Sunteți pe pagina 1din 106

GAMBARAN PENDIDIKAN, PEKERJAAN, SUMBER

INFORMASI DENGAN PENGETAHUAN IBU

TENTANG SPA BAYI DI BPM TATI EKA

MULYASARI BOGOR

TAHUN 2016

Karya Tulis Ilmiah Ini Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk

Mencapai Gelar Ahli Madya Kebidanan (Amd. Keb)

Disusun Oleh:

ASRI KHOIRUNNISA

130420306

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BANTEN

TAHUN 2016

i
i
ii

ii
iv
CURICULUM VITAE

Nama : Asri Khoirunnisa

Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 24 November 1994

Agama : Islam

Jenis Kelamin : Perempuan

Alamat : Jl. Gudang Baru Rt.006/Rw.004 No.47 Kel.Ciganjur

Kec.Jagakarsa Jak-Sel

Riwayat Pendidikan :

1. MIN 8 Srengseng Sawah LULUS TAHUN 2006


2. MtsN 4 Jakarta LULUS TAHUN 2009
3. MAN 7 Jakarta LULUS TAHUN 2012
4. Prodi D III Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten (STIKBA) angkatan
2013

v
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas

limpahan berkat dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat melakukan penelitian

yang berjudul “Gambaran Pendidikan, Pekerjaan, Sumber Informasi Dengan

Pengetahuan Ibu Tentang Spa Bayi Di Bpm Tati Eka Mulyasari Bogor Tahun

2016 “.

Dalam penyelesaian Karya Tulis Ilmiah ini penulis banyak mendapat

bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, untuk itu pada kesempatan ini penulis

menyampaikan ucapan terima kasih kepada :

1. Drs. H.A. Jacub Chatib, Selaku Ketua Yayasan Indonesia Maju.

2. Dr.Dr.dr. Hafizurrachman, MPH, selaku Ketua Penyelenggara Sekolah

Tinggi Ilmu Kesehatan Banten (STIKBA).

3. Ibu Hidayani, Am.Keb, SKM, MKM, selaku Ketua Jurusan D III Kebidanan

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten (STIKBA).

4. Ibu Siti Hodijah, S.ST, M.Kes selaku pembimbing dalam penyusunan KTI

ini. Terima kasih untuk kritik, saran dan nasehatnya

5. Ibu Irma Jayatmi S.ST, M.Kes selaku penguji dalam penyusunan KTI ini.

6. Dosen dan Staf Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju yang telah

memberikan ilmu dan memfasilitasi penyusunan KTI.

7. Bidan Tati Eka Mulyasari yang telah bersedia menerima dan membantu

peneliti dalam melakukan penelitian.

vi
8. Kedua orangtua saya Papa Agus Salim dan Mama Sri Purwaningsih yang

selalu mencurahkan do’a, perhatian, motivasi serta dukungan moril dan

materil sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian ini

9. Sahabat-sahabat terbaik Fitriansyah, Renita, Andiana Kanendyah Putri,

Rusdhani Margiani, Meriza Zulfa, Nur Fitriyani dan Rizkia Tauhidilillah

yang mana telah memberikan bantuan serta dukungan kepada penulis dalam

menyusun Karya Tulis Ilmiah ini.

10. Special thank’s untuk Muhammad Setya Aldiansyah. Terimakasih banyak

sudah berkontribusi serta menjadi semangat dalam penyusunan KTI ini.

11. Teman-teman angkatan 2013 Program Studi D-III Kebidanan yang saling

menyemangati, serta semua pihak yang telah banyak membantu dalam

menyelesaikan KTI ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

Terimakasih untuk semuanya.

Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan KTI ini sehingga

penulis sangana mengharapkan adanya kritik dan saran guna perbaikan dalam

penyusunan KTI ini. Besar harapan penulis agar KTI ini dapat bermanfaat bagi

kita semua.

Jakarta, 17 Oktober 2016

Penulis

vii
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten (STIKBA) Kampus II
Prodi D III Kebidanan
Karya Tulis Ilmiah, Mei 2016

Asri Khoirunnisa (NPM :130420306)

GAMBARAN PENDIDIKAN, PEKERJAAN, SUMBER INFORMASI


DENGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG SPA BAYI DI BPM TATI
EKA MULYASARI BOGOR TAHUN 2016

xvii + 66 Halaman + 12 Lampiran + 5 Tabel + 8 Gambar

ABSTRAK
Zaman sekarang aktifitas bayi dan anak-anak mulai bermacam-macam. Anak-anak
dituntut untuk banyak beraktivitas yang mungkin menyebabkan anak-anak
mengalami stres. Sehingga perlu adanya suatu terapi bagi bayi dan anak agar
mendapatkan ketenangan, kenyamanan, menghilangkan rasa capek dan member kan
rasa tenang, nyaman, dan segar. Hantaman air yang ditimbulkan dari air yang
bergolak dapat memberikan sensasi dan pijatan yang menghilangkan lelah,
melancarkan peredaran darah dan menciptakan relaksasi, sehingga tidur bayi akan
menjadi tenang, segar dan merasa lebih sehat sehingga akan semakin meningkatkan
kualitas tidur bayi, baik siang maupun malam. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan
untuk mengetahui gambaran pendidikan, pekerjaan, sumber informasi dengan
pengetahuan ibu tentang Spa Baayi di BPM Tati Eka, Bogor. Jenis penelitian yang
digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Lokasi dan waktu penelitian di BPM Tati Eka
pada bulan September 2016. Jumalah sampel sebanyak 33 responden, dengan
menggunakan tehnik pengambilan sampel acidental sampling. Instrumen yang
digunakan adalah kuesioner, sedangkan untuk analisis data dilakukan dengan analisis
univariat yang menghasilkan distribusi frekuensi. Hasil penelitian tingkat tingkat
pendidikan ibu yang berpendidikan Tinggi (SMA-PT) sebanyak 20 responden
(60,6%). Pekerjaan ibu yang bekerja sebanyak 21 responden (63,6%). Pengetahuan
ibu yang berpengetahuan baik sebanyak 19 responden (57,6%). Sumber informasi
yang diperoleh ibu dari media massa sebanyak 18 responden (54,5%). Dari data
diatas dapat disimpulkan bahwa Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang SPA Bayi Di
BPM Tati Eka Mulyasari, Bogor sebagian besar dalam kategori baik yaitu 19
responden (57,6%)

Kata Kunci : Pendidikan, Pekerjaan, Sumber Informasi


Kepustakaan : 24 Literatur (tahun 2004-2015)

viii
DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ......................................................................................... i


HALAMAN PERSETUJUAN .................................................................... ii
HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................... iii
SURAT PERNYATAAN ................................................................................ iv
CURICULUM VITAE ..................................................................................... v
KATA PENGANTAR ..................................................................................... vi
ABSTRAK ...................................................................................................... viii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... ix
DAFTAR TABEL ............................................................................................ xiv
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................... xv
DAFTAR BAGAN ........................................................................................... xvi
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xvii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ................................................................................ 1
1.2 Perumusan Masalah ......................................................................... 5
1.3 Pertanyaan Penelitian ................................................................................ 6
1.4 Tujuan Penelitian ............................................................................................ 6
1.4.1 Tujuan Umum .............................................................................. 6
1.4.2 Tujuan Khusus ....................................................................................... 6
1.5 Manfaat Penelitian .......................................................................... 7
1.5.1 Teoritis ............................................................................................ 7
1.5.2 Praktis ............................................................................................. 7
1.6 Ruang Lingkup .................................................................................. 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengetahuan Ibu Tentang Spa Bayi .............................................................. 9
2.1.1 Pengetahuan .............................................................................. 9
2.1.1.1 Pengertian pengetahuan ........................................................ 9

ix
2.1.1.2 Tingkat Pengetahuan ............................................................ 9
2.1.1.3 Cara Memperoleh Pengetahuan ........................................... 11
2.1.2 Spa Bayi ................................................................................................ 17
2.1.2.1 Pengertian Spa Bayi ......................................................................... 17
2.1.2.2 Tujuan Spa Bayi ............................................................................... 18
2.1.2.3 Manfaat Spa Bayi ............................................................................. 19
2.1.2.4 Usia Bayi Melakukan Spa Bayi ....................................................... 21
2.1.2.5 Langkah-langkah Spa Bayi .............................................................. 22
2.1.2.6 Bahan-Bahan Yang Digunakan Untuk Melakukan Spa Bayi .......... 23
2.1.2.7 Perlengkapan Spa Bayi..................................................................... 24
2.1.3 Bayi ............................................................................................... 26
2.1.3.1 Pengertian Bayi ....................................................................... 26
2.1.3.2 Tumbuh Kembang Bayi ........................................................ 26
2.2 Pendidikan .....................................................................................33
2.2.1 Pengertian Pendidikan ......................................................................... 33
2.2.2 Jalur Pendidikan .................................................................................. 34
2.2.3 Jenjang Pendidikan .............................................................................. 35
2.3 Pekerjaan ......................................................................................... 35
2.3.1 Pengertian Pekerjaan ........................................................................... 35
2.4 Sumber Informasi ..............................................................................37
2.4.1 Pengertian Sumber informasi .............................................................. 37
2.4.2 Peran Sumber informasi ...................................................................... 38

BAB III KERANGKA TEORI, KERANGKA KONSEP, VARIABEL DAN


DEFINISI OPERASIONAL
3.1 Kerangka Teori ......................................................................................... 40
3.2 Kerangka Konsep ......................................................................................... 41
3.3 Definisi Operasional ..................................................................................... 42

BAB IV METODE PENELITIAN


4.1 Jenis dan Rancangan Penelitian ........................................................ 44

x
4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian ............................................................ 44
4.3 Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel .......................... 45
4.4 Variabel Penelitian ........................................................................... 46
4.5 Instrumen Penelitian ....................................................................... 46
4.6 Teknik Pengumpulan Data .................................................................... 47
4.7 Metode Pengolahan Dan Analisis Data ............................................. 48
4.8 Validitas dan Reliabilitas Instrumen ............................................................. 50
4.8.1 Uji Validitas ........................................................................................ 51
4.8.2 Uji Reabilitas ....................................................................................... 52
4.9 Etika Penelitian ................................................................................ 52

BAB V HASIL PENELITIAN


5.1 Hasil Penelitian ................................................................................ 54

BAB VI PEMBAHASAN
6.1 Keterbatasan ..................................................................................... 57
6.2 Pembahasan Hasil Penelitian ....................................................................... 57
6.2.1 Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Spa Bayi ........................................ 57
6.2.2 Gambaran Pendidikan Ibu Tentang Spa Bayi .......................................... 59
6.2.3 Gambaran Pekerjaan Ibu Tentang Spa Bayi ............................................ 60
6.2.4 Gambaran Sumber Informasi Ibu Tentang Spa Bayi ............................... 61

BAB VII PENUTUP


7.1 Kesimpulan ...................................................................................... 63
7.2 Saran ................................................................................................ 64
DAFTAR PUSTAKA

xi
DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3.1 Definisi Operasional ........................................................................... 42

Tabel 5.1 Karakteristik responden berdasarkan pendidikan ibu............................... 54

Tabel 5.2 Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan ....................................... 55

Tabel 5.3 Karakteristik responden berdasarkan pengetahuan ibu ......................... 55

Tabel 5.4 Karakteristik responden berdasarkan sumber informasi yang

diperoleh ibu ...................................................................................... 56

xii
DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Alas pijat ............................................................................. 24

Gambar 2.2 Handuk .............................................................................. 24

Gambar 2.3 Mini pool ............................................................................. 25

Gambar 2.4 Bak mandi ............................................................................ 25

Gambar 2.5 Pelampung ........................................................................... 25

Gambar 2.6 Mainan .............................................................................. 26

xiii
DAFTAR BAGAN

Halaman

Bagan 3.1Kerangka Teori ................................................................................ 40

Bagan 3.2 Kerangka Konsep Penelitian ............................................................ 41

xiv
LAMPIRAN

Lampiran 1 : Surat Ijin Uji Validitas

Lampiran 2 : Surat Ijin Studi Pendahuluan dan Penelitian

Lampiran 3 : Balasan Surat Ijin Studi Pendahuluan

Lampiran 5 : Surat Persetujuan Responden (Informed Consent)

Lampiran 6 : Kuesioner Penelitian

Lampiran 7 : Kunci Jawaban Keusioner

Lampiran 8 : Data Hasil Uji Validitas

Lampiran 9 : Data Tabulasi Hasil Penelitian

Lampiran 10 : Data Hasil Penelitian

xv
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada saat ini, masyarakat makin peduli akan pentingnya menjaga

perawatan tubuh secara menyeluruh, salah satunya dengan memanfaatkan

jasa spa. Tidak hanya orang dewasa akan tetapi bayi dan anak-anak pun juga

dapat melakukan perawatan tubuh dengan spa, perawatan spa dapat dilakukan

dari umur 2 bulan sampai 12 bulan. Spa bayi (baby spa) merupakan

perawatan tubuh bayi yang dilakukan secara menyeluruh mulai dari baby

massase atau pijatan selama 30 menit lalu baby swim atau berenang kemudian

diberi pijatan kembali selama 15 menit (Widodo, 2013).

Zaman sekarang aktifitas bayi dan anak-anak mulai bermacam-macam.

Anak-anak mulai mengalami stres karena mereka dituntut untuk banyak

beraktivitas. Sehingga perlu adanya suatu terapi bagi bayi dan anak agar

mendapatkan ketenangan, dan kenyamanan. Berendam dan berenang akan

merangsang gerakan motorik bayi. Ketika bermain air, otot-otot bayi akan

berkembang dengan sangat baik, persendian tumbuh secara optimal,

pertumbuhan badan meningkat, dan tubuh pun menjadi lentur. Manfaat dari

Spa bayi untuk menghilangkan rasa capek dan memberikan rasa tenang,

nyaman, dan segar. Hantaman air yang ditimbulkan air yang bergolak dapat

memberikan sensasi dan pijitan yang menghilangkan lelah, melancarkan

1
peredaran darah dan menciptakan relaksasi. Sebenarnya sejak dalam perut

ibu, bayi sudah bisa berenang dalam air ketuban. Meletakan bayi usia

dibawah tiga bulan di dalam air, secara refleks ia akan menggerak-gerakan

kaki agar tidak tenggelam. Bisa dikatakan, pada usia dibawah tiga bulan bayi

sudah bisa berenang dengan gaya primitive. Adanya gaya gravitasi, bayi

merasa ditekan dari bawah air sehingga ia bisa mengambang (Widodo, 2013).

