Sunteți pe pagina 1din 12

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.

A DENGAN KASUS HF

DI RUANG JANTUNG RSUD ULIN BANJARMASIN

I. Pengkajian
A. Identitas Klien
Nama : Tn. A
Umur : 62 tahun
Jenis kelamin : Laki- laki
Status Perkawinan : Menikah
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Swasta
Agama : Islam
Alamat : Jln. Melayu
NO. RM : 0-71-XXXX
Masuk RS : 07 – 01- 2018
Tanggal Pengkajian : 09– 01 -2018
Diagnosa Medis : CHF
B. Identitas Penanggung Jawab
Nama : Ny. D
Umur : 59 thn
Jenis kelamin : Perempuan
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : IRT
Hubungan dengan klien : Istri
Alamat : Jln. Melayu
C. Riwayat Penyakit
1. Keluhan Utama
Klien mengeluh nyeri dada dan sesak nafas saat beraktivitas
2. Riwayat Penyakit Sekarang (PQRST) :
Klien mengatakan merokok setiap hari 2 kotak, kurang lebih sudah 1
bulan ini klien mengalami nyeri dada dank lien hanya membeli obat
diwarung terdekat tidak pergi ke puskesmas terdekat atau klunik karena
klien hanya menganggap itu hanya nyeri dada biasa tapi ternyata
setelah 1 minggu nyeri dada klien bertambah parah dank lien dibawa
oleh keluarganya ke RSUD.ULIN BANJARMASIN untuk segera
mendapatkan pengobatan karena klien di diagnosa CHF dan klien
dianjurkan oleh dokter untuk rawat inap dan dipindahkan ke ruang
jantung pada tgl 7 januari 2019 .
3. Riwayat kesehatan dahulu

1
2

Klien mengatakan kurang lebih 7 tahun yang lalu klien pernah masuk
RSUD ULIN BANJARMASIN karena sakit maag
4. Riwayat kesehatan keluarga
Klien mengatakan tidak ada dikeluarganya yang memiliki penyakit
yang sama, tidak ada penyakit menular seperti hipertensi, DM dan
penyakit menular seperti TBC, Hepatitis dan lain.
D. Riwayat Aktivitas sehari-hari

No Kebutuhan Sebelum Sakit Setelah Sakit


1. Nutrisi
a. BB dan TB 62 kg 54 kg
b. Diet Nasi Nasi
c. Kemampuan
 Mengunyah Baik Baik
 Menelan Baik Baik
 Bantuan total / sebagian
d. Frekuensi Mandiri Mandiri
e. Porsi makan 3x Sehari 3x Sehari
f. Makanan yang menimbulkan alaergi 3 porsi Habis 3 Porsi Habis
g. Makanan yang di suka Tidak Ada Tidak Ada
Buah-buahan Buah-Buahan dan
Roti
2 Cairan
a. Intake
 Oral Air Putih Air Putih
 Jumlah cc/hari 1.540 cc/Hari 1100 cc/Hari
b. Output
 Oral Tidak Ada Tidak Ada
 Jumlah cc/hari Tidak Ada Tidak Ada
3 Eliminasi
a. BAB
 Frekuensi 1x/Hari 1x/ 2Hari
 Konsistensi Lembek Lembek
 Warna Kuning Kuning
 Keluhan Tidak Ada Tidak Ada
 Bantuan total/sebagian Mandiri Mandiri
b. BAK
 Frekuensi
4-6x/Hari 2-3x/Hari
 Warna
Jernih Jernih
 Keluhan
Tidak Ada Tidak Ada
 Bantuan total/sebagian Mandiri Mandiri
4 Istirahat Dan Tidur
a. Mulai tidur 21.30 Wita Tidak Menentu
b. Lama tidur 8 Jam/Hari 4-5Jam/Hari
c. Kesulitan memulai tidur Tidak Ada Iya
d. Ganguan tidur Tidak Ada Berisik
3

e. Kebiasaan sebelum tidur Nonton TV Tidak Ada


5 Personal hygiene
a. Mandi frekuensi 3x/Hari 1x/Hari
bantuan total/sebagian) Mandiri Mandiri
b. Gosok gigi (frekuensi) 3x/Hari 2x/Hari
c. Gunting kuku 1x minggu 1x/Minggu
d. Ganti pakaian (frekuensi perhari) 3x/Hari 1x/Hari
6 Aktivitas
a. Mobilitas fisik Secara Mandiri Secara Mandiri
b. Olahraga Secara Mandiri Secara Mandiri
c. Rekreasi Tidak Ada Tidak Ada

