Sunteți pe pagina 1din 10

JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)

Volume 5, Nomor 4, Oktober 2017 (ISSN: 2356-3346)


http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm

ANALISIS EVALUASI IMPLEMENTASI SIK 5NG PADA BIDAN DESA


DENGAN METODE TAM DI WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN
KABUPATEN DEMAK TAHUN 2016

Ayu Laraswaty Lumban Gaol, Atik Mawarni, Djoko Nugroho


Bagian Biostatistika dan Kependudukan, Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Diponegoro
Email : ayularaswaty28@gmail.com

ABSTRACT

Central Java Provincial Health Office has developed Health Information System
that is SIK 5NG “Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng” which is designed for
pregnant recording and reporting system can be done in realtime so as to provide
accurate, relevant, and timely data and information for the decision-making
procces. One of the districts that have utilized SIK 5NG is Demak Regency, but
not yet maximally utilized by its users, Village Midwives. The SIK 5NG
development phase requires an evaluation for the improvement of further
development. The purpose of this research is to analyze the evaluation of SIK
5NG implementation in the working area of Demak District Health Office by TAM
method (Technology Acceptance Model) which viewed from perceived ease of
use, perceived usefulness, attitude toward using, behavioral intention of use, and
actual system usage. This research uses quantitative and qualitative approach.
The population of this research is 281 Village Midwives who work in the working
area of Demak District Health Office. The sample of this research is 38 Village
Midwives. Sampling technique using Simple Random Sampling technique. The
results show that there are still some deficiencies in each variable, such as the
village midwife is not easy to use SIK 5NG in recording and reporting of pregnant
women, not using SIK 5NG to calculate indicator on KIA program, and not using
SIK 5NG to produce information about women pregnant. One of the reasons
presented is the frequent server interruption so the system is difficult to access.
Therefore, it is advisable for the midwife coordinator to evaluate and monitor the
village midwife in utilizing the SIK 5NG from entrering data, calculating indicator
on KIA program to produce information about pregnant women.

Keywords : Evaluation of information systems, Health Information Systems,


models acceptance of technology, TAM

PENDAHULUAN tingkat Kabupaten/Kota, di tingkat


Latar Belakang Provinsi, maupun di tingkat Pusat.1,2
Sistem Informasi Kesehatan Salah satu Sistem Informasi
(SIK) merupakan subsistem dari Kesehatan yang sedang
Sistem Kesehatan Nasional yang dikembangkan di Provinsi Jawa
menyediakan dukungan informasi Tengah adalah SIK 5NG “Jateng
bagi proses pengambilan keputusan Gayeng Nginceng Wong Meteng”
di setiap jenjang administrasi sebagai upaya terobosan tindak
kesehatan, baik di tingkat unit lanjut dari hasil evaluasi tingginya
pelaksana upaya kesehatan, di

180
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 5, Nomor 4, Oktober 2017 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm

Angka Kematian Ibu di Provinsi pencatatan dan pelaporan manual


Jawa Tengah.3 pada lembaran kertas sehingga tidak
Sejak tahun 2016, SIK 5NG telah perlu untuk merubah sistem
diimplementasikan ke seluruh pencatatan dan pelaporan dengan
Kabupaten/ Kota yang ada di menggunakan teknologi informasi,
Provinsi Jawa Tengah sampai ke disamping itu bidan desa merasa
tingkat desa. Sistem informasi pekerjaannya menjadi lebih berat
tersebut diterapkan agar sistem ketika harus melakukan pencatatan
pencatatan dan pelaporan dapat dan pelaporan dua kali yaitu secara
dilakukan secara realtime, dengan manual dan menggunakan sistem
demikian data dan informasi yang teknologi informasi 5NG.
dihasilkan tepat waktu, relevan, dan Hasil studi pendahuluan tersebut
akurat sesuai dengan kebutuhan menunjukkan bahwa permasalahan
untuk proses pengambilan yang ditemui dalam penerapan SIK
keputusan. 5NG di Kabupaten Demak adalah
Berdasarkan studi pendahuluan dari segi penerimaan bidan desa
yang dilakukan di Dinas Kesehatan terhadap sistem teknologi informasi
Provinsi Jawa Tengah, diketahui 5NG yang sudah diterapkan. Agar
bahwa dari 35 Kabupaten/Kota, 34 sistem teknologi informasi dapat
Kabupaten/Kota sudah diterima dengan baik oleh
memanfaatkan SIK 5NG dan 1 pemakainya, maka perilaku pemakai
Kabupaten belum memanfaatkannya sistem informasi yang tidak sesuai
yaitu Kabupaten Magelang. Salah harus diubah melalui penyebab-
satu Kabupaten/Kota yang sudah penyebab perilaku tersebut.5
memanfaatkan SIK 5NG adalah Salah satu teori yang dapat
Kabupaten Demak, namun dalam digunakan untuk mengetahui
implementasinya Kabupaten Demak bagaimana tingkat penerimaan
belum memanfaatkan SIK 5NG individu terhadap sebuah sistem
secara maksimal. Dari seluruh bidan teknologi informasi adalah Model
desa (pengguna SIK 5NG) yang ada Penerimaan Teknologi (Technology
di Kabupaten Demak, hanya 34,46% Acceptance Model atau TAM).5
bidan desa yang menggunakan SIK Metode TAM dapat ditinjau dari lima
5NG dengan rata-rata 46,91% bidan aspek yaitu persepsi pengguna
desa yang menggunakan SIK 5NG terhadap kemudahan (Perceived
di Provinsi Jawa Tengah.4 Ease Of Use/PEOU), persepsi
Hasil wawancara dengan salah terhadap kemanfaatan (Perceived
satu staf Seksi Kesehatan Keluarga Usefulness/PU), sikap terhadap
dan Gizi yang bertugas sebagai penggunaan (Attitude Towards
supervisor serta bertanggungjawab Using/ATU), niat untuk
dalam pelaksanaan program 5NG menggunakan (Behavioral Intention
menunjukkan bahwa penerapan SIK To Use/ITU), dan kondisi nyata
5NG belum maksimal dilakukan oleh penggunaan (Actual System
bidan desa. Hal ini ditunjukkan Usage/ASU).
dengan didapatkannya informasi Berdasarkan latar belakang
bahwa bidan desa tidak menerapkan tersebut, maka perlu dilakukan
SIK 5NG secara maksimal dan analisis evaluasi implementasi
efektif karena mereka menganggap Sistem Informasi Kesehatan (SIK)
lebih menyulitkan dalam 5NG pada Bidan Desa dengan
penyelesaian tugasnya karena Model Penerimaan Teknologi
sudah terbiasa menggunakan sistem (Technology Acceptance Model atau

181
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 5, Nomor 4, Oktober 2017 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm

TAM) yang akan dilakukan di Tabel 2. Distribusi Frekuensi


Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Masa Kerja Bidan Desa di
Kabupaten Demak. Puskesmas Wilayah Kerja DKK
Demak Tahun 2016
METODE PENELITIAN Masa Kerja Bidan f %
Penelitian ini merupakan Desa
penelitian kuantitatif dan kualitatif < 15 tahun 21 55,3
dengan desain cross sectional study ≥ 15 tahun 17 44,7
dimana data yang menyangkut Jumlah 38 100,0
penerimaan SIK 5NG dikumpulkan Berdasarkan tabel 2 dapat
dalam satu waktu dan pengukuran dilihat bahwa bidan desa dengan
hanya dilakukan satu kali saja. masa kerja < 15 tahun lebih dari
Populasi dalam penelitian ini setengah jumlah bidan desa
adalah semua bidan desa yang dengan persentase sebesar
bekerja di Wilayah Kerja Dinas 55,3%.
Kesehatan Kabupaten Demak tahun 3. Pendidikan Bidan Desa
2016 yang berjumlah 281 bidan Pendidikan terendah bidan
desa, dengan teknik pengambilan desa adalah D3 dan pendidikan
sampel Simple Random Sampling tertinggi bidan desa adalah
sebesar 38 bidan desa. Analisis data D4/S1. Kebanyakan pendidikan
menggunakan analisis kuantitatif bidan desa adalah D3.
dan kualitatif.

HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum Karakteristik
Responden
1. Umur Bidan Desa Tabel 3. Distribusi Frekuensi
Umur bidan desa berkisar Pendidikan Bidan Desa di
antara umur 28 tahun hingga 47 Puskesmas Wilayah Kerja DKK
tahun. Rata-rata umur bidan Demak Tahun 2016
desa adalah 36,79 tahun. Pendidikan Bidan f %
Tabel 1. Distribusi Frekuensi Desa
Umur Bidan Desa di Puskesmas D3 34 89,5
Wilayah Kerja DKK Demak D4/S1 4 10,5
Tahun 2016 S2 0 0
Umur Bidan Desa f % Jumlah 38 100,0
< 37 tahun 23 60,5 Berdasarkan tabel 3
≥ 37 tahun 15 39,5 diketahui bahwa pendidikan
Jumlah 38 100,0 bidan desa terbesar adalah D3
Berdasarkan tabel 1 sebesar 89,5%.
diketahui bahwa persentase 4. Lama Bidan Desa
terbesar umur bidan desa adalah Menggunakan SIK 5NG
kelompok < 37 tahun (60,5%). Lama bidan desa
2. Masa Kerja Bidan Desa menggunakan SIK 5NG berkisar
Masa kerja bidan desa antara 1 bulan sampai dengan
berkisar antara 5 tahun sampai 14 bulan. Rata-rata lama bidan
dengan 24 tahun. Rata-rata desa menggunakan SIK 5NG
masa kerja bidan desa adalah adalah 5,79 bulan.
15,55 tahun. Tabel 4. Distribusi Frekuensi
Lama Bidan Desa Menggunakan

182
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 5, Nomor 4, Oktober 2017 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm

SIK 5NG di Puskesmas Wilayah memasukkan data ibu hamil


Kerja DKK Demak Tahun 2016 pada SIK 5NG, 63,2% tidak
Lama Bidan Desa setuju untuk kemudahan
Menggunakan SIK f % mengoperasionalkan SIK 5NG,
5NG dan 50% bidan desa tidak setuju
< 5,8 bulan 20 52,6 untuk kemudahan menggunakan
≥ 5,8 bulan 18 47,4 SIK 5NG dalam pencatatan dan
Jumlah 38 100,0 pelaporan ibu hamil.
Berdasarkan tabel 4 terlihat
bahwa lama bidan desa 2. Persepsi Terhadap
menggunakan SIK 5NG < 5,8 Kemanfaatan Penggunaan SIK
bulan lebih dari setengah jumlah 5NG (Perceived Usefulness)
bidan desa yaitu 52,6%. Hasil penelitian
5. Penggunaan Komputer dalam menunjukkan bahwa 89,5%
Mendukung Tugas Bidan Desa bidan desa merasa setuju untuk
Tabel 5. Distribusi Frekuensi kemanfaatan laporan SIK 5NG
Penggunaan Komputer dalam dalam pemantauan dan
Mendukung Tugas Bidan Desa di pendampingan ibu hamil, 76,3%
Puskesmas Wilayah Kerja DKK setuju untuk kemanfaatan
Demak Tahun 2016 laporan SIK 5NG sebagai bahan
Penggunaan pengambilan kebijakan di Jawa
Komputer dalam Tengah, 60,5% setuju untuk
f %
Mendukung Tugas kemanfaatan penggunaan SIK
Bidan Desa 5NG dalam meningkatkan kinerja
Tidak 10 26,3 bidan desa, 63,2% setuju untuk
Ya 28 73,7 kemanfaatan penggunaan SIK
Jumlah 38 100,0 5NG dalam meningkatkan
Berdasarkan tabel 5 produktivitas, dan 68,4% setuju
diketahui bahwa hampir tiga per untuk kemanfaatan SIK 5NG
empat jumlah bidan desa telah dalam meningkatkan
menggunakan komputer dalam keterampilan dalam pencatatan
mendukung tugasnya yaitu dan pelaporan ibu hamil. Namun
sebesar 73,7%. 55,3% bidan desa tidak setuju
untuk kemanfaatan penggunaan
B. Gambaran Implementasi SIK SIK 5NG dalam mempermudah
5NG dengan Metode TAM dan mempercepat (76,3%)
1. Persepsi Terhadap pencatatan dan pelaporan ibu
Kemudahan Penggunaan SIK hamil.
5NG (Perceived Ease Of Use)
Berdasarkan hasil 3. Sikap Terhadap Penggunaan
penelitian, 78,9% bidan desa SIK 5NG (Attitude Towards
merasa setuju untuk kemudahan Using)
mempelajari SIK 5NG, 65,8% Berdasarkan hasil
setuju untuk kemudahan penelitian, 55,3% bidan desa
memahami menu-menu pilihan setuju untuk mendukung
pada software SIK 5NG, dan pencatatan dan pelaporan
52,6% setuju untuk kemudahan menggunakan SIK 5NG, 57,9%
memahami pengisian Form Data setuju bahwa dengan SIK 5NG
ibu hamil SIK 5NG. Namun memasukkan data ibu hamil
73,7% bidan desa merasa tidak dapat dilakukan dengan lebih
setuju untuk kemudahan

