Sunteți pe pagina 1din 40

Amanat Pembina Upacara : Disiplin Dimulai Dari Diri Sendiri

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Yang Terhormat Ibu Kepala Sekolah beserta staf
Yang Terhormat Bapak / Ibu Guru
Dan Yang Tersayang siswa/siswi yang berbahagia.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan menyampaikan amanat pembina upacara yang
berjudul: Disiplin dimulai dari diri sendiri.

Sudah diketahui bersama bahwa matahari adalah makhluk yang paling disiplin. Ia terbit pada
waktu pagi dan tenggelam pada waktu sore. Ia terbit di timur dan tenggelam di barat. Seandainya
ia tidak disiplin, maka kiamat telah tiba.

Disiplin adalah melaksanakan hak dan kewajiban tepat waktu dan tempatnya. Siswa yang
disiplin selalu datang ke sekolah tepat waktu. Tidak terlambat dan tidak terlalu cepat. Siswa yang
disiplin akan mematuhi peraturan-peraturan di sekolah.

Disiplin adalah jalan menuju keberhasilan. Disiplin harus dimulai dari diri sendiri dan
dilaksanakan sekarang juga. Kedisiplinan dapat dibentuk melalui hal-hal berikut ini:
1. Bangun tidur sebelum subuh dan tidur jam sembilan malam.
2. Sarapan sebelum ke sekolah. Bawalah bekal air minum dan makanan dari rumah.
3. Pulang sekolah berganti pakaian dan istirahat sejenak di rumah.
4. Buatlah jadwal kegiatan agar dapat lebih mudah mengatur waktu.
5. Tulislah kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan.
6. Laksanakan evaluasi diri atas kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan.
7. Jadikanlah kegiatan-kegiatan tersebut sebagai rutinitas sehari-hari.

Disiplin adalah kunci kesuksesan. Disiplin dilakukan di rumah, di sekolah, di jalan raya dan
tempat-tempat lainnya. Bila setiap orang bisa disiplin, maka masyarakatnya tertib, negaranya
makmur sejahtera. Semoga kita semua bisa menjadi pribadi yang disiplin.

Demikianlah amanat pembina upacara pada hari ini


Terimakasih atas perhatiannya
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Amanat Pembina Upacara : Generasi Muda Berkarakter

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Yang Saya Hormati Bapak Kepala Sekolah beserta staf
Yang Saya Hormati Bapak / Ibu Guru
Dan Yang Saya Sayangi Siswa/Siswi yang berbahagia.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan menyampaikan amanat pembina upacara yang
berjudul: Generasi Muda Berkarakter.

Sebagai mana yang diketahui bahwa ranting kayu yang masih muda masih bisa diluruskan atau
dibengkokkan. Tapi ranting kayu yang sudah tua, bila diluruskan atau dibengkokkan akan patah.

Generasi muda adalah generasi yang masih dalam masa pertumbuhan dan masa produktif.
Generasi muda merupakan generasi penerus bangsa. Kemakmuran bangsa di masa yang akan
datang bergantung pada generasi muda yang berakhlak, rajin, dan pintar. Oleh karena itu, negara
dan masyarakat sangat berkepentingan dalam pendidikan generasi muda.

Penanaman karakter atau akhlak mulia akan lebih efektif bila dilaksanakan di masa muda.
Karena efektifitas tersebut maka kewajiban belajar itu dilaksanakan pada usia muda pula.

Faktor keluarga sangat berpengaruh terhadap karakter generasi muda. Karena keluarga adalah
lingkungan terkecil dan terdekat yang memiliki sentuhan langsung dengan anggota keluarganya.
Seperti kata pepatah; buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Faktor lingkungan juga sangat
berpengaruh terhadap karakter. Bila lingkungannya baik maka akan memupuk karakter yang
baik untuk menjadi semakin baik. Faktor sekolah atau pendidikan formal juga sangat
berpengaruh terhadap karakter generasi muda. Seseorang yang berpendidikan tinggi akan
berbeda dengan yang berpendidikan rendah. Output pendidikan militer akan berbeda dengan
kedokteran dan sebagainya.

Membiasakan berbuat baik, berkata benar, disiplin, jujur, rajin adalah jalan terbaik membentuk
karakter. Bila ingin memiliki karakter yang baik tapi tidak bisa, maka berpura-puralah baik.
Teruslah demikian sepanjang hidup. Hingga suatu saat kebiasaan baik tersebut akan melekat dan
membentuk karakter yang baik secara permanen. Semoga generasi muda Indonesia semakin
berkarakter.

Demikianlah amanat pembina upacara pada hari ini


Terimakasih atas perhatiannya
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Amanat Pembina Upacara : Persatuan dan Kesatuan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Yang Terhormat Bapak Kepala Sekolah beserta staf
Yang Terhormat Bapak / Ibu Guru
Dan Yang Tersayang siswa/siswi yang berbahagia.

Pada hari Senin ini, saya akan menyampaikan amanat pembina upacara yang berjudul persatuan
dan kesatuan.

Sebagaimana yang diketahui bahwa sebatang lidi dapat dengan mudah dipatahkan, tapi seikat
sapu lidi sulit untuk dipatahkan. Untuk mematahkannya, maka bukalah ikatannya, lalu
patahkanlah lidinya satu persatu.

Negara Indonesia terdiri dari 17.508 pulau dan ribuan suku bangsa. Dahulu Indonesia pernah
dijajah selama 350 tahun. Penjajah menggunakan prinsip devide et impera yang artinya
memecah belah dan menjajahnya. Suku bangsa- suku bangsa di Indonesia dipecah belah lalu
dijajah satu persatu.

Selama 350 tahun Indonesia tidak bisa menang melawan penjajah, karena Indonesia tidak
bersatu. Lalu pada tanggal 28 Oktober 1928 para pemuda di seluruh Indonesia bersumpah untuk
bersatu. Akibat dari persatuan tersebut maka tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia bisa merdeka.

Demikianlah pentingnya persatuan dan kesatuan bagi negara Indonesia. Oleh karena itu yang
sangat dibutuhkan oleh NKRI adalah pemimpin yang bisa mempersatukan Indonesia. Bukan
pemimpin yang selalu gaduh, serta memicu konflik yang memecah belah persatuan.

Gelar Profesor, Jenderal, Kyai, Pendeta dan gelar-gelar lainnya, bukan jaminan kapabilitas untuk
mempersatukan Indonesia. Tapi setidaknya gelar-gelar tersebut dapat menambah kepercayaan
rakyat untuk mempersatukan Indonesia. Semoga Indonesia tetap bersatu.

Demikianlah amanat pembina upacara pada hari Senin ini


Terimakasih atas perhatiannya
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Amanat Pembina Upacara: HUT Kemerdekaan RI, Cinta Tanah Air

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad
sallallahu ‘alaihi wasallam.

Yang Saya Hormati Ibu Kepala Sekolah beserta staf


Yang Saya Hormati Bapak / Ibu Guru
Dan Yang Saya Sayangi Siswa/Siswi yang berbahagia.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan berusaha menyampaikan amanat pembina
upacara yang berjudul Menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dengan
Meningkatkan Rasa Cinta Tanah Air.

Segala puji bagi Allah Tuhan alam semesta. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad
sallallahu ‘alaihi wasallam.

Hadirin yang dimuliakan Allah…


17 Agustus 1945 adalah hari kemerdekaan negara kita. Yaitu hari lahirnya bangsa Indonesia.
Dengan memperingati hari ulang tahun kemerdekaan saya berharap semoga kita lebih
meningkatkan rasa cinta kepada negara Indonesia.

17 Agustus 1945 adalah anugerah Allah yang telah dilimpahkan kepada seluruh rakyat Indonesai
yang telah berjuang sekian lamanya mengusir penjajah yang menggenggam bangsa dan negara
kita selama kurang lebih 350 tahun. Mereka berkeinginan menguasai negeri ini selamanya,
karena terdorong keadaan ibu pertiwi ini yang sangat subur tanahnya, kaya akan harta tambang
dan sebagainya. Ratusan tahun bangsa Indonesia telah berusaha melepaskan diri dari
cengkeraman penjajah melalui suatu perjuangan yang gigih sekali, tidak mengenal waktu dan
tidak mengenal menyerah. Segala yang dimiliki oleh rakyat pada waktu itu dikorbankan untuk
kepentingan perjuangan untuk mencapai kemerdekaan negeri ini, baik tenaga, pikiran dan harta
bendanya, bahkan sampai jiwapun diserahkan dengan sukarela. Rakyat pada waktu itu tidak
mengenal takut karena peluru dan bom-bom yang berdentuman di hadapannya demi
kemerdekaan bangsa dan negara tercinta. Puluhan juta rakyat gugur dan bercucuran darahnya di
tengah medan pertempuran.

Hadirin yang dimuliakan Allah…


Adalah suatu kenyataan sejarah bahwa di antara sekian banyak rakyat yang berjuang dan gugur
di medan pertempuran untuk memperoleh kemerdekaan tanah air kita adalah kaum muslimin
yang dipimpin langsung oleh ulama. Itulah sebabnya ribuan ulama gugur di medan pertempuran.
Kesungguhan umat Islam yang begitu besar didorong oleh rasa tanggung jawab dan kecintaan
yang membara terhadap tanah airnya. Sebagaimana sabda Rasulullah:
‫ان‬
ِ ‫اْل ْي َم‬ َ ‫حُبُّ ْال َو‬
ِ ْ َ‫ط ِن ِمن‬

(Hubbul waton minal imaan)


Cinta tanah air adalah salah satu bagian dari iman.

Marilah kita kaum muda Indonesia memperjuangkan bangsa Indonesia, selalu bersemangat dan
selalu optimis untuk memberikan yang terbaik untuk tanah air tercinta. Hal tersebut dapat
diwujudkan dengan belajar dan berprestasi. Harumkan nama bangsa di kancah dunia. Isi
kemerdekaan Indonesia dengan sebaik-baiknya serta dengan rasa cinta kepada tanah air.

Yakinlah bahwa kita ini adalah generasi muda penerus bangsa yang mampu memberikan
perubahan untuk bangsa tercinta ini. Selamat berjuang, semangat belajar untuk menjadi generasi
muda yang lebih baik.
Dirgahayu Indonesiaku.
Merdeka! Merdeka!

Hadanallahu Waiyyakum ila Shiratim mustaqim


Wassalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Dirgahayu Indonesiaku.
Merdeka! Merdeka!

Demikianlah amanat pembina upacara pada hari ini.


Terimakasih atas perhatiannya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Amanat Pembina Upacara: HUT Kemerdekaan RI, Nasionalisme dan
Patriotisme

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad
sallallahu ‘alaihi wasallam.

Yang Saya Hormati Ibu Kepala Sekolah beserta staf


Yang Saya Hormati Bapak / Ibu Guru
Dan Yang Saya Sayangi Siswa/Siswi yang berbahagia.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan berusaha menyampaikan amanat pembina
upacara yang berjudul Menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dengan
meningkatkan Rasa Nasionalisme dan Patriotisme.

Segala puji bagi Allah Tuhan alam semesta. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad
sallallahu ‘alaihi wasallam.

Hadirin yang dimuliakan Allah…


Tangal 17 Agustus kita merayakan ulang tahun kemerdekaan negara kita. Dengan memperingati
hari ulang tahun kemerdekaan saya berharap semoga kita lebih meningkatkan jiwa patriotisme
dan nasionalisme kepada tanah air tercinta.

Peringatan ini sekaligus mengajak dan memotivasi kita untuk lebih meningkatkan semangat
belajar agar lebih rajin lagi. Sebagai generasi muda, kita haris bisa menjadi generasi yang
membuat negara tercinta kita makmur dan tentram.