Manfaat dari spa bayi antara lain tidur bayi akan menjadi tenang, segar dan

merasa lebih sehat sehingga akan semakin meningkatkan kualitas tidur bayi,

baik siang maupun malam. Pada saat tidur, terjadi peningkatan pengeluaran

hormon pertumbuhan, sehingga bayi akan semakin cepat mengalami

pertumbuhan (Widodo, 2013). Faktor yang terkait dengan Spa bayi adalah

Karekteristik bayi meliputi pertumbuhan dan perkembangan anak. Yang

mempengaruhi tumbuh kembang anak adalah faktor herediter, faktor

lingkungan (Azis, 2008).

Di Indonesia cukup banyak bayi yang mengalami susah tidur, yaitu sekitar

44,2% bayi mengalami susah tidur seperti sering tebangun di malam hari.

Namun hampir atau bahkan orang tua tidak menganggap gangguan tidur pada

bayi sebagai suatu masalah. Meskipun dianggap masalah mereka hanya

menganggapnya sebagai masalah kecil. Padahal, masalah tidur bayi dapat

menganggu pertumbuhan bayi dan dapat menyebabkan fungsi imun rentan.

(Rizema, 2011).
Tidur merupakan priroritas utama bagi bayi, karena aktivitas tidur

merupakan stimulus bagi proses tumbuh kembang otak. Sebab, 75% hormon

pertumbuhan inilah yang bertugas merangsang pertumbuhan tulang dan

jaringannya. Selain itu hormon pertumbuhan juga memungkinkan tubuh

memperbaiki dan memperbarui seluruh sel yang ada di tubuh, mulai dari sel

kulit, sel darah, sampai sel saraf otak. Proses pembaruan sel tersebut akan

berlangsung lebih cepat bila bayi sering kali terlelap tidur sesuai dengan

kebutuhan tidurnya. Tidur juga membantu perkembangan psikis emosi,

kognitif, konsolidasi pengalaman dan kecerdasan (Rizema, 2011).

Pijat adalah seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang dipraktekan

sejak berabad-abad silam. Bahkan, diperkirakan ilmu ini telah dikenal sejak

awal manusia diciptakan ke dunia, karena pijat sangat berhubungan erat

dengan kehamilan dan proses kelahiran manusia (Roesli, 2010).

Manfaat pijat bayi yaitu menstimulasi syaraf otak. Bayi yang dipijat secara

rutin akan membuat bayi mudah dalam merekam memori apa yang dilihat dan

didengarnya. Bayi juga dapat tidur dengan lelap, melatih respon syaraf pada

tubuh bayi yang dapat memacu perkembangan reflek tubuh bayi, membantu

dan menstimulasi sistem pencernaan pada perut bayi karena pijatan bayi

dapat meningkatkan kerja peristaltis usus, melancarkan sistem peredaran

darah bayi, melancarkan pernafasan bayi karena dapat membantu suplai

oksigen pada tubuh bayi, dan membantu perkembangan susunan otot bayi,

meningkatkan daya tahan tubuh bayi (Fatimah, 2015).


Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan di Ambarawa pada 4

orangtua bayi ternyata 2 (50%) orang ibu mengatakan setelah bayinya

melakukan baby spa selama 2x dalam 1 minggu, ibu mengatakan tidur

bayinya semakin lelap dan lebih lama karena tidak rewel. Bayi tidur pada

malam dan siang hari kurang lebih 14-15 jam per hari. Sedangkan 2 (50%)

orang ibu mengatakan melakukan kunjungan baby spa selama 1x dalam 1

minggu, 1 orang ibu mengatakan perkembangan dan pertumbuhan bayinya

lebih aktif, untuk pola tidurnya tidak teratur karena bayi sering rewel dan

tidur siang 3 jam, tidur malam 10 jam dan 1 orang ibu mengatakan tidur

bayinya tidak teratur karena tidur siang 5 jam dan tidur malam 8 jam.

Sebelum melakukan baby spa bayinya pendiam (kurang aktif dalam

beraktifitas atau merespon),tidur bayi tidak teratur sehingga sering rewel,

kurang sosialisasi dengan orang disekitarnya, kurang ceria, dan menurunnya

nafsu makan sehingga berat badan lama kelamaan menurun (Fatimah, 2015).

Selain itu efek dan manfaat lain yang dapat di peroleh dari baby spa yaitu

dapat Melancarkan peredaran darah sehingga perkembangan bayi akan lebih

pesat pada usia pertumbuhanya dan meningkatkan IQ. Hal ini akan sangat

berpengaruh terhadap sistem metabolisme tubuh dan meningkatkan daya

tahan tubuh bayi agar tidak mudah terserang penyakit, memberikan efek

relaksasi sehingga bayi bisa tumbuh ceria membantu membentuk pribadi

yang supel, ceria, mandiri, meningkatkan kualitas tidur dapat membantu anak

tidur dengan teratur, tidur bayi yang tidak cukup dan kualitas tidur yang

buruk dapat mengakibatkan gangguan keseimbangan fisiologi dan psikologi,


karena berpengaruh terhadap perkembangan otak bayi yang akan berkembang

selama masa tidurnya. Sehingga lamanya tidur bayi dapat meningkatkan

aliran darah ke otak, sel otak lebih cepat tumbuh, mengoptimalkan tumbuh

kembang anak, mengembangkan keterampilan motorik fisik, keseimbangan,

koordinasi tangan dan kaki. Saat berenang seorang bayi akan terlatih gerakan

motoriknya karena kaki, dan tubuhnya akan bergerak-gerak, membantu

memperbaiki sistem pencernaan bayi dan membuatnya mudah makan,

meningkatkan asupan oksigen, mengembangkan paru-paru, meregangkan

otot, meluruskan struktur tubuh dan persendian setelah lahir, terapi untuk bayi

premature, dan bayi ikterus (bayi kuning) (Fatimah, 2015).

Berdasarkan hasil survey pendahuluan yang dilakukan di BPM Tati Eka

Kota Bogor dari 10 ibu yang datang ke BPM tersebut, terdapat 7 orang ibu

yang belum mengetahui tentang manfaat spa bayi dan hanya 3 orang ibu yang

sudah mengetahui tentang manfaat spa bayi. Belum diketahui gambaran

pengetahuan ibu tentang manfaat Spa Bayi.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, hasil survey pendahuluan yang

dilakukan di BPM Tati Eka pada tanggal 4 Februari 2016 terdapat 10 orang

ibu yang melakukan kunjungan Spa Bayi di BPM tersebut, 7 orang (70%) ibu

belum mengetahui tentang Spa Bayi dan manfaat dari Spa Bayi, sedangkan 3

orang (30%) ibu hamil sudah mengetahui tentang Spa Bayi dan manfaat dari

Spa Bayi ditandai dengan jawaban yang sudah penulis tanyakan.


Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti “Gambaran Pendidikan,

Pekerjaan, Sumber informasi dan Pengetahuan Ibu Terhadap SPA Bayi di

BPM Tati Eka Tahun 2016”.

1.3 Pertanyaan Penelitian

Bagaimana gambaran pendidikan, pekerjaan, sumber informasi dengan

pengetahuan ibu tentang Spa Bayi di BPM Tati Eka, Bogor ?

1.4 Tujuan Penelitian

1.4.1 Tujuan Umum

Mengetahui gambaran pendidikan, pekerjaan, sumber informasi dengan

pengetahuan ibu tentang Spa Baayi di BPM Tati Eka, Bogor Tahun

2016.

1.4.2 Tujuan Khusus

a. Mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang Spa Bayi di BPM

Tati Eka, Bogor Tahun 2016.

b. Mengetahui gambaran pendidikan ibu tentang Spa Bayi di BPM Tati

Eka, Bogor Tahun 2016.

c. Mengetahui gambaran pekerjaan ibu tentang Spa Bayi di BPM Tati

Eka, Bogor Tahun 2016.

d. Mengetahui gambaran sumber informasi ibu tentang Spa Bayi di

BPM Tati Eka, Bogor Tahun 2016.


1.5 Manfaat Penelitian

1.5.1 Teoritis

Penelitian ini tidak menghasilkan teori baru, hanya mengembangkan

teori yang sudah ada. Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat

digunakan dalam upaya meningkatkan pendidikan, pekerjaan, sumber

informasi dengan pengetahuan ibu tentang spa bayi. Selain itu, diharapkan

dapat memperkuat bahan kajian tentang spa bayi dan dapat dijadikan

salah satu bahan referensi bagi peneliti selanjutnya.

1.5.2 Praktis

1.5.2.1 Bagi Peneliti

Merupakan pengalaman berharga dan wadah latihan untuk memperoleh

wawasan dan pengetahuan dalam rangka menerapkan ilmu

pengetahuan yang telah diterima selama kuliah. Bagi peneliti, agar

dapat menganalisi data mengenai pendidikan, pekerjaan, sumber

informasi dengan pengetahuan ibu tentang spa bayi.

1.5.2.2 Bagi BPM Tati Eka Bogor

Agar dapat meningkatkan dan memberi media edukasi kepada ibu

tentang pengenalan dan manfaat spa bayi.

1.6 Ruang Lingkup

Penelitian ini bersifat deskriptif untuk menggambarkan tingkat

pengetahuan, pendidikan, pekerjaan dan sumber informasi ibu terhadap

Spa Bayi di BPM Tati Eka Bogor Tahun 2016, karena pada umumnya

banyak ibu yang belum mengetahui Spa Bayi dan manfaat dari Spa
Bayi. Penelitian ini disusun dengan rancangan cross sectional. Adapun

penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2016 dengan data primer

menggunakan pengisian, pengumpulan, dan pengolahan

angket/kuesioner dengan menggunakan metode SPSS. Pengambilan

sampel dengan teknik acidental sampling dan menggunakan analisis

univariat. Penelitian ini dilakukan terhadap ibu yang memiliki bayi di

BPM Tati Eka tahun 2016.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengetahuan Ibu Tentang Spa Bayi

2.1.1 Pengetahuan
2.1.1.1 Pengertian pengetahuan
Pengetahuan adalah hasil ‘tahu’, dan ini terjadi setelah orang

melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu.

Pengindraan terjadi melalui pancaindra manusia, yakni: indra

penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba. Sebagian

besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga.

Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting

untuk terbentuknya tindakan seseorang (overt behavior)

(Notoatmodjo, 2012).

2.1.1.2 Tingkat Pengetahuan

Menurut Notoatmodjo (2012), pengetahuan yang tercukup

dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkat, yaittu :

a) Tahu (know)

Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah

dipelajari sebelumnya. Termasuk ke dalam pengetahuan

tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) terhadap sesuatu

yang bersifat spesifik dari seluruh bahan yang telah dipelajari

atau rangsangan yang telah diterima.Oleh sebab itu, “tahu”

9
10

ini merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah.

b) Memahami (Comprehension)

Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan menjelaskan

secara benar tentang objek yang diketahui, dan dapat

menginterpretasi materi tersebut secara benar. Orang yang

menjelaskan, menyebutkan contoh, menyimpulkan, meramalkan

dan sebagainya terhadap objek yang telah dipelajari.

c) Aplikasi (applicasion)

Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan

materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi riil

(sebenarnya). Aplikasi disini dapat diartikan sebagai aplikasi atau

penggunaan hukum-hukum, rumus, metode dan sebagai konteks

atau situasi yang lain.

d) Analisis (Analysis)

Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan

materi atau suatu objek ke dalam komponen-komponen, tetapi

masih didalam suatu struktur organisasi tersebut, dan masih

ada kaitannya satu sama lain. Kemampuan analisis ini dapat

dilihat dari penggunaan kata - kata kerja misalnya dapat

menggambarkan (membuat bagan),membedakan, memisahkan,

mengelompokkan dan sebagainya.

e) Sintesis (synthesis)

Sintesis menunjukan pada suatu kemampuan untuk


11

meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian dalam suatu

bentuk keseluruhan yang baru. Sintesis merupakan suatu

kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi-

formulasi yang ada.

f) Evaluasi (evaluation)

Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk

melakukan justivikasi atau penilaian terhadap suatu objek

tertentu. Penilaian-penilaian ini berdasarkan suatu kriteria yang

telah ditentukan sendiri, atau menggunakan kriteria- kriteria

yang telah ada.

2.1.1.3 Cara Memperoleh Pengetahuan

Menurut Notoatmodjo (2012), cara memperoleh pengetahuan

dikelompokkan menjadi 2, yaitu :

a) Cara memperoleh kebenaran non ilmiah

1) Cara Coba Salah (Trial anderor)

Cara ini telah dipakai orang sebelum adanya kebudayaan,

bahkan mungkin sebelum adanya peradapan. Metode ini

telah digunakan orang dalam waktu yang cukup lama untuk

memecahkan berbagai masalah. Bahkan sampai sekarang

metode ini masih sering digunakan, terutama bagi mereka

yang belum atau tidak mengetahui suatu cara dalam

memecahkan masalah yang dihadapi.

2) Secara kebetulan
12

Penemuan kebenaran secara kebetulan terjadi karena tidak

sengaja oleh orang yang bersangkutan.

3) Cara kekuasaan atau otoritas

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali kebiasaan

dan tradisi yang dilakukan oleh orang tanpa melalui

penalaran apakah yang dilakukan tersebut baik atau tidak.

Kebiasaan-kebiasaan ini biasanya diwariskan turun temurun

dari generasi ke generasi. Sumber pengetahuan dapat berupa

pemimpin masyarakat, baik formal atau informal. Para

pemegang otoritas pada prinsipnya mempunyai mekanisme

yang sama didalam penemuan pengetahuan dan orang lain

menerima pendapat tersebut tanpa terlebih dahulu menguji

atau membuktikan kebenerannya, baik berdasarkan fakta

empiris ataupun berdasarkan penalaran sendiri.

