Sunteți pe pagina 1din 12

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Hipertiroidisme dan tirotoksikosis sering dioertukarkan. Tirotoksikosis


berhubungan dengan suatu kompleks fisiologis dan biokimiawi yang ditemukan bila
suatu jaringan memberikan hormone tiroid berlebihan. Sedangkan hipertiroidisme adalah
tirotoksikosis sebagai akibat produksi tiroid itu sendiri. tirotoksikosis terbagi atas
kelainan yang berhubungan dengan hipertiroidisme dan yang tidak berhubungan dengan
hipertiroidisme . tiroid sendiri diatur oleh kelenjar lain yag beralokasi di otak, disebut
pituitary. Pada gilirannya, pituitary diatur sebagian oleh hormone tiroid yang beredar dala
darah ( suatu efek umpan balik dari hormone tiroid pada kelenjar pituitary) dan sebagian
oleh kelenjar lain yang disebut hypothalamus, juga suatu bagian dari otak.

Hipothlamus melepaskan suatu hormone yang disebut thyrotropin relasing


hormone (TRH), yang mengirim sebuah sinyal ke pituitary untuk melepaskan tiroid
stimulating hormone (TSH). Pada gilirannya, TSH mengirim sebuah signal ke tiroid
untuk melepas hormone – hormone tiroid jika aktivitas yang berlebihan dari yang mana
saja dari 3 kelenjar – kelenjar ini terjadi, suatu jumlah hormone – hormone yang
berlebihan dapat dohasilkan, dengan demikian berakibat pada hipertiroid. Pengobatan
hipertiroidisme adalah membatai produksi hormone tiroid yang berlebihan dengan cara
menekan produksi (obat anti tiroid) atau merusak jaringa tiroid (yodium radioaktif,
tiroidektomi subtotal).

A. KONSEP MEDIS
1. DEFINISI
Hipertiroidisme ( disebut juga tirotoksikosis ) adalah gangguan yang disebabkan
oleh kelebihan pengiriman TH kejaringan. Karena efek utama TH adalah
meningkatkan metabolism dan sintesis protein, hipertiroidisme mempengaruhi semua
system organ utama tubuh. Peningkatan laju metabolic dan perubahan curah jantung,
aliran darah perifer, konsumsi oksigen, dan suhu tubuh serupa dengan yang dijumpai
pada peningkatan aktivitas system saraf simpatis ( Porth & matfin, 2009).

2. ANATOMI DAN FISIOLOGI


a. Anatomi

b. Fisiologi
Hipertiroidisme adalah keadaan tiroksikosis sebagai akibat dari produksi tiroid,
yang merupakan akibat dari fungsi tiroid yang berlebihan, hipertiroidisme
keadaan disebabkan oleh kelenjar tiroid bekerja secara berlebihan sehingga
menghasilkan hormone tiroid yang berlebihan didalam darah.

3. ASPEK EPIDEMIOLOGI
Hipertiroidisme menyerang wanita 5 kali lebih sering dibanding laki –laki dan
insidennya akan memuncak pada usia ketiga serta keempat. Penderita penyakit tyroid
saat ini 2% sampai dengan 5% adalah kebanyakan wanita, wanita tersebut 1% sampai
dengan 2% adalah reproduktif.

4. ETIOLOGI
Hipertiroidisme dapat terjadi karena hiper aktivitas seluruh bagian kelenjar, lebih
sedikit karena gangguan fungsi akibat adenoma atau kanker tiroid. Bentuk paling
sering adalah penyakit graves ( Toksik, goiter tipe difus ), yang mempunyai 3 tanda
utama hipertiroid : hipertiroidisme, pembesaran kelenjar tiroid ( Goiter ), dan
eksoftalmos ( protusi abnormal mata ). Penyakit graves adalah penyakit auto imun
yang dimediasi oleh immunoglobulin G ( IgG ) antibody yang mengikat dan
mengaktifasi reseptor TSH pada permukaan sel.
Aktivitas pemeliharaan serta pemulihan kesehatan yang dilakukan adalah
termasuk monitoring kadar TH jika terpai pengganti dibertikan, menghilangkan tumor
tiroid, dan pemberian preparat antibody.

