Sunteți pe pagina 1din 5

PENGAUDITAN AKUN-AKUN INSTRUMEN KEUANGAN

Dalam pengujian saldo-saldo instrument keuangan akhir tahun, auditor harus


mengumpulkan bukti yang cukup dan akurat untuk mengevaluasi apakah akun-akun instrument
keuangan, sebagaimana Nampak dalam neraca telah disajikan dengan wajar dan diungkapkan
dengan tepat, sesuai degan delapan tujuan audit saldo yang digunakan untuk pengujian rinci
saldo(keberadaan, kelengkapan, keakuratan, penggolongan,pisah-batas,kecocokan saldo, nilai
bersih bisa terealisasi , dan hak).

Tahap I: Mengidentifikasi Risiko Bisnis Klien Terhadap Instrumen Keuangan


Risiko bisnis yang berpengaruh terhadap instrument keuangan berbeda-beda
ttterganntung pada signifikansi dan keagresifan suatu perusahaan dalam aktivitas investasi.
Risiko akan tinggi untuk perusahaan yang melakukan investasi dalam sekuritas atau instrument
keuangan derivatif yang kurang likuid, dan apabila investasi mencermikan proporsi yang besar
terhadap total aset. Perusahaan-perusahaan jasa keuangan memiliki risiko tinggi karena tingginya
volume aktivitas dan jenis instrument yang diperdagangkan, sebagai contoh, banyak perusahaan
menderita kerugian cukup besar sebagai akibat dari aktivitas investasi dan sado kas yang tidak
tepat. Auditor harus mendapatkan pemahaman mengenai risiko dari kebijakan dan strategi
investasi klien, dan bagaimana manajemen mengatasi hal tersebut.

Tahap I : Menetapkan Materialitas Kinerja dan Menilai Risiko Inheren


Saldo akun-akun instrument keuangan bisa material tergantung kepada tipe dan frekuensi
aktivitas investasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi risiko inheren instrument keuangan
meliputi : tujuan manajemen berkaitan dengan aktivitas investasi (misalnya : untuk
meminimumkan risiko), kompleksitas sekuritas atau derivatif, pengalaman perusahaan di masa
lalu dengan investasi tertentu, dan apakah faktor eksternal seperti misalnya risiko kredit atau
risiko tingkat bunga berdampak terhadap asersi-asersi yang relevan. Banyak dari risiko tersebut
berkaitan dengan tujuan keakuratan, penggolongan, dan nilai bisa direalisasi. Faktor lain yang
menambah risiko inheren untuk instrument keuangan adalah kompleksitas standar akuntansi
yang relevan. Sebagaian besar instrument keuangan diniliai berdasarkan taksiran nilai wajar (fair
value estimates). Standar akuntansi membedakan estimasi nilai wajar level satu (bisa
diobservasi, misalnya quoted, harga di pasar aktif untuk aset dan utang), dan estimasi level dua
atau level tiga. Estimasi level dua menggunakan input yang bisa diobservasi (langsung atau tidak
langsung) yang bukan quoted price, seperti misalnya harga untuk aset atau utang yang serupa,
sedangkan estimasi level tiga menggunakan input yang tidak bisa diobservasi seperti misalnya
pricing model atau aliran kas didiskonto (discounted cash flow). Estimasi-estimasi tersebut
membutuhkan pertimbangan manajemen yang signifikan dan auditor juga perlu
mempertimbangkan insentif manajemen untuk menggolongkan investasi apakah sebagai level
dua atau level tiga. Semua risiko tersebut dikombinasikan dengan volatilitas pasar terakhir dan
potensi pasar menjadi tidak likuid, menghasilkan potensi signifikan untuk terjadinya kesalahan
penggolongan saldo-saldo instrument keuangan.
Tahap I : Menilai Risiko Pengendalian
Auditor harus mendapatkan pemahaman mengenai perancangan dan efektivitas
pengoperasian pengendalian internal yang berkaitan dengan inisiasi, otorisasi, pengolahan,
pengukuran nilai wajar, dan pengungkapan aktivitas investasi. Di atas segalanya, yang terpenting
adalah bahwa manajemen memiliki: (1) strategi investasi dan pemahaman tentang tingkat
berbagai risiko; (2) prosedur yang diterapkan untuk menggolongkan instrument keuangan
sebagai untuk diperdagangkan (trading), tersedia untuk dijual, atau disimpan hingga jatuh tempo;
(3) prosedur-prosedur yang diterapkan untuk menginisiasi, mencatat transaksi, dan (4)
pengendalian internal yang kuat dalam mengestimasi nilai pasar, seperti misalnya personil yang
memiliki keahlian dan pengalaman dalam menilai estimasi level dua dan level tiga. Apabila
perusahaan klien menggunakan organisasi jasa, seperti misalnya penasihat investasi atau
manajer, untuk mengelola aktivitas investasi klien, auditor perlu juga memperoleh pemahaman
tentang pengendalian pada organisasi jasa tersebut. Auditor sering kali mengandalkan pada
pengendalian internal organisasi jasa apabila auditor yang mengaudit perusahaann jasa
menerbitkan laporan tentang pengendalian internal perusahaan jasa tersebut. Bila tidak demikian,
auditor perlu mencari bantuan dari spesialis/pakar atau mengandalkan pada spesialis yang
dimiliki kantor akuntan untuk memahami system informasi yang relevan.