4) Berdasarkan pengalaman pribadi

Pengalaman adalah guru yang baik, demikian bunyi pepatah.

Pepatah ini mengandung maksud bahwa pengalaman

merupakan sumber pengetahuan. Hal ini dilakukan dengan cara

mengulang kembali pengalaman yang diperoleh untuk

memecahkan permasalahan yang dihadapi pada masa yang lalu.

5) Cara akal sehat (commonsence)

Akal sehat atau common sense kadang-kadang dapat

menemukan teori atau kebenran. Sebagai contoh, pemberian


13

hadiah dan hukuman (reward and punishment) yang

dilakukan orang tua jaman dulu untuk mendisiplinkan

anaknya dalam kontek pendidikan.

6) Kebenaran melalui wahyu

Ajaran agama adalah suatu kebenaran yang diwahyukan

oleh Tuhan melalui para Nabi. Kebenaran ini harus diterima

dan diyakini oleh pengikut-pengikut agama yang

bersangkutan, terlepas dari apakah kebenaran tersebut

rasional atau tidak.

7) Kebenaran secara intuitif

Kebenaran ini diperoleh manusia secara cepat diluar

kesadaran dan tanpa melalui proses penalaran atau berpikir.

Kebenaran ini sukar dipercaya karena tidak menggunakan

cara-cara yang rasional dan sistematis.

8) Melalui jalan pikiran

Sejalan dengan perkembangan kebudayaan umat

manusia, cara berpikir manusia pun ikut berkembang.

Disini manusia telah mampu menggunakan penalarannya

dalam memperoleh pengetahuannya.

9) Induksi

Induksi adalah proses penarikan kesimpulan dari

pertanyaan-pertanyaan umum khusus ke pertanyaan yang

berisifat umum.
14

10) Deduksi

Deduksi adalah pembuatan kesimpulan dari pertanyaan-

pertanyaan umum ke khusus. Didalam proses berpikir

deduksi berlaku bahwa sesuatu yang dianggap benar secara

umum pada kelas tertentu, berlaku juga kebenarannya pada

semua peristiwa yang terjadi pada setiap yang termasuk

dalam kelas itu.

b) Cara memperoleh kebenaran ilmiah

Cara baru atau modern dalam memperoleh pengetahuan pada

dewasa ini lebih sistematis, logis dan ilmiah. Cara ini disebut

metode penelitian ilmiah, atau populer disebut metodologi

penelitian (research methodology). Cara ini dikembangkan oleh

Franci Bacon (1561-1626) yang kemudian dilanjutkan oleh

Deobold Van Dallen yang berhasil membuat pencatatan yang

mencakup tiga hal pokok, yaitu :

1) Segala sesuatu yang positif, yakni gejala tertentu yang

muncul pada saat dilakukanpengamatan.

2) Segala sesuatu yang negatif, yakni gejala tertentu yang

tidak muncul pada saat dilakukan pengamatan.

3) Gajala-gejala yang muncul secara bervariasi, yakni gejala-

gejala yang berubah-ubah pada kondisi-kondisi tertentu.

4) Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan

Menurut Nursalam (2003) yang dikutip oleh Wawan dan Dewi


15

(2010), faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan

ada 2 yaitu :

a) Faktor Internal

i. Pendidikan

Pendidikan berarti bimbingan yang diberikan

seseorang terhadap perkembangan orang lain menuju

kearah cita-cita tertentu yang menentukan manusia

untuk berbuat dan mengisi kehidupan untuk mencapai

keselamatan dan kebahagiaan. Pendidikan diperlukan

untuk mendapat informasi misalnya, hal-hal yang

menunjang kesehatan sehingga dapat meningkatkan

kualitas hidup. Pada umumnya semakin tinggi

pendidikan seseorang makin mudah menerima

informasi.

ii. Pekerjaan

Lingkungan pekerjaan dapat menjadikan seseorang

memperoleh pengalaman dan pengetahuan baik secara

langsung maupun secara tidak langsung. Sebaliknya orang

yang tidak memiliki pekerjaan mereka tidak akan memiliki

pengalaman yang banyak dan relasi sehingga pengetahuan

yang didapat juga sangat kurang. Semakin tinggi tingkat

ekonomi social seseorang akan menambah tingkat

pengetahuan.
16

iii. Umur

Umur individu yang terhitung mulai saat dilahirkan

sampai berulang tahun. Semakin cukup umur, tingkat

kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang

dalam berpikir dan bekerja. Dari segi kepercayaan

masyarakat seseorang yang lebih dewasa dipercaya dari

orang yang belum tinggi kedewasaannya.

b) Faktor Eksternal

i. Faktor Lingkungan

Lingkungan merupakan seluruh kondisi yang ada

disekitar manusia dan pengaruhnya yang dapat

mempengaruhi perkembangan dan perilaku orang atau

kelompok.

ii. Sosial Budaya

Sistem sosial budaya yang ada pada masyarakat

dapat mempengaruhi dari sikap dalam menerima

informasi. Budaya terkadang mengekang tingkat

pengetahuan seseorang, berbagai kepercayaan ataupun

kebiasaan dalam adat terkadang membuat seseorang

dilarang untuk mencoba melakukan sesuatu hal.

iii. Sosial ekonomi

Individu yang berasal dari keluarga status ekonomi baik

dimungkinkan lebih memiliki sikap positif memandang diri dan


17

masa depannya dibandingkan dengan keluarga sosial ekonominya

lebih rendah.

iv. Sumber informasi

Sumber informasi adalah segala berita atau informasi yang

diperoleh seseorang untuk mendapatkan apa yang dia cari dan

didapatkan dari segala arah (Kamus Besar Bahasa Indonesia,

2011). Dengan memberikan informasi atau pesan-pesan kesehatan

kepada masyarakat diharapkan masyarakat, kelompok dan

individu dapat diperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang

lebih baik. Seseorang yang mempunyai sumber informasi yang

lebih banyak akan mempunyai pengetahuan yang lebih luas.

2.1.2 Spa Bayi

2.1.2.1 Pengertian Spa Bayi

Spa merupakan suatu singkatan kata yang berasal dari kata Solus

Per Aqua (Solus = Pengobatan atau perawatan, Per = Dengan dan Aqua

= Air), sehingga pengertian spa dapat dijabarkan sebagai perawatan atau

pengobatan dengan air. Istilah spa berasal dari kota Spa di Belgia, secara

tradisional digunakan untuk menunjuk sebuah tempat dimana terdapat

sumber air yang diyakini memiliki sifat menyehatkan. Biasanya berupa

sebuah pemandian air panas atau mineral (Yahya, 2011).

Menurut ASPI (Asosiasi Spa Indonesia), spa dimaknai dengan

bahasa Indonesia menjadi “Husada Tirta” (Yahya, 2011), sedangkan


18

menurut Permenkes No. 1205/Menkes/X/2004, menyatakan bahwa spa

berarti “sehat pakai air” merupakan upaya tradisional yang menggunakan

pendekatan holistic, melalui perawatan menyeluruh dengan

menggunakan metode kombinasi antara hidroterapi (terapi air) dan

massage (pijat) yang dilakukan secara terpadu untuk menyeimbangkan

tubuh, pikiran, serta perasaan (Menkes, 2004).

Spa adalah salah satu cara untuk meremajakan tubuh dengan

rangkaian luluran, pemijatan, dan segala kegiatan yang dapat membuat

tubuh menjadi relaks (Tim Galenia MCC, 2014).

Spa bayi (baby spa) adalah perawatan tubuh bayi yang dilakukan

secara menyeluruh mulai dari baby massage atau pijatan selama 30 menit

lalu baby swim atau berenang kemudian diberi pijatan kembali selama 15

menit (Widodo, 2013).

2.1.2.2 Tujuan Spa Bayi

Hal ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi anak

untuk membantu proses tumbuh kembang anak, sebagaimana tujuan yang

tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 1205,

penyelenggaraan spa sebagai upaya meningkatkan kesehatan secara

tradisional (Menkes, 2004).


19

2.1.2.3 Manfaat Spa Bayi

Menurut Permenkes No. 1205/Menkes/X/2004, Spa pada dasarnya

mempunyai 3 fungsi utama yaitu (Menkes, 2004):

a. Hidroterapi

Hidroterapi tidak hanya terbatas pada mandi air panas atau air

mineral saja tetapi meliputi berbagai cara penggunaan air untuk

membersihkan badan, kebugaran, memperbaiki dan mempertahankan

kesehatan.

Hidroterapi adalah penggunaan air dan atau dengan ramuan bahan

alam (tumbuhan, mineral, minyak atsiri, garam, susu, lumpur, lulur)

untuk perawatan kesehatan tubuh dengan mengatur suhu, tekanan,

arus, kelembapan serta kandungan air (Menkes, 2004).

Penggunaan air panas dan dingin secara bergantian dapat

merangsang sistem hormonal untuk metabolisme tubuh yang lebih

baik. Air dingin akan merangsang pembuluh darah untuk mengirim

darah ke organ dalam, sedangkan air hangat akan menyebabkan

pembuluh darah melebar sehingga aliran darah menjadi lancar, segala

jenis racun serta sisa-sisa zat metabolik memiliki pH (derajat

keasaman) yang dapat membantu menyeterilkan kulit (Yahya, 2011).

Ketika anak dalam posisi mengambang saat hidroterapi, hal itu

memungkinkan anak mengeksplorasi pergerakan tubuh. Pergerakan

tubuh bagi anak tidak bisa dilakukan dalam aktivitas di darat, karena

anak belum kuat melawan gravitasi. Ketika di dalam air, gaya berat
20

anak berkurang, sehingga tungkai lengan dan kaki mudah untuk

digerakan dalam air (Tim Galenia MCC, 2014).

b. Aromaterapi

Aromaterapi adalah teknik perawatan dengan

menggunakan/memanfaatkan minyak atsiri (essential oil) yang

berkhasiat, dapat dengan cara penghirupan, pengompresan,

pengolesan di kulit, perendaman dan akan lebih efektif disertai dengan

pemijatan (Yahya, 2011). Aromaterapi merupakan salah satu cabang

ilmu kedokteran natural yang bertujuan untuk menyembuhkan

berbagai kelainan di dalam tubuh dan jiwa (body and mind). Bahan

alami yang digunakan berupa minyak atsiri/essensial yang akan

meningkatkan immunitas alami dan sebagai sumber untuk melawan

segala bentuk penyakit, dapat menimbulkan relaksasi, meningkatkan

energi, mengurangi stres dan menyeimbangkan badan, jiwa dan

sukma. Penggunaan minyak essensial pada aromaterapi ini dapat

dilakukan melalui penciuman (inhalasi) dalam bentuk diffuser,

oilburner, atau diteteskan pada bantal atau air mandi (Syahdina,

2010).

Aromaterapi paling efektif apabila dilakukan melalui massage,

karena kulit merupakan organ terbesar yang menutup permukaan

tubuh dan minyak essensial terbukti dapat menembus hingga lapisan

kulit paling dalam (Syahdina, 2010).


21

c. Pijat

Hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pemijatan yaitu

tersenyum, mencuci tangan, meminta izin pijat, relaks, menjaga

kontak mata, penuh perhatian (Tim Galenia MCC, 2014).

Pijat mempunyai manfaat yang banyak bagi bayi, diantaranya :

1. Pijat berpengaruh pada pola tidur yang teratur, pengenalan terhadap

lingkungan, serta ketenangan emosi yang lebih baik.

2. Pijat membantu merangsang dan menyeimbangkan hormon-

hormon pada tubuhnya, yaitu hormon kortisol dan oksitoksin.

3. Pijat dapat memperbaiki sistem imunitas serta menambahkan

jumlah produksi darah putih.

4. Pijat akan menstimulasi enzim-enzim yang ada dalam perut,

sehingga penyerapan nutrisi akan lebih optimal.

5. Pijat dapat memperlancar peredaran darah dan membantu

menguatkan otot-otot bayi (Tim Galenia MCC, 2014).

Hal yang tidak boleh dilakukan dalam melakukan pemijatan yaitu

memakai perhiasan, kuku panjang, memaksa anak, tergesa-gesa,

memijat diluar ruangan, menyetel musik dengan volume tinggi(Tim

Galenia MCC, 2014).

2.1.2.4 Usia Bayi Melakukan Spa Bayi

Menurut tim galenia MCC usia 0-18 bulan dianggap tepat untuk

melakukan spa bayi. Bayi juga memiliki sepasang refleks yang dapat

membuat mereka berenang dengan baik, yaitu refleks menyelam (dive


22

refleks) dan refleks berenang (swim refleks). Refleks menyelam, yang

disebut juga respon bradycardic, menyebabkan bayi untuk menahan

napas mereka dan membuka mata mereka ketika terendam.

Refleks renang bayi ada sampai bayi berumur sekitar 6 bulan, bayi

yang ditempatkan di air akan menggerakan lengan dan kaki dalam

gerakan renang. Ketika berenang, refleks berenang dan refleks menyelam

keduanya terlibat.

