Sunteți pe pagina 1din 8

Pentingnya untuk berpikir positif atau

positive thinking
Berpikir positif merupakan tindakan yang perlu kita biasakan dalam kehidupan sehari-hari,
entah itu kepada diri kita sendiri, maupun kepada orang lain.

Mengapa kita perlu berfikir positive?

Karena kita tahu bahwa banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh dari hal tersebut. Beberapa
manfaat sekaligus menjadi alasan utama mengapa berfikir positif itu perlu dilakukan adalah
agar terhindar dari hal yang kurang baik.

Pernahkah kalian merasa bahagia saat pikiran baik sedang menghampiri kita? Tentunya kita
pernah mengalami hal semacam itu, bukan? Dan pasti reaksi positif pun muncul saat itu juga.

Beberapa alasan perlunya berpikir positif yaitu:

 Memberikan energi dan sugesti yang baik


 Memperkuat motivasi untuk melakukan sesuatu
 Mencegah terjadinya stres
 Memaksimalkan kinerja otak
 Memperkuat rasa percaya diri
 Menjauhkan prasangka kurang baik

Berdasar enam hal itu, maka sudah jelas bahwa dengan menerapkan kebiasaan berpikir positif
dapat menyehatkan jasmani dan rohani kita. Ada unsur positif dari bidang medis dan psikologis
yang akan kita dapatkan dengan menerapkan hal tersebut.

Dari situ, pilihan ada di tangan kita masing-masing, apakah Anda mau mendapatkan manfaat
dari kebiasaan berpikir secara positif atau tidak? Semuanya, kita sendiri yang akan memilih
dan menentukan mana yang terbaik.

Semoga pidato ini memberikan manfaat bagi yang membacanya.

Akhir kata:
Mari berpikir positif dan berusahalah untuk terus menunjukkan yang terbaik.
Indahnya Memiliki Sopan Santun
Assalamu alaikum wr.wb.

Yang terhormat, Bapak Kepala SMP Negeri 1 Sukaresmi


Dewan guru dan tenaga kependidikan yang saya hormati
Anak-anakku seluruh peserta didik SMP Negeri 1 Sukaresmi yang insya Allah dapat di banggakan

Segala puji bagi Allah yang memberikan nikmat sehat sehingga kita bisa melaksanakan rutinitas kita
setiap senin pagi yaiut upacara bendera. Sholawat dan salam semoga tetap dicurahkan kepada
junjunan kita, Nabi besar Muhammad Saw, kepada keluarga, sahabat dan umatnya hingga akhir
jaman.

Sebelum menyampaikan amanat, ibu ingin mengevaluasi dulu jalannya upacara pagi ini

Terima kasih ibu ucapkan kepada kelas 9B yang telah bersedia menjadi petugas upacara dan dapat
melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab.

Adapun segala bentuk kekurangan dan kesalahan yang terjadi pagi ini jadikan pelajaran supaya tidak
terjadi lagi diupacara2 berikutnya.

Untuk peserta, ibu perhatikan masih saja ada yang belum bisa mengikuti upacara ini dengan hidmat,
ibu harapkan untuk upacara selanjutnya tolong ikuti dengan lebih hidmat lagi.

Anak2 sekalian, amanat yang ingin ibu sampaikan adalah tentang indahnya memiliki sopan santun

Setiap orang akan sangat merasa senang ketika ada orang berbuat sangat sopan kepada kita. Kata-
katanya tidak kasar dan tidak menyakitkan, perbuatannya tidak menyebalkan, enak di ajak
berteman, tidak merasa diri lebih pintar atau kaya, dirinya sangat menghargai kita.

Juga sebaliknya, siapapun akan merasa sangat tidak suka kepada orang yang berprilaku tidak sopan.
Kata-katanya kasar, suka menghina atau merendahkan. Ketika lewat jangankan permisi
mengucapkan kata basa-basi atau menyapa pun tidak.

