Sunteți pe pagina 1din 17

FORMAT PENGKAJIAN

A. Riwayat Singkat Klien


Identitas Klien : Tn. N
Tgl masuk RS : 20 November 2017
Tgl pengkajian : 21 November 2017
Unit/Kamar : Pandoria/311 bed 2
Diagnosis Medis Saat Masuk : Hernia Inguinalis Lateralis Dextra
Diagnosis Medis Saat Pengkajian : Post Hernioraphy + Graft + Trauma Dome Blass
Riwayat Kesehatan
Dahulu : Klien dan keluarga mengatakan ini rencana operasi
hernia yang ke III kali, operasi hernia pertama di
Tg.Pinang tahun 1988. Operasi hernia kedua di RS
Harapan Bunda Batam tahun 2008 dan sekarang di
awalbros Batam dengan hernia ditempat yang sama yaitu
selangkangan sebelah kanan sebesar telur ayam. Klien
sering mengangkat benda berat, sehingga hernia timbul
berulang. Riwayat hipertensi sebelumnya tidak ada.
Sekarang : Klien mengatakan benjolan dilipatan paha kanan sejak
1 bulan, benjolan dapat dimasukkan, tetapi beberapa hari
ini rasa sakitnya bertambah dan sering. Keluarga
mengatakan beberapa hari menjelang operasi Tensi
selalu tinggi sampai 180/90 mmHg sehingga konsul ke
dr.Jantung.
Keluarga : Di dalam keluarga tidak ada yang mengalami penyakit
yang sama, tidak juga ada penyakit menular.
Keluhan Utama : Ada benjolan dilipatan paha kanan dan terasa sakit
seperti ditusuk-tusuk, rasa sakit hilang timbul sekitar
10-15 menit, skala nyeri 4

B. Pengkajian Pola Gordon


1. Pola Persepsi dan Pemeliharaan Kesehatan
Data subyektif
a. Sebelum Sakit
Klien mengatakan sebelum sakit jarang memeriksakan kesehatan ke pelayanan
kesehatan. Selalu menjaga kesehatan karena itu penting apa lagi umur sudah
semakin tua, banyak penyakit yang datang.
b. Sejak Sakit
Klien mengatakan sejak sakit selalu memeriksakan diri ke klinik rumah sakit. Klien
mengatakan sakit pada benjolan dilipatan paha kanan, benjolan sebesar telur ayam,
rasa sakitnya hilang timbul seperti ditusuk-tusuk setiap 10-15 menit sekali dan rasa
sakit nya ada di skala 4.Klien merasa cemas karena akan dioperasi walaupun sudah
pernah operasi yang kesekian kalinya, namun cemas dan takut tidak bisa dihilang
kan. Keluarga mengatakan tadi malam klien tidak bisa tidur karena gelisah mau
operasi.

Data Obyektif :
Klien rencana operasi hernioraphy jam 10.00 wib hari ini, klien tampak cemas, pucat,
Vital sign, TD 192/102 mmHg, Nadi 88 x permenit, RR 22 x per menit, Suhu 36.5 0C.
Klien juga kadang tampak meringis menahan sakit pada lipatan paha sebelah kanan,
skala 3. Benjolan dilipatan paha kanan klien hilang ketika ditekan, tapi kemudian
muncul kembali.

Pemeriksaan Fisik
- Kebersihan rambut : bersih, keramas setiap hari
- Kulit kepala : bersih, ketombe tidak ada
- Kebersihan kulit : Kulit bersih, lesi tidak ada, hanya sedikit bekas
operasi di abdomen bawah
- Higiene rongga mulut : rongga mulut bersih, karies gigi ada, karang gigi
ada
- Kebersihan genitalia : bersih
- Kebersihan anus : bersih

