Sunteți pe pagina 1din 17

UJIAN TENGAH SEMESTER

MANAJEMEN PEMASARAN RUMAH SAKIT


Dosen Pembimbing: Dr. Hasyim Ahmad, M.Ed., MM. dan Erlina P. Mahadewi, SE, MM, MBL.

Oleh: Keithy Dorothy (20170309001)

PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER


ADMINISTRASI RUMAH SAKIT
UNIVERSITAS ESA UNGGUL JAKARTA
NOVEMBER 2017
SOAL UJIAN

1. Fokus manajemen Marketing Modern adalah : need, wants and expectation. Kaitkan
dengan pengertian marketing, creating, communicating, delivering and exchange.
Jelaskan dan uraikan bagaimana aplikasinya pada Program Pemasaran di Manajemen
RS.
2. Rumahsakit /Klinik merupakan kegiatan usaha yang sebagian besar produknya
berbentuk Jasa (Major service). Salah satu teori yang dapat digunakan dalam aplikasi
manajemen jasa adalah service quality dengan indikator TERRA (Tangible, Emphaty,
Reliability, Responsive, Assurance). Bagaimana strategi penerapan TERRA dalam
pengelolaan rumah sakit/klinik agar dapat efektif dan efisien. Jelaskan dan berikan

contoh (boleh menggunakan salah satu RS sebagai objek) 


3. Jelaskan secara detail bagaimana suatu Rumah Sakit bisa digolongkan sebagai Rumah
Sakit yang Responsif, Adaptif dan sudah Wirausaha beserta contoh-contoh konkrit

Program nya di Rumah Sakit. 


4. Rumah Sakit Umum Harum menargetkan kunjungan pemeriksaan kehamilan dalam


setahun sebanyak 350 orang di 2017. Hitunglah dengan Metode Rasio Berantai.

a. Apakah target pemasaran tersebut terlalu besar atau terlalu kecil? 


b. Berapakah target pendapatannya? 


c. Jelaskan perhitungan hasil Anda tersebut, untuk mengukur dan meramalkan pasar

 di tahun yad 2018. 


2
1. HUBUNGAN ANTARA NEED, WANTS, and EXPECTATION DENGAN
MARKETING, CREATING, COMMUNICATING, DELIVERING, and
EXCHANGE.

Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dengan mana perorangan atau kelompok
memperoleh yang mereka butuhkan dan inginkan melalui pembuatan dan pertukaran produk-
produk dan nilai dengan pihak lain. Definisi pemasaran ini didasarkan pada konsep inti sebagai
berikut: kebutuhan, keinginan, permintaaan, produk, utilitas, nilai, kepuasan, pertukaran,
transaksi hubungan, pasar, dan pemasaran (Kotler, 1987).

Marketing adalah suatu proses menganalisa kebutuhan, keinginan, dan permintaan


bahkan harapan dari konsumen untuk menyediakan produk yang dapat memberikann kepuasan
kepada konsumen. Prinsip kerja marketing, melalui beberapa proses, yaitu:

1. Mengumpulkan data tentang kebutuhan, keinginan, permintaan, bahkan harapan dari


konsumen.
2. Berusaha menghasilkan suatu produk sesuai dari data yang didapat.
3. Konsumen memberikan penilaian akan produk yang ada.
4. Terjadi pertukaran dan transaksi untuk mendapatkan produk yang diinginkan.
5. Berusaha menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan dan pihak lain yang terkait,
serta membangun jaringan untuk mempertahakan bisnis jangka panjang.
6. Mencari pelanggan potensial yang mungkin bersedia dan mampu melaksanakan
pertukaran untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan itu.
7. Melakukan pemasaran dan terus berusaha menarik calon-calon pembeli baru.

