Sunteți pe pagina 1din 29

TUGAS AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

Bila Saya Menjadi Seorang Andi Mallarangeng


(Kasus Hambalang)

Disusun Oleh:

Rachel Stephani (1451182)


Kelas AK-A

FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA
2017
BAB I

PERENCANAAN

I.1. Organisasi Sektor Publik

I.1.1. Kasus Hambalang

Kasus korupsi memang bukan merupakan hal yang asing di seluruh dunia, terutama
di Indonesia. Tercatat ada begitu banyak nama petinggi Negara yang ikut terseret dalam kasus
ini. Korupsi sendiri menurut UU No. 31 Tahun 1999 yaitu, setiap orang yang dengan sengaja
melawan hukum untuk melakukan perbuatan dengan tujuan memperkaya diri sendiri atau
orang lain atau suatu korporasi yang mengakibatkan kerugian keuangan Negara atau
perekonomian Negara.

Pada tahun 2014, pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menjatuhkan vonis
hukuman 4 tahun penjara, dan denda Rp 200 juta serta subsidar 2 bulan kurungan kepada
mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng dalam kasus tindak
pidana korupsi proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON)
di Hambalang, Bogor. "Menyatakan terdakwa Andi Mallarangeng terbukti secara sah dan
meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata hakim ketua
Haswandi saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor, Jumat (18/7/2014). Dalam
putusan tersebut, hakim ketua menilai Andi dengan sengaja telah menyalahgunakan
kewenangannya sebagai Menpora dalam pengurusan proyek Hambalang. Dimana sebagai
Menpora, Andi adalah pengguna anggaran sekaligus pemegang otoritas kekuasaan
pengelolaan keuangan negara di Kemenpora serta memiliki kewajiban untuk melakukan
pengawasan pelaksanaan anggaran. Atas perbuatan tersebut Andi telah menguntungkan pihak
lain. "Proyek P3SON telah merugikan keuangan negara Rp 464,391 miliar," sebut hakim
Haswandi. Andi melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan
Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat
(1) ke 1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana. Selain itu, Majelis Hakim menilai, mantan Menteri
Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, telah memberi keleluasaan terhadap adiknya
Choel Mallarangeng untuk berhubungan dengan pejabat Kemenpora. Sehingga Choel ikut
terlibat dalam pengurusan proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olah Raga
Nasional (P3SON).

Dalam putusan juga disebutkan, bahwa Andi telah memberikan kemudahan akses
kepada Choel Mallarangeng di kantor Kemenpora. Kemudahan akses tersebut seperti adanya
Keleluasaan bagi Choel untuk menggunakan ruang kerja Andi di lantai 10 gedung
Kemenpora untuk melakukan pertemuan dengan pejabat Kemenpora dan calon pemenang.
Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi juga menyebutkan membengkaknya
anggaran proyek pembangunan Hambalang, disebabkan oleh keinginan Andi Mallarangeng
untuk mengubah konsep bangunan. Majelis hakim mengatakan Andi Mallarangeng
telah memerintahkan Sesmenpora Wafid Muharam untuk melakukan pemaparan proyek
dengan desain master plan baru. Kemudian dilakukan pertemuan membahas perombakan
design baru seperti konsep bangunan, luas tanah dan gedung, yang berlangsung di lantai 10
Gedung Kemenpora. Dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh Wafid, Deddy Kusdinar, Rio
Wilarso, Lisa Lukitawati Isa, Muhammad Arifin, Asep Wibowo dan Anggraeni Dewi
Kusumastuti. Akibatnya, anggaran proyek Hambalang yang semula Rp 125 miliar terus
bertambah. Hingga tahun 2010, anggaran tersebut meningkat mencapai Rp 275 miliar.
Namun, pada akhirnya anggaran tersebut membengkak drastis menjadi total Rp 2,5 triliun,
sehingga negara mendapat kerugian keuangan negara senilai Rp 464,391 miliar.

I.1.2. Visi, Misi, Sasaran/Tujuan, Program, dan Kegiatan Kementrian Pemuda &
Olahraga

 Visi Kemenpora

Visi Kementerian Pemuda dan Olahraga Tahun 2015 – 2019 adalah Visi Pemerintahan
Kabinet Kerja yakni:

“Terwujudnya pemuda yang berkarakter, maju dan mandiri, serta olahraga yang
membudaya dan berprestasi di tingkat regional dan internasional dalam rangka mewujudkan
Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong”

Pemuda Berkarakter, Maju dan Mandiri. Pemuda berkarakter adalah yang memiliki
kejujuran, kepedulian, akhlakul karimah, memiliki visi masa depan, berkomitmen untuk
memajukan bangsa, ketekunan, mampu bekerjasama, pantang menyerah dan memiliki
wawasan serta pengetahuan yang luas. Pemuda maju adalah pemuda yang memiliki
kemampuan inovasi dan kreatifitas yang tinggi dan pemuda yang mampu berpikir positif yang
senantiasa terus berorientasi pada kejayaan bangsanya demi keunggulan dan kegemilangan
masa depan. Pemuda mandiri adalah pemuda memungkinkan untuk bertindak bebas,
melakukan sesuatu atas dorongan sendiri dan untuk kebutuhannya sendiri tanpa bantuan dari
orang lain, maupun berpikir dan bertindak original/kreatif, dan penuh inisiatif, mampu
mempengaruhi lingkungan, mempunyai rasa percaya diri dan memperoleh kepuasan dari
usahanya.

Pemuda berkarakter, maju dan mandiri merupakan output dari nawacita Presiden
Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam prioritas bidang pemuda dan olahraga,
poin 1 sampai 4 yakni: (1). Memperluas kesempatan memperoleh pendidikan dan
keterampilan; (2) Meningkatkan peran serta pemuda dalam pembangunan sosial, politik,
ekonomi, budaya dan agama; (3). Meningkatkan potensi pemuda dalam kewirausahaan,
kepeloporan, dan kepemimpinan dalam pembangunan; (4). Melindungi segenap generasi
muda dari bahaya penyalahgunaan napza, minuman keras, penyebaran penyakit HIV AIDS,
dan penyakit menular seksual di kalangan pemuda; Budaya olahraga yang tinggi. Olahraga
merupakan suatu kegiatan jasmani yang dilakukan dengan maksud untuk memelihara
kesehatan dan memperkuat otot- otot tubuh. Kegiatan ini dalam perkembangannya dapat
dilakukan sebagai kegiatan yang menghibur, menyenangkan, atau juga dilakukan dengan
tujuan untuk meningkatkan prestasi. Olahraga merupakan kebutuhan vital dalam kehidupan
manusia. Olahraga yang dilakukan secara konsisten akan memberikan manfaat berupa
kesehatan dan kebugaran yang tak ternilai harganya. Oleh karena itu, budaya olahraga penting
karena manfaat dan dampaknya bagi individu. Kegiataan pemassalan olahraga menjadi sarana
untuk menumbuhkan budaya olahraga.

Budaya olahraga yang tinggi ditandai dengan tingkat partisipasi warga masyarakat
untuk beraktivitas olahraga yang tinggi dan massal. Dengan budaya olahraga yang tinggi
maka olahraga menjadi gaya hidup yang sehat masyarakat Indonesia.
Budaya olahraga yang tinggi merupakan output dari nawacita Presiden Joko Widodo
dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam prioritas kebijakan bidang pemuda dan olahraga, poin
5 sampai 7 yakni: (5). Mengembangkan kebijakan dan manajemen olahraga dalam upaya
mewujudkan penataan sistem pembinaan dan Pengembangan olahraga secara terpadu dan
berkelanjutan: (6). Meningkatkan akses dan partisipasi secara luas dan merata untuk
meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani serta membentuk watak bangsa; (7).
Meningkatkan sarana dan prasarana olahraga yang sudah tersedia untuk mendukung
pembinaan olahraga.

Prestasi Olahraga yang maju dan unggul. Prestasi olahraga yang selalu memperoleh
jumlah medali emas yang banyak dalam setiap single maupun multi event olahraga di tingkat
regional dan internasional. Kemajuan olahraga prestasi dapat dilihat dari sistem
pembinaannya yang berkelas dunia sehingga keunggulan dalam prestasi olahraga merupakan
pencapaian dari tujuan pembangunan keolahragaan nasional dan sekaligus dapat mengangkat
harkat serta martabat bangsa di pergaulan internasional.