Mana yang akan kalian pilih diantara dua sikap tadi. Menjadi disukai orang atau tidak disukai
siapapun. Semua tergantung sopan santun kalian.

Kalian tentu sudah di ajarkan baik di sekolah ini, di rumah atau pun di tempat kalian mengaji
mengenai pentingnya berbuat sopan santun terhadap sesama. Bagaimana cara berprilaku sopan
santun. Kepada siapa saja dan kapan saja. Kepada guru, teman, orang yang lebih muda, orang yang
lebih tua atau kepada yang usianya sebaya dengan kalian.

Semakin orang bebuat sopan maka mereka akan semakin di hargai. Tentu siapapun sangat senang
memiliki teman yang sopan karena mereka merasa sangat dihargai. Orang yang sopan tahu
bagaimana menghargai sesama dan siapapun.

Anak-anak ku peserta didik SMP Negeri 1 Sukaresmi, yang ibu banggakan...


Kita sebagai warga negara Indonesia sudah tahu bahwa kita adalah bangsa yang memiliki adat
ketimuran yang salah satu cirinya memiliki budaya sopan santun. Budaya sopan santun ini tentu
harus diterapkan dimana saja, kapan saja dan kepada siapa saja.

Sopan santun harus kita lakukan di sekolah, ditempat umum, ditempat bergaul, dan dimana saja.
Sopan santun harus dilakukan kepada siapa pun. Kita harus sopan kepada guru kita di sekolah ,
kepada guru ngaji kita, kepada ayah dan ibu kita, kepada kakak kita maupun kepada adik kita. Juga
kita harus sopan juga kepada sesama seusia kita.

Anak-anak ku semua yang ibu banggakan..


Seperti apakah pribadi yang sopan santun? Pribadi sopan santun itu adalah sikap seseorang
terhadap apa yang ia lihat, ia rasakan, dan dalam situasi, kondisi apapun.

Sikap santun yaitu baik, hormat, tersenyum, dan taat kepada suatu peraturan. Sikap sopan santun
yang benar ialah lebih menonjolkan pribadi yang baik dan menghormati siapa saja. Dari tutur bicara
pun orang bisa melihat kesopanan kita.

Misalnya lagi dalam situasi yang ramai dimana kita akan melewati jalan itu, jika kita sopan pasti kita
akan mengucapkan kata permisi pak, bu…..dalam berteman pun seperti itu. Orang yang sopan
mencoba lebih banyak mendengar dan lebih menghargai pendapat teman walaupun pendapat itu
berbeda.

Hati-hatilah! Terkadang sopan santun itu hilang pada diri kita, ketika kita sedang berhadapan dengan
orang lain yang menyebalkan.

Contoh kecilnya saja, ketika kita berbelanja di suatu mall, kita bertanya pada si pelayan dengan baik-
baik, tapi si pelayan ini malah menjawabnya dengan ketus, apalagi kalau kita menawar-nawat, dan
hanya lihat-lihat tapi akhirnya tidak jadi membeli pasti si pelayan itu akan memasang muka ketus
dan perkataan tidak enak, padahal pembeli itu kan raja.

Sopan santun dapat dipengaruhi oleh apapun dan hal apa saja. Misalnya sopan santun
yang buruk disebabkan oleh lingkungan yang tidak ada tata tertibnya, individu yang tak pernah
mengenal pentingnya kepribadian, kurangnya pengenal sopan santun yang diajarkan oleh orang tua
sejak dini, pembawaan diri individu itu sendiri, dan sebagainya.

Kemudian sopan santun yang baik dapat dipengaruhi oleh latar belakang individu itu sendiri.
Pendidikan yang cukup, pembawaan diri yang baik terhadap situasi apapun, tutur kata yang dijaga,
terkadang faktor keturunan juga dapat mempengaruhi individu tersebut.

Bagaimana nantinya setiap orang memiliki sikap sopan santun tetapi hanya ukurannya saja yang
berbeda dan bagaimana kita mengembangkan sikap itu ?!