Pertukaran dan
Need, Want, Produk Nilai Kepuasan dan Transaksi
Demand, Mutu (Value and
Expectation (Creating) Satisfaction) (Exchange and
Transaction)

Hubungan dan
Pemasaran dan Pasar
Jaringan
Calon Pembeli (Delivering)
(Communicating)

3
APLIKASI DI RUMAH SAKIT:

Produk Nilai Kepuasan dan


Need, Want, Demand,
Mutu (Value and
Expectation dari Pasien (Creating) yang Satisfaction) dengan
didapati melalui survei ditawarkan rumah sakit menggunakan angket

Hubungan dan Jaringan


Pertukaran dan
Transaksi (Communicating) yang Pasar
harus dijaga oleh RS
(Exchange and (Delivering)
dengan pasien dan pihak
Transaction)
kerja sama lainnya

Pemasaran dan Calon


Pembeli

1. KEBUTUHAN

Konsep dasar yang melandasi pemasaran adalah kebutuhan manusia. Kebutuhan manusia
adalah pernyataan dari rasa kehilangan, dan manusia mempunyai banyak kebutuhan yang
kompleks. Kesehatan adalah salah satu hal yang menjadi kebutuhan manusia. Pelayanan
kesehatan merupakan salah satu wadah untuk memenuhi kebutuhan manusia akan segala
sesuatu yang berhubungan dengan kesehatan.

2. KEINGINAN

Bentuk kebutuhan manusia yang dihasilkan oleh budaya dan kepribadian individual
dinamakan keinginan. Keinginan digambarkan dalam bentuk obyek yang akan memuaskan
kebutuhan mereka atau keinginan adalah hasrat akan penawar kebutuhan yang spesifik.
Masyarakat yang semakin berkembang, keinginannya juga semakin luas, tetapi ada
keterbatasan dana, waktu, tenaga dan ruang, sehingga dibutuhkan perusahaan yang bisa
memuaskan keinginan sekaligus memenuhi kebutuhan manusia dengan menembus
keterbatasan tersebut, paling tidak meminimalisasi keterbatasan sumber daya.

3. PERMINTAAN

Dengan keinginan dan kebutuhan serta keterbatasan sumber daya tersebut, akhirnya

4
manusia menciptakan permintaan akan produk atau jasa dengan manfaat yang paling
memuaskan. Sehingga muncullah istilah permintaan, yaitu keinginan menusia akan produk
spesifik yang didukung oleh kemampuan dan ketersediaan untuk membelinya.

4. PRODUK (organisasi, jasa, ide)

Sejalan dengan munculnya kebutuhan, keinginan, dan permintaan, rumah sakit berusaha
keras untuk mempelajarinya. Mereka melakukan riset pemasaran, mengamati perilaku
konsumen, menganalisis keluhan yang dialami konsumen (pasien), mencari jawaban produk
atau jasa apa yang sedang disukai atau bahkan produk apa yang tidak disukai, dan lain-lain.
Dengan kegiatan diatas, akhirnya perusahaan dapat menawarkan segala sesuatu kepada pasar
untuk diperhatikan, untuk dimiliki atau dikonsumsi sehingga pasien dapat memuaskan
kebutuhan sekaligus keinginannya. Segala sesuatu itulah yang disebut produk. Produk tidak
hanya mencakup objek fisik, tetapi juga jasa, orang, tempat, organisasi ataupun gagasan. Di
mana dalam hal ini, produk yang dimaksud adalah semua pelayanan yang terdapat di rumah
sakit.

5. NILAI PELANGGAN

Nilai bagi pelanggan adalah selisih antara nilai total yang dinikmati pelanggan karen
memiliki serta menggunakan suatu produk dan biaya total yang menyertai produk tersebut.
Nilai total antara lain nilai dari produk, jasa, personil pemasar, biaya waktu, biaya energi yang
dikeluarkan, biaya psikis. Setelah pemberian nilai, konsumen akan mengevaluasi dan hasil
evaluasi ini akan mempengaruhi kepuasan dan peluang untuk membeli ulang produk, di mana
yang dimaksud adalah apakah pasien selaku konsumen akan berminat untuk kembali ke rumah
sakit tersebut saat membutuhkan pelayanan kesehatan.

6. KEPUASAN PELANGGAN

Kepuasan pelanggan tergantung pada anggapan kinerja produk dalam menyerahkan nilai
relatif terhadap harapan pembeli. Bila kinerja atau prestasi sesuai atau bahkan melebihi
harapan, pembelinya merasa puas. Rumah sakit yang cerdik mempunyai tujuan membuat
gembira pelanggan dengan hanya menjanjikan apa yang dapat mereka serahkan, kemudian
menyerahkan lebih banyak dari yang mereka janjikan. Kepuasan pelanggan dapat kita ketahui
melalui kotak saran dan angket.

