Sunteți pe pagina 1din 24

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tahun-tahun pertama kehidupan merupakan periode yang sangat penting


yaitu pertumbuhan fisik, perkembangan kecerdasan, keterampilan motorik, dan
sosial emosi berjalan demikian pesatnya. Untuk mencapai keberhasilan di tahun-
tahun tersebut, dibutuhkan peran pengasuh anak, terutama ibu. Jika peran tersebut
dapat dimainkan dengan baik oleh ibu maka pertumbuhan dan perkembangan
anak dapat mencapai titik optimal.1,2

Pada awal pertama kehidupan merupakan periode yang sangat penting


yaitu pertumbuhan fisik, perkembangan kecerdasan, keterampilan motorik dan
sosial emosi berjalan demikian pesatnya. Untuk mencapai keberhasilan di tahun-
tahun tersebut, dibutuhkan pengasuh anak, terutama ibu. Jika peran tersebut dapat
dimainkan dengan baik oleh ibu maka pertumbuhan dan perkembangan anak
dapat mencapai titik optimal.1

Soal pengaruh ibu yang bekerja terhadap prestasi anak-anaknya memang


masih diperdebatkan. Paling tidak dari penelitian yang dilakukan Crouter di
Amerika Serikat disebutkan bahwa anak laki-laki yang umumnya punya hubungan
istimewa dengan ibunya justru malas belajar dan tidak memperlihatkan prestasi
yang baik di sekolah karena ditinggal ibunya ke kantor. Ibu yang merasa bersalah
karena menyukai pekerjaannya cenderung memanjakan anak-anaknya. Akibatnya
bisa negative tidak saja bagi hubungan anak dengan teman sebaya, namun juga
pada prestasi anak di sekolah. Di samping itu, anak juga cermat memperhatikan
bagaimana sikap orang tua terhadap pekerjaan nya.2

1
Pada saat ini banyak ibu-ibu yang bekerja dengan alasan untuk menambah
penghasilan ekonomi keluarga. Berdasarkan data statistik Biro Pusat Statistik
(BPS) tahun 2003 menunjukan bahwa dari 100% wanita didapatkan 82,68%
adalah perempuan bekerja dan sisanya sebanyak 17,31% adalah perempuan tidak
bekerja. Dengan bekerja maka semakin sedikit pula waktu dan perhatian yang
mereka curahkan untuk anaknya. Keadaan ini dikhawatirkan akan berpengaruh
pada pertumbuhan dan perkembangan anak.3

Pertumbuhan anak di negara berkembang termasuk Indonesia ternyata


selalu tertinggal dibandingkan anak-anak di negara maju. Pada awalnya, diduga
faktor genetik adalah penyebab utamanya. Namun, kajian tentang pertumbuhan
anak membuktikan bahwa bayi di Indonesia sampai usia 6 bulan sama baiknya
dengan bayi di Amerika. Pertambahan pertumbuhan terjadi di usia 6-24 bulan.3

Anak membutuhkan interaksi positif dengan ibunya atau pengasuhnya.


Pengaruh budaya yang mendukung interaksi antara ibu dan anak perlu
dilestarikan. Perilaku eksplorasi dan learning melalui interaksi ini perlu dicermati,
dan anak membutuhkan dorongan dari orangtua untuk mengembangkan
kemampuannya.4

Interaksi timbal balik antara anak dan orang tua dapat menciptakan
keakraban dalam keluarga. Anak akan terbuka kepada orang tuanya, sehingga
komunikasi bisa dua arah dan segala permasalahan dapat dipecahkan bersama
karena adanya kedekatan dan kepercayaan antara anak dan orang tua. Interaksi
tidak ditentukan oleh seberapa lama kita bersama anak (kuantitas) namun lebih
ditentukan oleh kualitas dari interaksi tersebut. Kualitas adalah pemahaman
terhadap kebutuhan masing-masing dan upaya optimal untuk memenuhi
kebutuhan tersebut yang dilandasi oleh rasa saling menyayangi.5

2
Secara psikologis, sebagai perbandingan dalam penelitian cit
atkinson.et.al. (1983) ditunjukan bahwa memiliki seorang ibu yang bekerja
nampaknya lebih menguntungkan bagi anak perempuan daripada anak laki-laki
dan anak perempuan yang mempunyai ibu yang bekerja cenderung lebih dapat
mandiri, lebih dapat menyesuaikan diri dalam pergaulan, cenderung berprestasi
baik secara akademis serta bercita-cita mencapai suatu karier dibandingkan
dengan anak perempuan yang memiliki ibu yang tidak bekerja. Cit atkinson.et.al
(1983) menunjukan bahwa anak laki-laki yang memiliki ibu yang bekerja juga
lebih mandiri dan lebih dapat menyesuaikan diri daripada anak laki-laki yang
memiliki ibu tidak bekerja, akan tetapi di sekolah dan dalam tes-tes kemampuan
kognitif mereka tidak begitu baik.6

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara profesi ibu


sebagai pekerja dengan perkembangan anak usia 1-3 tahun.