Betapa hebatnya para pejuang bangsa dalam mempertahankan dan merebut kemerdekaan negara
kita dari tangan penjajah. kita sebagai rakyat Indonesia dan sebagai bangsa yang besar harus
dapat menghormati dan menghargai jasa para pahlawan bangsa kita.

Bentuk penghargaan tersebut yaitu dengan meneruskan perjuangan para pahlawan. Meneruskan
perjuangan mereka bukan berarti berperang. Tetapi dengan meningkatkan kualitas diri. Maka
perjuangan kita adalah memajukan bangsa ini.

Hadirin yang dimuliakan Allah…


Peranan generasi muda sekarang ini sangatlah penting demi kemajuan dan ketentraman negara
kita untuk masa depan. Pada masa sekarang generasi muda lebih bersikap individualisme,
bersikap hedonisme (hura-hura), terjadi kejahatan asusila serta kriminal dan runtuhnya jiwa
nasionalisme.

Keyakinan harus senantiasa ditumbuhkan dan harus ada dalam diri kita. Lakukan perubahan agar
rakyatnya sejahtera. kita sekarang ini menjadi penopang bangsa Indonesia. Kita memiliki tugas
yang sangat penting untuk memajukan bangsa Indinesia di segala bidang.
Marilah kita kaum muda Indonesia bangkit kembali, memperjuangkan bangsa Indonesia, selalu
bersemangat dan selalu optimis untuk memberikan yang terbaik untuk tanah air tercinta. Hal
tersebut dapat diwujudkan dengan belajar dan berprestasi. Harumkan nama bangsa di kancah
dunia. Isi kemerdekaan Indonesia dengan sebaik-baiknya serta dengan semangat nasionalisme
dan patriotisme.

Yakinlah bahwa kita ini adalah generasi muda penerus bangsa yang mampu memberikan
perubahan untuk bangsa tercinta ini. Selamat berjuang, semangat belajar untuk menjadi generasi
muda yang lebih baik.
Dirgahayu Indonesiaku.
Merdeka! Merdeka!

Demikianlah amanat pembina upacara pada hari ini.


Terimakasih atas perhatiannya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Amanat Pembina Upacara : yang Islami

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Yang Saya Hormati Ibu Kepala Sekolah beserta staf
Yang Saya Hormati Bapak / Ibu Guru
Dan Yang Saya Sayangi Siswa/Siswi yang berbahagia.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan berusaha menyampaikan amanat pembina
upacara yang islami yaitu tentang Islam, iman, ihsan dan taqwa.
Islam adalah bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya.
Mendirikan shalat, membayar zakat, puasa ramadhan dan haji bagi yang mampu. Lima hal ini
disebut rukun Islam.

Iman adalah percaya kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya,


hari kiamat dan takdir-Nya yang baik atau pun yang buruk. Ihsan adalah beribadah karena Allah
seolah-olah kamu bisa melihat-Nya. Kalau kamu tidak bisa maka sesungguhnya Allah
melihatmu. Taqwa adalah takut kepada Allah, sehingga melaksanakan perintah-Nya dan
menjauhi larangan-Nya.

Islam, iman, ihsan dan taqwa adalah empat hal yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Level
permulaan adalah Islam. Lalu naik ke level iman. Kemudian level ihsan dan level yang terakhir
adalah taqwa. Orang yang sudah berada pada level taqwa berarti ia sudah memiliki level-level
sebelumnya. Yaitu Islam, iman dan ihsan. Oleh sebab itu Allah berfirman, bahwa orang yang
paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kamu.

Demikianlah amanat pembina upacara pada hari ini.


Terimakasih atas perhatiannya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Amanat Pembina Upacara : Menuntut Ilmu adalah Ibadah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Yang Saya Hormati Ibu Kepala Sekolah beserta staf
Yang Saya Hormati Bapak / Ibu Guru
Dan Yang Saya Sayangi Siswa/Siswi yang berbahagia.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan berusaha menyampaikan amanat pembina
upacara yang berjudul menuntut ilmu adalah ibadah.

Allah menciptakan manusia dan jin hanya untuk beribadah kepada-Nya. Ibadah adalah perbuatan
karena Allah, baik berupa penyembahan kepadanya maupun perbuatan baik kepada sesama. Dari
defenisi di atas maka Ibadah dapat dibagi dua macam. Ibadah berupa penyembahan kepada
Allah dan ibadah berupa perbuatan baik kepada sesama.

Ibadah berupa penyembahan kepada Allah disebut ibadah mahdhah. Misalnya, shalat, zakat,
puasa, haji, umroh, bersuci dari hadats besar dan kecil dan lain-lain. Ibadah berupa perbuatan
baik kepada sesama disebut ibadah ghairu mahdhah. Misalnya i’tikaf, wakaf, qurban, sedekah,
‘aqiqah, dzikir, doa, menuntut ilmu dan lain-lain.

Agama Islam mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu. Barang siapa yang keluar rumah untuk
menuntut ilmu, maka ia berada pada jalan Allah hingga ia kembali pulang. Allah mengangkat
derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat.

Demikianlah amanat pembina upacara pada hari ini.


Terimakasih atas perhatiannya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Amanat Pembina Upacara : yang Lucu

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Yang Saya Hormati Ibu Kepala Sekolah beserta staf
Yang Saya Hormati Bapak / Ibu Guru
Dan Yang Saya Sayangi Siswa/Siswi yang berbahagia.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan berusaha menyampaikan amanat pembina
upacara yang singkat tapi lucu.

Esensi upacara bendera adalah penghormatan terhadap bendera merah putih. Bendera Republik
Indonesia. Upacara bendera wajib diikuti oleh seluruh siswa di sekolah. Yang tidak
mengikutinya tanpa alasan yang jelas akan mendapat sanksi dari sekolah. Sanksi diberikan
kepada siswa yang tidak melaksanakan tata tertib sekolah.

Tata tertib dibuat agar sekolah menjadi tertib dan nyaman. Siswa yang mengganggu ketertiban
atau mengganggu temannya akan mendapat sanksi dari sekolah. Oleh karena itu janganlah
dibalas dengan mengganggunya juga, tapi laporlah ke guru BP atau wali kelas.

Seorang siswa memakai baju hangat ke sekolah. ketika sedang belajar, ia menggantungkan baju
hangatnya di sandaran kursi. Saat waktu istirahat tiba, ia memakai baju hangatnya kembali. Tapi
ia kaget karena baju hangatnya kotor. Tadi ia sekilas melihat bajunya dipakai untuk mengelap
wajah dan tangan oleh temannya yang duduk di belakang. Ia tidak menunjukkan kemarahan.
Sambil tertawa ia berkata bahwa ada bekas wajah dan tangan monyet di baju hangatnya.

Temannya tersenyum malu lalu meminta maaf. Ia pun memaafkannya.


Intinya adalah jangan balas kejahatan dengan kejahatan. tapi balaslah dengan cara yang baik.

Demikianlah amanat pembina upacara pada hari ini.


Terimakasih atas perhatiannya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Amanat Pembina Upacara : Tentang Kejujuran

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Yang Saya Hormati Ibu Kepala Sekolah beserta staf
Yang Saya Hormati Bapak / Ibu Guru
Dan Yang Saya Sayangi Siswa/Siswi yang berbahagia.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan berusaha menyampaikan amanat pembina
upacara yang singkat tentang kejujuran.

Kejujuran adalah kesesuaian antara ucapan dan perbuatan atau kesesuaian informasi dengan
kenyataan. Siswa yang sedang mengikuti ujian harus jujur tidak boleh mencontek atau curang.
Siswa yang mendapat tugas dari guru harus jujur melaksanakannya, agar hasil belajarnya sesuai
dengan yang diharapkan. Siswa yang belajar menulis sebanyak 3000 kali akan lebih pintar
dibandingkan dengan siswa yang baru belajar menulis 3 kali. Oleh karena itulah hasil belajar itu
ditentukan oleh prosesnya. Seperti apa prosesnya, seperti itulah hasilnya.

Orang yang jujur memiliki derajat yang tinggi. Rasulullah bersabda; barang siapa yang beriman
kepada Allah dan hari kiamat maka berkatalah yang baik atau diam.

Kadang-kadang seseorang dihadapkan pada situasi yang mengarahkannya untuk berkata benar
atau berkata baik. Tapi apabila tidak bisa berkata benar atau baik, maka sebaiknya diam.

Demikianlah amanat pembina upacara pada hari ini.


Terimakasih atas perhatiannya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Amanat Pembina Upacara : Tentang Etika

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Yang Saya Hormati Ibu Kepala Sekolah beserta staf
Yang Saya Hormati Bapak / Ibu Guru
Dan Yang Saya Sayangi Siswa/Siswi yang berbahagia.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan berusaha menyampaikan amanat pembina
upacara yang singkat tentang etika.

Etika adalah ilmu tentang sikap atau prilaku yang baik. Orang yang beretika akan selalu
berperilaku baik. Karena perilaku baik telah menjadi kebiasaannya sehari-hari. Orang yang
beretika kepada ayah dan ibu selalu berbicara sopan kepada mereka. Mentaati perintah dan
larangan mereka. Membantu pekerjaan sehari-hari di rumah. Misalnya membersihkan tempat
tidur, mencuci sepatu sekolahnya, menyapu halaman rumah dan lain-lain. Ayah dan ibu adalah
orang tua yang harus dihormati sedangkan orang yang lebih tua wajib menyayangi yang lebih
muda.

Guru dapat dianggap orang tua di sekolah. Ia menyampaikan ilmu dan keterampilan kepada
siswa. Guru juga menjaga siswanya agar nyaman di sekolah. Siswa wajib menghormati gurunya,
melaksanakan tugas yang diberikan gurunya, agar bisa lulus sekolah dengan baik.

Teman-teman juga harus dihormati. Walaupun teman sebaya, berbicara dan bertingkah
laku sopan juga harus dilakukan terhadap mereka dan terhadap sesama makhluk Tuhan.

Demikianlah amanat pembina upacara pada hari ini


Terimakasih atas perhatiannya
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Amanat Pembina Upacara : Sekolah Yang Menarik

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Yang Saya Hormati Ibu Kepala Sekolah beserta staf
Yang Saya Hormati Bapak / Ibu Guru
Dan Yang Saya Sayangi Siswa/Siswi yang berbahagia.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan berusaha menyampaikan amanat pembina
upacara yang singkat tentang sekolah yang menarik.

Upacara bendera dilaksanakan setiap hari Senin di sekolah ini. Sekolah ini menjadi besar
karena gurunya bagus-bagus, siswanya bagus-bagus dan fasilitasnya bagus-bagus. Sehingga
alumninya pun bagus-bagus. Dipercaya oleh masyarakat dan menarik minat mereka untuk
menyekolahkan putra-putri mereka di sekolah ini.

Siswa dan guru sama-sama menjalankan dan menegakkan disiplin dan tata tertib sekolah.
Disiplin dan tata tertib sekolah yang dijalankan dan ditegakkan dengan baik menjadi salah satu
daya tarik bagi masyarakat untuk mendaftar di sekolah ini. Disiplin dan tata tertib sekolah
membuat sekolah nyaman, aman dan kondusif. Bersih indah dan menarik.

Demikianlah amanat pembina upacara pada hari ini


Terimakasih atas perhatiannya
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Amanat Pembina Upacara : Sekolah Yang Menarik

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Yang Saya Hormati Ibu Kepala Sekolah beserta staf
Yang Saya Hormati Bapak / Ibu Guru
Dan Yang Saya Sayangi Siswa/Siswi yang berbahagia.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan berusaha menyampaikan amanat pembina
upacara yang singkat tentang sekolah yang menarik.