Di sekolah seperti di dalam kelas, misalnya, guru sedang menjelaskan pelajaran, kalian malah
ngobrol, Ini tentu sikap yang kurang sopan.

Dengan menunjukan sikap yang memperhatikan, mendengarkan dengan baik, dan bila bertanya pun
harus dengan yang baik, kekurangan individu seseorang secara fisik, akan tertutup rapi dan tidak
terlihat jika di bungkus dengan sikap sopan santun nya yang melekat dalam hatinya. Mungkin
sifatnya yang begitu berhati emas yang mampu menutupi kekurangannya.
Masih banyak lagi pengertian sopan santun yang lebih spesifik dan mudah dimengerti, ini hanya
bagian penglihatan saja secara kasat mata. Masih banyak perilaku sopan santun dalam prakteknya.
Jadilah orang yang di senangi dan disayangi orang lain.

Jadilah orang yang banyak teman dan disukai siapapun dengan cara memiliki sifat sopan santun ini.
Semoga dalam diri kita semua terpatri kerpibadian yang memiliki sopan santun.

Semoga mulai dari sekarang kalian mulai memikirkan dan memeriksa, apakah kalian sudah memiliki
sopan santun atau belum.
Sekian yang bisa bapak sampaikan. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan. Mudah2
apa yang ibu sampaikan ini ada manfaatnya.

Assalamu alaikum wr.wb.


Bismillahirrohmanirrohim….

‫السالم عليكم ورحمة هللا وبركاته‬

Bapak kepala SMAN 1 Bojonegara yang saya hormati, Bapak Ibu dewan guru beserta Staff
TU yang Saya Hormati, SiSwa/I Sman 1 Bojonegara yang Bapak banggakan …

Puji dan Syukur mari kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karna berkat Rahmat dan
Karunianya Kita semua dapat berkumpul di pagi yang cerah ini dalam keadaan sehat wal’afiat.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah pada junjungan kita nabi besar Muhammad
S.A.W.

Pertama-tama saya ucapkan terima kasih kepada siswa/i Kelas XII ipa-4 selaku petugas
upacara pada hari ini ‘senin, 16 September 2013, yang telah mempersiapkan diri jauh-jauh hari
sebelumnya agar dapat tampil maksimal. Terima kasih juga saya ucapkan kepada seluruh
siswa/I SMAN1 Bojonegara yang telah mengikuti upacara pada hari ini dengan tertib dan
khidmat.

Ada satu hal yang biasanya dirasakan oleh siswa/i sebagai beban yaitu adanya tata tertib
sekolah. Padahal,, tidak ada satu sekolah pun di dunia ini yang tidak memiliki tata tertib.

Tata tertib adalah aturan. Segalanya perlu aturan untuk membuat sesuatu berjalan dengan baik
dan lancar. Naik motor perlu aturan, masuk rumah sakit perlu aturan, masuk terminal ada
aturan, mau sholat ada aturannya. Bahkan mau makan pun ada aturannya. Semua ada aturannya
jika benar-benar menginginkan hasil yang bagus. ketika Kita makan harus menggunakan
tangan kanan dan jika menggunakan tangan kiri tentu banyak orang yang jijik…….betul???
Apa yang terlintas di benak kalian ketika makan menggunakan tangan kiri……Mengapa hal
ini terjadi??? karena tangan kiri biasanya digunakan untuk memegang yang kotor-kotor. Coba
Bapak Tanya Sekarang!!! Tangan mana yang kalian gunakan untuk bersih-bersih bekas buang
air besar.?????? Nah mungkin inilah yang terbayang oleh kita semua ketika makan
menggunakan tangan kiri.

