Sunteți pe pagina 1din 8

1.

Kendaraan yang harus di dahulukan:


Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan
Pengguna Jalan yang memperoleh hak utama untuk di dahulukan adalah sesuai dengan
urutan berikut:
a. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas
b. Ambulans yang mengangkut orang sakit
c. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada Kecelakaan Lalu Lintas
d. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia
e. Kendaraan pimpinan dan pejabat Negara asing serta lembaga internasional yang
menjadi tamu Negara
f. Iring-iringan pengantar jenazah
g. Konvoi dan atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan
petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia
2. Standar Mobil, Kecepatan, Jenis sirine
Jenis Sirine: Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 Pasal
59 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
1) Lampu isyarat terdiri atas warna:
a. Merah
b. Biru
c. Kuning
2) Penggunaan lampu isyarat dan sirine:
a. Lampu isyarat warna biru dan sirine digunakan untuk kendaraan bermotor petugas
Kepolisian Negara Republik Indonesia
b. Lampu isyarat warna merah dan sirine digunakan untuk kendaraan bermotor
tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans,
palang merah, rescue, dan jenazah
c. Lampu isyarat warna kuning tanpa sirine digunakan untuk kendaraan bermotor
patrol jalan tol, pengawasan sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan,
perawatan, dan pembersihan umum, menderek kendaraan, dan angkutan barang
khusus

Standar Mobil:
1) Jenis ambulan: (Menurut Pedoman Teknis Ambulan Kementerian Kesehatan RI,
2014)
Dibagi menjadi 3 jenis yaitu:
1. Ambulan darat
a. Ambulan transport
Ambulan transport adalah ambulan yang tidak dilengkapi denan peralatan
untuk bantuan hidup (life support), dengan kru yang sedikit memiliki
kualifikasi. Kendaraan ini hanya digunakan untuk mengantar pasien dari
satu tempat ke tempat yang lain untuk mendapatkan pengobatan.
Gambar: Ambulan Transport (Pedoman Teknis Ambulan Kementerian
Kesehatan RI, 2014)
b. Ambulan gawat darurat/medical emergency
Ambulans gawat darurat merupakan salah satu kendaraan yang digunakan
untuk mengantar pasien yang siap melakukan tindakan pertolongan
bantuan hidup
Kru ambulan terdiri dari:
1. Petugas ambulan sudah mendapatkan pelatihan life saving
2. Pengemudi yang sudah mendapatkan pengetahuan basic life support
(BLS) dan pelatihan mengemudi yang aman (Defensive Driving)

Gambar: Ambulan Transport (Pedoman Teknis Ambulan Kementerian


Kesehatan RI, 2014)

c. Kereta jenazah/ambulan jenazah


Kereta jenazah adalah kendaraan yang digunakan untuk mengangkut
jenazah.
Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 882 Tahun 2009, kereta
jenazah memiliki tata tertib, yaitu:
a) Sirine hanya boleh digunakan pada waktu bergerak dalam iringan
jenazah dengan mentaati peraturan lalu lintas tentang iringan
b) Bila tidak membentuk iringan hanya boleh menggunakan lampu
rotator
c) Kecepatan maksimum dijalan biasa 40 km/jam dan dijalan bebas
hambatan 80 km/jam
d) Semua peraturan lalu lintas harus ditaati
e) Petugas:
- Satu pengemudi
- Petugas engawal jenazah sesuai dengan kebutuhan
f) Persyaratan kereta jenazah:
- Kendaraan roda empat atau lebih
- Jenis mobil 4x2 maupun jenis 4x4
- Warna kendaraan hitam
- Warna lampu rotator biru terletak ditengah atas kendaraan
- Sirine 1 atau 2 nada
- Tulisan KERETA JENAZAH terbalik dibagian dengan yang
memantulkan cahaya
- Dilengkapi sabuk pengaman untuk peti jenazah
- Ruangan jenazah terpisah dengan ruang pengemudi
- Tempat duduk lipat bagi sekuranh-kurangnya 4 orang di ruangan
jenazah
- Tanda pengenal kereta jenazah dari bahan yang memantulkan
cahaya
- Gantungan untuk karangan bunga di depan, samping kiri dan
kanan kendaraan
2. Ambulan air
Ambulan air dapat berupa kapal dan kapal laut.
Kapal (boat) dapat dipakai sebagai ambulan untuk pelayanan antar pulau, atau
daerah dengan banyak kanal, jenis ambulan ini termasuk ambulan transport.
Untuk pelayanan kegawatdaruratan akan sulit dilakukan diboat karena faktor
ombak.
Kapal laut adalah ambulan yang biasanya digunakan oleh militer untuk jarak
jauh, biasanya digunakan dalam keadaan perang. Pelayanan kegawatdaruratan
dapat dilakukan disini bahkan untuk kasus tertentu dapat digunakan sebagai
rumah sakit.