5
7. MUTU

Kepuasan pelanggan berkaitan erat dengan mutu, yang saat ini ada istilah Total Quality
Management (TQM) yaitu program yang dirancang untuk memperbaiki mutu produk, jasa dan
proses pemasaran secara terus-menerus. TQM memiliki komitmen antara lain:

a. Fokus terhadap pelanggan.


b. Memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas.

c. Menggunakan pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan dan pemecahan

masalah.

d. Memiliki komitmen jangka panjang, membutuhkan kerja sama tim, memperbaiki

proses.

e. Memperbaiki proses secara kesinambungan.

f. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan untuk karyawan.

8. PERTUKARAN

Pertukaran adalah tindakan untuk memperoleh barang yang dikehendaki dari seseorang
dengan menawarkan sesuatu sebagai imbalan. Ada 5 kondisi yang harus dipenuhi agar
pertukaran dapat terjadi:

a. Terdapat sedikitnya dua pihak.

b. Masing-masing pihak memiliki sesuatu yang mungkin berharga
 bagi pihak lain.

c. Masing-masing pihak mampu berkomunitas dan melakukan penyerahan. 


d. Masing-masing pihak bebas menerima atau menolak tawaran pertukaran. 


e. Masing-masing pihak yakin bahwa berunding dengan pihak lain
 adalah layak dan

bermanfaat (negoisasi).

9. TRANSAKSI

Transaksi adalah perdagangan antara dua pihak, yang paling sedikit melibatkan dua macam

6
nilai, persetujuan mengenai kondisi, waktu dan tempat. Di rumah sakit, transaksi dilakukan
oleh pasien sebagai konsumen dan pihak rumah sakit selaku produsen.

10. HUBUNGAN

Proses menciptakan, memelihara, dan meningkatkan hubungan erat yang semakin bernilai
dengan pelanggan dan pihak-pihak yang berkepentingan yang lain dengan kata lain hubungan
adalah praktik membangun hubungan jangka panjang yang memuaskan dengan pihak-pihak
pelanggan, pemasok (supplier), penyalur (distributor), guna mempertahankan bisnis jangka
panjang mereka. Agar hubungan dapat tercipta dalam jangka panjang antara lain:

a. Saling mempercayai, saling menguntungkan.


b. Menjanjikan dan memberikan kualitas yang tinggi, pelayanan yang baik, harga yang
pantas antar pihak.

c. Menghasilkan ikatan ekonomi, teknik dan sosial yang kuat antar 
 pihak yang

berkepentingan.
d. Menekan biaya transaksi dan waktu pencarian pelanggan.

Hubungan antara pasien selaku konsumen dan pihak rumah sakit sebanggai produsen dapat
dipelihara dan ditingkatkan dengan adanya proses yang disebut membership. Di mana para
member mendapatkan penawaran khusus atau potongan harga dalam mendapatkan pelayanan
kesehatan yang tersedia di rumah sakit.

11. JARINGAN 


Jaringan terdiri dari perusahaan dan semua pihak-pihak pendukung, pelanggan, supplier,
distributor, pengecer, agen iklan, ilmuwan, dan pihak lain yang bersama-sama dengan rumah

sakit telah membangun hubungan bisnis yang saling menguntungkan. 


12. PASAR 


Pasar terdiri dari semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan atau keinginan

7
tertentu yang sama, yang mungkin bersedia dan mampu melaksanakan pertukaran untuk
memuaskan kebutuhan dan keinginan itu.

13. PEMASAR DAN CALON PEMBELI 


Seseorang yang mencari satu atau lebih calon pembeli yang akan terlibat dalam pertukaran
tersebut. Calon pembeli adalah seseorang yang diidentifikasikan oleh pemasar sebagai orang

yang mungkin bersedia dan mampu terlibat dalam pertukaran tersebut.
 Jadi konsep inti

pemasaran adalah: 


a. Proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran.


b. Penetapan harga dan promosi.

c. Penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran
 yang memuaskan

tujuan-tujuan individu dan organisasi. 