2. Pola Nutrisi dan Metabolik


Data Subyektif
a. Sebelum sakit
Sebelum sakit klien makan sehari 3x, habis 1porsi setiap kali makan. Minum air
putih sehari bisa sampai 1000-1200 liter, minuman kesukaan teh manis. BB: 60 kg
b. Sejak sakit
Sejak sakit klien makan sehari 3x, habis 1/2 porsi setiap kali makan karena mual.
Minum air putih sehari sekitar 1000 liter, minuman kesukaan teh manis. BB: 56 kg
Pemeriksaan Fisik
- Keadaan rambut: warna hitam, uban ada, ketombe tidak ada
- Hidrasi kulit : tidak dehidrasi
- Palpebra : tidak ada edema
- Konjungtiva : tidak anemis
- Sklera : tidak ikterik
- Gigi Geligi : ada karang gigi, karies gigi ada
- Lidah : bersih, sariawan tidak ada Tonsil : Normal
- Pharing : tidak teraba adanya massa
- Kelenjar getah bening leher : tidak teraba adanya massa
- Kelenjar parotis : tidak teraba adanya massa
- Edema ekstremitas : tidak ada
- Abdomen :
Inspeksi : Bentuk simetris, benjolan sebesar telur ayam pada lipatan
paha kanan
Auskultasi : peristaltik usus 8x/menit kuat
Palpasi : nyeri tekan di regio epigastrik tidak ada, teraba massa di
lipatan paha kanan, masa teraba lunak, hepar dan lien tidak
teraba
Perkusi : tympani
Edema : tidak ada

3. Pola Eliminasi
Data Subyektif
a. Sebelum sakit
Klien mengatakan sebelum sakit BAB 1 x sehari konsistensi padat dan BAK klien
sehari 3-4x, warna jernih kekuningan
b. Sejak sakit
Klien mengatakan sejak sakit BAB dan BAK klien tidak menentu, kadang sehari
1x, kadang 2 hari sekali konsistensi padat dan air seni kekuningan
Data Obyektif
Selama di RS klien tidak ada gangguan pola eliminasi BAB maupun BAK
Pemeriksaan Fisik
- Peristaltik usus 8 x/menit
- Palpasi suprapubika teraba kosong
- Mulut urethra tampak bersih, tidak ada peradangan
- Anus tidak tampak adanya peradangan dan hemoroid
- Nyeri ketuk ginjal kiri dan kanan : negative

4. Pola Aktivitas dan Latihan


Data Subyektif
a. Sebelum Sakit
Klien mengatakan sebelum sakit sering melakukan olah raga badminton. Sering
mengangkat berat, sehingga timbul benjolan dilipatan paha kanan.
b. Sejak sakit
Sejak sakit klien hanya beraktifitas ringan di sekitar kamar perawatan
Data Obyektif
Pemeriksaan fisik
- JVP : 5 – 2 cmH2O (fungsi pemompaan ventrikel memadai)
- Capilarry refill : 2 detik
- Thoraks
 Inspeksi : Bentuk thorax simetris, pernapasan dada, tidak menggunakan
otot bantu pernapasan
 Palpasi : Vocal Fremitus Getaran dinding dada kiri dan kanan sama
keras

 Perkusi: Sonor
 Batas paru hepar : ICS 4 sternalis kanan. Kes : pengembangan paru
optimal
 Auskultasi : suara napas vesicular, tidak terdengar suara napas
tambahan, ronchi (-), wheezing (-) , Rales (-)
- Jantung
 Inspeksi : tidak tampak ictus cordis
 Palpasi : Ictus cordis tidak teraba
 Perkusi : Batas atas jantung : ICS 2
Batas kanan jantung : linea sternalis kanan
Batas kiri jantung : linea mid clavicula sinistra
 Auskultasi
BJ IIA = tunggal, BJ II P = tunggal
BJ I T = tunggal, BJ I M = tunggal
Bunyi jantung tambahan : tidak ada
- Lengan dan tungkai
 Inspeksi : tidak ada edema, clubbing finger (-)
 Rentang gerak : terbatas, jika timbul benjolan akan terasa sakit jika
dibawa jalan atau beraktivitas
 Refleks fisiologi : Refleks patella (+), reflex babinski (+), reflex trisep
(+), reflek bisep (+)
 Refleks patologi : (-)

5. Pola persepsi kognitif


Data subyektif
a. Sebelum Sakit
Klien mengatakan sebelum sakit ada gangguan pada panca indera, yaitu penglihatan,
sehingga saat melihat sesuatu yang jauh harus menggunakan kacamata. Untuk indera
penciuman, pendengaran, perasa dan peraba, tidak ada masalah dan tidak
menggunakan alat bantu apapun. Untuk mengatasi rasa sakit klien berobat diklinik
pertamina
b. Sejak Sakit
Klien mengatakan sejak sakit tidak jauh berbeda dari sebelum sakit, obat didapat
saat berobat ke klinik atau rumah sakit
Data Obyektif
Klien menggunakan alat bantu kacamata, namun saat pengkajian klien tidak tampak
menggunakannya dan jika terasa sakit atau ada keluhan klien akan memanggil perawat

