Sunteți pe pagina 1din 15

PENGARUH INTERNAL LOCUS OF CONTROL TERHADAP KINERJA KARYAWAN

MELALUI KEPUASAN KERJA DAN KINERJA KARYAWAN PADA UMKM JENANG


DESA REJOWINANGUN

M. Wahid Santoso
Helmi Buyung Aulia Safrizal
Purnamawati
Fakultas Ekonomi Dan Bisnis
Universitas Trunojoyo Madura
Email : Wahidsantoso821@gmail.com

ABSTRACT

Internal locus of control and job satisfaction are the one of crucial factor in
improving employee’s performance. By the existence of Internal locus of control we can
find out how big the employee’s performance is. This research purposes to find out 1.
The effect of Internal locus of control at the employee’s performance. 2. The effect of
Internal locus of control at the employee job satisfaction. 3. The effect of job
satisfaction at the employee’s performance. 4. The effect of Internal locus of control at
the employee’s performance through job satisfaction in UMKM Jenang as an
intervening variable. The method which is used in this research is quantitative
research. The population which is used in this research is 84 employees who work in
UMKM Jenang Rejowinangun Village, the sampling uses a sensus method means that
all populations are sample. Based on the path analysis shows that: 1. Internal locus of
control affects the employee’s performance directly amount of 0,453. 2. Internal locus
of control affects the job satisfaction directly amount of 0,839. 3. Job satisfaction
affects the employee’s performance directly amount of 0,437. 4. Internal locus of
control affects the employee’s performance indirectly through the job satisfaction at
UMKM Jenang Rejowinangun Village as intervening variable amount of 0,366.

Keywords: Internal Locus of Control, Employee’s Performance, Job Satisfaction


ABSTRAK

Internal locus of control dan kepuasan kerja adalah salah satu faktor penting
dalam peningkatan kinerja karyawan. Dengan adanya Internal locus of control kita
dapat mengetahui seberapa besar kinerja karyawan. penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui 1. Pengaruh Internal locus of control terhadap kinerja karyawan 2.
Pengaruh Internal locus of control terhadap kepuasan kerja karyawan 3. Pengaruh
kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan 4. Pengaruh Internal locus of control
terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja pada UMKM Jenang sebagai
variabel intervening. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
kuantitatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 84 karyawan yang
bekerja pada UMKM Jenang Desa Rejowinangun, pengambilan sampel dengan
metode sampel jenuh (sensus) yaitu semua populasi dijadikan sampel. Hasil
penelitian dapat disimpulkan: 1. Internal locus of control berpengaruh secara
langsung terhadap kinerja karyawan sebesar 0,453. 2. Internal locus of control
berpengaruh secara langsung terhadap kepuasan kerja sebesar 0,839. 3. Kepuasan
kerja berpenagruh langsung terhadap kinerja karyawan sebesar 0,437. 4. Internal
locus of control berpengaruh secara tidak langsung terhadap kinerja karyawa
melalui kepuasan kerja pada UMKM Jenang Desa Rejowinangun sebagai variabel
intervening sebesar 0,366.