Upacara bendera dilaksanakan setiap hari Senin di sekolah ini. Sekolah ini menjadi besar
karena gurunya bagus-bagus, siswanya bagus-bagus dan fasilitasnya bagus-bagus. Sehingga
alumninya pun bagus-bagus. Dipercaya oleh masyarakat dan menarik minat mereka untuk
menyekolahkan putra-putri mereka di sekolah ini.

Siswa dan guru sama-sama menjalankan dan menegakkan disiplin dan tata tertib sekolah.
Disiplin dan tata tertib sekolah yang dijalankan dan ditegakkan dengan baik menjadi salah satu
daya tarik bagi masyarakat untuk mendaftar di sekolah ini. Disiplin dan tata tertib sekolah
membuat sekolah nyaman, aman dan kondusif. Bersih indah dan menarik.

Demikianlah amanat pembina upacara pada hari ini


Terimakasih atas perhatiannya
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Amanat Pembina Upacara : Yang Menyentuh Hati

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Yang Saya Hormati Ibu Kepala Sekolah beserta staf
Yang Saya Hormati Bapak / Ibu Guru
Dan Yang Saya Sayangi Siswa/Siswi yang berbahagia.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan menyampaikan amanat pembina upacara yang
dengan harapan bisa menyentuh hati kita semua.

Bersekolah itu adalah hak dan kewajiban setiap warga Negara Indonesia. Dulu ada program
wajib belajar 6 (enam) tahun yaitu tingkat SD/MI (Sekolah Dasar/ Madarasah Ibtidaiyah).
Kemudian menjadi wajib belajar 9 (Sembilan) tahun yaitu tingkat SD/MI dan SMP/MTs
(Sekolah Dasar/ Madarasah Ibtidaiyah dan Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah.
Dan sekarang adalah wajib belajar 12 (dua belas) tahun yakni tingkat SD/MI, SMP/MTs dan
SMA/ MA (Sekolah Dasar/ Madarasah Ibtidaiyah- Sekolah Menengah Pertama/Madrasah
Tsanawiyah dan Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah).

Belajar itu wajib demi masa depan yang lebih baik. Masa depan yang lebih baik dapat lebih
mudah diraih dengan bersekolah. Di sekolah para siswa belajar dan berusaha meraih nilai rapor
atau prestasi sebaik-baiknya. Semakin baik prestasinya, semakin banyak penghormatan yang ia
dapat dari kawan-kawan dan gurunya.

Sekolah adalah tempat belajar meraih prestasi. Apakah prestasi belajar intrakurikuler atau
ekstrakurikuler dan lain-lain. Di sekolah, seorang siswa mendapat penghormatan bukan karena
anak orang mampu. Tapi karena ia berprestasi dan berakhlak mulia.

Orang-orang hebat di Indonesia misalnya Jendral Moeldoko, Panglima TNI, berjalan kaki pada
waktu subuh untuk mencapai sekolahnya. Presiden Soeharto pernah hanya punya celana dan
tidak punya baju pada masa kanak-kanaknya. Tapi ia sekolah dengan sungguh-sungguh. Presiden
Jokowi ketika SD dan SMP pernah jadi ojek payung dan kuli angkut barang. Ia sekolah sungguh-
sungguh dan ia jadi presiden.

Ada banyak lagi orang-orang besar yang masa kecilnya hidup prihatin tapi mereka sungguh-
sungguh sekolah hingga berhasil. Presiden Habibie adalah anak yatim. Ayahnya meninggal
ketika ia berusia 13 tahun. Tapi ia terus sekolah hingga ia berhasil meraih cita-cita. Wakil
presiden Indonesia, Sudharmono adalah anak yatim piatu ketika masih berumur tiga tahun. Tapi
ia rajin sekolah hingga akhirnya menjadi wakil presiden.

Demikianlah amanat pembina upacara pada hari ini


Terimakasih atas perhatiannya
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Amanat Pembina Upacara : Sopan Santun

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Yang Saya Hormati Ibu Kepala Sekolah beserta staf
Yang Saya Hormati Bapak / Ibu Guru
Dan Yang Saya Sayangi Siswa/Siswi yang berbahagia.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan menyampaikan amanat pembina upacara yang
berjudul: Sopan Santun

Sopan santun adalah bersikap menghormati dan bertindak tenang dan halus. Orang yang
memiliki sopan santun selalu bertindak sesuai dengan cara yang diterima oleh masyarakat,
menunjukkan rasa hormat, peduli dan perhatian kepada orang lain. Contoh sopan santun
misalnya: mengucap salam, menyapa teman atau orang lain yang lebih tua, tidak memotong
bicara atau antrian, berbicara dengan suara yang pantas yaitu tidak terlalu keras dan tidak terlalu
pelan. Tertib lalu lintas, mengucapkan terima kasih bila mendapat bantuan atau pertolongan.
Mengucap maaf atau permisi bila meminta bantuan.

Lain lubuk lain ikan, lain padang lain belalang, lain daerah lain pula cara bersopan santun. Di
beberapa daerah membelakangi orang tua dianggap sopan, tapi di daerah lain dianggap tidak
sopan. Di suatu daerah, menatap mata ketika berbicara dianggap sopan, tapi di daerah lain,
dianggap tidak sopan.

Sopan santun menyenangkan hati orang lain. Sehingga orang lain juga akan membalasnya
dengan sikap yang sama. Berbicara dengan cara yang sopan, lebih mudah diterima oleh lawan
bicara dibandingkan dengan cara yang tidak sopan. Keberhasilan akan lebih mudah diraih bila
berbicara dan bertindak dengan sopan santun. Sebaliknya pertengkaran dan perselisihan akan
selalu terjadi bila tidak menjaga sopan santun.

Sopan santun dimulai sejak kecil. Karena akan sulit jika dipelajari pada masa tua. Ibarat ranting
pohon yang masih muda, yang masih bisa diluruskan. Tapi ranting yang tua akan patah bila
dibengkokkan.

Demikianlah amanat pembina upacara pada hari ini


Terimakasih atas perhatiannya
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Amanat Pembina Upacara : Setelah UTS (Ulangan Tengah Semester)

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Yang Saya Hormati Ibu Kepala Sekolah beserta staf
Yang Saya Hormati Bapak / Ibu Guru
Dan Yang Saya Sayangi Siswa/Siswi yang berbahagia.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan menyampaikan amanat pembina upacara yang
berjudul: Kegiatan Setelah UTS (Ulangan Tengah Semester)

Satu semester terdiri dari enam bulan. Ulangan tengah semester disingkat UTS adalah penilaian
tengah semester atau mid semester. Tujuannya adalah mempersiapkan siswa dalam menghadapi
ujian berikutnya yaitu ulangan akhir semester (UAS). UAS adalah penilaian akhir semester
(PAS). Ujian akhir ini sangat mempengaruhi kenaikan kelas atau kelulusan siswa. Oleh karena
itu sebelumnya perlu diakan pemanasan berupa UTS.

Untuk menghadapi ujian sebaiknya menggunakan prinsip 1 X 3, bukan 3 X 1. Maksudnya adalah


sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit. Satu materi pelajaran dicicil selama tiga hari. Bukan
tiga materi pelajaran yang gabungkan dalam satu hari. Belajar sedikit demi sedikit, lebih baik
karena memberi kesempatan kepada otak dan tubuh untuk recovery. Bila otak dan tubuh tidak
diberi kesempatan untuk recovery, maka akan drop dan sakit.

Hasil belajar tiga bulan dapat diketahui dengan UTS. Setelah UTS maka siswa dapat mengetahui
hasil belajarnya selama ini. Hasil belajar tersebut berupa nilai yang menjadi acuan untuk
kegiatan belajar selanjutnya. Tindak lanjut setelah UTS sangat mendesak untuk dilakukan. Agar
nilai rapor akhir semester dapat lebih meningkat.

Memperbanyak tubian terhadap mata pelajaran yang masih rendah nilainya, sangat penting. Bila
tidak maka nilai UTS tersebut akan tetap rendah. Mengulangi pelajaran secara bertubi-tubi
adalah kunci sukses dalam belajar. Semakin sering suatu pelajaran diulang-ulang, maka semakin
mudah dihafal. Tentu saja dihafal sedikit demi sedikit. Seperti seikat sapu lidi, tidak dapat
dipatahkan sekaligus. Tapi dipatahkan lidinya satu persatu.

Demikianlah amanat pembina upacara pada hari ini


Terimakasih atas perhatiannya
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Amanat Pembina Upacara : Meraih Cita-cita

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Yang Saya Hormati Ibu Kepala Sekolah beserta staf
Yang Saya Hormati Bapak / Ibu Guru
Dan Yang Saya Sayangi Siswa/Siswi yang berbahagia.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan menyampaikan amanat pembina upacara yang
berjudul: Meraih cita-Cita

Cita-cita adalah impian, keinginan, rencana atau harapan yang ingin diraih atau diwujudkan oleh
seseorang. Setiap orang punya cita-cita. Ada yang cita-citanya kuat, ada pula yang tidak.
Semakin kuat keinginannya, semakin terbuka jalan untuk meraih atau mewujudkannya. Ada
seribu satu jalan bagi yang mau bersungguh-sungguh. Tapi ada seribu satu alasan bagi yang tidak
mau. Di mana ada kemauan di sana pula ada jalan. Where there is a will there is a way. Oleh
karena itu bercita-citalah setinggi langit. Apabila tidak bisa setinggi langit, maka cukup setinggi
burung di langit. Apabila tidak bisa, maka cukup setinggi pohon kelapa. Apabila tidak bisa juga,
maka cukup setinggi pohon mangga.

Seseorang yang sehat jasmani dan rohani bercita-cita ingin menjadi TNI/Polri. Bila tidak
kesampaian, ia bisa menjadi satpam. Seseorang yang pintar, bercita-cita ingin menjadi dosen.
Bila tidak kesampaian maka ia bisa menjadi guru. Seseorang yang suka menolong, bercita-cita
menjadi dokter, bila tidak kesampaian, maka ia bisa menjadi bidan atau perawat.

Cita-cita diraih dengan proses belajar. Tidak ada seorangpun yang lahir langsung pintar. Seorang
bayi, belajar berjalan, lalu belajar berbicara, lalu sekolah dan menjadi pintar. Oleh karena itu,
tidak ada seorang bayi yang langsung jadi tentara dan punya pistol. Tapi bayi tersebut harus
melalui proses belajar hingga dewasa dan jadi tentara.

Belajar dengan sungguh-sungguh di sekolah atau madrasah adalah jalan terbaik untuk menggapai
cita-cita. Orang yang bersekolah lebih mudah meraih cita-cita dibandingkan dengan yang tidak
bersekolah. Semakin tinggi sekolahnya, semakin dekat dengan cita-citanya. Orang yang
memiliki cita-cita, hidupnya lebih bersemangat dan lebih sehat dibandingkan dengan orang yang
tidak punya cita-cita. Penyakit akan lebih suka mendekati orang yang tidak punya cita-cita.
Semua yang dimiliki bisa hilang. Tapi harapan dan cita-cita harus ada selama hayat dikandung
badan. Mari gantungkan cita-cita setinggi langit.

Demikianlah amanat pembina upacara pada hari ini


Terimakasih atas perhatiannya
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Amanat Pembina Upacara : Budaya Malu

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Yang Saya Hormati Ibu Kepala Sekolah beserta staf
Yang Saya Hormati Bapak / Ibu Guru
Dan Yang Saya Sayangi Siswa/Siswi yang berbahagia.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan menyampaikan amanat pembina upacara yang
berjudul: Budaya Malu

Malu adalah perasaan yang dimiliki oleh setiap orang. Rasa malu adalah pembeda antara orang
yang waras dan yang tidak. Orang yang waras akan merasa malu untuk berjalan tanpa busana di
pusat keramaian. Sebaliknya orang yang tidak waras tidak akan malu dan akan melakukan
apapun tanpa rasa malu.