6. Persepsi dan Konsep Diri


Data Subyektif
a. Sebelum Sakit
Klen mengatakan hubungan keluarga dan pekerjaan baik dan tidak ada masalah
b. Sejak Sakit
Sejak sakit keluarga sering datang berkunjung dan menemani klien di RS serta
memberikan motivasi supaya cepat sembuh
Data Obyektif
Klien tampak sering ditemani keluarga dan klien kooperatif

7. Mekanisme Koping dan Toleransi terhadap Stress


Data subyektif
a. Sebelum Sakit
Keluarga mengatakan klien senang bercanda dan lucu, selalu menceritakan apa yang
dirasakan dan jika ada masalah diselesaikan bersama
b. Sejak Sakit
Sejak sakit tidak jauh berbeda dengan sebelum sakit
Data obyektif
Klien kooperatif dan senang bercanda

C. Pemeriksaan Penunjang

Tanggal 15/11/2017
Jenis Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Normal
HEMATOLOGI-RUTIN
 Hemoglobin (HGB) 12.9 g/dl 13-16.8
 LED 13 mm/jam < 10
 Leukosit (WBC) 5.250 /µL 5.000-10.000
HITUNG JENIS
 Basofil 0.2 % <= 1
 Eosinofil 2.3 % 1-3
 Batang - - -
 Netrofil segmen 63.2 % 50 - 70
HITUNG JENIS
 Limfosit 28.6 % 20 – 40
HEMATOLOGI
MONOSIT 5.7 % 1 – 10
 Hematokrit (HCT) 38.1 Vol % 40 – 48
 Trombosit (PLT) 268.000 /µL 150.000 – 400.000
 Eritrosit 4.40 juta/µL 4.5 – 5.5
NILAI ERITROSIT
 VER (MCV) 86.6 FI 82 – 92
 HER (MCH) 29.3 Pg 27 – 31
 KHER (MCHC) 33.9 g/dl 31 – 36
HEMOSTASIS
 Masa Perdarahan 3 menit/dt 1–3
 Masa Pembekuan 8 menit/dt 5 – 11
FUNGSI HATI
 Albumin 3.5 g/dl 3.4 – 5.0
 SGOT (AST) 22 µ/L 15 – 37
 SGPT (ALT) 33 µ/L 16 – 63
FUNGSI GINJAL
 Ureum 29.0 mg/dl 14.9 – 38.5
 Creatinin 1.4 mg/dl 0.70 – 1.30
DIABETES
 Glukosa Sewaktu 99 mg/dl 74 – 106
ELEKTROLIT
 Natrium 140 mEq/L 135 – 155
 Kalium 3.9 mEq/L 3.6 – 5.5
 Chlorida 103 mEq/L 94 – 111
GOLONGAN DARAH AB
FAKTOR RHESUS Positif
Anti HBsAg Non Reaktif Non Reaktif
Anti HIV Non Reaktif Non Reaktif

Tanggal 15/11/2017
Jenis Pemeriksaan Hasil
RADIOLOGI
Foto Thorax PA Aortosclerosis
Pulmo tak tampak kelainan

15/11/2017
Jenis Pemeriksaan Hasil
Ekokardiografi LVH konsentrik dengan fungsi ventrikel kiri normal. Aorta
regurgitasi ringan

D. Terapi
Injeksi
Nama Obat Dosis Fungsi
Infus Ringer Lactat 40ml/ jam Untuk mengembalikan keseimbangan
(2 kolf ) elektrolit pada keadaan dehidrasi dan
syok hipovolemik
Infus D5% (1 kolf) 40ml/jam Untuk menyediakan cairan yang
membawa gula kedalam tubuh dan untuk
hidrasi ketika sedang operasi dan selesai
operasi
Livamin /24 jam Untuk nutrisi parenteral yang
mengandung asam amino dan elektrolit
Cefoferazon 2x1 gram Digunakan dalam perawatan, kontrol,
(sulbactam) pencegahan dan perbaikan penyakit,
kondisi dan gejala infeksi saluran
pernafasan dan infeksi bakteri (profilaksis
infeksi pre operasi), obat ini merupakan
antibiotik golongan ketiga
Amikasin 2x 500mg Untuk membunuh dan menghambat
perkembangan bakteri penyebab infeksi.
Antibiotik ini termasuk dalam antibiotic
golongan kedua.
Remopain 2x 1a Untuk perawatan nyeri pasca operasi
Plasminex 3x500mg Untuk mencegah, menghentikan ataupun
mengurangi perdarahan
Hypobac 2x100mg Digunakan dalam perawatan, control,
pencegahan dan perbaikan penyakit,
kondisi dan gejala infeksi intra abdomen,
infeksi tulang, infeksi saluran kemih,
infeksi jaringan lunak.
Omeprazole 2x40mg Untuk mengurangi sekresi asam lambung

