Sunteți pe pagina 1din 7

SEKOLAH TINGGI ARSITEKTUR

PENDAHULUAN (transparan dan tembus cahaya), pelapisan pipa-


pipa jaringan utilitas (layering), alat transportasi
1. Pengetian High - Tech Menurut Para bangunan seperti tangga eskalator atau lift
Ahli. (movement).
Menurut Colin Davis, dalam bukunya High d) Flat Bright Colouring (pewarnaan yang
Tech Architecture,pengertian high-tech dalam cerah dan merata)
arsitektur berbeda dengan pengertian high-tech
dalam industri. Bila dalam industri pengertian Warna cerah yang digunakan dalam bangunan
high-tech diartikan sebagai teknologi canggih high-tech memiliki makna asosiatif, disamping
seperti elektronik, komputer, robot, chips, dan dari dari segi fungsionalnya untuk membedakan
sejenisnya. jenis struktur dan utilitas bangunan.
Sedangkan dalam arsitektur, high-tech diartikan Warna kuning, merah, biru, yang cerah
sebagai suatu aliran gaya arsitektur yang merpakan warna dari mesin-mesin industri,
bermula pada ide gerakan arsitektur modern mobil, kapal traktor, dan benda-benda teknologi
yang membesar - besarkan kesan struktur dan masa sekarang.
teknologi suatu bangunan. e) A Light Weight Filigree of Tensile
Member (baja-baja tipis sebagai
penguat)
2. Ciri-ciri Arsitektur High Tech
Baja-baja tipis yang bersilangan diibaratkan
a) Inside-out (penampakan bagian luar). sebagai kolom Doric bagi high-tech, dilihat dari
penampakan dan penyusunannya.
pada bangunan high tech, struktur, area
servis dan utilitas dari suatu bangunan hampir Pengekspresian dan pengaplikasian menurut
selalu ditonjolkan pada eksteriornya baik dalam hirarki yang menjadikan kejelasan dari bagian-
bentuk ornamen ataupun sculpture. bagian tersebut. Landasan pemikiran yang luas
pada kreasi adalah dalam pembentukan elemen
b) Celebration of process (keberhasilan yang mudah dan logis, muda penyimpanannya
suatu perencanaan). serta mudah pemasangannya.
High-tech menekankan pada pemahaman f) Optimistic Confidence in Scientific
konstruksinya, bagaimana, mengapa dan apa Culture (optimis terhadap ilmu
dari suatu bangunan. Diantaranya hubungan pengetahuan dan teknologi).
dari struktur, pemakuan, flanges, dan pipa-pipa
Penggunaan high-tech merupakan harapan
saluran.
di masa yang akan datang, meliputi penggunaan
c) Transparancy, Layering, and Movement material, warna dan penemuan-penemuan baru
(transparan, pelapisan dan pergerakan) lainnya.
Bangunan high-tech selalu menampilkan
ketiga unsur ini semaksimal mungkin. karakter
dari bangunan high-tech dapat dilihat pada
penggunaan yang lebih luas material kaca