Prestasi olahraga yang unggul merupakan output dari dari nawacita Presiden Joko
Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam prioritas kebijakan bidang pemuda dan
olahraga, poin 5, 7 sampai 9 yakni: (5). Mengembangkan kebijakan dan manajemen olahraga
dalam upaya mewujudkan penataan sistem pembinaan dan Pengembangan olahraga secara
terpadu dan berkelanjutan: (7). Meningkatkan sarana dan prasarana olahraga yang sudah
tersedia untuk mendukung pembinaan olahraga; (8). Meningkatkan upaya pembibitan dan
Pengembangan prestasi olahraga secara sistemik, berjenjang dan berkelanjutan; (9).
Meningkatkan pola kemitraan dan kewirausahaan dalam upaya menggali potensi ekonomi
olahraga melalui Pengembangan industri olahraga; (10). Mengembangkan sistem
penghargaan dan meningkatkan kesejahteraan atlet, pelatih dan tenaga keolahragaan.

Poin-poin prioritas kebijakan pemuda dan olahraga di atas merupakan bagian


terpenting dalam nawacita untuk mewujudkan berkepribadian dalam bidang kebudayaan
melalui pembangunan jiwa bangsa melalui pemberdayaan pemuda dan olahraga.

 Misi Kemenpora

Misi dimaksudkan adalah sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan oleh
Kementerian Pemuda dan Olahraga, sebagai penjabaran visi yang telah ditetapkan. Misi
Kementerian Pemuda dan Olahraga menjelaskan alasan keberadaan Kementerian Pemuda dan
Olahraga (the reason for being). Dengan pernyataan misi diharapkan seluruh jajaran
Kementerian Pemuda dan Olahraga dan pihak yang berkepentingan dapat mengetahui dan
mengenal keberadaan dan peran Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam penyelenggaraan
pemerintahan negara.
Misi Kementerian Pemuda dan Olahraga dirumuskan sebagai sesuatu yang jelas dan
sesuai dengan tugas pokok dan fungsi. Misi juga terkait dengan kewenangan yang dimiliki
Kementerian Pemuda dan Olahraga dan peraturan perundangan atau kemampuan penguasaan
teknologi sesuai dengan strategi yang telah dipilih. Perumusan misi Kementerian Pemuda dan
Olahraga dilakukan dengan memperhatikan masukan pihak-pihak yang berkepentingan
(stakeholders), dan memberikan peluang untuk perubahan/penyesuaian sesuai dengan
tuntutan perkembangan lingkungan strategik. Rumusan misi dimaksudkan untuk mampu: (a)
melingkup semua pesan yang terdapat dalam visi; (b) memberikan petunjuk terhadap tujuan
yang akan dicapai; (c) memberikan petunjuk kelompok sasaran mana yang akan dilayani oleh
Kementerian Pemuda dan Olahraga; dan (d) memperhitungkan berbagai masukan dan
stakeholders.
Misi Kementerian Pemuda dan Olahraga tahun 2015-2019 adalah:
1. Meningkatkan pelayanan kepemudaan melalui penyadaran, pemberdayaan,
Pengembangan kepemimpinan, kepeloporan dan kewirausahaan pemuda. 

2. Meningkatkan pendidikan kepramukaan bagi anggota pramuka siaga,
penggalang, penegak dan pandega; 

3. Meningkatkan sinergi dan kemitraan lintas sektor pemerintahan, swasta dan
masyarakat dalam pelaksanaan pelayanan kepemudaan dan kepramukaan
serta pembinaan, Pengembangan dan penyelenggaraan keolahragaan
nasional; 

4. Meningkatkan budaya olahraga dan gaya hidup sehat di kalangan masyarakat
untuk kebugaran dan produktivitas; 

5. Mewujudkan dan mengembangkan olahragawan yang berprestasi pada
kompetisi bertaraf regional dan internasional melalui peningkatan
kemampuan dan potensi olahragawan muda potensial dan olahragawan
andalan nasional secara sistematis, terpadu, berjenjang, dan berkelanjutan
serta pemanfaatan iptek olahraga modern untuk mendukung pembibitan
olahragawan berbakat dan peningkatan mutu pelatih bertaraf internasional
pada pembinaan prestasi olahraga. 

a Tujuan Kementerian Pemuda Dan Olahraga
Tujuan
diartikan sebagai sesuatu (apa) kondisi yang akan dicapai
atau dihasilkan dalam jangka waktu tertentu. Tujuan
ditetapkan dengan mengacu kepada pernyataan visi dan misi
serta didasarkan pada isu-isu dan analisis strategis. Tujuan
tidak harus dinyatakan dalam bentuk kuantitatif, akan tetapi
harus dapat menunjukkan suatu kondisi yang ingin dicapai di
masa mendatang. Tujuan akan mengarahkan perumusan
sasaran, kebijakan, program dan kegiatan dalam rangka
merealisasikan misi.

Rumusan tujuan Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk mendukung upaya pencapaian visi
dan misi Kementerian Pemuda dan Olahraga adalah sebagai berikut:

 Mengembangkan pemuda yang memiliki karakter dan kemandirian. 



 Menguatnya kelembagaan pramuka dalam upaya peningkatan 
kepramukaan yang
berkarakter. 

 Meningkatnya sinergi lintas sektor di bidang kepemudaan, 
kepramukaan dan
keolahragaan. 

 Mengembangkan budaya olahraga untuk kebugaran dan 
produktivitas. 

 Meningkatnya prestasi olahraga yang unggul serta hebat

 Sasaran/Tujuan Strategis Kemenpora

Sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh suatu unit kerja dalam
rumusan yang lebih spesifik, terukur, dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan.
Dalam sasaran dirancang pula indikator sasaran, yaitu ukuran tingkat keberhasilan pencapaian
sasaran untuk diwujudkan pada tahun bersangkutan. Setiap indikator sasaran disertai dengan
rencana tingkat capaiannya (targetnya) masing-masing. Sasaran diupayakan untuk dapat
dicapai dalam kurun waktu tertentu/tahunan secara berkesinambungan sejalan dengan tujuan
yang ditetapkan dalam rencana strategis.
Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan yang menggambarkan sesuatu yang akan
dicapai melalui serangkaian kebijakan, program, dan kegiatan prioritas agar penggunaan
sumber daya dapat efisien dan efektif dalam upaya pencapaian visi dan misi Kementerian
Pemuda dan Olahraga. Berikut ini adalah sasaran yang merupakan penjabaran dari masing-
masing tujuan:

Tujuan 1: Meningkatkan pembangunan karakter, tumbuhnya jiwa patriotisme, budaya


prestasi, dan profesionalitas serta partisipasi pemuda. Untuk mencapai tujuan di atas,
Kementerian Pemuda dan Olahraga memiliki sasaran yang ingin dicapai yaitu:

1. Meningkatnya efektivitas pelayanan kepemudaan, yang ditandai dengan:
 Meningkatnya fasilitasi peningkatan wawasan kebangsaan, perdamaian, dan
lingkungan hidup bagi pemuda; 

 Meningkatnya fasilitasi Pengembangan kepemimpinan pemuda; 

 Meningkatnya fasilitasi Pengembangan kewirausahaan pemuda; 

 Meningkatnya fasilitasi Pengembangan kepeloporan pemuda; 

 Terlaksananya fasilitasi pelatihan kepemimpinan, manajemen, dan

perencanaan program bagi pengelola organisasi kepemudaan; 

 Terlaksananya fasilitasi peningkatan kapasitas pemuda di bidang iptek 
dan
imtaq; 

 Terlaksananya fasilitasi peningkatan kapasitas pemuda di bidang seni,

budaya, dan industri kreatif; 


Tujuan 2: Menguatnya kelembagaan pramuka dalam upaya peningkatan kepramukaan yang


berkarakter. Untuk mencapai tujuan di atas, Kementerian Pemuda dan Olahraga memiliki
sasaran yang ingin dicapai yaitu:


1. Meningkatnya efektivitas pelayanan kepramukaan, yang ditandai dengan:


 Meningkatnya fasilitasi pendidikan kepanduan.

Tujuan 3: Meningkatnya sinergi lintas sektor di bidang kepemudaan, kepramukaan dan


keolahragaan. Untuk mencapai tujuan di atas, Kementerian Pemuda dan Olahraga memiliki
sasaran yang ingin dicapai yaitu:


1. Meningkatnya sinergi lintas sektor di bidang kepemudaan, kepramukaan dan


keolahragaan, yang ditandai dengan;
a. Terwujudnya sinergi dan koordinasi lintas
sektor dalam pelayanan kepemudaan;
 Terwujudnya sinergi dan koordinasi lintas sektor dalam pendidikan
kepramukaan; 

 Terwujudnya sinergi dan koordinasi lintas sektor dalam pembinaan,
Pengembangan dan penyelenggaraan keolahragaan. 


