Sunteți pe pagina 1din 25

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI

DENGAN ASPEKSIA BERAT

Unit : RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin


Ruang/Kamar : Merah Delima
Tgl. Masuk RS : 30 Januari 2019
Tgl. Pengkajian : 31 Januari 2019
Waktu Pengkajian : 10.00 WITA

1. IDENTIFIKASI
1. BAYI
Nama Inisial : By. Ny. R
Tempat Tanggal Lahir : Banjarmasin / 30. 01. 2019
Jenis Kelamin : Laki-Laki
2. IBU
Nama Inisial : Ny. R
Umur : 32 tahun
Agama/Suku : Islam/Banjar
Warga Negara : ( √ ) Indonesia ( - ) Asing
Bahasa yang digunakan : ( √ ) Indonesia
( √ ) Daerah
( - ) Asing
Pendidikan : SMP
Alamat rumah : Manarap tengah
3. AYAH
Nama Inisial : Tn. A
TTL/Umur : 43 Tahun
Agama/Suku : Islam/Jawa
Warga Negara : ( √ ) Indonesia ( - ) Asing
Bahasa yang digunakan : ( √ ) Indonesia
( √ ) Daerah
( - ) Asing
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Swasta
Alamat rumah : Manarap Tengah
4. PENANGGUNG JAWAB
Nama : Tn. A
Alamat : Manarap Tengah
Hubungan dengan Klien : Ayah kandung
5. Riwayat kesehatan sekarang
Saat dilakukan pengkajian tanggal 31 Januari 2019 jam 09.00 orang tua
klien mengatakan sebelum masuk rumah sakit Ansari Saleh ibu klien
mengalami pendarahan . Kemudian pihak keluarga membawa ibu klien
ke rumah sakit Ansari saleh lalu ibu klien disarankan untuk segera
dilakukan tindakan operasi cesarea sectio (SC).bayi ny R lahir dengan
keadaan sesak, sianosis, adanya rektrasi dada serta menangis yang
kurang kuat (merintih) dan tonus otot yang kurang kuat (lemah) bayi R
diantar keruang Merah Delima (Ruang Bayi) jam 14.00 dengan
diagnosa asfiksia berat dan ditempatkan diruangan NICU. Ibu klien juga
mengatakan mengeluh ASI nya susah keluar.

6. Riwayat Kesehatan Dahulu


Bayi baru dirawat untuk pertama kalinya dirumah sakit dengan diagnosa
asfiksia berat

7. Keluhan Utama
Pada saat pengkajian tanggal 31 Januari 2019 jam 10.00, klien terlihat
sesak dengan Respirasi yang didapat 63 x/m heart rate 129 suhu 36,7
spo2 95% denga terpasang selang ventilator mode syvev 7 Fi02 : 80%
Kulit pucat.

8. Riwayat Kesehatan Keluarga


Ibu bayi serta kakek bayi mempunyai riwayat penyakit hipertensi dan
keluarga tidak mempunyai riwayat penyakit menular lainnya seperti
TBC, Hepatitis serta HIV

2. DATA MEDIK
1. Dikirim oleh : ( ) VK ( ) Dokter Praktek
( √ ) Lain-lain : OK (Ruang Operasi)
2. Diagnosa medik
a. Saat masuk : Aspeksi berat
b. Saat pengkajian : Aspeksi berat

3. RIWAYAT PERSALINAN
Jenis persalinan : SC
Pertolongan persalinan : Bidan dan dokter
Usia kehamilan : 37 minggu
Anak ke : 3 (Hidup : 2 , Meninggal : 0)
Waktu pecah ketuban :-
Warna air ketuban : Jernih
Bayi lahir 30 detik : ( ) Menangis kuat (√) Menangis lemah
Resusitasi : (√) Dilakukan ( - ) Tidak dilakukan
Inisiasi Menyusu Dini (IMD) : ( - ) Dilakukan (√) Tidak dilakukan
Alasan : Karena bayi langsung di bawa keruangan
tindakan untuk mengatasi sesak napasnya

APGAR SCORE
NO KRITERIA 1 MENIT 5 MENIT 10 MENIT

1. Appearance 0 0 0
2. Pulse 0 1 1

3. Grimace 1 0 1

4. Activity 0 0 0

5. Respiratory 0 1 1

TOTAL 1 2 3

4. RIWAYAT KEHAMILAN
Antenatal Care : ( √ ) Dokter 1x
( √ ) Bidan 2x
( - ) Tidak pernah
( √ ) Lain-lain/Puskesmas
Imunisasi TT : sudah diberikan
Tablet Fe : Suami pasien mengatakan istrinya mengkonsumsi
tablet Fe 2-3x/hari.
Keluhan
Trimester I : Mengalami mual pada pagi hari
Trimester II : Tidak ada keluhan
Trimester III : klien mengatakan susah tidur sehingga tekanan darah klien
naik, klien mengatakan tekanan darah klien bisa mencapai 150/90 mmHg.

