Sunteți pe pagina 1din 5

REGULASI AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK DI INDONESIA

(SAP 3, Mata Kuliah Akuntansi Sektor Publik)

Oleh :

KELOMPOK 2

Ariel Suryo (1707531045)

Ni Putu Indira Anggita Kurnia Teja (1707531048)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

2018
A. DEFINISI REGULASI PUBLIK
Regulasi berasal dari bahasa inggris, yaitu regulation atau peraturan. Dalam kamus bahasa
indonesia (Reality Publisher, 2008) kata “peraturan” mengandung arti kaidah yang dibuat
untuk mengatur, petunjuk yang dipakai untuk menata sesuatu dengan aturan, dan ketentuan
yang harus dijalankan serta dipatuhi. Regulasi publik adalah ketentuan yang harus dijalankan
dan dipatuhi dalam proses pengelolaan organisasi publik, baik pada organisasi pemerintah
pusat, pemerintah daerah, partai politik, yayasan dan lain sebagainya. Jadi regulasi keuangan
publik adalah ketentuan yang harus dijalankan dan dipatuhi dalam proses pengelolaan
organisasi publik, baik pada organisasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, partai politik,
yayasan dan lain sebagainya pada sektor keuangan dan adminsitrasi keuangan.

B. DASAR HUKUM KEUANGAN NEGARA


Proses penyelenggaraan pemerintahan ditujukan untuk mengkoordinasi pelaksanaan hak dan
kewajiban warga negara dalam suatu sistem pengelolaan keuangan negara. Pengelolaan
keuangan negara maupun keaungan daerah, sebagai mana yang dimaksud dalam Undang-
Undang Dasar 1945 perlu dilaksanakan secara profesional, terbuka dan bertanggung jawab
untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

C. AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK MEMASUKI ERA DESENTRALISASI


Kebijakan desentralisasi telah merubah sifat hubungan antar pemerintah pusat dengan
pemerintah daerah, antar BUMN dgn pemerintah Pusat; antar pemerintah dgn masyarakat dan
berbagai entitas lain dalam pemerintahan. Jadi jelas bahwa tujuan akuntansi sektor publik
adalah untuk memastikan kualitas laporan keuangan dalam pertanggung jawaban publik
Adapun prasarana ASP perlu dibangun: Standart akuntansi untuk pemerintah Pusat & daerah
serta organisasi sektor publik lainnya, account code dapat dilakukan dalam rangka
konsolidasi dan audit, Jenis buku besar/ledger, manual sistem akuntansi pemerintahan dan
organisasi lainnya.
Jenis anggaran sektor publik, meliputi:
1. Anggaran Operasional, yaitu anggaran yang digunakan untuk merencanakan kebutuhan
sehari-hari dalam menjalankan pemerintahan, Contoh Anggaran Belanja Rutin.
2. Anggaran Modal, menunjukkan rencana jangka panjang dan pembelanjaan atas aktiva
tetap seperti gedung,peralatan,kendaraan,perabot dll. Pengeluaran modal dalam jumlah besar
biasanya dilakukan dengan pinjaman.
Prinsip-prinsip penyusunan anggaran pemerintah :

a. Komprehensif, menunjukkan semua penerimaan dan pengeluaran pemerintah.


b. Keutuhan anggaran, semua penerimaan dan belanja pemerintah harus terhimpun dalam
dana umum.
c. Jumlah yang disetujui legislative dimanfaatkan secara ekonomis,efisien dan efektif
d. Periodik, anggaran bersifat periodic biasanya tahunan atau multi tahunan
e. Akurat, tidak adanya underestimate untuk pendapatan dan overestimate untuk
pengeluaran.
f. Jelas, sederhana dan dapat dipahami oleh masyarakat
g. Diketahui atau diinformasikan ke publik.

D. REVIEW REGULASI YANG TERKAIT DENGAN AKUNTANSI SEKTOR


PUBLIK
Perjalanan akuntansi sektor publik di era pra reformasi didasari pada UU no. 5 thn 1974
tentang pokok-pokok Pemerintahan Daerah. Pengertiannya adalah Dari 1 yang meliputi
propinsi dan Dari II yang meliputi kabupaten.
Beberapa peraturan pelaksanaan yg diturunkan dari perundang – undangan, antara lain:

1. PP no.5 Thn 1975 ttg pengurusan, pertanggung jawaban dan pengawasan keuangan
daerah
2. Pp NO.6 Thn 1975 ttg penyusunan APBD
3. Kep. MenDagri no.900-099 Thn 1980 ttg manual administrasi Keuangan daerah
4. Peraturan MenDagri no.2 Thn 1994 ttg pelaksanaan APBD
5. UU no. 18 Thn 1977 ttg pajak & retribusi daerah
6. Kep.MenDagri no. 3 Thn 1999 ttg bentuk dan susunan perhitungan APBD

E. REGULASI AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK DI ERA REFORMASI


Menurut Desentralisasi, daerah mempunyai kewenangan untuk menata sendiri urusan rumah
tangganya dengan rincian di bidang keuangan daerah yg meliputi:

1. Pemungutan sumber-sumber pendapatan daerah sebagaimana yg dimaksud dgn UU no.22


thn 1999 pasal 79
2. Pengelolaan dan pertanggung jawaban keuangan dalam pelaksanaan Dekonsentrasi, tugas
pembantuan dan desentralisasi seperti termuat dalam UU no.25 thn 1999 bab IV, V dan
VI
3. Penetapan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dan perhitungan atas APBD,
sebagaimana dimaksud UU no.25 thn 1999
4. Mendapat dana perimbangan berupa dana alokasi umum dan dana khusus sebagaimana
yg diatur di dalam UU no.25 thn 1999 dan PP no.104 thn 2000 ttg dana perimbangan
5. Melakukan pinjaman daerah seperti yang diatur di dalam PP no.107 thn 2000 ttg
Pinjaman daerah

Paradigma Baru Akuntansi Sektor Publik di Era reformasi


Paradigma baru dalam “Reformasi manajemen sektor publik adalah penerapan akuntansi
dalam praktik pemerintah guna mewujudkan Good Governance.
Dan sebelum UU baru maka sebagai landasan hukum awal masih berdasrkan UU
Perbendaharan Indonesia (Indische Comptabiliteitswet, staastsblad Thn 1925 No.448),
sebagimana telah beberapa kali dirubah terakhir dengan UU no. 9 thn 1968 (Lembaran
negara Republik Indonesia no. 53) dan baru pada 5 April 2003 yaitu dibuat UU baru no.17
thn 2003 untuk menetapkan kaidah-kaidah hukum administasi keuangan negara dalam rangka
pengelolaan dan pertanggung jawaban keuangan negara yg ditetapkan dalam APBN dan
APBD.
4 Prinsip dasar pengelolaan keuangan negara:
1. Akuntabilitas berdasarkan hasil atau kinerja
2. Keterbukaan dalam setiap transaksi pemerintah
3.Pemberdayaan manajer profesional
4. Adanya lembaga pemeriksa eksternal yg kuat, profesional dan mandiri serta dihindarinya
duplikasi dalam pelaksanaan pemeriksaan
Paradigma Baru Regulasi Akuntansi Sektor Publik

1. UU no. 17 tahun 2003 tentang keuangan negara


2. UU no. 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan negara
3. UU no. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan pengelolaan keuangan negara
4. UU no. 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan dan pembangunan nasional
5. UU no. 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah
6. UU no. 33 tahun 2004 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan
daerah
7. UU no. 24 tahun 2005 tentang standar akuntansi pemerintahan

F. KEDUDUKAN DAN PERAN PEMERINTAH DALAM MEMPERBAIKI


KUALITAS PELAYANAN PUBLIK

Peningkatan kualitas pelayanan publik dapat diperbaiki melalui perbaikan manajemen


kualitas jasa (service quality management) yakni upaya meminimasi kesenjangan antara
tingkat layanan dengan harapan konsumen
Kinerja merupakan konsep multi dimensional artinya ukuran kinerja bagi pelayanan publik
tidak hanya bersifat keuangan (input). Kinerja oragnisasi layanan publik harus di ukur dari
outcome-nya karena merupakan hasil (outcome) merupakan variabel kinerja yg mewakili
misi organisasi dan aktivitas operasional baik aspek keuangan dan non keuangan
Selanjutnya monitoring kinerja perlu dilakukan untuk mengevaluasi pelayanan publik dalam
memenuhi kebutuhan masyarakat
Langkah-langkah dalam monitoring kinerja organisasi publik:

1. Mengembangkan indikator kinerja yg menggambarkan pencapaian tujuan oragnisasi


2. Memaparkan hasil pencapaian tujuan berdasarkan indikator kinerja diatas
3. Mengindentifikasi apakah kegiatan pelayana sudah efektif dan efisien sebagai dasar
pengusulan program perbaikan kualitas pelayanan