Sunteți pe pagina 1din 3

Amanat Pembina Upacara : Sopan Santun

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Yang Saya Hormati Ibu Kepala Sekolah beserta staf

Yang Saya Hormati Bapak / Ibu Guru

Dan Yang Saya Sayangi Siswa/Siswi yang berbahagia.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan menyampaikan amanat pembina upacara yang
berjudul: Sopan Santun

Sopan santun adalah bersikap menghormati dan bertindak tenang dan halus. Orang yang memiliki sopan
santun selalu bertindak sesuai dengan cara yang diterima oleh masyarakat, menunjukkan rasa hormat,
peduli dan perhatian kepada orang lain. Contoh sopan santun misalnya: mengucap salam, menyapa
teman atau orang lain yang lebih tua, tidak memotong bicara atau antrian, berbicara dengan suara yang
pantas yaitu tidak terlalu keras dan tidak terlalu pelan. Tertib lalu lintas, mengucapkan terima kasih bila
mendapat bantuan atau pertolongan. Mengucap maaf atau permisi bila meminta bantuan.

Lain lubuk lain ikan, lain padang lain belalang, lain daerah lain pula cara bersopan santun. Di beberapa
daerah membelakangi orang tua dianggap sopan, tapi di daerah lain dianggap tidak sopan. Di suatu
daerah, menatap mata ketika berbicara dianggap sopan, tapi di daerah lain, dianggap tidak sopan.

Sopan santun menyenangkan hati orang lain. Sehingga orang lain juga akan membalasnya dengan sikap
yang sama. Berbicara dengan cara yang sopan, lebih mudah diterima oleh lawan bicara dibandingkan
dengan cara yang tidak sopan. Keberhasilan akan lebih mudah diraih bila berbicara dan bertindak
dengan sopan santun. Sebaliknya pertengkaran dan perselisihan akan selalu terjadi bila tidak menjaga
sopan santun.

Sopan santun dimulai sejak kecil. Karena akan sulit jika dipelajari pada masa tua. Ibarat ranting pohon
yang masih muda, yang masih bisa diluruskan. Tapi ranting yang tua akan patah bila dibengkokkan.

Demikianlah amanat pembina upacara pada hari ini

Terimakasih atas perhatiannya


Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Amanat Pembina Upacara : Kebersihan Sekolah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Yang Saya Hormati Ibu Kepala Sekolah beserta staf

Yang Saya Hormati Bapak / Ibu Guru

Dan Yang Saya Sayangi Siswa/Siswi yang berbahagia.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan menyampaikan amanat pembina upacara yang
berjudul: Kebersihan Sekolah

Sekolah adalah tempat para siswa belajar. Siswa belajar di sekolah dari pagi hingga siang. Siswa belajar di
sekolah agar menjadi pintar. Agar dapat meraih cita-cita. Ada yang cita-citanya ingin menjadi polisi,
tentara, pengusaha, dokter, bidan, perawat, kyai, ustadz, presiden petani sukses, pedagang sukses dan
lain-lain.

Kebersihan sekolah harus dijaga. Agar sekolah menjadi tempat yang nyaman untuk belajar sehingga para
siswa dan tenaga kependidikan menjadi betah. Kebersihan harus dijaga agar tubuh menjadi sehat. Bila
lingkungan kotor maka tubuh menjadi mudah terserang penyakit. Sekolah yang bersih menjadikan
sekolah sebagai tempat yang kondusif untuk belajar. Kondusif maksudnya tidak ada gangguan lalat, bau-
bauan, sampah dan lain-lain. Sekolah yang bersih menjadikan siswa fokus untuk belajar, semangat
belajar.

Untuk menjaga kebersihan sekolah maka piket kelas harus bekerja dengan benar. Bagi siswa yang tidak
piket kelas maka buanglah sampah pada tempatnya. Agar lingkungan sekolah menjadi bersih. Agar meja
dan kursi menjadi bersih maka jangan mencoret-coret meja dan kursi jangan mencoret-coret sekolah.
Kemudian yang buang air kecil, maupun air besar di toilet maka harus disiram yang bersih, agar tidak
menimbulkan bau yang tidak sedap.

Demikianlah amanat pembina upacara pada hari ini

Terimakasih atas perhatiannya


Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.