Orang yang normal memiliki rasa malu kepada diri sendiri bila tidak mampu mewujudkan
resolusi yang telah dicita-citakan dalam hati. Orang yang normal akan memiliki rasa malu
kepada Tuhan jika tidak beribadah kepada-Nya. Orang yang normal akan merasa malu kepada
orang lain atau masyarakat jika ketahuan berbuat tidak baik.

Seorang siswa lazimnya merasa malu jika memperoleh nilai ujian yang rendah. Ia akan belajar
lebih giat lagi agar nilainya bagus. Ia akan mengikuti ujian dengan jujur. Ia malu bila curang
dalam ujian. Seorang siswa akan merasa bangga bila memiliki prestasi. Sebaliknya akan malu
bila mendapat hukuman dari sekolah.

Lazimnya seseorang merasa malu jika teman atau keluarganya mendapat malu. Oleh karena itu
ia akan berusaha melindungi diri dan orang terdekatnya agar tidak mendapat malu. Dalam
agama Islam, rasa malu adalah salah satu bagian dari keimanan. Semakin rendah rasa malunya,
maka rendah pula imannya. Semakin tinggi malunya, semikn tinggi pula imannya.

Demikianlah amanat pembina upacara pada hari ini


Terimakasih atas perhatiannya
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Amanat Pembina Upacara : Menghadapi Ujian Sekolah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Yang Saya Hormati Ibu Kepala Sekolah beserta staf
Yang Saya Hormati Bapak / Ibu Guru
Dan Yang Saya Sayangi Siswa/Siswi yang berbahagia.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan menyampaikan amanat pembina upacara yang
berjudul: Menghadapi Ujian Sekolah

Sebentar lagi ujian akan tiba. Dalam ujian para siswa harus menjawab semua pertanyaan yang
diberikan oleh guru. Pertanyaan tersebut berkaitan erat dengan materi pembelajaran yang sudah
dipelajari. Hasil ujian tersebut dilaporkan dalam bentuk buku laporan evaluasi belajar siswa yang
disebut buku rapor.

Ujian sangat menentukan kelulusan siswa. Dengan ujian maka tingkat kepintaran siswa dapat
diketahui. Biasanya semakin pintar seorang siswa, semakin tinggi pula nilai rapornya. Cara
terbaik untuk pintar adalah belajar setiap hari. Membaca buku pelajaran setiap hari. Mengulang
pelajaran setiap hari. Semakin sering membaca buku pelajaran maka akan semakin pintar.
Semakin sering mengulang pelajaran, maka akan semakin pintar. Tidak ada seorangpun yang
lahir langsung pintar. Tapi orang pintar itu karena proses belajar.

Orang yang pintar tidak akan curang dalam ujian. Ia sadar bahwa ujian adalah untuk mengukur
pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dimilikinya. Ia sadar bahwa curang dalam ujian
adalah sikap yang tidak baik.

Demikianlah amanat pembina upacara pada hari ini


Terimakasih atas perhatiannya
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Amanat Pembina Upacara : Tahun Baru Islam

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Yang Saya Hormati Ibu Kepala Sekolah beserta staf
Yang Saya Hormati Bapak / Ibu Guru
Dan Yang Saya Sayangi Siswa/Siswi yang berbahagia.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan menyampaikan amanat pembina upacara yang
berjudul: Tahun Baru Islam
Beberapa waktu yang lalu umat Islam merayakan tahun baru Hijriah. Yaitu tahun baru umat
Islam. Tahun baru Islam diperingati setiap tanggal satu bulan Muharam. Sistem kalender Islam
dan Jawa berdasarkan peredaran bulan. Sedangkan sistem kalender Masehi berdasarkan
peredaran matahari. Oleh karena itulah kalender Islam dan Jawa tidak jauh berbeda. Sistem
kalender Islam ditetapkan oleh khalifah Umar bin Khattab pada tahun 638 M (17 H). yaitu
berpatokan pada peritiwa hijrahnya nabi Muhammad saw dari Mekkah ke Madinah.

Tahun baru adalah momentum untuk introspeksi diri. Beruntunglah orang yang masa sekarang
dan masa depannya lebih baik dari masa lalunya. Masa depan akan menjadi baik jika mulai dari
sekarang selalu melakukan hal yang baik terus-menerus.

Tahun baru adalah momentum untuk menjadikan pengalaman masa lalu sebagai pelajaran yang
berharga. Tak ada yang dapat mengajari seseorang lebih baik dari pengalaman masa lalunya.
Alangkah ruginya orang yang jatuh berkali-kali ke lubang yang sama.

Tahun baru adalah momentum yang tepat untuk menentukan rencana atau pencapaian yang harus
diraih. Dengan menetapkan target yang harus diraih, maka hari-hari akan dilalui dengan penuh
harapan, penuh gairah, dan penuh semangat.

Demikianlah amanat pembina upacara pada hari ini


Terimakasih atas perhatiannya

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Amanat Pembina Upacara : Hari Ibu

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Yang Saya Hormati Ibu Kepala Sekolah beserta staf
Yang Saya Hormati Bapak / Ibu Guru
Dan Yang Saya Sayangi Siswa/Siswi yang berbahagia.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan menyampaikan amanat pembina upacara yang
berjudul: Hari Ibu
Seorang ibu mengandung anaknya selama sembilan bulan sepuluh hari. Lalu menumpahkan
darahnya untuk melahirkan anak-anaknya. Banyak ibu yang mengorbankan nyawa demi
melahirkan anaknya. Baik ketika melahirkan maupun setelah melahirkan beberapa hari.

Ibu mengasuh dan menyusui bayinya selama lebih kurang dua tahun. Setiap malam ia terbangun
untuk mengasuh dan menyusui bayinya. Apalagi ketika bayinya terserang demam. Alangkah
besarnya perjuangan seorang ibu untuk anak-anaknya.

Ketika telah dewasa, tak jarang seorang anak masih menyusahkan ibunya. Demikianlah kasih
sayang ibu sepanjang masa hidupnya. Oleh karena itu sudah seharusnya seoarang anak
membalas jasa-jasa ibunya. Selalu berbuat baik dan mendo’akannya.

Untuk mengenang jasa ibu, di negara Republik Indonesia hari ibu diperingati setiap tanggal 22
Desember. Berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 316 tahun 1959 yang
menetapkan bahwa tanggal 22 Desember sebagai hari ibu sekaligus hari besar nasional bukan
hari libur.

Surat keputusan tersebut dilatarbelakangi oleh kongres perempuan Indonesia tanggal 22


Desember 1928 di Yogyakarta yang mendeklarasikan tekad dan perjuangan kaum ibu untuk
mewujudkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Demikianlah amanat pembina upacara pada hari ini


Terimakasih atas perhatiannya
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Amanat Pembina Upacara : Akhlak Terpuji

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Yang Saya Hormati Ibu Kepala Sekolah beserta staf
Yang Saya Hormati Bapak / Ibu Guru
Dan Yang Saya Sayangi Siswa/Siswi yang berbahagia.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan menyampaikan amanat pembina upacara yang
berjudul: Akhlak Terpuji

Akhlak terpuji adalah ucapan atau perbuatan yang baik. Misalnya sopan dalam perkataan.
Perkataan yang tidak sopan dapat menyakitkan hati pendengarnya. Ucapan yang sopan lebih baik
dari pada memberi sesuatu tapi disertai dengan ucapan yang menyakitkan.

Akhlak terpuji berikutnya adalah suka menolong. Misalnya menolong ibu menyapu rumah, atau
mencuci piring. Menolong teman yang sedang sakit dengan menjenguk dan mendo’akannya agar
cepat sembuh, dan sebagainya.

Akhlak terpuji selanjutnya adalah amanah (dapat dipercaya). Orang yang amanah tidak suka
berkhianat. Siswa yang mendapat amanat menjadi ketua kelas maka akan menjalankan tugas
yang diembannya dengan baik. Ia tidak menyalahgunakannya. Siswa yang mendapat amanah
sebagai pengurus OSIS akan menjalankan tugas organisasi dengan sebaik-baiknya. Ia tidak
menyalahgunakannya.

Akhlak terpuji berikutnya adalah jujur. Siswa yang jujur akan disenangi oleh teman-temannya
dibandingkan dengan siswa yang tidak jujur. Siswa yang tidak jujur adalah siswa yang suka
berkhianat. Siswa yang berbohong akan menutupi kebohongannya dengan kebohongan-
kebohongan berikutnya. Ia akan memiliki derajat yang rendah di mata teman-temannya.

Segala sesuatu yang banyak akan menjadi murah harganya. Kecuali akhlak terpuji. Semakin
banyak akhlak terpuji seseorang, maka semakin tinggi harga dirinya.

Demikianlah amanat pembina upacara pada hari ini


Terimakasih atas perhatiannya
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Amanat Pembina Upacara : Semangat Belajar

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Yang Saya Hormati Ibu Kepala Sekolah beserta staf
Yang Saya Hormati Bapak / Ibu Guru
Dan Yang Saya Sayangi Siswa/Siswi yang berbahagia.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan menyampaikan amanat pembina upacara yang
berjudul: Semangat Belajar

Bayi yang baru lahir, tidak punya kepintaran apapun. Beberapa bulan kemudian ia belajar
berdiri dan belajar berjalan. Ia belajar berbicara bahasa ibu. Beberapa tahun kemudian ia sekolah
dan menjadi pintar. Ada yang menamatkan sekolah dokter, maka ia menjadi dokter. Ada yang
menamatkan sekolah polisi, maka ia menjadi polisi. Ada yang menamatkan sekolah tentara,
maka ia jadi tentara. Ada yang menamatkan sekolah guru, maka ia menjadi guru dan seterusnya.

Orang yang punya cita-cita, akan berusaha meraih cita-citanya. Ia berusaha meraih cita-citanya
dengan belajar. Ia memiliki semangat belajar. Hari-harinya dijalani dengan penuh semangat.
Orang yang hari-harinya penuh semangat, akan jauh dari penyakit, dibandingkan dengan orang
yang tidak semangat. Ia menjadi lebih semangat, karena cita-citanya sejalan dengan hobinya.

Semangat belajar itu penting, siswa yang semangat belajar akan disayangi guru dan disegani oleh
teman-teman. Di sekolah akan bertambah banyak siswa yang ingin berteman dengannnya. Siswa
yang semangat belajar akan aktif dalam berbagai aktifitas di sekolah. Aktifitas tersebut sangat
bermanfaat bagi masa depannya, untuk meraih cita-cita.

Demikianlah amanat pembina upacara pada hari ini


Terimakasih atas perhatiannya
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Amanat Pembina Upacara : Generasi Muda Penerus Bangsa

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Yang Saya Hormati Ibu Kepala Sekolah beserta staf
Yang Saya Hormati Bapak / Ibu Guru
Dan Yang Saya Sayangi Siswa/Siswi yang berbahagia.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan menyampaikan amanat pembina upacara yang
berjudul: Generasi Muda Penerus Bangsa.

Generasi muda memiliki peranan penting dalam kemajuan negara. Kondisi suatu negara
bergantung pada generasi mudanya. Pemerintahan penjajah Belanda digoyahkan oleh pemuda
dengan pergerakan organisasi Budi Utomo, peristiwa Sumpah Pemuda dan lain-lain.
Pemerintahan penjajah Jepang ditumbangkan oleh pemuda dengan peristiwa Rengasdengklok.
Pemerintahan orde lama ditumbangkan dengan demonstrasi pemuda dan mahasiswa. Demikian
juga dengan pemerintahan orde baru.