Kata Kunci: Internal Locus Of Control, Kinerja Karyawan, Kepuasan Kerja

PENDAHULUAN

Usaha yang termasuk dalam tahun, baik itu usaha mikro, kecil,
kategori UMKM menjadi tulang maupun usaha menengah
punggung perekonomian suatu (depkopumkm.go.id). Perkembangan
daerah maupun nasional. Jumlah UMKM ini dapat terjadi karena syarat-
UMKM mencapai sekitar 99% dari syarat pembentukan usahanya yang
populasi unit usaha, serta dapat cenderung lebih sederhana dan
menampung lebih dari 92% jumlah mudah untuk dipenuhi oleh
tenaga kerja. Dari tingkat masyarakat yang ingin terjun dalam
pertumbuhan ekonomi nasional dunia bisnis atau wirausaha.
sebesar 5%, UMKM menyumbang laju Kabupaten Blitar adalah salah satu
pertumbuhan sekitar 3%, lebih tinggi kabupaten di Jawa Timur yang
dari pada laju pertumbuhan usaha mempunyai jumlah UMKM terbanyak
besar. Dari data awal ini menunjukkan dengan total 255.662 unit UMKM.
betapa strategisnya pengembangan Desa Rejowinangun menjadi salah
koperasi dan UMKM (Hamid, 2010:1). satu sentra UMKM di Kabupaten
Peran UMKM telah mendorong Blitar. Disebut sentra UMKM karena
banyak negara termasuk Indonesia banyaknya UMKM yang menghasilkan
untuk terus berupaya produk sehingga mampu menyerap
mengembangkan UMKM. tenaga kerja, hal ini menjadi salah
Jumlah unit usaha UMKM di satu sebab perekonomian masyarakat
Indonesia (2014 -2017) terus Desa Rejowinangun meningkat. Desa
mengalami kenaikan sekitar 2% per Rejowinangun terkenal dengan sentra
olahan makanan khas Blitar. Salah ketidakpastian dalam bekerja
satu olahan yang ada di Desa mengakibatkan kinerja yang dicapai
Rejowinangun adalah jenang. Data karyawan kurang maksimal, karena
Desa Rejowinangun, Kabupaten Blitar, pendapatan karyawan juga tidak
menunjukan beberapa UMKM yang pasti, hal ini mengakibatkan kepuasan
bergerak di pengolahan jenang yang dalam bekerja di UMKM Jenang dalam
di tampilkan dalam tabel 1.1 dibawah diri seorang karyawan kurang. Kurang
ini : puas dalam bekerja mengakibatkan
banyak karyawan keluar dari UMKM
tersebut, hal tersebut ditunjukan
dengan upah yang diterima karyawan
dari pekerjaanya belum mampu
meningkatkan taraf hidupnya. Ismail
yang juga pemilik UMKM Abdi Berkah
menjelaskan dari tahun 2008 sudah
lebih dari 70 karyawan yang keluar
dari UMKM nya, alasan karyawan
Data pada tabel 1.1 di atas keluar dari pekerjaanya dikarenakan
menunjukan jumlah karyawan UMKM ingin menjadi TKI atau mendapat
jenang yang ada di Desa pekerjaan yang lebih baik.
Rejowinangun dan jumlah produksi
jenang yang banyak dalam satu tahun. Salah satu permasalahan yang
UMKM pada tabel 1.1 harus terjadi pada karyawan UMKM jenang
dikembangkan agar nantinya tingkat di Desa Rejowinangun yaitu kuantitas
penjualan dari suatu UMKM akan naik produk yang dihasilkan seorang
yang mengakibatkan jumlah produksi karyawan masih sedikit. Hal ini terjadi
dan tenaga kerja yang di gunakan karena dalam satu UMKM, karyawan
bertambah. Winarni (2006:93) bekerja secara bergantian dan
mengidentifikasikan permasalahan produksi jenang yang belum tentu
yang dihadapi oleh Usaha Mikro dan setiap hari. Rokhanah sebagai pemilik
Kecil adalah kurang permodalan, UMKM Sari Raos juga menjelaskan
kesulitan dalam pemasaran, bahwa, karyawan yang bekerja pada
persaingan usaha ketat, kesulitan UMKM miliknya bekerja secara
bahan baku, kurang teknis produksi bergantian yaitu dua hari sekali, hal
dan keahlian, keterampilan manajerial ini mengakibatkan kuantitas yang
kurang, kurang pengetahuan yang dicapai seorang karyawan
manajemen keuangan, dan iklim sangat sedikit. Hal ini dikarenakan
usaha yang kurang kondusif. pemilik UMKM juga
mempertimbangkan kesehatan
Masalah yang berkaitan karyawan, karena dalam pembutan
dengan karyawan yaitu ditunjukan jenang dibutuhkan waktu 7-8 jam dari
dengan kurangnya semangat dan proses awal sampai jenang matang.
kerja keras bagi seorang karyawan Asnanwi sebagai pemilik UMKM
dalam menjalankan pekerjaanya. Hal Manggar juga menjelaskan bahwa
ini dikarenakan setiap karyawan yang produksi jenang tidak bisa dilakukan
bekerja di UMKM jenang tersebut, setiap hari karena dia hanya menjual
mereka tidak bisa bekerja setiap hari, produknya di pasar dan produk
karena harus menunggu panggilan tersebut pasti tidak habis dalam satu
dari pemilik UMKM. Dengan hari.
Permasalahan yang berkaitan mereka sendiri (Robbins dan Coulter
dengan kepuasan kerja karyawan 2010:48). Menurut Moorhead dan
UMKM jenang Desa Rejoinangun yaitu Griffin (2013:67) locus of control
mereka kurang senang akan adalah seseorang percaya bahwa
pekerjaanya, hal ini dibuktikan perilakunya mempunyai pengaruh
dengan kedisiplinan saat masuk nyata terhadap apa yang terjadi pada
bekerja dan waktu yang digunakan mereka.
untuk menyeleseikan pekerjaanya.
Situsi tersebut dikarenakan mereka Kinerja Karyawan
bekerja di UMKM jenang hanya Pengertian kinerja menurut
sebagai kerja sampingan. Sebagai Mangkunegara (2011:67) adalah hasil
kerja sampingan karena pekerjaan ini kerja secara kualitas dan kuantitas
tidak bisa dikerjakan setiap hari, yang yang dicapi oleh seseorang pegawai
mengakibatkan karyawan masuk dalam melaksanakan tugasnya, sesuai
bekerja dengan menyesueikan dengan tanggung jawab yang
pekerjaan lainya. Situasi yang terjadi diberikan kepadanya
di UMKM jenang juga di jelaskan oleh Indkator kinerja karyawan menurut
Ismail sebagai pemilik UMKM Abdi Mangkunegara (2009:75) adalah
Berkah bahwa karyawan masuk sebagai berikut: adalah kuantitas
bekerja sering tidak sesuai jadwal kerja, pelaksanaan tugas dan
yang di inginkan, hal ini menunjukan tanggung jawab.
kedisiplinan karyawan redah dan dan Menurut Moeheriono
dalam menyeleseikan pekerjaan akan (2012:95) kinerja merupakan