Oral
Canderin 1x8 mg Untuk hipertensi dan gagal jantung
serta gangguan fungsi sistolik
ventrikel kiri
Losartan 1x50mg Untuk menurunkan tekanan darah
tinggi

E. Analisa Data
Tanggal Data Subjektif/Objektif Problem Etiologi
22 DS : Ansietas Krisis situasi
november - Klien mengatakan cemas
2017 mau operasi
Jam 07.00 - Klien mengatakan ini
operasi hernia yang
ketiga, tapi tetap merasa
cemas
- Klien dan keluarga
mengatakan klien tadi
malam susah tidur,
gelisah karena takut mau
operasi

DO :
- Klien tampak pucat dan
cemas
- Klien rencana operasi
hernia jam 10.00 wib
- Vital sign, TD 192/102
mmHg, Nadi 88 x
permenit, RR 22 x per
menit, Suhu 36.5 0C.

22 DS : Nyeri akut Agens cedera fisik


November - Klien mengatakan lipatan
2017 paha sebelah kanan terasa
Jam 07.00 nyeri karena ada benjolan
sebesar telur ayam, nyeri
hilang timbul seperti
ditusuk-tusuk sekitar 10-
15 menit, skala nyeri 4
- Klien mengatakan ini
hernia yang ketiga kali
dan sudah pernah 2x
operasi hernia
DO :
- Klien tampak meringis
menahan sakit dilipatan
paha kanan, skala 3
- Klien dapat therapy
analgetik remopain 2x1
ampul iv
- Vital sign, TD 192/102
mmHg, Nadi 88 x
permenit, RR 22 x per
menit, Suhu 36.5 0C.

22 DS : Risiko infeksi Prosedur invasif


November - Keluhan tidak ada
2017 DO :
Jam 14.00 - Klien post operasi
hernioraphy + mesh graft
dengan spinal anastesi dan
blok perifer
- Kesadaran alert, nafas
spontan
- Klien masih dalam efek
anastesi, vital sign, TD
151/78 mmHg, Nadi 59 x/i,
suhu 36 0C, RR 20 x/i
- Luka post op terbalut kasa,
rembes tidak ada
- Klien terpasang kateter urin,
- Terpasang drain barofag
- Terpasang infus RL 40 tpm

F. Diagnosa Keperawatan
1. Ansietas berhubungan dengan krisis situasi ditandai dengan gelisah
2. Nyeri akut berhubungan dengan agens cedera fisik ditandai dengan klien
mengatakan nyeri dlipatan paha
3. Risiko infeksi berhubungan dengan prosedur invasif

G. Renpra
Diagnosa Rencana Keperawatan
Keperawatan Tujuan dan kriteria hasil Intervensi
Ansietas NOC : anxiety level NIC :
berhubungan dengan Setelah dilakukan tindakan Anxiety Reduction
krisis situasi keperawatan 2 jam kecemasan
 Mendengarkan penyebab
pada klien berkurang, dengan
kecemasan klien dengan penuh
kriteria hasil :
perhatian
- Menunjukkan wajah tenang
 Observasi tanda verbal dan non
- TD dalam batas normal
verbal dari kecemasan klien
140/90 mmHg

Calming Technique
 Menganjurkan keluarga untuk
tetap mendampingi klien
 Mengurangi atau
menghilangkan rangsangan
yang menyebabkan kecemasan
pada klien
 Coping enhancement

 Meningkatkan pengetahuan
klien mengenai operasi hernia.
 Menginstruksikan klien untuk
menggunakan tekhnik relaksasi