Pada masa penjajahan Belanda, para pemuda membentuk organisasi Budi Utomo. Organisasi
tersebut berdiri tanggal 20 Mei 1908. Organisasi ini telah membangkitkan semangat
nasionalisme rakyat Indonesia. Oleh karena itulah hingga sekarang setiap tanggal 20 Mei
diperingati sebagai hari kebangkitan nasional. Lalu pada tanggal 28 Oktober 1928 para pemuda
berkumpul di Jakarta untuk mendeklarasikan Sumpah Pemuda. Yaitu bertumpah darah satu,
berbangsa satu dan berbahasa satu yaitu Indonesia. Hingga sekarang setiap tanggal 28 Oktober
diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda.

Pada masa penjajahan Jepang, golongan muda menculik Soekarno – Hatta ke Rengasdengklok.
Peristiwa tersebut terjadi tanggal 16 Agustus 1945. Golongan muda memaksa Soekarno – Hatta
untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesisa. Usaha golongan muda
membuahkan hasil. Tanggal 1 Agustus 1945 Soekarno – Hatta memproklamirkan kemerdekaan
RI. Hingga saat ini tanggal 17 Agustus diperingati sebagai hari kemerdekaan RI.

Pada masa kemerdekaan, pemerintahan orde lama dan orde baru berhasil ditumbangkan oleh
demonstrasi para pemuda dan mahasiswa. Alangkah besarnya peranan generasi muda. Oleh
karena itu, kemajuan bangsa pada masa sekarang dan masa yang akan datang bergantung kepada
pendidikan generasi mudanya. Yaitu pendidikan yang menyeluruh, mencakup ilmu pengetahuan,
keterampilan dan sikap.

Demikianlah amanat pembina upacara pada hari ini


Terimakasih atas perhatiannya
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Amanat Pembina Upacara : Tata Tertib Sekolah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Yang Saya Hormati Ibu Kepala Sekolah beserta staf
Yang Saya Hormati Bapak / Ibu Guru
Dan Yang Saya Sayangi Siswa/Siswi yang berbahagia.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan menyampaikan amanat pembina upacara yang
berjudul: Tata Tertib Sekolah Sekolah.

Tiap sekolah memiliki tata tertib sekolah. Setiap siswa wajib mematuhi tata tertib tersebut. Bila
tidak mematuhinya, maka siswa yang bersangkutan akan mendapat sanksi. Bahkan dapat di skor
atau dikembalikan kepada orang tuanya. Tata tertib sangat penting. Ia seperti rel kereta api yang
mengantarkan penumpangnya ke tujuan.

Tata tertib sekolah bermanfaat untuk mengingatkan tugas siswa. Siswa dapat tamat sekolah bila
sudah menyelesaikan tugas demi tugas yang diberikan oleh guru. Tugas-tugas tersebut sangat
penting untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap siswa.

Tata tertib sekolah bermanfaat untuk mengefektifkan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan


sekolah. Kegiatan belajar mengajar tidak efektif jika siswa tidak hadir tepat waktu. Ataupun jika
siswa pulang ke rumah lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan.

Tata tertib sekolah bermanfaat untuk melatih tanggung jawab siswa. Tanggung jawab untuk
mengikuti kegiatan belajar mengajar. Tanggung jawab untuk melaksanakan tugas-tugas. Siap
menerima akibat bila tidak melaksanakan tugas. Siap mendapat nilai rapor yang rendah bila tidak
mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik.

Tata tertib sekolah bermanfaat untuk melatih disiplin siswa. Terutama disiplin waktu. Tiap
kegiatan ada waktunya. Ada waktu belajar, ada waktu untuk bermain, ada waktu makan, sholat,
istirahat, tidur dan sebagainya. Bila makan tidak tepat waktu maka akan sakit. Bila tidur tidak
tepat waktu maka akan sakit juga. Oleh karena itu disiplin waktu sangat penting.

Demikianlah amanat pembina upacara pada hari ini


Terimakasih atas perhatiannya
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Amanat Pembina Upacara : Kebersihan Sekolah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Yang Saya Hormati Ibu Kepala Sekolah beserta staf
Yang Saya Hormati Bapak / Ibu Guru
Dan Yang Saya Sayangi Siswa/Siswi yang berbahagia.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan menyampaikan amanat pembina upacara yang
berjudul: Kebersihan Sekolah

Sekolah adalah tempat para siswa belajar. Siswa belajar di sekolah dari pagi hingga siang. Siswa
belajar di sekolah agar menjadi pintar. Agar dapat meraih cita-cita. Ada yang cita-citanya ingin
menjadi polisi, tentara, pengusaha, dokter, bidan, perawat, kyai, ustadz, presiden petani sukses,
pedagang sukses dan lain-lain.

Kebersihan sekolah harus dijaga. Agar sekolah menjadi tempat yang nyaman untuk belajar
sehingga para siswa dan tenaga kependidikan menjadi betah. Kebersihan harus dijaga agar tubuh
menjadi sehat. Bila lingkungan kotor maka tubuh menjadi mudah terserang penyakit. Sekolah
yang bersih menjadikan sekolah sebagai tempat yang kondusif untuk belajar. Kondusif
maksudnya tidak ada gangguan lalat, bau-bauan, sampah dan lain-lain. Sekolah yang bersih
menjadikan siswa fokus untuk belajar, semangat belajar.

Untuk menjaga kebersihan sekolah maka piket kelas harus bekerja dengan benar. Bagi siswa
yang tidak piket kelas maka buanglah sampah pada tempatnya. Agar lingkungan sekolah menjadi
bersih. Agar meja dan kursi menjadi bersih maka jangan mencoret-coret meja dan kursi jangan
mencoret-coret sekolah. Kemudian yang buang air kecil, maupun air besar di toilet maka harus
disiram yang bersih, agar tidak menimbulkan bau yang tidak sedap.

Demikianlah amanat pembina upacara pada hari ini


Terimakasih atas perhatiannya
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Amanat Pembina Upacara : Berani Bertanggung Jawab

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Yang Saya Hormati Bapak Kepala Sekolah beserta staf
Yang Saya Hormati Bapak / Ibu Guru
Dan Yang Saya Sayangi Siswa/Siswi yang berbahagia.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan menyampaikan amanat pembina upacara yang
berjudul: Berani Bertanggung Jawab

Setiap orang harus memiliki rasa tanggung jawab. Rasa tanggung jawab akan membuat orang
berfikir tentang akibat dari perbuatan yang akan dilakukan. Begitupun jika perbuatan itu terlanjur
dilakukan, maka tidak boleh berlepas tangan. Jika lepas tangan, berarti tidak bertanggung
jawab. Tentu kita semua tidak mau dibilang tidak bertanggung jawab bukan? Oleh karena itu
mari berlatih bertanggung jawab.

Pertama bertanggung jawab terhadap kebersihan diri dan lingkungan, seperti mandi yang bersih,
menyikat gigi, merapikan tampat tidur atau kamar setelah bangun tidur. Apabila badan dan
lingkungannya tidak bersih maka akan terkena penyakit berbahaya.

Kedua bertanggung jawab mengerjakan tugas pribadi seperti PR atau tugas dari sekolah,
mengaji, shalat, mengulang pelajaran di rumah dan sebagainya. Apabila tidak rajin belajar maka
siap menerima nilai rapor yang rendah.

Ketiga bertanggung jawab menjaga diri dan barang-barang pribadi. agar selalu menjaga
keamanan dan berada di lingkungan yang aman. Apabila tidak maka bersiaplah menghadapi hal-
hal yang membahayakan.

Keempat bertanggung jawab menjalankan peraturan di rumah dan di sekolah. Peraturan di


rumah misalnya menjaga kebersihan rumah, seperti menyapu, mengepel, dan sebagainya.
Peraturan di sekolah misalnyamelaksanakan tugas piket kelas, datang dan pulang dari sekolah
tepat waktu. Apabila tidak dilaksanakan maka siap menerima konsekuensinya.

Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang dapat diandalkan. Ia akan mendapat
kepercayaan dan penghargaan serta penghormatan dari orang lain. Sehingga dapat
mempermudah jalan menuju keberhasilan.

Demikianlah amanat pembina upacara pada hari ini


Terimakasih atas perhatiannya
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Amanat Pembina Upacara; Menuntut Ilmu Adalah Ibadah

Assalamu’alaikum Warahmatullah wa barakatuh.


Alhamdulillahirabbil ‘alamin, Asshalaatu Wassalaamu ‘ala asyrafil ambiya wal mursalin
wa’ala alihi wa ashabihi ajmai’in.
‘amma ba’du.

Yang saya hormati Bapak Kepala Sekolah Beserta Staf


Yang saya hormati Dewan Guru
Dan yang saya sayangi Siswa-Siswi Semuanya.

Pada pagi hari ini kita bersama-sama berkumpul di halaman sekolah adalah dalam rangka
melaksanakan upacara bendera. Sebagai kegiatan rutin pada setiap hari Senin pagi, mengawali
kegiatan belajar mengajar pada awal pekan ini.

Kegiatan belajar mengajar adalah termasuk dzikir atau kegiatan ibadah kepada Allah sebagai
mana firman Allah swt. dalam surat al-Nahl: 43:

ِّ ‫سأَلُواْ أ َ ْه َل‬
َ ‫الذك ِّْر إِّن ُكنت ُ ْم الَ ت َ ْعلَ ُم‬
‫ون‬ ْ ‫فَا‬
Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.

Dzikir di sini berarti ilmu pengetahuan. Arti dzikir yang lain adalah:

Menyebut Asma Allah.

ِّ‫ّللا‬ ْ ‫فَا ْذك ُُروا ا‬..


َ ‫س َم‬
“Maka sebutlah nama Allah (al-Hajj:32)”

Arti dzikir selanjutnya adalah mengingat Allah:

َ‫َوا ْذكُر َربَكَ إِّذَا نَسِّيت‬


Ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa (al- Kahfi :24)

Arti dzikir berikutmya adalah membaca al-Quran


َ ‫ظ‬
‫ون‬ ِّ ‫إِّنَا نَحْ ُن نَ َز ْلنَا‬
ُ ِّ‫الذك َْر َوإِّنَا لَهُ لَ َحاف‬
“Sesungguhnya Kami lah yang menurunkan al-Quran dan sesungguhnya Kamilah yang
memeliharanya.” (al-Hijr: 9)
Selanjutnya adalah Dzikir dalam arti Shalat sebagai mana firman Allah dalam Surat Thaha: 14

َ ‫َوأَقِّ ِّم ال‬


‫صالةَ ِّل ِّذك ِّْري‬
Dan dirikanlah shalat dalam rangka dzikir pada Ku

Siswa-siswi yang berbahagia, berdasarkan dalil-dalil tadi maka marilah kita niat dalam hati
bahwa menuntut ilmu adalah dalam rangka dzikir atau ibadah kepada Allah swt.

Demikian amanat pembina upacara pada hari Senin ini, mohon maaf bila terdapat kekurangan
atau kesalahan.

Hadanallah wa iyyaakum ila shiraatim mustakim.


Wassalamu’alaikum Warahmatullah wa barakatuh.

Amanat Pembina Upacara : Disiplin Dimulai Dari Diri Sendiri

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Yang Terhormat Ibu Kepala Sekolah beserta staf
Yang Terhormat Bapak / Ibu Guru
Dan Yang Tersayang siswa/siswi yang berbahagia.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan menyampaikan amanat pembina upacara yang
berjudul: Disiplin dimulai dari diri sendiri.

Sudah diketahui bersama bahwa matahari adalah makhluk yang paling disiplin. Ia terbit pada
waktu pagi dan tenggelam pada waktu sore. Ia terbit di timur dan tenggelam di barat. Seandainya
ia tidak disiplin, maka kiamat telah tiba.