lebih lama dari jam yang di inginkan. gambaran mengenai tingkat
pencapaian pelaksanan suatu
TINJAUAN PUSTAKA program kegiatan atau kebijakan
Internal Locus Of Control dalam mewujudkan sasaran, tujuan,
visi dan misi organisasi yang
Locus of control adalah dituangkan melalui perencanan
sebagian orang meyakini bahwa strategis suatu organisasi. Rivai dalam
mereka bisa mengendalikan nasib Muhamad Sandy (2015:12)
mereka sendiri (Robbins dan Coulter mengemukakan bahwa kinerja atau
2010:48). Menurut Moorhead dan prestasi kerja adalah hasil atau
Griffin (2013:67) locus of control tingkat keberhasilan seseorang secara
adalah seseorang percaya bahwa keseluruhan selama periode tertentu
perilakunya mempunyai pengaruh di dalam melaksanakan tugas
nyata terhadap apa yang terjadi pada dibandingkan dengan berbagai
mereka. Menurut Ghonsooly (2011), kemungkinan, seperti : standart hasil
locus of control adalah faktor kerja, target atau sasaran yang telah
psikologis yang sangat mempengaruhi ditentukan terlebih dahulu dan
motivasi seseorang. Rotter (dalam disepakati bersama.
Wahyuni, 2016:193) menyatakan
bahwa locus of control adalah Kepuasan Kerja
tindakan dimana seseorang menerima Menurut Hasibuan (2009:
tanggung jawab personal terhadap 202) kepuasan kerja adalah sikap
apa yang terjadi pada diri mereka. emosional yang menyenangkan dan
Locus of control adalah mencintai pekerjaannya. Sikap ini
sebagian orang meyakini bahwa dicerminkan oleh moral kerja,
mereka bisa mengendalikan nasib kedisiplinan dan prestasi kerja.
Kepuasan kerja dinikmati dalam Populasi yang digunakan dalam
pekerjaan, luar pekerjaan dan penelitian ini adalah karyawan tetap
kombinasi dalam dan luar pekerjaan. yang bekerja di UMKM Jenang Desa
Menurut Mangkunegara Rejowinangun, Kecamatan
(2011: 117) kepuasan kerja adalah Kademangan, Kabupaten Blitar yang
suatu perasaan yang menyokong atau berjumlah 84 karyawan yang tersebar
tidak menyokong diri pegawai yang di 7 UMKM. Walaupun sebagai
berhubungan dengan pekerjaannya karyawan tetap, pekerja di UMKM
maupun dengan kondisi dirinya. Jenang Desa Rejowinangun umumnya
Sedangkan Handoko (2002: 193) bekerja secara part time artinya
menyatakan bahwa kepuasan kerja dalam 1 minggu karyawan bekerja
(job satisfaction) adalah keadaan kurang dari 40 jam kerja.
emosional yang menyenangkan atau
tidak menyenangkan dengan mana Instrumen Penelitian
karyawan memandang pekerjaan Peneliti menggunakan
mereka akan mempengaruhi dalam kuisioner sebagai alat untuk
menjalankan tugas-tugas yang di mendapatkan data, dimana kuisioner
bebankan (Robbins, 2003). diberikan secara langsung kepada
responden. Berikut kisi-kisi kuisioner
KERANGKA PENELITIAN penelitian :
Berdasarkan telaah teoritis
dan penelitian terdahulu yang telah Tabel 3.1 Kisi-kisi Kuisioner
diuraikan, didapat bahwa pada variabel Indikator
hakikatnya internal locus of control Internal 1. Suka dalam bekerja
berpengaruh secara langsung maupun Locus Of keras (X1)
tidak langsung terhadap kinerja Control 2. Memiliki Inisiatif
karyawan melalui kepuasan kerja (X) yang tinggi dalam
sebagai variabel intevening. bekerja (X2)
3. Menemukan solusi
dalam memecahkan
masalah (X3)
Kinerja 1. Kuantitas Kerja (Y1)
Karyawan 2. Pelaksanaan tugas
(Y) (Y2)
3. Tanggung jawab (Y3)
METODE PENELITIAN Kepuasan 1. Menyenangi
Lokasi Penelitian Kerja (Z) Pekerjaanya (Z1)
Objek pada penelitian ini adalah 2. Disiplin Kerja (Z2)
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) 3. Prestasi Kerja (Z3)
jenang di Desa Rejowinangun, Sumber : Data Primer diolah
Kecamatan Kademangan, Kabupaten
Blitar. Sumber data
Sumber data yang digunakan dalam
Populasi Dan Sampel penelititan ini adalah data primer dan
Populasi bukan sekedar sekunder:
jumlah yanng ada pada objek/subjek
yang dipelajari, tetapi meliputi a. Data Primer
seluruh karakteristik/siafat yang Data primer adalah sumber
dimiliki oleh subjek atau objek itu. data yang langsung memberikan data
kepada pengumpul data (Sugiono, Tabel 4.1 Uji Validitas Variabel
2016:137). Data primer langsung Internal Locus Of Control (X),
diterima peneliti melalui kuisioner Kinerja Karyawan (Y) Dan
yang diberikan kepada karyawan Kepuasan Kerja (Z)
UMKM jenang di Desa Rejowinangun, r
Kabupaten Blitar. Item r table Ket.
hitung
X1.1 0,596 0,2146 Valid
b. Data Sekunder X1.2 0,693 0,2146 Valid
Data sekunder merupakan X2.1 0,750 0,2146 Valid
sumber yang tidak langsung
X2.2 0,706 0,2146 Valid
memberikan data kepada pengumpul
X3.1 0,575 0,2146 Valid
data, misalnya lewat orang lain atau
X3.2 0,618 0,2146 Valid
dokumen (Sugiono, 2016:137). Data
sekunder yang dimaksud antara lain Z 1.1 0,742 0,2146 Valid
data yang memuat informasi tentang Z 1.2 0,668 0,2146 Valid
nama usaha, alamat tempat usaha, dll. Z .2.1 0,719 0,2146 Valid
Z 2.2 0,711 0,2146 Valid
Uji Instrumen Z 3.1 0,686 0,2146 Valid
Dalam penelitian ini perlu Z 3.2 0,705 0,2146 Valid
dilakukan pengujian sampai sejauh Y 1.1 0,754 0,2146 Valid
mana alat ukur yang digunakan Y 1.2 0,797 0,2146 Valid
benar-benar mengukur apa yang ingin Y 2.1 0,781 0,2146 Valid
di ukur (validitas) dan sejauh mana Y 2.2 0,696 0,2146 Valid
hasil pengukuran tersebut dapat di Y 3.1 0,773 0,2146 Valid
andalkan (reliabilitas). Berikut ini Y 3.2 0,749 0,2146 Valid
adalah hasil uji validitas : Sumber: Data primer Diolah
Dari tabel 4.1 tersebut dapat
dilihat bahwa semua nilai rhitung > rtabel, Tabel 4.2 Uji reabilitas
Dengan demikian dapat disimpulkan Cronbac
bahwa semua indikator instrumen Krit
Variabel h’s Ket.
dalam penelitian ini dinyatakan valid eria
Alpha
dan layak untuk diteliti. Internal 0,700 0,60 Reliabel
Locus Of
Control (X)
Kepuasan 0,647 0,60 Reliabel
Kerja (Z)
Kinerja 0,624 0,60 Reliabel
Karyawan
(Y)
Sumber : Data Primer Diolah