E. Data Psikologis
Klien terlihat gelisah karena penyakitnya dan klien hanya berharap ingin
cepat sembuh agar bisa kembali bekerja seperti biasanya.
F. Data Sosial
Klien tampak kooperatif saat di ajak bicara oleh perawat, dokter dan orang-
orang di sekitarnya seperti keluarga dan keluarga klien lainya.
G. Data Spritual
Klien mengatakan bahwa sakit yang dideritanya adalah cobaan dari Tuhan
dan klien yakin bahwa ia akan sembuh dengan bantuan dari Tuhan
melewati tenaga kesehatan.
H. Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan umum
Keadaan umum klien baik.
2. Vital Sign (tanda-tanda vital)
TD : 130/90 mmHg N : 96x/menit SpO2 : 96 %
RR : 24x/menit T : 37,5 0C
3. Kesadaran
a. Kualitatif : Kesadaran klien Composmentis
b. Kuantitatif : GCS 15 ( E= 4, V= 5, M= 6 )
4. Sistem Pernafasan
Inspeksi
Bentuk dada simetris antara kiri dan kanan
Palpasi
Pergerakan dinding dada simetris, taktil premitus simetris, tidak ada
clubbing finger
Perkusi
Suara perkusi paru sonor
Auskutasi
Tidak terdengar suara tambahan
5. Sistem Kardiovaskuler
Inspeksi
4

Bentuk dada simetris, iktus kordis tidak terlihat


Palpasi
PMI kuat dan terapa pada ics 7
Perkusi
Batas atas jantung berada di ics 2, batas bawah jantung berada pada ics
9 terdapat suara redup saat diperkusi
Auskultasi
s1 pada intercostal v sinistra dan s2 pada intercosta 2 dextra tunggal,
s3 setelah suara s2 pada intercostal v sinistra gallop.
6. Sistem Pencernaan
Inspeksi
Abdomen terlihat simetris, tidak adanya lesi terdapat asites
Palpasi
Terdapat nyeri tekan pada K 4,

P : nyeri timbul ketika beraktivitas


Q : nyeri seperti ditusuk- tusuk
R : Abdomen K 4
S: skala nyeri 3
T : Hilang tinbul (5-10 m)
Perkusi
Terdapat suara timpani pada abdomen.
Auskultasi : : bising usus ± 9 x/menit
7. Sistem Muskuloskeletal
Pergerakan klien baik tidak terdapat keterbatasan gerak
Skala kekuatan otot :
5555 5555
5544 3333
0 : Tidak berkontraksi
1 : Sediki kontraksi atau sentakan ringan
2 : Bisa bergerak tapi tidak tahan lama
3 : Mampu melawan gravitasi tapi tidak tahan lama
4 : Mampu melawan gravitasi
5 : mampu melawan gravitasi penuh/kuat
8. Sistem Integumen
Turgor kulit normal kembali dalam 2 detik, tidak ada sianosis, tidak
ada lesi.
9. Sistem endokrin
Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada lesi dan tidak ada nyeri
tekan.
10. Sistem Genitouria
Keadaan kelamin baik, tidak ada nyeri tekan, tidak ada pembesaran
skrotum, dan tidak terpasang kateter.
5

I. Data Penunjang
1. Laboraturium
Hasil pemeriksaan laboraturium pada Tanggal 07-01-2019
Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Satuan Metode
HEMATOLOGI
Hemogoblin 15.0 12.0-16.0 g/dl Colorimetric
Lekosis 11.3 4.0-10.5 ribu/ul Impedance
Erittrosis 5.21 4.00-5.30 juta/ul Impedance
Hematokrit 44.8 37.0-47.0 % Analyzer Calculates
Trombosit 250 150-450 ribu/ul Impedance
RDW 18.2 12.1-14.0 %
MCV,MCH.MCHI
MCV 86.0 75.0-96.0 f Analyzer Calculates
MCH 28.8 28.0-32.0 pg Analyzer Calculates
MOHC 33.5 33.0-37.0 % Analyzer Calculates
HITUNG JENIS
Gran% 80.3 50.0-81.0 % Impedance
Limfosit% 9.8 20.0-40.0 % Impedance
MID% 9.9 %
Gran# 9.10 2.50-7.00 ribu/ul
Limfosit# 1.10 1.25-400 ribu/ul
MID# 1.1
KIMIA
DIABETES
Glukosa Darah Sewaktu 126 <200.00 mg/dl Hexokinase/G-6-PDH
FAAL LEMAK DAN
JANTUNG
CKMB 34 0-25 U/I
HATI DAN PANKREAS
SGOT 1017 5.34 U/L NADH (TANPA P-5-P)
SGPT 798 0-55 U/L NADH (TANPA P-5-P)
GINJAL
Ureum 114 0-50 Mg/dL UREASE
Kreatinin 180 0.57-1.11 Mg/dL Kinetik Alkaline Picrate
ELEKTROLIT
Natrium 128 136-145 Meq/L
Kalsium 4.8 3.5-5.1 Meq/L ISE
Chlorida 98 98-107 Meq/L ISE