Disiplin adalah melaksanakan hak dan kewajiban tepat waktu dan tempatnya. Siswa yang
disiplin selalu datang ke sekolah tepat waktu. Tidak terlambat dan tidak terlalu cepat. Siswa yang
disiplin akan mematuhi peraturan-peraturan di sekolah.

Disiplin adalah jalan menuju keberhasilan. Disiplin harus dimulai dari diri sendiri dan
dilaksanakan sekarang juga. Kedisiplinan dapat dibentuk melalui hal-hal berikut ini:
1. Bangun tidur sebelum subuh dan tidur jam sembilan malam.
2. Sarapan sebelum ke sekolah. Bawalah bekal air minum dan makanan dari rumah.
3. Pulang sekolah berganti pakaian dan istirahat sejenak di rumah.
4. Buatlah jadwal kegiatan agar dapat lebih mudah mengatur waktu.
5. Tulislah kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan.
6. Laksanakan evaluasi diri atas kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan.
7. Jadikanlah kegiatan-kegiatan tersebut sebagai rutinitas sehari-hari.
Disiplin adalah kunci kesuksesan. Disiplin dilakukan di rumah, di sekolah, di jalan raya dan
tempat-tempat lainnya. Bila setiap orang bisa disiplin, maka masyarakatnya tertib, negaranya
makmur sejahtera. Semoga kita semua bisa menjadi pribadi yang disiplin.

Demikianlah amanat pembina upacara pada hari ini


Terimakasih atas perhatiannya
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

KEJUJURAN DIMULAI DARI SEKARANG

Jujur adalah berkata-kata dengan sebenarnya.


Misalnya; seorang siswa yang berkata dengan benar apakah ia sudah buat PR atau belum
Siswa yang jujur akan memperoleh kemudahan dalam belajar
Siswa yang jujur akan memperoleh kepercayaan dari teman dan guru.
Marilah kita memelihara kejujuran sebagai sifat yang wajib kita miliki.
Kejujuran dimulai dari sekarang, dimulai dari masa kecil hingga masa dewasa.
Kita para siswa SD adalah calon pemimpin di masa datang. Kejujuran dimulai dari sekarang.
Seandainya para pemimpin berkata dan bertindak jujur maka negara akan maju.
Seandainya para pemimpin tidak korupsi maka rakyat akan sejahtera.
Negara akan maju dan rakyat sejahtera bila kejujuran dijunjung tinggi.
Maukah teman-teman punya negara maju dan sejahtera?
Mau…?
Mari berkata jujur…
Mari bertindak jujur…

Pidato Hari Pahlawan

Assalamu’alaikum Warahmatullah wa barakatuh.


Alhamdulillahirabbil ‘alamin, Asshalaatu Wassalaamu ‘ala asyrafil ambiya wal mursalin wa’ala
alihi wa ashabihi ajmai’in. ‘amma ba’du.
Yang saya hormati Bapak Kepala Sekolah Beserta Staf
Yang saya hormati Dewan Guru
Dan yang saya sayangi siswa-siswi Semuanya.

Pada hari Senin ini saya akan menyampaikan amanat pembina upacara yang berjudul: Pahlawan.

Kata pahlawan berasal dari kata “pahala + wan”. Pahlawan adalah orang yang memiliki jasa
dan pengorbanan yang sangat besar, bahkan sampai jiwa dan raganya. Jasa dan pengorbanannya
sangat bermanfaat bagi masyarakat, agama, bangsa, dan negara. Oleh karena itu ada orang yang
berjasa kepada masyarakat, ada yang berjasa kepada agama, ada yang berjasa kepada bangsa dan
ada yang berjasa kepada negara, bahkan ada pula yang berjasa kepada dunia internasional.

Di Indonesia gelar Pahlawan Nasional diberikan oleh Presiden. Hari pahlawan diperingati
setiap tanggal 10 November untuk mengenang peristiwa 10 November 1945 di Surabaya. Pada
hari itu sekitar 6000 sampai 16.000 pejuang Indonesia gugur dalam pertempuran melawan para
penjajah sedangkan dari pihak penjajah hanya sekitar 600 sampai 2000 yang tewas.Latar
belakang pertempuran tersebut adalah berkibarnya bendera Belanda di Hotel Yamato di
Surabaya (sekarang Hotel Majapahit), padahal Indonesia sudah merdeka pada tanggal 17
Agustus 1945.

Ada banyak cara untuk menghargai pahlawan misalnya mengisi zaman kemerdekaan ini sesuai
dengan bidangnya masing-masing. Contohnya seorang siswa mengisinya dengan belajar yang
baik. Apakah kegiatan siswa hanya belajar saja? Tentu tidak. Kegiatan siswa sangat banyak
misalnya, pada jam 7.00 pagi mengawali KBM dengan mengaji, Jam 10 beristirahat dengan
bermain atau kegiatan santai lainnya. Jam 1 siang shalat Dzuhur berjama’ah, lalu makan siang
dan istirahat. Jam 3.30 shalat Ashar. Pada saat-saat tertentu siswa melaksanakan olahraga atau
latihan serta kursus dan lain-lain.

Piket siswa bekerja menyapu ruangan kelas sebelum KBM dimulai dan sebagainya. Bila seorang
siswa tidak mau piket maka siswa tersebut tidak memiliki sifat kepahlawanan. Karena salah satu
sifat kepahlawanan adalah mau bekerja keras, rela berkorban, berjiwa besar cinta tanah air dan
lain sebagainya.

Demikian amanat pembina upacara pada hari Senin ini, mohon maaf bila terdapat kekurangan
atau kesalahan. Assalamu’alaikum Warahmatullah wa barakatuh.

Pidato Upacara Bendera Hari Senin; Tanggung Jawab Sebagai Prilaku Terpuji

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Alhamdulilahi rabbil ‘alamin. Ashalatu wassalamu ‘ala asyrafil ambiya i, wal mursalin,
wa ‘ala ‘alihi wa ashabihi ajma’in.
‘amma ba’du;

Yang saya hormati Bapak Kepala Sekolah beserta Staf


Yang saya hormati Bapak/ Ibu Guru
Yang Saya sayangi siswa/siswi

Pada kesempatan yang berbahagia ini saya akan menyampaikan pidato yang berjudul:
“TANGGUNG JAWAB SEBAGAI PRILAKU YANG TERPUJI”

Hadirin yang berbahagia…


Rasulullah sallallahu ‘alahi wasallam bersabda:
ْ ‫ُكلُّ ُك ْم َراعٍ َو ُكلُّ ُك ْم َم‬
‫سؤ ُْو ٌل ع َْن َر ِّعيَ ِّت ِّه‬
Setiap manusia adalah pemimpin dan setiap manusia memiliki tanggung jawab. (Hadits Riwayat
Bukhari dan Muslim)

Seorang siswa, seorang guru, ibu, bapak, dan semua manusia memiliki tanggung jawabnya
masing-masing.

Hadirin yang berbahagia…


Menurut Kamus Bahasa Indonesia, tanggung jawab berarti menanggung segala akibat
perbuatannya dan menjawab segala pertanyaan akibat perbuatannya.
Tanggung jawab terbagi dua yaitu: horizontal dan vertikal
Tanggung jawab horizontal yaitu tanggung jawab terhadap manusia
Tanggung jawab vertikal yaitu tanggung jawab terhadap Allah

Misalnya seorang siswa mendapat PR dari guru, lalu PR tersebut dikerjakan dengan baik maka
siswa tersebut mendapat pujian dan nilai dari guru serta pahala dari Allah. Ini adalah contoh
siswa yang bertanggung jawab.

Hadirin yang berbahagia…


Seorang siswa yang tidak mengerjakan PR maka akan mendapat marah dari guru dan dosa dari
Allah serta harus bertanggung jawab dengan mengerjakan PR tersebut keesokan harinya agar
mendapat nilai dari guru.

Seorang siswa berhutang tapi tidak mau membayarnya adalah contoh siswa yang tidak
bertanggung jawab. Siswa seperti ini akan mendapat hukuman dari manusia dan dosa dari Allah.

Hadirin yang berbahagia…


Bertanggung jawab adalah perilaku yang terpuji dan baik. Sebaliknya tidak bertanggung jawab
adalah perilaku yang tidak baik.

Pada hakikatnya semua manusia mencintai kebaikan, oleh karena itu tidak ada manusia yang
ingin disakiti tapi semua manusia ingin mendapat kebaikan.

Hadirin yang berbahagia…


Cukup sekian pidato yang singkat ini, mohon maaf bila terdapat kesalahan atau kekurangan

Wabillahi taufiq wal hidayah


Wassalamu ‘alaikum warahmatullah wabarakaatuh.

Pidato Upacara Bendera Hari Senin; Iman & Taqwa Kepada Tuhan Yang Maha
Esa

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Alhamdulilahi rabbil ‘alamin. Ashalatu wassalamu ‘ala asyrafil ambiya i, wal mursalin,
wa ‘ala ‘alihi wa ashabihi ajma’in.
‘amma ba’du;

Yang saya hormati Bapak Kepala Sekolah beserta Staf


Yang saya hormati Bapak/ Ibu Guru
Yang Saya sayangi siswa/siswi

Pada kesempatan yang berbahagia ini saya akan menyampaikan pidato yang berjudul:
“IMAN DAN TAKWA PADA TUHAN YANG MAHA ESA”
Hadirin yang berbahagia…
Umat muslim wajib mengimani atau mempercayai Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa.
Umat muslim wajib mengimani atau mempercayai Malaikat-Malaikat Allah
Umat muslim wajib mengimani atau mempercayai Kitab-Kitab Allah
Umat muslim wajib mengimani atau mempercayai Nabi dan Rasul Allah
Umat muslim wajib mengimani atau mempercayai Hari Kiamat
Umat muslim wajib mengimani atau mempercayai Qadha dan Qadar

Hadirin yang berbahagia…


Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
‫يَ ْرفَ ِّع هللاُ ال ِّذ ْي َن آ َمنُوا ِّم ْنكُم َوالَ ِّذ ْي َن اُوتُوا ال ِّع ْل َم د ََر َجات‬
ِAllah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu (al-
Qur’an, Surat al-Mujadilah 11)

Hadirin yang berbahagia…


Mengenai taqwa Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
‫اِّن اَك َْر َمكُم ِّع ْن َد هللاِّ اتْ َقاكُم‬
Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. (al-
Qur’an, Surat al-Hujurat 13)

Hadirin yang berbahagia…


Bertaqwa berarti melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala bentuk larangan-Nya.

Orang yang beriman, berilmu dan bertaqwa harus berakhlak mulia karena pada hakikatnya
Rasulullah sallallahu ‘alahi wasallam diutus Allah ke dunia ini untuk menyempurnakan akhlak
yang mulia.

Sebagaimana sabda Rasulullah sallallahu ‘alahi wasallam:


‫اِّنَ َما بُ ِّعثْتُ الُتَ ِّم َم َمك َِّار َم االَ ْخالَق‬
Sesunggunya Aku diutus Allah ke dunia ini adalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.
(Hadits Riwayat Bukhari)

Hadirin yang berbahagia…


Inilah sebenarnya tujuan Allah mengutus Nabi Muhammad sallallahu ‘alahi wasallam, ke dunia
ini. Untuk itulah Kurikulum Pendidikan Negara Republik Indonesia mengutamakan karakter atau
akhlak mulia.
Oleh karena itu buat apa siswa pintar tapi akhlaknya tidak baik.
Lebih baik siswa yang biasa-biasa saja tapi akhlaknya baik
Tapi yang paling baik adalah siswa yang pintar dan berakhlak mulia.