Kebiasaan waktu hamil


Makan : Makanan waktu hamil terdiri dari nasi, sayuran dan lauk
pauk
Minum : Suka minum air putih dan minum susu kehamilan
Obat-obatan : Suami pasien mengatakan istrinya mengkonsumsi
vitamin kehamilam
Jamu : Suami pasien mengataan istrinya tidak pernah
mengonsumsi jamu pada saat hamil
Rokok : pasien mengatakan tidak pernah merokok
E. RIWAYAT KESEHATAN
1. Penyakit yang diderita oleh ibu
 TBC
 Malaria
 Hepatitis
 Penyakit Jantung
 Ginjal
 Asma
 Dm
√ Hipertensi 150/90
 Gonorrhoe/ GO
 Syphilis
 HIV/AIDS
√ Infeksi virus (Flu dan Pilek)
 Jiwa
 Epilepsy
 Kista
 Lain-lain
Riwayat operasi ibu : Ibu tidak pernah di operasi sebelumnya
Jenis operasi :-
Kapan/tahun :-
Dimana :-
Yang mengoperasi/operator : -

2. Penyakit yang diderita oleh ayah :


 TBC
 Malaria
 Hepatitis
 Penyakit Jantung
 Ginjal
 Asma
 Dm
 Hipertensi
 Gonorrhoe/ GO
 Syphilis
 HIV/AIDS
√ Infeksi virus (batuk dan pilek)
 Jiwa
 Epilepsy
 Kista
3. Lain-lain :
Penyakit yang diderita oleh keluarga :
 TBC
 Malaria
 Hepatitis
 Penyakit Jantung
 Ginjal
 Asma
 Dm
√ Hipertensi (kakek bayi)
 Gonorrhoe/ GO
 Syphilis
 HIV/AIDS
 Infeksi virus
 Jiwa
 Epilepsy
 Kista
 Lain-lain

F. RIWAYAT PSIKOSOSIAL
Penerimaan ibu terhadap kehadiran bayinya :
( √ ) Menerima ( - ) Menolak
Penerimaan suami & keluarga terhadap kehadiran bayinya :
( √ ) Menerima ( - ) Menolak
Hubungan ibu dengan suami & keluarga :
( - ) Kurang baik ( √ ) Baik ( - ) Tidak baik
Keluarga yang masih tinggal serumah :
( - ) Mertua ( - ) Kakak kandung (√ ) Orang tua sendiri
(-) Lain-lain : Tidak ada

G. RIWAYAT SOSIAL KULTURAL


Suami pasien mengatakan bahwa saat hamil istrinya memakai gelang kaki
berwarnaa hitam .

H. NUTRISI
ASI, on demand : ( ) ) Ya (√ ) Tidak, ibu mengatakan ASI nya belum keluar
Colostrums : ( ) Ya (√) Tidak, Ibu mengatakan tidak memberikan ASI
pertama kali setelah bayi lahir.
PASI : ( ) Ya (√) Tidak, pasien dipuasakan karena residu yang
berwarna coklat
Lain-lain : - Ibu klien tampak mengeluh ASI susah keluar

I. ELEMINASI
Miksi : ( ) Belum ( √ ) Sudah (warna kuning)
Mekonium : ( ) Belum ( √ ) Sudah
Warna BAB : hijau agak hitam
Konsistensi BAB : Lembek
J. PEMERIKSAAN
1. Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : (-) Baik (√ ) Lemah
Bayi berada dalam inkubator.
Sianosis

TTV : R : 63×/menit N : 129×/menit


S : 36,7oC Spo2 : 95%
O2 Ventilator syvev
Peep : 7 Fi02 : 80%
Aktivitas bayi : ( - ) Aktif (√ ) Merintih ( - ) Tidak menangis
( - ) Latergi
Kulit : ( - ) Normal (√ ) Sianosis(crt >3detik)
(- ) Mengelupas
(√ ) Pucat (- ) Keriput (-) Tipis
Lanugo : ( √ ) Ada ( - ) Tidak ada
Vernik Caseosa : ( - ) Ada ( √ ) Tidak ada
Tanda lahir :-

KEPALA
Kepala : ( √ ) Bersih ( - ) Kotor ( - ) Lain-lain
Bentuk kepala : ( √ ) Normal ( - ) Caput suksedanium
( - ) Cephal haematomi ( - ) Hydrocephal
( - ) Microcephal ( - ) Makrocephal
Sutura : ( √ ) Normal ( - ) Molage/moulding
( - ) Melebar
MATA
Sclera : ( - ) Ikterik ( √ ) Tidak ikterik
Conjungtiva : ( - ) Anemis ( √ ) Tidak anemis
Palpebra : ( - ) Edema ( √ ) Tidak edema
Bentuk : ( √ ) Normal ( - ) Menonjol ( - ) Cekung
( - ) Strabismus ( - ) Nistagmus
Perdarahan : ( - ) Ada ( √ ) Tidak ada
HIDUNG
Bentuk : ( √ ) Simetris ( - ) Tidak simetris
Nafas cuping hidung : ( √ ) Ada dan terpasang O2 ventilator mode
syvev
( - ) Tidak ada
Lain-lain :
MULUT
Bentuk : (√) Normal dan ada reflek hisap tetapi lemah
( - ) Labio skizis
( - ) Labio palate skizis
Kebersihan : ( √ ) Bersih ( - ) Ada monilia
Lidah : ( - ) Kotor ( √ ) Tidak kotor
Lain-lain : Pasien terpasang OGT, bibir pasien terlihat
kering dan puasa karena adanya residu berwarna coklat kehitaman 0,2
cc, pasien sesekali mengecap bibir