1.2 Rumusan Masalah

Apakah ada hubungan antara perkembangan anak dengan ibu yang


bekerja di lingkungan Gampong Lamteh.

1.3 Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, yang menjadi pertanyaan


peneliti adalah:

1. Apakah pekerjaan ibu dapat mempengaruhi perkembangan anak?


2. Apakah ada perbedaan pada perkembangan anak terhadap ibu yang
bekerja dan tidak bekerja?

3
1.4 Tujuan Penelitian

1.4.1 Tujuan Umum

Untuk mengetahui apakah ada hubungan perkembangan


anak dengan ibu yang bekerja di Gampong Lamteh.

1.4.2 Tujuan Khusus

Mengetahui perkembangan motorik anak usia 1-3 tahun


yang memiliki ibu bekerja di lingkungan Gampong Lamteh.

1.5 Ruang Lingkup Penelitian

Fokus utama dalam penelitian ini adalah apakah ibu yang bekerja
dalam kesehariannya memiliki pengaruh terhadap perkembangan anaknya.
Perkembangan anak yang dimaksud adalah perkembangan motorik,
meliputi motorik halus dan motorik kasar si anak.

Selain faktor pekerjaan ibu, ada beberapa faktor lain yang


berpengaruh seperti pola asuh ibu, pendapatan ibu, dan lainnya tidak
menjadi fokus penelitian dikarenakan ada keterbatasan jangkauan terhadap
aktivitas sehari hari dari sampel.

1.6 Manfaat Penelitian

1.6.1 Manfaat Bagi Instansi

Dapat menjadi masukan bagi instansi terkait dalam


memberikan pengetahuan kepada para ibu mengenai pekerjaannya
terhadap perkembangan anaknya.

1.6.2 Manfaat Bagi Peneliti

Manfaat yang dicapai oleh peneliti untuk menambah


wawasan ilmu pengetahuan dalam menulis karya ilmiah serta

4
mengetahui hubungan perkembangan anak dengan ibunya yang
bekerja.

1.6.3 Manfaat Teoritis

Diharapkan dapat berguna bagi kemajuan ilmu pengetahuan


di masa mendatang dan peneliti lain yang ingin meneliti dalam
bidang ini lebih lanjut.

1.6.4 Manfaat Bagi Masyarakat

Untuk memberikan informasi dalam upaya peningkatan


pengetahuan masyarakat khususnya ibu yang bekerja terhadap
perkembangan anak.

5
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Perkembangan Anak

Pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan proses yang


berkesinambungan dan berlangsung terus menerus dimulai dari masa
pembuahan hingga dewasa. Istilah tumbuh kembang sendiri menckup dua
peristiwa yang sifatnya berbeda, namun saling berkaitan dan sulit
dipisahkan satu dengan lainnya.2 Pertumbuhan dapat didefinisikan sebagai
bertambah banyak dan besarnya sel seluruh bagian tubuh yang bersifat
kuantitatif dan dapat diukur.5 Sedangkan perkembangan anak berhubungan
dengan perubahan kualitatif yang meliputi beberapa dimensi
perkembangan anak yaitu perkembangan motorik kasar, motorik halus,
bahasa, sosialisasi, kognitif, dan hubungan keluaga.7

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak


merupakan hasil interaksi dari banyak faktor, yakni faktor genetik dan
faktor lingkungan. Faktor lingkungan tersebut terdiri dari faktor
lingkungan biologis, faktor fisik, faktor psikososial serta faktor keluarga
dan adat istiadat.