2. Hasil EKG
6

Irama : regular
HR : 107 bpm
Axsis : LVH
P Wave : 0,08 detik
PR interval : 0,12 detik
QRS Complek : 0,08 detik
Segmen ST : ST Elevasi V2, V5
Kesimpulan : Iskemik Lateral , OMI Anteriorseptal

3. Romtgen

Posisi AP
Jumlah Iga yang terlihat 7
Costa Fremikus normal
Kardio fremikus normal
Vaskularisasi normal
Filtrat normal
Pinggang jantung ics 4
7

Apek jantung tidak tertanam


Terjadi pembesaran jantung kardiomegali CTR 0,8
4. Therapy :
Ketorolac 1x30 mg
OMZ 1x 40 mg
Furosemide 1x 10 mg

H. Analisa Data
No Data Etiologi Masalah
1 Ds Ketidak Ketidak efektifan
Klien mengeluh nyeri dada dan perut Seimbangan perfusi jaringan
P : nyeri timbul ketika beraktivitas antara suplai miocard
Q : nyeri seperti ditusuk- tusuk O2 kejantung
R : Abdomen K 4
S: skala nyeri 3
T : Hilang tinbul (5-10 m)

Do
 PMI melebar, ICS 7 batas bawah jantung
melebar sampai ke ICS 7
 SGOT/SGPT : 1017/789
 Uries : 114/8
 EKG IMA anteriorseptal iskemik lateras
 Ronsen : carsiomegali 7 %
 TTV
TD : 130/90 mmHg
N : 96 x/ mnt
R : 24 x/ mnt
T : 37,5 0 C
SpO2 :96 % dengan nasal canul 3 L
 Likosit : 11,3
 RDW : CU : 18,2
 CKMB : 34

2 Ds Ketidak Intoleransi
Klien mengatakan cepat lelah saat Seimbangan aktivitas
beraktivitas, sesak nafas saat beraktivitas antara suplai
dan kebutuhan
Do O2 keseluruh
 Skala aktivas 2 (dibantu) tubuh
 Klien banyak berbaring ditempat tidur
 Klien tampak sesak setelah kembali dari
kamar mandi
 Perubahan hasil EKG IMA anteriorseptal,
iskemik lateral
 Rongsen Cardiomegali (7%)