Tahap II : Merancang dan Melaksanakan Pengujian Pengendalian dan Pengujian


Substantif Transaksi
Berbeda dengan akun-akun yang lain di mana auditor dapat memilih untuk melakukan
pengujian substantif yang lebih luas dan mengurangi pengandalan atas pengendalian , penilaian
pengendalian internal atas instrument keuangan diperlukan untuk mengurangi risiko audit ke
tingkat yang dapat diterima, terutama untuk tujuan audit transaksi. Pengujian transaksi yang
dilakukan berkaitan dengan instrument keuangan meliputi pembelian dan penjualan sekuritas dan
derivatif atau transaksi hedging, laba-rugi yang berkaitan, dan pendapatan bunga dan dividen.
Auditor biasanya mengandalkan pada laporan (pemberitahuan dari pialang kepada klien yang
rinci tentang pembelian dan penjualan) dari manajer investasi untuk menguji pembelian dan
penjualan sepanjang pengendalian dipandang efektif, menelusur pembayaran atau hasil yang
diperoleh ke catatan pengeluran kas dan penerimaan kas, dan juga memeriksa ketelitian
perhitungan laba atau rugi. Pendapatan bunga dapat dihitung ulang, demikian pula dividen dapat
dihitung ulang dan dibandingkan ke sumber-sumber independen.

Tahap II: Merancang dan Melaksanakan Prosedur Analitis


Prosedur analitis biasanya tidak begitu penting dalam menilai saldo akhir tahun
instrument keuangan karena saldo-saldo tersebut bisa berfluktuasi dari tahun ke tahun, dan tidak
selalu berkaitan dengan akun yang lain. Namun demikian, prosedur analitis bisa digunakan untuk
menguji kewajaran pendapatan bunga dan dividen. Auditor juga bisa membandingkan presentase
relatif investasi pada ketiga kategori nilai wajar (level satu, dua, atau tiga) dari tahun ke tahun
untuk menilai perubahan dalam srategi investasi atau risiko portfolio.
Tahap III: Merancang Pengujian Rinci Saldo Instrumen Keuangan
Titik tolak pengujian saldo akhir akun-akun instrument keuangan adalah mendapatkan
suatu daftar (skedul) aktivitas investasi selama tahun yang diperiksa. Daftar aktivitas investasi
meliputi saldo awal, pembelian dan penjualan instrument keuangan termasuk laba atau rugi, dan
saldo akhir yang dicatat pada nilai wajar pasar atau nilai lain sesuai dengan standar akuntansi
keuangan yang berlaku. Daftar tersebut juga berisi pendapatan dividend dan pendapatan bunga.
Tujuan audit saldo dan pengujian rinci saldo atas instrument keuangan yang lazim dilakukan
auditor dapat dilihat pada Tabel 20. Tujuan terpenting adalah keberadaan, keakuratan, nilai bisa
direalisasi untuk investasi dalam sekuritas, sedangkan kelengkapan juga penting untuk keuangan
derivatif. Tujuan penyajian dan pengungkapan juga sangat penting karena banyaknya
persyaratan dan pengungkapan berkaitan dengan estimasi nilai wajar.