5. PATOFISIOLOGI
Hipertiriodisme ditandai dengan hilangnya pengaturan normal dari sekresi TH.
Oleh Karena aksi TH bagi tubuh adalah stimulasi, hipermetabolisme terjadi, dengan
peningkatan aktvitas system saraf simpatis. Jumlah kelebihan dari TH menstimulasi
system kardiologi dan meningkatkan jumlah reseptor beta adrenergic penyebab
takikardi peningkatan curah jantung, volume sekuncup, respon ad renergik, dan aliran
darah perifer. Metebolisme meninngkat tajam menyebabkan keseimbangan negative
nitrogen, deplesi lipid dan difisiensi status nutrisi serta kehilangan berat badan .
Hipertiroidisme juga menghasilkan gangguan sekresi dan metabolism hormone
hipotalamus, hipififis, dan gonad. Jika terjadi sebelum pubertas, pertumbuhan organ
seksual akan terlambat pada kedua jenis kelamin. Jika terjadi seelah pubertas, akan
menghasilkan penurunan libido pada laki-laki atau perempuan. Perempuan bisa
mengalami ketidaktertaturan menstruasi dan penurunan vertilitas.

6. MANIFESTASI KLINIS
Oleh karena hipotiroidisme disebabkan kelebihan TH, gambaran klinik penyakit
graves akan berkebalikan dengan hipertiroid. Pengkajian menunjukkan klien yang
agitasi, lekas marah, dengan tangan tremor pada saat istirahat. Meskipun nafsu makan
nya amat tinggi, namun hilangnya berat badan terjadi akibat status hipermetabolisme.
Manifestasinya termasuk lemahnya peristaltic usus, intoleransi panas, keringan
banyak, takikardi, dan inkoordinasi berhubungan dengan tremor. Kulit menjadi
hangat, lembut, dan lembab, sedangkan rambut terasa tipis dan lembut.
Sebagai tambahan, emosi klien menjadi kurang baik akibat hyperplasia dan
hipertrofi sel-sel tiroid. Kelenjar dapat membesar hingga 3-4 kali dari kelenjar
normal. Pertumbuhan yang berlebihan menyebabkan sekresi TH meningkat dalam
darah.
Diagnosis penyakit graves dilandaskan pada penampilan fisik ( pembesaran leher,
protusi mata[eksoftalmos], ekpresi agitatif) manifestasinagiatatif, tidak bisa diam,
kehilangan berat badan, dan temuan pada tes laboratorium. Kadar TH serum biasanya
meningkat, walaupun kadang masih bersifat eutiroid. Kadar kolesterol serum
umumnya menurun.

7. KLASIFIKASI
Hipertiroidisme (tiroksikosis) dibagi dalam 2 kategori :
1. Kelainan yang berhubungan dengan hipertiroidisme
2. Kelainan yang tidak berhubungan dengan hipertiroidisme

8. PENCEGAHAN
1. Mengetahui hipertiroidisme
2. Pemeriksaan rutin oleh seorang ahli endokrinologi
3. Pola hidup sehat
4. Mengontrol asupan hidup sehat
5. Hindari merokok

9. PENATALAKSANAAN
1. Konservatif
Tata laksana penyakit graves
a. Obat anti-tiroid. Obat ini menghambat produksi hormone tiroid. Jika dosis
berlebih, pasien mengalami gejala hipotiroidisme. Contoh obat adalah berikut:
1) Thioamide
2) Methimazole dosis awal 20 – 30 mg/hari
3) Propylthiouracil (PTU) dosis awal 300 – 600 mg/hari, dosis maksimal
2.000 mg/hari
4) Potassium lodide
5) Sodium ipadate
6) Anion inhibitor
b. Beta – adrenergic reseptor antaonist. Obat ini adalah untuk mengurangi gejala
– gejala hipotiroidisme. Contoh : proponolol

Indikasi :

