Sunteți pe pagina 1din 7

UJI FITOKIMIA KULIT BATANG MANGROVE (Avicennia sp.

)
Ajeng Dinda Lestari, 230210160032
Email : ajengdindalestari80@gmail.com

ABSTRAK
Analisis fitokimia merupakan bagian dari ilmu farmakognosi yang
mempelajari metode atau cara analisis kandungan kimia yang terdapat dalam
tumbuhan atau hewan secara keseluruhan atau bagian-bagiannya, termasuk cara
isolasi atau pemisahannya. Contoh dari uji fitokimia adalah uji alkaloid, uji
flavonoid, uji senyawa fenolik, uji triterpenoid dan steroid, uji tanin, dan uji
saponin. Uji triterpenoid dan steroid yaitu menggunakan pereaksi Lieberman
Burchard pada prosesnya, hasil positif dari uji Triterpenoid adalah terbentuknya
warna merah dan pada uji steroid yaitu dengan terbentuknya warna biru
kehijauan. Hasil yang didapatkan dari uji fitokimia sampel kulit batang mangrove
(Avicennia sp) yaitu tidak mengandung senyawa triterpenoid maupun steroid
ditandai dengan warna yang terbentuk yaitu keruh.
Kata Kunci : Fitokimia, Steroid, Triterpenoid

PENDAHULUAN berperan sebagai senyawa antibakteri


Analisis fitokimia merupakan (Indriani, 2007).
bagian dari ilmu farmakognosi yang Metode skrining fitokimia
mempelajari metode atau cara mengacu pada Kusmita et. al (2011),
analisis kandungan kimia yang pemeriksaan secara kualitatif
terdapat dalam tumbuhan atau hewan senyawa flavonoid, saponin, tanin,
secara keseluruhan atau bagian- steroid, alkaloid dan triterpenoid
bagiannya, termasuk cara isolasi atau ialah sebagai berikut :
pemisahannya (Moelyono, 1996). a) Pemeriksaan senyawa flavonoid
Uji fitokimia dilakukan untuk yaitu dengan menambahkan butir
mengetahui secara kualitatif adanya logam Mg dan HCl pekat, kemudian
golongan senyawa aktif dalam ditambahkan amil alkohol dan
tumbuhan yang diharapkan dapat dikocok dengan kuat. Hasil positif
ditandai dengan terbentuknya warna METODOLOGI
kuning kemerahan. Praktikum ini dilakukan pada
b) Pemeriksaan senyawa saponin hari Jum’at 9 November 2018 pukul
yaitu dengan memasukkan akuades 13.30 WIB di Laboratorium
pada sampel, kemudian dikocok Mikrobiologi Laut Gedung 3
kuat-kuat dan diamkan selama 10 Fakultas Perikanan dan Ilmu
menit. Sampel yang mengandung Kelautan Universitas Padjadjaran.
senyawa saponin akan terbentuk busa Adapun alat-alat yang
dan tidak hilang selama 15 menit digunakan adalah tabung reaksi,
setelah ditetesi HCl. neraca analitis, Bunsen, gelas ukur,
c) Pemeriksaan senyawa alkaloid penjepit, saringan, pipet tetes, dan
yaitu dengan mereaksikan sampel kaca arloji. Serta bahan yang
dengan pereaksi dragendroff dan digunakan adalah pereaksi Meyer
pereaksi meyer. Hasil positif ditandai (KI + HgCl2), pereaksi Lieberman
dengan terbentuknya warna Burchard (H2SO4), Amonia 10%,
merah/jingga pada pereaksi HCl 1 N, CHCl3, HCl 2%, dan FeCl3.
dragendroff, dan endapan putih pada Uji fitokimia yang dilakukan
pereaksi meyer. oleh kelompok kami (Kelompok 16)
d) Pemeriksaan senyawa steroid dan adalah Uji Triterpenoid dan Steroid.
triterpenoid yaitu dengan Dengan langkah yang pertama yaitu,
menambahkan CH3COOH anhidrat lapisan kloroform dari hasil uji
dan H2SO4 pekat. Terbentuknya flavonoid diambil sedikit
warna biru sampai ungu menggunakan pipet tetes kemudian
menunjukkan sampel positif diteteskan ke atas plat tetes dan
mengandung senyawa steroid, biarkan sampai mengering,
apabila terbentuk warna merah maka tambahkan satu tetes asam asetat
menunjukkan sampel positif anhidra dan satu tetes asam sulfat
mengandung senyawa triterpenoid. pekat, kemudian amati sampel dan
hasil positif ditunjukkan dengan
terbentuknya warna biru kehijauan
untuk senyawa steroid, dan apabila
warna merah yang terbentuk maka Tabel diatas menunjukkan
sampel positif mengandung senyawa bahwa kelompok kami (kelompok
triterpenoid. 16), sampel dari lapisan kloroform
dari uji flavonoid yang dikeringkan
HASIL DAN PEMBAHASAN
dan ditambahkan dengan satu tetes
Setelah melakukan praktikum
asam asetat anhidra dan satu tetes
dengan langkah-langkah diatas, dan
asam sulfat pekat menunjukkan hasil
dengan berkoordinasi dengan
negatif yang artinya tidak
kelompok lain di shift 3, yang juga
mengandung senyawa steroid
melakukan praktikum yang sama
maupun triterpenoid pada sampel uji,
dengan sampel uji yang sama pula,
hal ini diketahui setelah penambahan
tetapi dengan uji fitokimia yang
Pereaksi Lieberman Burchard sampel
berbeda, dapat dilihat hasilnya pada
uji yang tadinya berwarna kuning
Tabel 1.
kehijauan berubah menjadi keruh dan
Tabel 1. Hasil uji fitokimia
Kel Perlakuan (+) Hasil Standar
cenderung tidak berwarna, dan
/ (-) Uji
Positif seharusnya berwarna biru kehijauan
13 Alkaloid + Coklat Ada
endapan
putih jika di dalam sampel uji terdapat
14 Flavono Lapisan - Hijau Warna
id air 1 merah, senyawa steroid, atau berwarna
Lapisan + Krem orange,
air 2 kuning,
Lapisan + Kuning jingga merah jika terdapat senyawa
air 3
15 Fenol - Cokelat Warna triterpenoid.
muda merah,
biru,ung
u, hijau Untuk uji alkaloid yang
16 Triterpenoid dan - Keruh Triterpe
Steroid noid: dilakukan oleh kelompok 13
warna
merah
Steroid: menunjukkan hasil positif dengan
warna
biru
kehijaua
perubahan warna coklat dan terdapat
n
17 Tanin + Hijau Warna endapan putih, hal tersebut
kehitam hijau
an kehitam
an
mengindikasikan bahwa terdapat
18 Saponin + Kuning Terbent
cokelat uk busa senyawa alkaloid dari sampel uji.
stabil
0,6 cm
lebih
Untuk uji flavonoid yang
dari 10
menit dilakukan oleh kelompok 14
menunjukkan hasil negatif pada
pereaksi pertama, positif pada
pereaksi kedua, dan positif pada tidak hilang setelah didiamkan
pereaksi ketiga. Perubahan yang selama 10 menit. Hal ini
terjadi pada saat diuji dengan mengindikasikan bahwa sampe uji
pereaksi pertama adalah berwarna positif mengandung saponin.
hijau, pereaksi kedua berwarna krem,
KESIMPULAN
dan pereaksi ketiga berwarna kuning
Uji Fitokimia adalah uji yang
telur. Hal tersebut mengindikasikan
dilakukan untuk mengetahui ada atau
bahwa sampel uji positif
tidaknya suatu senyawa atau zat aktif
mengandung senyawa flavonoid.
yang berada pada tumbuhan atau
Untuk uji fenol yang
hewan. Setelah dilakukan uji
dilakukan oleh kelompok 15 setelah
fitokimia pada sampel kulit batang
penambahan pereaksi FeCl3 1% hasil
mangrove (Avicennia sp) maka dapat
yang didapatkan berupa warna coklat
disimpulkan bahwa sampel
muda yang mengindikasikan bahwa
mengandung senyawa alkaloid,
tidak terdapat senyawa fenol, hasil
flavonoid, tanin dan saponin
positif yang seharusnya jika terdapat
senyawa fenol adalah perubahan DAFTAR PUSTAKA