III. Diagnosa Keperawatan


1. Ketidakefektifan perpusi jaringan miocard b.d ketidak seimbangan antara
suplai O2 kejantung
8

2. Intoleransi aktivitas b.d Ketidak Seimbangan antara suplai dan kebutuhan


O2 keseluruh tubuh

IV. Nursing Care Planning (NCP)

No Dx. Keperawatan NOC NIC


1 Ketidak efektifan perfusi Setelah dilakukan tindakan 1. Monitor adanya nyeri dada dan perut secara komperehensif
jaringan miocard b.d selama 1x 6 jm ketidakefektifan 2. Observasi perubahan EKG
Ketidak Seimbangan perpusi jaringan miocard 3. Monitor status cairan (intake output)
antara suplai O2 kejantung teratasi dengan 4. Atur posisi senyaman mungkin
Kriteria hasil : 5. Ajarkan tehnik relaksasi disertasi
Indikator IR ER 6. Observasi pemeriksaan Leb
1. TTV dalam 3 5 7. Kolaborasi dalam pemberian obat-obatan
batas normal 8. Monitor TTV
2. Tidak ada 4 5
edema perifer
3. Tidak ada 3 5
asites
4. Tidak ada 3 5
dispnea
Keterangan
1. Kuat
2. Berat
3. Sedang
4. Ringan
5. Tidak ada
2 Intoleransi aktivitas Setelah dilakukan tindakan 1. Monitor TTV
Ketidak Seimbangan keperawatan selama 1x 6 jam 2. Monitor adanya dispnea
antara suplai dan intoleransi aktivitas dapat 3. Bantu klien untuk mengidentifikasi aktivitas yang mampu
kebutuhan O2 keseluruh teratasi dengan dilakukan
tubuh 4. Kaji kemampuan ADL klien
5. Libatkan keluarga dalam aktivitas klien
6. Anjurkan klien untuk melakukan aktivitas semampunya
Kritesia hasil : 7. Anjurkan klien untuk melakukan istirahat bila terjadi
Indikator IR ER kelemahan
1. Tidak ada 3 5 8. Mengkaji adanya kelemahan otot
dspnea saat
melakukan 3 5
aktivitas
2. Mampu
melakukan
aktivitas
sehari-hari
Keterangan
1. Tidak dapat melakukan
apapun
2. Alat /pengawasan dan orang
3. Dibantu orang dan
pengawasan
4. Dibantu alat
5. mandiri
9

V. Implementasi Keperawatan
No Dx. Keperawatan Implementasi Evaluasi
1 Ketidak efektifan 1. Melakukan pengkajian nyeri secara S:
perfusi jaringan komprahensif Klien mengatakan nyeri dada dan perut
miocard b.d Ketidak P : nyeri timbul ketika beraktivitas
Seimbangan antara Q : nyeri seperti ditusuk- tusuk O:
suplai O2 kejantung R : Abdomen K 4 Nyeri timbul saat beraktivitas
S: skala nyeri 3 TD : 120/80 mmHg
T : Hilang tinbul (5-10 m) N : 92 x/ mnt
2. Mengobservasi perubahan EKG R : 20 x/ mnt
Iskemik Lateral , OMI Anteriorseptal T : 36,5 0 C
3. Memonitor status cairan batasi minum SpO2 :97 % dengan nasal canul 3 L
Klien hanya minum 2 -3 gelas aqua air putih
4. Mengatur posisi senyaman mungkin A:
Semi fowler Ketidakefektifatab miocard belum teratasi
5. Mengajarkan teknik relaksasi distraksi Indikator IR ER
Saat nyeri timbul tarik nafas dalam 1. TTV dalam 3 4
Kolaborasi pemberian obat-obatan batas normal
2. Tidak ada 4 4
edema perifer
3. Tidak ada 3 4
asites
4. Tidak ada 3 4
dispnea
P:
Lanjutkan intervensi

2 Intoleransi aktivitas 1. Monitor TTV S:


Ketidak Seimbangan TD : 130/90 mmHg Klien mengatakan badan terasa lemah setelah
antara suplai dan N : 96 x/ mnt kekamar mandi
kebutuhan O2 R : 24 x/ mnt O:
keseluruh tubuh T : 37,5 0 C TTV :
SpO2 :96 % dengan nasal canul 3 L TD : 120/80 mmHg
2. Monitor adanya dispnea N : 92 x/ mnt
Dispnea saat klien bergerak R : 20 x/ mnt
3. Bantu klien untuk mengidentifikasi aktivitas T : 36,5 0 C
yang mampu dilakukan SpO2 :97 % dengan nasal canul 3 L
Seperti kekamar mandi didampingi keluarga Skala otot
dan tidak melakukan aktivitas terlalu berat 5555 5555
4. Kaji kemampuan ADL klien
5544 3333
Skala altivitas 2 dibantu oleh istri
A:
5. Libatkan keluarga dalam aktivitas klien
Intoleransi aktivitas belum teratasi
Mendampingi disaat klien kekamar madi
6. Anjurkan klien untuk melakukan aktivitas Indikator IR ER
semampunya 1. Tidak ada dispnea saat 3 3
Klien banyak beristirahat melakukan aktivitas 3 3
7. Anjurkan klien untuk melakukan istirahat 2. Mampu melakukan
bila terjadi kelemahan aktivitas sehari-hari
Klien istirahat ditempat tidur P:
Lanjutkan Intervensi
10