2.1.2.5 Langkah-langkah Spa Bayi

Tahapan spa bayi yang harus dilakukan adalah pemijatan, berenang, dan

perawatan tubuh (Tim Galenia MCC, 2014).

a) Pemijatan dilakukan dengan sedikit tekanan pada bayi agar kulit, otot,

dan saraf anak terstimulasi. Hal ini untuk memberikan efek relaksasi,

melancarkan peredaran darah, dan peredaran getah bening. Bagian tubuh

yang harus dipijat adalah alis mata, bawah telinga, bagian dada, dan

bagian perut. Sedangkan kaki, sebagai permukaan memijat karena kaki

adalah bagian yang paling tidak sensitif.

b) Selanjutnya adalah berenang atau mandi ceria. Dengan menggunakan bak

mandi kecil berukuran 1x1 meter dan kedalaman 1 meter dengan suhu

31-34 derajat Celcius, bayi harus menggunakan pelampung yang

dikenakan dileher membuat bayi mengambang dan tidak menimbulkan

tekanan pada leher. Sebelum anak berenang, harus diawali dengan

menyentuhkan kaki anak ke dalam air, untu membiasakan sehingga anak

tidak akan terkejut saat seluruh tubuhnya dimasukkan ke dalam air. Bayi
23

sebaiknya didampingi tenaga profesional yang akan membantu bayi

melakukan gerakan-gerakan tertentu yang dapat merangsang semua

ototnya untuk bekerja.

c) Setelah berenang, maka dilanjutkan dengan perawatan tubuh. Pada tahap

ini, sebaiknya menggunakan produk yang dapat menstimulasi otak anak,

biasanya digunakan minyak atsiri yang harum, sehingga memberikan

efek aromaterapi.

2.1.2.6 Bahan-Bahan Yang Digunakan Untuk Melakukan Spa Bayi

Menurut dr.Nadjibah Yahya bahan-bahan yang dapat digunakan

untuk spa bayi merupakan bahan-bahan organik dari buah-buahan, antara

lain :

a. Cokelat

Cokelat merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung

almond. Almond mengandung serat, protein, vitaminA, vitaminB,

vitaminE, mineral dan asam oleat. Almond sangat bermanfaat untuk

mengencangkan, melembutkan, menutrisi kulit serta dapat digunakan

untuk mengatasi kulit kering dan kusam.

b. Madu

Madu merupakan nutrisi untuk kulit. Madu berfungsi untuk

melembapkan, melembutkan, membuat kulit berkilau, mencegah kulit

kering dan mengencangkan kulit.

c. Susu

Susu dalam perawatan kecantikan biasanya digunakan sebagai campuran


24

untuk mandi berendam. Berendam dalam air hangat yang telah dicampur

dengan serbuk susu memberikan banyak manfaat. Ketika pori-pori

terbuka, nutrisi yang terkandung dalam susu akan meresap secara lebih

dalam sehingga manfaatnya membuat kulit anak menjadi lembap dan

sangat lembut.

2.1.2.7 Perlengkapan Spa Bayi

Berikut perlengkapan yang digunakan baby spa (Tim Galenia MCC, 2014).

a. Alas pijat (massase bed)

Untuk memijat, dapat mengggunakan

alas yang bersih dengan permukaan

yang rata agar si kecil merasa nyaman.

Gambar 2.1

b. Handuk

Handuk yang baik terbuat dari 100%

serat alami, yaitu cotton agar proses

penyerapan sempurna. Selain itu juga

handuk cotton ini memiliki tekstur

yang halus dan lembut. Gambar 2.2


25

c. Bak mandi atau bathtub atau mini pool

Terdapat dua jenis kolam renang, yaitu kolam

renang pompa dan kolam renang semi

permanen. Kolam renang pompa memiliki

keunggulan lebih kokoh ketika Gambar 2.3

digunakan untuk bersandar.Namun, kekurangan kolam renang pompa ini

mudah sekali bocor ketika terkena benda

tajam.

Kolam renang semi permanen terdiri dari

tiang dan dinding kolam renang yang

dengan mudah dapat langsung

diberdirikan atau dirakit. Kekurangan

kolam renang semi permanen ini rapuh sehingga tidak dapat digunakan

untuk bersandar. Gambar 2.4

d. Pelampung (neck ring, rompi) Gambar 2.5

Spa bayi untuk usia dibawah 18 bulan

menggunakan pelampung berjenis neck

ring. Sepintas pelampung ini memang

terlihat tidak nyaman, namun dengan

pelampung seperti ini bayi bisa lebih leluasa menggerek-gerakan seluruh

tubuh anggota tubuhnya. Terlebih lagi ada penopang dagu sehingga


26

beban kepala bayi akan tertumpu pada titik tersebut.

e. Mainan

Selama melakukan spa bayi, ada baiknya

menyidiakan beberapa mainan untuk

merangsang stimulasi indranya.

Gambar 2.6

2.1.3 Bayi

2.1.3.1 Pengertian Bayi

Bayi adalah anak yang berusia 12 bulan. Masa bayi dimulai dari

usia 0-12 bulan yang ditandai dengan pertumbuhan dan perubahan

fisik yang cepat disertai dengan perubahan dalam kebutuhan zat gizi

(Hidayat, 2008).

2.1.3.2 Tumbuh Kembang Bayi

a. Pengertian Tumbuh Kembang bayi

Tumbuh kembang merupakan proses tumbuh kembang anak

dimulai sejak anak berusia 3 bulan dalam kandungan (tepatnya

setelah sel-sel janin). Fase itu terus berlangsung hingga anak

berumur 3 tahun. Pada proses tumbuh kembang anak sangat cepat

dan menentukan perkembangan anak dimasa depan dan fase ini

biasa disebut golden period (Mahayu, 2014).

Tumbuh kembang adalah proses yang kontinu sejak dari

konsepsi hingga tumbuh dewasa.


27

Tumbuh kembang meliputi tiga hal, yaitu (Aditya, 2014):

1. Tumbuh kembang fisik, misal bertambah berat badan atau

tinggi badan

2. Tumbuh kembang intelektual, missal kepandaian

berkomunikasi, ketrampilan bermain, dll.

3. Tumbuh kembang emosional, missal kemampuan mengelola

emosi.

b. Pertumbuhan Bayi

Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran berbagai organ

yang bisa diukur dengan ukuran berat atau ukuran panjang.

Sedangkan perkembangan adalah bertambahnya kemampuan atau

keahlian dalam struktur dan fungsi yang kompleks dan dalam pola

yang teratur sebagai hasil dari pematangan (Aditya, 2014).

Pertumbuhan adalah proses bertambah sempurnanya fungsi dari

alat tubuh.

Pertumbuhan anak dikatakan normal jika sesuai dengan

fase tumbuh kembang anak (Jitowiyono dan Weni, 2011).

Pertumbuhan bayi meliputi:

1. Tinggi badan

Pada usia 0-6 bulan bayi akan mengalami pertambahan tinggi

badan sekitar 2,5 cm setiap bulan, sedangkan pada usia 6-12

bulan mengalami penambahan tinggi badan hanya sekitar 1,25

cm setiap bulan (Hidayat, 2008).


28

2. Berat Badan

Berat badan bayi normal baru lahir adalah 2500-4000gr.

Untuk usia 0-6 bulan pertumbuhan berat badan akan

mengalami pertambahan setiap minggu sekitar 140-200 gram,

dan berat badan bayi akan menjadi dua kali lipat pada

bulan ke-6. Sedangkan pada usia 6-12 bulan terjadi

penambahan setiap minggu sekitar 25-40 gram

(Hidayat,2008).

3. Lingkar kepala

Ukuran lingkar kepala normal sekitar 30-37 cm, ketika berusia

0-3 bulan bisa bertambah 2 cm, lalu pada usia 4-6 bulan

bertambah sekitar 1 cm perbulan. Pada usia 6 bulan lingkar

kepala bayi menjadi 40 cm, selanjutnya bertambah 0,5 cm

per bulan (Jitowiyono dan Weni,2011).

4. Organ Penglihatan

Berikut tahapan perkembangan penglihatan anak (Mahayu,

2014):

1) Ketika baru dilahirkan

Bayi sudah mampu melihat pola terang dan gelap, namun

fokusnya masih kabur, sudah mampu juga merespons wajah

orang, khususnya wajah ibunya yang menatapnya dekat.

2) Memasuki 4-6 bulan

Bayi mulai mampu menggerakkan kepalanya, tidak


29

hanya mengikuti objek bergerak, melainkan juga ketika

melihat ke arah objek lain.

3) Memasuki 6-8 bulan

Penglihatan pada bayi sudah mulai mantap dan lurus,

juga dapat melihat warna secara lengkap, meraih objek,

karena kedua matanya sudah berkoordinasi dengan baik,

maka gerakan matanya mulai terkontrol.

4) Usia 8-12 bulan

Bayi mulai menggunakan kedua matanya secara

bersamaan untuk menilai jarak sekaligus mengembangkan

persepsi kedalaman.

c. Perkembangan Bayi

Perkembangan adalah bertambah sempurnanya fungsi alat

tubuh yang dapat dicapai melalui tingkat kematangan organ dan

perubahan bentuk, mulai dari aspek sosial, emosional, hingga

intelektual (Mahayu, 2014).

Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan atau

keahlian dalam struktur dan fungsi yang kompleks dalam pola

yang teratur sebagai hasil dari kematangan (Aditya, 2014).

Menurut Mahayu (2014), perkembangan bayi, meliputi :

1. Usia 0-28 hari

Bayi bisa tersenyum, dan mulai menatap muka untuk mengenali

seseorang.
30

2. Usia 1-4 bulan

a) Mulai bisa mengamati tangan,

b) Tersenyum spontan dan membalas senyum bila diajak

tersenyum,

c) Mengenal ibu dengan penglihatan,penciuman, pendengaran,

dan kontak,

d) Waktu tidur dalam sehari lebih sedikit daripada waktu

terjaga,Membedakan wajah-wajah yang dikenal dan tidak

dikenal.

3. Usia 4-8 bulan

a) Merasa takut dan terganggu dengan keberadaan orang

asing,

b) Mulai bermain dengan mainan,

c) Mudah frustrasi,serta

d) Memukul-mukul lengan dan kaki jik asedang kesal.

4. Usia 8-12 bulan

a) Kemampuan bertepuk tangan,

b) Menyatakan keinginan dengan cara menunjuk suatu benda

atau menanggis,

c) Sudah mulai minum dengan cangkir,

d) Menirukan kegiatan orang lain,serta

e) Bermain bola atau mainan lainnya dengan orang lain.

Supariasa (2012), menyatakan bahwa pertumbuhan dan


31

perkembangan anak dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor

internal seperti biologis, termasuk genetik, dan faktor eksternal

seperti status gizi.

1) Faktor Internal (Genetik)

Faktor internal (genetik) antara lain termasuk berbagai

faktor bawaan yang normal dan patologis, jenis kelamin,

obstetrik dan ras atau suku bangsa. Apabila potensi genetik ini

dapat berinteraksi dengan baik dalam lingkungan, maka

pertumbuhan optimal akan tercapai (Supariasa, 2012).

2) Faktor Eksternal

Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan

antara lain keluarga, kelompok teman sebaya, pengalaman

hidup, kesehatan lingkungan, kesehatan prenatal, nutrisi,

istirahat, tidur dan olah raga, status kesehatan, serta

lingkungan tempat tinggal (Perry &Potter,2005).

Faktor keluarga merupakan faktor utama dalam

pertumbuhan dan perkembangan anak. Masa bayi merupakan

masa emas, sehingga perlu keluarga perlu memberikan

stimulasi yang memadai. Melakukan stimulasi yang memadai

artinya merangsang otak balita sehingga perkembangan

kemampuan gerak, bicara dan bahasa, sosialisasi dan

kemandirian pada balita berlangsung secara optimal sesuai

dengan umur anak (Depkes,2012).


32

Wong, dkk (2008), menerangkan bahwa nutrisi memiliki

pengaruh paling penting pada pertumbuhandan perkembangan.

Bayi dan anak-anak memerlukan kebutuhan kalori relatif besar,

hal ini dibuktikan dengan peningkatan tinggi dan berat badan.

3) Kebutuhan Dasar Bayi

Kebutuhan dasar bagi bayi meliputi kebutuhan fisik,

kebutuhan emosi dan kebutuhan stimulasi (Aditya,2014).

a. Kebutuhan Fisik

Pemenuhan gizi yang baik dan seimbang akan membawa

dampak positif bagi anak, antara lain: perkembangan otak,

dan kekebalan tubuh sehingga mencegah penyakit-penyakit

yang dapat memengaruhi perkembangan kecerdasan serta

keterampilan fisiknya.

Makanan bergizi adalah makanan yang cukup secara

kualitas dan kuantitasnya. Di samping itu, makanan bergizi

juga harus mengandung unsur- unsur yang dibutuhkan tubuh

dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan.

b. Kebutuhan Emosional.

Perhatian dan kasih sayang yang kita tunjukkan kepada

bayi akan menimbulkan rasa aman dannyaman.

Hal-hal yang perlu ditunjukkan kalau ibu menyayangi

bayinya, seperti :

1) Memperhatikan dan menghargainya.


33

2) Selalu meluangkan waktu untuknya.

3) Dukung apa yang anak lakukan selama itu positif.

c. Stimulasi dini

Memberikan stimulasi untuk bayi bisa dilakukan setiap

hari. Ibu bisa memberikan rangsangan ke semua sistem

indranya, yaitu: indra pendengaran, penglihatan, peraba,

pembauan, dan pengecap. Selain itu, ibu juga harus

merangsang gerak kasar dan gerak halus kedua kakinya,

tangan dan jari- jarinya, serta merangsang perasaannya agar

terus bahagia.

2.2. Pendidikan

2.2.1 Pengertian Pendidikan


Menurut Notoatmodjo (2007), menyatakan bahwa pendidikan adalah

derajat tertinggi jenjang pendidikan yang diselesaikan berdasar ijasah

yang diterima dari sekolah formal terakhir dengan sertifikat kelulusan.

Pendidikan merupakan suatu usaha atau pengaruh yang diberikan yang

bertujuan untuk proses pendewasaan.

Menurut Wawan dan Dewi (2010), pendidikan berarti bimbingan

yang diberikan seseorang terhadap perkembangan orang lain menuju

kearah cita-cita tertentu yang menentukan manusia untuk berbuat dan

mengisi kehidupan untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan.

Pendidikan diperlukan untuk mendapat informasi misalnya, hal-hal


34

yang menunjang kesehatan sehingga dapat meningkatkan kualitas

hidup. Pada umumnya semakin tinggi pendidikan seseorang makin

mudah menerima informasi.

2.2.2 Jalur Pendidikan

Pendidikan pada hakekatnya merupakan suatu proses yang

berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan didalam lingkungan

keluarga, sekolah dan masyarakat. Oleh karena itu pendidikan adalah

tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah.