LEHER
Glandula thyroidea : ( - ) Bengkak ( √ ) Tidak bengkak
Struma : ( - ) Ada ( √ ) Tidak ada
Torticolis : ( - ) Ada ( √ ) Tidak ada
DADA
Bentuk : ( √ ) Normal ( - ) Funnel chest ( - ) Barrel chest
Retraksi : ( √ ) Ada ( - ) Tidak ada
Clavikula : ( √ ) Normal ( - ) Abnormal
Bunyi nafas : (√ )Vesikuler ( - ) Bronkovesikuler
( - ) Whezing ( - ) Ronkhi
Bunyi jantung : ( -) Normal ( - ) Rales () Mur-mur
Lain-lain : - Klien tampak sesak
- Adanya retraksi dada
- Terlihat menggunakan otot bantu nafas
- Irama napas tidak teratur

ABDOMEN
Bentuk : (√) Normal ( - ) Skapoid ( - ) Distensi
( - ) Omfalokel
Auskultasi abdomen : ( √ ) Timpany ( - ) Hypertimpany
Bising usus : ( - ) Tidak terdengan ( √ ) Ada 15 x/mnt
Perkusi abdomen : ( - ) Sonor ( √ ) Pekak
Tali pusat : ( - ) Arteri : ........ buah ( - ) Vena : ..... buah
( √ ) Normal ( - ) Layu ( - )
Lain-lain : Tali pusat segar dan terpasang inpus D 10% di tali pusat
bayi

PUNGGUNG
Bentuk : ( √ ) Normal ( - ) Lordosis ( - ) Kiposis
( - ) Skoliosis
Spina bifida : ( - ) Ada ( √ ) Tidak ada
Meningocele : ( - ) Ada ( √ ) Tidak ada
Dimple : ( - ) Ada ( √ ) Tidak ada

GENETALIA LAKI-LAKI
Penis : (√) Normal dan turun ke skrotum
( - ) Hipospadia ( - ) Epispadia
( - ) Hemaprodite
Scrotum : (√ ) Ada ( - ) Tidak ada ( - ) Gidrokel
Lain – lain :
Anus : ( √ ) Ada ( - ) Atresia ani

EKSTREMITAS ATAS DAN BAWAH


Jumlah jari tangan : ( √ ) Lengkap ada 10 jari ( - ) Tidak lengkap
Jumlah jari kaki : ( √ ) Lengkap ada 10 jari ( - ) Tidak lengkap
Polidaktili : ( - ) Ada ( √ ) Tidak ada
Paralisis : ( - ) Ada ( √ ) Tidak ada
Fraktur : ( - ) Ada ( √ ) Tidak ada
Tonus Otot : lemah
Lain-lain : terpasang inpus syringe pump dopamin 10 meq di
ekstremitas atas sebelah kiri

Pemeriksaan Antropometri
Berat badan sekarang : 2900 gram
Berat badan lahir : 2900 gram
Panjang badan : 48 cm
Lingkar lengan atas : ( 11) cm
Lingkar Kepala : (30)cm
Ukuran kepala
CFO ( Circumferentia fronto occipitalis) : ( 10 ) cm
CMO (Circumferentiamento occipitalis) : ( 14 ) cm
DFO (Diameter fronto occipitalis) : ( 14) cm
DMO (Diameter mento occipitalis) : ( 21 ) cm
2. Pemeriksaan Reflek
- Reflek rooting : ( √ ) Ada ( ) Tidak ada
Caranya dengan menyentuh pinggir mulut
bayi atau pipi bayi sehingga bayi akan
mengikuti arah sentuhan tersebut sambil
membuka mulutnya.
Reflek sucking : (√) Ada ( ) Tidak Ada
Refleks hisap bayi masih lemah.
Caranya dengan jari kelingking di
letakkan di mulut bayi, atau ketika bagian
atas atau langit-langit mulut bayi
disentuh, bayi akan mulai menghisap.

Reflek swallowing : (√) Ada ( ) Tidak Ada


Reflek menelan lemah.
Caranya dengan jari diletakkan dimulut
bayi atau benda-benda yang dimasukkan
kemulut bayi, bayi akan berusaha
menghisap lalu menelan.

