Sunteți pe pagina 1din 10

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An.

N DENGAN DIAGNOSA MEDIS


HEMOFILIA DI RUANG HEMATO ONKO ANAK

I. Biodata
A. Identitas Klien
1. Nama/Nama panggilan : An N
2. Tempat tgl lahir/usia : 03-11-2011 (7 tahun)
3. Jenis kelamin : Laki-laki
4. A g a m a : Islam
5. Pendidikan : SD Kelas 2
6. Alamat : Jl. Rantauan Darat, Rt. 00 Banjarmasin
7. Tgl masuk : 1 November 2017
8. Tgl pengkajian : 06 November 2017
9. Diagnosa medik : Hemofilia
10. Rencana terapi : Pemberian obat
11.Asal Rujukan :-

B. Identitas Orang tua


Ayah/Ibu
a. N a m a : Ny. N
b. U s i a : 30 th
c. Pendidikan : S1 Hukum
d. Pekerjaan : IRT
e. A g a m a : Islam
f. Alamat : Jl. Rantauan Darat, Rt. 00 Banjarmasin

Komposisi Keluarga

No Nama Sex Hub Umur Pendidikan Pekerjaan Status


dengan kk kesehatan

1 Tn. S pria KK 34 thn Pesantren Swasta Sehat


2 Ny. R wanita Istri 30 thn S1 Hukum IRT Sehat
3 An. F wanita Anak 11 th SD Sehat
4. An. Pria Anak 7 thn hemofilia
N
Genogram :

34 thn 30 thn

11th 6th
Keterangan :
= meninggal
= laki-laki masih hidup
= perempuan masih hidup
= hubungan perkawinan
= klien

II. Riwayat Kesehatan


A. Riwayat Kesehatan Sekarang :
Klien masuk rumah sakit pada tanggal 1 November 2017, klien sedang
menjalani pengobatan hemofilia, beberapa hari yang lalu pasien berlatih
menjadi pembawa bendera untuk upacara tapi karena terlalu menghentakkan
kakinya sehingga terjadi pembengkakan dan lebam di daerah kaki dan siku.
Keluhan Utama :
Ibu klien mengatakan kaki dan siku membengkak.
Riwayat kesehatan lalu
Ibu klien mengatakan ketika klien berumur 3 bulan saat mulai bisa tiarap
terdapat lebam di dada, dibawa kebidan dan dirujuk ke spesialis anak, apabila
ada perlukaan bisa sampai berjam-jam pendarahan nya, walaupun di tekan
tetap darahnya keluar, riwayat penyakit hemofilia di keluarga dari ibu klien
ada yaitu adik ibu klien. Selama ini sampai pasien berusia 7 tahun sudah
sering sekali bolak balik rumah sakit untuk cek up.
1. Prenatal care
a. Ibu memeriksakan kehamilannya setiap minggu di Puskesmas, selama
hamil ibu tidak ada keluhan. Tidak ada riwayat terkena radiasi.
c. Riwayat berat badan selama hamil : 68 Kg
e. Riwayat Imunisasi TT : 2 kali.
f. Golongan darah ibu : O Golongan darah ayah : A
2. intranatal care
a, Tempat melahirkan : Rumah Bidan
b. Jenis persalinan : Persalinan Normal
c. Penolong persalinan : Bidan
5. Komplikasi yang dialami oleh ibu pada saat melahirkan dan setelah
melahirkan : Tidak ada
3. Post natal
a. Kondisi bayi : Sehat
APGAR : 8
BBL : 3000 gram
IV. Riwayat Immunisasi (imunisasi lengkap)
Ibu klien mengatakan imunisasinya lengkap
N Jenis Waktu
O immunisasi pemberian
1. BCG 1 bulan
DPT (I,II,III) 2 bulan
2. 3 bulan
4 bulan
Polio 1 bulan
(I,II,III,IV) 2 bulan
3.
3 bulan
4 bulan
4. Campak 9 bulan
5. Hepatitis 0 bulan

