Sunteți pe pagina 1din 6

MAKALAH

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KERACUNAN

Untuk memenuhi tugas matakuliah


Asuhan Keperawatan Gawat Darurat Trauma
Yang dibina oleh Ibu Nurul Hidayah S.Kep., Ns., M.Kep.

Oleh:
M. Septiadi Indra N (1601470013)
Dea Elviana (1601470015)
Lailatul Fitria (1601470010)
Niken Ayu Septiafani (1601470011)
Tiara Suci Larasati (1601470031)
I Putu Ary Nika Saputra (1601470034)
Vita Puspita Windiyanti (1601470038)
Bagus Prasetyo (1601470043)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG


JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN LAWANG
TAHUN 2019
IMPLEMENTASI

Penanganan kegawatdaruratan pada pasien keracunan :


a. Pertolongan pertama yang dilakukan meliputi : tindakan umum yang
bertujuan untuk keselamatan hidup,mencegah penyerapan dan
penawar racun ( antidotum ) yan meliputi resusitasi, : Air way,
breathing, circulasi eliminasi untuk menghambat absorsi melalui
pencernaaan dengan cara kumbah lambung.
b. Berikan anti dotum sesuai advis dokter minimal 2 x 24 jam yaitu
pemberian SA.
c. Perawatan suportif; meliputi mempertahankan agar pasien tidak
samapi demam atau mengigil,monitor perubahan-perubahan fisik
seperti perubahan nadi yang cepat,distress pernafasan, sianosis,
diaphoresis, dan tanda-tanda lain kolaps pembuluh darah dan
kemungkinan fatal atau kematian.Monitir vital sign setiap 15 menit
untuk bebrapa jam dan laporkan perubahan segera kepada
dokter.Catat tanda-tanda seperti muntah,mual,dan nyeri abdomen
serta monotor semua muntah akan adanya darah. Observasi fese dan
urine serta pertahankan cairan intravenous sesuai pesanan dokter.
d. Jika pernafasan depresi, berikan oksigen dan lakukan suction.
Ventilator mungkin bisa diperlukan.
e. Jika keracunan sebagai uasaha untuk mebunuh diri maka lakukan
safety precautions. Konsultasi psikiatri atau perawat psikiatri klinis.
Pertimbangkan juga masalah kelainan kepribadian,reaksi
depresi,psikosis neurosis, mental retardasi dan lain-lain

Implementasi sesuai diagnosa :


No DIAGNOSA IMPLEMENTASI
1. Nyeri akut b/d agen cedera 1) Melakukan pengkajian
biologis. nyeri secara komprehensif
termasuk lokasi, durasi
frekuensi, karakteristik, kualitas
dan faktor presipitasi
2) mengobservasi reaksi nonverbal
dari ketidaknyamanan
3) membantu pasien dan keluarga
untuk mencari dan menemukan
dukungan
4) Mengontrol lingkungan
yang dapat mempengaruhi nyeri
seperti suhu ruangan,
pencahayaan dan kebisingan
5) mengurangi faktor presipitasi
nyeri
6) Mengkaji tipe dan sumber nyeri
untuk menentukan intervensi
7) Mengajarkan tentang teknik non
farmakologi: napas dalam,
relaksasi, distraksi, kompres
hangat/ dingin
8) Memberikan analgetik untuk
mengurangi nyeri:
9) Meningkat istirahat
10) Memberikan informasi tentang
nyeri seperti penyebab nyeri,
berapa lama nyeri akan
berkurang dan antisipasi
ketidaknyamanan dari prosedur
11) Memonitor vital sign sebelum
dan sesudah pemberian
analgesik pertama kali

2. Pola nafas tidak efektif b/d 1) Memonitor vital sign


distress pernafasan. 2) mengidentifikasi kebutuhan
insersi jalan nafas buatan
3) memposisikan pasien untuk
memaksimalkan ventilasi
4) Memonitor status respirasi:
adanya suara nafas tambahan
5) mengkolaborasi dengan tim
medis: pemberian oksigen