Berdasarkan pada tabel 4.2


diatas dapat dijelaskan bahwa nilai
Cronbach’s alpha dari Variabel Internal
Locus Of Control (X), Variabel
Kepuasan Kerja (Z) dan Variabel
Kinerja Karyawan (Y) menunjukan
hasil nilai yang lebih besar dari 0.6
sehingga dengan demikian dapat menerangkan variansi variabel
disimpulkan bahwa, pernyataan dependen.
kuesioner tersebut telah reliabel yang
berarti kuesioner ini dapat digunakan HASIL DAN PEMBAHASAN
dalam penelitian. Karakteristik Responden

Teknik Analisis Data Tabel 5.1 Karakteristik


Teknik analisis dalam penelitian ini Responden Berdasarkan Jenis
terdiri dari : Kelamin

1. Uji asumsi klasik Jenis jumla Presen


a. Uji normalitas Kelamin h (%)
b. Uji multikolinieritas Laki Laki 70 83 %
c. Uji heteroskedastisitas Perempuan 14 17 %
Total 84 100%
2. Analisis Path Sumber:Data Primer Diolah
Analisis path dalam penelitian ini
mengguanakan rumus : Berdasarkan Tabel 5.1
menunjukkan bahwa responden yang
Y=β1X+ β2Z + e1 (1) berjenis kelamin laki-laki, yaitu
Z=β1X+e1 (2) sebanyak 70 orang dengan presentase
sebesar 83%.
Keterangan:
Y = Kinerja Tabel 5.2 Karakteristik Responden
Z = Lingkungan kerja Berdasarkan Usia
X = Internal locus of control
e = Standar Kesalahan (error)
Usia
β1, β2 = Koefisien Regresi Jumlah Presen
(Tahun)
18- 30 40 48%
3. Pengujian hipotesis
31- 40 34 40%
a. Uji t (parsial) 41- 50 10 12%
Uji t berarti melakukan Total 84 100%
pengujian terhadap koefisien
regresi secara parsial. Pengujian Sumber : Data Primer dolah
ini dilakukan untuk mengetahui
signifikansi peran secara parsial Dari tabel 5.2 menjukan
antara variabel independen disimpulkan bahwa sebagian besar
terhadap variabel dependen responden berada pada usia produktif
dengan mengasumsikan bahwa yang mana dalam usia ini responden
variabel independen lain memiliki semangat kerja yang tinggi.
dianggap konstan.

b. Uji determinasi (R2)


Ghozali (2011: 97) menyatakan
bahwa koefisien determinasi (R2)
pada intinya mengukur seberapa
jauh kemampuan model dalam
Tabel 5.3 Karakteristik Responden berarti hal ini menunjukkan bahwa
Berdasarkan Pendidikan Terahir model regresi terdistribusi normal.

Pendidikan Presen b. Uji Multikolinieritas


Responden
Terakhir (%) Tabel 5.6 Hasil Uji
SD 25 29% Multikolinieritas Model 1
SMP 40 48 %
SMA 19 23 % Model Collinearity Statistics
Total 84 100% Tolerance VIF
Sumber : Data Primer Diolah (Cons
tant)
Berdasarkan Tabel 5.3 menujukan 1
TTX ,296 3,374
bahwa sebagian besar pendidikan
formal responden adalah SMP TTZ ,296 3,374
sebanyak 40 responden (48%). Sumber: Data primer diolah
Tabel 5.7 hasil Uji Multikoleniaritas
Hasil Analisis Data Model-2
1. Uji Asumsi Klasik
a. Uji Normalitas Model Collinearity
Statistics
Tabel 5.4 Hasil Uji Normalitas Tolerance VIF
one-sample kolmogorof smirnov (Constant)
model-1 1
TTX 1,000 1,000
Sumber: Data primer diolah

Dari tabel 4.13 dan 4.14 di


atas dapat dilihat bahwa tidak ada
nilai tolerance yang kurang dari 0,1
dan Variance Inflation Factor (VIF)
Tidak lebih dari 10. Dengan demikian
Sumber : Data Primer Diolah
dapat dikatakan bahwa tidak terdapat
multikolonieritas antar variabel.
Tabel 5.5 Hasil Uji Normalitas
c. Uji heteroskedastisitas
one-sample kolmogorof smirnov
Gambar 5.1 Uji
model-2
heteroskedastisitas model-1