Sistem Pendidikan Nasional dalam Undang –undang RI No. 20 Tahun

2003, mengemukakan bahwa pendidikan terbagi atas:

a. Pendidikan persekolahan atau formal (pasal 14) jenjang pendidikan

dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.

b. Pendidikan luar sekolah :

1. pasal 26 ayat 2

Pendidikan non formal berfungsi mengembangkan potensi peserta

didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan

keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian

professional.

2. pasal 27 ayat 1

Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan

lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Sedangkan

pendidikan formal menurut Undang–undang RI No. 20 Tahun 2003

adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri


35

atas pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.

Pendidikan non formal atau pendidikan luar sekolah menurut

Undang–undang RI No. 20 Tahun 2003 adalah jalur pendidikan di

luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan

berjenjang.

2.2.3 Jenjang Pendidikan

Menurut Notoatmodjo (2007), tingkat atau jenjang pendidikan terdiri atas:

a. Pendidikan Tinggi yang dilihat berdasarkan tingkat pendidikan tinggi

adalah tamat/ tidak tamatPerguruan tinggi, tamat/ tidak tamat SMA

dan sederajat.

b. Pendidikan Rendah yang termasuk berpendidikan rendah adalah tidak

sekolah, tamat/ tidak tamat SD, tamat/ tidak tamat SMP dan sederajat.

2.3 Pekerjaan

2.3.1 Pengertian Pekerjaan

Pekerjaan adalah kebutuhan yang harus dilakukan terutama untuk

menunjang kehidupannya dan kehidupan keluarganya. Adanya pekerjaan

pada seseorang akan menyita banyak waktu menyelesaikan pekerjaan

tersebut. Tingkat pekerjaan yang rendah akan mempengaruhi tingkat

pengetahuan seseorang Notoatmodjo (2012).

Pekerjaan adalah sesuatu yang dikerjakan untuk mendapatkan nafkah

atau pencaharian masyarakat yang sibuk dengan kegiatan atau pekerjaan


36

sehari-hari akan memiliki waktu yang lebih untuk memperoleh informasi

(Depkes RI, 2001).

Lingkungan pekerjaan dapat menjadikan seseorang memperoleh

pengalaman dan pengetahuan baik secara langsung maupun secara

tidak langsung. Sebaliknya orang yang tidak memiliki pekerjaan

mereka tidak akan memiliki pengalaman yang banyak dan relasi

sehingga pengetahuan yang didapat juga sangat kurang. Semakin tinggi

tingkat ekonomi sosial seseorang akan menambah tingkat pengetahuan

(Wawan dan Dewi, 2010).

Faktor pekerjaan juga mempangaruhi pengetahuan. Seseorang yang

bekerja pengetahuannya akan lebih luas dari pada seseorang yang tidak

bekerja, karena dengan bekerja seseorang akan banyak mempunyai

informasi.

Menurut Sakernas (Notoatmodjo, 2012) jenis pekerjaan yaitu :

1. Pedagang

2. Buruh / Tani

3. PNS

4. TNI/ Polri

5. Pensiunan

6. Wiraswasta

7. IRT
37

Menurut ISCO (International Standard Clasification of Oecupation)

pekerjaan diklasifikasikan :

1. Pekerjaan yang berstatus tinggi, yaitu tenaga ahli teknik dan ahli jenis,

pemimpin ketatalaksanaan dalam suatu instansi baik pemerintah

maupun swasta, tenaga administrasi tata usaha.

2. Pekerjaan yang berstatus sedang, yaitu pekerjaan di bidang penjualan

dan jasa.

3. Pekerjaan yang berstatus rendah, yaitu petani dan operator alat

angkut/bengkel.

2.4 Sumber Informasi

2.4.1 Pengertian Sumber informasi

Sumber informasi adalah pendukung untuk menambah ilmu

pengetahuan yang berasal dari pendidikan formal, penelitian, buku bacaan,

temuan ilmiah, dan lain-lain. Biasanya seseorang yang mengetahui tentang

sesuatu dari pengalaman lebih dari seseorang yang mengetahui sesuatu

dari buku karena orang tersebut hanya membayangkan saja dan tidak

mengetahui hasil atau tidak ada evaluasi (Fatimah, 2006).

Menurut Notoatmodjo (2007) informasi adalah isi stimulasi yang

dikeluarkan oleh sumber (komunikator) kepada komunikan (penerima). Isi

stimulasi berupa peran atau informasi yang dikeluarkan oleh komunikator,

tetapi diharapkan agar seseorang secara positif untuk aktif melakukan


38

sesuatu, berupa perilaku atau tindakan. Sumber informasi yang

mempengaruhi pengetahuan, baik dari orang maupun media.

2.4.2 Peran Sumber informasi

Sumber informasi berperan penting bagi seseorang dalam menentukan

sikap dan kepuasan bertindak. Banyak media seperti media masa, baik

media cetak seperti surat kabar, majalah, ataupun elektronik seperti

televisi, radio, secara umum media berfungsi sebagai informasi, sumber

pendidikan, dan sumber hiburan (Notoatmodjo, 2007).

Sumber informasi yang diperoleh melalui kenyataan (melihat

dan mendengar sendiri), serta melalui surat kabar, radio, TV dapat

menambah pengetahuan agar lebih luas (Wawan dan Dewi, 2010).

Berdasarkan fungsinya sebagai penyaluran pesan-pesan kesehatan

(media), sumber informasi diperoleh dari :

1. Media cetak

Media cetak sebagai alat untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan

sangat bervariasi antara lain. Booklet, leaflet, flyer (selebaran), flip

(lembar balik), poster dan foto.

2. Media elektronik

Media elektronik sebagai sasaran untuk menyampaikan pesan-

pesan atau informasi-informasi kesehatan jenisnya berbeda-beda antara

lain. Radio, televisi, vidieo, slide dan film strip.


39

3. Media papan (Bild board)

Papan (bild broad) yang di pasang di tempat-tempat umum dapat

dipakai diisi dengan pesan-pesan atau informasi-informasi kesehatan.

Media papan di sini juga mencakup pesan-pesan yang di tulis pada

lembaran yang di tempel pada kendaraan-kendaraan umum ( Bus dan

taksi
BAB III

KERANGKA TEORI, KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI

OPERASIONAL

3.4 Kerangka Teori

Berdasarkan tinjauan pustaka di atas maka peneliti membuat kerangka

teori sebagai berikut :

Faktor Internal :

1. Pendidikan

2. Pekerjaan

3. Umur
Pengetahuan

FaktorEksternal :

1. Lingkungan

2. Sosial Budaya

3. Sosial Ekonomi

4. Sumber Informasi

5. Kriteria Tingkat

Pengetahuan

6. Gambar 3.1 Kerangka Teori

Sumber : Nursalam (2003) dalam (Wawan &Dewi, 2010)

40
41

3.5 Kerangka Konsep

Kerangka konsep penelitian adalah suatu hubungan atau kaitan antara konsep-

konsep atau variabel-variabel yang akan diamati (diukur) melalui penelitian

yang dimaksud menyusun kerangka konsep, penelitian hendaknya memahami

variabel yang akan diukur karena kerangka konsep memberikan dasar

konseptual bagi peneliti, kerangka konsep juga mengidentifikasi jaringan

antara variabel yang dianggap penting untuk memahami perilaku apa arti

variabel dan apa saja jenis variabel yang ada (Notoatmodjo, 2012).

Di dalam penelitian ini yang menjadi variabel independen adalah pendidikan,

pekerjaan, media informasi, sosial ekonomi dan budaya yang akan

mempengaruhi variabel dependen yaitu spa bayi. Untuk lebih jelasnya dapat

di lihat pada gambar berikut :

Variabel Independen Variabel Dependen

1. Pendidikan
Pengetahuan Ibu
2. Pekerjaan
tentang Spa Bayi
3. Media informasi

Gambar 3.2 Kerangka Konsep


42

3.6 Definisi Operasional

Adalah suatu definisi yang diberikan kepada suatu variabel dengan cara memberikan arti, spesifikan kegiatan atau

memberikan suatu operasional untuk menjelaskan suatu variabel.

No. Variabel Definisi Konsep Definisi Operasional Alat Ukur Cara Ukur Hasil Ukur Skala
Ukur
Variabel Dependen
1. Pengetahuan Merupakan hasil “tahu” Kemampuanresponden untuk Kuesioner Mengisi 1. Baik jika ≥ 8,7 Ordinal
SPA Bayi dan ini terjadi setelah menjawab kumpulan Ceklist 2. Kurang jika ≤
orang melakukan pertanyaan mengenai hal-hal 8,7
penginderaan terhadap yang berhubungan dengan
suatu objek tertentu. baby spa.
Penginderaan terjadi
melalui panca indera
manusia, yaitu indera
penglihatan, pendengaran,
penciuman, rasa dan raba.
Variabel Independen
2. Pendidikan Suatu kegiatan atau Pencapaian tingkat pendidikan Kuesioner Mengisi 1. Tinggi, jika Ordinal
proses pembelajaran formal yang telah diselesaikan Ceklist SMA-PT
untuk mengembang-kan oleh responden. 2. Rendah, jika
atau meningkatkan SD-SMP
kemampuan tertentu.
3. Pekerjaan Pencarian yang dilakukan Pencarian yang dilakukan Kuesioner Mengisi 1. Bekerja Ordinal
untuk mendapatkan untuk mendapatkan nafkah dan Ceklist 2. Tidak Bekerja
nafkah diukur dengan pekerjaan yang
dimilikinya
4. Sumber Suatu yang menjadi Sesuatu yang menjadi Kuesioner Mengisi 1. Media masa Nominal
43

informasi SPA pengantar dalam pengantar dalam penyambung Ceklist (Televisi,Radio,


Bayi menyampai-kan pesan informasi baik media maupun Koran dan
non media Internet
2. Non media
masa
(Keluarga,Tena
ga
Kesehatan,Tem
an dan Guru)
BAB IV

METODE PENELITIAN

4.1 Jenis dan Rancangan Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif

kuantitatif yaitu suatu penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama

untuk membuat gambaran atau deskripsi suatu keadaan secara objektif.

Deskriptif yaitu penelitian yang didalamnya tidak ada analisis hubungan

antar variabel, tidak ada variabel bebas dan terikat, bersifat umum yang

membutuhkan jawaban dimana, kapan, berapa banyak, siapa dan analisis

statistik yang digunakan adalah deskriptif (Hidayat, 2007). Kuantitatif

adalah data yang berbentuk angka-angka, mulai dari pengumpulan data,

penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya

(Arikunto, 2013).

4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian

a. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian adalah tempat atau lokasi dilakukan penelitian

dan sekaligus membatasi ruang lingkup penelitian (Notoatmodjo,

2012).Penelitian ini dilaksanakan di BPM Indah Tati Eka Mulyasari,

Bogor, Jawa Barat.

44
45

b. Waktu Penelitian

Waktu penelitian adalah rentang waktu yang digunakan untuk

melaksanakan penelitian (Notoatmodjo, 2012). Penelitian ini

dilaksanakan pada bulan Mei 2016.

4.3 Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel

1. Populasi

Menurut Arikunto (2013), populasi adalah keseluruhan subjek yang

diteliti. Sedangkan menurut Saryono (2011), populasi adalah wilayah

generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai

kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk

dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Populasi dalam penelitian

ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi yang berkunjung di BPM

BPM Indah Tati Eka Mulyasari, Bogor, Jawa Barat pada bulan April

2016 dengan jumlah 138 responden.

2. Sampel

Sampel merupakan bagian dari populasi yang akan diteliti atau

sebagian jumlah dari karakteristik yang dimiliki oleh populasi

(Sugiyono, 2009). Dengan kriteria apabila populasi kurang dari 100

lebih baik diambil semua, tetapi jika populasi lebih dari 100 dapat

diambil 10%-15% atau 20%-25% atau lebih (Arikunto, 2013). Dalam

penelitian ini sampel yang diambil adalah ibu yang memiliki bayi

yang datang ke BPM Indah Tati Eka Mulyasari, Bogor, Jawa Barat,

Periode 8 Mei – 14 Mei 2016 yaitu sebanyak 33 responden.


46

3. Teknik Pengambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini

adalah Accidental Sampling yaitu pengambilan sampel semua kasus

atau responden yang tersedia di suatu tempat sesuai dengan konteks

penelitian (Notoatmodjo, 2012).

4.4 Variabel Penelitian

Variabel adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat, atau

ukuran yang memiliki atau didapatkan oleh satuan penelitian tentang

sesuatu konsep penelitian tertentu (Notoatmodjo, 2012). Variabel dalam

penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu gambaran pendidikan,

pekerjaan, sumber informasi dengan pengetahuan ibu tentang Spa Baayi

di BPM Tati Eka, Bogor pada bulan Mei 2016

4.5 Instrumen Penelitian

Menurut Notoatmodjo (2012), instrumen penelitian adalah alat-alat

yang akan digunakan untuk pengumpulan data. Pada penelitian ini

instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah kuesioner.

Kuesioner merupakan alat ukur berupa angket atau kuesioner dengan

beberapa daftar pertanyaan. Kuesioner yang digunakan dalam

penelitian ini adalah kuesioner tertutup (closed ended) atau terstruktur

dimana angket tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga responden

hanya tinggal memilih atau menjawab pada jawaban yang sudah ada.

Cara pengisian kuesioner yang digunakan adalah skala Guttman yaitu skala

yang bersifat tegas dan konsisten dengan memberikan jawaban yang tegas
47

seperti jawaban dari pertanyaan atau pernyataan yaitu : Ya dan tidak, positif

dan negatif, setuju dan tidak setuju, benar dan salah (Hidayat,

2007).Pengisian kuisioner tersebut dengan memberi tanda centang(√ ) pada

jawaban yang dianggap benar. Dengan pernyataan positif (favourable) jika

jawaban benar mendapatkan nilai 1 dan jawaban salah mendapatkan nilai

0 dan pertanyaan negatif (unfavourable) jika jawaban salah mendapatkan

nilai 1 dan jika jawaban benar mendapatkan nilai 0 (Hidayat, 2007).