Diagnosa Rencana Keperawatan


Keperawatan Tujuan dan kriteria hasil Intervensi
Nyeri akut NOC : NIC :
Berhubungan dengan -Pain level - Lakukan pengkajian nyeri secara
agens cedera fisik -Pain control komprehensif, termasuk lokasi,
-Comfort level karakteristik, durasi, frekuensi,
Setelah dilakukan tindakan kualitas dan factor presipitasi
keperawatan selama 1 jam nyeri - Observasi reaksi nonverbal dan
klien berkurang dengan kriteria ketidaknyamanan
hasil : - Kaji tipe dan sumber nyeri untuk
- Mampu mengontrol nyeri menentukan intervensi
- Melaporkan nyeri berkurang - Anjarkan tentang teknik non
skala 3 farmakologi: nafas dalam,
- Mampu mengenali nyeri relaksasi, distraksi, kompres
- Menyatakan rasa nyaman hangat/dingin
setelah nyeri berkurang - Berikan analgesic untuk
- Tanda vital dalam rentang mengurangi nyeri: Remopain
normal injeksi
- Berikan informasi tentang nyeri
seperti penyebab nyeri,berapa
lama nyeri akan berkurang dan
antisipasi ketidaknyamanan dari
prosedur
- Monitor vital sign sebelum dan
sesudah pemberian analgesic

Diagnosa Rencana Keperawatan


Keperawatan Tujuan dan kriteria hasil Intervensi
Risiko Infeksi NOC label : Tissue Integrity: NIC label : Wound Care
Berhubungan dengan Skin and Mucous membranes
1. Monitor karakteristik, warna,
prosedur invasif
ukuran, cairan dan bau luka
1. Integritas kulit klien normal
2. Bersihkan luka dengan normal
2. Temperatur kulit klien
salin
normal
3. Rawat luka dengan konsep
3. Tidak adanya lesi pada kulit
steril
NOC label: Wound healing: 4. Ajarkan klien dan keluarga
primary and secondary untuk melakukan perawatan
jaringan: luka
5. Berikan penjelasan kepada
1. Tidak ada tanda-tanda infeksi
klien dan keluarga mengenai
2. Menunjukkan pemahaman
tanda dan gejala dari infeksi
dalam proses perbaikan kulit
6. Kolaborasi pemberian
dan mencegah terjadinya
antibiotik
cidera berulang
NIC label : Infection Control
Menunjukkan terjadinya proses
penyembuhan luka 1. Bersihkan lingkungan setelah
dipakai klien lain
2. Instruksikan pengunjung
untuk mencuci tangan saat
berkunjung dan setelah
berkunjung
3. Gunakan sabun anti mikroba
untuk cuci tangan
4. Cuci tangan sebelum dan
sesudah tindakan keperawatan
5. Gunakan universal precaution
dan gunakan sarung tangan
selma kontak dengan kulit
yang tidak utuh
6. Berikan terapi antibiotik bila
perlu
7. Observasi dan laporkan tanda
dan gejala infeksi seperti
kemerahan, panas, nyeri,
tumor
8. Kaji temperatur tiap 4 jam
9. Catat dan laporkan hasil
laboratorium, WBC
10. Kaji warna kulit, turgor dan
tekstur, cuci kulit dengan hati-
hati
11. Ajarkan keluarga bagaimana
mencegah infeksi

H. Implementasi

No
Waktu Implimentasi Respon
Dx
22/11/2017 Mengkaji Kondisi klien dan Kesadaran alert, TD 192/102
Jam 07.30
memonitor vital sign dan nyeri mmHg, Nadi 88 x/i, suhu 36.50C,
1&2
klien, menganjurkan keluarga RR 22 x/i, skala nyeri 4. Keluarga
untuk mendampingi klien selalu mendampingi klien
22/11/2017 - Melatih klien untuk teknik - Klien kooperatif dan berlatih
Jam 09.00
relaksasi untuk mengurangi cemas dan
nyerinya, skala nyeri 3
1, 2 - Mengantar klien ke UKO - Klien masih cemas, wajah
&3
tegang
- Memberi therapy antibiotik - Cefoferazon 1 gram iv

22/11/2017 - Menjemput klien dari UKO - TD 150/80 x/i, Nadi 72 x/i,


Jam 14.00
suhu 36.2 0C, RR 20 x/i, skala

1 nyeri 0 (efek anastesi)