Sumber: Data primer Diolah

Tabel 5.4 dan 5.5 hasil uji noralitas Sumber : Data Primer Diolah
kolmogorov mirnov model-1 dan
model-2 menunjukan nilai
Kolmogorov-Smirnov Z sebesar 0,518
dengan tingkat signifikan 0,951 > 0,05
Gambar 5.1 Uji sebesar 4,104 > dari ttabel sebesar
heteroskedastisitas model-2 1,663. Hal ini dapat dilihat pada nilai
signifikansi sebesar 0,000 yang lebih
kecil dari tingkat signifikan (ɑ) = 0,05.
Maka dapat disimpulkan variabel
Kepuasan Kerja berpengaruh positif
dan signifikan terhadap variabel
Kinerja Karyawan.
Beradasrkan tabel 5.9
menunjukan bahwa Internal Locus Of
Sumber : Data Primer Diolah Control (X) berpengaruh positif dan
signifikan terhadap Kepuasan Kerja
Hasil uji heteroskedastisitas (Z) hasil thitung sebesar 13,951 > dari
model-1 dan model-2 menunjukan ttabel sebesar 1,663 dengan tingkat
bahwa scatterplot tidak membentuk signifikansi sebesar 0,000.
suatu pola tertentu serta titik
menyebar di atas dan di bawah angka 0 b. Uji Koefisisien Determinasi
pada sumbu Y. Dengan demikian bahwa
pada persamaan model-1 dan Tabel 5.10 Uji Koefisien
persamaan model-2 dapat dikatakan Determinasi Model-1
bahwa hasil uji tersebut di atas tidak Model Summaryb
terjadi heteroskedastisitas. Mod R R Adjusted Std. Error of
el Square R Square the Estimate
2. Pengujian hipotesis 1 ,853a ,728 ,722 1,125
a. Uji t a. Predictors: (Constant), TTZ, TTX
Tabel 5.8 Uji-t model -1 b. Dependent Variable: TTY
sumber: data primer diolah