4.6 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan lembar

pernyataan persetujuan dan membagikan kuesioner atau angket pada ibu

yang memiliki bayi yang datang ke BPM BPM Tati Eka, Bogor.

Kemudian menjelaskan sampai selesai dan kuesioner diambil pada saat itu

juga oleh peneliti.

Data yang diperoleh terdiri dari :

a) Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari subjek penelitian

dengan menggunakan alat pengukuran atau alat pengambilan data

langsung pada subjek sebagai sumber informasi yang dicari (Arikunto,

2013). Dalam penelitian ini data primer diperoleh dari responden pada

pengisian kuesioner pengetahuan ibu tentang spa bayi.


48

4.7 Metode Pengolahan Dan Analisis Data

a. Pengolahan Data

Menurut Notoatmodjo (2012), proses pengolahan data melalui tahap-

tahap antara lain:

1) Penyuntingan (Editing)

Hasil wawancara atau angket yang diperoleh atau dikumpulkan

melalui kuesioner perlu disunting (edit) terlebih dahulu. Kalau

ternyata masih ada data atau informasi yang tidak lengkap, dan tidak

mungkindilakukan wawancara ulang, maka kuesioner tersebut

dikeluarkan (drop out), tetapi dengan memperhatikan beberapa hal

dalam pemeriksaan yaitu:

a) Kesesuaian jawaban responden dengan pernyataan

b) Kelengkapan pengisian daftar pernyataan

c) Mengecek macam isian data

2) Pengkodean (coding)

Setelah penyuntingan diselesaikan, kegiatan selanjutnya

yang dilakukan memberi kode dalam hubungan dengan

pengolahan data jika akan menggunakan komputer, yakni

mengubah data berbentuk kalimat atau huruf menjadi data angka

atau bilangan.

3) Memasukkan data (Data Entry)

Mengisi kolom-kolom atau kotak-kotak lembar kode atau kartu kode

sesuai dengan jawaban masing-masing.


49

4) Tabulating

Membuat tabel-tabel data, sesuai dengan tujuan penelitian atau yang

diinginkan oleh peneliti.

5) Pembersih Data (Cleaning)

Apabila semua data dari setiap sumber data atau responden selesai

dimasukkan, perlu dicek kembali untuk melihat kemungkinan-

kemungkinan adanya kesalahan-kesalahan kode, ketidaklengkapan,

dan sebagainya, kemudian dilakukan pembetulan atau korelasi.

b. Analisis Data

Analisa data yang digunakan dalam pengolahan hasil data ini

menggunakan analisis univariat yaitu menganalisis variabel yang ada

secara deskriptif dengan menghitung distribusi dan presentasi dari tiap

variabel (Notoatmodjo, 2010).

Analisis data penelitian merupakan media untuk menarik kesimpulan

dari seperangkat data hasil pengumpulan.Analisis data dapat dibedakan

berdasarkan jumlah variabelnya yaitu analisis univariat, bivariat maupun

multivariate.Sebaiknya penulisan analisis data ditulis berdasarkan jumlah

variabelnya (Setiawan, 2010).

Teknik analisa data yang digunakan adalah analisa univariat.Pada

umumnya dalam analisis ini hanya menghasilkan distribusi dan persentase

dari tiap variabel (Notoatmodjo, 2010).


50

Dalam penelitian ini analisa univariat digunakan untuk menjelaskan

atau mendeskripsikan angka atau nilai karakteristik responden berdasarkan

pengetahuan masyarakat menggunakan rumus penentuan besarnya

presentase menurut Budiarto (2010), sebagai berikut:

Rumus :

𝒇
𝑷= × 𝟏𝟎𝟎%
𝒏

Keterangan :

P = Persentase

f = Frekuensi tiap kategori

N = Jumlah sampel (Menurut Riwidikdo, 2013),

Pada analisis univariat, data yang diperoleh dari hasil pengumpulan

dapat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, ukuran tendensi

sentral atau grafik (Setiawan, 2010).

4.8 Validitas dan Reliabilitas Instrumen

Instrument supaya “valid” dan “reliable” maka sebelum digunakan perlu

di uji coba terlebiih dahulu.Uji coba minimal dilakukan 20 orang

(Notoatmodjo, 2010).Data yang relevan dan akurat diperoleh dengan alat

ukur data yang dapat dipertanggung jawabkan yaitu alat ukur yang valid dan

reliable karena instrument yang baik harus memenuhi syarat penting yaitu

valid dan reliable (Arikunto, 2013).


51

4.8.1 Uji Validitas

Validitas adalah suatu indeks yang menunjukan alat ukur itu benar-

benar mengukur apa yang diukur. Hal ini untuk mengetahui apakah

kuisioner yang kita susun tersebut mampu mengukur apa yang hendak kita

ukur, maka perlu diuji dengan uji korelasi antara skors (nilai) tiap-tiap item

(pertanyaan) dengan skors total kuisioner tersebut. Apabila kuisioner

tersebut telah memiliki validitas konstruk, berarti semua item (pertanyaan)

yang ada didalam kuisioner itu mengukur konsep yang kita ukur

(Notoatmodjo, 2010).

Kuisioner penelitian ini diuji dengan cara disebar pada ibu yang

berkunjung ke BPM Tati Eka, Bogor dengan jumlah 20 responden.

Untuk jumlah responden 20 orang dengan nilai α (0,05)

Df = n – 2

Df = 20 – 2

= 18

Dan untuk r tabel nilai df (18) adalah 0,444.

Berdasarkan hasil uji alat ukur penelitian (kuisioner) yang telah

dilakukan di BPM Indah Tati Eka Mulyasari, Bogor, Jawa Barat.Pada

20 responden dari 18 item pertanyaan bahwa semua hasil tiap item

pertanyaan lebih dari nilai r tabel yaitu 0,444, sehingga alat ukur itu benar-

benar mengukur apa yang diukur yaitu dibuktikan dengan nilai r hitung > r

tabel (0,444) dan dinyatakan valid.


52

4.8.2 Uji Reabilitas

Reabilitas adalah indeks yang menunjukan sejauh mana suatu alat

pengukur dapat dipercaya atau diandalkan.Alat ukur yang digunakan harus

akurat dan tidak menyebabkan kesalahan dalam suatu pengukuran.Dengan

demikian yang menggunakan kuisioner sebagai alat ukur keadaan status

sosial (non fisik) harus mempunyai reabilitas tinggi.(Notoatmodjo, 2010).

Untuk menguji reabilitas adalah dengan menggunakan metode

Cronbach Alpha. Standar yang digunnakan dalam menentukan reabilitas

dan tidaknya instrument umumnya adalah perbandingan antara nilai r hitung

diwakili dengan nilai Cronbach Aplha dengan r tabel pada tingkat

kepercayaan 95% atau tingkat reabilitas dengan metode Cronbach Aplha

berdasarkan skala Cronbach Alpha 0 sampai dengan 1, seluruh penguji hari

ini dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS 18.

Semua item pertanyaan sudah valid, kemudian dilakukan pengukuran

reabilitas dan didapatkan nilai Cronbach Aplha karena nilai Cronbach

Aplha diatas 0,444 maka alat pengukur (kuisioner) yang digunakan adalah

reliable sehingga alat pengukur dapat dipercaya dan diandalkan sebagai alat

ukur untuk penelitian lebih lanjut mengenai gambaran pendidikan,

pekerjaan, sumber informasi dengan pengetahuan ibu tentang spa bayi.

4.9 Etika Penelitian

Menurut Hidayat (2007), etika penelitian merupakan masalah yang

sangat penting dalam penelitian, mengingat penelitian berhubungan

langsung dengan masalah manusia, maka segi etika penelitian harus


53

diperhatikan.

Masalah etika yang baru diperhatikan antara lain :

a. InformedConcent

Informed Concent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti

dengan responden penelitian dengan memberikan lembar

persetujuan.Informed concent tersebut diberikan sebelum penelitian

dilakukan dengan memberikan lembar persetujuan untuk menjadi

responden. Tujuan informed concent adalah agar subjek mengerti

maksud dan tujuan penelitian, mengetahui dampaknya. Jika subjek

bersedia, maka mereka harus menandatangani lembar persetujuan.Jika

responden tidak bersedia, maka peneliti harus menghormati hak pasien.

b. Anonymity (tanpanama)

Anonymity merupakan jaminan dalam mengguanakan subjek

penelitian dengan cara tidak memberikan atau mencatumkan nama

responden pada lembar alat ukur dan hanya menuliskan kode pada

lembar pengumpulan data atau hasil penelitian yang disajikan.

c. Kerahasiaan (confidentiality)

Kerahasiaan (confidentiality) masalah etika dengan memberikan

jaminan kerahasiaan hasil penelitian, baik informasi maupun masalah-

masalah lainnya. Semua informasi yang telah dikumpulkan dijamin

kerahasiaannya oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu yang

akandilaporkan pada hasil riset.


BAB V

HASIL PENELITIAN

5.1 Hasil Penelitian

Responden dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi di BPM

Tati Eka Mulyasari. Jumlah responden yang dijadikan sampel adalah 33

responden. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini dilakukan dengan

memberikan kuesioner kepada responden kemudian kuesioner dikembalikan

kepada peneliti untuk diolah. Hasil penelitian tingkat pengetahuan responden

tentang SPA bayi dapat dilihat dalam tabel dibwah ini :

1. Karakteristik responden berdasarkan pengetahuan ibu

Tabel 5.1 Karakteristik responden berdasarkan pengetahuan ibu

No. Pengetahuan Jumlah


Frekuensi Presentase (%)
1 Kurang 14 42,4

2 Baik 19 57,6

Total 33 100
Sumber : Data primer, 2016

Berdasarkan table 5.1 dapat diketahui tingkat

pengetahuan ibu yang berpengetahuan baik sebanyak 19

responden (57,6%).

2. Karakteristik responden berdasarkan pendidikan ibu

54
55

Tabel 5.2 Karakteristik responden berdasarkan pendidikan ibu

No. Pendidikan Jumlah


Frekuensi Presentase (%)
1 Rendah (SD- 13 39,4
SMP)
2 Tinggi (SMA- 20 60,6
PT)
Total 33 100
Sumber : Data primer, 2016

Berdasarkan tabel 5.2 dapat diketahui tingkat pendidikan ibu

yang berpendidikan Tinggi (SMA-PT) sebanyak 20 responden

(60,6%).

3. Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan ibu

Tabel 5.3 Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan

No. Pekerjaan Jumlah


Frekuensi Presentase (%)
1 Bekerja 21 63,6

2 Tidak Bekerja 12 36,4

Total 33 100
Sumber : Data primer, 2016

Berdasarkan tabel 5.3 dapat diketahui tingkat pekerjaan ibu

yang bekerja sebanyak 21 responden (63,6%).

4. Karakteristik responden berdasarkan sumber informasi yang

diperoleh ibu

Tabel 5.4 Karakteristik responden berdasarkan sumber informasi yang


56

diperoleh ibu

No. Pengetahuan Jumlah


Frekuensi Presentase (%)
1 Non Media 15 45,5

2 Media 18 54,5

Total 33 100
Sumber : Data primer, 2016

Berdasarkan tabel 5.4 dapat diketahui sumber informasi yang

diperoleh ibu dari media massa sebanyak 18 responden (54,5%).


BAB VI

PEMBAHASAN

6.1 Keterbatasan

Dalam melakukan penelitian ini, penulis memiliki beberapa kendala dan

kelemahan/keterbatasan:

1. Keterbatasan alat pengumpulan data

Pengumpulan data menggunakan kuesioner mempunyai dampak yang

subjektif sehingga kebenaran data tergantung pada kejujuran dari responden.

Peneliti tidak mengobservasi secara langsung melainkan hanya mengajukan

pertanyaan melalui kuesioner.

2. Keterbatasan saat pengumpulan data

Pada saat pengumpulan data peneliti mengalami keterbatasan dalam

meminta ibu untuk mengisi kuesioner, tidak banyak ibu yang mau

meluangkan waktunya untuk mengisi kuesioner yang telah dibuat peneliti,

hal tersebut mengharuskan peneliti melakukan pengumpulan secara bertahap

sampai bisa mengumpulkan data sesuai kebutuhan peneliti.

6.2 Pembahasan Hasil Penelitian

6.2.1 Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Spa Bayi

Hasil penelitian diperoleh gambaran pengetahuan ibu di BPM

Tati Eka Bogor, responden ibu yang pengetahuan baik sebanyak 19

57
58

responden dan responden ibu yang pengetahuan kurang sebanyak 14

responden.

Penelitian ini serupa dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya

oleh Lina (2015) di BPM Indah Karanganyar, diperoleh data responden

ibu yang pengetahuan baik sebanyak 8 responden, responden ibu yang

pengetahuan cukup sebanyak 19 responden dan responden ibu yang

pengetahuan kurang sebanyak 6 responden.

Hal tersebut sesuai dengan teori yang disampaikan oleh

Notoatmodjo (2011), Pengetahuan merupakan hasil “tahu” pengindraan

manusia terhadap suatu obyek tertentu. Proses pengindraan terjadi

melalui panca indra manusia, yakni indra penglihatan, pendengaran,

penciuman, perasa dan peraba melalui kulit, pengetahuan atau kognitif

merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan

seseorang (over behavior).

Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan menurut Wawan

dan Dewi (2010) ada 2 yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor

internal meliputi (tingkat pendidikan, pekerjaan, umur) dan faktor

eksternal (lingkungan, sosial budaya, status ekonomi, sumber informasi,

kriteria tingkat pengetahuan).

Menurut asumsi peneliti pengetahuan ibu tentang spa bayi

menunjukan hal yang positif yang dibuktikan dengan ibu mampu


59

menjawab pertanyaan tentang spa bayi dengan penuh keyakinan,

mengerti dan paham bahwa spa bayi bertujuan untuk membantu proses

tumbuh kembang dan kesehatan bagi anak.