1) Mendapat remisi yang menetap atau memperpanjang remisi pada


pasien muda dengan struma ringan – sedang dan tiroksitokosis
2) Untuk mengendalikan tiroksikotis pada fase sebelum pengobatan atau
sesudah pengobatan yodium radioaktif
3) Persiapan tiroidektomi
4) Pasien hamil, usia lanjut
5) Krisi tiroid
2. Surgical
a. Radioaktif iodine
Tindakan ini adalah untuk memusnahkan kelenjar tiroid yang hiperaktif
b. Tiroidektomi
Tindakan pembedahan ini untuk mengangkat kelenjar tiroid yang membesar

10. KOMPLIKASI
Komplikasi hipertiroidisme yang dapat mengancam nyawa adalah krisis tirotoksik
(thyroid strom). Hal ini dapat berkembang secara spontan pada pasien hipertiroid
yang menjalani terapi, selama pembedahan kelenjar tiroid, atau terjadi, atau terjai
pada pasien hipertiroid yang tidak terdiagnosis. Akibatnya adalah pelepasan HT
dalam jumlah yang sangat besar yang menyebabkan takkardi, agitasi, tremor,
hipertermia (sampai 106oF). dan, apabila tidak diobati, kematian.
Penyakit jantung hipertiroid, oftolmopati graves, infeksi karena agranulositosis pada
pengobatan dengan obat anti tiroid, krisis tiroid, mortalitas.
B. PROSES KEPERAWATAN
1. PENGKAJIAN
Data berikut dikumpulkan melalui wawancara riwayat kesehatan dan pemeriksaan
fisk. Pengkajian terfokus lebih lanjut diuraikan dengan intervensi keperawatan.
a. Riwayat kesehatan : penyakit lain, riwayat penyakit tiroid dalam keluarga, kapan
manifestasi dimulai, menstuasi, asupan medikasi tiroid, riwayat menstruasi,
perubahan berat badan, eliminasi fekal.
b. Pengkajian fisik : kekuatan otot , tremor, tanda – tanda vital, system
kardiovaskulerdan system vascular perifer, integument, ukuran tiroid, bunyi kasar
pada tiroid, mata dan penglihatan.

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
a. Resiko tinggi terhadap penuruanan curah jantung berhubungan dengan hipertiroid
tidak terkontrol, keaadan hipermetebolisme, peningkatan beban kerja jantung.
b. Kelelahan berhubungan dengan hipermetabolik dengan peningkatan kebutuhan
energy.
c. Resiko tinggi terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan
dengan peningkatan metabolism (peningkatan nafsu makan/pemasukan dengan
penurunan berat badan)
d. Resiko tinggi terhadap kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan
perubhanan mekanisme perlindungan mata/eksoftalmus
e. Ansietas berhubungan dengan faktor fisiologis ; status hipermetabolik
f. Kurang pengetahuan mengenai kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan
berhubungan dengan tidak mengenal sumber informasi
g. Resiko tinggi perubahan proses piker berhubungan dengan perubahan fisiologik,
peninngkatan stimulasi SSP/mempercepat aktifitas mental, perubahan pola tidur.

3. INTERVENSI DAN RASIONAL


a. Resiko tinggi terhadap penuruanan curah jantung berhubungan dengan hipertiroid
tidak terkontrol, keaadan hipermetebolisme, peningkatan beban kerja jantung.
Tujuan : klien akan mempertahankan curah jantung yang adekuat suesuai dengan
kebutuhan tubuh, dengan kriteria : 1) nadi periver dapat teraba normal, 2) vital
sign dalam batas normal, 3) pengisian kapiler normal, 4) status mental baik, 5)
tidak ada distrimia
Intervensi :
1. Pantau tekanan darah pada posisi baring, duduk dan berdri jika
memungkinkan, perhatikan besarnya tekanan nadi
Rasional : hipotensi umum atau ortostatik dapat terjadi sebagai akibat dari
vasodalitasi periver yang berlebihan dan penurunan volume sirkulasi
2. Periksa kemungkinan adanya nyeri dada atau angina yang dikeluhkan pasien
Rasional : merupakan tanda adanya nyeri peningkatan kebutuhan oksigen oleh
otot jantung atau iskemia
3. Auskultasi suara nafas, perhatikan adanya suara yang tidak norma (seperti
krekels)
Rasional : s1 dan murmur yang menonjol berhubungan dengan curah jantung
meningkat pada keadaan hipermetabolik
4. Observasi tanda dan gejala haus yang hebat, mukosa membrane kering, nadi
lemah, penurunan produksi urin dan hipotensi
Rasional : dehidrasi yang cepat dapat terjadi yang akan menurunkan volume
sirkulasi dan menurunkan curah jantung
5. Catat masukan dan haluaran
Rasional : kehilangan cairan yang terlalu benyak dapat menimbulkan
dehidrasi berat