2.1.1 Tahap Tumbuh Kembang

Walaupun terdapat variasi yang besar, akan tetapi setiap anak akan
melalui suatu “milestone” yang merupakan tahapan dari tumbuh
kembangnya dan tiap-tiap tahap mempunyai ciri tersendiri.8

1. Masa Prenatal

a. Masa mudigah/fetus : konsepsi – 8 minggu

b. Masa janin/fetus : 9 minggu - lahir

6
2. Masa bayi : Usia 0 – 1 tahun

a. Masa neonatal : usia 0 – 28 hari

- Masa neonatal dini : 0 – 7 hari

- Masa neonatal lanjut : 8 – 28 hari

b. Masa pasca neonatal : 29 hari – 1 tahun

3. Masa pra-sekolah : usia 1 – 6 tahun

4. Masa sekolah : 6 – 18/20 tahun

a. Masa pra-remaja : usia 6 – 10 tahun

b. Masa remaja

1. Masa remaja dini

- Wanita, usia 8 – 13 tahun

- Pria, usia 10 – 15 tahun

2. Masa remaja lanjut

- Wanita, usia 13 – 18 tahun

- Pria, usia 15 – 20 tahun

2.1.2 Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Anak

a. Faktor Genetik

Seperti kita ketahui bahwa warna kulit, bentuk tubuh, dan lain lain
terdapat di dalam gen. Gen terdapat dalam kromosom, yang dimiliki oleh
setiap manusia dalam setiap sel nya. Baik sel sperma maupun ovum
masing masing mengandung 23 pasang kromosom. Jika ovum dan sperma
bergabung akan terbentuk 46 pasang kromosom, yang kemudian akan
terus membelah untuk memperbanyak diri sampai kahirnya terbentuk

7
janin, bayi. Setiap kromosom mengandung gen yang dapat diturunkan.
Misalnya saja abnormalitas kromosom dapat diturunkan pada anak dari
keluarga yang memiliki abnormalitas tersebut.9

b. Faktor Hormonal

Kelenjar putuitari anterior mengeluarkan hormon pertumbuhan


(growth hormon) yang merangsang pertumbuhan epifise dari pusat tulang
panjang, tanpa GH anak akan tumbuh dengan lambat dan kematangan
seksualnya terhambat. Pada keadaan hipopituitarisme terjadi gejala-gejala
anak bertubuh pendek, alat genetalia kecil, umur tulang melambat, dan
hipoglikemia berat. Hal sebaliknya terjadi pada hiperfungsi pituitari,
kelainan yang timbul adalah akromegali (bila terjadi setelah pubertas)
yang diakibatkan oleh hipersekresi GH, dan pertumbuhan linier serta
didantisme bila terjadi sebelum pubertas. Hormon lain yang juga
mempengaruhi pertumbuhan adalah hormon-hormon dari kelenjar tiroid,
dan lain lain.9

a. Faktor Gizi

Proses tumbuh kembang anak berlangsung pada berbagai tingkatan sel,


organ dan tubuh dengan penambahan jumlah sel, kematangan sel, dan
pembesaran ukuran sel. Selanjutnya setiap organ dan bagian tubuh lainnya
mengikuti pola tumbuh kembang masing-masing. Dengan adanya
tingkatan tumbuh kembang tadi akan terdapat rawan gizi. (untuk mencapai
tumbuh kembang yang optimal dibutuhkan gizi yang baik). Otak
merupakan organ rawan gizi pada bayi, tumbuhnya pesat pada kehamilan
trimester ketiga dan masih pesat pada usia 6 bulan pertama.

Pada usia selanjutnya pertumbuhan otak berkurang, sampai usia 2


tahun tumbuh kembang otak mencapai 90-95%, bila pada masa ini terjadi
kekurangan gizi, maka akan menghambat tumbuh kembang optimal otak
sehingga mengakibatkan anak menjadi kurang cerdas. Upaya
pemeliharaan tergantung pada masa tumbuh kembang. Jika timbul

8
gangguan pada saat terjadi pertambahan jumlah sel, sifatnya menetap. Bila
gangguan terjadi pada saat terjadi peningkatan ukuran sel, mungkin masih
dapat dipulihkan dengan upaya perbaikan gizi.

b. Faktor Lingkungan

Lingkungan fisik, termasuk sinar matahari, udara segar, sanitasi,


polusi, iklim, dan teknologi. Lingkungan biologis, termasuk di dalamnya
hewan dan tumbuhan, lingkungan yang sehat antara lain membuat rumah
tidak dekat rawa atau genangan air, pabrik, dan lapangan udara. Rumah
harus memiliki ventilasi yang baik, pembuangan sampah dan air limbah
rumah tangga harus baik, halaman rumah yang baik.