8
2. STRATEGI PENERAPAN TERRA

Model Service Quality (servqual) merupakan suatu cara/metode instrument untuk


melakukan pengukuran kualitas jasa/pelayanan yang dikembangkan oleh Parasuraman,
Zeithaml, dan Berry.

Dalam serangkaian penelitian mereka terhadap sektor-sektor jasa, model ini juga
dikenal dengan istilah “Gap”. Model ini berkaitan erat dengan model kepuasan pelanggan yang
sebagian besar didasarkan pada pendekatan diskonfirmasi (Oliver, 1997). Dalam pendekatan
ini ditegaskan bahwa bila kinerja pada suatu atribut (attribute performance) meningkat lebih
besar dari pada harapan (expectations) atau atribut yang bersangkutan, maka kepuasan (dan
kualitas jasa) pun akan meningkat, begitu pula sebaliknya (Tjiptono,2005;262). Dalam model
Servqual, kualitas jasa didefinisikan sebagai “penilaian atau sikap global berkenaan dengan
superioritas suatu jasa” (Parasuraman, et al.,1985).

Landasan konseptual utama, yakni:

a. Kualitas jasa lebih sukar dievaluasi konsumen dari pada kualitas barang. 


b. Persepsi terhadap kualitas jasa merupakan hasil dari perbandingan antara 
 harapan

pelanggan dengan kinerja aktual jasa. 


c. Evaluasi kualitas tidak hanya dilakukan atas hasil jasa, namun juga mencakup evaluasi
terhadap proses penyampaian jasa. Model servqual meliputi analisis terhadap lima gap
yang berpengaruh terhadap kualitas jasa, diantaranya: (Tjiptono,2005;262)

1. Gap antara harapan konsumen dan persepsi manajemen terhadap harapan

9
pelanggan (knowledge gap). Kenyataan pihak manajemen perusahaan tidak
selalu dapat merasakan/memahami apa yang diinginkan para pelanggan secara

akurat. 


2. Gap antara perbedaan antara persepsi manajemen terhadap harapan konsumen


dan spesifikasi kualitas jasa (standarts gap).
3. Gap antara spesifikasi kualitas jasa dan penyampaian jasa (delivery gap) Gap
ini muncul terutama pada jasa yang sistem penyampaiannya sangat tergantung
ada konsumen, misalnya, pegawai disuatu pegadaian yang dihadapkan pada
standar yang bertentangan, dimana satu sisi harus mendengarkan keluhan
pelanggan dan disisi lain harus memberikan pelayanan secara cepat.
4. Gap antara penyampaian jasa dan komunikasi eksternal (communications gap).
Harapan pelanggan seringkali dipengaruhi iklan/janji yang dibuat oleh
perusahaan melalui komunikasi pemasaran. Risiko yang dihadapi bila janji
yang sudah diberikan tidak dipenuhi.
5. Gap antara jasa yang dipersepsikan dan jasa yang diharapakan (service gap).
Terjadi apabila pelanggan mengukur kinerja perusahaan dengan cara berlainan
atau salah mempersepsikan kualitas jasa. Jika pelayanan yang diterima lebih
baik dari pada pelayanan yang diharapkan atau setidaknya sama, maka
perusahaan akan memperoleh citra dan dampak yang positif. Sebaliknya jika
pelayanan yang diterima dirasakan lebih rendah dari pelayanan yang
diharapkan, maka gap ini akan menimbulkan permasalahan bagi perusahaan.

Pengembangan model gap yang dikemukakan Parasuraman, Zeithaml Leonard, dan


Berry pada tahun 1985, dikembangkan lebih lanjut dengan mengemukakan faktor-faktor
penyebab gap 1 hingga 4, sedangkan gap 5 merupakan keseluruhan gap-gap tersebut.