- Memberi therapy analgetik - Remopain 1 amp iv

22/11/2017 Menganjurkan klien istirahat Klien istirahat


1
Jam 14.20

No
Waktu Implementasi Respon
Dx
23/11/2017 1,2 & - Melakukan vital sign, dan - TD 184/90 mmHg, Nadi 81 x/i,
Jam 14.00 3
menilai skala nyeri klien RR 20 x/i, Suhu 36.6 0C, Skala
nyeri 3
- Menganjurkan dan melatih - Klien kooperatif dan mengikuti
2
klien untuk melakukan teknik instruksi,, evaluasi 1 jam
relaksasi setelah itu skala nyeri 2

- Mengatur posisi klien


- Klien lebih nyaman dengan
senyaman mungkin
posisi semifowler
23/11/2017 Memberi therapy antibiotic, Hypobac 100 mg iv, remopain 1
Jam 16.00 2&3 amp iv, plasminex 500 mg iv
analgetik dan antiperdarahan
Melakukan vital sign, mengukur TD 165/80 mmHg, nadi 72 x/i,
skala nyeri, menganjurkan klien, RR 20 x/i, suhu 36.40C, Skala
23/11/2017 1,2 & keluarga dan pengunjung untuk nyeri 2. Klien, keluarga dan
Jam 17.00 3
melakukan cuci tangan untuk pengunjung mengetahui cara cuci
mencegah infeksi
tangan dengan menggunakan
handrab
23/11/2017 Menganjurkan klien istirahat Klien istirahat
1
Jam 18.00

I. Evaluasi

No
Waktu SOAP
Dx
22/11/2017 1 S : Klien mengatakan sekarang tidak merasakan sakit, skala nyeri
Jam 14.00
0, Klien mengatakan tidak cemas lagi
O : - Klien Post operasi H-0, baru dijemput dari UKO, klien tidak
merasakan nyeri, skala 0 (efek anastesi), ekspresi wajah
tenang,
- Dari UKO klien terpasang DC, terpasang drain barofag
produksi darah ±5ml, terpasang infus RL 40 tetes per menit
di metacarpal dextra dengan iv cath no.18.
- Luka post op dan drain tertutup kasa, tampak bersih, tidak
ada rembes, lokasi penusukan infus tidak ada kemerahan atau
plebitis
- Vital sign TD 150/80 mmHg, Nadi 72 x/i, suhu 36.2 0C, RR
20 x/i
- Therapi analgetik dan antibiotic tetap diberikan
A : - Ansietas teratasi
- Nyeri akut
- Resiko infeksi
P : Jam 21.00 wib nyeri akut terkontrol dengan skala nyeri 1 dan
infeksi tidak terjadi, ditandai dengan suhu 36-37 0C
- Kaji keluhan nyeri, intensitas dan durasi, perhatikan petunjuk
verbal dan non verbal
- Ajarkan latihan teknik relaksasi dan distraksi kembali
- Observasi tanda-tanda infeksi
- Anjurkan klien, keluarga dan pengunjung untuk selalu
mencuci tangan
- Monitor vital sign
- Kolaborasi dalam pemberian antibiotic dan analgetik sesuai
advice dokter

23/11/2017 2&3 S : Klien mengatakan nyeri pada daerah operasi, skala nyeri 3 nyeri
Jam 19.00
seperti disayat, durasi ±2-3 menit terutama saat bergerak.
O : - Klien post operasi H-1
- Klien tampak meringis menahan sakit pada daerah operasi
saat bergerak,skala nyeri 2
- Daerah operasi dan drain tertutup kasa, rembes tidak ada,
tampak bersih, tempat penusukan infus tidak ada tanda-tanda
phlebitis. Produksi drain tidak ada.
- TD 165/80 mmHg, nadi 72 x/i, RR 20 x/i, suhu 36.40C,
- Therapi analgetik, antibiotic dan antiperdarahan tetap
diberikan
A : Nyeri akut
Resiko infeksi
P : Jam 00.00 Nyeri berkurang pada skala 1, infeksi tidak terjadi
ditandai suhu 36-370C
- Observasi vital sign
- Observasi tanda verbal dan non verbal klien
- Lakukan teknik aseptic setiap melakukan tindakan
- Kolaborasi dalam pemberian antibiotic dan analgetik sesuai
advice dokter