Lingkungan psikososial, termasuk didalamnnya latar belakang


keluarga, hubungan dalam keluarga, dan cara anak dibesarkan dan
interaksi dengan masyarakat sekitarnya.9

d. Faktor Sosial Budaya

Faktor ekonomi, sangat mempengaruhi keadaan sosial keluarga.


Keadaan ekonomi keluarga yang baik dapat menjamin terpenuhinya
kebutuhan pokok setiap anggota keluarga. Dengan demikian akan lebih
terjamin bagi anggota keluarga untuk mendapatkan pendidikan yang baik
pula.

Faktor politik serta keamanan dan pertahanan, keadaan politik dan


keamanan suatu negara juga sangat berpengaruh dalam tumbuh kembang
seorang anak. Faktor lain juga memberikan pengaruh dalam tumbuh
kembang anak adalah pelayanan kesehatan yang didapat selama masa
tumbuh kembangnya.9

9
2.1.3 Perkembangan Anak Usia 3 Tahun

Masa kanak-kanak. Pendapat Santrock (2007), pada usia 3 tahun,


anak telah memiliki kemampuan untuk mengambil objek terkecil di antara
ibu jari dan telunjuk untuk beberapa waktu, tetapi mereka masih canggung
melakukannya. Anak umur 3 tahun dapat membangun menara balok yang
tinggi secara mengejutkan, tiap balok diletakkan dengan konsentrasi tinggi
tetapi sering tidak sepenuhnya berada pada garis lurus. Saat anak berumur
3 tahun bermain dengan gambar bongkar pasang sederhana, mereka agak
kasar dalam meletakkan kepingan-kepingannya. Saat mereka mencoba
meletakkan sebuah keping pada tempat yang kosong, mereka sering
mencoba memaksakan keping tersebut atau menekannya dengan kuat.

Pendapat Soetjiningsih (1995), perkembangan anak batita


berdasarkan skala yaumil-mimi sebagai berikut:11

1. Berjalan jalan sendiri mengunjungi tangga


2. Berjalan pada jari kaki
3. Belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri
4. Menggambar garis silang
5. Menggambar orang hanya kepala dan badan
6. Mengenal 2 atau 3 warna
7. Bicara dengan baik
8. Menyebut namanya, jenis kelamin dan usianya
9. Banyak bertanya
10. Bertanya bagaimana anak dilahirkan
11. Mengenal sisi atas, sisi bawah, sisi muka dan sisi belakang
12. Mendengarkan cerita-cerita
13. Bermain dengan anak lain
14. Menunjukan rasa sayang kepada saudara-saudaranya
15. Dapat melaksanakan tugas-tugas sederhana

10
2.2 Pengaruh Ibu

Ibu sebagai salah satu faktor lingkungan keluarga yang


berpengaruh pada tumbuh kembang, memainkan peran di dalam mendidik
anak, terutama pada masa balita. Peranan ibu tersebut dibedakan menjadi
tiga tugas penting, yaitu ibu sebagai pemuas kebutuhan anak, ibu sebagai
teladan peniruan anak dan sebagai pemberi stimulasi bagi perkembangan
anak.5

Peran lain ibu dalam menunjang pertumbuhan anak adalah


memberikan pola asuh makan yang baik. Praktek pola asuh makan terdiri
dari pemberian makanan yang sesuai umur dan kemampuan anak,
kepekaan ibu atau pengasuh mengetahui saat anak perlu makan, upaya
menumbuhkan nafsu makan anak, dan menciptakan situasi makan yang
baik seperti memberi rasa nyaman pada saat makan.5

Anak membutuhkan interaksi positif dengan ibunya atau


pengasuhnya. Pengaruh budaya yang mendukung interaksi antara ibu dan
anak perlu dilestarikan. Perilaku eksplorasi dan learning melalui interaksi
ini perlu dicermati, dan anak membutuhkan dorongan dari orangtua untuk
mengembangkan kemampuannya.