V. Riwayat Tumbuh Kembang


A. Pertumbuhan Fisik
1. Berat badan : 16 kg
2. Tinggi badan : 113 cm.
3. Tumbuh gigi pertama pada waktu usia 6 bulan
B. Perkembangan tiap tahap
1. Berguling : 3 bulan
2. Duduk : 6 bulan
3. Merangkak : 6 bulan
4. Berdiri : 10 bulan
5. Berjalan : 1 tahun
6. Senyum kepada orang lain pertama kali :2 bulan
7. Bicara pertama kali : 1 th
8. Berpakaian tanpa bantuan : 4 th.
VI. Riwayat Nutrisi
Sampai umur 1 tahun ASI masih tetap diberikan dan diselingi PASI SGM, sejak
umur 1 tahun klien mulai diberikan makanan seperti orang dewasa, jenis makan
di rumah adala nasi, sayur, lauk dan makanan tambahan seperti bubur kacang ijo.
Di rumah sakit, klien diberikan makanan nasi biasa, sayur, lauk dan kue.

VII. Riwayat Psikososial


Klien diasuh oleh orangtuanya karna butuh penjagaan yang ekstra agar tidak ada
insiden yang menimbulkan perlukaan.
Hubungan klien dengan anggota keluarga baik, klien dekat dengan ibu dan ayah.
Ibu klien mengatakan hubungan klien dengan teman sebaya baik, klien aktif
bermain baik dirumah maupun dengan temannya namun dibatasi. Klien tidak di
izinkan beraktivitas berat seperti olah raga atau berlari seperti anak kebanyakan.
Ibu klien mengatakan tidak ada pembawaan yang aneh dari anaknya namun
apabila terdapat luka pendarahan nya lama dan penyembuhan nya lama.
Orang tua klien mengatakan lingkungan sekitar rumah bersih tidak ada tumpukan
sampah, jarak dari rumah kerumah lainnya tidak padat.

VIII. Riwayat Spiritual


Ibu klien mengatakan klien mulai diajarkan mengaji dan sholat saat dirumah.

IX. Reaksi Hospitalisasi


A. Pengalaman keluarga tentang sakit dan rawat inap
Ibu membawa anaknya ke rumah sakit apabila terjadi trauma atau perdarahan
atau pembengkakan pada anggota tubuh anak. Dokter pun telah menjelaskan
kepada keluarga tentang penyakit yang diderita. Perasaaan orang tua saat ini
adalah berserah diri kepada Allah dan akan di terima dengan lapang dada.
Orang tua selalu berkunjung ke RS bergantian antara ayah dan ibu.
B. Pemahaman anak tentang sakit dan rawat inap
Karena sakit harus bermalam di RS dan disuntik
C. Pengalaman keluarga mengenai sakit termasuk perawatan dan pengobatan
sebelumnya : Ketika terjadi trauma ataupun pembengkakan pada anggota
tubuh anak maka bergegas membawa ke rumah sakit karena sangat takut jika
terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
D. Pengalaman dan persepsis anak mengenai sakit termasuk perawatan dan
pengobatan sebelumnya : Ketika sakit bertemu dengan tim medis ketakutan.
X. Aktivitas sehari-hari
B. Nutrisi
Di rumah, Pola makan: klien makan 3x sehari.
Sarapan : 07.00 – 08.00
Siang : 12.00 – 13.00
Malam : 19.30 – 20.30
Di rumah sakit klien makan 3x sehari tapi minum nya sedikit ±500 ml

C. Eliminasi (BAB&BAK)
Sebelum sakit klien biasa BAK 5-6x sehari, dan BAB 1-2 hari 1 kali
Saat pengkajian klien ada BAB hari ini dengan frekuensi 1 kali. Jika sudah
sampai 5 hari tidak BAB maka diberikan obat pencahar.

D. Istirahat tidur
Di rumah, Pola tidur:
Malam : 21.00 – 06.00 : 9 jam
Siang : pasien tidak biasa tidur siang.
Kebiasaan sebelum tidur: klien selalu ditemani oleh ibu dan ayahnya
Dirumah sakit, pola tidur klien tidak teratur karena klien kadang tampak
gelisah dan rewel.

E. Personal Hygiene
Dirumah klien mandi 2x sehari, menggunakan sabun, dan shampo.
Dirumah sakit klien juga dimandikan oleh ibu nya.
F. Aktifitas/Mobilitas Fisik
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1. Kegiatan sehari-hari Sekolah Berbaring ditempat
2. Pengaturan jadwal harian Setelah pulang sekolah tidur
lanjut les.
3. Penggunaan alat Bantu Tidak
aktifitas
4. Kesulitan pergerakan tubuh Mampu menggerakan
tubuh namun terasa
sakit pada bagian kaki

G. Rekreasi
Dirumah klien biasanya bermain dengan orangtua dan kadang-kadang
bermain dengan tetangga yang seumuran dengannya namun dengan
pengawasan.
Dirumah sakit klien tidak bisa bermain, hanya menonton tv, main hp dan
berbaring ditempat tidurnya.