Anak-anaku siswa/i SMAN 1 Bojonegara yang Bapak cintai. Apa pun yang dilakukan tanpa
adanya aturan maka hasilnya akan mengecewakan. Karena itulah dibutuhkan tata tertib untuk
mengatur semuanya agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar dan
menghasilkan lulusan yang memuaskan. Ketika ada tata tertib, maka kalian jadi tahu apa saja
yang boleh dilakukan dan apa yang tidak. Dan merupakan suatu hal yang wajar, jika sekolah
memberikan sangsi kepada siapa pun siswa/i yang melanggar aturan tersebut. ’tanpa
terkecuali’. Hal ini dilaksanakan demi menjaga kenyamanan dan kelancaran proses belajar
mengajar di sekolah kita tercinta ini. Hanya saja kadang pandangan dan penerimaan adanya
tata tertib ini seperti sebuah kekangan. Padahal tidak demikian, justru sebaliknya. Ada beberapa
nilai positif yang mungkin banyak di antara kalian yang belum mengetahuinya,

apa keuntungan adanya tata tertib ini?.

1. Membuat Orang Tua dan Guru kalian Bangga….


Tidak ada satu orang tua pun yang tidak bangga kalau anaknya berprestasi di sekolah,
Bapak/ibu guru juga sudah pasti bangga terhadap kalian.
2. Waktu kalian Jadi Lebih Efektif.
Misalnya, pada waktu ulangan kalian tidak belajar, selain itu ketika Bapak/Ibu guru
menerangkan, kalian juga tidak memperhatikan, akhirnya nilai ulangan kalian tidak memenuhi
nilai standar yg telah ditentukan. Besar kemungkinan kalian harus mengikuti ulangan remedial.
Jika sudah begitu, jadi buang-buang waktu kan?

3. Lebih Mudah Melanjutkan Sekolah.


Seandainya kalian berprestasi atau nilai di kelas cukup baik, beberapa institusi pendidikan akan
memberikan keringanan dalam hal pembayaran atau dalam proses pendaftarannya.

4. Kalian Jadi Lebih Dihargai.


Ada pepatah mengatakan ‘hargai terlebih dahulu kalau mau dihargai’, sama halnya dengan
memperhatikan Bapak/Ibu dewan guru pada saat menjelaskan pelajaran. percaya atau tidak,
maka Bapak/Ibu guru tersebut jadi lebih mudah dimintai tolong seandainya kalian telat
mengumpulkan tugas. Atau misalnya saat kalian terancam tidak naik kelas. Bapak/Ibu guru
pasti melihat usaha kalian ketika belajar, kalian pantas atau tidak naik kelas., dan dalam rapat
dewan guru, Dapat dipastikan banyak dewan guru yang membela supaya kalian naik kelas….

Anak-anakku sekalian yang bapak banggakan. Inilah betapa indahnya ketika tata tertib
diperhatikan dan diterapkan secara sadar oleh semua pihak. Jangan jadikan Tata tertib sebagai
tekanan tetapi jadikanlah sebagai satu panduan yang mengarahkan kalian kepada keberhasilan.
‘Mari KITA Jadikan hari ini lebih baik dari hari Kemarin” …
Sekian dulu amanat yang dapat bapak sampaikan. Semoga bermanfaat ‘
wabillahi taufik walhidayah.... Wassalamu Alaikum wr.wb.
Assalaamu ‘alaikum Wr, Wb Yang saya hormati Bapak Kepala SMANegeri 22 Jakarta, Bp.
Drs. Humisar Sihite, MM Yang saya hormati Bp. Wakil dan Staf, Bp Ibu Guru dan Karyawan,
serta anak-anak sekalian yang Bapak harapkan. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan
syukur ke Hadirat Alloh SWT yang telah memberikan kesempatan kepada kita semua, sehingga
pada pagi hari yang cerah ini kita masih dapat melaksanakan Upacara Bendera. Sholawat serta
salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW Seperti biasanya
setiap pelaksanaan Upacara perlu kita evaluasi, agar kita mengetahui kekurangan –
kekurangannya sehingga pelaksanaan upacara yang akan datang menjadi lebih baik.