2.3 Pendidikan Ibu

2.3.1 Definisi pendidikan

Pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung


sepanjang hidup dan memperngaruhi pertumbuhan individu, kehidupan
pribadi individu, maupun kehidupan masyarakat dan alam sekitarnya.11
Pendidikan juga akan membuat seseorang terdorong untuk ingin tahu dan
mencari pengalaman sehingga informasi yang diterima akan menjadi
pengetahuan. Tinggi rendahnya pengetahuan seorang ibu bisa ditinjau dari
tingkat pendidikannya, semakin tinggi pendidikan seorang ibu, maka
pengetahuannya akan semakin tinggi dan terbuka untuk menerima

11
perubahan-perubahan terutama dalam hubungan pekerjaannya dengan
perkembangan anaknya. Pada perempuan, semakin tinggi tingkat
pendidikan ibu, semakin rendah angka kematian bayi dan kematian ibu.12

2.3.2 Jenjang Pendidikan

Menurut undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003


pendidikan dasar formal terdiri dari 3 tingkatan yaitu:13

1. Pendidikan dasar
Pendidikan dasar menjadi landasan utama untuk pendidikan
menengah. Pendidikan dasar terdiri dari sekolah dasar (SD) dan
madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lainnya yang sederajat
serta sekolah menengah pertama (SMP) dan MTsN atau bentuk
lainnya yang sederajat.

2. Pendidikan Menengah
Pendidikan menengah merupakan lanjutan dari pendidikan
dasar. Pendidikan menengah dikelompokan menjadi
pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah
kejuruan. Pendidikan menengah umum terdiri dari SMA dan
MA. Sedangkan sekolah menengah kejuruan terdiri dari SMK
atau MAK atau bentuk lain yang sederajat.

3. Pendidikan Tinggi
Pendidikan tinggi merupakan lanjutan dari pendidikan
menengah yang mencakup program pendidikan diploma,
sarjana, magister, spesialis dan doktor yang diselenggarakan
oleh pendidikan tinggi. Jenjang pendidikan ini dibuat dengan
sistem terbuka.

12
2.4 Pekerjaan Ibu

2.4.1 Definisi Pekerjaan

Pekerjaan adalah mata pencaharian, apa yang dijadikan pokok


kehidupan dan sesuatu yang dilakukan untuk mendapatkan nafkah.
Pekerjaan utama adalah pekerjaan pokok, sedangkan pekerjaan
sampingan adalah pekerjaan tambahan selain pekerjaan pokok.14

2.4.2 Jenis-Jenis Pekerjaan

Jenis-jenis pekerjaan utama biasanya digolongkan menjadi:15

1. Tenaga profesional, teknisi dan sebagainya


2. Tenaga kepemimpinan dan ketatalaksanaan
3. Tenaga tata usaha dan tenaga yang sejenis
4. Tenaga usaha penjualan
5. Tenaga usaha pertanian, perburuan, dan perikanan
6. Tenaga produksi, operator dan pekerja kasar

13
2.5 Kerangkap Teori

Pekerjaan ibu

Waktu
Perkembangan Jenis Pekerjaan
untuk anak
anak

Jenjang
Pendidikan

Gambar 2.1 Kerangka Teori

14
BAB III
KERANGKA KONSEP

3.1 Kerangka Konsep

Berdasarkan latar belakang daan tinjauan pustaka, maka dapat


digambarkan kerangka konsep dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Variabel Independen Variabel Dependen

Perkembangan anak
Ibu yang bekerja

Gambar 2.2 kerangka konsep

3.2 Hipotesis Penelitian

Hipotesis adalah jawaban sementara dari masalah penelitian

1) Ha : Terdapat hubungan perkembangan anak dengan ibu yang bekerja.


2) Ho : Tidak terdapat hubungan perkembangan anak dengan ibu yang
Bekerja

15
3.3 Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah suatu komponen atau faktor yang berkaitan


satu sama lain dan telah diinventarisasi lebih dulu dalam variabel penelitian.
Variabel yang diteliti dalam penelitian ini berupa variabel independen (bebas)
yaitu, ibu yang bekerja, variabel dependen (terikat) yaitu perkembangan anak.

3.3.1 Variabel Dependen

Variabel dependen atau variabel terikat pada penelitian ini adalah


perkembangan anak.

3.3.2 Variabel Independen

Variabel independen atau variabel bebas pada penelitian ini adalah ibu
yang bekerja.