8. Mengkaji adanya kelemahan otot


5555 5555
5544 3333
VI. Catatan Perkembangan
No Hari/tgl/pkl Dx. Implementasi Evaluasi Paraf
Keperawatan
1 Rabu, 9/01/19 Ketidak 1. Melakukan pengkajian nyeri secara S:
22.00 efektifan komprahensif Klien mengatakan nyeri dada dan perut
perfusi jaringan P : nyeri timbul ketika beraktivitas O:
Evaluasi miocard b.d Q : nyeri seperti ditusuk- tusuk Nyeri timbul saat beraktivitas
23.30 Ketidak R : Abdomen K 4 TD : 120/80 mmHg
Seimbangan S: skala nyeri 3 N : 92 x/ mnt
antara suplai O2 T : Hilang tinbul (5-10 m) R : 20 x/ mnt
kejantung 2. Mengobservasi perubahan EKG T : 36,5 0 C
Iskemik Lateral , OMI SpO2 :97 % dengan nasal canul 3 L
Anteriorseptal A:
3. Memonitor status cairan batasi Ketidakefektifatab miocard belum teratasi
minum Indikator IR ER
Klien hanya minum 2 -3 gelas aqua 1. TTV dalam 3 4
air putih batas normal
4. Mengatur posisi senyaman mungkin 2. Tidak ada 4 4
Semi fowler edema perifer
5. Mengajarkan teknik relaksasi 3. Tidak ada 3 4
distraksi asites
Saat nyeri timbul tarik nafas dalam 4. Tidak ada 3 4
6. Kolaborasi pemberian obat-obatan dispnea
P:
Lanjutkan intervensi

2 Intoleransi 1. Memonitor TTV S:


aktivitas TD : 130/90 mmHg Klien mengatakan badan terasa lemah setelah
Ketidak N : 96 x/ mnt kekamar mandi
Seimbangan R : 24 x/ mnt O:
antara suplai T : 37,5 0 C TTV :
dan kebutuhan SpO2 :96 % dengan nasal canul 3 L TD : 120/80 mmHg
O2 keseluruh 2. Memonitor adanya dispnea N : 92 x/ mnt
tubuh Dispnea saat klien bergerak R : 20 x/ mnt
3. Membantu klien untuk T : 36,5 0 C
mengidentifikasi aktivitas yang SpO2 :97 % dengan nasal canul 3 L
mampu dilakukan Skala otot
Seperti kekamar mandi didampingi 5555 5555
keluarga dan tidak melakukan
5544 3333
aktivitas terlalu berat
A:
4. Mengkaji kemampuan ADL klien
Intoleransi aktivitas belum teratasi
Skala altivitas 2 dibantu oleh istri
5. Melibatkan keluarga dalam aktivitas Indikator IR ER
klien 9. Tidak ada dspnea saat 3 3
Mendampingi disaat klien kekamar melakukan aktivitas
madi 10. Mampu 3 3
6. Menganjurkan klien untuk melakukan aktivitas
melakukan aktivitas semampunya sehari-hari
Klien banyak beristirahat P:
11

7. Menganjurkan klien untuk Lanjutkan Intervensi


melakukan istirahat bila terjadi
kelemahan
Klien istirahat ditempat tidur
8. Mengkaji adanya kelemahan otot
5555 5555
5544 3333
3 Jumat, Ketidak 1. Melakukan pengkajian nyeri secara S:
11/01/19 efektifan komprahensif Klien mengatakan nyeri timbul ketika
perfusi jaringan P : nyeri timbul ketika beraktivitas beraktivitas
10.00 miocard b.d Q : nyeri seperti ditusuk- tusuk O:
Ketidak R : Abdomen K 4 Nyeri timbul saat beraktivitas
Evaluasi Seimbangan S: skala nyeri 4 TD : 120/70 mmHg
13.00 antara suplai O2 T : Hilang tinbul (5-10 m) N : 95 x/ mnt
kejantung 2. Mengobservasi perubahan EKG R : 21 x/ mnt
Iskemik Lateral , OMI T : 36,7 0 C
Anteriorseptal SpO2 :95 % dengan nasal canul 3 L
3. Memonitor status cairan batasi A:
minum Ketidakefektifatab miocard belum teratasi
Klien hanya minum 2 -3 gelas aqua Indikator IR ER
air putih 1. TTV dalam 3 4
4. Mengajarkan teknik relaksasi batas normal
distraksi 2. Tidak ada 4 5
Saat nyeri timbul tarik nafas dalam edema perifer
Saat nyeri timbul tarik nafas dalam 3. Tidak ada 3 4
5. Kolaborasi pemberian obat-obatan asites
4. Tidak ada 3 4
dispnea
P:
Lanjutkan intervensi