Tujuan 4: Mengembangkan budaya olahraga untuk kebugaran dan produktivitas. Untuk


mencapai tujuan di atas, Kementerian Pemuda dan Olahraga memiliki sasaran yang ingin
dicapai yaitu:


1. Meningkatnya budaya olahraga, kebugaran jasmani, dan pembentukan karakter, yang


ditandai dengan:
 Meningkatnya persentase penduduk berumur 10 tahun ke atas yang

melakukan olahraga menjadi 35 persen pada tahun 2019; 

 Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga; 

 Meningkatnya kebugaran dan produktivitas masyarakat; 

 Meningkatnya jumlah komunitas-komunitas olahraga di berbagai level. 

Tujuan 5: meningkatnya prestasi olahraga yang unggul. Untuk mencapai tujuan di atas,
Kementerian Pemuda dan Olahraga memiliki sasaran yang ingin dicapai yaitu:


1. Meningkatnya prestasi olahraga di tingkat regional dan internasional, yang ditandai


dengan:
 Tercapainya posisi papan atas pada kejuaraan South East Asia (SEA)

Games dan ASEAN Para Games 2015, 2017, dan 2019; 

 Meningkatnya perolehan medali pada kejuaraan Asian Games dan Asian Para
Games 2018, serta Olympic Games dan Paralympic 
Games 2016; serta
Olympic Games dan Paralympic Games 2016; 

 Terlaksananya fasilitasi pembinaan cabang olahraga unggulan; 

 Meningkatnya upaya pembibitan dan Pengembangan prestasi olahraga

secara sistematik, berjenjang, dan berkelanjutan. 


Sedangkan sasaran yang sifatnya umum dan merupakan pendukung upaya pencapaian ketiga
tujuan di atas adalah sebagai berikut:
1. Meningkatnya efektivitas perumusan kebijakan di
bidang kepemudaan, keolahragaan, dan kepramukaan yang ditandai dengan:

 Terlaksananya perumusan naskah kebijakan bidang kepemudaan, keolahragaan, dan


kepramukaan.

2. Optimalnya pengawasan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan, yang ditandai dengan:
 Terlaksananya pengawasan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan 
bidang
kepemudaan, keolahragaan, dan kepramukaan; 

 Terlaksananya tindak lanjut temuan hasil pemeriksaan. 


3. Meningkatkan harmonisasi kemitraan di bidang kepemudaan, keolahragaan, dan


kepramukaan dengan stakeholder, yang ditandai dengan:
a. Terlaksananya fasilitasi
koordinasi lintas sektor dan antar tingkat 
pemerintahan di bidang kepemudaan dan
keolahragaan. 


4. Terwujudnya penataan Kemenpora, KOI dan KONI dalam rangka mempersiapkan event
Asian Games 2018, sekaligus sebagai contoh perubahan mental birokrasi yang disertai
dengan pelaksanaan:

a. Pilot project block grant untuk bidang Kepemudaan dan Keolahragaan 
di
Provinsi Jawa Tengah, Bali, dan Kalimantan Tengah dengan 
pelaksana
Kementerian Pemuda dan Olahraga; dan 


b. Pembentukan panitia inti Asian Games dan Asian Para Games 2018. 


5. Meningkatnya kualitas pelayanan publik pada unit kerja mandiri yang bersentuhan
langsung dengan masyarakat, yang ditandai dengan: 

 meningkatkan kualitas pelayanan di bidang kepemudaan, keolahragaan, dan
kepramukaan secara prima.
6. Meningkatnya efektifitas sarana dan prasarana kepemudaan, 
keolahragaan, dan
kepramukaan. 

7. Meningkatnya efektifitas promosi dan penghargaan kepemudaan, keolahragaan, dan
kepramukaan. 


8. Meningkatnya pola kemitraan dan kewirausahaan dalam upaya menggali potensi


ekonomi olahraga melalui Pengembangan industri olahraga, 


9. Berkembangnya kualitas, integritas dan profesionalitas SDM.
a. Bertambahnya jumlah


pegawai yang memenuhi kualifikasi standar 
kompetensi minimal. 

10. Meningkatnya kapasitas kelembagaan Kementerian Pemuda dan Olahraga yang ditandai
dengan:

 Berjalannya program Reformasi Birokrasi yang menjadi program 
prioritas


nasional untuk lebih memaksimalkan pelayanan bidang kepemudaan,
keolahragaan, dan kepramukaan bagi masyarakat, terutama untuk stakeholder
terkait; 

 Meningkatnya kelembagaan organisasi Kementerian Pemuda dan Olahraga
dengan perubahan dari struktur kedeputian menjadi struktur direktorat
jenderal sebagai bagian untuk memaksimalkan pelayanan kepemudaan,
keolahragaan, dan kepramukaan. 


11. Meningkatnya layanan sistem informasi yang responsif dan transparan: a. tersedianya
layanan data dan informasi yang cepat dan akurat. 


12. Optimalnya dan akuntabelnya pengelolaan anggaran di Kemenpora, yang ditandai


dengan:

 Realisasi anggaran yang sesuai antara perencanaan dan pelaksanaan; 



 Laporan keuangan Kemenpora mendapatkan predikat Wajar Tanpa 
Pengecualian
dari BPK.

 13 Program Unggul Kemenpora

1. Pemuda Relawan Antisipasi Bencana Alam


Indonesia yang kerap kali diterpa bencana alam, membuat kemenpora harus turut
ikut andil dalam mengatasi bencana alam. Program ini dikhususkan buat pemuda
yang ingin menjadi relawan tanggap bencana dan peduli sosial dan juga siap
dikirim kemana saja di lokasi dimana bencana alam terjadi. Buat kalian yang
tertarik dengan program ini, kemenpora di tahun 2017 mendatang akan merekrut
3.400 pemuda, yang akan dilatih dan disiapkan sebagai relawan.
2. Kota Layak Pemuda
Kemenpora dengan program kota layak pemuda akan mengidentifikasi beberapa
kota yang memiliki standar dan potensi menjadi kota layak pemuda, dan juga
pemerintah akan memberikan penghargaan kepada kota-kota yang akan konsern
terhadap pengembangan pemudanya.
3. Pemuda Tani
Program ini ditujukan buat kalian para pemuda yang memiliki minat di dalam
sektor pertanian dan juga bisa mendorong pemuda lainnya untuk lebih mencintai
dunia pertanian, khususnya petani demi tercapainya kemandirian pangan
nasional. Dalam program ini pemuda akan dilatih untuk bisa menghidupkan
lahan pertanian menjadi lahan produktif dan menggerakkan produksi pertanian.
4. Pemuda Maritim
Tujuan program ini untuk mengembangkan daerah pesisir, pengelolaan SDA,
dan pengembangan potensi wisata kemaritiman. Di tahun 2016 ini Kemenpora
akan merekrut lebih dari 700 kader pemuda maritim yang akan tersebar di 15
kabupaten di daerah pesisir. Untuk kegiatan dilapangan, pemuda maritim ini
akan fokus pada pendidikan kesehatan, pengembangan wisata maritim, dan
pengembangan ekonomi produktif berbasis komoditas laut.
5. Pemuda Pelopor
Program ini program pemilihan pemuda pelopor setiap tahunnya
dimana kegiatana ini bertujuan untuk memberikan pengakuan dan penghargaan
dari pemerintah terhadap pemuda Indonesia. atas prestasi dan kontribusi untuk
kemajuan masyaraka di bidang kewirausahaan, pendidikan, teknologi tepat guna,
seni budaya dan pariwisata serta kebaharian/kelautan sebagai inspirasi dan
motivasi bagi pemuda lainnya.
a. Untuk kamu yang berminat di bidang kreatif, nampaknya program ini cocok
buat kalian, Kemenpora telah berkomitmen mencetak 14 ribu pemuda kreatif
yang bergerak di berbagaia bidang di antaranya musik, kuliner, seni dan juga
gerakan Move On Project.
6. Pemuda Kreatif
Untuk kamu yang berminat di bidang kreatif, nampaknya program ini cocok buat
kalian, Kemenpora telah berkomitmen mencetak 14 ribu pemuda kreatif yang
bergerak di berbagaia bidang di antaranya musik, kuliner, seni dan juga gerakan
Move On Project.
7. Sarjana Penggerak Pedesaan.
Pemuda kembali ke desa? Kenapa tidak, program ini diharapkan menambah rasa
percaya diri para sarjana untuk berpartisipasi secara langsung dalam membangun
desa dan menjadikan desa sebagai pusat untuk menata kehidupan yang lebih
mapan. Sehingga di masa yang akan datang kesenjangan antara kehidupan
masyarakat kota dan di perdesaan menjadi berkurang.
8. Pemimpin Muda
Program ini cocok buat kalian yang bercita-cita menjadi seorang pemimpin.
Kemenpora juga akan menyasar pemuda untuk dicetak jadi pemimpin muda.
Tiap tahun kurang lebih kemenpora akan mencetak 1000 pemuda yang akan
dilatih langsung oleh kemenpora dengan berbagai format pelatihan guna
menciptakan para pemimpin muda
9. Wirausaha Muda
Indonesia masih kekurangan jumlah pengusaha, kebanyakan pemuda masih
berientasi untuk menjadi PNS. Melalui Program ini, kemenpora
menargetkan 500 pemuda dengan 500 usaha rintisan. Selain itu Menpora juga
telah mempersiapkan sentra kewirausahaan di daerah.
10. Pemuda Relawan Anti Narkoba.
Indonesia sedang mengalami darurat Narkoba, olehnya itu dengan program ini
diharapkan bisa mereduksi minat dari pemuda terhadap penyalahgunaan
narkoba dan menjadikan pola hidup sehat tanpa narkoba. Nantinya para pemuda
akan dijadikan kader anti narkoba, untuk sasarannya adalah sebanyak 39.000
pemuda di 1500 desa. Pada tahun 2016 Kemenpora RI akan mengambil pilot
project di daerah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
11. Pusat Pelatihan Pemuda.
Program ini dicanangkan sebagai langkah agar Indonesia memiliki pusat-pusat
pendidikan dan pelatihan terpadu bagi atlet pelajar
12. Pemuda Cinta Damai Lintas Agama.
Program ini diharapkan mampu mencetak pemuda yang toleran, cinta damai, dan
bisa menghormati perbedaan lintas agama, sehingga konflik antar keyakinan
dapat di kurang secara signifikan.
13. Bank Musik.
Bank Musik diharapkan mampu melestarikan kebudayaan Indonesia khususnya
bidang musik, memperkenalkan warisan musik yang dimiliki bangsa Indonesia
baik alat musik dan bunyinya dengan cara yang menarik dan mudah diakses oleh
masyarakat dan khususnya pemuda