Berdasarkan Tabel 5.10 yang


telah di jelaskan di atas maka
diperoleh hasil perhitungan regresi R
Tabel 5.9 Uji-t Model 2
= 0,853 atau 85,3% artinya bahwa,
terdapat hubungan positif dan kuat
antara variabel Internal Locus Of Control
dan Kinerja karyawan terhadap
Sumber : data primer diolah kepuasan Kepuasan Kerja Karyawan
UMKM Jenang Desa Rejowinangun.
Berdasarkan tabel 5.8
menunjukan bahwa hasil thitung Tabel 5.11 Uji Koefisien
sebesar 4,263 > dari ttabel sebesar Determinasi Model-2
1,663. Hal ini dapat di lihat pada nilai Model Summaryb
signifikansi sebesar 0,000 yang lebih
Mo R R Adjusted Std. Error of
kecil dari tingkat signifikan (ɑ) = 0,05.
del Squar R Square the Estimate
Maka dapat disimpulkan variabel
e
Internal Locus Of Control (X)
berpengaruh positif dan signifikan 1 ,839 a ,704 ,700 1,233
terhadap Kinerja Karyawan. a. Predictors: (Constant), TTX
Berdasarkan tabel 5.8 b. Dependent Variable: TTZ
menunjukan bahwa hasil thitung Sumber: Data primer diolah
Berdasarkan Tabel 5.11 di Dimana :
atas diperoleh hasil perhitungan R = 0, Z = kepuasan kerja
839 atau 83,9% artinya bahwa, β1 = Koefisien Beta X
terdapat hubungan positif dan kuat e2 = tingkat kesalahan / error
antara Internal Locus Of Control
terhadap Kepuasan Kepuasan Kerja PEMBAHASAN
Karyawan UMKM Jenang Desa 1. Pengaruh Internal Locus Of
Rejowinangun. Control Terhadap Kinerja
Karyawan UMKM Jenang Desa
3. Analisis Jalur (path) Rejowinangun
Tabel 5.12 Hasil Analisis Berdasarkan Hasil
Persamaan Regresi Model-1 penghitungan jalur didapatkan hasil
uji t persamaan struktur model-1
diketahui bahwa Internal Locus Of
Control (X) berpengaruh signifikan
terhadap Kinerja Karyawan (Y). Hal
Sumber: Data primer diolah ini dibuktikan dengan hasil uji t yang
memiliki nilai signifikasi 0,00 < 0,05
Dari tabel 4.19 hasil analisis dan hasil thitung sebesar 4,263 > dari
persamaan regresi model-1 maka ttabel sebesar 1,663 sedangkan nilai
dapat di jelaskan: positif terlihat dari beta (β) sebesar
0,453 atau 45,3%. Jadi dapat diartikan
a. Persamaan Regresi model-1 bahwa H0 ditolak dan Ha diterima.
Y = a+ β1 x+ β2 Z+e1 Dengan demikian dapat disimpulkan
Y = a + Internal locus of control (X) + terdapat pengaruh positif dan
kepuasan kerja (Z) + e1 signifikan variabel Internal Locus Of
Y = 3,774 + 0,412X + 0,414Z + 0,521 Control (X) terhadap variabel Kinerja
Besarnya nilai e1= Karyawan (Y).
Dimana : Dilihat dari tabel distribusi
Y = Kinerja Karyawan frekuensi Internal Locus Of Control
β1 = Koefisien Beta X dari semua item pertanyaan rata-rata
β2 = Koefisien Beta Z responden memilih skala 4 atau
e1 = tingkat kesalahan / error sangat setuju dari item yang di
tanyakan kepada responden yaitu
Tabel 5.13 Hasil Analisis rata-rata sebesar 62,517%. Distribusi
Persamaan Regresi Model-2 frekuensi dari kinerja karyawan juga
menunjukan bahwa rata-rata
responden menjawab item
pertanyaan dengan sangat setuju atau
Sumber: Data primer diolah skala 4 dengan nilai rata-rata
60,167%.
b. Persamaan Regresi Model-2 Dengan demikian jika Internal
Z = a+ β1 x+e2 Locus Of Control yang dalam diri
Z= a + Internal locus of control (X) + e2 karyawan tinggi maka akan
Z = 4,017 + 0,803X + 0,544 meningkatkan Kinerja Karyawan.
Besarnya nilai e2 = Locus of control adalah cara pandang
seseorang terhadap suatu peristiwa
apakah dia merasa dapat atau tidak
dapat mengendalikan peristiwa yang
terjadi padanya (Rotter, 1966 dalam Internal Locus Of Control pada
Ayudiati, 2010). Selain itu hasil karyawan pada UMKM maka semakin
penelitian ini juga didukung oleh tinggi pula tingkat Kepuasan Kerja
penelitian Ruscahyono (2014:59) uji t pada karyawan.
yang Hasil pengujian yang dilakukan UMKM harus mampu untuk
menunjukkan untuk variabel locus of menjaga kepuasan kerja karyawan
control dengan nilai signifikansi 0,002 dengan sebaik-baiknya, karena jika
< 0,05, artinya variabel locus of kepuasan kerja baik akan membuat
control mempunyai pengaruh secara karyawan bekerja lebih baik, memiliki
positif dan signifikan terhadap kinerja inisiatif yang lebih dalam bekerja dan
pegawai. sehingga pada hasil uji mampu memecahkan masalah yang
tersebut maka H0 ditolak dan H1 dihadapinya. Locus of control adalah
diterima. Arah hubungan yang positif cara pandang seseorang terhadap
menunjukkan jika variabel Internal suatu peristiwa apakah dia merasa
Locus Of Control tinggi maka Kinerja dapat atau tidak dapat mengendalikan
Karyawan akan tinggi. peristiwa yang terjadi padanya
(Rotter, 1966 dalam Ayudiati, 2010).
2. Pengaruh Internal Locus Of Menurut Hasibuan (2012: 202),
Control (X) terhadap Kepuasan kepuasan kerja karyawan adalah rasa
Kerja (Z) karyawan yang terlihat dari semangat
Berdasarkan hasil mereka dalam bekerja, karena
perhitungan jalur didapatkan hasil uji semangat kerja yang tinggi
t persamaan struktur model-2 menunjukkan kerja mereka sudah
diketahui bahwa Internal Locus Of baik, namun sebaliknya jika semangat
Control (X) berpengaruh signifikan kerja mereka kerja menurun maka
terhadap Kepuasan Kerja (Z) dengan dapat diartikan bahwa kepuasan kerja
hasil thitung sebesar 13,951 > dari mereka menurun.
ttabel sebesar 1,663. Hal ini dapat Dilihat dari tabel distribusi
dilihat pada nilai signifikansi sebesar frekuensi Internal Locus Of Control