Ketentuan umum ambulan air sama dengan ambulan darat:


- Memiliki ruangan khusus
- Dapat mengangkut korban dalam jumlah banyak
- Memiliki peralatan medic, minimal untuk bantuan hidup dasar
- Memiliki alat penyelamat standar
- Memiliki SDM yang dapat memberikan pelayanan medik selama
perjalanan
3. Ambulan udara
Ambulan udara dapat berupa helicopter maupun pesawat terbang. Ambulan
udara dapat berfungsi sebagai ambulans transport maupun ambulan gawat
darurat tergantung pelayanan yang dilakukan dan peralatan yang tersedia.
Hal khusus penggunaan helicopter:
a) Tersedia heliped
b) Bila baling-baling masih berputar, dilarang membawa korban dari arah
belakang pesawat. Korban harus dibawa dari bagian depan dan tunggu
tanda persetujuan dari pilot
c) Selalu diharuskan menundukkan kepala pada saat mendekati helicopter
d) Gunakan pelindung telinga untuk mengurangi kebisingan bagi korban

Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 882 Tahun 2009, Persyaratan Umum Ambulan:
(untuk ambulan transport dan ambulan gawat darurat)
1) Kendaraan roda empat/lebih dengan suspense lunak
Jenis mobil yang digunakan dapat berupa jenis 4x2 maupun jenis 4x4 dengan pilihan single
cabin agar dapat mudah di modifikasi
2) Warna kendaraan putih atau kuning muda dengan pengenal khusus yang memantulkan
cahaya
3) Tulisan AMBULANS terbalik yang memantulkan cahaya hanya pada bagian depan
4) Sedangkan disamping belakang kiri dan kanan terdiri dari: logo rumah sakit dan nama
rumah sakit serta lambing emergency internasional (untuk ambulans gawat darurat)
5) Palang berwarna hijau di pintu kanan dan kiri
6) Tulisan sponsor hanya boleh diletakkan di samping belakang kiri dan kanan dengan ukuran
maksimal 10x50 cm
7) Pintu belakang tidak menggangu keluar masuknya stretcher
8) Lampu rotator warna biru terletak di tengah depan atap kendaraan
9) Dinding dan lantai kendaraan tidak membentuk sudut dengan lantai landau
10) Ruang dalam kendaraan cukup luas untuk bekerja dan infus dapat menetes dengan baik
11) Tempat duduk bagi petugas/pendamping di ruang penderita dapat dibuka/dilipat
12) Ruang penderita mempunyai akses dengan tempat pengemudi
13) Gantungan infus 2 buah terletak sekurang-kurangnya 90 cm diatas tempat penderita
14) Tempat disaster kit pada ambulan gawat darurat
15) Terdapat peta setempat di setiap jenis ambulan darat

Sumber:
Kementerian Kesehatan RI.2014. Pedoman Teknis Ambulan. Direktorat Jendral Bina Upaya
Kesehatan
Republik Indonesia.2009. Undang-Undang No 882 tentang Pedoman Penanganan Evakuasi
Medik. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Republik Indonesia.2009. Undang-Undang No 22 Pasal 59 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan. Presiden Republik Indonesia