dibungkus plastik hitam Media yang digunakan saat praktikum
Kantung plastik hitam Untuk membungkus toples selai
DO meter Untuk mengukur DO awal dan Akhir
1.2 Bahan
Bahan Kegunaan
Amazon Subjek yang digunakan pada proses
fotosintesis
Hydrilla Subjek yang digunakan pada proses
fotosintesis
Camboba Subjek yang digunakan pada proses
fotosintesis
Air bersih Media tumbuh dan berfotosintesis
subjek

2. Prosedur Kerja
Adapun cara kerja dari praktikum kali ini adalah sebagai berikut :

2.1 Penentuan Kadar Oksigen Awal

Setiap kelompok menyiapkan 3 Toples yang akan digunakan yang terdiri dari
botol gelap, botol bening, botol bening yang dibungkus kantong plastik

Isi toples dengan air yang telah disaring. Potong tanaman air sepanjang 10 cm
Ambil s

Masukan tanaman air kedalam toples sesuai perlakuan

Untuk kelompok kontrol tidak perlu memasukan apapun ke dalam toples

Putuskan dengan gunting lalu dekatkan salah satu ujung pipa kapiler lalu buka
penjepit
Setelah arteripoint
selesai perlahan
3, teteskan larutan nikotin secukupnya pada sirip ekor

Tutup toples dan bolak-balikan botol untuk menghomogenkan air

Segera ukur kadar oksigen awal (KOawal) dengan menggunakan DO meter dan
catat waktu peletakan botol
Kencangkan tutup toples dan letakan dibawah sinar matahari selama 20, 30, 40
menit

Setelah selesai, letaka pipa kapiler pada hematokrit reading chart

Catat waktu peletakan toples

Gambar 1. Bagan alir prosedur penentuan kadar oksigen awal

2.2 Penentuan Kadar Oksigen Akhir

Setelah satu jam (catat waktu akhir pengamatan), ukur kembali kadar oksigen
akhir (KOakhir) dengan menggunakan DO meter dan catat dalam tabel
pengamatan

Hitung perubahan nilai kadar oksigen (Delta KO) dengan cara mengurangi
KOakhir-KOawal

Untuk control juga dilakukan hal yang sama, nilainya adalah Delta KOkontrol

Untuk nilai yang didapat dikoreksi dengan menggunakan nilai Delta KOkontrol
(Delta KO Deltakontrol)