183
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 5, Nomor 4, Oktober 2017 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm

cepat, 57,9% setuju bahwa data informasi-informasi tentang ibu


ibu hamil tersedia dengan hamil.
lengkap pada SIK 5NG, 84,2%
setuju bahwa dengan SIK 5NG PEMBAHASAN
pemrosesan data ibu hamil dapat A. SIK 5NG Ditinjau dari Aspek
dilakukan dengan cepat, dan Persepsi Terhadap
60,5% setuju bahwa Kemudahan Penggunaan
pengambilan keputusan dapat Persepsi kemudahan
dilakukan berdasarkan laporan penggunan dari suatu teknologi
pada SIK 5NG. Namun 63,2% mengacu pada kepercayaan
bidan desa tidak setuju bahwa pengguna bahwa menggunakan
pencatatan dan pelaporan lebih teknologi tersebut tidak akan
baik menggunakan SIK 5NG. membutuhkan usaha yang
banyak (mudah digunakan).6
4. Niat Untuk Menggunakan SIK Meskipun usaha menurut setiap
5NG (Behavioral Intention To orang berbeda-beda tetapi pada
Use) umumnya untuk menghindari
Hasil penelitian penolakan dari pengguna sistem
menunjukkan bahwa 65,8% atas sistem yang dikembangkan,
bidan desa tidak bersedia maka sistem harus mudah
menggunakan SIK 5NG dalam diaplikasikan oleh pengguna
penyelesaian pencatatan dan tanpa mengeluarkan usaha yang
pelaporan ibu hamil. Semua dianggap memberatkan.7
bidan desa (100%) bersedia Hasil penelitian
bertanya apabila ada kesulitan menunjukkan bahwa sebagian
dalam menggunakan SIK 5NG, besar bidan desa menilai SIK
bersedia mengikuti 5NG mudah dipelajari
sosialisasi/pelatihan tentang SIK penggunaannya karena bidan
5NG, dan mengajak bidan desa desa telah mengikuti sosialisasi
lainnya untuk menggunakan SIK tentang penggunaan SIK 5NG
5NG. Namun 65,8% bidan desa sebelumnya. Sosialisasi
tidak berencana menggunakan dilakukan bagi bidan desa agar
SIK 5NG untuk penyelesaian beradaptasi dengan pola kerja
pencatatan dan pelaporan ibu dan peralatan yang digunakan
hamil. dalam lingkungan kerja sistem.
Dengan pemahaman tentang
5. Kondisi Nyata Implementasi penggunaan sistem, diharapkan
SIK 5NG bidan desa akan memanfaatkan
Hasil penelitian sistem tersebut, sehingga dapat
menunjukkan bahwa 92,1% menyelesaikan pekerjaan
bidan desa telah menggunakan mereka jauh lebih mudah dan
SIK 5NG untuk memasukkan cepat.8
data mengenai ibu hamil. Namun Menu-menu yang
63,2% bidan desa tidak disediakan SIK 5NG mudah
menggunakan SIK 5NG untuk dipahami oleh bidan desa karena
melakukan perhitungan indikator format sub menu pada menu
pada program KIA dan 71,1% Data Ibu Hamil hampir sama
bidan desa tidak menggunakan dengan format kohort ibu hamil
SIK 5NG untuk menghasilkan sehingga bidan desa sudah
familiar dan tidak rumit dalam

184
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 5, Nomor 4, Oktober 2017 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm

memasukkan data pada Form bahan pengambilan kebijakan di


Data Ibu Hamil. Jawa Tengah. Laporan tersebut
Berdasarkan hasil berupa grafik tentang jumlah ibu
wawancara dengan bidan desa, hamil dan resiko tinggi ibu hamil
faktor-faktor yang mempengaruhi di Kabupaten Demak hingga
bidan desa tidak ingin tingkat desa yang berisi data ibu
menggunakan SIK 5NG adalah hamil yang sebelumnya telah
lemahnya dalam dimasukkan ke software SIK
mengoperasionalkan komputer, 5NG.
tidak mempunyai niat dalam Sebagian besar bidan desa
mengoperasionalkan sistem menilai bahwa SIK 5NG tidak
informasi serta jaringan server dapat mempermudah dan
yang tidak dapat diakses yang mempercepat selesainya
pada akhirnya mempengaruhi pencatatan dan pelaporan ibu
bidan desa untuk tidak memiliki hamil dikarenakan kendala yang
keinginan untuk memanfaatkan sering dialami dilapangan yaitu
SIK 5NG. terkadang jaringan terputus tiba-
tiba sehingga data tidak dapat
B. SIK 5NG Ditinjau dari Aspek dihasilkan secara tepat waktu,
Persepsi Terhadap terkadang data yang sudah
Kemanfaatan Penggunaan dimasukkan tidak tersimpan
Persepsi kemanfaatan sehingga harus mengulang dari
penggunaan dapat diartikan awal memasukkan data yang
sebagai kepercayaan pengguna berdampak bertambahnya beban
bahwa dengan menggunakan kerja bukan mempermudah
teknologi tersebut akan pekerjaan. Hal tersebut
membantu meningkatkan dikarenakan seringnya terjadi
performa dalam bekerja.6 Jika gangguan server sehingga
seseorang merasa percaya membutuhkan waktu yang agak
bahwa sistem informasi berguna lama untuk mengerjakan
maka dia akan pencatatan dan pelaporan
menggunakannya. Sebaliknya tersebut.
jika seseorang merasa percaya
bahwa sistem informasi kurang C. SIK 5NG Ditinjau dari Aspek
beguna maka dia tidak akan Sikap Terhadap Penggunaan
menggunakannya. Konsep ini Sikap terhadap
juga menggambarkan manfaat penggunaan didefinisikan
sistem bagi pemakainya yang sebagai respon terhadap
berkaitan dengan produktivitas, penggunaan sistem yang
kinerja tugas atau efektivitas, berbentuk penerimaan atau
pentingnya bagi tugas, dan penolakan sebagai dampak bila
kemanfaatan secara seseorang menggunakan suatu
keseluruhan.7 teknologi dalam pekerjaannya.9
Hasil penelitian Beberapa penelitian
menunjukkan bahwa sebagian menunjukkan bahwa sikap
besar bidan desa menilai laporan (Attitude) berpengaruh secara
SIK 5NG dapat dimanfaatkan positif terhadap niat berperilaku
untuk pemantauan dan (behavioral intention).10 Sikap
pendampingan ibu hamil serta seseorang terdiri atas unsur
dapat dimanfaatkan sebagai kognitif atau cara pandang,

185
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 5, Nomor 4, Oktober 2017 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm

afektif, dan komponen- pelaporan ibu hamil tanpa harus


komponen yang berkaitan menggunakan SIK 5NG. Hal ini
dengan perilaku.11 didukung dengan seringnya
Berdasarkan hasil jaringan server yang terganggu
penelitian, lebih dari setengah sehingga tidak dapat diakses
jumlah bidan desa yang menjadi yang pada akhirnya
responden tidak setuju bahwa mempengaruhi bidan desa untuk
pencatatan dan pelaporan lebih tidak memiliki keinginan untuk
baik menggunakan SIK 5NG. Hal menggunakan SIK 5NG.
ini dikarenakan bidan desa Disamping itu bidan desa juga
merasa beban kerjanya menilai beban kerja mereka
bertambah karena harus bertambah dengan melakukan
melakukan pencatatan dan pencatatan dan pelaporan ibu
pelaporan ibu hamil sebanyak hamil dua kali yaitu secara online
dua kali yaitu secara manual dengan SIK 5NG dan secara
pada kohort ibu hamil dan secara manual dengan kohort ibu hamil.
online pada software SIK 5NG.
Mereka menilai pencatatan dan E. Kondisi Nyata Implementasi
pelaporan ibu hamil cukup SIK 5NG
dilakukan satu kali yaitu dengan Kondisi nyata implementasi
menggunakan kohort ibu hamil dikonsepkan dalam bentuk
sehingga waktu pun tidak tersita pengukuran terhadap frekuensi
untuk mengelola SIK 5NG yang dan durasi waktu penggunaan
tidak jarang sulit diakses karena teknologi. Seseorang akan puas
gangguan server sehingga menggunakan sistem jika
membutuhkan waktu yang cukup mereka menyadari bahwa sistem
lama untuk menyelesaikan tersebut mudah dan bermanfaat
pencatatan dan pelaporan ibu digunakan serta berniat untuk
hamil. menggunakan sistem tersebut
yang tercermin dari kondisi nyata
D. SIK 5NG Ditinjau dari Aspek penggunaan.
Niat untuk Menggunakan Berdasarkan hasil
Behavioral Intention To Use penelitian, hampir seluruh bidan
adalah kecenderungan perilaku desa telah menggunakan SIK
untuk tetap menggunakan suatu 5NG untuk memasukkan data
teknologi. Tingkat penggunaan mengenai ibu hamil. Masalah
sebuah teknologi komputer pada yang sering terjadi saat bidan
seseorang dapat diprediksi dari desa memasukkan data adalah
sikap perhatiannya terhadap koneksi yang lama pada sistem
teknologi tersebut.9 sehingga membutuhkan waktu
Hasil penelitian yang cukup lama dalam
menunjukkan bahwa sebagian memasukkan data.
besar bidan desa tidak bersedia Lebih dari setengah jumlah
dan tidak berencana bidan desa tidak menggunakan
menggunakan SIK 5NG dalam SIK 5NG untuk melakukan
pencatatan dan pelaporan ibu perhitungan indikator pada
hamil dikarenakan bidan desa program KIA. Hal tersebut
menilai laporan dengan kohort disebabkan oleh sistem yang
ibu hamil sudah cukup sulit diakses sehingga kurang
digunakan untuk pencatatan dan efektif digunakan untuk