I.1.3. Karakteristik Organisasi Sektor Publik Kementrian Pertanian

1. Tujuan
Berdasarkan uraian sebelumnya, dapat terlihat bahwa Kementrian Pemuda
dan Olahraga bersifat non-profit oriented artinya, organisasi yang bertujuan
mendukung suatu isu atau perihal untuk suatu tujuan yang tidak komersil, tanpa ada
perhatian terhadap hal-hal yang bersifat mencari laba (moneter).

2. Aktivitas
Kementrian Pemuda dan Olahraga bertugas menyelenggarakan urusan
pemerintahan di bidang pemuda dan olahraga sesuai dengan Undang-Undang No.03
Tahun 2005 dan No. 40 Tahun 2009. Berikut merupakan fungsi Kementrian Pemuda
dan Olahraga dalam melaksanakan tugasnya:
 Perumusan kebijakan nasional di bidang pemuda dan olahraga. 

 Koordinasi pelaksanaan kebijakan di bidang pemuda dan olahraga. 

 Pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. 

 Pengawasan atas pelaksanaan tugas di bidang pemuda dan olahraga. 

 Penyampaian laporan hasil evaluasi, sasaran, dan pertimbangan di bidang tugas

fungsinya kepada Presiden. 

3. Sumber Pembiayaan
Berasal dari dana masyarakat berupa pajak dan retribusi, laba perusahaan
negara, pinjaman pemerintah, serta pendapatan lainnya yang sah dan tidak
bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

4. Pola Pertanggungjawaban
Pola pertanggungjawaban Kementrian Pemuda dan Olahraga yaitu kepada
stakeholder. Dalam hal ini, Kementrian Pemuda dan Olahraga bertanggungjawab
kepada Presiden Republik Indonesia, badan legislative seperti DPR dan MPR, LSM,
badan yuridis, PT Adhi Karya dan PT.Wijaya Karya.
5. Kultur Organisasi
Pada Kementrian Pemuda dan Olahraga kultur organisasinya birokrasi.
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, birokrasi didefinisikan sebagai system
pemerintahan yang dijalankan oleh pegawai pemerintahan karena telah berpegang
pada hierarki dan jenjang jabatan.
6. Penyusunan Anggaran
Penyusunan anggaran untuk kementrian ini bersifat terbuka. Masyarakat
dapat dengan mudah mengakses rincian penganggaran, laporan keuangan, dan
laporan kinerja pada website resmi dari Kementrian Pemuda dan Olahraga.
7. Stakeholder
Stakeholder merupakan suatu masyarakat, kelompok, komunitas ataupun
individu manusia yang memiliki hubungan dan kepentingan terhadap suatu organisasi
atau perusahaan. Sama halnya dengan pola pertanggung jawaban, stakeholder dalam
hal ini adalah Presiden Republik Indonesia, badan legislatif seperti DPR dan MPR,
LSM, badan yuridis, PT Adhi Karya dan PT.Wijaya Karya.

I.2. Kerangka Konseptual Akuntansi Sektor Publik

Kerangka dasar merupakan konsep yang mendasari entitas akuntansi yaitu,


Kementrian Pemuda dan Olahraga dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan dalam
sektor publik untuk kepentingan entitas pelaporan yaitu Presiden Republik Indonesia dan
badan legistaif.

I.2.1. Tujuan Kerangka Konseptual

Tujuan dan peranan kerangka konseptual akuntansi sektor publik adalah sebagai acuan bagi:

1. Komite atau Dewan penyusun SAP dalam pelaksanaan tugasnya;


2. Kementrian Pemuda dan Olahraga untuk memahami praktik akuntansi menurut
prinsip akuntansi yang secara lazim dan standar akuntansi keuangan sektor publik;
3. BPK dalam memberikan pendapat mengenai apakah laporan keuangan Kementrian
Pemuda dan Olahraga disusun sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum; dan
4. Para pemakai laporan keuangan sektor publik seperti Presiden, badan legislative, dan
Kementrian Pemuda dan Olahraga, dalam menafsirkan informasi yang disajikan
dalam laporan keuangan sesuai SAP.

I.2.2. Peran Kerangka Konseptual

Peran kerangka konseptual yaitu sebagai acuan penyusunan SAP, sehingga dapat
menjamin kurangnya konflik (kerangka dasar ini bukan merupakan standar akuntansi
keuangan sektor publik, sehingga ketika terjadi pertentangan antara kerangka dasar dan SAP,
ketentuan SAP harus diunggulkan).

I.3. Regulasi Akuntansi Sektor Publik

I.3.1. Definisi Regulasi Persetujuan dan Pengeluaran Ternak ke Dalam dan Keluar
Wilayah Republik Indonesia

Regulasi merupakan kaidah yang dibuat untuk mengatur, petunjuk yang dipakai
untuk menata praktik import dan eksport daging sapi di Indonesia dengan aturan, serta
ketentuan yang harus dijalankan serta dipatuhi. Jadi, regulasi publik adalah ketentuan yang
harus dipatuhi dalam proses pengelolaan Kementrian Pertanian.

I.3.2. Teknik Penyusunan Regulasi

1. Pendahuluan
Saat itu Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olah Raga) menilai perlu ada Pusat
Pendidikan Latihan dan Sekolah Olah Raga pada tingkat nasional. Oleh karena itu,
Kemenpora memandang perlu melanjutkan dan menyempurnakan pembangunan
proyek pusat pendidikan pelatihan dan sekolah olahraga nasional di Hambalang,
Bogor. Selain itu juga untuk mengimplementasikan UU Nomor 3 Tahun 2005 tentang
Sistem Keolahragaan Nasional. Pada 30 Desember 2010, terbit Keputusan Bupati
Bogor nomor 641/003.21.00910/BPT 2010 yang berisi Izin Mendirikan Bangunan
untuk Pusat Pembinaan dan Pengembangan Prestasi Olahraga Nasional atas nama
Kemenpora di desa Hambalang, Kecamatan Citeureup-Bogor. Atas keberlanjutan
tersebut, maka Pembangunan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Prestasi Olahraga
Nasional mulai dilaksanakan tahun 2010 dan direncanakan selesai tahun 2012.
Berdasarkan hasil perhitungan konsultan perencana, untuk membangun semua
fasilitas dan prasarana sesuai dengan master plan yang telah disempurnakan,
anggaran mencapai Rp 1,75 triliun yang sudah termasuk bangunan sport science,
asrama atlet senior, lapangan menembak, extreme sport, panggung terbuka, dan voli
pasir.