Gambar 2. Bagan alir prosedur penentuan kadar oksigen akhir


HASIL DAN PEMBAHASAN

Adapun hasil yang didapatkan setelah melakukan praktikum berdasarkan


prosedur yang dijelaskan ditulis dalam tabel data yang diisi oleh semua kelopok
dalam satu kelas.
Kelas Kelompok Sampel Perlakuan Lama Pengukuran DO
Penyinaran
DOawal DOakhir DO
Kelautan 1 KONTROL B.T 25 menit 5,0 5,9 0,9
B.G 5,5 0,5
B.T.P 5,4 0,4
2 CABOMBA B.T 6,6 1,6
B.G 6,0 1,0
B.T.P 6,3 1,3
3 AMAZON B.T 6,0 1,0
B.G 6,3 1,3
B.T.P 5,4 0,4
4 HYDRILLA B.T 6,4 1,4
B.G 6,3 1,3
B.T.P 6,4 1,4
Kelautan 5 KONTROL B.T 40 menit 5,4 0,4
B.G 5,0 0
B.T.P 5,6 0,6
6 CABOMBA B.T 6,1 1,1
B.G 5,8 0,8
B.T.P 5,7 0,7
7 AMAZON B.T 5,9 0,9
B.G 6,3 1,3
B.T.P 6,3 1,3
8 HYDRILLA B.T 6,1 1,1
B.G 5,6 0,6
B.T.P 4,8 -0,2
Kelautan 9 KONTROL B.T 30 menit 6,1 1,1
B.G 5,7 0,7
B.T.P 5,3 0,3
10 CABOMBA B.T 5,7 0,7
B.G 5,5 0,5
Kelas Kelompok Sampel Perlakuan Lama Pengukuran DO
Penyinaran
DOawal DOakhir DO
B.T.P 5,7 0,7
11 AMAZON B.T 5,7 0,7
B.G 5,0 0
B.T.P 6,0 1
12 HYDRILLA B.T 5,7 0,7
B.G 5,4 0,4
B.T.P 5,4 0,4
Kelautan 13 KONTROL B.T 45 menit 5,6 0,6
B.G 5,5 0,5
B.T.P 5,9 0,9
14 CABOMBA B.T 5,5 0,5
B.G 5,4 0,4
B.T.P 5,2 0,2
15 AMAZON B.T 5,8 0,8
B.G 5,5 0,5
B.T.P 5,6 0,6
16 HYDRILLA B.T 5,3 0,3
B.G 5,0 0
B.T.P 5,1 0,1
Tabel 1. Hasil penghitungan DO awal dan DO akhir kelas
Data diatas adalah data yang didaptkan seluruh kelompok dalam satu kelas.
Setiap kelopok per shift diberi sampel yang berbeda bedan dan perlakuan yang
berbeda pula. Waktu penjemuran/penyinaran setiap shift berbeda pula.
Dari hasil yang didaptkan dapat dilihat perubahan DO atau Dossolve
Oxygen pada setiap media dan tanaman berbeda beda. Berpadaan ini terlihat
sangat spesifik pada perbedaan media yang digunakan. Tanaman yang dimasukkan
kedalam botol terang, cenderung mudah untuk melakuka proses fotosintesis dan
dapat menghasilkan oksigen lebih banyak dibandingkan dengan tanaman yang
berada pada media boto gelap atau botol tertutup plastik hitam. Tapi jika dilihat dari
data diatas, lama waktu penyinaran tidak terlalu mempengaruhi kemampuan
berfotosintesis setaip tanaman, data yang didapatkan jika dilihat berdasarkan waktu
tidak menentu, karena hasil yang didapatkan tidak beraturan ( tidak naik atau
menurun ) pada beberapa data tanaman, jadi praktikan dapat menspekulasikan
bahwa lama waktu penyinaran tidak mempengaruhi DO yang terdapat pada air,
kemampuan untuk berfotosintesis dan menghasilkan oksigen bergantung pada
tanaman itu sendiri, dan intesitas cahaya, sedangkan lama waktu penyinaran tidak
ada pengaruhnya.

KESIMPULAN
Dari praktikum kali ini, dapat disimpulkan bahwa cahaya matahari sangat
mempengaruhi kemampuan tanaman dalam melkukan fotosintesis, fotosintesis
yang salah satu hasilnya adalah oksigen membuat DO atau Dossolve oxygen yang
berada pada air bertambah. Dan lama waktu penyinaran tidak mempengaruhi
kemampuan berfotosintesis tanaman.
DAFTAR PUSTAKA

Frimansyah , dkk. 2004 . Mudah dan Aktif Biologi Untuk Kelas XII Sekolah
Menengah Atas / Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam.
Jakarta Setia Purna
Nelson DL, Cox MM. 2002. Lehninger Principles of Biochemistry 4th edition. New
York (US): W.H. Freeman and Company.
Ramadhan, B. 2012. Fisiologis Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman.
Bandung: Yrama Widya.
LAMPIRAN

LAMPIRAN
Lampiran 1. Alat-alat yang digunakan

Botol Terang Botol Gelap


(Hasil Dokumentasi) (Hasil Dokumentasi)
Botol dilapisi plastik hitam DO meter
(Hasil Dokumentasi) (Hasil Dokumentasi)

Lampiran 2. Bahan-bahan yang digunakan

Tanaman air Amazon, Cabomba dan Hydrilla


(Hasil Dokumentasi)
Lampiran 3. Kegiatan saat praktikum

Ketiga sampel diletakkan dibawah sinar matahari Proses pengukuran DO botol


selama 30 menit agar dapat berfotosintesis terang
(Hasil Dokumentasi) (Hasil Dokumentasi)

Proses pengukuran DO botol yang dilapisis Proses pengukuran DO botol


plastik hitam gelap
(Hasil Dokumentasi) (Hasil Dokumentasi)