Hadirin yang berbahagia…


Cukup sekian pidato yang singkat ini, mohon maaf bila terdapat kesalahan atau kekurangan
Wabillahi taufiq wal hidayah
Wassalamu ‘alaikum warahmatullah wabarakaatuh.
Pidato Upacara Bendera Hari Senin

Assalamu’alaikum Warahmatullah wa barakatuh.


Alhamdulillahirabbil ‘alamin, Asshalaatu Wassalaamu ‘ala asyrafil ambiya wal mursalin wa’ala
alihi wa ashabihi ajmai’in. ‘amma ba’du.
Yang saya hormati Bapak Kepala Sekolah Beserta Staf
Yang saya hormati Dewan Guru
Dan yang saya sayangi siswa-siswi Semuanya.

Pada pagi hari ini kita bersama-sama berkumpul di halaman sekolah adalah dalam rangka
melaksanakan upacara bendera.
Upacara bendera sangat penting karena dengan melaksanakan upacara bendera berarti kita
menghormati bendera negara RI. Siapa lagi yang menghormati bendera RI kalau bukan warga
negara Indonesia. Seperti yang kita ketahui bahwa bendera adalah salah satu simbol negara. Ada
beberapa simbol negara misalnya, garuda, ideologi, Pancasila, UUD’45, bendera merah putih,
presiden dan lain sebagainya.
Upacara bendera adalah penghormatan simbol negara yang berarti juga menghormati negara RI.
Bendera RI berwarna merah putih. Di dunia ini tidak ada yang benderanya sama. Tapi kalau
hanya mirip mungkin ada. Misalnya bendera merah putih dengan bendera Monaco.
Manusia juga tidak ada yang sama, kalau mirip mungkin ada misalnya dua anak kembar
memiliki perbedaan sidik jari, atau yang satu ada tahi lalatnya yang satu lagi tidak.
Ada yang mengatakan bahwa bendera RI adalah berasal dari bendera Belanda yaitu merah putih
biru yang di sobek birunya menjadi merah putih. Ada yang mengatakan bendera merah putih
berasal dari kerajaan Majapahit di Jawa Timur pada abad ke 13.
Terlepas dari benar atau salah tentang asal-usulnya, bahwa bendera RI tidak sama dengan
bendera lainnya. Bendera merah putih berskala 3:4 (tiga banding empat) sedangkan Monaco 4:5
(empat banding lima), sehingga bendera RI kelihatan lebih panjang dibandingkan dengan
bendera Monaco.
Manfaat lain dari upacara bendera adalah untuk kesehatan, melatih disiplin.
Dengan berdiri di lapangan yang disinari oleh sinar matahari pagi maka akan menyehatkan
tulang, kulit, dan badan, karena sinar matahari pagi mengandung pro-vitamin D.
Upcara bendera melatih disiplin karena bila sudah ada aba-aba dari pemimpin upacara, maka
seluruh peserta upacara mengikutinya.. bila aba-aba istirahat di tempat maka semuanya istirahat
di tempat. Bila aba-aba siap maka semuanya dalam posisi siap.
Disiplin adalah salah satu karakter atau akhlak yang mulia. Sebagaimana yang kita ketahui
bahwa karakter adalah salah satu unsur pokok dalam kurikulum pendidikan Indonesia.
Buat apa siswa pintar tapi akhlaknya tidak baik. Tapi yang lebih baik adalah siswa yang pintar
dan akhlaknya juga baik.
Demikian amanat pembina upacara pada hari Senin ini, mohon maaf bila terdapat kekurangan
atau kesalahan. Assalamu’alaikum Warahmatullah wa barakatuh.

Amanat Pembina Upacara : Pilihlah Sahabatmu

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh


Yang saya hormati Kepala Madrasah dan Staf
Dewan Guru dan Siswa-Siswi...
Pidato yang singkat ini berjudul:

Pilihlah Temanmu
‘Anil mar-i laa tas-al, wa sal ‘an qariinihi.
Artinya: Janganlah tanya tentang sifat seseorang, tapi perhatikan siapa teman-temannya.

Manusia cendrung berteman dengan yang sifatnya sama. Anak berteman dengan anak, remaja
dengan remaja, dewasa dengan dewasa. Orang baik bergaul dengan orang baik. Demikianlah
lazimnya.

Seseorang yang selalu bergaul dengan orang baik, maka ia dianggap orang baik.

Seseorang yang selalu bergaul dengan orang yang tidak baik, maka ia cenderung dianggap orang
yang tidak baik.

Dengan melihat siapa teman-temannya, maka sifat seseorang dapat diketahui. Oleh karena itu
pilihlah siapa temanmu.

Demikianlah pidato singkat ini, mohon maaf bila ada kekurangan atau kesalahan. Atas
perhatiannya saya ucapkan terimakasih .

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Amanat Pembina Upacara; Menuntut Ilmu Adalah Ibadah

Assalamu’alaikum Warahmatullah wa barakatuh.


Alhamdulillahirabbil ‘alamin, Asshalaatu Wassalaamu ‘ala asyrafil ambiya wal mursalin
wa’ala alihi wa ashabihi ajmai’in.
‘amma ba’du.

Yang saya hormati Bapak Kepala Sekolah Beserta Staf


Yang saya hormati Dewan Guru
Dan yang saya sayangi Siswa-Siswi Semuanya.

Pada pagi hari ini kita bersama-sama berkumpul di halaman sekolah adalah dalam rangka
melaksanakan upacara bendera. Sebagai kegiatan rutin pada setiap hari Senin pagi, mengawali
kegiatan belajar mengajar pada awal pekan ini.

Kegiatan belajar mengajar adalah termasuk dzikir atau kegiatan ibadah kepada Allah sebagai
mana firman Allah swt. dalam surat al-Nahl: 43:

ِّ ‫سأَلُواْ أ َ ْه َل‬
َ ‫الذك ِّْر إِّن كُنت ُ ْم الَ ت َ ْعلَ ُم‬
‫ون‬ ْ ‫فَا‬
Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.

Dzikir di sini berarti ilmu pengetahuan. Arti dzikir yang lain adalah:

Menyebut Asma Allah.

ِّ‫ّللا‬ ْ ‫فَا ْذك ُُروا ا‬..


َ ‫س َم‬
“Maka sebutlah nama Allah (al-Hajj:32)”

Arti dzikir selanjutnya adalah mengingat Allah:

َ‫َوا ْذكُر َربَكَ ِّإذَا نَسِّيت‬


Ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa (al- Kahfi :24)

Arti dzikir berikutmya adalah membaca al-Quran


َ ‫ظ‬
‫ون‬ ِّ ‫إِّنَا نَحْ ُن نَ َز ْلنَا‬
ُ ِّ‫الذك َْر َوإِّنَا لَهُ لَ َحاف‬
“Sesungguhnya Kami lah yang menurunkan al-Quran dan sesungguhnya Kamilah yang
memeliharanya.” (al-Hijr: 9)

Selanjutnya adalah Dzikir dalam arti Shalat sebagai mana firman Allah dalam Surat Thaha: 14

َ ‫َوأ َ ِّق ِّم ال‬


‫صالةَ ِّل ِّذك ِّْري‬
Dan dirikanlah shalat dalam rangka dzikir pada Ku

Siswa-siswi yang berbahagia, berdasarkan dalil-dalil tadi maka marilah kita niat dalam hati
bahwa menuntut ilmu adalah dalam rangka dzikir atau ibadah kepada Allah swt.

Demikian amanat pembina upacara pada hari Senin ini, mohon maaf bila terdapat kekurangan
atau kesalahan.

Hadanallah wa iyyaakum ila shiraatim mustakim.


Wassalamu’alaikum Warahmatullah wa barakatuh.
Khutbah Jum'at; Menuntut Ilmu

‫سالَ ُم َعلَ ْي ُك ْم َو َرحْ َمةُ هللا َو بَ َركَاتُه‬ َّ ‫ال‬


‫سيئ َات ا َ ْع َمالنا َ َم ْن َي ْهدى هللاُ فَالَ ُمض َّل لَه َو َم ْن‬ َ ‫ن‬ ْ ‫م‬ ‫و‬ َ ‫َا‬ ‫ن‬ ‫س‬ ُ ‫ف‬‫ن‬ْ ‫أ‬ ‫ر‬ ‫و‬ ُْ ‫ر‬ ُ
‫ش‬ ‫ن‬ْ ‫م‬ ‫هلل‬ ‫با‬ ُ ‫ذ‬ ‫و‬ ‫ع‬ ‫ن‬
َ ‫و‬
ُْ َ ُ ُ ْ َ ْ ْ‫ه‬ ‫ر‬ ‫ف‬‫غ‬ْ َ ‫ت‬ ‫س‬ ‫ن‬
َ ‫و‬ ُ ‫ه‬ ُ ‫ن‬ ‫ي‬ ‫َع‬ ‫ت‬ ‫س‬ ‫ن‬
َ ‫ْن‬‫ي‬ ‫م‬ َ ‫ل‬ ‫ا‬ ‫ع‬
َ ‫ال‬ ‫ب‬ ‫ر‬َ ‫هلل‬ ُ ‫د‬ ‫م‬
ْ َ ‫ال‬
‫ح‬
‫ي لَه‬ َ ‫يُضْلل فَالَ هَاد‬
‫عة‬
َ ‫َّا‬
‫س‬ ‫ال‬ ‫ى‬ ‫د‬ ‫ي‬
َ َ ً َ‫ْن‬ ‫ي‬ ‫ب‬ ‫ا‬ ‫ْر‬
‫ي‬ ‫َذ‬ ‫ن‬ ‫و‬ ‫ا‬ ‫ْر‬
َ ً َ َ ‫ي‬ ‫ش‬ ‫ب‬ ‫ق‬ ‫ح‬ ْ
‫ال‬ ‫ب‬ ُ ‫ه‬ َ ‫ل‬ ‫س‬
َ ْ ‫ر‬ َ ‫ا‬ ‫ه‬ ُ ‫ل‬ ‫و‬ ْ ُ َ َ ُ َ ‫ا ْش َهدُ ا َ َّن ُم َح َّمدًا‬
‫س‬ ‫ر‬ ‫و‬ ‫ه‬ ُ ‫د‬ ‫ب‬
ْ ‫ع‬
ً ‫ش ْيئا‬ ْ َّ
َ َ‫شدَ َو َم ْن يُ ْعص ْي ٍه َما فَإنَّهُ ال يَض ُُّر إال نَف َسه َوالَ يَض ُُّرهللا‬ َ ‫س ْولَه فَقَدْ َر‬ ُ ‫َم ْن يُط ْي ُع هللاَ َو َر‬
‫سان إلَى َي ْوم الديْن‬ َ ْ‫إح‬ ‫ب‬ ‫م‬
َُْ‫ه‬ ‫ع‬ ‫َب‬ ‫ت‬ ‫ن‬ ْ ‫م‬ ‫و‬
َ َ َ ‫ه‬ ‫اب‬ ‫ح‬ ‫ص‬
ْ َ ‫ا‬ ‫و‬
َ ‫ه‬ ‫آل‬ ‫لى‬ ‫ع‬
َ َ َ َّ َ ُ ‫و‬ ‫د‬ ‫م‬ ‫ح‬ ‫م‬ ‫َا‬ ‫ن‬ ‫د‬ ‫ي‬‫س‬َ ‫ى‬ َ ‫ل‬ ‫ع‬
َ ‫سل ْم‬ َ ‫صل َو‬ َ ‫الل ُه َّم‬
: ُ ‫أ َّما بَ ْعد‬
‫طغَى‬ َ ‫َاب َم ْن‬ َ ‫ى َو خ‬ َ َ ‫ق‬ْ ‫ت‬‫ا‬ ‫ن‬ ‫م‬
َ َ‫از‬ َ ‫ف‬ ْ ‫د‬ َ ‫ق‬ َ ‫ف‬ ‫هللا‬ ‫ى‬ ‫و‬
َ َ ْ
‫ق‬ َ ‫ت‬ ‫ب‬ ‫َّاي‬ ‫ي‬‫إ‬ َ ْ ‫فَا ُ ْوص ْي ُك‬
‫و‬ ‫م‬
‫الرحيْم‬ َ ‫الرحْ مـن‬ َّ ‫الرجيْم بسْم هللا‬ َّ ‫أع ُْوذُ باهلل منَ الش ْيطان‬
َ َّ
َ‫يَا أيُّ َها الَّذيْنَ آ َمنُ ْوا إتَّقُوا هللاَ َح َّق ت ُ َقاته َوالَ ت َ ُم ْوت ُ َّن إالَّ َو أ ْنت ُ ْم ُمسْل ُم ْون‬
‫صدَقَ هللاُ العَظ ْي ُم‬ َ