b. Kelelahan berhubungan dengan hipermetabolik dengan peningkatan kebutuhan


energy.
Tujuan : klien akan mengungkapkan secara verbal tentang peningkatan tingkat
energy
Intervensi :
1. Pantau tanda vital dan catat nadi baik istrahat maupun saat aktivitas
Rasional : nadi secara luas meningkat dan bahkan istrahat, takikardi mungkin
ditemukan
2. Ciptakan lingkungan yang tenang
Rasional : menurunkan stimulasi yang kemungkinan besar dapat
menimbulkan agitasi, hiperaktif, dan insomnia
3. Sarankan pasien untuk mengurangi aktivitas
Rasional : membantu melawan pengaruh dan penigkatan metabolism
4. Berikan tindakan yang membuat pasien merasa nyaman seperti massage
Rasional : meningkatkan relaksasi

c. Resiko tinggi terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan


dengan peningkatan metabolism (peningkatan nafsu makan/pemasukan dengan
penurunan berat badan)
Tujuan : klien akan menunjukkan berat badab stabil dengan kritretria : nafsu
makan meningkat, berat badan normal, tidak ada tanda tanda malnutrisi
Imtervensi :
1. Catat adanya anoreksia, mual dan muntah
Rasional : peningkatan aktivitas adrenergic dapat menyebabkan gangguan
sekresi insulin/terjadi resisten yang mengakibatkan hiperglikemia
2. Pantau masukan makanan setiap hari, timbang badan setiap hari
Rasional : penurunan berat badab terus –menerus dalam keadaan masukan
kalori yang cukup merupakan indikasi kegagalan terhadap terapi anti tiroid
3. Kolaborasi untuk pemberian diet tinggi kalori, protein, karbohidrat, dan
vitamin
Rasional : mungkiin memerlukan bantuan untuk menjamin pemasukan zat –
zat makanan yang adekuat dan mengidentifikasi makanan pengganti yang
sesuai
d. Resiko tinggi terhadap kerusakan integitas jaringan berhubungan dengan
perubahanmekanisme perlindungan dari mata, kerusakan penutupan kelopak
mata/eksoftalamus
Tujuan : klien akan mempetahankan kelembaban memebran mukosa mata,
terbebas dari ulkus
Intervensi :
1. Observasi adanya edema periorbital
Rasional : stimulasi umum dari stimulasi adrenergic yang berlebihan
2. Evaluasi ketajaman mata
Rasional : oftalmopati infiltrative adalah akibat dari peingkatan jaringan retro-
orbita
3. Anjurkan pasien menggunakan kacamata gelap
Rasional : melindungi keruskan kornea
4. Bagiam kepala tempat tidur ditinggikan
Rasional : menurunkan edema jaringan bila ada komplikasi
e. Ansietas berhubungan dengan faktor fisiologis ; status hipermetabolik
Tujuan : klien akan melaporkan ansietas berkurang sampai tingkat dapat diatasi
dengan kriteria : pasien tampak rileks
Intervensi :
1. Observasi tingkah laku yang menunjukkan tingkat ansietas
Rasioal : ansoetas ringan dapat ditunjukkan dengan peka rangsan dan
imsomnis
2. Bicara singkat dengan kata sederhana
Rasional : rentang perhatian mungkin menjadi pendek, konsentrasi berkurang,
yang membatasi kemamauan untuk mengasimilasi informasi
3. Jelaskan prosedur tindakan
Rasional : memberikan informasi yang akan dapat menurunkan kesalahan
interpretasi
4. Kurangi stimulasi luar
Rasional : menciptakan lingkungan yang terapeutik
f. Kurang pengetahuan mengenai kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan
berhubungan dengan tidak mengenal sumber informasi
Tujuan : klien , melaporkan pemahaman tentang penyakitnya dengan kriteria
mengungkapkan pemahaman tentang penyekitnya
Intervensi :
1. Tinjau ulang proses penyakit dah harapan masa depan