0,000 yang lebih kecil dari tingkat dari semua item pertanyaan rata-rata
signifikan (α) = 0,05. Maka dapat responden memilih skala 4 atau
disimpulkan variabel Internal Locus sangat setuju dari item yang di
Of Control berpengaruh positif dan tanyakan kepada responden yaitu
signifikan terhadap variabel Kepuasan mayoritas sebesar 62,517%.
Kerja (Z). Sehingga H0 ditolak dan H2 Distribusi frekuensi dari kepuasan
diterima. Dengan demikian hipotesis kerja juga menunjukan bahwa rata-
kedua penelitian ini terbukti bahwa rata responden menjawab item
terdapat pengaruh positif dan pertanyaan dengan sangat setuju atau
signifikan antara Internal Locus Of skala 4 dengan nilai rata-rata 58,53%.
Control terhadap Kepuasan Kerja. Hal Hal ini berarti bahwa Internal locus of
ini didukung oleh penelitian Amalini control karyawan berpengaruh positif
dkk (2016:76) yang menyatakan dan signifikan terhadap kepuasan
bahwa variabel Internal Locus Of kerja karyawan.
Control terhadap Kepuasan Kerja
berpengaruh secara positif dan 3. Pengaruh Kepuasan Kerja (Z)
signifikan atau dalam artian yaitu terhadap Kinerja Karyawan (Y)
karyawan merasa puas dalam bekerja
jika ditunjang dengan kepribadian Berdasarkan Tabel 4.15
yang baik, sehingga semakin tinggi didapatkan hasil uji t persamaan
struktur model-1 diketahui bahwa Jenang Desa Rejowinangun.
Kepuasan Kerja (Z) berpengaruh Pengaruh tidak langsung antara
signifikan terhadap Kinerja Karyawan Internal Locus Of Control dengan
(Y) dengan diketahui bahwa hasil Kinerja Karyawan melalui
thitung sebesar 4,104 > dari ttabel Kepuasan Kerja ini dilihat dari
sebesar 1,663 atau hal ini dapat besarnya koefisien jalur pengaruh
dilihat pada nilai signifikansi sebesar Internal Locus Of Control terhadap
0,000 yang lebih kecil dari tingkat Kepuasan Kerja dan koefisien jalur
signifikan (α) = 0,05. Maka dapat pengaruh langsung Kepuasan Kerja
disimpulkan variabel Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan.
berpengaruh positif dan signifikan Sehingga diketahui pengaruh tidak
terhadap variabel Kinerja langsung antara variabel tersebut.
Karyawan.Sehingga H0 ditolak dan H3 Hasil analisis tersebut
diterima. Pada hipotesis tersebut menunjukkan bahwa Internal
terbentuk hubungan dimana jika Locus Of Control berpengaruh
karyawan mempunyai Kepuasan positif dan signifikan secara tidak
Kerja yang kuat di perusahaan maka langsung terhadap Kinerja
Kinerja Karyawan karyawan akan Karyawan melalui Kepuasan Kerja
semakin meningkat. sebesar 0,366 atau 36,6% dari
Distribusi frekuensi dari hasil perkalian besarnya nilai
kepuasan kerja menunjukan bahwa koefisien jalur pengaruh Internal
rata-rata responden menjawab item Locus Of Control terhadap Kinerja
pertanyaan dengan sangat setuju atau Karyawan dan besarnya nilai
skala 4 dengan nilai rata-rata 58,53%. koefisien jalur pengaruh langsung
Distribusi frekuensi dari kinerja Kepuasan Kerja terhadap Kinerja
karyawan juga menunjukan bahwa Karyawan (βX.Z dan βZ.Y). Hal
rata-rata responden menjawab item tersebut berarti pada penelitian
pertanyaan dengan sangat setuju atau yang saat ini dilakukan bahwa
skala 4 dengan nilai rata-rata Internal Locus Of Control
60,167%. Kepuasan kerja karyawan berpengaruh secara tidak langsung
di UMKM Jenang terhadap kinerja terhadap Kinerja Karyawan
karyawan dilihat dari analisis diatas melalui Kepuasan Kerja, maka H0
sudah baik. Hal ini di tunjukkan ditolak dan H4 diterima. Hal ini
dengan disiplin kerja dan prestasi berarti variabel intervening yaitu
kerja karyawan baik, sehingga Kepuasan Kerja memiliki peran
kantitas kerja dan tanggung jawab dalam Internal Locus Of Control
karyawan meningkat. terhadap Kinerja Karyawan. Jika
Internal Locus Of Control dan
4. Pengaruh Internal Locus Of Kepuasan Kerja menurun maka
Control (X) positif dan Signifikan akan mempengaruhi tingkat
terhadap Kinerja Karyawan (Y) Kinerja Karyawan.
melalui Kepuasan Kerja (Z) Dari tabel hasil pengujian
sebagai Variabel Intervening hipotesis, Kinerja Karyawan dapat
Berdasarkan uji hipotesis dan dijelaskan oleh Internal Locus Of
analisis jalur diketahui bahwa Control melalui Kepuasan Kerja
Internal Locus Of Control secara sebesar 0,366 atau 36,6%. Hal ini
tidak langsung mempengaruhi menunjukan bahwa, variabel
Kinerja Karyawan namun melalui kepuasan kerja memperkuat
Kepuasan Kerja karyawan UMKM pengaruh antara variabel internal
locus of control terhadap kinerja karyawan. Dengan demikian
karyawan. Semakin baik kepuasan variabel kepuasan kerja secara
kerja yang dirasakan oleh langsung berpengaruh positif dan
karyawan di UMKM Jenang maka signifikan terhadap kinerja
internal locus of control terhadap karyawan pada UMKM jenang Desa
kinerja karyawan semakin Rejowinangun. Semakin tinggi
meningkat. tingkat kepuasan kerja maka akan
semakin tinggi kinerja karyawan.
KESIMPULAN 4. Variabel internal locus of control
Berdasarkan hasil analisis dan secara tidak langsung berpengaruh
pembahasan diatas, maka dapat postif dan signifikan terhadap
diambil kesimpulan sebagai berikut: kinerja karyawan melalui
1. Hasil analisis perhitugan kepuasan kerja sebagai variabel
ditemukan bahwa variabel internal intervening dengan hasil analisis
locus of control menunjukan hasil sebesar 0,366 atau 36,6% Hasil