10
Zeithaml, Berry, dan Parasuraman, (1985) telah melakukan berbagai penelitian terhadap
beberapa jenis jasa/pelayanan, dan berhasil mengidentifikasi lima dimensi karakteristik yang
digunakan oleh para pelanggan dalam mengevaluasi kualitas pelayanan. Kelima dimensi
karakteristik kualitas pelayanan tersebut adalah (Zulian.Y, 2002: 10):

1. Bukti langsung atau berujud (tangibles).
 Meliputi fasilitas fisik, peralatan, pegawai

kebersihan, kesehatan, ruangan baik teratur rapi, berpakaian harmonis, penampilan


karyawan atau peralatan dan alat komunikasi.

2. Empati/kepedulian (emphaty).
 Meliputi kemudahan dalam melakukan hubungan

komunikasi yang baik dan memahami kebutuhan konsumen yang terwujud dalam
penuh perhatian terhadap setiap konsumen, melayani konsumen dengan ramah dan
menarik, memahami aspirasi konsumen, berkomunikasi yang baik dan benar serta
bersikap dengan penuh simpati.
3. Keandalan (reliability). Yaitu kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan
dengan segera, akurat, memuaskan, jujur, aman, tepat waktu, dan ketersediaan.

11
Keseluruhan ini berhubungan dengan kepercayaan terhadap pelayanan dalam kaitannya
waktu.

4. Ketanggapan (responsiveness).
 Yaitu keinginan pegawai atau karyawan membantu

konsumen dan memberikan pelayanan itu dengan tanggap terhada kebutuhan


konsumen, cepat memperhatikan dan mengatasi kebutuhan – kebutuhan.

5. Jaminan (assurance).
 Mencakup kemampuan, pengetahuan, kesopanan, dan sifat

dapat dipercaya yang dimiliki karyawan, bebas dari bahaya, resiko, keraguan, memiliki

kompetensi, percaya diri, dan menimbulkan keyakinan kebenaran. 


N TANGIBLE EMPHATY RELIABILITAS RESPONSIF ASSURANCE


O

1 Penampilan Petugas Petugas selalu Selalu meminta Petugas


petugas (tenaga kesehatan memberikan persetujuan setiap kesehatan
medis dan non memanggil salam saat akan melakukan tampak tidak
medis) di RS nama sebelum bertemu. tindakan. ragu-ragu
(kebersihan dan melakukan dalam
kerapian). tindakan. melakukan
tindakan.

2 Petugas selalu Petugas Petugas Petugas selalu Petugas


ada di tempat kesehatan kesehatan selalu menginformasikan kesehatan
saat mengevaluasi memperkenalkan tindakan yang akan selalu berhati-
dibutuhkan. dan diri saat pertama dilakukan. hati dalam
menindaklanjuti kali bertemu melakukan
masalah yang dengan pasien. tindakan
dialami oleh perawatan.
pasien

3 Petugas Mendengarkan Petugas Petugas Petugas


kesehatan keluhan-keluhan menjelaskan tata menjelaskan kesehatan
selalu memakai pasien. tertib yang ada di prosedur (langkah- menginformasi
peralatan yang RS. langkah) setiap kan hasil
seharusnya saat tindakan yang setiap tindakan
memeriksa dilakukan. perawatan
yang

12
pasien. dilakukan.

4 Pemeriksaan Petugas Petugas Perawat segera Petugas


penunjang kesehatan sabar menjelaskan melakukan kesehatan
kesehatan yang dan tidak fasilitas yang ada tindakan setelah selalu
lengkap tergesa-gesa di RS/ruang diminta yang mengevaluasi
(laboratorium, dalam perawatan. diperintahkan oleh setiap tindakan
radiologi, dll). melakukan dokter. yang
tindakan. dilakukan.

5 Petugas Petugas tampak Selalu tepat Petugas Tidak terdapat


kesehatan memahami apa waktu dalam menawarkan kesalahan
selalu mencatat yang dirasakan melakukan bantuan sebelum dalam proses
laporan oleh pasien. tindakan (sesuai diminta oleh administrasi
observasi. dengan jadwal). pasien. dan
pembayaran.

6 Nurse station Ekspresi wajah Seluruh dokter Perawat segera


dekat dengan petugas tampak datang dan datang bila pasien
ruangan ramah. memulai poli memencet bel.
perawatan. rawat jalan sesuai
jadwal.