2. Mengapa diatur?
Agar semua program dan kegiatan yang dilakukan oleh Kementerian Pemuda dan
Olahraga diselenggarakan dengan penuh tanggung jawab dan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.

3. Permasalahan dan misi


Kemenpora sebagai penanggungjawab urusan penyelenggaraan pemerintahan
dibidang kepemudaan, keolahragaan dan Kepramukaan selama kurun waktu 1 (satu)
tahun/2015 telah melaksanakan program-program strategis yang berdampak luas pada
pemangku kepentingan (stakeholders) kepemudaan, keolahragaan dan kepramukaan
sebagai kristalisasi dan implementasi dari Undang-undang Nomor 3 Tahun 2005
tentang Sistem Keolahragaan Nasional, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009
tentang Kepemudaan dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan
Pramuka.
Dalam tataran teknis pelaksanan kebijakan melalui implementasi program strategis
dibidang penyusunan regulasi sebagai payung hukum (umbrella law) pada setiap
pelaksanaan kegiatan, selama kurun waktu 1 (satu) tahun/2015, Kemenpora telah
memprakarsai penyusunan :
a Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2015 tentang Kementerian Pemuda
dan Olahraga, sebagai payung hukum dalam penataan dan penguatan
organisasi/kelembagaan Kemenpora dalam menyelenggarakan tugas dan
fungsi serta kewenangan di bidang kepemudaan, keolahragaan dan
kepramukaan.
b Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 2015 tentang Panitia Nasional
Penyelenggaraan The 6th TAFISA World Sport For All Games 2016,
sebagai payung hukum dalam menyelenggarakan even Internasional
sebagai wujud implementasi olahraga Rekreasi;
c Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2015 tentang Panitia Nasional
Penyelenggara Asian Games XVIII Tahun 2018, sebagai payung hukum
dalam penyelenggaraan multievent/pekan olahraga Internasional di
tingkat asia.

4. Dengan apa diatur?


Berikut ini regulasi yang menjadi dasar Kementrian Pemuda dan Olahraga
menetapkan kebijakan ini:
Sesuai kewenangan atributif/melekat bapak Menpora, selama kurun waktu 1 (satu)
tahun/ 2015, telah menetbitkan kebijakan yang bersifat regelling dalam bentuk
Peraturan Menteri guna memayungi pelaksanaan program/kegiatan dibidang
kepemudaan, keolahragaan dan kepramukaan yang berdampak strategis bagi
pemangku kepentingan/stakeholders, antara lain yakni:
 Permenpora No. 1516 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Kementerian Pemuda dan Olahraga sebagai pelaksanaan dari Perpres No. 57
Tahun 2015 tentang Kemenpora, sehingga penataan organisasi/kelembagaan
menjadi lebih kuat dan akselerasi pelaksanaan tugas dan fungsi menjadi lebih
efektif, efisien dan kredibel.
 Permenpora No. 1684 Tahun 2015 tentang Persyaratan Pemberian Penghargaan
Olahraga Kepada Olahragawan, Pembina Olahraga, Tenaga Keolahragaan dan
Organisasi Olahraga, sebagai implementasi dari ketentuan Pasal 86 UU No. 3
Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional dan Perpres No. 44 Tahun
2014 tentang Pemberian Penghargaan Olahraga;
 Permenpora No. 0185 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum Pengelolaan dan
Pertanggungjawaban Belanja Barang untuk diserahkan kepada
masyarakat/pemerintah daerah dan Peraturan Menteri Nomor tentang Perubahan
Permen Nomor 0101 Tahun 2015 tentang Bantuan pada Akun belanja barang
non operasional lainnya, sebagai implementasi dari Permenkeu No. 168 Tahun
2015 tentang Pedoman Umum Pemberian Bantuan Pemerintah pada
Kementerian/Lembaga, sebagai payung hukum dalam program bantuan di
Kemenpora.
 Permenpora No. 1398 Tahun 2015 tentang Pedoman Permohonan dan
Pemberian Rekomendasi Peniadaan dan/atau Pengalihfungsian Prasarana
Olahraga Aset/milik pemerintah dan pemerintah daerah, sebagai pelaksanaan
dari ketentuan Pasal 67 UU No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan
Nasional.

5. Bagaimana mengaturnya?
Program pembangunan pemuda dan olahraga dijabarkan ke dalam kegiatan-kegiatan
yaitu:
 Perumusan kebijakan nasional di bidang pemuda dan olahraga. 

 Koordinasi pelaksanaan kebijakan di bidang pemuda dan olahraga. 

 Pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya.

 Pengawasan atas pelaksanaan tugas di bidang pemuda dan olahraga. 

 Penyampaian laporan hasil evaluasi, sasaran, dan pertimbangan di bidang
tugas 
fungsinya kepada Presiden. 


6. Diskusi atau musyawarah


Regulasi publik disusun dan dibicarakan melalui mekanisme forum diskusi yaitu
siaran Pers No. 74/Kom-Publik/Kemenpora/12/2015: Refleksi Akhir Tahun 2015
Kemenpora

7. Catatan
Guna melindungi kepentingan umum, Kementrian Pemuda dan Olahra sepakat untuk
menetapkan regulasi yang mengatur persetujuan dan pengeluaran anggaran.

I.3.3. Tahap Penyusunan Regulasi Publik

1. Perumusan Masalah
 Apa masalah yang ada?
Terjadinya penyelewengan tugas dan korupsi di pembangunan wisma atlet
Hambalang di Bogor.
 Siapa masyarakat yang berperilaku bermasalah?
Anas Urbaningrum, Istri dari Anas Urbaningrum komisaris PT Dutasari
Citralaras, Menteri Pemuda dan Olah Raga RI yaitu Andi Malarangeng,
Mahfud Suroso, direktur PT Dutasari Citralaras
 Analisis keuntungan dan kerugian atas penerapan regulasi
Keuntungan penerapan regulasi ini yaitu, mengatur anggaran yang akan
dikeluarkan untuk pembangunan tersebut. Sedangkan kerugian dari
penerapan regulasi ini, jika regulasi ini dicurangi maka akan berdampak
pada kerugian negara dan rakyat.
 Tindakan apa yang diperlukan untuk mengatasi masalah publik?
Pemerintahan harus lebih tepat dalam mengeluarkan sejumlah anggaran
karena jika salah akan berdampak pada kerugian negara dan pola
kehidupan dalam masyarakat akan terganggu.

2. Perumusan Draft Regulasi Publik

BAB I KETENTUAN UMUM


Pasal 1

Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:

1. Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga yang selanjutnya disingkat PERMENPORA adalah
peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, untuk
menjalankan peraturan perundang- undangan yang lebih tinggi atau berdasarkan kewenangan
yang bersifat mengatur dan mengikat secara umum dalam melaksanakan urusan pemerintahan
bidang kepemudaan dan keolahragaan.

2. Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga,yang selanjutnya disingkat KEPMENPORA adalah


keputusan yang ditetapkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga untuk menjalankan peraturan
perundang-undangan yang lebih tinggi, atau berdasarkan kewenangan,yang bersifat
menetapkan dan mengikat secara individual atau dalam lingkup terbatas guna melaksanakan
urusan pemerintahan bidang kepemudaan dan keolahragaan.
3. Peraturan Pimpinan Unit Organisasi Eselon I adalah peraturan tertulis yang dibuat oleh
Sekretaris Kementerian, Deputi, atau pejabat setingkat berdasarkan pendelegasian
kewenangan mengatur yang diberikan oleh Peraturan Perundang- undangan yang
tingkatannya lebih rendah dari Undang-Undang, kecuali ditentukan lain oleh Undang-undang.
4. Keputusan Pimpinan Unit Organisasi Eselon I adalah keputusan yang ditetapkan oleh
Pimpinan Unit Organisasi Eselon I di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk
menjalankan peraturan perundang-undangan atau Peraturan Pimpinan Unit Organisasi Eselon
I,yang bersifat menetapkan dan mengikat secara individual atau dalam lingkup terbatas pada
Unit Organisasi Eselon I bersangkutan.