XI. Pemeriksaan Fisik


- Keadaan umum : klien tampak lemah
- Kesadaran : Compos Mentis, GCS=15, 4 : Respon mata spontan, 5
: Respon verbal mengoceh terorientasi, 6 : respon motorik spontan.
- Tanda – tanda vital :
a. Tekanan darah :
b. Denyut nadi : 120 x / menit
c. Suhu : 37°C
d. Pernapasan : 28 x/ menit
- Berat Badan : 16 kg
- Tinggi Badan : 113 cm
- Sistem pernafasan
Hidung klien simetris, Bentuk dada normal, suara nafas vesikuler, akral
teraba dingin.
I : tidak ada otot bantu pernafasan.
P: vocal fremitus simetris getaran kiri dan kanan, tidak ada nyeri tekan.
P: redup
A : suara nafas vesikuler.
- Sistem kardiovaskuler
Konjungtiva tidak anemis, Nadi teraba kuat, CRT < 2 detik
- Sistem Pencernaan
Mukosa mulut tampak kering. Mulut normal dan mampu menelan
- Sistem Integumen
Rambut klien tipis dan rapi, tugor kulit <3 detik, kondisi kulit klien lembab
dan kuku klien bersih. Warna kulit coklat dan warna kuku merah muda
- Sistem musculoskeletal
Tidak terdapat kelemahan pada ekstremitas atas dan bawah, terpasang infus
tangan sebelah kanan.
- Sistem persyarafan
a. Fungsi serebral :
- Klien dapat melihat dan mendengar dengan jelas.
- Kesadaran compos mentis GCS=15=> 4 : Respon mata spontan, 5 :
Respon verbal mengoceh terorientasi, 6 : Respon motorik Spontan
b. Fungsi kranial
Saraf I : Klien tidak mengalami masalah dalam fungsi
penciuman
Saraf II : Klien tidak mengalami masalah dalam fungsi
penglihatan
Saraf III, IV, VI : Kelopak mata klien tidak ptosis, pupil isokor
Saraf V : Klien tidak mengalami masalah dalam mengunyah
Saraf VII : Klien tidak mengalami masalah dalam fungsi
pengecapan
Saraf VIII : Klien tidak mengalami maslah dalam fungsi
pendengaran
Saraf IX dan X : Klien tidak mengalami masalah dalam fungsi menelan
Saraf XI : Mobilisasi klien terbatas ditempat tidur, namun
fungsi anggota gerak klien baik
Saraf XII : Klien tidak mengalami masalah dalam indra
pengcapan.
c. Fungsi motorik
- Sensori :
Klien masih bisa meraskan perubahan suhu lingkungannya, dan
merasakan rangsangan nyeri.
- Sistem Perkemihan
BAK klien normal, tidak ada kesulitan saat BAK, Kondisi kandung kemih
kosong, tidak terdapat edema seluruh tubuh.

XI. Test Diagnostik


Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Satuan

RDW-CV 14.7 12,1 – 14,0 %

Hitung Jenis
Gran % 3.00 2,50 – 70,0 %
Limfosit % 4.8 1,25 – 40,0 %

Prothrombin Time
Hasil PT 10.3 9.9-13.5 Detik
Hasil APTT 79.6 22.2-37.0 Detik
Hemofili A derajat berat dengan factor VIII = 0,83 %
XIV. Therapy saat ini
Infus D5 ½ NS
Inj Haemoctin 500 : Sediaan obat yang digunakan untuk pasien hemofilia yang
mengandung zat aktif Antihemophilic factor VIII (human), satu protein pembekuan
darah asensial. Indikasi : sebagai alternatif rekombinan dalam proses pembekuan
darah dan pemeliharaan hemostasisi pada penderita himophila A, bisa juga
untuksituasi pendarahan akut, pengobatan pra dan pasca operasi pada pasien
penurunan aktivitas faktor viii. Kontra Indikasi : penggunaan harus dihindari pada
pasien yang hipersensitif, untuk pasien dengn kekurangan IgA selektif.
Inj Antihemophilic Factor (Human) 250 iu x 5 mL: merupakan konsentrar faktor
VIII / Faktor anti hemofilia untuk terapi hemofilia klasik (hemofilia A). Kandungan
nya faktor VIII antihemofilia (manusia). Indikasi : Hemofilia A Klasik. Kontra
Indikasi : Berencana untuk hamil, hamil, dan menyusui.