Reflek graps : (-) Ada (√ ) Tidak Ada


Bayi menggenggam tangan perawat
tetapi tidak kuat.
Caranya dengan menyentuh telapak
tangan bayi kemudian bayi akan menutup
jari-jarinya seperti gerakan
menggenggam.

Reflek babinski : (√) Ada ( ) Tidak Ada


ketika di berikan rangsangan pada
telapak
kaki bayi jari kaki bayi merespon dengan
membuka.
Caranya dengan menggaruk telapak kaki
bayi sehingga jempol bayi akan mengarah
ke atas dan jari-jari kaki lain terbuka
3. Pemeriksaan Profilaksis (Saat Lahir)
Salf mata 1% : ( √ ) Diberi (Gentamicin 1 tetes kanan dan kiri)
( - ) Tidak diberi
Vitamin K 1 mg/IM : ( √ ) Diberi ( - ) Tidak diberi
Imunisasi hepatitis : ( √ ) Diberi ( - ) Tidak diberi

4. Pemeriksaan Penunjang
Hasil laboratorium tanggal 30 Januari 2019
Parameter Result Normal Range
RBC 4.89 4.2-6.1

HGB 16.9 12-18

HCT 50.1 37 – 52

MCH 34.6 27 – 31

RDW 19.0 11,5 – 14,5

NEUT% 96 50-70

LYMPH% 23 25-40

MXD 1.2 25 -30

NEUT# 0,00 2 -7,7

LYMPH 3.7 0,8 – 4

MXD# 1.2 2 – 7,7

K. Terapi saat ini


Cara
Golongan
Nama Obat Komposisi Indikasi/Kontaindikasi Dosis Pemberian
Obat
D10 Per 1000 mL Kristaloid Indikasi : 8ml/jam IV
Dextrose 100 Infus perifer untuk
(dextrose 10%) gram memberikan kalori pada
Osmolaritas : kondisi yang
278 mOsm. membutuhkan
Energi : 400 penggantian cairan &
kkal. kalori.
Kontraaindikasi :
Sindrom malabsorpsi
glukosa-galaktosa pada
koma diabetikum
Dopamin Dopamin HCL Obat jantung Indikasi : 10meq IV
Memperbaiki
kerja/perfusi jantung
Kontraindikasi :
Hipertiroidesme,
feokromositoma,takiarit
me,fibrilasi ventrikel,
glaukoma sudaut sempit,
adenoma prostat.
Dexa Dexamethasone kartikosteroi Indikasi : 2x0,5 mg IV
0,5 d Penyakit inflamasi akut
dan penyakit asma
bronkhial
Kontraindikasi :
Memiliki penyakit tukak
lambung, memiliki
penyakit TBC, memiliki
penyakit infeksi jamur

Vitamin K Phytonadione Vitamin Indikasi: 0,5 mg IV


Pencegahan dan
pengobatan pada
penyakit
hemorrhagic pada
bayi baru lahir
Kontraindikasi:
Hipersensitifitas
terhadap
phytonadione
(vitamin K1)
Ampicilin Tiap 5 ml (satu Antibiotic Indikasi: 2x150 IV
sendok teh) Ampisilina digunakan mg
suspensi untuk pengobatan :
mengandung Infeksi saluran
Ampisilina pernafasan,seperti
Trihidrat pneumonia faringitis,
setara dengan bronkitis, laringitis.
Ampisilina Infeksi saluran
Anhidrat 125 pencernaan, seperti
mg. shigellosis,
salmonellosis. Infeksi
saluran kemih dan
kelamin, seperti
gonore (tanpa
komplikasi), uretritis,
sistitis, pielonefritis.
Infeksi kulit dan
jaringan kulit.
Septikemia,
meningitis.

Kontraindikasi
Hipersensitif terhadap
penisilina.
Gentamixin Gentamicin antibiotik g Indikasi 1x15 IV
sulfate vial olongan a  Untuk mg
injeksi 20 mg / minoglikosi pengobatan terhadap
2 ml, vial da. berbagai infeksi
injeksi 40 mg / bakteri terutama
ml, vial injeksi bakteri gram negatif
60 ml / 1.5 ml, seperti Pseudomona
dan vial s, Proteus, Serratia,
injeksi 80 mg / dan Staphylococcus .
2 ml  Juga digunakan
untuk septikemia
(keracunan darah
oleh bakteri
patogenik dan atau
zat-zat yang
dihasilkan oleh
bakteri tersebut),
meningitis (radang
selaput otak), infeksi
saluran kemih,
saluran pernafasan,
saluran pencernaan,
kulit, tulang, dan
jaringan lunak.
 Berguna
melawan Yersinia
pestis dan Francisell
a tularensis.