6.2.2 Gambaran Pendidikan Ibu Tentang Spa Bayi

Hasil penelitian diperoleh gambaran pendidikan ibu di BPM Tati

Eka Bogor, responden ibu yang berpendidikan Rendah (SD-SMP)

sebanyak 13 responden dan responden ibu yang berpendidikan Tinggi

(SMA-PT) sebanyak 20 responden.

Penelitian ini serupa dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya

oleh Lina (2015) di BPM Indah Karanganyar, responden ibu yang

berpendidikan Rendah (SD-SMP) sebanyak 6 responden dan responden

ibu yang berpendidikan Tinggi (SMA-PT) sebanyak 27 responden.

Hal tersebut sesuai dengan teori yang disampaikan oleh Wawan dan

Dewi (2010), pendidikan berarti bimbingan yang diberikan seseorang

terhadap perkembangan orang lain menuju kearah cita-cita tertentu yang

menentukan manusia untuk berbuat dan mengisi kehidupan untuk mencapai

keselamatan dan kebahagiaan. Pendidikan diperlukan untuk mendapat

informasi misalnya, hal-hal yang menunjang kesehatan sehingga dapat

meningkatkan kualitas hidup. Pada umumnya semakin tinggi pendidikan

seseorang makin mudah menerima informasi.


60

Menurut asumsi peneliti pendidikan menjadi hal yang sangat penting,

adanya tingkat pendidikan dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang, baik

yang bersifat tradisional mapun lebih cenderung ke arah modern. Pendidikan

yang tinggi dapat mempengaruhi pengetahuan ibu.

6.2.3 Gambaran Pekerjaan Ibu Tentang Spa Bayi

Hasil penelitian diperoleh gambaran pekerjaan ibu di BPM Tati

Eka Bogor, responden ibu yang bekerja (PNS, Wiraswasta, Pegawai

Swasta) sebanyak 21 responden dan responden ibu yang tidak bekerja

(IRT) sebanyak 12 responden.

Penelitian ini serupa dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya

oleh Lina (2015) di BPM Indah Karanganyar, diperoleh data

responden yang bekerja (PNS, Wiraswasta, Pegawai Swasta)

sebanyak 21 responden dan responden yang tidak bekerja (IRT)

sebanyak 12 responden.

Hal tersebut sesuai dengan teori yang disampaikan oleh Wawan dan

Dewi (2010), lingkungan pekerjaan dapat menjadikan seseorang

memperoleh pengalaman dan pengetahuan baik secara langsung

maupun secara tidak langsung. Sebaliknya orang yang tidak memiliki

pekerjaan mereka tidak akan memiliki pengalaman yang banyak dan

relasi sehingga pengetahuan yang didapat juga sangat kurang. Semakin

tinggi tingkat ekonomi sosial seseorang akan menambah tingkat


61

pengetahuan.

Menurut asumsi peneliti pekerjaan juga memiliki domain yang sangat

tinggi terhadap pengetahuan seseorang, dengan mayoritas pekerjaan ibu di

BPM Tati Eka, Bogor adalah Ibu yang bekerja, hal ini berpengaruh

terhadap media informasi yang diperoleh karena pada umumnya ibu yang

bekerja lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah dibandingkan di

dalam rumah, serta kesibukan ibu dalam mengurus pekerjaannya

mengakibatkan tersitanya waktu mereka, hal ini juga membuat ibu

mendapatkan informasi melalui media dibandingkan melalui non media.

6.2.4 Gambaran Sumber Informasi Ibu Tentang Spa Bayi

Hasil penelitian diperoleh gambaran sumber informasi diperoleh

data responden yang mendapatkan informasi melalui media massa

18 responden dan responden yang mendapatkan informasi melalui

non media massa 15 responden.

Penelitian ini serupa dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya

oleh Aina (2015) di Pekan Baru, mendapatkan informasi melalui

media massa 37 responden dan responden yang mendapatkan

informasi melalui non media massa 8 responden.

Hal tersebut sesuai dengan teori yang disampaikan oleh Wawan dan

Dewi (2010), sumber informasi yang diperoleh melalui kenyataan

(melihat dan mendengar sendiri), serta melalui surat kabar, radio, TV


62

dapat menambah pengetahuan agar lebih luas.

Menurut asumsi peneliti faktor masih banyaknya ibu yang

mendapatkan informasi tentang spa bayi melalui media massa adalah

karena sudah banyak media informasi baik cetak maupun elektronik yang

menjelaskan tentang spa bayi itu sendiri, dan peran tenaga kesehatan

dalam mensosialisasikan tentang spa bayi kepada masyarakat umum.

Ditambah sudah berkembangnya teknologi memudahkan para responden

untuk menyari artikel yang terkait tentang spa bayi.


BAB VII

PENUTUP

7.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisi data dan hasil tujuan dalam penelitian ini,

maka hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Gambaran pengetahuan ibu tentang SPA bayi di BPM Tati

Eka Bogor, dalam kategori kurang sebanyak 19 responden

ibu memiliki bayi (57,6%).

2. Gambaran pendidikan ibu di BPM Tati Eka Bogor, responden

yang berpendidikan berpendidikan Tinggi (SMA-PT)

sebanyak 20 responden (60,6%).

3. Gambaran pekerjaan ibu di BPM Tati Eka Bogor, responden

yang bekerja (PNS, Wiraswasta, Pegawai Swasta) sebanyak

21 responden (63,6%).

4. Gambaran sumber informasi ibu di BPM Tati Eka Bogor,

responden yang diperoleh ibu melalui media massa

sebanyak 18 responden (54,5%).

Jadi dapat disimpulkan, tingkat pengetahuan ibu tentang SPA

bayi dapat dipengaruhi oleh faktor pendidikan, pekerjaan, umur.

Pengetahuan tentang SPA bayi bagi ibu yang memiliki bayi sangat

mutlak untuk diketahui, karena dengan mengetahui tujuan dan

63
64

manfaat SPA bayi, ibu akan melakukan SPA bayi pada bayinya.

7.2 Saran

Berdasarkan pelaksanaan dan hasil penelitian, saran yang dapat

diberikan adalah sebagai berikut:

1. Bagi BPM Tati Eka Mulyasari

Bagi pelayanan kesehatan diharapkan lebih meningkatkan kualitas

pelayanan penyuluhan khususnya tentang SPA bayi sehingga mampu

meningkatkan keterampilan menstimulasi bayi melalui SPA bayi dan

memberikan pelayanan SPA bayi seperti memberikan penyuluhan-

penyuluhan agar dapat meningkatkan dan memberi media edukasi pada

ibu tentang pengenalan dan manfaat SPA bayi.

2. Bagi Institusi Pendidikan

Bagi institusi pendidikan diharapkan menyediakan sumber bacaan

yang terbaru terutama tentang SPA bayi yang dapat dijadikan referensi

untuk penelitian selanjutnya sehingga dapat meningkatkan kualitas

pendidikan.

3. Bagi Peneliti Selanjutnya

Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melanjutkan penelitian ini

dan lebih mengembangkan variabel dan kuesioner peneliti.


DAFTAR PUSTAKA

Aditya, Nana. 2014. Handbook for new mom panduan Lengkap Merawat Bayi
Baru Lahir. Jogjakarta: Stiletto Book.

Anonim, 2010. Sejarah Spa Indonesia. http://spa-java.com/ Diakses tanggal 21


Februari 2010.

Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.


Jakarta: Rineka Cipta.

Fatimah, Siti. 2015. Hubungan Antara Frekuensi Baby Spa Dengan Pola
Tidur Bayi Usia 3-6 Bulan Di Klinik Baby Spa Ananda Kecamatan
Ambarawa Kabupaten Semarang. Semarang: KTI. Akademi
Kebidanan Ngudi Waluyo

Hidayat, Alimul. 2007. Metode Penelitian Kebidanan dan Tehnik Analisis


Data. Jakarta: Salemba Medika.

. 2008. Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta: Salemba Medika.

Jitowiyono, Sugeng. Kristitanasari, Weni. 2011. Asuhan Keperawatan


Neonatus dan Anak. Yogyakarta: NUMED.

Lina, Hapsari. 2015. Tingkat pengetahuan ibu tentang spa Bayi Di bpm indah
febriyanti kemiri, kebak kramat, karanganyar. Surakarta: KTI. Sekolah
Tinggi Ilmu Kesehatan Kusuma Husada.

Mahayu, Puri. 2014. Imunisasi dan Nutrisi. Jogjakarta: BUKUBIRU.

Menkes. 2004. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1205 Tahun 2004 tentang
Pedoman Persyaratan Kesehatan Pelayanan Sehat Pakai Air (SPA).

Notoatmodjo, Soekidjo. 2007. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta :


Rineka Cipta.

. 2014. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta:


Rineka Cipta.

Potter dan Perry, 2005, Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep,


Proses dan Praktek. Edisi 4. Vol 1. Jakarta : EGC.
Riwidikdo, Handoko. 2013. Statistik Kesehatan. Yogyakarta: Mitra Candikia
Press.

Rizema, Sitiatava. 2011. Tips Sehat dengan Pola Tidur Tepat dan
Cerdas.Yogyakarta : Buku Biru

Saryono, Ari. 2011. Metodologi Penelitian Kebidanan. Jakarta: Binarupa


Aksara.

Supariasa, IDN. 2012. Penilaian Status Gizi. Jakarta : EGC

Syahdina, 2010. Seluk Beluk dan Fungsi Spa.


http://sytisahdina.com/2010/07/seluk-beluk-dan-fungsi-spa.html.
Diakses 5 Agustus 2016.

Tim Galenia MCC, 2014. Home Baby Spa. Jakarta: Penebar Plus.

Wawan, A. Dewi, M. 2010. Teori & Pengukuran Pengetahuan, Sikap, dan


Perilaku Manusia. Yogjakarta: Muha Medika.

Widodo, Agus. 2013. Efetivitas Baby Spa Terhadap Lamanya Tidur Bayi Usia
3-4 Bulan, Surakarta: Fisioterapi UMS.

Wong, et al. 2008. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik ed.6 volume 1, Jakarta:
EGC.

Yahya, Noorhana. 2011, Spa Bayi & Anak, Solo: Metagraf.


LAMPIRAN
Kode Responden : [ ] [ ]

Lembar Persetujuan Untuk Menjadi Responden

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :


Nama : _________________________________________

Menyatakan dengan sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun


Bersedia

Untuk berpartisipasi dan berperan serta sebagai responden dalam


penelitian yang dilakukan oleh Asri Khoirunnisa mahasiswa D-3 Kebidanan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten (STIKBA) yang berjudul “Gambaran
Pendidikan, Pekerjaan, Sumber Informasi Terhadap Pengetahuan Ibu
Tentang SPA Bayi Di BPM Tati Eka Mulyasari Bogor Tahun 2016”.
Saya yakin penelitian ini tidak akan menimbulkan kerugian apapun, semua
informasi yang saya berikan akan terjamin kerahasiaannya dan saya sudah
pertimbangkan serta telah memutuskan untuk ikut berpartisipasi dalam penelitian
ini.

Jakarta, September 2016

( )
LEMBAR KUISIONER
GAMBARAN PENDIDIKAN, PEKERJAAN, SUMBER INFORMASI
TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG SPA BAYI DI BPM TATI
EKA BOGOR TAHUN 2016
Pendidikan terakhir Ibu : ______________________
Pekerjaan Ibu : ______________________
Nama Anak : ______________________

BERILAH TANDA CEKLIS (√) PADA SATU JAWABAN YANG


MENURUT IBU PALING BENAR

VARIABEL YA TIDAK

PENGETAHUAN

1. Spa bayi (baby spa) adalah perawatan tubuh bayi yang


dilakukan secara menyeluruh mulai dari baby massage
atau pijatan.
2. Spa dilakukan selama 30 menit lalu baby swim atau
berenang kemudian diberi pijatan kembali selama 15
menit.
3. Manfaat dari spa bayi akan mengurangi kualitas tidur
bayi, baik siang maupun malam.
4. Spa bertujuan untuk membantu proses tumbuh kembang
dan kesehatan bagi anak.
5. Spa merupakan upaya tradisional melalui perawatan
menyeluruh dengan menggunakan metode kombinasi
antara hidroterapi (terapi air) dan massage (pijat) yang
dilakukan secara terpadu untuk menyeimbangkan tubuh,
pikiran, serta perasaan.
6. Manfaat pijat dapat memperbaiki system imunitas serta
menambahkan jumlah produksi darah putih pada tubuh.
7. Pada hidroterapi penggunaan air panas dan dingin secara
bergantian dapat merangsang sistem hormonal untuk
metabolisme tubuh yang lebih baik.
8. Istilah spa secara non tradisional digunakan untuk
menunjuk sebuah tempat dimana terdapat sumber air
yang diyakini memiliki sifat menyehatkan.

9. Manfaat lain dari pijat dapat memperlancar peredaran


darah dan membantu menguatkan otot-otot bayi .
10. Hidroterapi hanya terbatas pada mandi air panas atau air
mineral saja.
11. Aromaterapi adalah teknik perawatan dengan
menggunakan/memanfaatkan minyak atsiri (essential
oil).
12. Minyak atsiri dapat digunakan dengan cara penghirupan,
pengompresan, pengolesan di kulit, perendaman dan akan
lebih efektif disertai dengan pemijatan.
13. Golden period merupakan proses tumbuh kembang
yang menentukan perkembangan anak dimasa depan
hingga berumur lebih dari 3 tahun.
14. Baby massage atau pijatan dilakukan lebih dari 30 menit.

15. Hidroterapi digunakan untuk membersihkan badan,


kebugaran, memperbaiki dan mempertahankan
kesehatan.
16. Bayi usia 0-18 bulan belum dianggap tepat untuk
melakukan spa bayi.
17. Pemakaian aromaterapi tidak efektif apabila dilakukan
melalui massage.
18. Spa bayi dapat membuat bayi akan menjadi tenang, segar
dan merasa lebih sehat sehingga akan semakin
meningkatkan kualitas tidur bayi, baik siang maupun
malam.