BAB II

PERENCANAAN PENYUSUNAN
PERATURAN MENTERI DAN/ATAU PERENCANAAN PENYUSUNAN KEPUTUSAN
MENTERI

Pasal 2

Perencanaan penyusunan PERMENPORA dan/atau perencanaan penyusunan KEPMENPORA pada


masing-masing Unit Organisasi dilakukan oleh Pemrakarsa sesuai dengan tugas dan fungsi Unit yang
bersangkutan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Negara pemuda dan Olahraga Nomor 193
Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Pasal 3

1. (1) Perencanaan penyusunan PERMENPORA dan/atau perencanaan penyusunan


KEPMENPORA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 memuat daftar judul, dasar hukum
pembentukan,dan target waktu penyelesaian.
2. (2) Perencanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan untuk jangka waktu 1 (satu)
tahun.

Pasal 4

Perencanaan penyusunan PERMENPORA dan/atau perencanaan penyusunan KEPMENPORA


sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dikoordinasikan oleh Sekretariat Kementerian c.q. Biro yang
melaksanakan tugas dan fungsi di bidang hukum.

BAB III
TATA CARA PENYUSUNAN
Bagian Kesatu
Rancangan Peraturan Menteri dan/atau Rancangan Keputusan Menteri

Pasal 5

1. (1) Rancangan PERMENPORA dan/atau Rancangan KEPMENPORA diajukan oleh


Pimpinan Unit Organisasi Eselon I di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga sesuai
dengan bidang tugas dan fungsinya kepada Menteri Pemuda dan Olahraga.
2. (2) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikecualikan bagi Rancangan
PERMENPORA dan/atau Rancangan KEPMENPORA yang kewenangan
penandatanganannya telah didelegasikan kepada Pimpinan Unit Organisasi Eselon I
berdasarkan pendelegasian wewenang yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-
undangan.

Pasal 6

1. (1) Rancangan PERMENPORA dan/atau Rancangan KEPMENPORA sebagaimana


dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) disusun oleh Unit Organisasi Eselon I selaku Pemrakarsa
sesuai dengan tugas dan fungsinya.
2. (2) Rancangan PERMENPORA dan/atau Rancangan KEPMENPORA yang disusun oleh
Unit Organisasi Eselon I Pemrakarsa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan
dengan Biro yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang hukum dan Unit Organisasi
Eselon I terkait lainnya di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga serta dapat
dikoordinasikan dengan instansi terkait lainnya di luar lingkungan Kementerian Pemuda dan
Olahraga.

Pasal 7

1. (1) Dalam penyusunan Rancangan PERMENPORA dan/atau Rancangan KEPMENPORA


sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1), pemrakarsa dapat membentuk Tim Penyusun
Rancangan PERMENPORA dan/atau Rancangan KEPMENPORA.
2. (2) Keanggotaan Tim sebagimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas unsur unit pemrakarsa,
unit organisasi Eselon I di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga yang terkait
dengan substansi Rancangan PERMENPORA dan/atau Rancangan KEPMENPORA dan Biro
yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang hukum.
3. (3) Tim sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang Ketua yang ditunjuk
Pemrakarsa.

Pasal 8

Keikutsertaan wakil dari Biro yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang hukum dalam
penyusunan Rancangan PERMENPORA dan/atau Rancangan KEPMENPORA sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) dimaksudkan untuk melakukan penyelarasan, pengharmonisasian
dan pemantapan serta teknik pembentukan peraturan (legal drafting) sebagaimana diatur dalam
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan

Pasal 9

Dalam penyusunan dan pembahasan Rancangan PERMENPORA dan/atau Rancangan


KEPMENPORA, pemrakarsa dapat melibatkan para ahli dari lingkungan perguruan tinggi, profesi,
ahli hukum, dan/atau pejabat terkait lainnya sesuai kebutuhan.

Pasal 10
Dalam hal terdapat permasalahan pada Penyusunan Rancangan PERMENPORA dan/atau Rancangan
KEPMENPORA, pemrakarsa melaporkan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga melalui Sekretaris
Kementerian untuk memperoleh Keputusan atau arahan.

Pasal 11

1. (1) Pemrakarsa menyampaikan perumusan akhir Rancangan PERMENPORA dan/atau


Rancangan KEPMENPORA disertai dengan penjelasan secukupnya kepada Sekretaris
Kementerian cq Biro yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang hukum untuk diteliti
kesesuaiannya dengan substansi yang telah disepakati dan teknik perancangan peraturan
perundang-undangan.
2. (2) Jika perumusan akhir Rancangan PERMENPORA dan/atau Rancangan KEPMENPORA
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sudah tidak memiliki permasalahan baik dari segi
substansi maupun teknik perancangan peraturan perundang-undangan, pemrakarsa
menyampaikan Rancangan kepada Menteri untuk ditetapkan.

Pasal 12

Rancangan PERMENPORA dan/atau Rancangan KEPMENPORA sebagaimana dimaksud


dalam Pasal 11 ayat (2) disampaikan dengan Nota Dinas pengantar dari pemrakarsa melalui
Sekretaris Kementerian dalam 2 (dua) rangkap, yang salah satunya telah dibubuhi paraf pada
setiap lembar oleh pemrakarsa dan pimpinan Biro yang melaksanakan tugas dan fungsi di
bidang hukum.

Pasal 13

1. (1) Dalam hal Menteri berpendapat Rancangan PERMENPORA dan/atau Rancangan


KEPMENPORA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2) masih mengandung
permasalahan, Menteri menugaskan Sekretaris Kementerian cq Biro yang melaksanakan
tugas dan fungsi di bidang hukum dan Pemrakarsa untuk mengoordinasikan kembali
penyempurnaan Rancangan PERMENPORA dan/atau Rancangan KEPMENPORA tersebut.
2. (2) Rancangan PERMENPORA dan/atau Rancangan KEPMENPORA yang telah
disempurnakan disampaikan kembali kepada Menteri sesuai dengan ketentuan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal
3. (3) Rancangan PERMENPORA dan/atau Rancangan KEPMENPORA ditetapkan oleh
Menteri dengan membubuhkan tandatangan.

Pasal 14

1. (1) Khusus untuk Peraturan Menteri yang telah ditetapkan wajib diundangkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia.
2. (2) Tata cara pengundangan Peraturan Menteri sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sesuai
dengan tata cara yang diatur dalam ketentuan Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2007
tentang Pengesahan,Pengundangan, dan Penyebarluasan Peraturan Perundang-undangan.

Bagian Kedua

Rancangan Peraturan Pimpinan Unit Organisasi Eselon I dan/atau Rancangan Keputusan


Pimpinan Unit Organisasi Eselon I

Pasal 15

Setiap Pimpinan Unit Organisasi Eselon I di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga
dapat menyusun dan menetapkan rancangan Peraturan Pimpinan Unit Organisasi Eselon I
dalam hal diperintahkan oleh peraturan perundang-undangan dan/atau rancangan Keputusan
Pimpinan Unit Organisasi Eselon I.
Pasal 16

1. (1) Peraturan Pimpinan Unit Organisasi Eselon I ditandatangani oleh Pimpinan Unit
Organisasi Eselon I yang bersangkutan.
2. (2) Keputusan Pimpinan Unit Organisasi Eselon I ditandatangani oleh Pimpinan Unit
Organisasi Eselon I atau Pimpinan Unit Organisasi Eselon dibawahnya atas nama
Pimpinan Unit Organisasi Eselon I yang bersangkutan.

Pasal 17

Dalam penyusunan rancangan Peraturan Pimpinan Unit Organisasi Eselon I dan/atau rancangan
Keputusan Pimpinan Unit Organisasi Eselon I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15, Unit
Organisasi Eselon I dapat meminta pendapat/pertimbangan kepada Biro yang melaksanakan tugas dan
fungsi di bidang hukum.

Pasal 18

Rancangan Peraturan Pimpinan Unit Organisasi Eselon I dan/atau rancangan Keputusan Pimpinan
Unit Organisasi Eselon I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 yang telah ditandatangani oleh
Pimpinan Unit Organisasi Eselon I diberikan nomor dan tanggal penetapan oleh Bagian Tata Usaha
pada Biro Keuangan dan Rumah Tangga.

BAB IV KETENTUAN PENUTUP

Pasal 19

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya,
memerintahkan pengundangan peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara
Republik Indonesia.

I.4. Laporan Keuangan Sektor Publik

Laporan keuangan sektor publik merupakan representasi posisi keuangan dari


transaksi yang dilakukan oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga. Tujuannya untuk
memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja, dan arus kas yang berguna untuk
sejumlah besar pemakai.

