Sunteți pe pagina 1din 5

Disetujui :

PEMERIKSAAN BERAT JENIS ASPAL

I. TUJUAN
Pemeriksaan ini bertujuan untuk menentukan berat jenis aspal.

II. DASAR TEORI


Berat jenis (bulk specific gravity) ialah perbandingan antara berat aspal
dan berat air suling.

III. PERALATAN
a. Timbangan dengan kapasitas 5000 gram dengan ketelitian 0,1 gram.
b. Dua buah piknometer dan tutupnya
c. Dua buah gelas ukur.
d. Corong.
e. Tissu.

IV. BAHAN / BENDA UJI


a. Aspal.
b. Air suling

V. TATA CARA PRAKTIKUM


a. Keringkan Piknometer dan tutupnya dalam oven pada suhu (110 ± 5)C,
sampai tidak ada uap air dalam piknometer. Kemudian timbanglah
Piknometer dan tutupnya dengan timbangan kapasitas 5000 gram dengan
ketelitian 0,1 gram.
b. Isilah piknometer dengan air suling sampai air cembung diatas, lalu tutup
jatuh bebas sampai ada air yang keluar dari piknometer.
c. Rendam piknometer tersebut dalam gelas ukur berisi air pada suhu
ruangan selama ± 2-3 jam sampai suhunya tetap. Setelah itu keluarkan
piknometer dari gelas ukur. Bersihkan air yang tumpah disekitar
piknometer, tapi jangan sampai mengenai leher piknometer.
d. Timbang piknometer yang berisi air tersebut. Setelah itu, keringkan
piknometer dan tutupnya dalam oven sampai kering kembali.
e. Panaskan aspal dalam teko sampai mencapai suhu 140C. Ambilah
piknometer dan tutupnya yang telah dikering dalam oven. Setelah panas,
tuanglah aspal kedalam piknometer dengan memakai corong sampai kira-
kira 2/3 bagian piknometer secara perlahan jangan sampai aspal mengenai
sekeliling leher dari piknometer. Diamkan aspal sampai dingin / dalam
suhu ruangan. Buatlah dua sample.
f. Kemudian timbang pikno berisi aspal dan tutupnya. Setelah ditimbang
tambahkan air suling dalam pikno sampai cembung keatas. Rendam
piknometer tanpa tutup dalam gelas ukur yang berisi air selama beberapa
jam sampai dalam suhu ruangan.
g. Keluarkan piknometer dari gelas, bersihkan air disekitar tabung jangan
sampai mengenai leher piknometer. Timbang berat piknometer beserta
tutupnya yang berisi aspal dan air.

VI. PERHITUNGAN.
Berat Aspal (BA) = BL – BN
Volume air atas = Bt – BN – BA
Volume Aspal = B air – V air atas
Berat Jenis Aspal = BA / VA

BL = Berat piknometer ditambah aspal atau filler (gram).


BN = Berat kosong (gram).
B = Berat kosong ditambah air (gram).
BA = Berat aspal (gram).
Bt = Berat piknometer,aspal, dan air (gram).
VA = Volume aspal (cm³)

VII. Tata Cara Pembuatan Laporan


Hasil dilaporkan dalam bilangan desimal sampai empat angka di
belakangkoma.
LABORATORIUM JALAN RAYA PEMERIKSAAN BERAT JENIS
JURUSAN TEKNIK SIPIL ASPAL
FAKULTAS TEKNIK
UNVERSITAS TARUMANAGARA

PEMERIKSAAN BERAT JENIS ASPAL

Berat Kosong (gram) Berat Piknometer Berat piknometer,


Pikn
o No. => dan Aspal(gram) => Aspal dan air (gram) =>
BN BL Bt
2 51.0 122.8 152.9
6 66.3 134.4 172.2

Berat kosong (BN), Berat kosong dan air (B), Berat Aspal (BA) diambil dari tabel
Piknometer .
Pikno No.2
Berat Aspal (BA) = BL – BN
= 122.8 - 51
= 71.8 gram

Volume Air Atas = Bt – BN – BA


= 152.9 – 51 – 71.8
= 30.1 gram

Volume Aspal = B air – V air atas


= 99.5 – 30.1
= 69.4 gram

Berat Jenis Aspal = BA / VA


= 71.8 / 69.4
= 1.0346 gr/cm3

Pikno No.6
Berat Aspal (BA) = BL – BN
= 134.4 – 66.3
= 68.1 gram

1
Volume Air Atas = Bt – BN – BA
= 172.2 – 66.3 – 68.1
= 37.8 gram

Volume Aspal = B air – V air atas


= 103.6 – 37.8
= 65.8 gram

Berat Jenis Aspal = BA / VA


= 68.1 / 65.8
= 1.0350 gr/cm3

Rata-rata Berat Jenis Aspal = ( 1.0346+1.0350 ) / 2


= 1.0348 gr/cm3

2
KESIMPULAN
1. Dari hasil percobaan didapat rata-rata berat jenis aspal sebesar
1.04292gr/cm3.
2. Volume aspal yang dihitung harus dilakukan ketika aspal pada kondisi
berada di dalam air.
3. Sebagai tanda piknometer yang diisi air suling sudah terisi penuh maka
ketika piknometer ditutup jatuh bebas harus ada air yang keluar dari
piknometer.
4. Piknometer yang telah diisi air suling harus direndam dalam air sampai
suhunya tetap.
5. Berat jenis aspal lebih besar dari pada berat jenis air.
6. Berat jenis aspal tidak bergantung pada banyaknya aspal yang digunakan.

FAKTOR KESALAHAN
1. Kesalahan saat menentukan apakah aspal sudah memasuki masa
pendinginan apa belum, sehingga pada saat dimasukkan air suling, aspal
mengalami kesulitan pada proses pengerasannya.
2. Kesalahan pada saat piknometer yang berisi air suling direndam, belum
mencapai suhu tetap.
3. Ketidaktelitian pada saat membersihkan leher piknometer dengan tissu,
sehingga ada air dalam piknometer ikut terserap.
4. Air yang digunakan untuk merendam piknometer digelas ukur tidak
bersuhu ruangan.
5. Terdapat debu-debu halus di piknometer ketika piknometer ditimbang.