Kontraindikasi
 Jangan digunakan
untuk penderita yang
mengalami reaksi
hipersensitivitas
terhadap gentamicin
atau antibiotika
golongan
aminoglikosida
lainnya.
 Hindarkan juga
pemakaian antibiotik
ini untuk bayi
prematur ataupun
bayi baru lahir.
Tidak boleh digunakan
untuk infeksi yang
disebabkan
oleh Neisseria
gonorrhoeae,
Neisseria
meningitidis atau
infeksi
bakteri Legionella
pneumophila (karena
berisiko pasien akan
mengalami shock dari
lipid A
endotoksin yang
ditemukan dalam
organisme bakteri
gram negatif tertentu).
Inj sibital Phenobarbital Antikonvu Indikasi : 58 mg IV
NA lsan antikonvulsan,
hipnotik dan sedatif

Kontraindikasi
Hipersensitif terhadap
kelainan darah porfilia

Cefataxime Cefataxine Antibiotic Indikasi 2x200 IV


500mg dan 1 Infeksi saluran mg
g. napas,infeksi pada
telinga,imfeksi kulit
dan jaringan lunak
Kontraindikasi :
Hipersensitif
terhadap antibiotik
cephalasporin

L. Analisis Data

No Data Fokus Etiologi Problem


1. DS: Imaturasi Ketidakefektifan pola
nafas
(00032)
DO:
- Keadaan umum lemah
- Bayi terlihat sesak
- sianosis
- Bayi berada dalam inkubator
- Adanya retraksi pada dada
- RR 63x/menit
- Irama napas tidak teratur
- Sp O2: 95%
- Heart rate 129x/menit
- Terpasang Buble CPAP

2. DS: Puasa yang lama Ketidakefektifan pola


- menyusu bayi
DO: (00107)
- Refleks menghisap lemah
- Residu 0,2 cc berwarna coklat
- OGT terpasang
- Bayi puasa
- Terpasang infus D10%
- Bibir tampak kering

Ds : Refleks mengisap tidak Ketidakcukupan


efektif produksi ASI
- Ibu mengatakan ASI nya belum keluar
- Ibu mengatakan tidak memberikan ASI pertama
kali setelah bayi lahir
- Refleks mengisap lemah
Do :
- Ibu tampak mengeluh ASI susah keluar
- Bayi sering menangis
- Bayi sesekali menghisap bibirnya

4 Ds : penurunan Disfungsi
Do : gastrointestinal motibilitas
- Terpasang OGT
gastrointestinal
- Residu coklat kehitaman
- Pasien puasa

M. Prioritas Diagnosa Keperawatan

1. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan imaturitas


2. Ketidakefektifan pola menyusu bayi berhubungan dengan puasa yang
lama
3. Ketidakcukupan produksi ASI berhubungan dengan refleks mengisap
tidak efektif
4. Disfungsi motibilitas gastrointestinal bergubungan dengan penurunan
gastrointestinal
N. Perencanaan Keperawatan

No. No. Diagnose Diagnose Nursing Nursing Intervention Rasional


Keperawatan
Outcome

1. 00032 Ketidakefektifan Setelah dilakukan Manajemen jalan 1. untuk


pola nafas tindakan nafas:
membersihkan
berhubungan keperawatan selama 1. Pertahankan
dengan imaturitas proses keperawatan jalan nafas
kepatenan jalan
1 x 24 jam
2. guna
diharapkan pola nafas dengan
nafas menjadi meningkatkan
melakukan
efektif.
kadar oksigen
Kriteria hasil : pengisapan lendir.
- Klien yang
2. Pantau status
menunjukkan bersirkulasi
pernafasan dan
pola nafas yang dan
oksigenasi sesuai
efektif. memperbaiki
dengan kebutuhan.
- Ekspansi dada status
3. Auskultasi jalan
simetris. kesehatan
nafas untuk
- Tidak ada bunyi 3. membantu
mengetahui adanya
nafas tambahan. mengevaluasi
penurunan
- Kecepatan dan keefektifan
ventilasi.
irama respirasi 4. upaya batuk
Kolaborasi dengan
dalam batas klien
dokter untuk
normal. 4. perubahan
pemeriksaan AGD
AGD dapat
dan pemakaian alat
mencetuskan
bantu nafas
disritmia
5. Berikan oksigenasi
sesuai kebutuhan jantung.
5. terapi
oksigen
dapat
membantu
mencegah
gelisah bila
klien
menjadi
dispneu,
dan ini juga
membantu
mencegahed
ema paru.
2. 00107 Ketidakefektifan Setelah dilakukan Breastfeeding 1. Untuk
pola menyusu tindakan assistance: mengetahui
bayi keperawatan 1x24 1. Monitor seberapa
berhubungan kemampuan bayi kemampuan
jam selama proses
dengan puasa untuk menghisap refleknya
yang lama keperawatan
diharapkan pola 2. Monitor menghisap
kemampuan bayi 2. Untuk
menyusu bayi
untuk menelan mengetahui
efektif.
3. Diskusikan seberapa
Kriteria Hasil : penggunaan pompa kemampuan
1. Klien dapat
ASI kalau bayi refleknya
menyesu dengan tidak mampu menelan
efektif menyusu 3. Agar asupan
2. Bayi nutrisi bayi
menunjukkan selalu terjaga
kepuasan dan
menyusu terpenuhi
3. 000216 Ketidakcukupan Setelah diberikan Pengajaran nutrisi 1. Untuk
asuhan keperawatan bayi : 0-3 bulan memberikan
produksi ASI
selama 1x24 jam 1. Jelaskan kepada orang manfaat pada
berhubungan diharapkan tua untuk daya tahan
Keberhasilan memaksimalkan tubuh bayi
dengan refleks
menyusui bayi pemberian ASI 2. Untuk menjaga
mengisap tidak adekuat dengan secara eksklusif kebersihan dan
skala 5, dengan 2. Jelaskan kepada orang kesehatan pada
efektif
kriteria hasil : tua untuk membuang bayi
- Pengeluaran ASI sisa susu di dalam 3. Untuk
adekuat botol setiap selesai mencegah
- Payudara penuh memberikan ASI terjadinya
sebelum 3. Jelaskan kepada aspirasi pada
menyusui orang tua untuk selalu bayi
- Mengenali bayi memegang bayi saat
menelan adekuat memberikan ASI
- Memompa apabila memakai dot
payudara adekuat dan sendawakan bayi
- Penyimpanan ASI 1. Untuk
yang aman Pendidikan orang tua mengetahui
bayi kesiapan orang
1.Menentukan tua dalam
pengetahuan , merawat bayi
kesiapan dan 2. Untuk
kemampuan orang tua memberikan
dalam merawat bayi pengetahuan
2. Mengajarkan orang dalam merawat
tua keterampilan bayi
dalam merawat bayi 3. Untuk
3.Mengajarkan orang memberikan
tua untuk menyiapkan pengetahuan
ASI dan cara kepada orang
pemberiannya tua dalam
4. Memberikan menyiapkan
informasi mengenai ASI dan cara
dot bayi kepada orang pemberian
tua yang benar
4. Agar orang tua
mengetahui
mengenai dot
bayi yang
diberikan
kepada bayi