1
SEKOLAH TINGGI ARSITEKTUR
3. Karakteristik. berkreatifitas dari diri setiap mahasiswanya
untuk dapat mengekspresikannya, sehingga
Karakteristik yang menjadi referensi arsitektur
melahirkan lulusan yang siap pakai untuk
high-tech adalah bangunan yang terbuat dari
mengembangkan profesi dibidangnya.
material sintesis seperti logam, kaca, dan plastik.
Studi Literatur (Sekolah Tinggi Arsitektur)
Arsitektur high-tech adalah suatu gaya arsitektur
yang muncul pada tahun 1970 yang dalam  Sekolah adalah sebuah lembaga yang
penerapannya mengembangkan kecanggihan memberikan pelajaran untuk menuntut
teknologi dan menggunakan elemen-elemen ilmu, mempunyai tujuan mencerdaskan
struktural yang sangat dominan dengan material kehidupan bangsa.
pabrikasi pada elemen interior, eksterior  Sekolah adalah salah satu institusi
maupun struktur dan utilitas bangunan. manusia terpenting tempat proses
belajar mengajar berlangsung.
 Sekolah merupakan bangunan atau
KAJIAN FUNGSI BANGUNAN, TAPAK, DAN lembaga untuk belajar dan memberi
PROGRAM RUANG pelajaran, baik menurut tingkatan
pelajaran, maupun tujuannya.
Fungsi.
 Sekolah adalah tempat untuk
Sekolah tinggi merupakan proses pendidikan mendapatkan pendidikan dan
berupa perkuliahan, kegiatan praktikum studio, pengajaran. Menurut Undang – Undang
praktek kerja nyata dan riset suatu karya. dasar 1945, bab XIII, pasal 31 yaitu :
Fungsi dari Sekolah Tinggi Arsitektur bagi a) tiap – tiap warga Negara berhak
mahasiswa sebagai berikut : mendapat pengajaran.
b) pemerintah mengusahakan dan
a) fungsi yang informatif, yaitu dengan menyelenggarakan satu system
memberikan kebebasan kreatifitas pengajaran nasional, yang di atur
mahasiswa dalam mencari informasi dengan undang – undang.
mengenai arsitektur berupa sarana
display dan dapat berkumpul para Sekolah Tinggi.
arsitek – arsitek untuk berinteraksi  Sekolah Tinggi adalah sekolah sesudah
dengan mahasiswa dan bertukar tamat sekolah lanjutan atas (disebut
pikiran. Universitas, Institusi, Akademi).
b) fungsi yang edukatif, yaitu dengan  Sekolah Tinggi adalah sebuah lembaga
memberikan sarana dalam pencarian pendidikan yang menyelenggarakan
ide – ide kreatif dari disiplan pendidikan tinggi. Pendidikan tinggi
pembuatan tugas berupa studio, ruang adalah kelanjutan pendidikanmenengah
perkuliahan, dan perpustakaan. yang diselenggarakan untukmenyiapkan
Definisi Sekolah Tinggi Arsitektur peserta didik menjadi anggota
masyarakat yang memiliki kemampuan
Sekolah Tinggi Arsitektur merupakan sebuah akademik dan profesional yang dapat
sarana yang bermuara pada keprofesionalan, menerapkan,mengembangkan atau
pembimbingan dan menggali kemampuan

2
SEKOLAH TINGGI ARSITEKTUR
menciptakan ilmu pengetahuan, Studi Banding dengan Fungsi yang sama
teknologi dan kesenian.
a) Universitas Ciputra Surabaya
Pendidikan akademik adalah pendidikan
yang di arahkan terutama pada penguasaan
ilmu pengetahuan, teknologi atau kesenian
dan diselenggarakan oleh sekolah tinggi,
institut dan universitas. Pengembangannya
terdiri dari program S1, S2 dan S3.
Pendidikan professional adalah pendidikan
tinggi yang diarahkan terutama kesiapan
penerapan keahlian tertentu, terdiri dari
program Diploma (DI, DII, DIII).
Lingkup masyarakat pada sekolah tinggi terdiri
dari dewan penyantun, dewan pengurus, dewan Gedung Universitas Ciputra ini mengingatkan
pengajar dan mahasiswa. kita kepada bangunan-bangunan Le Corbusier.
Prinsip-prinsip Corbusian yang begitu melekat di
Sekolah tinggi merupakan proses pendidikan arsitektur Indonesia (sampai saat ini) jelas
berupa perkuliahan, kegiatan praktikum studio, tampak dengan hasil gedung yang semi-formal.
praktek kerja nyata dan riset suatu karya.
Arsitektur.
Kajian Tapak
 Arsitektur adalah seni merancang dan
membuat konstruksi suatu bangunan.
 Arsitektur adalah seni merencanakan
bangunan bagi manusia yang bernaluri
mencari keamanan dan kenyamanan
diri demi kesejahteraan jiwa dan
raganya, serta untuk memenuhi
kepuasan diri menciptakan suatu
keindahan.
 Arsitektur adalah ilmu dan seni
merancang bangunan, kumpulan
bangunan, dan struktur – struktur lain
yang fungsional, terkonstruksi dengan
baik, memiliki nilai ekonomi, serta nilai
estetika.

