Sunteți pe pagina 1din 5

1.

4 Membandingkan organisasi sektor publik dan sektor privat

Perbedaan sifat dan karakteristik sektor publik dengan sektor privat dapat dilihat
dengan membandingkan beberapa hal, yaitu: tujuan organisasi, sumber pembiayaan, pola
pertanggungjawaban, struktur organisasi, karakteristik anggaran, stakeholder yang
dipengaruhi, dan sistem akuntansi yang digunakan.

1. Tujuan organisasi

Dilihat dari tujuannya, organisasi sektor publik berbeda dengan sektor privat .
Perbedaan menonjol terletak pada tujuan memperoleh laba. Pada sektor privat
terdapat tujuan untuk memaksimumkan laba (profit motive), sedangkan pada sektor
publik adalah pemberian pelayanan publik, dan penyediaan pelayanan publik.
Organisasi sektor publik juga memiliki tujuan finansial, akan tetapi hal tersebut
berbeda baik secara filosofis, konseptual, dan operasionalnya dengan tujuan
profitabilitas sektor privat.

2. Sumber pembiayaan

Pada sektor publik sumber pendanaan berasal dari pajak dan retribusi, charging for
service, laba perusahaan milik negara, pinjaman pemerintah berupa utang luar negeri
dan obligasi pemerintah, dan pendapatan lain-lain yang sah dan tidak bertentangan
dengan peraturan perundangan yang ditetapkan. Sedangkan untuk sektor privat
sumber pembiayaan internal terdiri atas bagian laba yang diinvestasikan kembali ke
perusahaan (retained earnings) dan modal pemili dan sumber pembiayaan eksternal
misalnya utang bank, penerbitan obligasi, dan penerbitan saham baru untuk
mendapatkan dana dari publik.

3. Pola pertanggungjawaban

Manajemen pada sektor privat bertanggungjawab kepada pemilik perusahaan


(pemegang saham) dan kreditor atas dana yang diberikan. Pada sektor publik
manajemen bertanggung jawab kepada masyarakat karena sumber dana yang
digunakan organisasi sektor publik dalam rangka pemberian pelayanan publik berasal
dari masyarakat (public funds). Pola pertanggungjawaban di sektor publik bersifat
vertikal dan horisontal.

4. Struktur organisasi

Secara kelembagaan, organisasi sektor publik juga berbeda dengan sektor privat.
Struktur organisasi pada sektor publik bersifat birokratis, kaku, dan hirarkis,
sedangkan struktur organisasi pada sektor privat lebih fleksibel. Salah satu faktor
utama yang membedakan sektor publik dengan sektor privat adalah adanya pengaruh
politik yang sangat tinggi pada organisasi sektor publik.

5. Karakteristik anggaran dan stakeholder

Jika dilihat dari karakteristik anggaran, pada sektor publik rencana anggaran
dipublkasikan kepada masyarakat secara terbuka untuk dikritisi dan didiskusikan..
Sementara itu, anggaran pada sektor privat bersifat tertutup bagi publik karena
anggaran merupakan rahasia perusahaan. Dari sisi stakeholder, pada sektor publik
stakeholder yaitu pada stakeholder internal antara lain adalah lembaga negara,
kelompok politik, manajer publik, pegawai pemerintah dan pada stakeholder eksternal
pada sektor publik seperti masyarakat pengguna jasa publik, masyarakat pembayar
pajak, perusahaan dan organisasi sosial ekonomi, Bank sebagai kreditor pemerintah,
Badan-badan internasional (IMF, ADB, PBB, dan sebagainya), investor asing, dan
generasi yang akan datang. Pada sektor privat , stakeholder internal terdiri dari
manajemen, karyawan, dan pemegang saham. Sedangkan stakeholder eksternal terdiri
dari bank, serikat buruh, pemerintah, pemasok, distributor, pelanggan, masyarakat,
serikat dagang dan pasar modal.

6. Sistem akuntansi yang digunakan

Perbedaan yang lain adalah sistem akuntansi yang digunakan. Pada sektor privat
sistem akuntansi yang biasa digunakan adalah akuntansi yang berbasis akrual (accrual
accounting). Sedangkan pada sektor publik lebih banyak menggunakan sistem
akuntansi berbasis kas (cash basis accounting).
Meskipun sektor publik memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda dengan sektor
privat , akan tetapi dalam beberapa hal terdapat persamaan, yaitu:

1) Kedua sektor tersebut, yaitu sektor publik dan sektor privat merupakan bagian
integral dari sistem ekonomi di suatu negara dan keduanya menggunakan
sumber daya yang sama untuk mencapai tujuan organisasi.
2) Keduanya menghadapi masalah yang sama, yaitu masalah kelangkaan sumber
daya (scarcity of resources), sehingga baik sektor publik maupun sektor privat
dituntut untuk menggunakan sumber daya organisasi secara ekonomis, efektif
dan efisien.
3) Proses pengendalian manajemen, termasuk manajemen keuangan, pada
dasarnya sama di kedua sektor. Kedua sektor sama-sama membutuhkan
informasi yang handal dan relevan untuk melaksanakan fungsi manajemen,
yaitu: Perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian.
4) Pada beberapa hal, kedua sektor menghasilkan produk yang sama, misalnya:
baik pemerintah maupun privat sama-sama bergerak di bidang transportasi
massa, pendidikan, kesehatan, penyediaan energi, dan sebagainya.
5) Kedua sektor terikat pada peraturan perundangan dan ketentuan hukum lain
yang disyaratkan.