4. 00196 Disfungsi Setelah dilakukan Monitor saluran cerna 1. Untuk


tindakan mengetahui
motilitas
keperawatan 1x24 1. kaji TTV bayi keadaan umum
gastrointestinal jam selama proses 2. monitor status cairan
pasien
keperawatan elektrolit
berhubungan 2. Mengetahui
diharapkan disfungsi 3.catat intake dan
dengan motilitas output secara akurat banyaknya
gastrointestinal 4.kaji tanda-tanda cairan dan
penurunan
dapat diminimalisir gangguan elektrolit
gastrointestinal dengan keseimbangan cairan 3. Mengetahui
kriteria hasil : dan elektrolit intake dan
1. Residu berwarna
output dalam
normal
tubuh secara
2. Penyerapan
adekuat
yang membaik
4. Mengetahui
adanya tanda-
tanda
ngangguan
keseimbangan
cairan
elektrolit
O. Implementasi Keperawatan
Hari /Tanggal: Kamis, 31Januari 2019
No. Jam Tindakan Nomor Tindakan Evaluasi Tindakan Paraf
Diagnosa
NANDA

1. 09.00 00032 Manajemen 1. jalan napas klien Mardina Ayu Sari


jalan nafas: bersih tetapi
1. Mempertahankan sedikit ada lendir
kepatenan jalan
nafas dengan 2. RR : 63 x/m irama
melakukan napas tidak teratur
pengisapan diberikan O2 2
lendir. liter
2. Melakukan
3. Adanya penurunan
pemantauan
ventilasi
terhadap status
pernafasan dan 4. Klien terpasang
oksigenasi sesuai oksigen Buble
dengan CPAP
kebutuhan.
3. Lakukan
auskultasi jalan
nafas untuk
mengetahui
adanya
penurunan
ventilasi.
4. Berkolaborasi
dengan dokter
untuk pemakaian
alat bantu nafas
5. Memberikan
oksigenasi sesuai
kebutuhan.

2. 09.30 00107 Breastfeeding 1) muncul reflex Mardina Ayu Sari


assistance: menghisap (masih
1. Melakukan lemah)
monitor
kemampuan bayi 2) kemampuan
untuk menghisap menelan sudah ada
2. Melakukan tapi masih lemah
monitor
kemampuan bayi 3) ibu klien selalu
untuk menelan memompa ASInya
3. Mendiskusikan karena klien masih
penggunaan tidak bisa untuk
pompa ASI kalau
bayi tidak diberikan ASI
mampu menyusu langsung