186
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 5, Nomor 4, Oktober 2017 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm

menghitung indikator KIA. Bidan pencatatan dan pelaporan ibu


desa mengandalkan buku hamil.
catatan kohort ibu hamil dalam 2. Ditinjau dari persepsi terhadap
menghitung indikator KIA. kemanfaatan penggunaan SIK
Beberapa bidan desa yang 5NG, dinilai bahwa yang sudah
menggunakan SIK 5NG untuk baik adalah komponen
melakukan perhitungan indikator, kemanfaatan laporan SIK 5NG
indikator yang dapat dihitung dalam pemantauan dan
adalah kunjungan K1, kunjungan pendampingan ibu hamil serta
K4, HPHT, HPL, dan risiko tinggi sebagai bahan pengambilan
ibu hamil. kebijakan di Jawa Tengah,
Berdasarkan hasil kemanfaatan penggunaan SIK
wawancara lebih dari dua per 5NG dalam meningkatkan kinerja
tiga bidan desa tidak dan produktivitas bidan desa,
menggunakan SIK 5NG untuk dan kemanfaatan SIK 5NG
menghasilkan informasi tentang dalam meningkatkan
ibu hamil. Alasan bidan desa keterampilan dalam pencatatan
yang tidak menggunakannya dan pelaporan ibu hamil. Namun
adalah karena informasi yang beberapa komponen yang
tersedia di buku KIA dan kohort kurang adalah komponen
ibu hamil sudah lengkap kemanfaatan penggunaan SIK
sehingga tidak lagi 5NG dalam mempermudah dan
menggunakan SIK 5NG. mempercepat pencatatan dan
Beberapa bidan desa yang pelaporan ibu hamil.
menggunakan SIK 5NG untuk 3. Ditinjau dari sikap responden
menghasilkan informasi tentang terhadap penggunaan SIK 5NG,
ibu hamil, informasi yang dinilai bahwa yang sudah baik
diperoleh adalah mengenai ibu adalah komponen mendukung
hamil resiko tinggi dan HPL (Hari pencatatan dan pelaporan
Perkiraan Lahir). menggunakan SIK 5NG, dengan
SIK 5NG memasukkan data ibu
KESIMPULAN hamil dapat dilakukan dengan
1. Ditinjau dari persepsi terhadap lebih cepat, data ibu hamil
kemudahan penggunaan SIK tersedia dengan lengkap pada
5NG, dinilai bahwa yang sudah SIK 5NG, dengan SIK 5NG
baik adalah komponen pemrosesan data ibu hamil dapat
kemudahan mempelajari SIK dilakukan dengan cepat, dan
5NG, kemudahan memahami pengambilan keputusan dapat
menu-menu pilihan pada SIK dilakukan berdasarkan laporan
5NG, dan kemudahan pada SIK 5NG. Namun masih
memahami pengisian form data ada komponen yang kurang yaitu
ibu hamil SIK 5NG. Namun komponen pencatatan dan
beberapa komponen yang pelaporan lebih baik
kurang adalah komponen menggunakan SIK 5NG.
kemudahan memasukkan data 4. Ditinjau dari niat responden
ibu hamil pada SIK 5NG, untuk menggunakan SIK 5NG,
kemudahan mengoperasikan SIK dinilai bahwa yang sudah baik
5NG, dan kemudahan adalah komponen kesediaan
menggunakan SIK 5NG dalam bertanya apabila ada kesulitan
menggunakan SIK 5NG,