warna menjadi ungu, merah, hijau, Indriani, N. 2007. Aktivitas Daun

hitam, atau ungu. Senggugu (Cleodendron

Untuk uji tanin yang serratum).[L] Spr [Skripsi].

dilakukan oleh kelompok 17 setelah Bogor : IPB

sampel diberi perlakuan dengan Kusmita, L. Et. al. 2011. Isolasi dan

ditambahkan 1-2 tetes pereaksi FeCl3 Standarisasi Bahan Alam.

1% terjadi perubahan warna menjadi Semarang : Sekolah Tinggi

hijau kehitaman, hal ini Ilmu Farmasi

mengindikasikan bahwa sampel uji Moelyono, M.W. 1996. Panduan

positif mengandung tanin. Praktikum Analisis Fitokimia.

Untuk uji saponin yang Bandung : Laboratorium

dilakukan oleh kelompok 18 setelah Farmakologi, Jurusan Farmasi

penambahan satu tetes HCl 2N FMIPA, Universitas

terbentuk busa setinggi 0,6 cm dan Padjadjaran.


LAMPIRAN
No Gambar Keterangan

1 Plat tetes

2 Larutan H2SO4 Pekat

3 Larutan asam asetat anhidra

Proses uji triterpenoid dan


steroid, yaitu diteteskan
4
lapisan kloroform dari hasil uji
flavonoid pada plat tetes

Hasil uji fitokimia pada plat


5
tetes