Rasional : memberikan pengetahuan dasar dimana pasien dapat menentukan


pilihan dasar informasi
2. Berikan informasi yang tepat
Rasional : berat ringannya keadaan, penyebab, usia dan komplikasi yang
muncul akan menetukan tindakan pengobatan
3. Identifikasi sumber stress
Rasional : faktor psikogenik seringkali sangat penting dalam memunculkan
/eksaserbasi dalam penyakit ini
4. Tekankan pentingnya perencanaan waktu istrhat
Rasional : mencegah munculnya kelelahan
5. Berikan informasi tanda dangejala dari hipotiroid
Rasional : pasien yang mendapat pengobatan hipertiroid beasar kemungkinan
mengalami hipotiroid yang dapat terjadi segera setelah pengibatan selama 5
tahun kedepan
g. Resiko tinggi perubahan proses piker berhubungan dengan perubahan fisiologik,
peninngkatan stimulasi SSP/mempercepat aktifitas mental, perubahan pola tidur.

Tujuan : mempertahankan orientasi realita umumnya, mengenalli perubahan


dalam berpikir/berperilaku dan faktor penyebab

Intervensi :

1. Kaji proses piker pasien seperti memori, rentang perhatian, orientasi terhadap
tempat, waku dan orang
Rasional : menentukan adanya kelainan pada proses sensori
2. Catat adanya perubhan tingkah laku
Rasional : kemungkinan terlalu waspada, tidak dapat beristirahat, sensitifitas
meningkat atau menangis atau mungkin berkembang menjadi psikotik yang
sesungguhnya
3. Kaji tingkat ansietas
Rasional : ansietas dapat merubah proses berpikir
4. Ciptakan lingkungan yang tenang, turunkan stimulasi lingkungan
Rasional : penurunan stimulasi eksternal dapat menurunkan
hiperaktivitas/refleks, pjea rangsang saaf, hlisinasi pendengaran
5. Orientasikan pasien pada tempat dan waktu
Rasional : membantu untuk mengambangkan dan mempertahankan kesadaran
pada realita/ lingkungan
6. Anjurkan krluarga atau orang terdekat lainnya untuk mengunjungi klien
Rasional : membantu dalam mempertahankan sosialisasi dan orientasi pasien
7. Kolaborasi pemberian obat sesuai indikasi seperti sedative tranquilizer, atau
obat anti psiotik
Rasional : meningkatkan relaksasi, menurunkan hipersentifitas saraf/agitasi
untuk meningkatkan proses piker.
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Tiroid sendiri diatur oleh kelenjar lain yang beralokasi di otak, disebut pituitary.
Pada gilirannya, pituitary diatur sebagian oleh hormone tiroid yang beredar dalam
darah ( suatu efek umpan balik dari hormone tiroid pada kelenjar pituitary) dan
sebagian kelenjar lain yang disebut hipotlamus, juga suatu bagian dari otak.
Pengobatan hipertiroidime adalah membatasi produksi hormone tiroid yang
berlebihan dengan cara menekan produksi (obat anti tiroid) atau merusak jaringan
tiroid (yodium, radioaktif, tiroidektomi subtotal)

B. SARAN

Dari penyakit ini, dapat dihindarikan dengan cara tidak stress, tidak merokok,
tidak mengkonsumsi obat – obatan sembarangan dan tidak mengkonsumsi yodium
secara berlwbihan karena dapat terjai radiasi pada leher dan organisme – organisme
dapat menyebabkan infeksi karena ada virus.