187
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 5, Nomor 4, Oktober 2017 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm

kesediaan mengikuti sosialisasi/ DAFTAR PUSTAKA


pelatihan tentang SIK 5NG, 1. Setyawan DA. S I K N A S D a
kesediaan mengajak bidan desa N S I K D A. Surakarta:
lainnya untuk menggunakan SIK Politeknik Kesehatan Surakarta;
5NG. Namun masih terdapat 2014.
komponen yang kurang yaitu 2. Depkes P. Standar Tenaga
komponen kesediaan dan Sistem Informasi Kesehatan.
rencana menggunakan SIK 5NG Jakarta: Departemen Kesehatan
dalam pencatatan dan pelaporan RI; 2006.
ibu hamil. 3. Jateng DKP. Kebijakan Sistem
5. Ditinjau dari kondisi nyata Informasi Kesehatan Provinsi
implementasi SIK 5NG, dinilai Jawa Tengah. In: Evaluasi SIK
bahwa yang sudah baik adalah (5NG). ; 2017.
komponen telah menggunakan 4. Jateng DP. Pelaksanaan SIKIB
SIK 5NG untuk memasukkan Dan 5NG (Jateng Gayeng
data mengenai ibu hamil. Namun Nginceng Wong Meteng). 2017.
beberapa komponen yang 5. Hartono J. Sistem Tatakelola
kurang adalah komponen telah Teknologi Informasi.
menggunakan SIK 5NG untuk Yogyakarta: ANDI; 2011.
melakukan perhitungan indikator 6. Layungsari. Faktor-Faktor
pada program KIA, dan telah Penerimaan Individu Dalam
menggunakan SIK 5NG untuk Implementasi TI Di Pemerintah
menghasilkan informasi- Kota Bogor. Inf Syst.
informasi tentang ibu hamil. 2015;II(I):21-32.
7. Santoso B. Pengaruh Perceived
SARAN Usefulness, Perceived Ease Of
Berdasarkan hasil penelitian Use, Dan Perceived Enjoyment
disarankan: Terhadap Penerimaan
1. Bagi Dinas Kesehatan Teknologi Informasi (Studi
Kabupaten Demak Empiris di Kabupaten Sragen). J
Memberikan laporan kepada Stud Akunt Indones.
Dinas Kesehatan Provinsi Jateng 2004;(1998):1-15.
tentang adanya gangguan server 8. Pratiwi A. Evaluasi
saat mengakses SIK 5NG serta Pemanfaatan Sistem Informasi
melakukan sosialisasi kembali Manajemen Demam Berdarah
dan pelatihan bagi bidan desa Dengue (SIM DBD) Dengan
tentang cara Technology Acceptance Model
mengoperasionalkan SIK 5NG (TAM) di Rumah Sakit Wilayah
yang berbasis komputer. Kerja Dinas Kesehatan Kota
2. Bagi Puskesmas Semarang Tahun 2011. 2012.
Bidan koordinator perlu 9. Saputra E. Analisis Penerimaan
melakukan evaluasi dengan Sistem Informasi Manajemen
pengecekan secara langsung ke Rumah Sakit Umum Daerah
sistem 5NG dan memantau Bangkinang Menggunakan
bidan desa dalam pemanfaatan Metode Technology Acceptance
SIK 5NG dari memasukkan data, Model ( TAM ).
menghitung indikator KIA hingga 10. Adiwibowo L. Analisis Perilaku
menghasilkan informasi tentang Pengguna Teknologi Informasi
ibu hamil. Pada Perguruan Tinggi
Berstatus BHMN (Studi

188
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 5, Nomor 4, Oktober 2017 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm

Penerapan Teknologi Informasi


Pada FPEB - Universitas
Pendidikan Indonesia). :1-21.
11. Sapari. Analisis Technology
Acceptance Model (TAM) Pada
Pengguna Sistem Temu Balik
Informasi Berbasis Bahasa
Indeks Di Library And
Knowledge Center (LKC) The
Joseph Wibowo Center (JWC)
Binus International University.
2014.

189