3. 10.00 00007 Pengajaran . Menyarankan Mardina Ayu Sari


nutrisi bayi : 0-3 kepada ibu
bulan untuk hanya
memberikan
1.1. Menjelaskan ASI ekslusif 6
kepada orang bulan
tua untuk 2. Menginformasikan
memaksimalkan untuk selalu
pemberian ASI membersihkan
secara eksklusif botol dot sehabis
2. Menjelaskan memberikan ASI
kepada orang tua 3. Menghindari
untuk terjadinya
membuang sisa Aspirasi atau bayi
susu di dalam tersedak dan
botol setiap menganjurkan
selesai untuk
memberikan memposisikan
ASI bayi duduk
3.Menjelaskan biarkan bayi
kepada orang tua bayai bersendawa
untuk selalu
memegang bayi 1. Menanyakan
saat memberikan kemampuan ibu
ASI apabila dalam merawat
memakai dot bayi dan
dan sendawakan memberika ASI
bayi 2. Mengajarkan cara
perawatan bayi
Pendidikan kepada ibu
orang tua bayi 3. Mengajarkan ibu
1.Menentukan untuk
pengetahuan , memberikan ASI
kesiapan dan 4. Menjelaskan
kemampuan mengenai dot
orang tua dalam pada bayi
merawat bayi
2. Mengajarkan
orang tua
keterampilan
dalam merawat
bayi
3.Mengajarkan
orang tua untuk
menyiapkan ASI
dan cara
pemberiannya
4. Memberikan
informasi
mengenai dot
bayi kepada
orang tua

4. 11.00 000196 Monitor saluran 1. R : 63×/menit Mardina Ayu Sari


cerna
N : 129×/menit
1. kaji TTV bayi S : 36,7oC
2. monitor status
cairan elektrolit Spo2 : 95%
3.catat intake dan 2.residu berwarna
output secara akurat
4.kaji tanda-tanda coklat kehitaman
gangguan 3.pasien masih puasa
keseimbangan
cairan dan elektrolit
P. Evaluasi (Catatan Perkembangan/SOAP)
Hari/Tanggal : Kamis, 31 Januari 2019
No. Jam Nomor Diagnosa Respon
Evaluasi NANDA

1. 15.00 wita 00032 S (Subjektif) :


-

O (Objektif) :
1. Keadaan umum lemah
2. Bayi masih berada dalam incubator
3. R :62×/menit N : 130×/menit S : 36,6ºC
Spo2 : 98%
4. Ventilator syvev Peep 7 Fi02 : 80%
5. Terpasang syringe pump dopamin 10 meq
di ekstremitas atas sebelah kiri

A (Analisis Masalah) :
Masalah belum teratasi

P (Perencanaan Selanjutnya) :
Intervensi atau implementasi dilanjutkan.
2. 15.30 00107 S (Subjektif) :
-

Objektif (O) :
1. OGT masih terpasang dan
2. Bayi masih puasa
3. Pasien masih terpasang infus D10% ditali
pusat
4. Mukosa bibir kering

A (Analisis Masalah) :
Masalah belum teratasi.
P (Perencanaan Selanjutnya) :
Intervensi atau implementasi dilanjutkan.

3 14.00 000196 S:
-
O:
1. residu berwarna coklat kehitaman
0,2 cc
2.bayi masih puasa

A : Masalah belum teratasi


P : intervensi dilanjutkan sebagian
Hari/Tanggal : Jum’at, 01 Februari 2019
No. Jam Nomor Diagnosa Respon
Evaluasi NANDA

1. 20.00 wita 00032 S (Subjektif) :


-

O (Objektif) :
1. Keadaan umum lemah
2. Bayi masih berada dalam incubator
3. TTV
R : 41×/menit
N : 122×/menit
S : 36,0ºC
Spo2 : 97%

4.Ventilator syvev Peep 7 Fi02 : 80%


5.Terpasang syringe pump dopamin 10 meq di
ekstremitas atas sebelah kiri

A (Analisis Masalah) :
Masalah teratasi sebagian

P (Perencanaan Selanjutnya) :
Intervensi atau implementasi dilanjutkan

2. 20.30 00107 S (Subjektif) :

Objektif (O) :

1. Bayi masih puasa


2. OGT masih terpasang
3. Pasien masih terpasang infus D10% ditali
pusat
4. Mukosa bibir kering

A (Analisis Masalah) :
Masalah belum teratasi.

P (Perencanaan Selanjutnya) :
Intervensi atau implementasi dilanjutkan.

3 21.00 00196 S:
-
O:
1. residu berwarna keruh 0,1 cc
2.bayi masih puasa

A : Masalah belum teratasi


P : intervensi dilanjutkan sebagian

Hari/Tanggal : sabtu, 02 Februari 2019


No. Jam Nomor Diagnosa Respon
Evaluasi NANDA

1. 20.00 wita 00032 S (Subjektif) :


-

O (Objektif) :
1. Keadaan umum lemah
2. Bayi masih berada dalam incubator
3. TTV
R : 38×/menit
N : 126×/menit
S : 36,7ºC
Spo2 : 95%

4.Ventilator syvev Peep 7 Fi02 : 80%

A (Analisis Masalah) :
Masalah teratasi sebagian

P (Perencanaan Selanjutnya) :
Intervensi atau implementasi dilanjutkan

2. 20.15 00107 S (Subjektif) :

Objektif (O) :

1. Bayi masih puasa


2.OGT masih terpasang
3.Pasien masih terpasang infus D10% di tali
pusat
4.Mukosa bibir kering

A (Analisis Masalah) :
Masalah belum teratasi.