1.5 Menjelaskan tujuan akuntansi sektor publik

Tidak ada hal yang diciptakan tanpa tujuan akuntansi keuangan, begitu pun dengan
Akuntansi Sektor Publik. Jika dilihat dari American Accounting Association (1970) dalam
Glynn , tujuan Akuntansi pada organisasi sektor publik tersebut ada 2 :

1. Tujuan pertama adalah memberikan informasi agar bisa digunakan untuk pengelolaan
secara tepat, efisien, dan bersifat ekonomis atas suatu operasi dan alokasi sumber daya
organisasi. Tujuan pertama ini terkait dengan fungsi pengendalian manajemen
(management control).
2. Tujuan kedua dari adanya Akuntansi Sektor Publik adalah sebagai sumber informasi
bagi manajer untuk melaporkan pelaksanaan tanggung jawab operasi mereka secara
tepat dan efektif program dan penggunaan sumber daya dalam status milik mereka.
Hal ini memungkinkan pegawai pemerintah melapor pada publik hasil operasi
pemerintah dan penggunaan dana publik sehingga terwujudlah tujuan akuntabilitas
(accountability).

Ada tiga hal pokok yang berkaitan dengan akuntansi sektor publik, yaitu penyediaan
informasi, pengendalian manajemen, dan akuntabilitas. Akuntansi sektor publik dapat
dikatakan sebagai alat informasi bagi pemerintah sebagai manejemen seperti perencanaan
strategik, pembuatan program, penganggaran, evaluasi kinerja, dan pelaporan kinerja.

Informasi akuntansi sangat berguna bagi manajer untuk pengambilan keputusan dalam
alokasi sumber daya. Dengan informasi akuntansi, pemerintah dapat menentukan biaya
pelayanan yang diberikan kepada publik, menetapkan biaya standar, dan harga yang akan
dibebankan kepada publik atas suatu pelayanan.

Selain itu, informasi akuntansi dapat membantu dalam pemilihan program yang efektif
dan ekonomis serta untuk penilaian investasi. Laporan keuangan sektor publik merupakan
bagian penting dari proses akuntabilitas publik, sehingga perlu dipahami bukan hanya
akuntabilitas finansial saja, tetapi juga akuntabilitas value for money, akuntabilitas
manajerial, akuntabilitas hukum, dan akuntabilitas publik

1.6 Menjelaskan perkembangan akuntansi sektor publik

Pada tahun 1950-an dan 1960-an sektor publik memainkan peran sebagai pembuat
dan pelaksana strategi pembangunan. Istilah “ektor publik” mulai dipakai pertama kali pada
tahun 1952. Pada waktu itu, sektor publikbsering dikaitkan sebagai bagian dari manajemen
ekonomi makro yang terkait dengan pembangunan dan lembaga pelaksanaaan pengbangunan.
Pada tahun 1970-an muncul kritikan dan serangan dari pendukung teori pembangunan
radikal. Berbagai kritik muncul yang mengakatakn sektor publik dianggap tidak efisien dan
jauh tertinggal dengan kemajuan dan perkembangan yang terjadi di sektor swasta dan
dianggap mengganggu pembangunan ekonomi.
Tahun 1980-an reformasi sektor publik dilakukan di negara-negara industri maju
sebagai jawaban atas berbagai kritikan yang ada. Berbagai perubahan dilakukan misalnya
dengan pendekatan New Public Management (NPM) dan reinventing government di banyak
negara terutama negara Anglo-Saxon.
Setelah terjadi perubahan pada sektor publik, terjadi pula perubahan pada akuntansi
sektor publik. Akuntansi sektor publik kemudian menyesuaikan dengan perubahan yang
terjadi. Seperti adanya perubahan akuntansi dari berbasis kas menjadi berbasis akrual.
Pemerintah New Zealand sukses menerapkan akuntansi berbasis akrual yang diadopsi sejak
tahun 1991 yang kemudian diikuti negar lainnya.
Dalam dua dasawarsa terkhir, telah terjadi perkembangan (akuntansi) sektor publik
yang pesat. Istiah “akuntabilitas publik, value for money, reformasi sektor publik, privatisasi,
good public governance,” telah masuk ke sektor publik. Kemudian diikuti munculnya isu
baru, seperti tuntutan reformasi sektor publik yang diorientsikan pada pembentukan
organisasi sektor publik yang ekonomis, efisien, efektif, transparan, responsif, dan memiliki
akuntabilitas publik yang tinggi.