7 Petugas dan Tutur kata Pengurusan Perawat


staff selalu petugas sopan administrasi dan menjelaskan
memperhatikan dan tidak pembayaran tempat-tempat di
kebersihan dan mengintimidasi. dilakukan dengan ruang perawatan.
kenyamanan cepat.
ruangan.

8 Terdapat kotak Pasien tidak


saran. dibiarkan
menunggu terlalu
lama dalam
menerima
pelayanan.

13
3. RUMAH SAKIT RESPONSIF, ADAPTIF, DAN WIRAUSAHA
1. Rumah Sakit Responsif

Rumah sakit responsive adalah rumah sakit yang melakukan segala daya upaya untuk
mengenali, melayani, dan memuaskan kebutuhan dan keinginan klien/pasien dan publiknya
dengan anggaran yang tersedia.

Rumah sakit yang resposif umumnya memiliki misi yang baik. Untuk melaksanakan
misinya, rumah sakit berusaha menarik sumber daya melalui tukar-menukar dengan berbagai
publik. Dari pihak publik, respon yang didapat rumah sakit adalah citra (image) yang baik,
sebagai imbalan atas upaya rumah sakit memuaskan kebutuhan publik tsb.

Contoh program yang menunjukkan suatu rumah sakit yang responsif adalah pembagian
KB gratis dan home visit yang dilakukan oleh RSUD Dr. Sam Ratulangi Tondano di Kabupaten
Minahasa dalam mengurangi angka kelahiran. Program yang dikerjakan tersebut sangan
menunjukan rumah sakit bersikap responsif atas fenomena yang sedang terjadi, karena sangat
terlihat bagaimana rumah sakit bersikap aktif dalam program Keluarga Berencana untuk
mengurangi angka kelahiran.

2. Rumah Sakit Adaptif

Rumah sakit adaptif adalah rumah sakit yang memantau, mengartikan, dan memahami
perubahan-perubahan lingkungan dan menunjukkan kesiagaannya (readiness) untuk mengubah
visi, misi, tujuan, strategi, organisasi, dan sistem-sistem yang diperlukan, guna menangkap
peluang-peluang secara maksimal.

Contoh program yang menunjukkan suatu rumah sakit adaptif adalah BPJS. Dengan adanya
program BPJS dari pemerintah pusat, rumah sakit dituntut untuk melakukan proses adaptif, di
mana rumah sakit di Indonesia saat ini ‘ditantang’ apakah mampu menggunakan program
BPJS. Karena saat ini, BPJS belum menjadi syarat mutlak dan kewajiban untuk seluruh rumah
sakit swasta di Indonesia, maka rumah sakit swasta masih memiliki kebebasan untuk
memutuskan apakah akan mengadopsi program BPJS atau tidak. Melihat dari berbagai sisi,
baik keuntungan dan kerugian yang akan didapat serta meramalkan apa yang akan terjadi ke

14
depannya, rumah sakit swasta yang telah menerima program BPJS merupakan contoh rumah
sakit yang adaptif.

3. Rumah Sakit Wirausaha

Rumah sakit wirausaha adalah rumah sakit yang memiliki inovasi tinggi dan kemampuan
besar untuk mengenali peluang-peluang baru dan mengubah peluang-peluang itu menjadi
pelayanan yang berhasil (sukses). Rumah sakit wirausaha adalah rumah sakit inovatif.

Contoh di beberapa rumah sakit saat ini menyediakan salon kecantikan. Berdasarkan
dengan teori, bahwa kesembuhan pasien sangat tergantung pada kondisi psikis dan rasa
nyaman pada tubuh, maka beberapa rumah sakit di Indonesia menyediakan pelayanan salon
dan spa. Salon dan spa ini merupakan salah satu bentuk inovasi yang dapat memberikan
pemasukan tambahan untuk rumah sakit itu sendiri.

15
4. TARGET PEMASARAN DAN PENDAPATAN

RS X memiliki target kunjungan pemeriksaan kehamilan sebanyak 350 orang dalam 2017.