SUMBER INFORMASI Pernah Tidak


Pernah
1. Pernahkah ibu mendengar atau mendapatkan informasi
tentang spa bayi.
2. Apakah ibu pernah mendapatkan penyuluhan tentang
spa bayi dari petugas kesehatan
3. Apakah ibu pernah mendengar atau mendapatkan
informasi tentang spa bayi dari media elektronik atau
media informasi lainnya ?
4. Apakah petugas kesehatan di tempat bayi ibu periksa
tidak menyarankan anak ibu untuk melakukan spa bayi?
5. Apakah ibu pernah mendapatkan leaflet atau brosur yang
menjelaskan tentang spa bayi.
Jawaban Kuesioner
A. Pengetahuan
1. 1 (Benar)
2. 1 (Benar)
3. 0 (Salah)
4. 1 (Benar)
5. 1 (Benar)
6. 1 (Benar)
7. 1 (Benar)
8. 0 (Salah)
9. 1 (Benar)
10. 0 (Salah)
11. 1 (Benar)
12. 1 (Benar)
13. 0 (Salah)
14. 0 (Salah)
15. 1 (Benar)
16. 0 (Salah)
17. 0 (Salah)
18. 1 (Benar)

B. Sumber Informasi
1. 1 (Benar)
2. 1 (Benar)
3. 1 (Benar)
4. 0 (Salah)
5. 1 (Benar)
FREQUENCIES VARIABLES=Pendidikan Pekerjaan

/STATISTICS=STDDEV MINIMUM MAXIMUM SEMEAN MEAN MEDIAN MODE SUM

/ORDER=ANALYSIS.

Frequencies

Notes

Output Created 05-Sep-2016 20:26:17

Comments

Input Active Dataset DataSet0

Filter <none>

Weight <none>

Split File <none>

N of Rows in Working Data 20


File

Missing Value Handling Definition of Missing User-defined missing values are


treated as missing.

Cases Used Statistics are based on all cases with


valid data.

Syntax FREQUENCIES
VARIABLES=Pendidikan Pekerjaan

/STATISTICS=STDDEV MINIMUM
MAXIMUM SEMEAN MEAN MEDIAN
MODE SUM

/ORDER=ANALYSIS.

Resources Processor Time 00:00:00.016

Elapsed Time 00:00:00.016

[DataSet0]
Statistics

Pendidikan Pekerjaan

N Valid 20 20

Missing 0 0

Mean .60 .60

Std. Error of Mean .112 .112

Median 1.00 1.00

Mode 1 1

Std. Deviation .503 .503

Minimum 0 0

Maximum 1 1

Sum 12 12

Frequency Table

Pendidikan

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid Rendah 8 40.0 40.0 40.0

Tinggi 12 60.0 60.0 100.0

Total 20 100.0 100.0

Pekerjaan

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid Tidak Bekerja 8 40.0 40.0 40.0

Bekerja 12 60.0 60.0 100.0

Total 20 100.0 100.0

SAVE OUTFILE='D:\olah data asri.sav'

/COMPRESSED.
RELIABILITY

/VARIABLES=Pertanyaan1 Pertanyaan2 Pertanyaan3 Pertanyaan4 Pertanyaan5

/SCALE('ALL VARIABLES') ALL

/MODEL=ALPHA

/STATISTICS=DESCRIPTIVE SCALE CORR COV

/SUMMARY=TOTAL.

Reliabilit

Notes

Output Created 05-Sep-2016 20:17:35

Comments

Input Active Dataset DataSet0

Filter <none>

Weight <none>

Split File <none>

N of Rows in Working Data 20


File

Matrix Input

Missing Value Handling Definition of Missing User-defined missing values are treated as
missing.

Cases Used Statistics are based on all cases with valid


data for all variables in the procedure.

Syntax RELIABILITY

/VARIABLES=Pertanyaan1 Pertanyaan2
Pertanyaan3 Pertanyaan4 Pertanyaan5

/SCALE('ALL VARIABLES') ALL

/MODEL=ALPHA

/STATISTICS=DESCRIPTIVE SCALE
CORR COV

/SUMMARY=TOTAL.

Resources Processor Time 00:00:00.015

Elapsed Time 00:00:00.016


Scale: ALL VARIABLES

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 20 100.0

Excludeda 0 .0

Total 20 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the


procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha
Based on
Standardized
Cronbach's Alpha Items N of Items

.871 .871 5

Item Statistics

Mean Std. Deviation N

Pertanyaan1 .40 .503 20

Pertanyaan2 .60 .503 20

Pertanyaan3 .50 .513 20

Pertanyaan4 .55 .510 20

Pertanyaan5 .50 .513 20


Item-Total Statistics

Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Cronbach's Alpha
Item Deleted Item Deleted Total Correlation Correlation if Item Deleted

Pertanyaan1 2.15 2.871 .667 .624 .851

Pertanyaan2 1.95 2.682 .806 .908 .816

Pertanyaan3 2.05 3.103 .495 .541 .891

Pertanyaan4 2.00 2.737 .748 .913 .831

Pertanyaan5 2.05 2.682 .783 .781 .822

Scale Statistics

Mean Variance Std. Deviation N of Items

2.55 4.261 2.064 5

SAVE OUTFILE='D:\OLAH DATA SUMBER INF ASRI.sav'

/COMPRESSED.
RELIABILITY

/VARIABLES=Pertanyaan1 Pertanyaan2 Pertanyaan3 Pertanyaan4 Pertanyaan5 Pertanyaan6 Pertanyaan7

Reliability

Notes

Output Created 05-Sep-2016 20:03:59

Comments

Input Active Dataset DataSet0

Filter <none>

Weight <none>

Split File <none>

N of Rows in Working Data 20


File

Matrix Input

Missing Value Handling Definition of Missing User-defined missing values are treated as
missing.

Cases Used Statistics are based on all cases with valid


data for all variables in the procedure.

Syntax RELIABILITY

/VARIABLES=Pertanyaan1 Pertanyaan2
Pertanyaan3 Pertanyaan4 Pertanyaan5
Pertanyaan6 Pertanyaan7 Pertanyaan8
Pertanyaan9 Pertanyaan10 Pertanyaan11
Pertanyaan12 Pertanyaan13 Pertanyaan14
Pertanyaan15 Pertanyaan16 Pertanyaan17
Pertanyaan18

/SCALE('ALL VARIABLES') ALL

/MODEL=ALPHA

/STATISTICS=DESCRIPTIVE SCALE
CORR COV

/SUMMARY=TOTAL.

Resources Processor Time 00:00:00.015

Elapsed Time 00:00:00.015


Scale: ALL VARIABLES

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 20 100.0

Excludeda 0 .0

Total 20 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the


procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha
Based on
Standardized
Cronbach's Alpha Items N of Items

.945 .945 18

Item Statistics

Mean Std. Deviation N

Pertanyaan1 .45 .510 20

Pertanyaan2 .55 .510 20

Pertanyaan3 .55 .510 20

Pertanyaan4 .60 .503 20

Pertanyaan5 .60 .503 20

Pertanyaan6 .50 .513 20

Pertanyaan7 .70 .470 20

Pertanyaan8 .60 .503 20

Pertanyaan9 .65 .489 20

Pertanyaan10 .55 .510 20

Pertanyaan11 .60 .503 20

Pertanyaan12 .60 .503 20


Pertanyaan13 .55 .510 20

Pertanyaan14 .60 .503 20

Pertanyaan15 .60 .503 20

Pertanyaan16 .60 .503 20

Pertanyaan17 .50 .513 20

Pertanyaan18 .60 .503 20

Item-Total Statistics

Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Cronbach's Alpha
Item Deleted Item Deleted Total Correlation Correlation if Item Deleted

Pertanyaan1 9.95 39.103 .469 . .946

Pertanyaan2 9.85 37.082 .807 . .939

Pertanyaan3 9.85 37.082 .807 . .939

Pertanyaan4 9.80 38.905 .510 . .945

Pertanyaan5 9.80 37.221 .796 . .939

Pertanyaan6 9.90 37.568 .720 . .941

Pertanyaan7 9.70 38.747 .579 . .943

Pertanyaan8 9.80 38.168 .634 . .943

Pertanyaan9 9.75 38.513 .594 . .943

Pertanyaan10 9.85 37.503 .735 . .941

Pertanyaan11 9.80 37.221 .796 . .939

Pertanyaan12 9.80 37.011 .833 . .939

Pertanyaan13 9.85 38.239 .611 . .943

Pertanyaan14 9.80 37.221 .796 . .939

Pertanyaan15 9.80 37.853 .688 . .942

Pertanyaan16 9.80 38.274 .616 . .943

Pertanyaan17 9.90 37.989 .649 . .942

Pertanyaan18 9.80 38.589 .563 . .944


Scale Statistics

Mean Variance Std. Deviation N of Items

10.40 42.358 6.508 18

SAVE OUTFILE='D:\DATA UJI VALIDITAS PENGETAHUAN ASRI.sav'

/COMPRESSED.

DATASET ACTIVATE DataSet2.

DATASET CLOSE DataSet0.


Pendidikan coding
1 0
2 0
3 1
4 1
5 0
6 1
7 0
8 1
9 1
10 1
11 0
12 1
13 0
14 1
15 0
16 1
17 0
18 1
19 1
20 0
21 1
22 1
23 0
24 1
25 1
26 1
27 1
28 0
29 1
30 0
31 0
32 1
33 1
pekerjaan koding
1 0
2 0
3 1
4 0
5 0
6 1
7 0
8 0
9 1
10 0
11 1
12 0
13 1
14 0
15 0
16 0
17 1
18 0
19 1
20 0
21 0
22 1
23 0
24 0
25 1
26 0
27 1
28 0
29 1
30 0
31 1
32 0
33 0
Info p1 p2 p3 p4 p5 Jum coding
1 1 1 0 1 0 3 1
2 0 0 1 0 1 2 0
3 1 1 1 1 1 5 1
4 0 0 0 0 0 0 0
5 1 1 1 1 0 4 1
6 1 0 0 0 1 2 0
7 0 1 0 1 0 2 0
8 1 0 1 0 0 2 0
9 0 0 0 0 1 1 0
10 1 1 1 1 1 5 1
11 0 0 0 0 0 0 0
12 0 1 0 1 1 3 1
13 1 0 1 0 1 3 1
14 0 1 0 1 1 3 1
15 1 1 1 1 0 4 1
16 0 0 0 0 0 0 0
17 1 1 0 1 1 4 1
18 0 0 1 0 1 2 0
19 1 1 1 1 0 4 1
20 1 1 0 0 1 3 1
21 1 0 0 1 1 3 1
22 0 0 0 0 0 0 0
23 1 1 1 1 1 5 1
24 1 1 0 0 0 2 0
25 1 0 0 1 1 3 1
26 1 1 1 1 1 5 1
27 0 0 0 0 0 0 0
28 1 1 1 1 1 5 1
29 0 0 0 0 0 0 0
30 1 1 1 1 1 5 1
31 0 0 0 0 0 0 0
32 0 1 1 1 1 4 1
33 1 0 1 0 0 2 0
2,61 1
P P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 P17 P18 jml coding
1 1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1 9 1
2 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 5 0
3 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 10 1
4 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 12 1
5 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 1 5 0
6 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 11 1
7 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 5 0
8 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 14 1
9 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 10 1
10 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 0 0 1 11 1
11 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 4 0
12 0 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1 9 1
13 1 0 1 0 0 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 0 10 1
14 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 5 0
15 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 5 0
16 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 1 0 1 1 0 6 0
17 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 15 1
18 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 9 1
19 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 10 1
20 1 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 5 0
21 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 8 0
22 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 5 0
23 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 12 1
24 1 1 1 0 0 0 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 12 1
25 0 0 0 1 1 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 7 0
26 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 16 1
27 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 1 0 5 0
28 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 11 1
29 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 7 0
30 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 1 10 1
31 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 5 0
32 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 12 1
33 1 0 1 0 0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 0 10 1
Rata-
rata : 8,787878788
FREQUENCIES VARIABLES=pengetahuan sumberinfo pekerjaan pendidikan

Frequencies

Notes

Output Created 27-Sep-2016 19:44:56

Comments

Input Data D:\kti\kuesioner\input kuesioner.sav

Active Dataset DataSet1

Filter <none>

Weight <none>

Split File <none>

N of Rows in Working Data


33
File

Missing Value Handling Definition of Missing User-defined missing values are treated
as missing.

Cases Used Statistics are based on all cases with


valid data.

Syntax FREQUENCIES
VARIABLES=pengetahuan sumberinfo
pekerjaan pendidikan

/NTILES=4

/STATISTICS=STDDEV MINIMUM
MAXIMUM SEMEAN MEAN MEDIAN
MODE

/ORDER=ANALYSIS.

Resources Processor Time 00:00:00.031

Elapsed Time 00:00:00.013

[DataSet1] D:\kti\kuesioner\input kuesioner.sav


Statistics

pengetahuan sumberinfo pekerjaan pendidikan

N Valid 33 33 33 33

Missing 0 0 0 0

Mean .48 .52 .36 .61

Std. Error of Mean .088 .088 .085 .086

Median .00 1.00 .00 1.00

Mode 0 1 0 1

Std. Deviation .508 .508 .489 .496

Minimum 0 0 0 0

Maximum 1 1 1 1

Percentiles 25 .00 .00 .00 .00

50 .00 1.00 .00 1.00

75 1.00 1.00 1.00 1.00

Frequency Table

pengetahuan

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid kurang 17 51.5 51.5 51.5

baik 16 48.5 48.5 100.0

Total 33 100.0 100.0


sumberinfo

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid non media 16 48.5 48.5 48.5

media 17 51.5 51.5 100.0

Total 33 100.0 100.0

pekerjaan

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid bekerja 21 63.6 63.6 63.6

tidak bekerja 12 36.4 36.4 100.0

Total 33 100.0 100.0

pendidikan

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid rendah 13 39.4 39.4 39.4

tinggi 20 60.6 60.6 100.0

Total 33 100.0 100.0