Rasulullah saw bersabda:

)‫ضةٌ َعلَى ُكل ُمسْلم (رواه البيهقى و ابن عدى‬


َ ‫طلَبُ الع ْلم فَر ْي‬
َ
Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap orang Islam.
Dalam kitab Ta’lim Muta’allim disebutkan bahwa ilmu terbagi dua yaitu:
1. Ilmu Haal
2. Ilmu Ghairu Haal

Yang pertama ilmu Haal yaitu ilmu yang seketika itu mesti digunakan lalu diamalkan ketika
berumur baligh, misalnya ilmu Fiqih dan ilmu Tauhid. Dalam ilmu Fiqih misalnya dipelajari
ilmu Ubudiyah dan ilmu Muamalah. Dalam ilmu Ubudiyyah misalnya dipelajari tata cara shalat
beserta syarat dan rukunnya, cara berwudhu dan sebagainya. Dalam ilmu Muamalah dipelajari
tentang barang-barang riba dan seterusnya.

Kemudian dalam ilmu Tauhid yang dipelajari adalah mengenai ke-Esaan Allah beserta sifat-
sifat-Nya yang wajib dan yang muhal, kepercayaan kepada Malaikat, kitab-kitab Allah, para
Rasul, hari kiamat dan kepastian baik dan buruk dari Allah. Demikian seterusnya secara
bertahap, karena ilmu hal hukumnya wajib diamalkan sepanjang hidup.

Yang kedua adalah ilmu Ghairu Haal yaitu ilmu yang berfungsi sebagai ilmu kelengkapan hidup,
misalnya ilmu kedokteran, ilmu kemasyarakatan, dan ilmu-ilmu lain yang bermanfaat bagi
kehidupan manusia.

Jamaah Jumat yang berbahagia.


Ilmu memegang peranan penting bagi kehidupan manusia. Suatu negara tidak akan maju kalau
penduduknya masih terbelakang dalam ilmu pengetahuan. Negara-negara seperti Amerika
Serikat, Jerman, Rusia, Jepang dan lain-lain adalah negara-negara yang penduduknya telah maju
dalam bidang ilmu pengetahuan. Berkat kemajuan ilmu mereka maju pula negaranya.
Pada zaman dahulu, Islam pernah menjadi jaya karena menjunjung tinggi ilmu pengetahuan.
Ketika itu lahirlah ilmuan-ilmuan Islam dari segala bidang, misalnya dalam bidang hukum kita
mengenal Imam Syafi’i, Imam Hanafi, Imam Hambali dan Imam Malik. Dalam bidang Tauhid
misalnya Abu Hasan al-‘Asy’ari dan Abu Manshur al-Maturidi. Dalam bidang kedokteran
misalnya; ar-Razy, ilmu pasti dan Astronomi yaitu al-Khawarizmi, dalam ilmu Kimia Ibnu
Hayyan, dalam ilmu sejarah; Ibnu Khaldun, dalam ilmu filsafat yaitu Ibnu Rusyd. Dan lain
sebagainya.

Jamaah Jumat yang berbahagia


Ilmu Haal dan ilmu Ghairu Haal adalah demi kebahagiaan di dunia dan akhirat. Tidak lengkap
bila bahagia di dunia tapi tidak bahagia di akhirat.
Sebaliknya kurang lengkap bila bahagia di akhirat tapi tidak bahagia di dunia.
Yang paling baik adalah “bahagia di dunia dan bahagia di akhirat” sebagaimana firman Allah
swt:
‫س نَص ْيبَكَ منَ الدُّ ْنيَا‬
َ ‫َّار اآلخرة َ َوالَ ت َ ْن‬
َ ‫َوا ْبت َغ ف ْي َما آتَاكَ هللاُ الد‬

"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) akhirat, dan
janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) dunia (al-Qashash:77)

Mengenai iman dan ilmu, Allah swt berfirman:

‫يَ ْرفَع هللا الذيْنَ آ َمنُوا م ْن ُكم َوا َلذيْنَ اُوتُوا الع ْل َم دَ َر َجات‬
ِAllah mengangkat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat
(al-Mujadilah 11)

Mengenai taqwa Allah swt berfirman:


‫ان ا َ ْك َر َم ُكم ع ْندَ هللا اتْقَا ُكم‬
Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. (al-
Hujurat:13)

Orang-orang yang beriman, berilmu dan bertaqwa, pastilah memiliki akhlak yang mulia karena
pada hakikatnya Rasulullah saw diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.
Sebagaimana sabda Rasulullah saw:

‫انَّ َما بُعثْتُ الُت َم َم َمكَار َم االَ ْخالَق‬

Oleh karena itu ; Buat apa pintar ilmu pengetahuan tapi akhlaknya tidak baik, lebih baik biasa-
biasa saja tapi akhlaknya mulia.
Tapi yang paling baik adalah siswa yang pintar dan berakhlak mulia.

‫بَ َركَ هللاُ لي َو لَ ُك ْم فى القُ ْرآن العَظيْم َونَ َفعَنى َوإيَّا ُك ْم ب َما فيْه م ْن اآليَات َو ذ ْكرال َحكيْم‬
‫الرح ْي ُم‬َّ ‫أقُ ْو ُل قً ْولي َهذَا َوأ ْست َ ْغف ُرهُ إنَّهُ ه َُو الغَفُ ْو ُر‬
‫ــــــ‬000‫ــــــ‬
‫ال َح ْمد ُ هلل َرب العَالَميْن أحْ َمدُهُ َو أ ْست َع ْينُهُ َوأ ْست َ ْغف ُرهُ َو أت ََو َّكل َعلَيْه‬
‫س ْو ُل هللا‬
ُ ‫أن ُم َح َمدًا َر‬ َّ ُ‫َوأ ْش َهدُ أالَّ الهَ إالَّ هللا الَ شَريْكَ لَه َوأ ْش َهد‬
‫الوثْقًى َوسعدَ‬ ‫س ْو َلهُ فَقًدْ ا ْعت َ َ‬
‫ص َم بالعُ ْر َوة ُ‬ ‫لى ديْن ُكله َولَ ْو كَرهَ ال ُم ْشر ُك ْون َو َم ْن يُط ْي ُع هللاَ َو َر ُ‬ ‫ُظه َرهُ َع َ‬ ‫سلَهُ بال ُهدَى َو ديْن ال َحق لي ْ‬ ‫ا َ ْر َ‬
‫َ‬
‫لى َو االخ َرة‬ ‫ُ‬
‫فى اال ْو َ‬
‫ضالَالً بَعيْدا ً َوخَس َر ُخس َْرانًا ُمبيْنا ً‬ ‫ض َّل َ‬ ‫سولَهُ فَقَدْ َ‬ ‫َو َم ْن يُ ْعصى هللاَ َو َر ُ‬
‫طهُ فَانَّ َما نَحْ نُ لَهُ َو به‬ ‫س ْخ َ‬ ‫س ْولَهُ َويَتْبَ ُع رض َْوانَهُ َويَت َ َجنَّبُ ُ‬ ‫َوا َ ْسئَلَني َوايَّا ُك ْم م َّم ْن يُط ْيعُهُ َو يُط ْي ُع َر ُ‬
‫ُ‬
‫صل ْوابه‬ ‫اس َعلَيْه َوتَدَا َع ْوا الَيْه َوت ََوا َ‬ ‫اث النَّ ُ‬ ‫ض ُل َما تَ َح َ‬‫طا َعته فَا َّن ت َ ْق َوى هللا اَ ْف َ‬ ‫َّاي بت َ ْق َوى هللا َو َعلَى َ‬ ‫اُص ْي ُك ْم َواي َ‬
‫صلَّى نَب َّيهُ قَد ْي ًما َو َبدأ ب َن ْفسه ت َ ْعل ْي ًما َوقاَلَ‪:‬‬
‫َ‬ ‫ى‬ ‫َ‬ ‫ل‬ ‫ا‬ ‫ع‬‫َ‬
‫أن َ َ‬
‫ت‬ ‫هللا‬ ‫َوا ْعلَ ُموا َّ‬
‫سل ُم ْوا تَسْل ْي ًما‬ ‫ُّ‬
‫صل ْوا َعلَيْه َو َ‬ ‫َّ‬
‫صل ْونَ َعلَى النَّبي يَاأيُّ َهاالذيْن َآ َمنُ ْوا َ‬ ‫ُّ‬ ‫ا َّن هللاَ َو َمالئ ًكتًهُ يُ َ‬

‫ار ُز ْقنَا اجْ تنَابَه‬ ‫الَّل ُه َّم اَرنَا ال َح َّق َحقًّا َو ْ‬


‫ار ُز ْقنَا اتبَا َعه َواَرنَا البَاط َل بَاطالً َو ْ‬
‫َالراحميْن‬ ‫اللَّ ُه َّم ا ْغف ْر ل ْل ُمسْلميْن َوال ُمسْل َمات َوال ُمؤْ منيْن َوال ُمؤْ منَات األحْ َياءم ْن ُه ْم َواأل ْم َوات ب َرحْ َمتكَ َي ْ‬
‫اأر َحم َّ‬
‫ف َرح ْي ٌم‬‫سبَقُ ْونَ باإل ْي َمان َوال َتَجْ عَ ْل في قُلُ ْوبنا َ غال للَّذيْنَ آ َمنُ ْوا َربَّنَا إنَّكَ َرؤ ُْو ٌ‬
‫إلخ َواننا الَّذيْن َ‬ ‫َربَّنَا ا ْغف ْر لَنَا َو ْ‬
‫سنَةً َوقنا َ َعذَ َ‬
‫اب النَّار‬ ‫سنَةً َوفى اآلخ َرة َح َ‬ ‫َربَّنا َ آتنَا فى الدُّ ْنيَا َح َ‬

‫سان َوإ ْيت َاء ذي القُ ْربَى َويَ ْن َهى َعن الفَحْ شَاء َوال ُم ْنكَر َو ْالبَ ْغي‬ ‫إن هللاَ يَأ ُم ُر ُك ْم بال َعدْل َواإلحْ َ‬ ‫عبَادَهللا ‪َّ ...‬‬
‫ظ ُكم ْ لَعَلَّ ُك ْم تذك ُر ْونَ‬
‫َّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫يَع ُ‬
‫ْ‬
‫فَاذ ُك ُر ْوهللاَ العَظي َْم يَذ ُك ْر ُك ْم َوادْع ُْوهُ يَ ْست َجبْ َل ُك ْم َولَذ ْك ُرهللاَ ا َ ْكبَر اَق ْي ُم ْوا ال َّ‬
‫صالَة‪..َ.‬‬ ‫ْ‬