uji t adalah thitung 4,263 lebih besar perkalian antara β = (X→Z) x
dari ttabel 1,663 dengan nilai (Z→Y) atau 0,839 x 0,437 = 0,366.
signifikan 0,000 < 0,05 terhadap hal ini menunjukkan bahwa
variabel kinerja karyawan. Dengan pengaruh secara tidak langsung
demikian variabel internal locus of memiliki nilai lebih kecil daripada
control secara langsung pengaruh secara langsung.
berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kinerja karyawan pada SARAN
UMKM jenang Desa Rejowinangun. Adapun saran yang dapat
Semakin tinggi tingkat internal direkomendasikan dalam skripsi ini
locus of control maka semakin adalah sebagai berikut :
tinggi kinerja karyawan. 1. Variabel internal locus of control
2. Hasil analisis perhitungan berpengaruh positif dan signifikan
ditemukan bahwa variabel internal terhadap kinerja karyawan.
locus of control menunjukkan hasil Internal locus of control meliputi
uji t adalah thitung 13,951 > ttabel suka bekerja keras, memiliki
1,663 dengan nilai signifikan 0,000 inisiatif yang tinggi dalam bekerja,
< 0,05 terhadap variabel kepuasan menemukan solusi dalam
kerja. Dengan demikian variabel memecahkan masalah sudah cukup
internal locus of control secara baik, akan tetapi masih ada
langsung berpengaruh positif dan beberapa karyawan yang memiliki
signifikan terhadap kepuasan kerja internal locus of control rendah
karyawan pada UMKM jenang Desa yang mengakibatkan kinerjanya
Rejowinangun. Semakin tinggi yang kurang. Karyawan disarankan
tingkat internal locus of control untuk bekerja lebih keras lagi
maka semakin tinggi pula tingkat sehingga kuantitas produksi yang
kepuasan kerja karyawan. dihasilkan juga meningkat.
3. Hasil analisis perhitungan 2. Variabel internal locus of control
ditemukan bahwa variabel berpengaruh positif dan signifikan
kepuasan kerja menunjukkan hasil terhadap kepuasan kerja. Variabel
uji t adalah thitung sebesar 4,104 > kepuasan kerja meliputi
dari ttabel sebesar 1,663 dengan menyenangi pekerjaanya, disiplin
nilai signifikan 0,000 > 0,05 kerja dan prestasi kerja sudah baik,
terhadap variabel kinerja akan tetapi beberapa karyawan
masih belum merasa puas bekerja DAFTAR PUSTAKA
di UMKM Jenang Desa
Rejowinangun. Karyawan A.Ahyari. 2006. Manajemen Sumber
disarankan agar lebih giat lagi Daya Manusia dan Lingkungan
dalam bekerja sehingga upah yang Kerja. Bandung : Pionir Jaya.
diperoleh juga meningkat. Jika Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian
upah yang diperoleh banyak, Suatu Pendekatan Praktik.
karyawan diharapkan senang dan Yogyakarta: Rineka Cipta
disiplin saat bekerja di UMKM Crider, Andrew. B. 198. Psychology.
Jenang. Illionis Scot Foresman and Company
3. Variabel kepuasan kerja Diskopumkm.jatimprov.go.id
berpengaruh positif dan signifikan Ghonsooly, B. 2011. On the relation of
terhadap kinerja karyawan. Locus of Control and L2
Variabel kinerja seperti kuantitas reading and writing
kerja. Pelaksanaan tugas dan Achievement. Vol. 4, No. 4;
tanggung jawab sudah cukup baik, December 2011.
akan tetapi beberapa karyawan www.ccsenet.org/elt.
masih menunjukan kinerja yang Hamid, Edy Suandi. 2010. Menuju
kurang baik. Karyawan disarankan Purworejo Dinamis dan Kreatif.
agar lebih disiplin saat bekerja, Makalah disajikan dalam
sehingga karyawan lebih Simposium Nasional 2010,
bertanggung jawab terhadap Universitas Islam Indonesia,
pekerjaannya. Yogyakarta.
4. Untuk variabel yang memiliki nilai Hasibuan, M. 2001. Manajemen: Dasar,
koefisien rendah seperti variabel Pengertian dan Masala”. Edisi
kinerja karyawan (Y) dapat Revisi. Bumi Aksara: Jakarta.
ditingkatkan dengan cara memberi _______, S.P. 2014. Manajemen Sumber
pelatihan dari pemilik UMKM Daya Manusia. Edisi Revisi.
kepada karyawan, sehingga Cetakan Kedelapan belas.
produksi olahan jenang menjadi Bumi Aksara, Jakarta
efektif dan efisisen dan hasil Kreitner, Robert dan Kinikci, Anggelo.
produksi syang didapat sesuai 2003. Perilaku Organisasi.
target UMKM Jenang. Jakarta: Salemba Empat
5. Bagi peneliti selanjutnya Mangkunegara, Anwar Prabu. 2007.
diharapkan mampu Manajemen Sumber Daya
mengoptimalkan hasil dari Manusia Perusahaan,
penelitian ini, maka bedasarkan Cetakan ketujuh. PT Remaja
masalah yang hampir sama peneliti Rosdakarya: Bandung
disarankan menambah variabel Mangkunegara, Anwar Prabu. 2014.
lain yang relevan seperti budaya Evaluasi Kinerja SDM.
oganisasi dan lingkungan kerja, PT.Revika Aditama, Bandung.
sehingga mampu Moorhead, Gregory dan Griffin, Ricky
menyempurnakan penelitian ini. W. 2013. Perilaku Organisasi.
Peneliti juga disarankan Jakarta: Salemba Empat
mengambil objek lain seperti di Robbins, S.P. 2005. Organizational
perusahaan maupun instansi Behavior: Concepts,
pemerintah. Controversies, Applications.
Twelfth Edition. Prentice Hall
International: New Jersey.
______, Stephen P dan Coulter, Mary.
2010. Manajemen. Jakarta:
Penerbit Erlangga
Rotter, J. 1986. Generalized
Expectancies For Internal
Versus External Control Of
Reinforcement. Psychological
iWonographs, 80: 1-28.
Sedarmayanti. 2007. Sumber Daya
Manusia dan Produktivitas
Kerja. Bandung: Penerbit
Mandar Maju.
Siagian, S. P. 1991. Organisasi
Kepemimpinan Dan Perilaku
Administrasi. Jakarta: Gunung
agung.
Undang-Undang No.20 Tahun 2008
Tentang UMKM