3. Ketidakseimbangan nutrisi 1) Memonitor intake dan output


kurang dari kebutuhan b/d intake makanan/cairan dan hitung
tidak adekuat (anoreksia, mual masukan kalori perhari sesuai
dan muntah), kesulitan menelan. kebutuhan
2) mengkaji kebutuhan nutrisi
parenteral
3) memilih suplemen nutrisi sesuai
kebutuhan
4) membantu pasien memilih
makanan yang lunak dan lembut
5) memberikan nutrisi yang
dibutuhkan sesuai batas diet yang
dianjurkan
6) mengkolaborasikan pemberian
anti emesis sesuai indikasi

4. Defisit volume cairan b/d 1) Memonitor intake dan output,


muntah, diare. karakter serta jumlah feses
2) mengobservasi kulit kering
berlebihan dan membran mukosa,
penurunan turgor kulit
3) menganjurkan klien untuk
meningkatkan asupan cairan per
oral
4) mengkolaborasi pemberian cairan
paranteral sesuai indikasi

5. Hambatan mobilitas fisik b/d 1) menentukan batasan pergerakan


paralisis, ketidakmampuan otot sendi dan efeknya terhadap
berkontraksi. fungsi sendi
2) Memonitor lokasi dan
kecenderungan adanya nyeri dan
ketidaknyamanan selama
pergerakan/aktivitas
3) melakukan latihan ROM pasif
atau ROM dengan bantuan,
sesuai indikasi
4) menjelaskan pada pasien atau
keluarga manfaat dan tujuan
melakukan latihan sendi
5) mendukung pasien untuk melihat
gerakan tubuh sebelum memulai
latihan

6. Intoleransi aktivitas b/d 1) mengobservasi adanya


kelemahan fisik. pembatasan klien dalam
melakukan aktivitas
2) mengkaji adanya fakor yang
menyebabkan kelelahan
3) Memonitor nutrisi dan sumber
energi yang adekuat
4) membantu klien dalam memenuhi
kebutuhannya
5) membantu klien dalam melakukan
aktivitas sehari-hari
EVALUASI

Keracunan adalah masuknya toksin yang dapat membahayakan tubuh.


Pada hakekatnya semua zat dapat berlaku sebagi racun, tergantung pada dosis
dan cara pemberiannya. Proses keracunan dapat berlangsung secara perlahan,
dan lama kemudian baru menjadi kegawatdarurat, atau dapat juga berlangsung
dengan cepat dan segera menjadi keadaan gawat darurat.
Setelah di lakukan implementasi keperawatan, diharapkan :
1. Nyeri berkurang, menghilang
Pain level, dibuktikan dengan respon nonverbal pasien menunjukkan tidak ada
nyeri, tanda vital dalam batas normal, tidak ada masalah pola tidur, pasien
melaporkan nyeri berkurang.
Pain control, dibuktikan dengan pasien dapat melakukan teknik nonfarmakologis
untuk mengurangi nyeri.
pola nafas menjadi efektif dengan kriteria hasil:
2. Status Pernapasan :
Pertukaran Gas tidak akan terganggu dibuktikan dengan :
Kesadaran composmentis, TTV menjadi normal, pernafasan menjadi normal
yaitu tidak mengalami nafas Dangkal
3. nutrisi dapat adekuat/terpenuhi :
Status Gizi Asupan Makanan dan Cairan ditandai pasien nafsu makan
meningkat, mual dan muntah hilang, pasien tampak segar
Status Gizi; Nilai Gizi terpenuhi
dibuktikan dengan BB meningkat, BB tidak turun.
4. kebutuhan cairan terpenuhi:
a. Tidak adanya tanda-tanda dehidrasi
b. Vital sign dalam batas normal .
5. Kemampuan mobilitas fisik meningkat :
a. Kekuatan otot meningkat
b. Tidak ada kaku sendi
6. Dapat bergerak dengan mudah
a. Ketidaknyamanan setelah beraktivitas berkurang
b. Dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.