16
3.4 Definisi Operasional

Tabel 3.1. Definisi Operasional Variabel Independen

Definisi Alat Cara mengukur


Skala Ukur Hasil ukur
Variabel Operasional Ukur
Ibu yang Orang tua wanita Kuisioner Menyebarkan Ordinal Baik
bekerja yang ikut bekerja dengan kuisioner dengan Cukup
dalam suatu tujuan pilihan kriteria: Kurang
untuk membantu tunggal -baik bila
memenuhi kebutuhan a,b dan c responden
keluarga. menjawab benar
>76%-100%
-Cukup bila
responden
menjawab benar
>56-75%
-Kurang baik bila
responden
menjawab benar
<56%

Tabel 3.2 Definisi Operasional Variabel Dependen

Definisi Operasional Alat Ukur Cara Ukur Skala Ukur Hasil Ukur
Variabel

Perkembangan Bertambahnya keadaan fisik Kuisioner Menyebarkan Ordinal Ya (1)


anak dan kemampuan mental serta model skala kuisioner Tidak (0)
pola pikir selama masa guttmen dengan kriteria:
pertumbuhan. -Ya
-Tidak

17
3.5 Instrumen Pengumpulan Data

Agar data yang dikumpulkan baik dan benar, instrument pengumpulan


datanya pun harus baik. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini
adalah melalui pembagian angket (kuitioner). Angket (kuisioner) adalah daftar
pertanyaan yang diberikan kepada orang lain yang bersedia memberikan respon
(responden) sesuai permintan pengguna, jenis angket (kuisioner) dalam penelitian
ini adalah angket terbuka yang diberikan dan diisi secara langsung oleh responden
untuk memperoleh informasi yang diharapkan.16

18
BAB IV
METODOLOGI PENELITIAN

4.1 Desain Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat analitik


observasional dengan tujuan untuk memperoleh hubungan perkembangan
anak dengan ibu yang bekerja. Metode yang digunakan pada penelitian ini
adalah pendekatan cross sectional (Studi potong lintang) dimana
pengumpulan data baik untuk variabel independen maupun variabel dependen
dilakukan secara bersama-sama atau sekaligus pada satu saat tertentu.17

4.2 Populasi Penelitian

Populasi disebut juga universe, adalah sekelompok individu yang


tinggal di wilayah yang sama atau sekelompok individu atau objek yang
memiliki karakteristik yang sama.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang bekerja


Gampong Lamteh. yang berjumlah 103 jiwa yang memenuhi kriteria inklusi.

4.3 Sampel Penelitian

Sampel adalah sebagian kecil populasi yang digunakan dalam uji


untuk memperoleh informasi statistik mengenai keseluruhan populasi.
Sampel dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang bekerja di lingkungan
Gampong Lamteh yang berjumlah 82 orang.
Kriteria inklusi adalah kriteria atau ciri-ciri yang perlu dipenuhi oleh
setiap anggota populasi yang dapat diambil sebagai sampel. Sedangkan
kriteria eksklusi adalah ciri-ciri populasi yang tidak dapat diambil sebagai
sampel.17,18
Adapun kriteria inklusi dan inklusi dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut :

19
1) Kriteria Inklusi
 Ibu-ibu yang bersedia menjadi responden.
 Ibu-ibu yang bekerja.
 Ibu-ibu yang memiliki anak batita.

 Ibu yang memiliki waktu bekerja 6 jam atau lebih.

 Ibu yang bekerja sebagai pedagang dan berdagang diluar rumah.

2) Kriteria Eksklusi
 Ibu-ibu yang tidak bekerja.
 Ibu-ibu yang memiliki anak di atas usia 3 tahun.

 Ibu yang bekerja tidak sampai 6 jam setiap hari.

 Ibu yang bekerja berdagang dan berdagang dirumah.

4.3.1 Besar Sampel


Besar Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 82 orang,
dengan tingkat kepercayaan 95 %, diambil dengan menggunakan rumus
Slovin :

𝑁
𝑛=
1 + 𝑁 (𝑑 2 )

Keterangan :
n : besar sampel
N : besar populasi
d : tingkat kesalahan (absolut) yang dapat ditoleris (ditetapkan oleh
peneliti sebesar 5%)

20
Maka besar sampel yang dibutuhkan :
103
n = 1+103 (0,052 )

n = 82 Subjek

4.3.2 Teknik Sampling

` Sampel yang termasuk kriteria inklusi dalam penelitian ini akan


ditentukan dan kemudian nantinya akan dilakukan teknik pengambilan
sampling dengan metode simple random sampling, setiap sampel yaitu
setiap ibu dari anak batita yang aktif bekerja yang bersedia menjadi
responden dan diberi nomor serta dipilih secara acak.17

4.4 Unit Analisis

Unit analisis dalam penelitian ini adalah anak-anak batita yang diukur
perkembangannnya berdasarkan waktu si ibu untuk anaknya.