3
SEKOLAH TINGGI ARSITEKTUR
Tabel 1. Rekapitulasi Kuantitatif Ruang b. R. BAA 81 m²
R. Rapat 37.5 m²
No Nama Ruang Luas
Gudang 9 m²
Lantai
c. R. BAK 81 m²
(m2)
R. Rapat 37.5 m²
1 LANTAI 1
Gudang 9 m²
a. Lobby 37.5 m²
d. R. Ketua Direktur 24 m²
b. R. Resepsionis 9 m²
e. R. Sekret. Direktur 20 m²
c. R. Karyawan 13.5 m²
f. R. Karyawan 24 m²
d. R. Pameran Gallery 165 m²
g. R. Tata Usaha 30 m²
R. Perawatan 18 m²
Gudang 15 m² h. R. Bersama 54 m²
R. Tunggu 22.5 m² i. Sidang 66 m²
R. Karyawan 15 m² j. Seminar 54 m²
e. Bank 67.5 m² k. R. Presentasi 108 m²
f. ATM Centre 13.5 m² l. R. Rapat 132 m²
g. Pos dan Giro 22.5 m² Total Luas Lantai 2
h. R. Unit Kegiatan 45 m² 3 LANTAI 3
i. R. Senat 82.5 m² a. R. Lab. Perc. Arsitektur 60 m²
j. Musholla b. R. Lab Perkotaan & 60 m²
R. Sholat Pria 40.5 m² Perumahan
T. Wudhu Pria 6.75 m² c. R. Lab. Sejarah & Kritik 60 m²
Km/Wc Pria (3 unit) 13.5 m² d. R. Lab. Fisika Bangunan 60 m²
R. Sholat Wanita 40.5 m² e. R. Lab. Teknologi & 60 m²
T. Wudhu Wanita 6.75 m² Bahan
Km/Wc Wanita (3 Unit) 13.5 m² f. R. Lab. Komputer 60 m²
k. Toko Bahan Maket 54 m² g. Warkshop (3 Ruang) 270 m²
l. Mini Market 108 m² h. R. Ketua Jurusan 17.5 m²
m. Cafetaria i. R. Sekretaris Jurusan 17.5 m²
Kasir 3.75 m² j. R. Rapat 42 m²
Rg. Makan 108 m² Total Luas Lantai 3
Dapur 8.25 m² 4 Lantai 4
R. Saji 12 m² a. R. Kuliah (3 ruang) 648 m²
Gudang Alat 3 m² b. Rg. Dosen 20 m²
Gudang Bahan 10.5 m² c. Rg. Asisten Dosen 42 m²
Toilet Karyawan 2.25 m² d. Rg. HMA 15 m²
Toilet Pengunjung Total Luas Lantai 4
Urinoir Pria 7 m²
Wc Pria dan Wanita 12 m² Gambar 2. Konsep Desain
Total Luas Lantai 1
2 LANTAI 2
a. Perpustakaan 198 m²

4
SEKOLAH TINGGI ARSITEKTUR
sketsa konsep bentuk  maket studi 
transformasi desain  desain akhir.
Ada tiga macam format pemasangan foto, yang
pertama adalah lebar satu kolom, dengan
ukuran panjang bebas, adalah sebagai berikut.

Gambar 1. Zoning Ruang

PROSES DESAIN

Keterangan gambar tidak hanya menunjukkan


objek apa itu, namun saudara juga diwajibkan
mengulas, memberi pendapat apa yang saudara
rasakan.

Gambar 3. Eksplorasi Bentuk pada Maket Studi


Gambar 2. Bentuk awal yang di buat dari malam.
Adapun format pemasangan foto yang kedua
bentuk ini diambil dari bentuk persegi panjang adalah lebar satu kolom + satu margin dengan
yang berbentuk L. tinggi bebas, adalah sebagai berikut:
Persegi panjang merupakan gabungan 2 buah
bujur sangkar yang disejajarkan atau sebuah
Adapun format pemasangan foto yang ketiga
bujur sangkar yang salah satu sisinya ditarik, adalah dengan lebar dua kolom, dan tinggi
hingga memanjang. bebas. Adalah sebagai berikut:
Bahas proses rekam jejak eksplorasi bentuk dari
objek bangunan yang saudara desain hingga
terbentuk desain akhir; mulai dari pembahasan

5
SEKOLAH TINGGI ARSITEKTUR
Ukuran foto harus proporsional, bukan semata-
mata mengejar jumlah halaman seperti dalam
ketentuan yaitu minimal 12 halaman.
PRA-DESAIN

Gambar 4. Proses Transformasi Desain.

Gambar 5. Keterangan gambar untuk format yang menggunakan lebar dua kolom, maka keterangan gambarnya juga
harus menggunakan dua kolom. Sekali lagi setiap gambar uraiannya harus diulas.

Gambar/foto dilarang tumpang tindih dengan


tulisan, artinya ulasan dan pembahasannya
harus dapat terbaca dengan baik dan jelas.
Karena ini menggunakan format majalah ilmiah,
tidak seperti majalah ASRI, FEMINA, TRUBUS dan
sebagainya.

6
SEKOLAH TINGGI ARSITEKTUR
DAFTAR PUSTAKA