Dari segi Petugas Upacara pada pagi hari ini cukup baik , meskipun tadi kita saksikan bersama,
petugas pengibar bendera kurang sempurna dalam pelaksanaannya. Itulah pentingnya sebelum
pelaksanaan upacara, petugas harus berlatih, berlatih dan berlatih, agar pelaksanaan upacara
menjadi lebih baik. Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan materi dengan judul :
Pengendalian diri.

Pelaksanaan Upacara Bendera pada setiap hari Senin hendaknya jangan hanya sebagai
seremonial belaka, sebagai rutinitas yang kurang bermakna. Tapi marilah setiap kegiatan
upacara kita gunakan sebagai ajang untuk pengendalian diri kita. Agar selama pelaksanaan
upacara ini kita bisa mengendalikan diri untuk bersikap sempurna. Dalam bahasa ilmiahnya,
kita ini selalu berada dalam ruang dan waktu, berada dalam lingkungan. Kita ini bagian dari
masyarakat pendidikan, berarti ada lingkungan sekolah. Coba, mulai dari masuk pintu gerbang
sekolah, hendaklah kalian sudah mulai bisa mengendalikan diri, misalnya bagaimana
menghormati Bapak, Ibu Guru dan karyawan, bagaimana bisa tampak rapih tanpa ditegur oleh
Bapak / Ibu Guru.

Contoh pengendalian diri yang lain misalnya setiap bel berbunyi untuk ganti pelajaran,
hendaknya anak-anak jangan pada berkeliaran ke luar kelas, keculi kalau memang pada jam
berikutnya harus pindah ruangan misalnya ke LAB atau pelajaran Olah Raga. Kemudian kalau
jam pelajaran terakhir telah usai, jika sudah tidak ada kepentingan lagi di sekolah, hendaknya
anak-anak segera pulang ke rumah masing-masing, karena orang tuamu telah menunggu-
nunggumu di rumah. Jangan sampai diusir-usir diteriaki melalui pengeras suara. Jangan
nongkrong-nongkrong, bergerombol yang tiada gunanya, yang hanya akan memancing suasana
untuk berbuat yang negative.

Jangan sampai mau kalau ada pihak yang mencoba untuk mengajak tawuran Selanjutnya,
dalam lingkungan keluarga, tentu saja ada peraturan dalam keluarga, ada orang tua, kakak atau
adik, bagaimana bentuk pengendalian diri ? Yang punya kakak harus menghormati kakaknya,
yang punya adik harus menyayangi adiknya. Kalau ada PR misalnya, , harus segera dikerjakan
jangan membiasakan diri untuk menunda-nunda pekarjaan. Bagaimana kita harus menghormati
kedua orang tua, baik yang masih hidup maupun yang sudah tiada. Melalui mimbar ini saya
ingatkan bahwa kepada kedua orang tua, bentuk pengendalian diri kita adalah bahwa kita harus
menghormati, menyayangi kedua orang tua kita, jangan sampai orang tua kita sakit hati pada
kita gara-gara sikap dan perilaku kita, jangan suka membentak. Pada dasarnya setiap nasihat
orang tua wajib kita dengarkan, kita ikuti. Tapi ada satu nasihat/ ajakan orang tua kita yang
tidak boleh kita ikuti, kita turuti, yaitu jika orang tua kita mengajak kita kepada kesyirikan.

Untuk hal yang satu ini, kita boleh menolaknya, tapi juga harus dengan bahasa yang santun,
jangan sampai menyakiti hati orang tua, kita tetap harus menjalin hubungan yang baik kepada
keduanya. Jika kita semua bisa mengendalikan diri dengan baik di mana kita berada, alangkah
indahnya hidup ini, bagaikan planet-planet yang beredar pada lintasannya , tidak ada benturan-
benturan, selaras, serasi dan seimbang. Dalam hidup ini memang banyak kendala-kendala, tapi
hendaknya bisa menjadi kendali untuk memacu kita dalam meraih sukses.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan, semoga ada manfaatnya.

Wabillahittaufiq Wal hidaayah , Wassalaamu’alaikum Wr, Wb.