- Jumlah wanita usia subur di wilayah pelayanan RS X 30.000 orang


- Jumlah wanita usia subur yang sudah menikah 50% 15.000 orang
- Jumlah wanita menikah yang sedang hamil 15% 2.250 orang
- Jumlah wanita hamil yang potensial periksa 30% 675 orang
- Jumlah wanita hamil yang potensial periksa di RS 60% 405 orang
a. Target pemasaran 350 orang, sedangkan dari metode rasio berantai didapatkan jumlah
wanita hamil yang potensial memeriksakan kehamilan di RS sebesar 405 orang. Hal ini
membuktikan bahwa target RS X untuk pelayanan pemeriksaan kehamilan layak.
b. Target pendapatan RS X untuk pelayanan pemeriksaan kehamilan dalam setahun:

P = Tg (Target) x K (Rata Kunjungan) x Tr (Tarif per-Kunjungan)

P = 350 (Target Kunjungan) x 3 kali x Rp 100.000,00 (Tarif Pemeriksaan)

P = Rp 90.000.000,00

c. Untuk meramalkan besar pasar di tahun yang akan datang (2018), kita harus membuat
daftar semua faktor yang mungkin berpengaruh pada pelayanan pemeriksaan
kehamilan. Faktor-faktor yang berpengaruh terdiri dari: faktor lingkungan makro di
luar kendali (keadaan ekonomi, kemajuan teknologi, dan perkembangan hukum), faktor
kompetitif (tarif para pesaing, pelayanan baru dari pesaing, dan biaya promosi dari
pesaing), dan faktor organisatoris (tarif pemeriksaan, pelayanan terbaru dalam RS, dan
biaya promosi).
Terdapat 5 metode perhitungan yang digunakan saat ini untuk meramalkan besar pasar
di tahun yang akan datang, yaitu:
- Survei Niat. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah dengan menanyakan
kepada sejumlah sampel dari pasar sasaran tentang niatnya pada masa akan datang.
Contoh: 50% menjawab berniat untuk melakukan pemeriksaan kehamilan di RS X,

16
maka besar pasar di tahun 2018 adalah 50% dikalikan dengan jumlah seluruh ibu
hamil muda saat ini (baru akan melahirkan di tahun berikutnya).
- Perkiraan Pihak Antara. Hal ini dilakukan dengan bertanya kepada pihak-pihak
yang berhubungan dengan pasien tentang bagaimana kira-kira perilaku pasien.
Contoh: RS X harus bertanya dan meminta data kepada kepala instalasi poliklinik
dan kepala SMF Obstetri dan Ginekologi mengenai data kunjungan pemeriksaan
kehamilan dan apa saja yang pernah didengar. RS X juga perlu bertanya kepada
dokter, bidan, dan perawat untuk mendapatkan informasi mengenai asumsi-asumsi
dasar dalam peramalan tahun depan.
- Pengujian Pasar. Yaitu dengan menawarkan langsung pelayanan pemeriksaan
kehamilan kepada pasar (uji coba).
- Analisis Rangkaian Waktu. Ada 4 komponen yang berpengaruh pada metode ini,
yaitu: kecenderungan (C), siklus (S), musim (M), kejadian tidak terduga (K).
Contoh: RS X dalam tahun 2017 mendapatkan 350 orang pasien yang melakukan
pemeriksaan kehamilan di instalasi rawat jalan, kecenderungan (laju pertumbuhan)
di poli obsgin untuk pemeriksaan kehamilan adalah 5%, siklus keadaan ekonomi
diperkirakan memburuk sehingga diperkirakan pasien akan menyusut 10%,
biasanya ada beberapa bulan yang mengalami kenaikan angka pasien yang
memeriksa kehamilan sebanyak rara-rata 30%.

Analisis = 350 + (350 x 5%) = 367,5 – (367,5 x 10%) = 330,75 + (330,75 x


30%)

Permintaan di tahun 2018 = 430 (pembulatan)

- Analisis Statistik Permintaan. Merupakan serangkaian prosedur statistik yang


dirancang untuk mengetahui faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap
pemanfaatan suatu pelayanan dan seberapa besar pengaruhnya. Untuk
menggunakan metode ini, ada rumus yang harus diterapkan terlebih dahulu
terhadap data tahun sebelumnya (2016) atau tahun ini (2017).

17