P (Perencanaan Selanjutnya) :
Intervensi atau implementasi dilanjutkan.

3 20.30 000196 S:
-

O:
1. residu berwarna putih kekuning-kuningan
0,2 cc
2.bayi masih puasa

A : Masalah belum teratasi

P : Intervensi dilanjutkan

Hari/Tanggal : minggu, 03 Januari 2019


No. Jam Nomor Diagnosa Respon
Evaluasi NANDA

1. 14.00 wita 00032 S (Subjektif) :


-

O (Objektif) :
1.Keadaan umum lemah
2.Bayi masih berada dalam incubator
3.TTV
R : 30×/menit
N : 123×/menit
S : 36,5ºC
Spo2 : 97%

4. Ventilator syvev Peep 7 Fi02 : 80%

A (Analisis Masalah) :
Masalah teratasi sebagian

P (Perencanaan Selanjutnya) :
Intervensi atau implementasi dilanjutkan
2. 14.15 00107 S (Subjektif) :

Objektif (O) :

1. Bayi masih puasa


2.OGT masih terpasang
3.Pasien masih terpasang infus D10% di tali
pusat
4.Mukosa bibir kering

A (Analisis Masalah) :
Masalah belum teratasi.

P (Perencanaan Selanjutnya) :
Intervensi atau implementasi dilanjutkan.

3 14.30 000216 S:
-

O:
1. Refleks menelan masih lemah
2. OGT terpasang
3. Ibu bayi tidak ada menyerahkan ASI
keperawat

A : Masalah belum teratasi

P : Intervensi dilanjutkan

Hari/Tanggal : Senin , 04 Februari 2019

No. Jam Nomor Diagnosa Respon


Evaluasi NANDA

1. 06.00 wita 00032 S (Subjektif) :


-

O (Objektif) :
1.Keadaan umum lemah
2.Bayi masih berada dalam incubator
3.TTV
R : 28×/menit
N : 127×/menit
S : 37,1ºC
Spo2 : 93%

4. Ventilator syvev Peep 7 Fi02 : 80%

A (Analisis Masalah) :
Masalah teratasi sebagian

P (Perencanaan Selanjutnya) :
Intervensi atau implementasi dilanjutkan

2. 06.15 00107 S (Subjektif) :

Objektif (O) :
1. Bayi masih puasa
2.OGT masih terpasang
3.Pasien masih terpasang infus D10% tali
pusat
4.Mukosa bibir kering

A (Analisis Masalah) :
Masalah belum teratasi.

P (Perencanaan Selanjutnya) :
Intervensi atau implementasi dilanjutkan.

3 06.30 000216 S:
-

O:
1.Refleks menelan masih lemah
2.OGT terpasang
3.Ibu bayi tidak ada menyerahkan ASI
keperawat

A : Masalah belum teratasi

P : Intervensi dilanjutkan

Hari/Tanggal : Rabu, 06 Februari 2019

No. Jam Nomor Diagnosa Respon


Evaluasi NANDA

1. 12.00 wita 00032 S (Subjektif) :


-

O (Objektif) :
1.Keadaan umum lemah
2.Bayi masih berada dalam incubator
3.TTV
R : 28×/menit
N : 127×/menit
S : 37,1ºC
Spo2 : 93%

4. Ventilator syvev Peep 7 Fi02 : 80%

A (Analisis Masalah) :
Masalah teratasi sebagian

P (Perencanaan Selanjutnya) :
Intervensi atau implementasi dilanjutkan

2. 12.15 00107 S (Subjektif) :

Objektif (O) :

1. Bayi berhenti puasa


2.pemberian ASI 1cc/3jam
3.OGT masih terpasang
4.Pasien masih terpasang infus D10% tali
pusat
5.Mukosa bibir kering
A (Analisis Masalah) :
Masalah teratasi sebagian.

P (Perencanaan Selanjutnya) :
Intervensi atau implementasi dilanjutkan.

3 12.30 000216 S:
-

O:
1.Refleks menelan masih lemah
2.OGT terpasang
3.Ibu bayi menyerahkan ASI keperawat
ruangan
4.bayi minum ASI 1cc/jam

A : Masalah teratasi sebagian

P : Intervensi dilanjutkan
Banjarmasin, Febuari 2019

Preceptor akademik, Preseptor klinik,

(Mariani, Ns.,M.Kep) (Siti Rusmalina, S.Kep.,Ns)


ASUHAN KEPERAWATAN TERHADAP BAYI NY. F
DENGAN DIAGNOSA MEDIS BBLR DAN RDS
DI RUANG MERAH DELIMA (BAYI) RSUD
DR. H. MOCH. ANSARI SALEH
BANJARMASIN, 2019

Oleh
DENI PRIATNA
NPM. 1814901110058

PROGRAM PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
TAHUN AKADEMIK 2019-2020