I4.1. Jenis Laporan Keuangan Sektor Publik

Neraca
Laporan Kinerja Keuangan

KEMENTRIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA


KLASIFIKASI BIAYA MENURUT HAKIKAT
UNTUK 31 DES 2015
2015 2014
Pendapatan operasi total X X
Biaya operasi total (X) (X)
Surplus/deficit dari aktivitas X X
operasi
Pendapatan (biaya) total non X X
operasi
Surplus/deficit dari aktivitas X X
biasa
Surplus/deficit neto sebelum
Pos luar biasa X X
Surplus/deficit neto selama X X
periode berjalan

Format Laporan Arus Kas

KEMENTRIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA


LAPORAN ARUS KAS
UNTUK 31 DES 2015

2015
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Penerimaan
Perpajakan xxx
Penjualan barang dan jas xxx
Hibah xxx
Penerimaan bunga xxx
Pembayaran
Biaya karyawan (xxx)
Pesiunan (xxx)
Penerimaan bunga (xxx)
Penerimaan lainnya (xxx)
Arus kas neto dari aktivitas operasi XXX
Arus kas dari aktivitas investasi
Pembelian peralatan (xxx)
Hasil penjualan peralatan xxx
Hasil penjualan investasi xxx
Pembelian sekuritas mata uang asing (xxx)
Aruskas neto dari aktivitas investasi (xxx)
Arus kas dari aktivitas pembiayaan
Penerimaan dari pinjaman xxx
Pembayaran kembali pinjaman (xxx)
Distribusi/dividen dari BUMD xxx
Arus kas neto dari aktivitas pembiayaan XXX
Kenaikan / penurunan neto kas dan setara kas XXX
Kas dan setara kas awal periode XXX
Kas dan setara kas akhir periode XXX
Format Laporan Perubahan Aktiva/ Ekuitas Netto

I.4.2. Jenis Laporan Kinerja Sektor Publik

Laporan Realisasi Anggaran

I.4.2. Tujuan Pelaporan Keuangan Sektor Publik

Tujuan khusus pelaporan keuangan Kementrian Pemuda dan Olahraga adalah


menyediakan informasi yang relevan dalam pengambilan keputusan dan menunjukkan
akuntabilitas atas sumber daya yang dipercayakan dengan cara:
 Menyediakan informasi mengenai sumberdaya, alokasi, dan penggunaan sumber daya
keuangan
 Menyediakan informasi mengenai bagaimana Kementrian Pemuda dan Olahraga
mendanai aktivitasnya dan memenuhi kebutuhan kasnya
 Menyediakan informasi yang berguna untuk mengevaluasi kemampuan Kemnetrian
Pemuda dan Olahraga dalam membiayai aktivitasnya dan memenuhi kewajiban serta
komitmennya
 Menyediakan informasi mengenai kondisi keuangan Kementrian Pemuda dan
Olahraga dan perubahan yang terjasi
 Menyediakan informasi secara keseluruhan yang berguna dalam mengevaluasi
kinerja Kementrian Pemuda dan Olahraga menyangkut biaya jasa, efisiensi, dan
pencapaian tujuan.

I.5. Teknik Akuntansi Sektor Publik

I.5.1. Akuntansi Dana

Sumber daya keuangan berupa dana yang disediakan untuk digunakan oleh Kementrian
Pemuda dan Olahraga, biasanya memiliki keterbatasan penggunaan. Jumlah pagu anggaran
tahun 2015 Kementerian Pemuda dan Olahraga mendapatkan alokasi sebesar Rp.
3.034.113.276.000-, yang teralokai kedalam 6 unit eselon I dengan rincian sebagai berikut:

PAGU REALISASI REALISASI

UNIT KERJA

(Rp.) (Rp.) (%)

Sekretariat Kementerian 318.241.025.000 296.878.911.880 93,28

Pemuda Dan Olahraga

Deputi Bidang Pemberdayaan 67.422.700.000 60.799.639.893 90,18

Pemuda

Deputi Bidang Pengembangan 157.133.011.000 144.760.357.472 92,13

Pemuda

Deputi Bidang Pembudayaan 115.997.766.000 93.021.382.236 80,19

Olahraga

Deputi Bidang Peningkatan 1.406.152.367.000 1.361.031.084.734 96,79

Prestasi Olahraga
Deputi Bidang Harmonisasi 686.855.201.000 323.251.768.896 47,06

Dan Kemitraan

Dana Dekosentrasi (34 Skpd) 282.311.206.000 254.416.345.777 93,66

TOTAL 3.034.113.276.000 2.544.159.490.834 83,85

Tabel 35 pagu anggaran tahun 2015 Kementerian Pemuda dan Olahraga

Realisasi anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga sampai dengan 31 Desember 2015
mencapai Rp. 2.544.159.490.834 (dua triliun lima ratus empat puluh empat miliar seratus
lima puluh Sembilan juta empat ratus Sembilan puluh ribu delapan ratus tiga puluh empat
rupiah) dari total pagu anggaran sebesar Rp. 3.034.113.276.000 (tiga triliun tiga puluh empat
miliar seratus tiga belas juta dua ratus tujuh puluh enam ribu rupiah) atau sekitar 83,85% dari
pagu anggaran Kementerian yang ditetapkan dalam APBN-P TA. 2015.

I.5.2. Akuntansi Anggaran

Menyajikan akun-akun operasi dengan menggunakan format yang sama dengan


anggarannya. Tujuannya untuk melihat apakah anggaran yang sudah dibuat dapat
dikendalikan dan dipertanggungjawabkan kepatuhannya.

Komposisis Realisasi Anggaran Kemenpora per Jenis Belanja

Tahun 2015

0,8

41,25 39,38

1.339

Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Belanja Bantuan Sosial


Gambar 9 diagram realisasi anggaran

Adapun perbandingan antara jumlah pagu dan realisasi anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga
per jenis belanja untuk tahun 2015 dapat digambarkan dalam grafik sebagai berikut:

Pagu dan Realisasi Anggaran Kemenpora per Jenis Belanja Tahun 2015

1,500,000

1,000,000

500,000

Belanja Belanja Barang Belanja Modal Belanja

Pegawai Bantuan Sosial

Pagu 54,359,044,000 1,658,118,954,00 48,177,100,000 1,200,000,000

Realisa
si 39,383,127,378 1,339,760,114,83 41,249,233,020 816,000,000

Gambar 10 pagu dan realisasi

Jumlah realisasi anggaran pada tahun 2015 sebesar 83.85% apabila dibandingkan dengan
tahun sebelumnya sebesar 87% menunjukan adanya penurunan realisasi anggaran dikarenakan
banyaknya paket pengadaan yang belum/tidak terlelang.
I.5.3. Akuntansi Komitmen

Akuntansi komitmen mengakui transaksi ketika Kementrian Pemuda dan


Olahraga telah memiliki komitmen untuk melaksanakan transaksi tersebut. Ini berarti
bahwa transaksi tidak diakui ketika ada penerimaan atau pengeluaran kas, juga bukan
pada saat faktur diterima atau dikirimkan, namun pada saat yang lebih awal, yaitu pada
saat pesanan dibuat atau diterima.

I.6. SAP Pada Kementerian Pemuda dan Olahraga

Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) adalah prinsip-prinsip akuntansi yang


diterapkan dalam menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Pemerintah, yang terdiri
atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dan Laporan Keuangan Pemerintah
Daerah (LKPD), dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan akuntansi
pemerintahan, serta peningkatan kualitas LKPP dan LKPD. SAP dinyatakan dalam
bentuk Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP), yaitu SAP yang diberi
judul, nomor, dan tanggal efektif. Selain itu, SAP juga dilengkapi dengan Kerangka
Konseptual Akuntansi Pemerintahan.

I.6.1. PSAP No. 1

Tujuan PSAP 01 adalah mengatur penyajian laporan keuangan untuk tujuan


umum (general purpose financial statements) dalam rangka meningkatkan
keterbandingan laporan keuangan baik terhadap anggaran, antarperiode. Untuk mencapai
tujuan tersebut, standar ini menetapkan seluruh pertimbangan dalam rangka penyajian
laporan keuangan, pedoman struktur laporan keuangan, dan persyaratan minimum isi
laporan keuangan. Laporan keuangan disusun dengan menerapkan basis akrual.
Pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan transaksi-transaksi spesifik dan peristiwa-
peristiwa yang lain, diatur dalam standar akuntansi pemerintahan lainnya. Dalam hal ini,
Kementerian Pemuda dan Olahraga telah menerbitkan laporan keuangan yang telah
diaudit pada situs resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga.

