Sunteți pe pagina 1din 6

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BBL

DENGAN DIAGNOSA MEDIS ASFIKSIA SEDANG

1. ANALISA DATA
No. Data Problem Etiologi
1. DS : - Ketidakefektifan Bayi kekurangan
DO : pola nafas O2 dan kadar CO2
1. Bradipnea meningkat
2. Ortopnea
3. Perubahan eskursi dada
4. Apgar skor = 5
5. Suhu : 35,5° C
6. Nadi : 56x/menit
7. Pernafasan : 72 x/menit
2. DS : - Gangguan Perubahan
DO : pertukaran gas membran
1. AGD : alveolar-kapiler
Ph darah < 7.4, Biokarbonat:
rendah, pCO2: tinggi
(asidosis respiratorik)
2. Apgar skor = 5
3. Suhu : 35,5° C
4. Nadi : 56x/menit
5. Pernafasan : 72 x/menit
3. DS : - Resiko
DO : ketidakseimbangan
1. suplai oksigen ke dalam suhu tubuh
darah menurun
2. Apgar skor = 5
3. Suhu : 35,5° C
4. Nadi : 56x/menit
5. Pernafasan : 72 x/menit

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Ketidakefektifan pola nafas (00032) b.d Bayi kekurangan O2 dan kadar
CO2 meningkat.
2. Gangguan pertukaran gas (00030) b.d Perubahan membran alveolar-
kapiler.
3. Resiko ketidakseimbangan suhu tubuh (00005).

3. INTERVENSI

No. Diagnosa Tujuan dan Kriteria Rencana Tindakan


Keperawatan Hasil
1. Ketidakefektifan pola Setelah dilakukan 1. Kaji frekwensi,
nafas tindakan keperawatan kedalaman
selama 2x 24 jam. pernafasan dan
Diharapkan pola nafas ekspansi dada.
menjadi efektif dengan 2. Catat upaya
kriteria hasil : pernafasan,
1. 1. Frekuensi dan termasuk
kedalaman pernafasan penggunaan otot
dalam rentang normal bantu pernafasan
2. 2. Bayi aktif 3. Auskulatasi bunyi
nafas dan catat
adanya bunyi nafas
seperti mengi,
krekels,dll
4. Tinggikan kepala
bayi dan bantu
mengubah posisi
5. Berikan oksigen
tambahan
2. Gangguan pertukaran Setelah dilakukan 1. Letakkan bayi
gas tindakan keperawatan terlentang dengan
selama 2x 24 jam. alas yang datar,
Diharapkan kebutuhan kepala lurus dan
O2 bayi terpenuhi leher sedikit
dengan kriteria hasil : tengadah/ ekstensi
1. Pernafasan normal dengan meletakkan
40-60x/menit bantal atau selimut
2. Pernafasan teratur di atas bahu bayi
3. Tidak cyanosis sehingga bahu
4. Wajah dan seluruh terangkat 2-3 cm.
tubuh berwarna 2. Observasi gejala
kemerahan kardinal dan tanda-
tanda cyanosis tiap
4 jam.
3. Kolaborasi dengan
dokter dalam
pemberian O2 dan
pemeriksaan kadar
gas darah arteri.
3. Resiko Setelah dilakukan 1. Pantau suhu bayi
ketidakseimbangan tindakan keperawatan baru lahir sampai
suhu tubuh selama 2x 24 jam. stabil
Diharapkan suhu tubuh 2. Pantau TD, HR,
normal dengan kriteria RR dengan tepat
hasil : 3. Tempatkan bayi
1. Hydrasi adekuat baru lahir pada
2. TD : 85/15 mmhg ruangan isolasi
3. S : 36-37,5° C atau bawah
4. RR : 30-40x/menit pemanas
5. HR : 140 x/menit 4. Pertahankan
5. panas tubuh bayi
6. Kolaborasi dengan
dokter pemberian
obat yang tepat
untuk mencegah
atau control
menggigil
7. Monitor suhu
minimal tiap 2 jam.
4. EVALUASI

Hari/Tanggal/Jam No Dx. Catatan Perkembangan Paraf

Rabu/27 1. S : Keluarga klien mengatakan bayi


September 2017 sudah bisa bernafas dengan
normal
O : TD : 85/15 mmhg
S : 36° C
RR : 35x/menit
HR : 130 x/menit
A : Masalah teratasi
P : Pertahankan intervensi
DAFTAR PUSTAKA

Ai yeyeh & lia yulianti. 2011. Asuhan Neonatus Bayi Dan Anak Balita, Jakarta:
cv. Translate Info Media

Anik Maryunani & Eka Puspita. 2013. Asuhan Kegawatdaruratan Maternal &
Neonatal, Jakarta Timur

www.academia.edu