4.5 Tempat Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan di Gampong Lamteh Kota Banda Aceh


dikarenakan didaerah ini didominasi oleh pekerja.

4.6 Waktu Penelitian

Keseluruhan kegiatan penelitian dari persiapan hingga seminar hasil


akan dilaksanakan selama kurang lebih tiga bulan mulai dari bulan Februari
2017 - april 2017 dengan jadwal penelitian sebagai berikut.

4.7 Metode Pengumpulan Data

Subjek penelitian akan dijelaskan terlebih dahulu mengenai penelitian


ini, hal yang dijelaskan terkait tujuan, manfaat, cara pengambilan data dan
segala resiko yng ada. Setelah mendapat persetujuan, subjek penelitian akan

21
mengisi lembar persetujuan dan bersedia untuk mengikuti rangkaian
penelitian sampai selesai.

4.7.1 Data Primer

Merupakan data yang diperoleh langsung dari subjek penelitian


dengan cara menyebarkan kuisioner. Dalam hal ini mencakup
perkembangan anak denagan ibu yang bekerja.

4.7.2 Data Sekunder

Data sekunder dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh


dari pihak lurah Gampong lamteh untuk mendapatkan profil dan nama
ibu-ibu beserta anaknya.

4.8 Rancangan Pengolahan Data

Menurut Budiarto data yang telah didapatkan akan diolah dengan

tahap-tahap berikut :17

1) Editing, kegiatan pengeditan dimaksudkan untuk meneliti kembali atau

melakukan pengecekan pada setiap jawaban yang masuk. Apabila terdapat

kekeliruan akan dilakukan pencocokan segera pada responden.

2) Coding, setelah selesai editing, peneliti melakukan pengkodean data yakni

untuk pertanyaan tertutup melalui symbol setiap jawaban.

3) Transfering, kegiatan mengklasifikasikan jawaban, data yang telah diberi

kode disusun secara berurutan dari responden pertama sampai responden

terakhir untuk dimasukkan kedalam tabel sesuai dengan variabel yang

diteliti.

22
4) Tabulating, kegiatan memindahkan data, pengelompokan responden yang

telah dibuat pada tiap-tiap variabel yang diukur dan selanjutnya

dimasukkan kedalam tabel distribusi frekuensi

4.9 Rancangan Analisa Data

4.9.1 Analisis Univariat

Analisa univariat adalah analisa yang digunakan dengan


menjabarkan secara deskriptif untuk melihat variabel yang diteliti baik
variabel dependen maupun variabel independen.16,17
Kemudian semua variabel ditampilkan dalam bentuk tabel
distribusi frekwensi terdiri dari nilai dan persentase, dengan rumus.

𝐹
P= 𝑛 𝑥100 %

Keterangan :
P = Persentase
n = Sampel
F = Frekuensi Teramati

4.9.2 Analisis Bivariat

Analisa bivariat merupakan analisa hasil dari variabel bebas


diduga mempunyai hubungan dengan variabel terikat. Untuk menguji
hipotesis dilakukan analisa statistika dengan Uji Chi square Test pada
tingkat kemaknaan 95 % (P<0,05) untuk mengetahui ada tidaknya
perbedaan yang bermakna secara statistik, dengan menggunakan Uji
SPSS versi 16.00.17,18

23
4.10 Etika Penelitian

Etika penelitian merupakan perilaku peneliti atau perlakuan terhadap


subjek penelitian serta sesuatu yang dihasilkan oleh peneliti bagi
masyarakat.Dalam penelitian ini penulis berusaha untuk memperhatikan
etika yang harus dipatuhi dalam pelaksanaannya. Etika dalam penelitian ini
meliputi:17

1) Informed consent (lembar persetujuan), merupakan lembar persetujuan yang


memuat penjelasan tentang maksud dan tujuan penelitian serta dampak yang
mungkin terjadi selama penelitian. Apabila responden menolak, maka
peneliti tidak akan memaksa.

2) Anonimity (tanpa nama), yaitu lembar persetujuan maupun lembar kuesioner


tidak mencantumkan nama responden, akan tetapi hanya menulis dengan
symbol.
3) Confidentiality (kerahasiaan), yaitu informasi yang diberikan oleh
responden serta semua data yang terkumpul akan disimpan, dijamin
kerahasiannya dan hanya menjadi koleksi peneliti.

24