4 Intoleransi 1. Memonitor TTV S:


aktivitas TD : 130/70 mmHg Klien mengatakan badan terasa lemah setelah
Ketidak N : 98 x/ mnt kekamar mandi
Seimbangan R : 23 x/ mnt O:
antara suplai T : 37,2 0 C TTV :
dan kebutuhan SpO2 :97 % dengan nasal canul 3 L TD : 120/70 mmHg
O2 keseluruh 2.. Monitor adanya dispnea N : 95 x/ mnt
tubuh Dispnea saat klien bergerak R : 21 x/ mnt
3. Membantu klien untuk T : 36,7 0 C
mengidentifikasi aktivitas yang SpO2 :95 % dengan nasal canul 3 L
mampu dilakukan Skala otot
Seperti kekamar mandi didampingi 5555 5555
keluarga dan tidak melakukan
5544 3333
aktivitas terlalu berat
A:
4. Mengkaji kemampuan ADL klien
Intoleransi aktivitas belum teratasi
Skala altivitas 2 dibantu oleh istri
5. Melibatkan keluarga dalam aktivitas Indikator IR ER
klien 1. Tidak ada dspnea saat 3 4
Mendampingi disaat klien kekamar melakukan aktivitas 3 4
madi 2. Mampu melakukan
6. Menganjurkan klien untuk aktivitas sehari-hari
melakukan aktivitas semampunya P:
Klien banyak beristirahat Lanjutkan Intervensi
12

7. Mengkaji adanya kelemahan otot


5555 5555
5544 3333
5 Sabtu, Ketidak 1. Melakukan pengkajian nyeri secara S:
12/01/19 efektifan komprahensif Klien mengatakan nyeri dada dan perut
10.00 perfusi jaringan P : nyeri timbul ketika beraktivitas O:
miocard b.d Q : nyeri seperti ditusuk- tusuk Nyeri timbul saat beraktivitas
Evaluasi Ketidak R : Abdomen K 4 TD : 130/80 mmHg
13.00 Seimbangan S: skala nyeri 3 N : 95 x/ mnt
antara suplai O2 T : Hilang tinbul (5-10 m) R : 24 x/ mnt
kejantung 2. Mengobservasi perubahan EKG T : 37,5 0 C
Iskemik Lateral , OMI SpO2 :99 % dengan nasal canul 3 L
Anteriorseptal A:
3. Memonitor status cairan batasi Ketidakefektifatab miocard belum teratasi
minum Indikator IR ER
Klien hanya minum 2 -3 gelas aqua 1. TTV dalam 3 5
air putih batas normal
4. Mengatur posisi senyaman mungkin 2. Tidak ada 4 5
Semi fowler edema perifer
5. Mengajarkan teknik relaksasi 3. Tidak ada 3 4
distraksi asites
Saat nyeri timbul tarik nafas dalam 4. Tidak ada 3 4
6. Kolaborasi pemberian obat-obatan dispnea
P:
Lanjutkan intervensi

6 Intoleransi 1. Memonitor TTV S:


aktivitas TD : 120/70 mmHg Klien mengatakan badan terasa lemah setelah
Ketidak N : 92 x/ mnt kekamar mandi
Seimbangan R : 21 x/ mnt O:
antara suplai T : 36,6 0 C TTV :
dan kebutuhan SpO2 :98 % dengan nasal canul 3 L TD : 130/80 mmHg
O2 keseluruh 2. Memonitor adanya dispnea N : 95 x/ mnt
tubuh Dispnea saat klien bergerak R : 24 x/ mnt
3. Mengaji kemampuan ADL klien T : 37,5 0 C
Skala altivitas 2 dibantu oleh istri SpO2 :99 % dengan nasal canul 3 L
4. Mengkaji adanya kelemahan otot Skala otot
5555 5555 5555 5555
5544 3333 5544 3333
A:
Intoleransi aktivitas belum teratasi
Indikator IR ER
1. Tidak ada dspnea saat 4 5
melakukan aktivitas 4 5
2. Mampu melakukan
aktivitas sehari-hari
P:
Lanjutkan Intervensi