XV. ANALISIS DATA


TANGGAL
NO DATA PROBLEM ETIOLOGI
& JAM
1 06 1. Profil darah yang abnormal Resiko
November cedera
2017
16.30
WITA
2 06 1. kurang pengetahuan tentang kewaspadaan Risiko
November perdarahan
2017 perdarahan.
16.30 2. program pengobatan.
WITA

XVI. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Resiko cedera b.d profil darah abnormal
2. Resiko perdarahan
XVII. PERENCANAAN KEPERAWATAN
Diagnosa
No Nursing Outcome Nursing Intervensi Rasional
Keperawatan
1 Resiko cedera Setelah dilakukan 1.Manajemen - Mengurangi resiko
intervensi selama 1x lingkungan mengalami cedera
b.d profil 24 jam masalah dapat 2.Pencegahan jatuh dengan memenajemen
darah teratasi, dengan
lingkungan.
kriteria hasil :
abnormal 1. Memar
lebam berkurang (3)
2.Perilaku
pencegahan jatuh
Menyediakan bantuan
untuk bergerak (4)
Menggunakan tikar
atau karet di dalam
kamar mandi (3)

2 Risiko Setelah dilakukan 1.Pencegahan - Penurunan trombosit


pendarahan intervensi selama 1x perdarahan merupakan tada adanya
24 jam masalah dapat kebocoran pembuluh
teratasi, dengan
darah
kriteria hasil :
1.Koagulasi darah - Aktifitas klien yang tidak
Pembentukan bekuan terkontrol dapat
darah deviasi yang menyebabkan terjadinya
sedang dari kisaran perdarahan
normal (3) - Mengurangi risiko
PT dan PTT dari pendarahan
sedang menuju batas
normal (3).

XVIII. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN


Diagnosa Evaluasi tindakan
No Hari /
Keperaw Jam Tindakan Paraf
Dx Tanggal
atan
000 06 Resiko 16.30 Manajemen lingkungan - Keadaan lingkungan nyaman,
35 Novemb cedera - Memonitor lantai tidak licin.
er 2017 b.d profil lingkungan apabila - Mulai dapat melakukan
darah terjadi perubahan aktivitas, meskipun
abnormal seperti lantai licin dll. sangat berhati-hati
Pencegahan jatuh
- Membantu klien saat
melakukan
perpindahan seperti ke
kamar kecil untuk
BAK/BAB.
002 06 Resiko 16.30 Pencegahan perdarahan Hasil pemeriksaan :
06 Novemb perdarah - Memonitor hasil
er 2017 RDW 14.7 12,1 – 14,0
an pengambilan darah. CV
Hitung
Jenis
Gran 3.00 2,50 – 70,0
%
Limfos 4.8 1,25 – 40,0
it %
Prothro
mbin
Time
Hasil 10.3 9.9-13.5
PT

XIX. EVALUASI KEPERAWATAN (CATATAN PERKEMBANGAN/SOAP)


Hari / Diagnosa
No Jam Evaluasi Paraf
Tanggal Keperawatan
06 Resiko S : Ibu klien mengatakan kaki masih sedikit
November cedera b.d bengkak
2017 profil darah O : Klien masih tampak berada di tempat tidur
1. 16.30
abnormal dan tidak beraktivitas.
A : Masalah teratasi sebagian
P : Intervensi dilanjutkan
06 Resiko 16.30 S: Ibu klien mengatakan aktivitas klien sangat
November perdarahan dibatasi agar tidak terjadi cedera.
2017 O: klien tampak hanya berbaring di ranjang dan
2
memegang hp.
A: resiko perdarah teratasi
P: pertahankan intervensi.
07 Resiko 15.00 S : Ibu klien mengatakan kaki sudah tidak
November cedera b.d bengkak
3
2017 profil darah O : Klien masih tampak bisa berjalan dan
abnormal beraktivitas sendiri.
A : Maasalah teratasi
P : intervensi dihentikan