I.6.2. PSAP No. 2

Tujuan standar Laporan Realisasi Anggaran adalah menetapkan dasar-dasar


penyajian Laporan Realisasi Anggaran untuk pemerintah dalam rangka memenuhi tujuan
akuntabilitas sebagaimana ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan. Perbandingan
antara anggaran dan realisasinya menunjukkan tingkat ketercapaian target-target yang
telah disepakati antara legislatif dan eksekutif sesuai dengan peraturan perundang-
undangan. Berikut merupakan realisasi anggaran Kementrian Pemuda dan Olahraga.

PAGU REALISASI REALISASI

UNIT KERJA (Rp.) (Rp.) (%)


Sekretariat Kementerian 318.241.025.000 296.878.911.880 93,28

Pemuda Dan Olahraga

Deputi Bidang Pemberdayaan 67.422.700.000 60.799.639.893 90,18

Pemuda

Deputi Bidang Pengembangan 157.133.011.000 144.760.357.472 92,13

Pemuda

Deputi Bidang Pembudayaan 115.997.766.000 93.021.382.236 80,19

Olahraga

Deputi Bidang Peningkatan 1.406.152.367.000 1.361.031.084.734 96,79

Prestasi Olahraga

Deputi Bidang Harmonisasi 686.855.201.000 323.251.768.896 47,06

Dan Kemitraan

Dana Dekosentrasi (34 Skpd) 282.311.206.000 254.416.345.777 93,66

TOTAL 3.034.113.276.000 2.544.159.490.834 83,85

I.6.3. PSAP No. 3

Tujuan Pernyataan Standar Laporan Arus Kas adalah mengatur penyajian laporan
arus kas yang memberikan informasi historis mengenai perubahan kas dan setara kas
dengan mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi, pendanaan,
dan transitoris selama satu periode akuntansi.
Tujuan pelaporan arus kas adalah memberikan informasi mengenai sumber,
penggunaan, perubahan kas dan setara kas selama suatu periode akuntansi serta saldo kas
dan setara kas pada tanggal pelaporan. Informasi ini disajikan untuk pertanggungjawaban
dan pengambilan keputusan.

I.6.4. PSAP No. 4

Tujuan Pernyataan Standar Catatan atas Laporan Keuangan adalah mengatur


penyajian dan pengungkapan yang diperlukan pada Catatan atas Laporan Keuangan.
Tujuan penyajian Catatan atas Laporan Keuangan adalah untuk meningkatkan
transparansi Laporan Keuangan dan penyediaan pemahaman yang lebih baik, atas
informasi keuangan pemerintah. Berikut Catatan atas Laporan Keuangan yang dibuat
oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga:

Dalam penyajian Laporan Realisasi Anggaran Kementrian Pertanian untuk


periode yang berakhir sampai dengan tanggal 31 Desember 2015, Pendapatan Negara dan
Hibah dan Belanja Negara diakui berdasarkan basis kas, yaitu diakui pada saat kas
diterima atau dikeluarkan dari rekening kas negara. Dalam penyajian Neraca untuk
periode per tanggal 31 Desember 2015, nilai Aset, Kewajiban, dan Ekuitas Dana diakui
berdasarkan basis akrual, yaitu diakui pada saat diperolehnya hak atas dan timbulnya
kewajiban tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dikeluarkan dari
rekening kas negara.

I.6.5. PSAP No. 5

Pernyataan Standar ini diterapkan dalam penyajian seluruh persediaan dalam laporan
keuangan untuk tujuan umum. Pernyataan Standar ini tidak mengatur:

 Persediaan bahan baku dan perlengkapan yang dimiliki proyek swakelola dan
dibebankan ke suatu akun konstruksi dalam pengerjaan; dan
 Instrumen keuangan.

I.6.6. PSAP No. 6

Pernyataan Standar ini harus diterapkan dalam penyajian seluruh investasi


pemerintah dalam laporan keuangan untuk tujuan umum yang disusun dan disajikan
sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.

Pernyataan Standar ini mengatur perlakuan akuntansi investasi pemerintah pusat dan
daerah baik investasi jangka pendek maupun investasi jangka panjang yang meliputi saat
pengakuan, klasifikasi, pengukuran dan metode penilaian investasi, serta
pengungkapannya pada laporan keuangan. Pernyataan Standar ini tidak mengatur:

 Penempatan uang yang termasuk dalam lingkup setara kas;


 Investasi dalam perusahaan asosiasi;
 Kerjasama operasi; dan
 Investasi dalam properti.

I.6.7. PSAP No. 7

Tujuan Pernyataan Standar ini adalah mengatur perlakuan akuntansi untuk aset
tetap meliputi pengakuan, penentuan nilai tercatat, serta penentuan dan perlakuan
akuntansi atas penilaian kembali dan penurunan nilai tercatat (carrying value) aset tetap.

I.6.8. PSAP No. 8

Tujuan Pernyataan Standar Konstruksi Dalam Pengerjaan adalah mengatur perlakuan


akuntansi untuk konstruksi dalam pengerjaan. Pernyataan Standar ini memberikan
panduan untuk:

 Identifikasi pekerjaan yang dapat diklasifikasikan sebagai Konstruksi Dalam


Pengerjaan;
 Penetapan besarnya biaya yang dikapitalisasi dan disajikan di neraca;
 Penetapan basis pengakuan dan pengungkapan biaya konstruksi.

I.6.9. PSAP No. 9

Pernyataan Standar ini diterapkan untuk seluruh unit pemerintahan yang menyajikan
laporan keuangan termasuk Kementrian Pertanian untuk tujuan umum dan mengatur
tentang perlakuan akuntansinya, termasuk pengakuan, pengukuran, penyajian, dan
pengungkapan yang diperlukan. Pernyataan Standar ini mengatur:

 Akuntansi Kewajiban Pemerintah termasuk kewajiban jangka pendek dan


kewajiban jangka panjang yang ditimbulkan dari Utang Dalam Negeri dan Utang
Luar Negeri.

 Perlakuan akuntansi untuk transaksi pinjaman dalam mata uang asing.

 Perlakuan akuntansi untuk transaksi yang timbul dari restrukturisasi pinjaman.

 Perlakuan akuntansi untuk biaya yang timbul dari utang pemerintah.

I.6.10. PSAP No. 10

Tujuan Pernyataan Standar ini adalah mengatur perlakuan akuntansi atas koreksi
kesalahan akuntansi dan pelaporan laporan keuangan, perubahan kebijakan akuntansi,
perubahan estimasi akuntansi, dan operasi yang tidak dilanjutkan.
I.6.11. PSAP No. 11

Tujuan Pernyataan Standar ini adalah untuk mengatur penyusunan laporan


keuangan konsolidasian pada unit-unit Kementrian Pemuda dan Olahraga dalam rangka
menyajikan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statements)
demi meningkatkan kualitas dan kelengkapan laporan keuangan dimaksud. Dalam
standar ini, yang dimaksud dengan laporan keuangan untuk tujuan umum adalah laporan
keuangan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pengguna
laporan termasuk lembaga legislatif sebagaimana ditetapkan dalam ketentuan peraturan
perundang-undangan.

I.6.12. PSAP No. 12

Tujuan PSAP 12 adalah menetapkan dasar-dasar penyajian Laporan Operasional


untuk Kementrian Pemuda dan Olahraga dalam rangka memenuhi tujuan akuntabilitas
penyelenggaraan pemerintahan sebagaimana ditetapkan oleh peraturan perundang-
undangan. Tujuan pelaporan operasi adalah memberikan informasi tentang kegiatan
operasional keuangan yang tercerminkan dalam pendapatan-LO, beban, dan
surplus/defisit operasional dari suatu entitas pelaporan.
DAFTAR PUSTAKA

http://www.dipanggilkpk.com/sebuah-proyek-korupsi-yang-terorganisir-proyek-hambalang.html

http://satrioadiwira-sh.blogspot.co.id/2016/01/kasus-korupsi-hambalang.html

http://www.kemenpora.go.id/index/perundangan

http://kemenpora.go.id/pdf/LAKIP%20FINAL%20KEMENPORA%202015.pdf

http://kemenpora.go.id/index/preview/konferensi/192

http://kemenpora.go.id/pdf/peraturan/PERATURAN%20%20MENTERI%20PEMUDA%20DAN
%20OLAHRAGA%20REPUBLIK%20INDONESIA%20NOMOR%20%20%200056%20%20T
AHUN%202013%20TENTANG%20PEDOMAN%20PENYUSUNAN%20PERATURAN%20M
ENTERI,%20KEPUTUSAN%20MENTERI,%20PERATURAN%20PIMPINAN%20UNIT%20
ORGANISASI%20ESELON%20I,DAN%20KEPUTUSAN.pdf

http://kemenpora.go.id/img_upload/files/Laporan%20Keuangan%202015(1).pdf