Auditor meminta konfirmasi dari pialang untuk mengonfirmasi investasi yang dimiliki
pada akhir tahun termasuk transaksi yang sudah selesai maupun yang belum selesai selama tahun
yang diaudit. Konfirmasi memberi keyakinan tentang keberadaan, kelengkapan, dan keakuratan.
Ini penting untuk secara serempak memeriksa saldo kas, setara kas, dan instrument keuangan
untuk memastikan bahwa manajemen tidak berusaha menutupi kekurangan kas dengan cara
mencatat ganda (double counting) kas. Pengujian yang lebih luas berkaitan demgan kelengkapan
diperlukan untuk instrument keuangan yang derivatif yang ada, seperti misalnya memeriksa
kontrak dan juga membaca notulen rapat dewan komisaris berkaitan dengan aktivitas hedging
dan investasi

Pengujian berkaitan dengan nilai bisa direalisasi bisa berbeda-beda tergantung pada jenis
sekuritas dan standar akuntansi yang berlaku. Standar akuntansi bisa mensyaratkan bahwa
instrument keuangan dicatat atas dasar biaya perolehan (cost), nilai wajar, atau berdasarkan hasil
keuangan di tempat penanaman.

Tujuan Audit Saldo dan Pengujian Rinci Saldo Untuk Akun-akun Instrumen Keuangan

Tujuan Audit Saldo Prosedur-prosedur Pengujian Komentar


Rinci Saldo
Instrumen-instrumen keuangan Jumlahkan menurun daftar Investasi bisa diklasifikasikan
yang tercantum daftar aktivitas aktivitas investasi sebagai untuk diperdagangkan,
investasi telah dijumlah tersedia dijual, dan disimpan
menurun dengan benar dan Periksa kebenaran penjumlah hingga jatuh tempo.
cocok dengan buku besar dan pengurangan dalam daftar
aktivitas investasi Daftar mencakup sekuritas yang
dinilai menggunakan estimasi nilai
Telusur saldo akhir per wajar level satu, level dua, atau
kategori ke buku besar level tiga.
Instrument keuangan yang Konfirmasi kepaada pialang Biasanya konfirmasi dipandang
tercantum dalam daftar aktivitas sudah memberi bukti yang cukup
investasi benar-benar ada Inspeksi fisik sekuritas atau tanpa auditor melakukan inspeksi
(keberadaan) kontrak derivative fisik atas sekuritas atau kontrak.

Instrumen keuangan yang ada Inspeksi perjanjian Sekuritas dan kontrak biasanya
telah dicatat (kelengkapan) disimpan oleh pialang.

Instrumen keuangan yang


tercantum dalam daftar aktivitas
investasi benar-benar akurat
(keakuratan)

Instrumen keuangan telah Pengujian ketepatan sebagai Penggolongan ini didasarkan pada
digolongkan dengan tepat diperdagangkan, tersedia tujuan manajemen dan
dalam laporan keuangan dijual, atau disimpan hingga membutuhkan pertimbangan
(penggolongan) jatuh tempo

Periksa ketepatan
penggolongan dalam catatan
kaki tentang estimasi nilai
wajar level 1, 2, atau level 3.

Transaksi instrumen keuangan Periksa sejumlah transaksi Pisah batas lebih penting dalam
telah dicatat pada periode yang menjelang akhir tahun dan pengujian transaksi karena klien
tepat (pisah-batas) laporan dari pialang untuk ingin mencatat laba atau rugi
memastikan bahwa transaksi penjualan pada akhir tahun.
dicatat pada periode yang tepat

Instrument keuangan yang Periksa kuota harga pasar. Ini adalah tujuan yang paling sulit
tercantum dalam daftar aktivitas untuk diuji, dan prosedurnya bisa
investasi akhir tahun telah di Uji penggolongan yang dibuat berbeda tergantung pada strategi
tetapkan dengan jumlah yang manajemen investasi klien serta jenis
tepat sesuai dengan standar instrument keuangannya.
akuntansi keuangan yang Ujilah asumsi manajemen
berlaku (nilai bisa direalisasi) berkaitan denan penilaian

Pertimbangkan untuk
menggunakan pakar/spesialis
untuk menguji estimasi nilai
wajar

Pertimbangkan apakah
diperlukan untuk mengakui
kerugian karena penurunan
nilai
Perusahaan mempunyai hak Periksa dokumen pendukung Hak diuji dalam kaitannya dengan
kepemilikan atas instrumen dan kontrak-kontrak pengujian keberadaan dan
keuangan yang tercantum dalam keakuratan ketika me-review
daftar aktivitas investasi (hak) Konfirmasi ketentuan- pembelian.
ketentuan penting dalam
kontrak derivative

Review notulen rapat dewan


komisaris untuk memastikan
ada tidaknya sekuritas yang
dijadikan argumen

DAFTAR PUSTAKA

Jusup, Al. Haryono. 2014.Auditing Edisi II. Yogyakarta: Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi YKPN